Anda di halaman 1dari 4

1.

Pendahuluan
Economic Value Added atau EVA adalah alat ukur yang digunakan oleh
perbankan untuk mengukur kinerja keuangannya. EVA hanya digunakan di industry
perbankan AS sejak 1994 dan bukan hanya sebagai alat ukur kinerja bank. Tujuan dari
paper ini adalah untuk memperkenalkan EVA kepada kalangan umum. Untuk
mencapai tujuan dari paper ini termasuk hipotesis menggunakan EVA untuk menilai
bagaiman kinerja keuangan dari Bank Fiktif, Bank ABC, akan berubah jika
manajemen memutuskan untuk sebagian sekuritasnya merupakan pinjaman kartu
kredit yang berupaya untuk meningkatkan kecukupan modal.
2. Penjelasan Economic Value Added
EVA ditemukan oleh Stern Stewart & Co, sebuah perusahaan konsultan global,
EVA diperkenalkan pada tahun 1989. Seperti yang dikemabngkan oleh Stern Stewart
& Co, EVA dihitung sebagai laba operasi bersih setelah pajak dikurangi dikurangi
dengan biaya modal yang dipekerjakan oleh perusahaan. Biaya modal ekuitas yang
dipekerjakan oleh perusahaan sama dengan modal perusahaan (dilaporkan pada
neraca) dikalikan dengan presentase pengembalian yang pemegang saham yang
mereka investasikan. Atau apabila disajikan dalam rumus sebagai berikut
EVA = Laba bersih operasi setelah pajak-(Equity Capital X presentase cost of Equity)
Perhitungan tersebut akan menghasilkan nilai yang positif atau negative, apabila
EVA positif mencerminkan bahwa perusahaan meningkatkan nilai kepada pemegang
saham, sedangkan apabila EVA negative maka mencerminkan bahwa itu berkurang
nilainya kepada pemegang saham. Eva didasarkan kepada prinsi bahwa manajemen
perusahaan menggunakan modal kerja untuk mendapatkan keuntungan, dan harus
membayar untuk penggunaan modal ini.

Langkah 1: Menghitung NOPAT


Langkah pertama dalam menghitung EVA adalah untuk melakukan
penyesuaian terhadap laba bersih perusahaan untuk menhasilkan Laba bersih
oeprasi setelah pajak. Penyesuaian ini diperlukan sebagai pendapatan bersih
perusahaan dihitung berdasarkan Generally Aceepted Accounting Principles
(GAAP). Perbedaan antara pendapatan bersih perusahaan menurut GAAP dan

realitas ekonomi saat ini sebagian besar disebabkan bias konservatif yang
mencirikan GAAP. Contoh daro bias konservatif ini termasuk mengakui
kerugian yang belum direalisasi ketika terjadi pendundaan pengakuan
keuntungan yang belum direalisasikan, menyatakan aset pada cost hstoris
bukan pada nilai pasa.
Sten Stewart &Co telah menidentifikasi lebih dari 120 penyesuaian
yang potensial bagi perusahaan agar dapat membuat laba bersih.aturan umum
untuk memutuskan paenyusuaianuntuk membuat laba bersih perusahaan,
meliputi: 1) materialitas dari penyesuaian, 2) berefek pada perilaku
manajemen, 3) bagaimana agar mudah dipahami dan 4) sejauh mana akan
berdampak pada nilai pasar perusahaan. \
Berdasarkan GAAP, bank harus mencatat sebagian dari setiap
pinjaman secepatnya, bank harus meningkatkan cadangan kerugian kredit
(dilaporakn pada neraca) dengan jumlah yang sama dengan yang dibebankan
sebagai beban penyisihan kerugian kredit (dilaporkan pada laporan
pendapatan). Dengan demikian, untuk mencerminkan kerugian periode
berjalan dengan mengantisipasi kerugian dimasa depan , laba bersih operasi
setelah pajak Bank dapat dihitung dnegan mennggunakan biaya Offs bersih

yang sebenarnya untuk periode penyediaan kerugian kredit.


Langkah 2: Menghitung biaya modal kerja
Biaya modal kerja perusahaan erupakan sama dengan modal yang
dikalikan dengan presentase pengembalian bagi pemegang saham perusahaan.
Dalam menghitung EVA pada bank, modal yang digunakan sering didasarkan
pada total modal yang merupakan jumlah modal dari ekuitas pemegang saham
serta aset tak berwujud lainnya, serta cadangan kerugian atas kredit dan setiap
utang subordinat lainnya. Risk-free rate adalah persentase bunga yang di dapat
di dalam investasi tanpa resiko. Terdapat investasi yang murni bebas resiko di
dalam teori, di dalam praktiknya obligasi pemerintah yang di golongkan dalam
jangka waktu pendek, seperti U.S. Treasury bills adalah contoh investasi tanpa
resiko. Beta koefisien adalah level resiko persentase dasar di dalam investasi
dari semua saham di dalam sebuah perusahaan tertentu. Market risk premium
adalah resiko yang berhubungan dengan pasar saham secara keseluruhan.

3. Example Using EVA: ABC Bank

ABC Bank misalnya memiliki $5.0 miliyar bank, yang saat ini tidak terhitung
memiliki modal yang baik, karena total capital rasionya berada di bawah 10%. Sejak
bank

menerapkan

well

capitalize,

pihak

manejemennya

berani

untuk

memperhitungkan nilai $5.0 miliyar tersebut sebagai well capitalize. Satu pendekatan
yang dilakukan oleh menejemen adalah memasukkan beberapa persen dari credit card
bank yang sedang beredar ke dalam surat berharga dengan penghasilan penjualan
sebesar $950 juta dari CD yang jatuh tempo dan membeli kembali saham Bank
sebesar $30 juta. Dengan catatan kondisi Bank sebelum di sekuritisasi di sajikan pada
halaman 7 dan kondisi credit card yang di sekuritisasi di sajikan di halaman 8.
Sebagaimana yang diliustrasikan pada halaman 7 dan 8, keputusan ini akan
merubah Balance sheet ABC Bank dengan mereduce atau memperkecil kartu kredit
dari$1 miliyar dan Credit Card yang beredar senilai $950 juta. Dan hasil dari transaksi
tersebut di pakai untuk membeli kembali saham tersebut, dan equitas Bank menurun
menjadi $30 juta sampai $290 juta. Dengan pengurangan pinjaman, contoh ini
mengasumsikan bahwa pinjaman Bank mengalami kerugian senilai $120 juta, dengan
penyesuaian dari jumlah yang sama membuat Bank mengalami kerugian provisi. Laba
bersih saat ini di asumsikan menurun menjadi $8 juta.
Hasil dari keputusan ini adalah pendapatan bungan akan menurun menjadi
$57.3 juta. Perubahan lain pada laporan laba rugi bank termasuk asumsi bahwa
pendapatan non-bunga akan menurun juga menjadi $40 juta dan biaya non-bunga
akan menurun menjadi $60 juta. Penghasilan berubah menjadi pendapatan bersih akan
menurun dari $92.6 juta menjadi $82.2 juta.
Untuk mencapai tujuannya, total capital ratio bank meingkat menjadi 11.18%,
dan di klasifikasikan menjadi well capitalized. Sebgaai tamabahan Tier 1 capital
ratiomeningkat menjadi 8.76% dari 7.42% dan ROA nya meningkat menjadi 2.05%
dari 1.85%. dari peningkatan total capital ratio ini, Tier 1 capital ratio dan ROA,
mengsekuritisasi credit card adalah keputusan yang tepat untuk Bank. Walaupun,
Bank ABC EVA menurun dari $62,7 juta menjadi $36.9 juta., menyarnkan bahwa
bank shareholder mendapatkan kerugian dari hasil keputusan ini. Manejemen Bank
harus menginvestigasi cara lain yang dapat meningkatkan ketercukupan modal tanpa
mengurangi nilai Bank untuk shareholdernya.

4. Kesimpulan

EVA dapat menjadi alat penting yang dapat digunakan untuk mengukur Bank
dan meningatkan kinerja keuangan dari Bank. Sejak EVA menjadi pertimbangan dari
pihak shareholder, penggunaan EVA oleh manejemen Bank dapat menghasilkan
keputusan yang berbeda.