Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ETIKA KEPERAWATAN

Isu Bioetik Dalam Keperawatan Serta Kaitkan Dengan Nilai Praktek


Profesional

Oleh :
Nurmailis (1210105072)
Keperawatan VII B

Dosen Pembimbing : Ns Yuanita Ananda S.kep, M.kep

STIKes Alifah Padang


2015

Isu Bioetik Dalam Keperawatan Serta Kaitkan Dengan Nilai Praktek Profesional

A. Isu Bioetik Dalam keperawatan


Bioetik adalah studi tentang isu etika dalam pelayanan kesehatan (Hudak & Gallo, 1997).
Dalam pelaksanaannya etika keperawatan mengacu pada bioetik sebagaimana tercantum dalam
sumpah janji profesi keperawatan dan kode etik profesi keperawatan.
Bioetik adalah etika yang menyangkut kehidupan dalam lingkungan tertentu atau etika
yang berkaitan dengan pendekatan terhadap asuhan kesehatan. Dalam pelaksanaanya, etika
keperawatan mengacu pada bioetik yang terdiri dari tiga pendekatan, yaitu: pendekatan
teleologik, pendekatan deontologik, dan pendekatan intuitionism.
Kelalaian Perawat dalam menjalankan Tugas
Dalam menjalankan tugas keprofesiannya, perawat bisa saja melakukan kesalahan yang
dapat merugikan klien sebagai penerima asuhan keperawatan, bahkan bisa mengakibatkan
kecacatan dan lebih parah lagi mengakibatkan kematian, terutama bila pemberian asuhan
keperawatan tidak sesuai dengan standar praktek keperawatan. kejadian ini di kenal dengan
malpraktek dan hal ini merupakan kelalaian perawat dalam menjalankan tugas.
Bioetika keperawatan
Keperawatan merupakan salah satu profesi yang mempunyai bidang garap pada
kesejahteraan manusia yaitu dengan memberikan bantuan kepada individu yang sehat maupun
yang sakit untuk dapat menjalankan fungsi hidup sehari-harinya. Salah satu yang mengatur
hubungan antara perawat pasien adalah etika. Istilah etika dan moral sering digunakan secara
bergantian.
Etika dan moral merupakan sumber dalam merumuskan standar dan prinsip-prinsip yang
menjadi penuntun dalam berprilaku serta membuat keputusan untuk melindungi hak-hak
manusia. Etika diperlukan oleh semua profesi termasuk juga keperawatan yang mendasari
prinsip-prinsip suatu profesi dan tercermin dalam standar praktek profesional. (Doheny et all,
1982).
Profesi keperawatan mempunyai kontrak sosial dengan masyarakat, yang berarti
masyarakat memberi kepercayaan kepada profesi keperawatan untuk memberikan pelayanan
yang dibutuhkan. Konsekwensi dari hal tersebut tentunya setiap keputusan dari tindakan

keperawatan harus mampu dipertanggungjawabkan dan dipertanggunggugatkan dan setiap


pengambilan keputusan tentunya tidak hanya berdasarkan pada pertimbangan ilmiah semata
tetapi juga dengan mempertimbangkan etika.
Etika adalah peraturan atau norma yang dapat digunakan sebagai acuan bagi perlaku
seseorang yang berkaitan dengan tindakan yang baik dan buruk yang dilakukan seseorang dan
merupakan suatu kewajiban dan tanggungjawanb moral.(Nila Ismani, 2001).
Bioetik adalah studi tentang isu etika dalam pelayanan kesehatan (Hudak & Gallo, 1997).
Dalam pelaksanaannya etika keperawatan mengacu pada bioetik sebagaimana tercantum dalam
sumpah janji profesi keperawatan dan kode etik profesi keperawatan.
Kemajuan ilmu dan teknologi terutama di bidang biologi dan kedokteran telah
menimbulkan berbagai permasalahan atau dilema etika kesehatan yang sebagian besar belum
teratasi ( catalano, 1991).
Issue bioetik keperawatan mencakup banyak hal, sesuai dengan kewenangan perawat,
sesuai dengan bidang kerjanya. Diantaranya keperawatan anak, gerontik, bedah,

maternitas,

komunitas, keluarga dll.


Masalah bioetik semakin berkembang dengan munculnya berbagai sistem pelayanan
kesehatan baru,seperti nursing care (perawat rumah),telenursing (perawatan jarak jauh) dll.
Contoh kasus Issue Bioetik keperawatan :
1. Keperawatan maternitas :
Aborsi
Kehamilan remaja
Penanganan Bayi berisiko tinggi
2. Keperawatan gerontologi :
Penganiayaan lanjut usia
Euthanasia
Penanganan pasien HIV/AIDS
B. Nilai Pribadi dan Praktek profesional
Definisi Nilai menurut Kamus besar bahasa indonesia, edisi 3 tahun 2003 yaitu :
1) Sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan atau sesuatu yang
menyempurnakan manusia sesuai hakekatnya.
2) Nilai adalah sesuatu yang berharga, keyakinan yg dipegang sedemikian oleh seseorang
sesuai dengan tuntutan hati nurani (Pengertian scr umum)

3) Nilai adalah seperangkat keyakinan & sikap pribadi seseorang tentang kebenaran,
keindahan, dan penghargaan dari suatu pemikiran, objek atau perilaku yg berorientasi
pada tindakan dan pemberian arah serta makna pada kehidupan seseorang (Simon, 1973)
4) Nilai adalah keyakinan seseorang tentang sesuatu yang berharga, kebenaran, keinginan
mengenai ide-ide, objek atau prilaku khusus (Znowski, 1974).
Klasifikasi nilai adalah suatu proses orang atau seseorang dapat menggunakannya untuk
mengidentifikasi nilai-nilai mereka sendiri.
Perawat dalam melaksanakan ASKEP selain menggunakan ilmu keperawatan yang
dimiliki juga diperkuat oleh nilai yang ada dalam diri mereka. Klasifikasi Nilai-nilai ada 2 yaitu
Nilai-nilai nurani dan nilai-nilai memberi.
Nilai nurani yaitu nilai yang ada dalam diri manusia kemudian berkembang menjadi
perilaku serta cara kita memperlakukan orang lain.Contoh : keberanian, kejujuran, cinta damai,
keandalan diri, potensi, disiplin, tahu batas, kemurnian dan kesesuaian.
Nilai-nilai memberi yaitu nilai yang perlu di praktekkan atau yang diberikan yang
kemudian akan diterima sebanyak yang diberikan. Contoh : setia, dapat dipercaya, hormat, cinta
kasih sayang, tidak egois, baik hati, ramah adil dan murah hati.
Definisi Nilai Etika yaitu nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh misalnya
kejujuran atau nilai-nilai yang berhubungan dengan akhlak,benar dan salah yang dianut oelh
golongan atau anggotanya.(kamus besar bahasa indonesia edisi 3 tahun 2003 )
Dalam diri manusia terdapat 2 nilai yaitu nilai personal ( nilai-nilai manusia sebagai
pribadi yang utuh ) dan nilai profesional yaitu nilai-nilai manusia berdasarkan profesinya.
Nilai-nilai tersebut merupakan suatu ciri:
o Nilai-nilai yang membentuk dasar perilaku seseorang.
o Nilai-nilai nyata dari seseorang diperlihatkan melalui pola perilaku yang konsisten.
o Nilai-nilai menjadi kontrol internal bagi perilaku seseorang
Nilai-nilai merupakan komponen intelektual dan emosional dari seseorang yang secara
intelektual diyakinkan tentang suatu nilai serta memegang teguh dan mempertahankannya.
Adanya perkembangan dan perubahan yang terjadi pada ruang lingkup praktek
keperawatan dan bidang tekhnologi medis akan mengakibatkan terjadinya peningkatan konflik
antara nilai-nilai pribadi yang dimiliki perawat dengan pelaksanaan praktek yang dilakukan
sehari-hari. Selain itu pihak atasan membutuhkan bantuan dari perawat untuk melaksanakan

tugas pelayanan keperawatan tertentu, dinilai pihak perawat mempunyai hak untuk menerima
atau menolak tugas tersebut sesuai dengan nilai-nilai pribadi mereka.
Untuk praktik sebagai perawat profesional diperlukan nilai-nilai yg sesuai dengan kode
etik profesi, antara lain:
a. Menghargai martabat individu tanpa prasangka
b. Melindungi seseorang dalam hal privasi
c. Bertanggung jawab untuk segala tindakannya
Berdasarkan teori klarifikasi nilai-nilai, keyakinan atau sikap dapat menjadi suatu nilai
apabila keyakinan tersebut memenuhi tujuh kriteria sbb:
o
o
o
o
o
o
o

Menjunjung dan menghargai keyakinan & perilaku seseorang


Mengaskannya di depan umum, apabila cocok
Memilih dari berbagai alternative
Memilih setelah mempertimbangkan konsekuensinya
Memilih secara bebas
Bertindak
Bertindak dengan pola konsistensi
Perawat secara hukum dan etika berkewajiban untuk memenuhi tanggung jawab dan

kewajibannya dalam peraturan yang membatasinya dan kode etik yg membimbingnya


Perawat didalam menjalankan kewajibannya tidak terlepas dari nilai-nilai personal dan
professional.
Jadi, berdasarkan penjelasan diatas dapat kita bandingkan dengan kenyataan yang ada
dilapangan bahwasannya nilai-nilai etika keperawatan masih banyak yang belum diamalkan.
Selain itu prinsip dasar keperawatan masih banyak yang melanggar dimana seharus nya perawat
harus bersikap sesuai dengan prinsip Autonomi (otonomi), Benefesience (berbuat baik), Justice
(keadilan), Veracity (Kejujuran), Avoiding Killing, dan Fedelity (menepati janji). Namun
dilapangan perawat ada yang bersikap tidak adil dalam memberikan pelayanan, dimana mereka
mendeskriminasi antara si kaya dan si miskin. Padahal kita sudah di ajarkan supaya memberikan
pelayanan secara adil karena setiap pasien memiliki hak yang sama yaitu hak untuk diperlakukan
sama dalam pemberian pelayanan kesehatan.
Selain itu, sebelum melakukan tindakan baik itu dalam bentuk pemberian obat atau yang
lainnya kita sebagai seorang perawat terlebih dahulu harus memberikan penjelasan terhadap
tindakan yang akan kita lakukan. Apa akibat dari obat yang akan kita berikan serta apa

dampaknya apabila obat tersebut tidak diberikan hal ini sesuai dengan point yang terdapat dalam
pendekatan telelogik.
Supaya tidak terjadi lagi kesalahan etik (seperti kesalahan yang diatas), maka perlu
dilakuakn rounde ( Bioetics Rounds ) yang melibatkan perawat dengan dokter. Rounde ini tidak
difokuskan untuk menyelesaikan masalah etis tetapi untuk melakukan diskusi secara terbuka
tentang kemungkinan terdapat permasalahan etis.