Anda di halaman 1dari 18

KERANGKA ACUAN KERJA

PENGADAAN JASA KONSULTANSI

PROGRAM PENGEMBANGAN WILAYAH STRATEGIS DAN CEPAT TUMBUH


KEGIATAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
PEKERJAAN BELANJA JASA KERJASAMA PIHAK KETIGA/JASA KONSULTAN
(UKL/UPL Jl GATOT SUBROTO)
SUMBER DANA APBD KOTA SEMARANG TA. 2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

LATAR BELAKANG
Pemerintah Indonesia berusaha memahami strategis pertumbuhan ekonomi adalah
dengan pembangunan areal perkotaan khususnya di pulau jawa dan bahwa
kepadatan jalan dalam areal perkotaan belum mendapatkan perhatian
khusus,sehingga kurang berperan dalam mendukung perekonomian Indonesia,
termasuk kepadatan jalan arteri maupun kolektor perkotaan di Jawa Tengah,
khususnya Kota Semarang.
Dalam rangka rencana pelaksanaan Pembangunan Jalan Gatot Subroto Kota
Semarang, kegiatan rencana pembangunan jalan ini diperkirakan sedikit banyak
dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. diperkirakan dapat
menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Dengan
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan
Lingkungan Hidup maka kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting
terhadap lingkungan hidup wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan
untuk memperoleh izin kegiatan. Pelaksanaannya diatur melalui Peraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Ijin Lingkungan. Dengan mengacu pada
Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan, maka kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap
lingkungan hidup perlu memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup, sedangkan
UPL adalah singkatan untuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup guna
memperoleh izin kegiatan.
Beberapa kegiatan pada bidang Pekerjaan Umum yang berkaitan dengan lingkungan
hidup perlu mempertimbangkan skala/besaran kawasan perkotaan (metropolitan,
besar, sedang, kecil) yang menggunakan kriteria yang diatur dalam peraturan
perundangan yang berlaku yang mengatur tentang penyelenggaraan penataan ruang
(Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan
Ruang) atau penggantinya. Untuk Kota Semarang di kota sebagai kota
metropolitan/besar menurut aturannya Kebutuhan AMDAL adalah dengan panjang
jalan 5 km dengan luas lahan pengadaan lahan 10 ha, sehingga berdasarkan
panjang jalan yang direncana dan luas lahan yang akan terbebaskan tersebut di atas
kurang dari aturan tersebut di atas sehingga kebutuhan hanya dengan UKL-UPL.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dan tujuan penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup (DOKUMEN UKL-UPL)
Pembangunan Jalan Gatot Subroto di Kota Semarang ini diharapkan dapat :
1) Mengidentifikasi kegiatan Infrastruktur yang menimbulkan dampak terhadap
komponen - komponen lingkungan disekitarnya secara : fisik-kimia, biologi, sosial,
ekonomi budaya dan persepsi masyarakat.
2) Mengidentifikasi mengenai komponen - komponen lingkungan yang dapat dan
diprakirakan akan terkena dampak oleh kegiatan Infrastruktur
3) Menciptakan keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup
dalam jangka panjang sebagai satu tujuan utama dari pembangunan yang
berkelanjutan (sustainable development).
4) Melakukan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan terkendali.

5) Merekomendasikan alternatif upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan


kepada Dinas Bina Marga Kota Semarang sebagai pengelola Pembangunan
Infrastruktur jalan/jembatan.
Tujuan dilaksanakannya studi ini adalah:

1.3.

1.

Mengidentifikasi dampak penting terhadap rencana kegiatan Pembangunan


jalan, pada tahap prakonstruksi, tahap konstruksi dan tahap operasi.

2.

Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan yang diprakirakan akan terkena


dampak akibat rencana kegiatan pembangunan jalan

3.

Memprakirakan dan mengevaluasi dampak lingkungan sebagai akibat adanya


rencana kegiatan pembangunan jalan.

4.

Merumuskan saran tindak lanjut pengelolaan dan pemantauan lingkungan di


tapak kegiatan dan sekitarnya.

SASARAN DAN MANFAAT


Sasaran dari pekerjaan ini adalah melaksanakan pekerjaan Belanja Jasa Kerjasama
Pihak Ketiga/Jasa Konsultan (UKL/UPL Jl Gatot Subroto) sedemikian rupa sehingga
tercapai terwujudnya pembangunan/peningkatan Jalan Gatot Subroto.
Dokumen Lingkungan Hidup (DOKUMEN UKL-UPL) ini sangat penting bagi semua
pihak, baik Pemrakarasa, Pemerintah Kota Semarang maupun masyarakat umum
terutama yang bertempat tinggal disekitar Pembangunan Infrastruktur.
a).

Pemrakarsa
Bagi pemrakarsa sebagai pengikat untuk melaksanakan evaluasi lingkungan,
serta merupakan acuan / bahan pertimbangan dan pedoman teknis untuk
proses pengambilan keputusan bagi Dinas Bina Marga Kota Semarang
selaku
Pemrakarsa
Kegiatan
Penyusunan
DOKUMEN
UKL-UPL
Pembangunan jalan/jembatan dalam perencanaan tata ruang dan
pengembangan wilayah serta menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya
sehingga dapat dilakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang
lebih terarah, efektif dan efisien dalam operasional pembangunan Jalan/
jembatan tersebut

b).

Pemerintah
Bagi pihak pemerintah yang menjadi koordinator pemantau dan pengelolaan
lingkungan hidup di Kota Semarang (Badan Lingkungan Hidup
Kota
Semarang), Dokumen UKL-UPL Pembangunan Jalan/Jembatan ini dapat
dipergunakan sebagai bahan inventarisasi tentang kegiatan yang
berpotensial menimbulkan dampak terhadap komponen lingkungan,
mencegah terhadap terjadinya perusakan lingkungan seperti pencemaran
udara, air dan tanah dan menghindarkan pertentangan yang timbul serta
acuan sebagai instrumen pengikat bagi pemrakarsa untuk melaksanakan
pembinaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan kegiatan sejenis
yang terdapat di Kota Semarang

c).

Masyarakat
Bagi masyarakat umum, Dokumen UKL-UPL ini dapat dimanfaatkan sebagai
informasi adanya Rencana Pembangunan jalan/jembatan yang dilakukan
oleh Dinas Bina Marga Kota Semarang dalam rangka pengendalian dampak
lingkungan, masyarakat dapat turut serta berperan aktif dalam pengelolaan
dan pemantauan lingkungan.

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

1.4. LOKASI PEKERJAAN


Dalam pembahasan ini yang akan dikembangkan adalah rencana peningkatan Jl.
Gatot Subroto yang mencakup 2 kecamatan, yaitu Kec. Ngaliyan, Kec. Semarang
Barat.
Ruas jalan Gatot Subroto dimulai dari pertigaan Jl. Raya Wali Songo sampai ke arah
Kawasan Industri Candi.

1.5. SUMBER PENDANAAN


Sumber Pendanaan Pekerjaan Belanja Jasa Kerjasama Pihak Ketiga/Jasa Konsultan
(UKL/UPL Jl Gatot Subroto) tersebut berasal dari APBD Kota Semarang TA. 2016.
Dengan Nilai Pagu sebesar Rp. 72.000.000 (Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah) dan
dengan nilai HPS Rp. 72.000.000 (Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah).

1.6. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


Nama Pejabat Pembuat Komitmen
Satuan Kerja

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

: SUKARDI, ST. MM.


: SKPD Dinas Bina Marga Kota Semarang

B A B II
DATA PENUNJANG
2.1.

DATA DASAR
Dalam kegiatan seperti yang dimaksud pada KAK ini, Konsultan harus
memperhatikan persyaratan-persyaratan serta ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1.
Persyaratan Umum Pekerjaan
Setiap bagian dari kegiatan konsultansi harus dilaksanakan secara benar dan
tuntas dan memberikan hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik
oleh Pengguna Jasa/Kuasa Pengguna Anggaran/ Pejabat Pembuat
Komitmen/Pengendali Kegiatan.
2.
Persyaratan Obyektif
Pelaksanaan pekerjaan pengaturan dan pengamanan yang obyektif untuk
kelancaran pelaksanaan, baik yang menyangkut macam, kualitas dan
kuantitas dari setiap bagian pekerjaan.
3.
Persyaratan Fungsional
Kegiatan pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan profesionalisme
dan tanggung-jawab yang tinggi sebagai Konsultan .
4.
Persyaratan Prosedural
Penyelesaian
administrasif
sehubungan
dengan
pelaksanaan
tugas/pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedurprosedur dan peraturan-peraturan yang berlaku.
5.
Kriteria Lain-lain
Selain kriteria umum di atas, untuk berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti
standar, pedoman, dan peraturan yang berlaku, antara lain ketentuan yang
diberlakukan untuk pekerjaan kegiatan yang bersangkutan, yaitu Surat
Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan (Kontrak), dan ketentuan-ketentuan lain
sebagai dasar perjanjiannya.

2.2.

STANDAR TEKNIS/PEDOMAN
Peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rencana kegiatan dan dijadikan
rujukan dalam penyusunan studi adalah sebagai berikut.
1.
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam
Hayati dan Ekosistemnya.
2.
Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang.
3.
Undang-undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
4.
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
5.
Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
6.
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
7.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 tentang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
8.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang
Pengendalian Pencemaran Udara.
9.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang
Pengelolaan Kualitas air dan Pengendalian Pencemaran Air.
10.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin
Lingkungan
11.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2008 tentang
Tata Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
Kabupaten / Kota
12.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun 2008 tentang
Tata Laksana Lisensi Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Hidup Kabupaten / Kota
13.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 07 Tahun 2008 tentang
Sertifikasi Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan Kompetensi
Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
14.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang
Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup, Dokumen Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan
Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

15.

16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.

28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2010 tentang


Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Usaha dan atau Kegiatan Yang Telah
Memiliki Izin Usaha dan atau Kegiatan Tetapi Belum Memiliki Dokumen
Lingkungan Hidup.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 tentang
Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang
Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang
Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Dampak
Lingkungan Hidup Dan Izin Lingkungan
Keputusan
Menteri
Negara
Lingkungan
Hidup
Nomor
KEP.
48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.
Keputusan
Menteri
Negara
Lingkungan
Hidup
Nomor
KEP45/MENLH/10/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-13/MENLH/3/1998
tentang Baku Mutu Sumber Tidak Bergerak.
Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002
tentang Baku Mutu Air Sumur / Air Bersih.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003
tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik
Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor KEP-299/11/1995 tentang Pedoman
Teknis Kajian Aspek Sosial dalam Penyusunan Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan.
Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor KEP-124/12/1997 tentang Panduan
Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat dalam Penyusunan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan.
Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08 Tahun 2000 tentang Keterlibatan
Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup.
Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor 1 Tahun
1990 tentang Pokok- Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup di Propinsi
Daerah Tingkat I Jawa Tengah. (Perda Provinsi Jawa Tengah No. 5 Tahun
2007 Pengendalian Lingkungan Hidup di Prov. Jateng)
Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2010 tentang RTRW Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2009-2029
Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2002 tentang
Pengambilan Air Bawah Tanah
Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2004 tentang Baku
Mutu Air Limbah.
Keputusan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor
660.1/26/1990 tentang Baku Mutu Air di Propinsi Jawa Tengah.
Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/33/1990 tentang Pedoman
Teknis Pengambilan Contoh Air, Limbah Cair di Propinsi Jawa Tengah.
Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 25 Tahun 2000 tentang
Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam AMDAL.
Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/02/2000 tentang
Penunjukan Laboratorium Penguji Kualitas Lingkungan di Propinsi Jawa
Tengah.
Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 08 Tahun 2001 tentang Baku Mutu
Kualitas Udara Ambien di Propinsi Jawa Tengah.
Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2001 tentang Baku Mutu
Emisi Sumber Tidak Bergerak di Propinsi Jawa Tengah.
Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 67 Tahun 2003 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tentang
Pengambilan Air Bawah Tanah.
Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Semarang No. 15 Tahun 1981 tentang
Penghijauan.
Peraturan Daerah Kota Semarang No. 12 Tahun 2000 tentang Bangunan.
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pengendalian Lingkungan Hidup (Lembaran Daerah Kota Semarang Tahun
2007 Nomor 2 seri E, Tambahan Lembaran Daerah Kota Semarang Nomor 2)
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011, Tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011 2031

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

B A B III
RUANG LINGKUP
TUGAS DAN KEWENANGAN
3.1.

LINGKUP KEGIATAN.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012
tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan, maka ruang lingkup dan
format penyusunan DOKUMEN UKL-UPL adalah sebagai berikut.
A.
1. Identitas Pemrakarsa
1. Nama Pemrakarsa *)
2. Alamat Kantor, kode pos, No. Telp
dan Fax. email.
*) Harus ditulis dengan jelas identitas pemrakarsa, termasuk institusi dan orang yang
bertangggung jawab atas rencana kegiatan yang diajukannya.
Jika tidak ada nama badan usaha/instansi pemerintah, hanya ditulis nama pemrakarsa (untuk
perseorangan)

B.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan


1.

Nama Rencana Usaha dan/atau


Kegiatan

2.

Lokasi
rencana
usaha
dan/atau
kegiatan dan dilampirkan peta yang
sesuai
dengan
kaidah
kartografi
dan/atau ilustrasi lokasi dengan skala
yang memadai.

3.

Skala/Besaran rencana usaha dan/atau


Kegiatan

Keterangan:
Tuliskan ukuran luasan dan atau
panjang
dan/atau
volume
dan/atau
kapasitas
atau
besaran
lain
yang
dapat
digunakan untuk memberikan
gambaran
tentang
skala
kegiatan.
Sebagai
contoh
antara lain:
1. Bidang Industri: jenis dan
kapasitas produksi, jumlah
bahan baku dan penolong,
jumlah penggunaan energi
dan jumlah penggunaan air
2. Bidang Pertambangan: luas
lahan,
cadangan
dan
kualitas bahan tambang,
panjang dan luas lintasan uji
seismik dan jumlah bahan
peledak
3. Bidang Perhubungan: luas,
panjang dan volume fasilitas
perhubungan yang akan
dibangun,
kedalaman
tambatan dan bobot kapal
sandar dan ukuran-ukuran
lain yang sesuai dengan
bidang perhubungan
4. Pertanian: luas rencana
usaha dan/atau kegiatan,
kapasitas unit pengolahan,
jumlah bahan baku dan
penolong,
jumlah
penggunaan energi dan
jumlah penggunaan air

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

5. Bidang Pariwisata: luas


lahan yang digunakan, luas
fasiltas pariwisata yang
akan
dibangun,
jumlah
kamar,
jumlah
mesin
laundry,
jumlah
hole,
kapasitas tempat duduk
tempat hiburan dan jumlah
kursi restoran
6. Bidang Pekerjaan Umum
Pembangunan
dan/atau
peningkatan jalan dengan
pelebaran
yang
membutuhkan pengadaan
lahan (di luar rumija)

Garis besar komponen rencana usaha dan/atau kegiatan


Pada bagian ini pemrakarsa menjelaskan:
a).
Kesesuaian lokasi rencana kegiatan dengan tata ruang
Bagian ini menjelaskan mengenai Kesesuaian lokasi rencana
usaha dan/atau kegiatan dengan rencana tata ruang sesuai
ketentuan peraturan perundangan. Informasi kesesuaian
lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan dengan rencana tata
ruang seperti tersebut di atas dapat disajikan dalam bentuk
peta tumpang susun (overlay) antara peta batas tapak proyek
rencana usaha dan/atau kegiatan dengan peta RTRW yang
berlaku dan sudah ditetapkan (peta rancangan RTRW tidak
dapat dipergunakan).
Berdasarkan hasil analisis spasial tersebut, pemrakarsa
selanjutnya menguraikan secara singkat dan menyimpulkan
kesesuaian tapak proyek dengan tata ruang apakah seluruh
tapak proyek sesuai dengan tata ruang, atau ada sebagian
yang tidak sesuai, atau seluruhnya tidak sesuai.
b).
Penjelasan mengenai persetujuan prinsip atas rencana
kegiatan
Bagian ini menguraikan perihal adanya persetujuan prinsip
yang menyatakan bahwa jenis usaha kegiatan tersebut secara
prinsip dapat dilakukan dari pihak yang berwenang. Bukti
formal atas persetujuan prinsip tersebut wajib dilampirkan.
c).
Uraian mengenai komponen rencana kegiatan yang dapat
menimbulkan dampak lingkungan
Dalam bagian ini, pemrakarsa menuliskan komponenkomponen rencana usaha dan/atau kegiatan yang diyakini
dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Uraian
tersebut dapat menggunakan tahap pelaksanaan proyek, yaitu
tahap pra-konstruksi, kontruksi, operasi dan penutupan/pasca
operasi. Tahapan proyek tersebut disesuaikan dengan jenis
rencana usaha dan/atau kegiatan.
C.

Limbah dan Cemaran dari Kegiatan (opsional)


Pada bagian ini akan ditelaah kegiatan infrastruktur yang berpotensi
menimbulkan cemaran/limbah yaitu : limbah padat, limbah cair,
serta gas, debu, dan kebisingan
Pada uraian bab ini akan menjelaskan tentang bentuk fisik, sumber
limbah/cemaran, sifat limbah, parameter kunci, kapasitas/satuan
waktu, kualitas parameter kunci, baku mutu lingkungan yang diacu
untuk masing masing Pencemar, cara penanganan, dampak yang
ditimbulkan, mulai dilakukan pengelolaan lingkungan (terhadap
cemaran).

D.

Komponen Lingkungan yang ditelaah


Komponen lingkungan yang ditelaah berkaitan dengan dampak yang
ditimbulkan diuraikan sebagai berikut :
a). Komponen Fisik Kimia
1. Hidrologi dan Kualitas Air

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

E.

Kualitas air badan penerima/sungai pada jarak 50 m sebelum


dan setelah lokasi pekerjaan, peruntukkan badan air,
plankton dan bentos serta baku mutu badan air
Kualitas air sumur di lokasi baku mutu iklim dan kualitas
Udara.
2. Kualitas udara ambien di lokasi kegiatan serta baku mutu
lingkungan, pengukuran meliputi parameter : iklim mikro,
kualitas udara (CO, NOx, SOx, Pb, debu dan HC) serta
kebisingan.
3. Survei lalu lintas dn survei getaran.
b). Flora dan Fauna
1. Biota aquatik (plankton, bethos dan nekton)
2. Flora : jenis tumbuhan yang ada di lokasi kegiatan serta lokasi
kegiatan sekitar.
3. Fauna terestial : Keberadaan jenis-jenis satwa /fauna di sekitar
lokasi kegiatan dan luar lokasi kegiatan
Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya
a). Kependudukan
- Kependudukan (struktur kependudukan atau profil masyarakat,
kelompok etnis , pendidikan, tenaga kerja, mobilisasi tenaga
kerja)
- Pertumbuhan penduduk
- Kepadatan penduduk
b).
Sosial-Ekonomi
- Struktur Ekonomi
- Mata pencaharian termasuk didalamnya bentuk usaha yang
ada, teknik pemeliharaan, pendapatan bersih, intensitas
pemeliharaan, dll)
- Volume dan sumber pendapatan
- Lapangan pekerjaan dan angka pengangguran
- Sarana Perekonomian lokal
- Pendapatan Asli Daerah (PAD)
c).Sosial Budaya
- Komunitas penduduk yang di sekitar lokasi kegiatan dan yang
terlewati jalan akses
- Karakteristik budaya yang berhubungan dengan kondisi sosial
dan penyelesaian konflik (jenis konflik dan frekuensi konflik)
- Kelembagaan
Persepsi masyarakat (masyarakat yang lahannya digunakan
untuk proyek dan masyarakat di sekitar lokasi), terhadap
kegiatan serta penanganan kegiatan dan hal-hal yang berkaitan
dengan perubahan fungsi lahan).
- Kepercayaan masyarakat
- Agama.

Upaya Pengelolaan Lingkungan


1.
Upaya Pengelolaan Limbah dan Cemaran
Pada kajian ini akan menjelaskan pengelolaan terhadap adanya
limbah dan Cemaran (padat, cair, gas, debu, serta kebisingan). Secara
garis besar meliputi kajian terhadap :
Jenis limbah/cemaran
Bentuk Fisik
Kapasitas per satuan waktu
Sifat limbah
Sistem pengelolaan yang digunakan
Cara kerja sistem (mekanisme kerja unit pengelolaan)
Kualitas parameter kunci sebelum dan sesudah pengolahan
Baku mutu limbah yang diacu (No SK serta kualitas parameter dari
bakumutu tersebut)
Kualitas parameter yang melampaui baku mutu
Upayaperbaikan (cara kerja sistem dan jadwal waktu pelaksanaan)
Lokasi peruntukkan / badan penerima
Tindakan darurat bilamana sistem tidak berfungsi
Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

Serta unit pelaksana yang bertanggung jawab (dari pelaksana


kegiatan di lapangan)

Adapun Upayapengelolaan lingkungan pada aspek ini dilakukan terhadap :


Limbah padat
Kantin, sampah halaman, dll (bila ada)
Limbah cair (bila ada)
Gas buang air dari kendaraan (ambien)
Debu
Kebisingan, dll.
Upaya Pemantauan Lingkungan
1.
Upaya Pemantauan Limbah dan Cemaran
Pada kajian ini akan menjelaskan pemantauan terhadap adanya
limbah dan cemaran (padat, cair, gas, debu, serta kebisingan).
Secara garis besar Upayapemantauan lingkungan dilakukan dengan
cara melakukan telaahan terhadap :
Pemantauan terhadap Upaya pengelolaan
Bentuk fisik
Sumber dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan
Kualitas parameter kunci sesudah pengolahan
Tolok ukur & kualitas baku mutu lingkungan (SK Menteri, SK Gubernur,
atau lainnya)
Lokasi pemantauan lingkungan
Cara/teknis pemantauan
Unit pelaksana pemantauan
Pemantauan yang dilakukan pada dasarnya ditujukan terhadap :
Limbah padat, sampah, dll. (bila ada)
Limbah cair
Gas buang dari kendaraan
Kebisingan, dll.
3.2

PELAPORAN
Pada kajian ini akan dikaji tentang sistematika pelaporan dari berbagai
hasil pemantauan yang harus dilaporkan kepada instansi terkait, materi
waktu pelaporan kepada instansi, serta frekuensi waktu pelaporan.
Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan
Hidup serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
Bagian ini pada dasarnya berisi satu tabel/matriks, yang merangkum
mengenai:
1. Dampak lingkungan yang ditimbulkan rencana usaha dan/atau
kegiatan
Kolom Dampak Lingkungan terdiri atas empat sub kolom yang
berisi informasi:
a. sumber dampak, yang diisi dengan informasi mengenai jenis
sub kegiatan penghasil dampak untuk setiap tahapan
kegiatan (pra-kontruksi, konstruksi, operasi dan pasca
operasi);
b. jenis dampak, yang diisi dengan informasi tentang seluruh
dampak lingkungan yang mungkin timbul dari kegiatan pada
setiap tahapan kegiatan; dan
c. besaran dampak, yang diisi dengan informasi mengenai:
untuk parameter yang bersifat kuantitatif, besaran dampak
harus dinyatakan secara kuantitatif.
2. Bentuk upaya pengelolaan lingkungan hidup
Kolom Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup terdiri atas tiga sub
kolom yang berisi informasi:
a. bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang diisi
dengan informasi mengenai bentuk/jenis pengelolaan

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

lingkungan hidup yang direncanakan untuk mengelola setiap


dampak lingkungan yang ditimbulkan;
b. lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang diisi dengan
informasi mengenai lokasi dimana pengelolaan lingkungan
dimaksud dilakukan (dapat dilengkapi dengan narasi yang
menerangkan bahwa lokasi tersebut disajikan lebih jelas
dalam peta pengelolaan lingkungan pada lampiran UKL-UPL);
dan
c. periode pengelolaan lingkungan hidup, yang diisi dengan
informasi mengenai waktu/periode dilakukannya bentuk
upaya pengelolaan lingkungan hidup yang direncanakan.
3. Bentuk upaya pemantauan lingkungan hidup
Kolom Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup terdiri atas tiga sub
kolom yang berisi informasi:
a. Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup, yang diisi
dengan informasi mengenai cara, metode, dan/atau teknik
untuk melakukan pemantauan atas kualitas lingkungan hidup
yang menjadi indikator kerberhasilan pengelolaan lingkungan
hidup (dapat termasuk di dalamnya: metode pengumpulan
dan analisis data kualitas lingkungan hidup, dan lain
sebagainya);
b. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup, yang diisi dengan
informasi mengenai lokasi dimana pemantauan lingkungan
dimaksud dilakukan (dapat dilengkapi dengan narasi yang
menerangkan bahwa lokasi tersebut disajikan lebih jelas
dalam peta pemantauan lingkungan pada lampiran UKL-UPL);
dan
c. Periode pemantauan lingkungan hidup, yang diisi dengan
informasi mengenai waktu/periode dilakukannya bentuk
upaya pemantauan lingkungan hidup yang direncanakan.
4. Institusi pengelola dan pemantauan lingkungan hidup
Kolom Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup,
yang diisi dengan informasi mengenai berbagai institusi yang
terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan
lingkungan hidup yang akan:
a. Melakukan/melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup dan
pemantauan lingkungan hidup;
b. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan
lingkungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup; dan
c. Menerima pelaporan secara berkala atas hasil pelaksanaan
komitmen pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan
lingkungan hidup sesuai dengan lingkup tugas instansi yang
bersangkutan, dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Dalam bagian ini, Pemrakarsa dapat melengkapi dengan peta,
sketsa, atau gambar dengan skala yang memadai terkait dengan
program pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Peta yang
disertakan harus memenuhi kaidah-kaidah kartografi.
Jumlah dan Jenis Izin IZIN PPLH yang Dibutuhkan
Dalam hal rencana usaha dan/atau kegiatan yang diajukan
memerlukan izin PPLH, maka dalam bagian ini, pemrakarsa
menuliskan daftar jumlah dan jenis izin perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup yang dibutuhkan berdasarkan upaya
pengelolaan lingkungan hidup.
Surat Pernyataan

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

Bagian
ini
berisi
pernyataan/komitmen
pemrakarsa
melaksanakan UKL-UPL yang ditandatangani di atas
bermaterai.

untuk
kertas

Daftar Pustaka
Pada bagian ini utarakan sumber data dan informasi yang digunakan
dalam penyusunan UKL-UPL baik yang berupa buku, majalah,
makalah, tulisan, maupun laporan hasil-hasil penelitian. Bahanbahan pustaka tersebut agar ditulis dengan berpedoman pada tata
cara penulisan pustaka.

Lampiran
Formulir UKL-UPL juga dapat dilampirkan data dan informasi lain
yang dianggap perlu atau relevan, antara lain:
1. Bukti formal yang menyatakan bahwa jenis usaha kegiatan
tersebut secara prinsip dapat dilakukan;
2. Bukti formal bahwa rencana lokasi Usaha dan/atau Kegiatan telah
sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku (kesesuaian tata
ruang ditunjukkan dengan adanya surat dari Badan Koordinasi
Perencanaan Tata Ruang Nasional (BKPTRN), atau instansi lain
yang bertanggung jawab di bidang penataan ruang);
3. Informasi detail lain mengenai rencana kegiatan (jika dianggap
perlu);
4. Peta yang sesuai dengan kaidah kartografi dan/atau ilustrasi
lokasi dengan skala yang memadai yang menggambarkan lokasi
pengelolaan lingkungan hidup dan lokasi pemantauan lingkungan
hidup; dan
5. Data dan informasi lain yang dianggap perlu.
3.3.

KELUARAN/OUTPUT
1.
Draft Dokumen UKL-UPL
2.
Laporan Pendahuluan Dokumen UKL-UPL
2.
Laporan Akhir Dokumen UKL-UPL
3.
Dokumen Ringkasan Eksekutif (RE)

3.4

PERALATAN, PERSONIL DAN FASILITAS DARI PPK


Pengguna Jasa akan menugaskan juga personil Tim Teknis dari instansi untuk
melengkapi pekerjaan dari konsultan. Untuk fasilitas dari PPK hanya menyediakan
ruang untuk rapat-rapat rutin beserta perlengkapannya. Data dan fasilitas yang
disediakan oleh pengguna jasa yang dapat digunakan dan harus dipelihara oleh
penyedia jasa. Pengguna Jasa menyediakan kumpulan laporan dan data sebagai
hasil studi terdahulu serta data visual bila ada.
Pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai
Staf Teknik dan Staff Administrasi dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi.

3.5

PERALATAN DARI PENYEDIA JASA KONSULTAN


Penyedia Jasa diwajibkan untuk menyediakan segala perlengkapan dan peralatan
yang berkaitan dengan tugas konsultansi.
Barang-barang yang harus disediakan oleh penyedia jasa dengan cara sewa atas
nama Pengguna Jasa :
Barang-barang yang harus disediakan oleh penyedia jasa dengan cara sewa:
a).
Akomodasi dan ruangan kantor
b).
Kendaraan roda dua
c).
Alat-alat kantor dan peralatan kerja lapangan
d).
Komputer dan printer dan peralatan elektronik penunjang kegiatan
Alih Pengetahuan
Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa, maka penyedia jasa harus
mengadakan pelatihan, kursus singkat, diskusi dan seminar terkait dengan substansi
pelaksanaan pekerjaan dalam rangka alih pengetahuan kepada staf Dinas Bina
Marga Kota Semarang yang ditunjuk.

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

3.6

LINGKUP KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB PENYEDIA JASA


LINGKUP KEWENANGAN
Lingkup kewenangan bagi Konsultan adalah pelaksanaan Belanja Jasa Kerjasama
Pihak Ketiga/Jasa Konsultan (UKL/UPL Jl Gatot Subroto)
TANGGUNG JAWAB KONSULTAN
Didalam setiap penyelesaian buku laporan diadakan diskusi dengan melibatkan
pihak-pihak terkait termasuk dengan Sidang Komisi. Buku laporan untuk bahan
diskusi diserahkan ke Dinas Bina Marga harus memiliki tenggang waktu yang cukup
sebelum pelaksanaan diskusi, agar Tim Teknis mempunyai kesempatan yang cukup
untuk mempelajarinya.
Laporan-laporan dalam pekerjaan ini, disajikan dalam 4 (empat) tahap pembahasan
yaitu :
1. Diskusi 1, diskusi pada tahap awal ini membahas Buku Draft UKL-UPL dengan
Tim Teknis
2. Diskusi 2, diskusi ini membahas Laporan Dokumen UKL-UPL dengan Tim Teknis
3. Diskusi 3, diskusi ini membahas Laporan Akhir Dokumen UKL-UPL dengan
Komisi Penilai.
4. Pengesahan Dokumen UKL-UPL
Selain dari diskusi secara formal seperti tersebut diatas, juga dilakukan konsultasi
(diskusi informal) dengan narasumber/pejabat yang membidangi dengan tujuan
untuk menyelaraskan setiap hasil pekerjaan sehinggan sesuai dengan yang
diharapkan.

3.7

JANGKA WAKTU
Kegiatan Konsultan dilaksanakan sejak diterbitkannya SPMK (Surat Perintah Mulai
Kerja). Dalam hal ini waktu yang disediakan untuk melaksanakan tugas yang
diberikan kepada Konsultan adalah selama 90 (Sembilan Puluh) hari kerja atau 3
(Tiga) bulan. Waktu selama 3 (Tiga) bulan ini tidak termasuk waktu tunggu penilaian
dokumen oleh Komisi Penilai Kota Semarang dan pengesahan oleh Pemerintah
Kota Semarang.

3.8

KEBUTUHAN PERSONIL
Keterlibatan tenaga-tenaga ahli yang profesional dan berpengalaman sesuai dengan
bidang pekerjaan yang dilaksanakan merupakan faktor utama optimalnya
pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan pekerjaan ini akan dilakukan oleh tenaga ahli
dari berbagai disiplin ilmu, untuk membantu kegiatan peneliti, maka tim akan dibantu
oleh beberapa tenaga pendukung. Namun pelaksanaannya pihak konsultan wajib
mengutamakan tenaga ahli bersertifikat AMDAL.
Konsultan harus menyediakan tenaga ahli yang memenuhi kebutuhan kegiatan,
yaitu minimal terdiri dari :
1 orang Tenaga Team Leader sebagai Ahli Lingkungan
1 orang Tenaga Teknik Sipil / Transportasi
1 orang Tenaga Ahli Fisika Kimia
1 orang Tenaga Ahli Biologi
1 orang Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Budaya
1 orang Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat
Didukung pula oleh Tenaga Surveyor, Administrator, dan Operator Komputer.
.

3.9

TUGAS DAN KUALIFIKASI PERSONIL TENAGA AHLI


Personil-personil yang tercantum di bawah ini harus bekerja secara penuh untuk
pekerjaan ini, yaitu terdiri dari :
A. TENAGA AHLI
a) Ketua Tim (Team Leader) Ahli Lingkungan

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

Team Leader minimal adalah seorang sarjana S1 Teknik Lingkungan lulusan


perguruan tinggi negeri atau swasta disamakan dan mempunyai pengalaman
kerja minimal 6 tahun efektif yang terkait, atau S2 Teknik Lingkungan pengalaman
2 tahun efektif. Memiliki sertifikat / bimbingan teknis AMDAL-UKL-UPL/penilaian
lingkungan.
b) Tenaga Ahli Transportasi/Ahli Teknik Sipil
Tenaga ahli ini adalah seorang sarjana S1 Teknik Sipil lulusan perguruan tinggi
negeri atau swasta disamakan dan mempunyai pengalaman kerja 3 tahun efektif
yang terkait. Diutamakan memiliki sertifikat / bimbingan teknis AMDAL-UKLUPL/penilaian lingkungan.
c) Tenaga Ahli Fisika Kimia
Tenaga ahli ini adalah seorang sarjana S1 Fisika/Kimia lulusan perguruan tinggi
negeri atau swasta disamakan dan mempunyai pengalaman kerja 3 tahun efektif
yang terkait. Diutamakan memiliki sertifikat / bimbingan teknis AMDAL-UKLUPL/penilaian lingkungan.
d) Tenaga Ahli Biologi
Tenaga ahli ini adalah seorang sarjana S1 ilmu Biologi lulusan perguruan tinggi
negeri atau swasta disamakan dan mempunyai pengalaman kerja 3 tahun efektif
yang terkait. Diutamakan memiliki sertifikat / bimbingan teknis AMDAL-UKLUPL/penilaian lingkungan.
e) Tenaga Ahli Ekonomi, Sosial, dan Budaya
Tenaga ahli ini adalah seorang sarjana S1 Ekonomi / S1 Sospol lulusan
perguruan tinggi negeri atau swasta disamakan dan mempunyai pengalaman
kerja 3 tahun efektif yang terkait. Diutamakan memiliki sertifikat / bimbingan teknis
AMDAL-UKL-UPL/penilaian lingkungan.
f) Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat
Tenaga ahli ini adalah seorang sarjana S1 Kesehatan Masyarakat lulusan
perguruan tinggi negeri atau swasta disamakan dan mempunyai pengalaman
kerja 3 tahun efektif yang terkait. Diutamakan memiliki sertifikat / bimbingan teknis
AMDAL-UKL-UPL/penilaian lingkungan.

B. TENAGA PENDUKUNG
- Surveyor
Tenaga pendukung ini adalah seorang lulusan minimal SMK dengan disiplin ilmu
yang sama pengalaman minimal 3 tahun
- Administrator
- Operator komputer
Tenaga pendukung ini adalah seorang lulusan minimal SMA/SMK dengan disiplin
ilmu yang sama pengalaman minimal 3 tahun.

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

B A B IV
LAPORAN DAN PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN
4.1. UMUM
Semua laporan ditulis dalam Bahasa Indonesia, kecuali ditentukan lain oleh pemberi
tugas dengan ukuran kertas format A4 atau format Folio serta A3 untuk Gambar dan
diserahkan kepada Pengguna Jasa, Laporan yang dimaksud meliputi :
Produk laporan yang harus diserahkan dikelompokkan dalam 2 bagian, yaitu :
1.
Laporan yang harus diserahkan untuk bahan diskusi yang harus diserahkan
dengan tenggang waktu sebelum jadwal diskusi. Laporan-laporan yang harus
diserahkan, terdiri dari:

Buku Draft UKL-UPL sebanyak 10 (sepuluh) buku, termasuk data


survei dan dokumentasi
2.
Buku laporan yang harus diserahkan pada akhir pekerjaan, terdiri dari:

Buku Laporan Pendahuluan UKL-UPL, sebanyak 10 (sepuluh) buku

Buku Laporan Akhir UKL-UPL, sebanyak 10 (sepuluh) buku

Buku Ringkasan Eksekutif (RE) sebanyak 15 (lima belas) buku

Softcopy hasil seluruh pekerjaan

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

BAB V
HAL HAL LAIN

5.1. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN


Penyedia Jasa diwajibkan melaksanakan pengumpulan data lapangan sesuai
persyaratan dan kaidah teknis maupun regulasi yang berlaku di bidang/layanan
pekerjaan Perencanaan/studi
5.2. ALIH PENGETAHUAN
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan
pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil
proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen

SCHEDULE LAYANAN
KEGIATAN KONSULTAN UKL-UPL
TAHUN ANGGARAN 2015
NO

POSISI

MM
1

0,5

1,5

TEAM LEADER

TA. TRANSPORTASI/ SIPIL

TA. FISIKA KIMIA

0,5

0,5

TA. BIOLOGI

0,5

0,5

TA. SOSIAL EKONOMI BUDAYA

0,5

0,5

TA. KESEHATAN MASYARAKAT

0,5

0,5

SURVEYOR (2 ORANG)

ADMINISTRATOR

OPERATOR KOMPUTER

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

B A B VI
PENUTUP
Setelah Pengarahan Penugasan ini diterima Konsultan hendaknya memeriksa semua
bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Setelah
mempelajari dan mendapat penjelasan tentang Pengarahan Penugasan ini dari Pejabat
Pengadaan, Konsultan agar segera membuat Usulan Teknis/ Proposal Teknis agar
dimasukkan mengikuti ketentuan terlampir mengenai syarat-syarat mengikuti Pengadaan
Jasa Konsultan sesuai peraturan yang berlaku.

Ditetapkan,
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
PEKERJAAN BELANJA JASA KERJASAMA PIHAK
KETIGA/JASA KONSULTAN (UKL/UPL Jl GATOT
SUBROTO)

SUKARDI, ST. MM.


NIP. 196002201985121001

Kerangka Acuan Kerja UKL/UPL Jl Gatot Subroto

CONTOH MATRIKS UKL-UPL:


UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

SUMBER
DAMPAK
(Tuliskan
kegiatan yang
menghasilkan
dampak
terhadap
lingkungan)

JENIS
DAMPAK
(Tuliskan
dampak
yang
mungkin
terjadi)

BESARAN
DAMPAK
(Tuliskan
ukuran yang
dapat
menyatakan
besaran
dampak)

Contoh:
Kegiatan
Peternakan
pada tahap
operasi
Pemeliharaan
ternak
menimbulkan
limbah berupa:
1.
Limbah
cair

2.

Limbah
padat
(kotoran)

Contoh:
Terjadinya
penurunan
kualitas air
Sungai XYZ
akibat
pembuangan
limbah cair

Terjadinya
penurunan
kualitas air
Sungai XYZ
akibat
pembuangan
limbah padat

Contoh:
Limbah cair
yang
dihasilkan
adalah 50
liter/hari.

Limbah
padat yang
dihasilkan
adalah 1,2
m3/minggu.

BENTUK UPAYA
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
(Tuliskan bentuk/jenis
pengelolaan lingkungan
hidup yang
direncanakan untuk
mengelola setiap
dampak lingkungan
yang ditimbulkan)

Contoh:
Limbah cair dikelola
dengan:
- memasang drainase
permanen pengumpul
limbah cair di sekeliling
kandang
- mengolahnya dalam
instalasi biodigester
sebelum dibuang ke
sungai.
90% limbah padat akan
dimasukkan ke
biodigester, 10 % lagi
akan dijadikan pupuk
kandang

LOKASI
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN
HIDUP
(Tuliskan informasi
mengenai lokasi
dimana
pengelolaan
lingkungan
dimaksud
dilakukan)

PERIODE
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
(Tuliskan informasi
mengenai
waktu/periode
dilakukannya bentuk
upaya pengelolaan
lingkungan hidup yang
direncanakan)

Contoh:
Pengelolaan limbah
cair dilakukan secara
menerus sepanjang
operasi kegiatan
Contoh:
Lokasi pengelolaan
limbah cair adalah
di sekeliling
kandang dan di
area biodigester
(secara rinci
disajikan pada peta
pengelolaan
lingkungan hidup
pada lampiran .)

Lokasi pengelolaan
limbah padat
adalah di sekitar
kandang (secara
rinci disajikan pada
peta pengelolaan
lingkungan hidup
pada lampiran .)

Pengelolaan limbah
padat dilakukan sehari
sekali, kandang
dibersihkan dan
padatan akan dibagi ke
digester dan dibuat
pupuk

UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP


BENTUK UPAYA
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP
(Tuliskan informasi
mengenai cara,
metode, dan/atau
teknik untuk
melakukan
pemantauan atas
kualitas lingkungan
hidup yang menjadi
indikator
kerberhasilan
pengelolaan
lingkungan hidup)

Contoh:
melakukan
pemantauan kualitas
effluent dari instalasi
biogas sesuai
dengan baku mutu
air limbah
peternakan
PERMENLH Nomor
Tahun 20
melakukan
pemantauan kualitas
air sungai XYZ
sesuai dengan PP
82/2001 untuk
parameter kunci
yaitu BOD, minyaklemak

LOKASI PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP
(Tuliskan informasi
mengenai lokasi
dimana pemantauan
lingkungan dimaksud
dilakukan)

Contoh:
Pemantauan kualitas
effluent dilakukan
pada saluran outlet
dari instalasi biogas
(secara rinci disajikan
pada peta
pemantauan
lingkungan hidup
pada lampiran .)
Pemantauan kualitas
air sungai dilakukan
di 3 titik sebelum
outlet, di bawah
outlet dan setelah
outlet (secara rinci
pada peta
pemantauan
lampiran.)

PERIODE
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN
HIDUP
(Tuliskan
informasi
mengenai
waktu/periode
dilakukannya
bentuk upaya
pemantauan
lingkungan
hidup yang
direncanakan)

Contoh:
Pemantauan
kualitas
effluent
dilakukan 3
bulan sekali

Pemantauan
kualitas air
sungai
dilakukan 6
bulan sekali

INSTITUSI
PENGELOLA
DAN
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN
HIDUP
(Tuliskan
institusi yang
terkait dengan
pengelolaan
lingkungan
hidup dan
pemantauan
lingkungan
hidup)

Contoh:
a.
Instansi
Pelaksana
yaitu PT X
selaku
pemrakar
sa
b.
Instansi
Pengawas
yaitu
BLHD
Kabupate
n X, Dinas
Peternaka
n Kab X
c.
Instansi
Penerima
Laporan
yaitu
BLHD
Kabupate
n X, Dinas
Peternaka
n Kab X

KETERANGAN

(Tuliskan
informasi lain
yang perlu
disampaikan
untuk
menjelaskan
hal-hal yang
dianggap perlu)