Anda di halaman 1dari 5

Manajemen SATPAM

1.
a)
1.
2.
3.
b)
c)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
d)
e)
1.
2.
3.

Perencanaan :
a. Membuat Renpam - Rencana Pengamanan.
Bagan Renpam, sbb :
SITUASI
Umum
Khusus
Dasar
TUGAS POKOK
PELAKSANAAN
Konsep Pengamanan
Sasaran Pengamanan
Target Pengamanan
Pengorganisasian
Cara Bertindak
Jadwal dan Tahapan Kegiatan
SUMBERDAYA DUKUNGAN
KOMANDO DAN PENGENDALIAN
Komando
Pengendalian
Pada Keadaan Darurat/Kontijensi
b. Membuat Renkon - Rencana Kontingensi.
c. Membuat Rengiat - Rencana Kegiatan.
Catatan : Untuk lebih jelasnya didalam penyusunan Renpam,
Renkon, dan Rengiat, dapat dipelajari di Lampiran Perkapolri
No.24 Tahun 2007 Bab X
2.

Pengorganisasian :
a. Membuat Struktur organisasi.
Buatlah Struktur Organisasi seringkas mungkin, beri nama, no HP dan
tempelkan photo wajah setiap anggota kemudian pasang di dinding Pos
Utama.
b. Membagi regu.
Buat regu dengan kekuatan dan kinerja yang berimbang, sebarkan anggotaanggota seniornya di setiap group.
c. Membagi tugas.
Bagi tugas pada saat apel pagi/malam dan pastikan anggota mengetahui
tugas-tugas apa saja yang harus dilaksanakannya.
d. Menyusun jadwal tugas.
Susun Jadwal Tugas Jaga secara adil, buatlah sampai dengan 6 bulan
kedepan, sehingga anggota tidak akan meributkan siapa yang libur pada
libur lebaran nanti. Pastikan dicantumkan nama-nama anggota yang siaga

untuk back up apabila diperlukan pada setiap harinya sehingga ketika dalam
keadaan darurat anggota untuk back up mudah untuk dipanggil/dikerahkan.
e. Menyusun SOP, PSO, Juknis.
1). Apa yang dimaksud dengan SOP, PSO dan Juknis? Secara sederhananya,
adalah sbb :
a). SOP - Standard Operating Prosedur adalah suatu jenis pekerjaan yang harus
dilakukan di pos tsb dan bagaimana teknis (cara) melaksanakan pekerjaan
tersebut.
b). PSO - Pos Standard Operating adalah SOP - SOP apa saja yang harus
dilakukan oleh seorang/sekelompok anggota Satpam di suatu Pos jaga
tertentu.
2). Bagaimana cara membuat suatu PSO/SOP?
a). SOP bisa berasal dari :
1). Permintaan klien.
2). Kebutuhan dilapangan.
3). Hasil pengamatan.
4). Hasil Evaluasi.
b)
SOP harus tercatat, didokumentasikan, ditandatangani oleh pimpinan
perusahaan / penanggungjawab Satpam.
c)
SOP dapat berubah sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
f. dll.
3.

Koordinasi :
a. Mengadakan pertemuan rutin dengan manajemen.
b. Mengadakan Apel Anggota.
c. Koordinasi dengan aparat terkait (Binmas, Babinsa, RT, RW).
d. Membuat laporan pengamanan dan laporan kegiatan.

4.

Pengawasan :
a. Melakukan sidak untuk memastikan anggota melaksanakan
tugas dengan baik,
b. Memeriksa kelengkapan anggota dan kelengkapan pos,
c. Membaca / memeriksa dan menandatangani Buku Mutasi / Log
Book,
d. Menerima laporan secara berkala.

Kemampuan lain yang harus dimiliki oleh seorang Kepala Satpam adalah :
1. Kemampuan menangani keadaan darurat.
2. Memahami ISO dan HSE (Bisa dipelajari dengan membaca buku atau
surfing di internet untuk membuka wawasan karena banyak
perusahaan besar yang sudah menerapkan masalah Mutu dan K3
diperusahaannya).
3. Memahami Perkapolri No. 24 Tahun 2007 Tentang Sistem Manajemen
Pengamanan. (Bisa dicari di internet).
4. Menggunakan Komputer, minimal Kepala Satpam harus bisa
mengoperasikan MS Word untuk membuat laporan.

1.
a.
b.
2.
3.
4.
a.
b.
c.
5.
6.

5.
Administrasi Operasional
Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan catat mencatat, suratmenyurat, pembukuan ringan, dsb, yang bersifat ketatausahaan.
Tugas satpam adalah pengamanan dan penertiban, pada pelaksanaannya
banyak sekali kegiatan itu yang berhubungan dengan kegiatan administrasi,
diantaranya adalah :
Buku Mutasi
Periksa dan baca Buku Mutasi setiap pagi untuk memastikan area dalam
keadaan aman tka dan tidak ada taruna yang menonjol.
Buku Mutasi Wajib ditandatangani oleh Ka Satpam.
Buku Tamu
Buku Pesan Telepon
Buku Keluar - masuk :
Karyawan
Barang
Kendaraan
Buku Keluar - masuk Kunci
Biasakan untuk memeriksa Buku Keluar - masuk Kunci dan mencocokannya
dengan kunci - kunci yang ada di Keys Box.
Buku Penerimaan dan Ekspedisi Surat/Paket.
Ingatkan anggota untuk tidak membiarkan surat atau dokumen menumpuk
di pos satpam dan belum di ekspedisikan.

Sedangkan dalam bentuk Formulir diantaranya adalah :


1.
Form Pengantar Tamu
2.
Form Ijin Keluar Pada Jam Kerja
3.
Form (Surat) Kendaraan Keluar
4.
Form (Surat) Pengiriman Barang
5.
Form Perintah Pengawalan
6.
Form Check List Patroli
7.
Form Temuan Patroli
8.
Form Laporan Kejadian (Lapdi)
9.
Form Laporan Kehilangan
10. Form Ancaman Bom Via Telepon

1.
a.
b.
c.
d.
2.

Banyak sekali buku dan form yang harus diisi dan dicatat, apa manfaat nya?
Kegunaannya adalah, sbb :
Tertib Administrasi
Mempermudah pekerjaan
Perekaman data
Pengawasan dan pengendalian
Perbaikan
Sebagai bukti dari suatu even (kejadian)
6.

Penegakan Disiplin

Salah satu tugas pokok seorang Kepala Satpam adalah menegakan disiplin,
penegakan disiplin bisa berbentuk peneguran dan penindakan. Peneguran
dan penindakan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Perusahaan dan
tidak berdasarkan atas sentiment pribadi.
Penindakan bisa berbentuk hukuman atau pengurangan hak-haknya,
hukuman harus disesuaikan dengan keadaan fisik dan psikologi anggota,
hindari sentuhan fisik dalam memberikan hukuman (misalnya menampar).
Contoh bentuk hukuman :
1. Push Up.
2. Lari mengelilingi area.
3. Membersihkan Pos Jaga setiap pagi dalam beberapa hari.
4. Menghormat ke Bendera selama beberapa waktu tertentu.
5. Pemberian Surat Peringatan (SP).
6. Skorsing.
7. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
8. Dll.
Prosedure dalam melaksanakan peneguran dan penindakan :
1.
Peneguran dan penindakan dilaksanakan segera (langsung) apabila
menemukan pelanggaran mengenai :
a. Prosedure Tetap Kerja Security
b. Sikap tampang (Pakaian seragam, rambut, janggut, Koppel, Sepatu, dll)
c. Performa security (Sikap, Kesigapan, Disiplin)
d. Kebersihan dan kerapihan Pos Jaga.
2. Pemberian Surat Peringatan (SP) berdasarkan peraturan perusahaan yang
berlaku.
3.
Kewenangan pemberian SP ada pada Kabag/manager HRD atas
rekomendasi dari Kepala Satpam.
4. Tindakan hukuman langsung di lapangan dapat berupa Push Up sebanyak
10 25 kali yang dilaksanakan di tempat yang tidak terlihat oleh karyawan
perusahaan tempat anggota ditugaskan.
5. Anggota yang ditindak harus dipastikan bahwa dia mengetahui kesalahan /
kekurangannya.
6.
Segera menunjukan / memperbaiki cara kerja, sikap, penampilan yang
baik / benar setelah dilakukan tindakan hukuman.
7.
Pelaksana penegak disiplin, wajib untuk memberikan contoh / tauladan
dalam berprilaku, menjaga penampilan (sikap tampan), bersikap yang baik
dan berwibawa.
8. Melakukan pencatatan / pendataan anggota yang dikenai peneguran dan
penindakan segera sebagai pedoman pengambilan tindakan punishment
untuk pelanggaran yang berulang.
1.

7.
Pembinaan Internal
Apel Anggota.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
2.

3.

4.

Selain sebagai sarana untuk koordinasi dan pemberian perintah/tugas, Apel


anggota juga daoat diisi dengan materi pembinaan mental kesatpaman, ada
banyak materi, diantaranya tentang :
Sikap jujur dalam bertugas.
Bekerja dengan ikhlas.
Sikap bersyukur atas rezeki dan pekerjaan yang dimiliki.
Rasa memiliki perusahaan tempat bekerja.
Menjaga kehormatan diri.
Dll.
Pembinaan Sikap dan Kedisiplinan.
Pembinaan sikap dan kedisiplinan dapat diterapkan melalui latihan PBB dan
penghormatan. Seorang Kepala Satpam wajib menguasai teori dan praktek
PBB dan Penghormatan serta mampu untuk mengajarkannya ke anggota
satpam.
Latih anggota satpam untuk menerapkan PBB dan Penghormatan dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari, misalnya dalam sikap berdiri, duduk, berjalan,
bertemu atasan, meghadap, dll.
Peningkatan Kemampuan Kesatpaman.
Banyak yang bisa kita dipelajari dan ajarkan bagi anggota satpam, siapkan
diri dulu dengan banyak belajar dan membaca (Salah satunya dengan rajin
belajar di blog ini,- sedikit promosi), kemudian ajarkan ke anggotanya.
Ada pepatah yang mengatakan :
BERI SESEORANG IKAN, MAKA ANDA MEMBERINYA MAKAN SATU
HARI.
BERI SESEORANG KAIL, MAKA ANDA MEMBERINYA MAKAN
SEUMUR HIDUP.
Pendampingan.
Apabila ada anggota baru yang ditempatkan di area kita, maka sudah jadi
kewajiban seorang Kepala Satpam untuk memastikan bahwa anggota baru
tersebut siap dan mampu utuk bekerja di area. Jangan biarkan dia
mempelajari sendiri tetapi dampingi dan ajarkan apa yang menjadi tugas
pokoknya dan bagaimana cara melakukannya, apa bila sudah mahir maka
dapat dilepas secara perlahan tetapi tetap dipantau perkembangannya.
Untuk bagian selanjutnya kita akan mempelajari bagaimana melaksanakan
teknis pekerjaan sehari-hari sebagai seorang Kepala Satpam. In Shaa Allah.