Anda di halaman 1dari 26

KAJIAN EKSPERIMENTAL PERILAKU MATERIAL

KAYU JABON SEBAGAI BAHAN BAKU KAYU GLULAM


LENGKUNG

TESIS
Karya tulis sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Magister dari
Institut Teknologi Bandung

Oleh

ERMA DESMALIANA
NIM: 25013006
(Program Studi Magister Teknik Sipil)

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG


2016

KAJIAN EKSPERIMENTAL PERILAKU MATERIAL


KAYU JABON SEBAGAI BAHAN BAKU KAYU GLULAM
LENGKUNG

Oleh

ERMA DESMALIANA
NIM : 25013006
(Program Studi Masigter Teknik Sipil)
Institut Teknologi Bandung

Menyetujui
Pembimbing
28 September 2016

Dr. Ir. Saptahari M. Soegiri Poetra


NIP 131 284 857

ABSTRAK
KAJIAN EKSPERIMENTAL PERILAKU MATERIAL
KAYU JABON SEBAGAI BAHAN BAKU KAYU GLULAM
LENGKUNG
Oleh

ERMA DESMALIANA
NIM: 25013006
(Program Studi Masigter Teknik Sipil)

Kayu merupakan sumber daya alam yang sangat potensial untuk digunakan dan
dibudidayakan sebagai material utama dalam bidang konstruksi di Indonesia.
Penggunaan kayu sebagai material konstruksi menjadi pilihan karena lebih aman
untuk digunakan di daerah rawan gempa. Keterbatasan dimensi kayu untuk
kebutuhan sebagian komponen struktural kayu glulam menjadikan kayu sebagai
solusi dari permasalahan ini. Keuntungan dari penggunaan kayu glulam, yaitu
dapat dibuat struktur lengkung yang mampu mengatasi kebutuhan bentang yang
panjang pada aplikasi struktural seperti jembatan ataupun rangka atap. Penelitian
ini bertujuan untuk membandingkan performa struktural kayu glulam lurus
dengan kayu glulam lengkung, sehingga diperoleh nilai pendekatan kekuatan
kapasitas pemikul beban dari kayu glulam lengkung terhadap kayu glulam.
Dalam penelitian ini digunakan jenis kayu cepat tumbuh HTI dan HTR, yaitu
kayu Jabon (kayu kelas kuat III-IV). Sedangkan perekat yang digunakan adalah
perekat Polyurethane. Pengujian dilakukan terhadap benda uji kayu glulam (10
lapis) dan kayu glulam lengkung (10 lapis).
Data dari hasil pengujian terhadap benda uji didapatkan nilai tegangan lentur
untuk kayu solid yaitu 21,27 MPa. Nilai tegangan lentur kayu glulam diperoleh
sebesar 34,29 MPa. Nilai tegangan lentur lebih besar 61,21%. Nilai MOE kayu
solid didapat sebesar 5108,5 MPa, sedangkan nilai MOE kayu glulam yaitu
6279,78 MPa. Nilai MOE kayu glulam lebih besar 22,93%. Nilai beban
maksimum yang mampu dipikul oleh kayu solid yaitu 2,5 kN. Nilai beban
maksimum untuk kayu glulam dan kayu glulam lengkung diperoleh sebesar 3,7
kN dan 4,1 kN. Nilai beban maksimum kayu glulam dan kayu glulam lengkung
lebih besar 48% dan 64%. Nilai beban maksimum kayu glulam lengkung lebih
besar 1,55 kali dari kayu glulam.
Kata kunci: kayu cepat tumbuh, kayu glulam, kayu glulam lengkung, kayu
Jabon, kayu solid, MOE, beban maksimum

ABSTRACT
EXPERIMENTAL STUDY ON MATERIAL BEHAVIOR OF
JABON TIMBER AS A RAW MATERIAL OF CURVED
GLULAM BEAM
by

ERMA DESMALIANA
NIM: 25013006
(Department of Civil Engineering Post Graduate)

Wood is a very potential natural resources to be used and cultivated as a primary


construction material in Indonesia. The use of wood as a construction material
becomes a choice because it is safer being used in the earthquake area. The
limitation of dimension solid wood for the needs of the structural member makes
glulam timber as the solution of this problem. The advantages of glulam timber
that could be made as an arch structure to overcome the needs of long span in
structural like bridges or roof trusses. This study aimed to compare the structural
performance of glulam and curved glulam timber, so that the values of bearing
capacity of curved glulam timber can approach the bearing capacity of glulam
timber.
In this reseach used Jabon (class III-IV) timber that was fast-growing wood
species from HTI and HTR.Dalam penelitian ini digunakan jenis kayu cepat
tumbuh HTI dan HTR, yaitu kayu Jabon (kayu kelas kuat III-IV). While the
adhesive used is Polyurethane. Specimens were tested by glulam timber (10
layers) and curved glulam timber (10 layers).
Data from the test results on specimens obtained the bending stress values for
solid wood is 21,27 MPa. Bending stress values of glulam glulam timber is 34,29
MPa. Glulam timber bending stress values is greater 61,21%. MOE values of
solid wood obtained is 5108,5 MPa, while MOE values of glulam timber 6279,78
MPa. Glulam timber MOE value is greater 22.93%. Bearing capacity values of
solid wood is 2,5 kN. Glulam and curved glulam timber bearing capacity values
obtained is 3,7 kN and 4,1 kN. Glulam and curved glulam timber bearing capacity
values is greater 48% dan 64%. Curved glulam timber bearing capacity values is
greater 1,55 times than glulam timber.
Kata kunci: fast-growing wood, glulam timber, curved glulam timber, Jabon,
solid wood, MOE, bearing capacity

PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS


Tesis yang tidak dipublikasikan, terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Institut
Teknologi Bandung, dan terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta
ada pada pengarang dengan mengikuti aturan HAKI yang berlaku di Institut
Teknologi Bandung. Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat, tetapi
pengutipan atau peringkasan hanya dapat dilakukan seizing pengarang dan harus
disertai dengan kebiasaan ilmiah untuk menyebutkan sumbernya.
Sitasi hasil penelitian Tesis ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia sebagai
berikut:
Desmaliana, E. (2016): Kajian Eksperimental Perilaku Material Kayu Jabon
sebagai Bahan Baku Kayu Glulam Lengkung, Tesis Program Magister, Institut
Teknologi Bandung.
dan dalam bahasa Inggris sebagai berikut:
Desmaliana, E. (2016): Experimental Study on Material Behavior of Jabon
Timber as a Raw Material of Curved Glulam Beam, Masters Program Thesis,
Institut Teknologi Bandung.
Memperbanyak atau menerbitkan sebagian atau seluruh tesis haruslah seizin
Dekan Sekolah Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung.

Dipersembahkan kepada:
Yang tercinta
Papa Iwan Riswan, S.T. dan Mama Lilis Herayani, S.Pd.
Sebagai bukti bakti seorang anak pada orang tua
Yang kusayangi
Saudaraku Alm. Anwar Hidayat
Semoga kau bangga dengan pencapaian kakakmu ini
Yang kusayangi
Kakek, Nenek, dan seluruh keluarga besar
Terima kasih atas semua dukungannya kepada Erma
Yang kusayangi
Sahabat-sahabat terbaik
Terima kasih atas semua dukungan semangatnya yang tak pernah berhenti

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis haturkan kepada Alla SWT., karena atas rahmat dan
karunia-Nya

penulis

dapat

menyelsaikan

tesis

yang

berjudul

Kajian

Eksperimental Perilaku Material Kayu Jabon sebagai Bahan Baku Kayu


Glulam Lengkung. Tesis ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
penyelesaian tahap pendidikan magister pada Program Studi Rekayasa Struktur
Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung.
Terima kasih dan penghormatan yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada
Bapak Dr. Ir. Saptahari M. Soegiri Poetra selaku dosen pembimbing yang telah
memberikan pengorbanan tak ternilai harganya dalam proses pembimbingan,
pengajaran, saran, arahan, nasihat serta dukungan bagi penulis dalam proses
pembimbingan mulai dari pengarahan tema penelitian hingga dalam penyusunan
laporan tesis ini.
Terima kasih disampaikan juga kepada Bapak Prof. Ir. Adang Surahman, M.Sc.,
Ph.D. dan Bapak Ivan Sandi Darma S.T., M.T., Ph.D. selaku dosen penguji
seminar dan sidang akhir tesis yang telah memberikan saran, masukan dan kritik
yang berharga untuk tesis yang lebih baik.
Terima kasih disampaikan juga kepada Bapak Ir. Ivindra Pane, Ph.D. selaku
mantan Kepala Laboratorium Struktur dan Bahan Program Studi Teknik Sipil ITB
dan Bapak Ir. Made Suarjana, Ph.D. selaku Kepala Laboratorium Struktur dan
Bahan Program Studi Teknik Sipil ITB yang telah memperkenankan penulis
melakukan penelitian di laboratorium tersebut.
Terima kasih disampaikan juga kepada seluruh dosen pengajar Rekayasa Struktur
program Magister ITB, yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan selama
proses belajar mengajar berlangsung.

Penulis sangat berterima kasih kepada Papa Iwan Riswan, S.T. dan Mama Lilis
Herayani, S.Pd. yang telah mengiringkan doa dan sangat berjasa dalam
kesuksesan jenjang penulis selama ini. Ucapan terima kasih yang tulus juga
penulis sampaikan kepada adik tersayang alm. Anwar Hidayat yang selalu
mengingatkan penulis untuk tidak pernah berputus asa dan selalu semangat dalam
menyelesaikan tesis ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada kakek,
nenek, dan seluruh keluarga besar yang selalu memberikan semangat kepada
penulis.
Terima kasih disampaikan juga kepada Seluruh staf TU program Magister ITB,
yang selalu membantu dalam pengurusan administrasi. Penulis juga tidak lupa
mengucapkan terima kasih kepada Teknisi Laboratorium Struktur dan Bahan
Teknik Sipil ITB karena dengan bantuannya bisa terselenggara segala proses
akademik dengan lancer.
Terima kasih yang tulus disampaikan juga kepada Ibu Sri Indah Setiyaningsih
MSM, S.T., M.T., yang telah membantu memberikan masukan dalam penulisan
tesis ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Dian Natassa, S.T., M.T.,
Arman, S.T., M.T., dan Ilham Yunus, S.T., M.T., serta teman-teman sengakatan
2013 lainnya atas kerjasama, kebersamaan dan bantuan yang pernah diberikan
juga yang telah banyak memberikan dukungan semangat dan motivasi dalam
menyelesaikan tesis.
Terima kasih disampaikan juga kepada Bapak Heri dan Bapak Agus selaku
Teknisi Laboratorium Kayu Politeknik Negeri Bandung, yang telah membantu
dalam proses pengerjaan kayu.
Terima kasih yang tulus disampaikan juga kepada Debby Jayanty, S.T., M.T.,
sahabat seperjuangan yang selalu memberikan dukungan semangat dari awal
memulai perkuliahan sampai dengan akhirnya dinyatakan lulus.

Terima kasih yang tulus disampaikan juga kepada Atya Nur Aisha, S.T., M.T.,
sahabat paling bungsu yang selalu memberikan dukungan semangat dan juga
memberikan masukan dalam penulisan tesis ini. Penulis juga mengucapkan terima
kasih kepada Nida, Anisah, Nuantika, Dea, Dessy selaku sahabat yang telah
banyak memberikan dukungan semangat dan motivasi dalam menyelesaikan tesis
ini.
Terima kasih disampaikan juga kepada semua pihak yang telah turut membantu
kelancaran selama proses penyusunan tesis ini.
Dalam penyusunan tesis ini, penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun. Semoga karya tulis berupa tesis ini dapat memberikan konstribusi
terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa, juga mampu
bermanfaat bagi pembacanya.

Bandung, September 2016


Penulis

DAFTAR ISI
ABSTRAK..............................................................................................................iii
ABSTRACT............................................................................................................iv
PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS.....................................................................v
HALAMAN PERUNTUKAN................................................................................vi
KATA PENGANTAR............................................................................................vii
DAFTAR ISI............................................................................................................x
DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................................xiv
DAFTAR GAMBAR DAN ILUSTRASI..............................................................xv
DAFTAR TABEL.................................................................................................xxi
DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG......................................................xxiii
Bab I

Pendahuluan...............................................................................................1
I.1 Latar Belakang....................................................................................1
I.2 Maksud dan Tujuan.............................................................................3
I.3 Rumusan Masalah...............................................................................3
I.4 Batasan Masalah.................................................................................3
I.5 Metodologi Penelitian ........................................................................4
I.6 Sistematika Penulisan.........................................................................7

Bab II Tinjauan Pustaka........................................................................................8


II.1 Material Kayu.....................................................................................9
II.1.1 Sifat Umum Kayu.....................................................................9
II.1.1.1 Sifat Fisik....................................................................9
II.1.1.1.1 Kadar Air....................................................9
II.1.1.1.2 Kerapatan....................................................9
II.1.1.1.3 Berat Jenis................................................10
II.1.1.2 Sifat Mekanik............................................................10

10

II.1.1.2.1 Modulus of Elasticity (MOE)...................11


II.1.1.2.2 Modulus of Rupture (MOR)......................11
II.1.1.2.3 Kekuatan Tarik (Tensile Strength)............12
II.1.1.2.4 Kekuatan Tekan (Compression Strength). 13
II.1.1.2.5 Kekuatan Geser (Shear Strength).............13
II.1.1.2.6 Kekuatan Lentur (Bending Strength)........14
II.1.2 Pemilahan Kayu (Grading)....................................................15
II.1.2.1 Visual (Visual Grading)............................................15
II.1.2.2 Mekanis (Mechanical Grading)................................16
II.2 Kayu Rekayasa..................................................................................16
II.3 Glulam (Glue-Laminated Timber)....................................................18
II.4 Struktur Lengkung............................................................................22
II.4.1 Two-Hinged Arch (Pelengkung Dua Sendi)...........................25
II.5 Balok Glulam Lengkung...................................................................31
II.5.1 Tegangan Tambahan pada Glulam Lengkung........................32
II.5.1.1 Tegangan Lentur pada Daerah Puncak.....................32
II.5.1.2 Tegangan Radial pada Daerah Puncak......................34
II.5.2 Kekuatan Tambahan pada Glulam Lengkung........................37
II.5.2.1 Kekuatan Lentur pada Zona Puncak.........................37
II.5.2.2 Kekuatan Radial pada Zona Puncak.........................37
II.5.3 Defleksi..................................................................................38
II.6 Karakteristik Kayu Jabon..................................................................38
II.7 Perekat...............................................................................................39
II.7.1 Perekat Alam..........................................................................41
II.7.2 Perekat Sintesis.......................................................................41
II.8 Poly Urethane (PU)..........................................................................41
II.9 Pengempaan (Clamping Beads)........................................................41
II.10 Mode Keruntuhan Kayu.................................................................43
II.10.1 Keruntuhan Tarik pada Kayu.............................................43
II.10.2 Keruntuhan Tekan pada Kayu............................................44
II.11 Analisis Balok Lentur Glulam.......................................................45
II.10.1 Analisis Balok Elastis Linier.............................................45

11

II.10.2 Lentur Balok Tanpa Geser.................................................48


II.10.3 Lentur Balok dengan Geser...............................................50
II.10.3 Lentur Balok Lentur tanpa Geser.......................................51
II.12 Perilaku Mekanik Kayu Glulam....................................................53
Bab III Kajian Eksperimental...............................................................................55
III.1 Umum............................................................................................55
III.2 Prosedur Pembuatan Benda Uji.....................................................55
III.2.1 Bahan Baku Glulam...........................................................55
III.2.2 Tahapan Perekatan/Pengeleman.........................................56
III.2.3 Tahapan Pembuatan Balok Glulam Lengkung..................58
III.3 Pengujian........................................................................................62
III.3.1 Sifat Fisik Kayu.................................................................62
III.3.1.1 Pengujian Kadar Air............................................62
III.3.1.2 Pengujian Kerapatan dan Berat Jenis..................63
III.3.2 Sifat Mekanik Kayu...........................................................64
III.3.2.1 Pengujian Kuat Tarik Kayu.................................64
III.3.2.2 Pengujian Kuat Tekan Kayu...............................67
III.3.2.3 Pengujian Kuat Geser Kayu................................68
III.3.2.4 Pengujian Kuat Lentur Kayu Solid.....................70
III.3.2.5 Pengujian Kuat Lentur Kayu Glulam Jabon.......72
III.3.2.6 Pengujian Kuat Lentur Kayu Glulam Lengkung
Jabon...................................................................73
III.3.3 Uji Rekatan/Lem................................................................75
Bab IV Hasil Pengujian dan Pembahasan.............................................................76
IV.1 Hasil Pengujian..............................................................................76
IV.1.1 Kadar Air Kayu Jabon........................................................76
IV.1.2 Kerapatan dan Berat Jenis Kayu Jabon..............................76
IV.1.3 Kuat Tekan Kayu Jabon.....................................................78
IV.1.4 Kuat Tarik Kayu Jabon......................................................81
IV.1.5 Kuat Geser Kayu Jabon.....................................................84

12

IV.1.6 Kuat Lem/Rekatan.............................................................85


IV.1.7 Kuat Lentur........................................................................86
IV.1.7.1 Solid Kayu Jabon................................................86
IV.1.7.2 Laminasi Kayu Jabon..........................................89
IV.1.7.3 Lengkung

Laminasi

Kayu

Jabon

dengan

menggunakan Trigger/Quick Clamp...................92


IV.1.7.4 Lengkung

Laminasi

menggunakan

Alat

Kayu
Kempa

Jabon

dengan

Hidraulik

dan

Trigger/Quick Clamp..........................................94
IV.2 Pembahasan....................................................................................96
IV.2.1 Analisis Kapasitas Penampang Balok Glulam Lurus........96
IV.2.2 Analisis Kapasitas Penampang Balok Glulam Lengkung
..........................................................................................109
IV.2.3 Analisis Pola Keruntuhan Balok Glulam Lengkung........116
IV.2.3.1 Balok Glulam Lengkung BLL1........................117
IV.2.3.2 Balok Glulam Lengkung BLL2........................118
IV.2.3.3 Balok Glulam Lengkung BLL3........................119
IV.2.4 Analisis Tegangan Residual selama Proses Pembuatan...120
IV.2.5 Analisis Klasifikasi Kekuatan Balok Glulam Lengkung
Jabon................................................................................116
IV.2.6 Perbandingan Hasil Eksperimen Lentur dengan Model
Analisa Penampang..........................................................122
Bab V Kesimpulan dan Saran............................................................................125
V.1

Kesimpulan..................................................................................125

V.2

Saran............................................................................................126

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................127
LAMPIRAN.........................................................................................................129

13

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A

......................................................................................................130

Lampiran B

......................................................................................................141

14

DAFTAR GAMBAR DAN ILUSTRASI


Gambar I.1

Flowchart metodologi penelitian.....................................................5

Gambar II.1

Sumbu-sumbu batang utama kayu...................................................7

Gambar II.2

Grafik tegangan-regangan kayu.....................................................12

Gambar II.3

Batang kayu menerima gaya tarik .................................................13

Gambar II.4

Batang kayu menerima gaya tekan................................................13

Gambar II.5

Batang kayu menerima gaya geser................................................13

Gambar II.6

Grafik beban versus lendutan.........................................................14

Gambar II.7

Distribusi tegangan lentur pada balok kayu solid..........................15

Gambar II.8

(a) Pembuatan veneer; (b) Contoh veneer.....................................17

Gambar II.9

Struktur balok glulam....................................................................19

Gambar II.10 Orientasi sumbu kayu glulam........................................................19


Gambar II.11 Skema produksi balok glulam (Carling, 2008)..............................21
Gambar II.12 Karakteristik kayu solid, kayu glulam, dan kayu glulam yang
diberi perkuatan.............................................................................21
Gambar II.13 Pelengkung jepit (zero hinged arch/hingeless arch)......................23
Gambar II.14 Pelengkung dua sendi (two-hinged arch).......................................23
Gambar II.15 Pelengkung tiga sendi (three-hinged arch)....................................23
Gambar II.16 Diagram desain pelengkung: (a) pelengkung jepit; (b) pelengkung
dua sendi; (c) pelengkung satu sendi; (d) pelengkung tiga sendi. .23
Gambar II.17 (a-d) Jenis pelengkung; (e) Distribusi perkiraan momen lentur
maksimum sepanjang bentang untuk jenis pelengkung yang
berbeda...........................................................................................25
Gambar II.18 Reaksi pada pelengkung dua sendi (Karnovsky, 2012:Fig.5)........26
Gambar II.19 Diagram desain dan sistem utama pelengkung dua sendi
(Karnovsky, 2012:3.2)...................................................................26
Gambar II.20 Desain pelengkung parabolik dua sendi........................................27

15

Gambar II.21 FBD dan BMD pelengkung dua sendi dengan beban terpusat
(StructX.com, 2015:37).................................................................28
Gambar II.22 Perbedaan penurunan yang terjadi pada tumpuan pelengkung dua
sendi (Karnovsky, 2012)................................................................29
Gambar II.23 Diagram desain pelengkung parabolik dua sendi simetris dibebani
setara untuk tekuk tidak simetris (Karnovsky, 2012:5.3.3.2)........30
Gambar II.24 Mekanisme kegagalan pelengkung dua sendi (Karnovsky,
2012:5.3.3.2)..................................................................................30
Gambar II.25 Balok glulam lengkung..................................................................31
Gambar II.26 Daerah puncak pada balok glulam lengkung.................................31
Gambar II.27 Tegangan lentur dan radial pada balok lengkung..........................32
Gambar II.28 Penampang melintang balok glulam terhadap momen lentur
konstan (M) menghasilkan distribusi tegangan regangan non-linier
........................................................................................................33
Gambar II.29 Gaya internal F dan tegangan tarik tegak lurus arah serat pada garis
pusat balok lengkung.....................................................................35
Gambar II.30 Gaya radial pada glulam lengkung................................................36
Gambar II.31 Proses sebelum terjadinya keruntuhan pada kayu.........................43
Gambar II.32 Keruntuhan tarik tanpa plastisifikasi tekan....................................44
Gambar II.33 Keruntuhan tarik dengan plastisifikasi tekan.................................44
Gambar II.34 Mode keruntuhan tekan..................................................................45
Gambar II.35 Distribusi tegangan lentur balok glulam........................................46
Gambar II.36 Jari-jari kelengkungan R balok lentur............................................46
Gambar II.37 Segmen balok pada posisi lentur....................................................47
Gambar II.38 Balok lentur murni.........................................................................48
Gambar II.39 Batang lengkung yang melentur murni..........................................52
Gambar III.1 Proses pelaburan perekat dan perekatan lem PU...........................56
Gambar III.2 Proses menuangkan lem pada lamina............................................57
Gambar III.3 Proses mengoleskan lem pada lamina............................................57
Gambar III.4 Proses menempelkan permukaan antar lamina..............................58
Gambar III.5 Proses peletakkan balok glulam pada cetakan lengkung...............58
Gambar III.6 Proses pemberian pressing oleh alat kempa hidraulik...................59

16

Gambar III.7 Proses pelengkungan glulam dengan menggunakan alat kempa


hidraulik dibantu quick clamp........................................................59
Gambar III.8 Balok glulam lengkung hasil pengempaan dengan alat kempa
hidraulik dan quick clamp..............................................................60
Gambar III.9 Alat kempa hidraulik......................................................................61
Gambar III.10 Proses pelengkungan glulam hanya dengan quick clamp..............61
Gambar III.11 Setting temperatur oven.................................................................62
Gambar III.12 Penyimpanan benda uji di dalam oven..........................................63
Gambar III.13 Pengujian kadar air........................................................................63
Gambar III.14 Dimensi benda uji tarik kayu.........................................................65
Gambar III.15 Benda uji tarik kayu jabon.............................................................65
Gambar III.16 Pengujian tarik kayu sejajar serat..................................................66
Gambar III.17 Proses pengujian tarik kayu sejajar serat.......................................66
Gambar III.18 Dimensi benda uji tekan kayu....................................................... 67
Gambar III.19 Proses pengujian tekan kayu Jabon................................................68
Gambar III.20 Dimensi benda uji geser kayu........................................................69
Gambar III.21 Proses pengujian geser kayu..........................................................70
Gambar III.22 Dimensi benda uji lentur kayu solid..............................................71
Gambar III.23 Proses pengujian lentur statis balok solid......................................71
Gambar III.24 Dimensi benda uji lentur kayu glulam...........................................72
Gambar III.25 Proses pengujian lentur statis balok glulam...................................73
Gambar III.26 Sketsa setting up pengujian balok glulam lengkung......................74
Gambar III.27 Pengujian balok glulam lengkung..................................................74
Gambar III.28 Dimensi benda uji rekatan/lem......................................................75
Gambar IV.1 Hasil pengujian kuat tekan kayu Jabon..........................................79
Gambar IV.2 Kurva tegangan vs regangan tekan kayu Jabon 1..........................79
Gambar IV.3 Kurva tegangan vs regangan tekan kayu Jabon 2..........................80
Gambar IV.4 Kurva tegangan vs regangan tekan kayu Jabon 3..........................80
Gambar IV.5 Bentuk kerusakan tekan sejajar serat kayu Jabon..........................81
Gambar IV.6 Kurva tegangan vs regangan tarik kayu Jabon 1...........................82
Gambar IV.7 Kurva tegangan vs regangan tarik kayu Jabon 2...........................82
Gambar IV.8 Kurva tegangan vs regangan tarik kayu Jabon 3...........................83

17

Gambar IV.9 Hasil pengujian kuat tarik kayu Jabon...........................................83


Gambar IV.10 (a-c) Bentuk kerusakan pengujian tarik sejajar serat kayu Jabon. .84
Gambar IV.11 Kurva beban P vs defleksi hasil pengujian kuat geser kayu Jabon 85
Gambar IV.12 Proses pengujian lentur balok solid kayu Jabon............................87
Gambar IV.13 Kurva tegangan vs defleksi solid B1.............................................87
Gambar IV.14 Kurva tegangan vs defleksi solid B2.............................................88
Gambar IV.15 Kurva tegangan vs defleksi solid B3.............................................88
Gambar IV.16 Hasil pengujian lentur kayu Jabon.................................................89
Gambar IV.17 Kurva beban P balok glulam BL1..................................................90
Gambar IV.18 Kurva beban P balok glulam BL2..................................................90
Gambar IV.19 Hasil pengujian lentur kayu glulam Jabon.....................................91
Gambar IV.20 Proses pengujian balok glulam Jabon dan pola kerusakannya......91
Gambar IV.21 Histogram nilai beban P balok glulam Jabon.................................92
Gambar IV.22 Proses pengujian balok glulam lengkung yang dikempa quick
clamp saja.......................................................................................93
Gambar IV.23 (a-b) Bentuk kerusakan pada balok glulam (lepasnya ikatan lem
antar lamina)..................................................................................93
Gambar IV.24 Kurva beban P vs defleksi glulam lengkung BLL1.......................94
Gambar IV.25 Kurva beban P vs defleksi glulam lengkung BLL2.......................95
Gambar IV.26 Kurva beban P vs defleksi glulam lengkung BLL3.......................95
Gambar IV.27 Histogram nilai beban P balok glulam lengkung Jabon.................96
Gambar IV.28 Tegangan lentur pada persamaan (IV.4).........................................97
Gambar IV.29 Tegangan geser pada balok penampang persegi panjang..............97
Gambar IV.30 Nilai tegangan xy pada potongan melintang

x=0 pada

balok glulam Jabon........................................................................99


Gambar IV.31 Nilai tegangan 1 pada potongan melintang

x=0 pada balok

glulam Jabon................................................................................100
Gambar IV.32 Nilai tegangan 2 pada potongan melintang

x=0 pada balok

glulam Jabon................................................................................100

18

Gambar IV.33 Nilai tegangan max

pada potongan melintang

x=0 pada

balok glulam Jabon......................................................................101


Gambar IV.34 Nilai tegangan x pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................102


Gambar IV.35 Nilai tegangan xy pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................102


Gambar IV.36 Nilai tegangan 1 pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................103


Gambar IV.37 Nilai tegangan 2 pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................103


Gambar IV.38 Nilai tegangan max

pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................104


Gambar IV.39 Nilai tegangan xy pada potongan melintang

x=0 pada

balok glulam Jabon......................................................................105


Gambar IV.40 Nilai tegangan 1 pada potongan melintang

x=0 pada balok

glulam Jabon................................................................................105
Gambar IV.41 Nilai tegangan 2 pada potongan melintang

x=0 pada balok

glulam Jabon................................................................................106
Gambar IV.42 Nilai tegangan max

pada potongan melintang

x=0 pada

balok glulam Jabon......................................................................106


Gambar IV.43 Nilai tegangan x pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................107

19

Gambar IV.44 Nilai tegangan xy pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................108


Gambar IV.45 Nilai tegangan 1 pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................108


Gambar IV.46 Nilai tegangan 2 pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................109


Gambar IV.47 Nilai tegangan max

pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam Jabon......................................................................109


Gambar IV.48 Balok lengkung (catatan, y bernilai positif di bawah sumbu netral)
......................................................................................................110
Gambar IV.49 Nilai tegangan x pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam lengkung Jabon......................................................112


Gambar IV.50 Nilai tegangan x pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam lengkung Jabon......................................................113


Gambar IV.51 Nilai tegangan x pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam lengkung Jabon......................................................114


Gambar IV.52 Nilai tegangan x pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam lengkung Jabon......................................................115


Gambar IV.53 Nilai tegangan x pada potongan melintang

x=

L
2

pada

balok glulam lengkung Jabon......................................................116


Gambar IV.54 Pola keruntuhan BLL1 Jabon.......................................................118
Gambar IV.55 Pola keruntuhan BLL2 Jabon.......................................................119
Gambar IV.56 Pola keruntuhan BLL3 Jabon.......................................................119
20

Gambar IV.57 (a) Diagram momen balok glulam lurus ; (b) balok glulam
lengkung.......................................................................................123

DAFTAR TABEL
Tabel II.1

Pembagian kelas kuat kayu berdasarkan berat jenis......................10

Tabel II.2

Pembagian kelas kuat kayu berdasarkan modulus elastisitas........11

Tabel II.3

Nilai Desain dan Modulus Elastisitas Lentur Acuan (MPa)


berdasarkan atas pemilahan secara mekanis (SNI 7973:2013)......16

Tabel II.4

Reaksi, thrust, dan momen lentur pada pelengkung dua sendi


dengan beban terpusat (Karnovsky, 2012:A.16)............................29

Tabel II.5

Koefisien k

Tabel II.6

Koefisien n (Karnovsky, 2012:A.18).......................................29

Tabel II.7

Parameter

KP

(Karnovsky, 2012:A.17).......................................29

untuk beban kritis (Karnovsky, 2012:5.3.3.2)...30

21

Tabel II.8

Klasifikasi perekat sesuai dengan kinerja struktur.........................40

Tabel II.9

Nilai sifat mekanik kayu glulam berdasarkan persamaan Eurocode


5......................................................................................................54

Tabel II.10

Usulan persamaan sifat mekanik kayu glulam (Usman, 2016)......54

Tabel IV.1

Hasil Uji Kadar Air........................................................................76

Tabel IV.2

Hasil Uji Kerapatan........................................................................77

Tabel IV.3

Hasil Uji Berat Jenis......................................................................77

Tabel IV.4

Hasil Uji Tekan Kayu Jabon..........................................................81

Tabel IV.5

Hasil Uji Tarik Kayu Jabon............................................................84

Tabel IV.6

Hasil Uji Geser Kayu Jabon...........................................................85

Tabel IV.7

Hasil Uji Lem/Rekatan..................................................................85

Tabel IV.8

Klasifikasi kelas kuat kayu berdasarkan nilai modulus.................86

Tabel IV.9

Hasil Uji Lentur Solid Kayu Jabon................................................89

Tabel IV.10

Hasil Uji Lentur Laminasi Kayu Jabon.........................................91

Tabel IV.11

Hasil Uji Lentur Glulam Lengkung Kayu Jabon...........................96

Tabel IV.12

Nilai tegangan utama balok kayu glulam Jabon 1 untuk

Tabel IV.13

Nilai tegangan utama balok kayu glulam Jabon 1 untuk

x=0

x=

99
L
2

......................................................................................................101
Tabel IV.14

Nilai tegangan utama balok kayu glulam Jabon 2 untuk

x=0

......................................................................................................104
Tabel IV.15

Nilai tegangan utama balok kayu glulam Jabon 2 untuk

x=

L
2

......................................................................................................107
Tabel IV.16

Nilai tegangan utama balok kayu glulam lengkung Jabon untuk


x=

Tabel IV.17

L
2

......................................................................................112

Nilai tegangan utama balok kayu glulam lengkung Jabon untuk


x=

L
2

......................................................................................113

22

Tabel IV.18

Nilai tegangan utama balok kayu glulam lengkung Jabon untuk


x=

Tabel IV.19

......................................................................................114

Nilai tegangan utama balok kayu glulam lengkung Jabon untuk


x=

Tabel IV.20

L
2

L
2

......................................................................................115

Nilai tegangan utama balok kayu glulam lengkung Jabon untuk


x=

L
2

......................................................................................116

Tabel IV.21

Klasifikasi kekuatan kayu solid Jabon ........................................122

Tabel IV.22

Klasifikasi kekuatan kayu glulam Jabon......................................122

Tabel IV.23

Perbandingan antara beban teoritis dengan beban eksperimen pada


balok glulam lengkung ................................................................124

23

DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG


SINGKATAN

Nama

Pemakaian
pertama kali
pada halaman
9

BJ

Berat Jenis

BKT

Berat Kering Tanur

CLT

Cross Laminated Timber

17

EWP

Engineered Wood Product

HTI

Hutan Tanam Industri

HTR

Hutan Tanam Rakyat

LVDT

Linear Voltage Displacement Transducer

70

LVL

Laminated Veneer Lumber

17

MOE

Modulus of Elasticity

11

MOR

Modulus of Rupture

11

OSB

Oriented Strand Board

17

PU

Poly Urethane

PVA

Poly Vinyl Acetate

41

Luas penampang

66

Lebar penampang

33

Jarak dari garis netral ke serat ekstrim

33

Faktor kelengkungan

121

Modulus elastisitas

11

Modulus elastisitas minimum

16

Tinggi pelengkung

27

Emin

Kuat lentur

16

Kuat tekan

16

Kuat tekan tegak lurus serat

16

Kuat tarik

16

LAMBANG
A
b

c
Cc
E

Fb

24

Fc

Kuat geser

16

Modulus geser

16

Berat jenis dasar

15

Ft

Berat jenis pada m%

15

Fv

Berat jenis pada kadar air 15%

15

Gaya horisontal tumpuan

27

Gaya horisontal di tumpuan A dan C

28

Tinggi penampang

34

Tinggi penampang puncak balok lengkung

33

Momen inersia

33

Parameter Smirnov untuk beban kritis

30

Panjang bentang antar tumpuan

27

Fc

Gb
Gm
G15
H

Panjang efektif antar tumpuan

28

H A , HC

Momen

34

Momen lentur di titik B

29

Kadar air

62

Beban

28

Beban kritis

30

Beban maksimum

72

Jarak dari titik O ke permukaan netral

53

Gaya vertikal di tumpuan A, B dan C

28

Jari-jari pelengkung

33

Jarak dari titik O ke sumbu titik berat

53

Jari-jari serat dalam/bawah pelengkung

53

MB

Jari-jari serat luar/atas pelengkung

33

m( )

Modulus penampang

34

Tebal lamina/lamella

37

Gaya geser

97

Berat awal

62

Berat kering tanur/oven

62

Absis titik

27

hap
I
KP

Pcr
Pmax
R

25

R A , RB ,

Jarak dari sumbu netral

36

Defleksi

38

RC

Defleksi maksimum yang terjadi pada saat

38

beban maksimum
Lendutan ultimit

14

Lendutan

14

Regangan

68

r out

Berat jenis

15

Tegangan

14

t
V

W
W dry
x

max

ult
p

26