Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan hal pokok yang harus
dipersiapkan dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas. Melalui proses
pendidikan diharapkan sumber daya manusia dapat ditingkatkan untuk melaksanakan
pembangunan nasional. Salah satu lembaga yang mengemban tugas tersebut adalah
perguruan tinggi.
Universitas

Negeri Padang (UNP) merupakan salah satu perguruan tinggi yang

berfungsi menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi dalam bidang


kependidikan dan non kependidikan yang menghasilkan tenaga dan tenaga ahli. Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) adalah salah satu Fakultas di UNP yang
mempunyai visi menjadi fakultas unggul dalam bidang kependidikan dan ilmu MIPA pada
tahun 2020 berdasarkan iman dan takwa. Jurusan Matematika sebagai salah satu bagian dari
FMIPA UNP memiliki tujuan untuk menghasilkan sarjana yang memiliki keunggulan
kompetitif dan komperatif sesuai standar mutu nasional maupun internasional. Program
Studi Statistika merupakan salah satu program studi yang ada di Jurusan Matematika FMIPA
UNP dan program studi ini merupakan satu-satunya yang berprogram diploma yaitu
Diploma III (D3).
Berdasarkan pasal 19 ayat (3) dan (5) Peraturan Akademik Universitas Negeri Padang,
beban studi untuk program Diploma III (D3) adalah 110-120 sks yang dijadwalkan untuk 6
semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 6 semester atau selambat-lambatnya
12 semester. Akan tetapi pada kenyataannya, mayoritas mahasiswa Statistika FMIPA UNP
menyelesaikan studinya lebih dari 6 semester. Berdasarkan data wisuda September 2015
hanya 3 orang mahasiswa Statistika FMIPA UNP yang menyelesaikan studinya tepat waktu

yaitu 6 semester. Setelah dilakukan wawancara pada tanggal September 2015 dengan
beberapa mahasiswa program studi statistika FMIPA UNP yang sudah lebih dari 6 semester
menjalani masa kuliah, diperoleh informasi bahwa keterlambatan mahasiswa dalam
menyelesaikan program studi ini dikarenakan lamanya penyelesaian tugas akhir.
Tugas akhir (TA) adalah karangan ilmiah hasil penelitian yang dilakukan oleh
mahasiswa. Tugas akhir merupakan salah satu mata kuliah yang harus diselesaikan oleh
seluruh mahasiswa Diploma III (D3) yang ada di semua universitas, demikian juga dengan
Universitas Negeri Padang (UNP). UNP mewajibkan mahasiswa pada seluruh fakultas di
UNP dengan berbagai program studi termasuk Program Studi Statistika untuk
menyelesaikan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk menyandang gelar ahli madya.
Sebagaimana yang tertulis dalam Buku Pedoman Akademik Universitas Negeri
Padang Tahun 2013/2014 bahwa skripsi/tugas akhir termasuk ke dalam mata kuliah keahlian
berkarya (MKB), merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa
program studi statistika. Dalam buku Panduan Penulisan Tugas Akhir/Skripsi Universitas
Negeri Padang disebutkan bahwa,
Tugas akhir adalah karya tulis mahasiswa yang menunjukkan kulminasi proses
berpikir iliah, kreatif, integrative, dan sesuai dengan disiplin ilmunya yang disusun
untuk memenuhi pesyaratan kebulatan studi dalam program Diploma dan Strata I (S1)
baik program kependidikan maupun nonkependidikan yang ada di lingkungan UNP.
Beberapa hal yang menyebabkan lama penyelesaian tugas akhir berdasarkan
wawancara dengan beberapa mahasiswa Program Studi Statistika diantaranya adalah sulit
mendapatkan ide, kurang motivasi kurang motivasi baik dari keluarga maupun teman
sebaya, kemampuan akademis yang kurang memadai, kurangnya waktu untuk berkonsultasi
dengan dosen pembimbing, kurang nyaman dengan kondisi tempat tinggal, sulit
mendapatkan referensi, sulit memahami referensi yang berbahasa asing. Selain itu terdapat
beberapa faktor yang menyebabkan lamanya penyelesaian tugas akhir, yaitu faktor internal
dan faktor eksternal.

Menurut Suryabrata (1989:7), factor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil


belajar ada dua, yaitu factor luar (eksternal) dan factor dalam (internal). Faktor eksternal
terbagi dua yaitu (1) lingkungan, yang terdiri dari lingkungan alami dan lingkungan social,
(2) instrumental, yang meliputi kurikulum,program sarana dan fasilitas, serta guru (tenaga
pengajar). Kemudian faktor internal juga terbagi dua, yaitu (1) fisiologis, yang meliputi
kondisi fisiologis umum dan kondisi panca indera, (2) psikologis, yang terdiri dari minat,
kecerdasan, bakat, motivasi, dan kemampuan kognitif.
Berdasarkan faktor-faktor di atas, dapat diindikasi bahwa factor-faktor yang
mempengaruhi keterlambatan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir adalah
lingkungan alami, lingkungan sosial, sarana dan prasarana, fisiologis, minat, motivasi, dan
kemampuan kognitif. Jika faktor yang dominan diketahui, maka banyaknya mahasiswa yang
mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan tugas akhir dapat diminimalkan.
Untuk mengetahui factor yang dominan perlu dibentuk suatu model dari faktor-faktor
tersebut, karena dengan model dapat dipahami, diterangkan, dikendalikan, dan diprediksi.
Karena keterlambatan mahasiswa dalam menyelesikan tugas akhir (variabel respon)
dipengaruhi oleh factor-faktor tersebut (variabel penjelas) maka model yang dapat
digunakan adalah model regresi.
Model regresi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya regresi linier
sederhana, regresi linier berganda, dan regresi logistik. Regresi linier sederhana adalah
prosedur pemodelan yang hanya terdiri dari variabel respon dan satu variabel penjelas yang
bersifat kontinu. Regresi linier beganda adalah prosedur pemodelan yang terdiri dari
beberapa variabel penjelas dan satu variabel respon yang bersifat kontinu. Sedangkan regresi
logistik adalah prosedur pemodelan yang diterapakan untuk memodelkan variabel repon Y
yang bersifat kategorik berdasarkan satu atau lebih variabel penjelas X, baik itu yang
bersifat kategorik, kontinu, ataupun gabungan keduanya.

Pada penelitian ini variabel responnya adalah lama penyelesaian tugas akhir yang
dikategorikan menjadi dua yaitu tepat waktu dan tidak tepat waktu. Variabel penjelasnya
lebih dari satu maka teknik yang digunakan untuk memodelkan permasalahan di atasa
adalah analisis regresi logistic binomial. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian
ini berjudul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lamanya Penyelesaian Tugas Akhir
(TA) Studi Kasus Mahasiswa D3 Statistika FMIPA UNP Menggunakan Analisis
Regresi Logistik Binomial.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas rumusan masalah penelitian ini adalah
1. Bagaimana bentuk model regresi logistik yang menggambarkan faktor-faktor yang
mempengaruhi lamanya penyelesaian tugas akhir mahasiswa D3 Statistika FMIPA UNP?
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi lamanya penyelesaian tugas akhir mahasiswa D3
Statistika FMIPA UNP?
C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, terdapat banyak faktor yang
mempengaruhi lamanya penyelesaian tugas akhir. Namun, pada penelitian ini, dilakukan
pembatasan terhadap masalah yang akan diteliti. Faktor yang diteliti adalah kesehatan,
motivasi, kesadaran untuk memulai mengerjakan tugas akhir, proses mendapatkan ide, mata
kuliah, bahan penelitian, kepahaman materi, pembimbing dan kesesuaian mata kuliah
dengan tema TA. Dan yang menjadi variabel respon adalah keterlambatan mahasiswa
program studi statistika FMIPA UNP menyelesaikan tugas akhir.
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada:
1. Peneliti, agar lebih memahami tentang analisis regresi linier berganda
2. Pihak Prodi, sebagai bahan masukan agar keterlambatan mahasiswa dalam
menyelesaikan tugas akhir dapat dikurangi.

3. Peneliti selanjutnya, sebagai salah satu bahan acuan dalama melakukan penelitian
selanjutnya.

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar
Secara garis besar, Suryabrata (1987:7) mengatakan bahwa ada dua factor yang
mempengaruhi proses dah hasil belajar, yaitu fakor luar (eksternal) dan factor dalam
(internal (kondisi individual)). Faktor luar terbagi atas dua macam, yaitu lingkungan dan
instrumental. Dan factor dalam juga terbagi atas dua macam, yaitu fisiologis dan psikologis.
Berikut ini akan dijelaskan factor-faktor tersebut.
1. Factor-faktor lingkungan
Suryabrata (1989:8) mengelompokkan factor lingkungan ke dalam dua kelompok, yaitu
(a) lingkungan alami dan (b) lingkungan social.
a. Lingkungan alami
Keadaan suhu dan kelembaban udara merupakan alami yang berpengaruh terhadap
proses dan hasil belajar, maka semakin nyaman dia semakin lebih baik hasil
belajarnya.
b. Lingkungan social
Lingkungan social, baik yang berwujud manusia dan representasi (wakilnya) maupun
yang berwujud hal-hal lain, langsung berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar.
Seseorang yang sedang belajar akan terganggu jika ada orang lain yang mondarmandir di dekatnya atau bercakap-cakap di dekat tempat belajarnya. Lingkungan

social seperti suara mesin pabrik dan hiruk-pikuk lalu lintas juga berpengaruh
terhadap proses belajar.
2. Faktor-faktor instrumental
Faktor-faktor instrumental adalah factor yang adanya dan penggunaanya dirancang
sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor ini diharapkan dapat
berfungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan belajar yang telah dirancang. Factorfaktor ini dapat berwujud factor-faktor keras (hardware) seperti gedung belajar, alatalat pertkum, dan sebagainya. Dapat pula berwujud factor-faktor lunak (software)
seperti kurikulum, program, dan pedoman-pedoman belajar. (Suryabrata, 1989:9).
3. Kondisi Fisiologis
Kondisi fisiologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil
belajar seseorang. Suryabrata (1989:10) mengatakan bahwa orang yang belajar dalam
keadaan segar jasmaninyaakan mendapatkan hasil yang lebih bagus daripada orang
yang belajar dalam keadaan kelelahan. Begitu juga dengan anak-anak yang
kekurangan gizi ternyata kemampuan belajarnya dibawah anak-anak yang cukup
gizinya karena mereka cepat lelah, mudah mengantuk, dan tidak mudah menerma
pelajaran.
Disamping kondisi fisiologis umum, hal yang tidak kalah pentingnya adalah kondisi
panca indera, terutama penglihatan, dan pendengaran. Sebagian besar yang dipelajari
oleh manusia, dipelajarinya dengan menggunakan penglihatan dan pendengaran.
Orang yang belajar dengan membaca, melihat contoh atau model, melakukan
observasi,

mengamati

hasil

eksperimen,

mendengarkan

keterangan

guru,

mendengarkan ceramah, dan mendengarkan keterangan orang lain dalam diskusi.


4. Kondisi Psikologis
Beberapa factor psikologis yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar adalah:
a. Minat
Menurut Ginting (1997:3) semakin besar minat seseorang, perhatian yang
dicurhkannya juga semakin besar dan peluang keberhasilan juga meningkat.

Sebaliknya, jika seseorang mencurahkan perhatian yang besar dengan terus-menerus


kepada suatu hal, minatnya akan meningkat terhadap hal tersebut.
1. Kecerdasan
Kecerdasan merupakan factor penting. Namun, mahasiswa pada umumnya
mempunyai tingkat kecerdasan (intelegensi) yang sedang atau lebih. Karena jika
tidak, mereka tidak dapat menamatkan pendidikan dasar dan menenganh serta
menang dalam kompetisi merebut kursi di perguruan tinggi.
2. Bakat
Bakat adalah potensi. Potensi perlu digali. Bakat seseorang berbeda dengan bakat
orang lain. Semakin sesuai bakat seseorang dengan apa yang sedang
dipelajarinya, maka peluang keberhasilannya aan semakin besar (Ginting,
1997:3).
3. Motivasi
Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong sesorang untuk melakukan
sesuatu. Jadi motivasi untuk belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong
seseoorang untuk belajar pada umumnya meningkat jika motivasi untuk belajar
bertambah. Secara tradisional, suryabrata (1989:12) menggelompokkan kedalam
dua kelompok, yaitu :
a. Motivasi instrinsik
Motivasi instrinsik adalah motivasi yg ditimbulkan dari dalam diri orang
yang bersangkutan, tanpa rangsangan atau bantuan orang lain.
b. Motivasi ekstrinsik
Adalah motivasi yang timbul oleh rangsangan dari luar.
Suatu hal yang langsung ber
Daftar Pustaka
Ginting, Cipta.1997.Kiat Belajar di Perguruan Tinggi. Bandung: ITB
Suryabrata, Sumaidi. 1989.Proses Belajar di Perguruan Tinggi. Yogyakarta:Andi Offset