Anda di halaman 1dari 6

Rumah Sakit Umum

Kambang

NO DOKUMEN
Jl. Kol Amir Hamzah No.53
Sungai Kambang

PANDUAN
PRAKTEK KLINIS

ICD 10 : G40-G41
TINGKAT KEMAMPUAN : 4a

EPILEPSI

TANGGAL TERBIT

REVISI
A

HALAMAN
1/6
Ditetapkan oleh Direktur
RSU Kambang

2 FEBRUARI 2016
dr. Yulhasmida,M.Kes

PENGERTIAN

ANAMNESIS

Defenisi konseptual epilepsi : kelainan otak yang ditandai dengan


kecenderungan untuk menimbulkan bangkitan epileptik yang terus
menerus, dengan konsekuensi neurobiologis, kognitif, psikologis dan
sosial.
Defenisi operasional : penyakit otak yang ditandai dengan kondisi :
1. Minimal 2 bangkitan tanpa provokasi atau 2 bangkitan dengan jarak
waktu antar bangkitan lebih dari 24 jam.
2. Suatu bangkitan tanpa provokasi atai 1 bangkitan refleks dengan
kemungkinan terjadinya bangkitan berulang dalam 10 tahun ke
depan (misalnya bangkitan setelah stroke, bangkitan pada anak
yang disertai lesi struktural dan epileptiform discharge)
3. Sudah ditegakkan diagnosa sindrom epilepsi.
Bangkitan epileptik : terjadinya tanda/gejala yang bersifat sesaat
akibat aktivitas neuronal yang abnormal dan berlebihan di otak.
Bangkitan refleks adalah bangkitan yang muncul akibat induksi
oleh faktor pencetus spesifik, seperti stimulasi visual, auditorik,
somatosensitif dan somatomotor.
1. Gejala sebelum, selama dan pasca bangkitan
Kondisi fisik dan psikis yang mengindikasikan akan terjadinya
bangkitan, misalnya perubahan perilaku, perasaan lapar,
berkeringat, hipotermi, mengantuk, menjadi sensitif, dll
Apakah terdapat aura, gejala yang dirasakan pada awal
bangkitan,
Bagaimana pola/bentuk bangkitan, mulai dari deviasi mata,
gerakan kepala, gerakan tubuh, vokalisasi, automatisasi,
gerakan pada salah satu atau kedua lengan dan tungkai,
inkontinensia, lidah tergigit, berkeringat dan lain lain.
Adakah terdapat lebih dari satu pola bangkitan, atau terdapat
perubahan pola bangkitan.
Keadaan setelah bangkitan : bingung, langsung sadar, nyeri
kepala, tidur, gaduh gelisah, Todds paresis

Rumah Sakit Umum


Kambang

NO DOKUMEN
Jl. Kol Amir Hamzah No.53
Sungai Kambang

PEMERIKSAAN
FISIK

KRITERIA
DIAGNOSIS

DIAGNOSIS
KERJA

Rumah Sakit Umum


Kambang

ICD 10 : G40-G41
TINGKAT KEMAMPUAN : 4a

EPILEPSI

REVISI
A

HALAMAN
2/6

2. Faktor pencetus : kelelahan, alkohol, kurang tidur, hormonal, stress


3. Usia awitan, durasi, frekuensi bangkitan, interval terpanjang antar
bangkitan, kesadaran antar bangkitan.
4. Terapi epilepsi sebelumnya
5. Penyakit lain yang diderita sekarang, maupun riwayat penyakit
neurologic dan penyakitpsikiatrik maupun penyakit sistemik yang
mungkin menjadi penyebab maupun kormobiditas
6. Riwayat penyakit epilepsi dan penyakit lain dalam keluarga
7. Riwayat pada saat dalam kandungan, kelahiran dan tumbuh
kembang.
8. Riwayat bangkitan neonatal atau kejang demam
9. Riwayat trauma kepala, stroke, infeksi SSP, dll.
Pemeriksaan fisik umum dilakukan untuk melihat adanya tanda-tanda
dari gangguan yang berhubungan dengan epilepsi, sepertitrauma
kepala, tanda infeksi, gangguan kongenital, kecanduan alkohol atau
NAPZA, kelainan pada kulit (neurofakomatosis), tanda keganasan.
Pemeriksaan neurologi dilakukan untuk mencari tanda-tanda defisit
neurologis fokal atau difus yang dapat berhubungan dengan epilepsi.
Diagnosis epilepsi ditegakkan terutama dari anamnesis, yang didukung
dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
Diagnosis epilepsi ditentukan berdasarkan bentuk dan jenis bangkitan,
sebagai pedoman dapat menggunakan :
KLASIFIKASI ILAE 1981
Untuk tipe serangan kejang/bangkitan epilepsi
Serangan parsial
Serangan parsial sederhana (kesadaran baik)
- Motorik
- Sensorik
- Otonom
- Psikis
Serangan parsial kompleks (kesadaran terganggu)
- Serangan parsial sederhana diikuti dengan gangguan
kesadaran
- Gangguan kesadaran saat awal serangan
EPILEPSI

ICD 10 : G40-G41
TINGKAT KEMAMPUAN : 4a

NO DOKUMEN

REVISI
A

HALAMAN
3/6

Jl. Kol Amir Hamzah No.53


Sungai Kambang

Serangan umum sekunder


- Parsial sederhana menjadi tonik klonik
- Parsial kompleks menjadi tonik klonik
- Parsial sederhana menjadi parsial kompleks menjadi tonik
klonik
Serangan umum
- Absans (lena)
- Mioklonik
- Klonik
- Tonik
- Atonik
Tak tergolongkan

KLASIFIKASI ILAE 1989 untuk sindroma epilepsi


Berkaitan dengan letak fokus
Idiopatik (primer)
- Epilepsi anak bernigna dengan gelombang paku di
sentrotemporal (Rolandik benigna)
- Epilepsi pada anak dengan paroksimal oksipital
- Primary reading epilepsy
Simptomatik (sekunder)
- Lobus temporalis
- Lobus frontalis
- Lobus parietalis
- Lobus oksipitalis
- Kronik progesif parsialis kontinua
Kriptogenik
Umum
Idiopatik (primer)
- Kejang neonatus familial benigna
- Kejang neonatus benigna
- Kejang epilepsi mioklonik pada bayi
- Epilepsi absans pada anak
- Epilepsi absans pada remaja
- Epilepsi dengan serangan tonik klonik pada saat terjaga
Rumah Sakit Umum
Kambang

ICD 10 : G40-G41
TINGKAT KEMAMPUAN : 4a

EPILEPSI
NO DOKUMEN

REVISI
A

HALAMAN
4/6

DIAGNOSIS
BANDING

Rumah Sakit Umum


Kambang

- Epilepsi tonik klonik dengan serangan acak.


Kriptogenik atau simptomatik
- Sindroma West (Spasmus infatil dan hipsaritmia)
- Sindroma Lennox Gastaut
- Epilpsi mioklonik astatik
- Epilepsi absans mioklonik
Simptomatik
- Etiologi non spesifik
- Ensefalopati mioklonik neonatal
- Sindroma Ohtahara
- Etiologi / sindrom spesifik
- Malformasi serebral
- Gangguan Metabolisme
Epilepsi dan sindrom yang tak dapat ditentukan fokal atau umum.
Serangan umum dan fokal
- Serangan neonatal
- Epilepsi mioklonik berat pada bayi
- Sindroma Taissinare
- Sindroma Landau Kleffner
Tanpa gambaran tegas fokal atau umum
Epilepsi berkaitan dengan situasi
- Kejang demam
- Berkaitan denga alkohol
- Berkaitan dengan obat-obatan
- Eklampsi
Serangan berkaitan dengan pencetus spesifik (reflek epilepsi)
1. Sinkop
2. Gangguan gerak
3. Katapleksi
4. Tics
5. Restless leg syndrome
6. Serangan panik
7. Halusinasi
8. Ensefalopati akut
9. Akinetic (drop) attack

ICD 10 : G40-G41
TINGKAT KEMAMPUAN : 4a

EPILEPSI
NO DOKUMEN

REVISI
A

HALAMAN
5/6

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

TERAPI

EDUKASI
KOMPETENSI

PROGNOSIS

Rumah Sakit Umum


Kambang

Laboratorium
Pemeriksaan hematologik, mencakup hemoglobin, leukosit, hematokrit,
trombosit, apusan darah tepi, elektrolit (natrium, kalium, kalsium,
magnesium), kadar gula, fungsi hati, ureum, creatinin.
Elektroensefalografi
Pemeriksaan untuk menunjang diagnosa, membatu menentukan jenis
bangkitan maupunsyndrom epilepsi, membantu menentukan prognosis,
membantu menentukan perlutidaknya pemberian OAE
Pemeriksaan Pencitraan Otak
Berguna untuk mendeteksi lesi epileptogenik di otak
Prinsip terapi farmakologi :
1. OAE diberikan bila
Diagnosis epilepsi sudah dipastikan
Minimum dua bangkitan dalam setahun
Bangkitan terjadi berulang walaupun faktor pencetus sudah
dihindari (misalnya: alkohol, kurang tidur, stress)
2. Terapi dimulai dengan monoterapi
3. Pemberian obat dimulai dari dosis rendah, dinaikkan bertahap sampai
dosis efektif tercapai, atau timbul efek samping
Terapi terhadap epilepsi resisten OAE :
1. Kombinasi OAE
2. Mengurangi dosis OAE (pada OAE induced seizure)
3. Terapi bedah
4. Pikirkan terapi nonfarmakologis (diet ketogenik, intervensi psikologi)
1. Minum obat teratur
2. Menghindari faktor pencetus
3. Menyampaikan pengetahuan tentang epilepsi kepada keluarga,
menjelaskan bahwa epilepsi tidak menular dan dapat dikontrol.
Dokter Spesialis Saraf
Ad Sanam
Tergantung pada : usia onset, epilepsi simptomatik, gambaran EEG
abnormal menetap, respon terapi.
Ad vitam : Ad Bonam
Ad functionam : Ad Bonam

ICD 10 : G40-G41
TINGKAT KEMAMPUAN : 4a

EPILEPSI
NO DOKUMEN

REVISI
A

HALAMAN
6/6

INDIKATOR
MEDIS

Tidak terdapat bangkitan dalam 2 tahun pengobatan secara teratur dengan


OAE monoterapi maupun kombinasi.
2 bangkitan tanpa provokasi atau 2 bangkitan dengan
jarak waktu antar bangkitan lebih dari 24 jam

Anamnesa
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang
Tentukan tipe bangkitan
BAGAN ALUR

Tentukan sindrom epilepsi

Mulai OAE monoterapi

Edukasi
Monitoring
Evaluasi

KEPUSTAKAAN

1. Pedoman Tatalaksana Epilepsi, Edisi kelima, Kelompok studi Epilepsi,


Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), 2014,
Hal 1-35
2. Glauser, T., Ben-Menachem, E., Bourgeois, B., Cnaan, A., Chadwick,
D., Guerreiro, Tomson, T. (2006). ILAE Treatment Guidelines :
Evidence-based Analysis of Antiepileptic Drug Efficacy and
Effectiveness as Initial Monotherapy for Epileptic Seizures and
Syndromes. Epilepsia, 47(7), 1094-1120