Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi telah
berkembang dengan pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
ini juga merambah dalam bidang otomotif, sehingga saat ini manusia
dituntut untuk mempunyai skill dan kemampuan yang cukup untuk
mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
bekembang dengan pesat. Salah satu cara untuk mengimbangi kemajuan
teknologi yaitu dengan cara mengubah pola pikir yang cenderung konsumtif
menjadi pola pikir yang kreatif dan inovatif dengan cara menciptakan suatu
mesin yang dapat bermanfaat khususnya dalam bidang otomotif.

B. Tujuan penulisan
Tulisan ini dibuat dengan tujuan agar dapat mengetahui lebih banyak
tentang mesin sepeda motor agar mempunyai dasar pengetahuan tentang
mesin sepeda motor.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengetahuan Sepeda Motor


Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang sepeda motor, materi
ini saya ambil dari berbagai sumber yang berkaitan dengan mesin sepeda
motor.
Pada umumnya komponen sepeda motor terdiri dari 3 (tiga) kelompok
besar, yaitu:
1. Bagian Rangka
Berfungsi sebagai wadah penempatan mesin, sistem kelistrikan
dan penyangga penumpang. Bagian rangka ini terdiri dari beberapa
komponen untuk menunjang agar sepeda motor dapat berjalan dan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
2.

berbelok. Komponennya adalah:


Rangka
Kelompok kemudi
Kelompok suspensi
Kelompok roda
Kelompok rem
Tangki bahan bakar
Tempat duduk
Fender
Bagian Kelistrikan
Mekanisme kelistrikan dipakai untuk menghasilkan daya
pembakaran untuk proses kerja mesin dan sinyal untuk menunjang
keamanan berkendaraan. Jadi semua komponen yang berhubungan
langsung dengan energi listrik dikelompokkan menjadi bagian
kelistrikan. Bagian kelistrikan terdiri dari komponen pengapian,

pengisian dan kelompok beban.


3. Bagian Mesin
Sebagai sumber tenaga penggerak untuk berkendaraan, terdiri
a.
b.
c.
d.
e.

dari beberapa bagian, yaitu:


Mesin/engine
Sistem bahan bakar
Sistem pelumasan
Sistem pembuangan
Sistem pendinginan

Gambar 1.2 Mesin Sepeda Motor


Dari ketiga bagian tersebut, memiliki peran dan fungsinya masingmasing. Salah satunya bagian mesin yang merupakan sumber tenaga dan
penggerak dari sepeda motor sehingga dari sumber tenaga tersebut dapat
dihubungkan ke bagian lainnya.
Mesin merupakan penghasil tenaga pada suatu kendaraan bermotor,
termasuk sepeda motor. Mesin mempunyai komponen utama berupa silinder
blok, silinder kop dan karter (khusus motor 4 tak). Masing-masing
komponen tersebut, terutama pada komponen pertama dan kedua masih
dapat dirinci lagi menjadi beberapa sub-komponen.

Gambar 2.2 Jenis Mesin Sepeda Motor


Di samping itu, masing-masing komponen tersebut di atas mempunyai
fungsi tertentu, sesuai dengan cara kerja suatu motor (4 tak atau 2 tak). Oleh
karena itu, pada bagian ini diuraikan tentang fungsi komponen mesin dan
cara kerja motor 4 tak dan 2 tak.
B. Komponen Mesin Sepeda Motor
a. Komponen Tidak Bergerak
Yang dimaksud dengan komponen tidak bergerak pada sepeda
motor adalah komponen yang tidak bergerak ketika mesin hidup.
Pengertian bergerak di sini tidak sama dengan berpindah sehingga

dapatlah dipisahkan komponen mana yang bergerak dan komponen


mana yang tidak bergerak.
Komponen-komponen yang tidak bergerak dalam hal ini adalah
yang tidak termasuk ke dalam sistem bahan bakar, sistem pelumasan
dan sistem pendinginan. Pengelompokan tersebut hanya dimaksudkan
agar mudah dalam pembahasannya saja. Komponen-komponen tersebut
antara lain:
a. Blok Silinder
Blok silinder bisa dikatakan bagian yang penting pada suara
mesin. Blok silinder tempat piston bergerak bolak-balik dan tempat
beberapa komponen kelistrikan dipasangkan. Konstruksi blok
silinder dipengaruhi oleh sistem pendinginannya, jumlah silindernya
serta sistem pemasukan bahan bakarnya. Sistem pendinginan sepeda
motor kebanyakan adalah dengan menggunakan pendinginan udara.
Untuk menambah efektifitas pendinginan, maka bagian luar blok
silinder dibuat bersirip agar luas bidang permukaan pendinginan
lebih besar.

Gambar 3.2 Blok Silinder


Silinder liner dan blok silinder merupakan dua bagian yang
melekat satu sama lain. Daya sebuah motor biasanya dinyatakan oleh
besarnya isi silinder suatu motor. Silinder liner terpasang erat pada
blok dan bahannya tidak sama. Silinder liner dibuat dari bahan yang
tahan terhadap gesekan dan panas, sedangkan blok dibuat dari besi
tuang yang tahan panas.
Pada mulanya, ada yang merancang menjadi satu, sekarang
sudah jarang ada. Sekarang dibuat terpisah berarti silinder liner dapat
diganti bila keausannya sudah berlebihan. Bahannya dibuat dari besi
tuang kelabu. Untuk motor-motor yang ringan seperti pada sepeda

motor bahan ini dicampur dengan alumunium. Bahan blok dipilih


agar memenuhi syarat-syarat pemakaian yaitu: Tahan terhadap suhu
yang tinggi, dapat menghantarkan panas dengan baik dan tahan
terhadap gesekan.
Blok silinder merupakan tempat bergerak piston. Tempat piston
berada tepat di tengah blok silinder. Silinder liner piston ini dilapisi
bahan khusus agar tidak cepat aus akibat gesekan. Meskipun telah
mendapat pelumasan yang mencukupi tetapi keausan lubang silinder
tetap tak dapat dihindari. Karenanya dalam jangka waktu yang lama
keausan tersebut pasti terjadi. Keausan lubang silinder bisa saja
terjadi secara tidak merata sehingga dapat berupa keovalan atau
ketirusan. Masing-masing kerusakan tersebut harus diketahui untuk
menentukan langkah perbaikannya.
Tabel 1.2 Perbedaan Konstruksi Kepala Silinder dan Blok
Silinder dari Mesin 2 Langkah dan 4 Langkah

Kontruksi luar blok silinder dibuat seperti sirip, ini untuk


melepaskan panas akibat kerja mesin. Dengan adanya sirip-sirip
tersebut, akan terjadi pendinginan terhadap mesin karena udara bisa
mengalir di antara sirip-sirip. Sirip juga memperluas bidang
pendinginan, sehingga penyerapan panas lebih besar dan suhu motor
tidak terlampau tinggi dan sesuai dengan temperatur kerja.

Persyaratan silinder yang baik adalah lubangnya bulat dan licin


dari bawah ke atas, setiap dinding-dindingnya tidak terdapat goresan
yang biasanya timbul dari pegas ring, pistonnya tidak longgar (tidak
melebihi apa yang telah ditentukan), tidak retak ataupun pecahpecah.
Perbedaan kontruksi dan komponen kepala silinder dan blok
silinder mesin empat langkah dan mesin dua langkah ditunjukkan
oleh tabel satu (tabel 1). Keterangan:
1) Lubang silinder adalah ruang tempat piston bergerak.
2) Lubang pengisian (inlet port) adalah saluran bahan bakar dari karburator
menuju poros engkol di bawah piston.
3) Lubang pembilasan (transfer port) adalah tempat masuk bahan bakar
menuju ruang silinder di atas kepala piston.
4) Lubang pembuangan (exhaust port) adalah lubang atau saluran untuk
membuang gas sisa atau bekas pembakaran.
Akhir-akhir ini dilakukan pengembangan pada bahan blok
silinder yang disebut teknologi motor DiASil Cylinder. DiASil
Cylinder adalah singkatan dari Die Aluminium Silicon, yaitu
material logam yang merupakan campuran aluminium dan silikon,
sehingga material ini memiliki beberapa keungulan antara lain,
memiliki kemampuan pendinginan yang baik dan ketahanan
terhadap aus yang tinggi. Keunggulan pengunaan DiAsil Cylinder
adalah sebagai berikut:
1) Ramah lingkungan, karena bukan mengunakan lapisan
nikel total Die-Cast Aluminium (mudah didaur ulang)
2) Proses dengan teknologi tinggi dan modern (proses
otomatis)
3) Ekonomis, tidak menggunakan liner besi sehingga nilai
produktivitasnya tinggi
4) Performa tinggi, antara

lain:

ringan,

pendinginan

sempurna, meredam suara berisik, awet atau tidak mudah


aus dan pemakaian oli hemat.
DiASil Cylinder dibuat dengan proses Die Casting (cetak) bukan
dengan Coated (lapisan) dapat dilihat gambar di bawah ini
pelumasan Elastic-Dynamic pada permukaan DiASil Cylinder.

Gambar 4.2 DiASil Cylinder


Selain

itu

DiASil

Cylinder

juga

memiliki

kemampuan

pendinginan yang bagus, hal ini dapat dilihat pada grafik di bawah
ini, grafik ini menunjukkan permuakaan DiASil Cylinder suhunya
lebih rendah dibandingkan Cylinder Aluminium dengan liner besi
(konvensional). Keuntungannya adalah:
1) Bebas perawatan, saking kerasnya dinding DiASil
Cylinder, efek pengikisnya banyak berkurang dibanding
silender baja (berkurang 2 hingga 3 kali berdasar tes oleh
Yamaha).
2) Semakin irit bahan bakar, DiASil Cylinder merawat
permukaan film oli secara ideal pada dinding silinder
sehingga konsumsi bahan bakar berkurang.
b. Kepala Silinder
Bagian atas belok silinder adalah kepala silinder. Kepala silinder
dibaut pada blok silinder dengan baut-baut yang panjang. Baut-baut
tersebut dikeraskan dengan kekerasan tertentu.

Gamb
ar 5.2 Kepala Silinder
Kepala silinder bertumpu pada bagian atas blok silinder. Titik
tumpunya disekat dengan gasket (paking) untuk menjaga agar tidak
terjadi kebocoran kompresi, di samping itu agar permukaan metal
kepala silinder dan permukaan bagian atas blok silinder tidak rusak.
Kepala silinder biasanya dibuat dari bahan Aluminium campuran,
supaya tahan karat juga tahan pada suhu tinggi serta ringan.
Biasanya bagian luar kontruksi kepala silinder bersirip, ini untuk
membantu melepaskan panas pada mesin berpendingin udara.
Konstruksi kepala silinder dipengaruhi oleh sistem pemasukan
bahan bakar dan penggerak katupnya. Pada sepeda motor 4 tak
katup-katupnya dipasang pada kepala si1inder sehingga kepala
silindernya mempunyai lubang-lubang pemasukan bahan bakar dan
pengeluaran gas buang.
Jika mesin sepeda motor dengan sistem OHC (Over Head
Camshaft) maka poros camnya ditempatkan pada kepala silinder
sehingga konstruksinya tambah rumit. Hal ini tidak terdapat pada
kepala silinder sepeda motor 2 tak. Kepala silinder juga sebagai

tempat pemasangan busi. Busi tersebut dipasangkan dengan cara


diulirkan. Elektroda busi menghadap ke ruang bakar.
c. Bak Engkol
Crankcase (bak engkol) biasanya terbuat dari aluminium die
casting dengan sedikit campuran logam. Bak engkol fungsinya
sebagai rumah dari komponen yang ada di bagian dalamnya, yaitu
komponen:
1) Generator atau alternator untuk pembangkit daya tenaga
2)
3)
4)
5)
6)

listriknya sepeda motor


Pompa oli
Kopling
Poros engkol dan bantalan peluru
Gigi persneling atau gigi transmisi
Sebagai penampung oli pelumas

Gambar 6.2 Bak Mesin


Bak engkol terletak di bawah silinder dan biasanya merupakan
bagian yang ditautkan pada rangka sepeda motor.
2. Komponen Bergerak
Yang dimaksud dengan komponen bergerak adalah komponen
mesin yang bergerak jika mesin hidup baik itu gerak lurus maupun
gerak putar. Komponen yang bergerak tersebut adalah yang tidak
termasuk ke dalam sistem pendinginan, pelumasan dan bahan bakar.
Komponennya sebagai berikut:
a. Piston
Piston mempunyai bentuk seperti silinder. Bekerja dan bergerak
secara translasi (bolak-balik) di dalam silinder. Piston merupakan
sumbu geser yang terpasang presisi di dalam sebuah silinder. Dengan
tujuan, baik untuk mengubah volume dari tabung, menekan fluida
dalam silinder, membuka-tutup jalur aliran atau pun kombinasi
semua itu.

Piston terdorong sebagai akibat dari ekspansi tekanan sebagai


hasil pembakaran. Piston selalu menerima temperatur dan tekanan
yang tinggi, bergerak dengan kecepatan tinggi dan terus-menerus.

Gambar 7.2 Piston


Gerakan langkah piston bisa 2400 kali atau lebih setiap menit.
Jadi setiap detik piston bergerak 40 kali atau lebih di dalam
silindernya. Temperatur yang diterima oleh piston berbeda-beda dan
pengaruh panas juga berbeda dari permukaan ke permukaan lainnya.
Sesungguhnya yang terjadi adalah pemuaian udara panas, sehingga
tekanan tersebut mengandung tenaga yang sangat besar. Piston
bergerak dari TMA ke TMB sebagai gerak lurus. Gerakan turun naik
piston ini berlangsung sangat cepat melayani proses motor yang
terdiri dari langkah pengisian, kompresi, usaha dan pembuangan gas
bekas.
Bentuk piston dibedakan menjadi dua yaitu bentuk piston mesin
2 tak dan bentuk piston mesin 4 tak. Bentuk piston mesin 2 tak
ditentukan oleh sistem pemasukan gas ke dalam silindernya. Bentuk
piston mesin 2 tak antara lain:
1) Puncak piston cembung
Puncak piston cembung dimaksudkan untuk membantu arah
pemasukan gas baru ke dalam silinder. Arah masuk gas baru
tersebut harus sedemikian rupa sehingga gas buang dapat keluar
semuanya dan gas baru tidak ikut keluar bersama gas buang.
2) Sisi piston berlubang
Piston model ini untuk memenuhi keperluan pemasukan gas
baru ke dalam ruang engkol. Model ini digunakan pada sistem
pemasukan piston valve.

Bagian atas piston pada mulanya dibuat rata. Namun, untuk


meningkatkan efisiensi motor, terutama pada mesin 2 langkah,
permukaan piston dibuat cembung simetris dan cembung tetapi
tidak simetris. Bentuk permukaan yang cembung gunanya untuk
menyempurnakan

pembilasan

campuran

udara

bahan

bakar.

Sekaligus, permukaan atas piston juga dirancang untuk melancarkan


pembuangan gas sisa pembakaran.

Gambar 8.2 Bentuk Piston


Piston dibuat dari campuran aluminium karena bahan ini
dianggap ringan tetapi cukup memenuhi syarat-syarat:
1)
2)
3)
4)

Tahan terhadap temperatur tinggi.


Sanggup menahan tekanan yang bekerja padanya.
Mudah menghantarkan panas pada bagian sekitarnya
Ringan dan kuat

Akhir-akhir ini piston juga sudah dikembangkan dengan


teknologi motor yaitu Forged Piston. Forged Piston (Yamaha)
adalah piston yang dibuat dengan sistem forging (tempa). Memiliki
ketahanan yang tinggi dibanding piston konvensional, teknologi
Forged Piston adalah teknologi motor balap yang diaplikasikan ke
moped. teknologi ini hanya dimiliki oleh Yamaha dan Indonesia
adalah negara pertama yang menggunakannya.

Gambar 9. Bentuk Forged Piston


Keuntungannya menggunakan Forged Piston antara lain;
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Tahan lama, tidak mudah aus.


Suhu muai lebih tinggi.
Koefisien gesek lebih rendah.
Berat piston lebih ringan.
Menghasilkan noise lebih kecil.
Mencegah piston seizure (piston macet).
Biaya produksi yang efisiensi lapisan timah berfungsi untuk mencegah
piston baret sehingga terlihat berkilau walaupun bergesekan dengan

dinding cylinder.
b. Piston Ring/ Ring Piston
Piston terdiri dari piston, ring piston dan batang piston. Setiap
piston dilengkapi lebih dari satu buah ring piston. Ring tersebut
terpasang longgar pada alur ring. ring piston dibedakan atas dua
macam yaitu:
1) Ring Kompresi, jumlahnya satu atau dua dan untuk motor-motor yang
lebih besar lebih dari dua. Fungsinya untuk merapatkan antara piston
dengan dinding silinder sehingga tidak terjadi kebocoran pada waktu
kompresi.
2) Ring
oli, dipasang pada deretan bagian bawah dan bentuknya
sedemikian rupa sehingga dengan mudah membawa minyak pelumas
untuk melumasi dinding silinder.
Ring piston mesin 2 langkah sedikit berbeda dangan ring piston
mesin 4 langkah. Ring piston mesin dua langkah biasanya hanya 2
buah, yang keduanya berfungsi sebagai ring kompresi.
Pemasangan ring piston dapat dilakukan tanpa alat bantu, tetapi
harus hati-hati karena ring piston mudah patah. Kerusakankerusakan yang terjadi pada ring piston 2 langkah dapat berakibat:
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Dinding silinder bagian dalam cepat aus


Mesin tidak stasioner
Suara mesin pincang
Tenaga mesin kurang
Mesin sulit dihidupkan
Kompresi mesin lemah

Antara piston dan ring piston dipasang ring expander untuk


menambah tenaga ring dan menambah kerapatan penyekatan serta
mengurangi suara dari ring piston.

Gam
bar 10. Rangkaian Piston
Fungsi ring piston adalah untuk mempertahankan kerapatan
antara piston dengan dinding silinder agar tidak ada kebocoran gas
dari ruang bakar ke dalam bak mesin. Oleh karena itu, ring piston
harus mempunyai kepegasan yang yang kuat dalam penekanan ke
dinding silinder.
Pada pemasangan ring piston harus pula diperhatikan bahwa
permukaan ring harus berada di atas, sedangkan celah-celah ring
harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak segaris vertikal untuk
mencegah terjadinya kebocoran kompresi.
Piston bersama-sama dengan ring piston berfungsi sebagai
berikut:
1)
2)
3)
c.

Mengisap dan mengkompresi muatan segar di dalam silinder.


Mengubah tenaga gas (selama ekspansi) menjadi usaha mekanis.
Menyekat hubungan gas di atas dan di bawah piston.
Batang Piston/ Conecting Rod
Batang piston sering juga disebut dengan setang piston, ia
berfungsi menghubungkan piston dengan poros engkol. Jadi batang
piston meneruskan gerakan piston ke poros engkol. Dimana gerak
bolak-balik piston dalam ruang silinder diteruskan oleh batang

piston menjadi gerak putaran (rotary) pada poros engkol. Ini berarti
jika piston bergerak naik turun, poros engkol akan berputar.
Ujung sebelah atas di mana ada pena piston dinamakan ujung
kecil batang piston dan ujung bagian bawahnya disebut ujung besar.
Di ujung kecil batang piston ada yang dilengkapi dengan memakai
bantalan peluru dan dilengkapi lagi dengan logam perunggu atau
bush bearing (namanya dalam istilah di toko penjualan komponen
kendaraan

bermotor).

Ujung

besarnya

dihubungkan

dengan

penyeimbang poros engkol melalui king pin dan bantalan peluru.


Pada umumnya panjang batang penggerak kira-kira sebesar dua
kali langkah gerak torak. Batang piston dibuat dari bahan baja atau
besi tuang.

Gambar 11.2 Batang Piston


d. Pen Piston/ Pin Piston
Pada pemasangan piston kita mengenal adanya pena piston.
Pena piston berfungsi untuk mengikat piston terhadap batang piston.
Selain itu, pena piston juga berfungsi sebagai pemindah tenaga dari
piston ke batang piston agar gerak bolak-balik dari piston dapat
diubah menjadi gerak berputar pada poros engkol. Walaupun ringan
bentuknya tetapi pena piston dibuat dari bahan baja paduan yang
bermutu tinggi agar tahan terhadap beban yang sangat besar.
e. Poros Engkol/ Crankshaft
Dari batang piston gerakan diteruskan ke poros engkol. Oleh
poros engkol gerak lurus bolak-balik tersebut diubah menjadi gerak
putar. Putaran poros engkol tersebut tidaklah merata karena pada saat
piston bergerak ke atas putaran poros engkol mengalami
perlambatan yaitu pada saat langkah buang dan langkah kompresi.

Gambar 12. Poros Engkol Built Up


Fungsi poros engkol adalah mengubah gerakan piston menjadi
gerakan putar (mesin) dan meneruskan gaya kopel (momen gaya)
yang dihasilkan motor ke alat pemindah tenaga sampai ke roda.
Poros engkol umumnya ditahan dengan bantalan luncur yang
ditetapkan pada ruang engkol. Bantalan poros engkol biasa disebut
bantalan utama.
f. Roda Penerus/ Fly Wheel
Fungsi roda penerus adalah menyimpan tenaga putar (inertia)
yang dihasilkan pada langkah usaha, agar poros engkol tetap
berputar terus pada langkah lainnya.
g. Katup/ Valve
Fungsi katup adalah membuka dan menutup saluran masuk dan
saluran buang.
h. Pegas Katup/ Valve Spring
Fungsi pegas katup adalah mengembalikan katup pada kedudukan/
posisi semula dan memberi tekanan pada katup agar dapat menutup
dengan rapat.
i. Tuas Katup/ Rocker arm
Fungsi tuas katup adalah menekan katup-katup sehingga dapat
membuka.
j. Batang Pendorong/ Push Rod
Fungsi batang pendorong adalah meneruskan gerakan valve lifter
(pengangkat katup) ke rocker arm.
k. Pengangkat Katup/ Valve Lifter
Fungsi pengangkat katup adalah memindahkan gerakan camshaft
(poros nok) ke rocker arm melalui push rod.
l. Poros Nok/ Camshaft

Fungsi poros nok adalah membuka dan menutup katup sesuai dengan
waktu (timming) yang telah ditentukan.
m. Pena Torak/ Piston Pin
Fungsi pena torak adalah menghubungkan torak dengan connecting
rod melalui lubang bushing.
n. Bantalan Luncur Aksial/ Thrust Waser
Fungsi bantalan luncur aksial adalah menahan poros engkol agar
tidak bergerak/ bergeser maju-mundur.
o. Rantai Timing/ Timming Chain atau Sabuk Timing/ Timing Belt
Fungsi rantai/ sabuk timing menghubungkan gerak putar poros
engkol ke poros nok.
p. Dudukan Katup/ Valve Seat
Fungsi dudukan katup adalah tempat dudukan katup saat menutup.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan
bahwa sesuai dengan makalah pengetahuan sepeda motor, penulis
menyimpulkan bahwa betapa pentingnya mengetahui ilmu tentang sepeda
motor.
B. Saran
Menurut saya, masih banyak hal-hal di Indonesia yang perlu diperbaiki
demi menyambut era globalisasi. Bidang-bidang dasar seperti politik,
ekonomi, sosial dan budaya, serta hukum harus banyak mengalami
perubahan mengarah kepada yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
1. Http://www.viarohidinthea.com/2014/10/pengetahuan-sepeda-

motor.html.