Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH KIMIA

PEMBUATAN BEBERAPA UNSUR


NONLOGAM DAN SENYAWANYA

Disusun Oleh:
Nama

Nurul Fadhila Larasati


Dzikryah Ilsa Ilham
Linda Ramli
Rika Widyanti
Sitti Masyita

Kelas

XII IPA

SMA ISLAM TERPADU WAHDAH ISLAMIYAH


TA. 2015-2016

KATA PENGANTAR
Syukur atas kehadirat Allah Subhana Wa Taala karena berkah limpahan
rahmat dan hidayah-Nya kami sebagai penulis dapat menyelesaiakan makalah
tugas mata pelajaran Kimia dengan judul Pembuatan Beberapa Unsur Nonlogam
dan Senyawanya. Di dalam makalah ini penulis sengaja membahas mengenai
beberapa unsur nonlogam, cara pembuatannya, serta penggunaannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing mata
pelajaran Kimia yang mengarahkan penulis dalam mengerjakan makalah ini.
Akhirnya kami selaku pemakalah berharap makalah ini bermanfaat bagi
pemakalah secara khususnya, dan bagi pembaca pada umumnya. Kritik dan saran
dari rekan-rekan siswa sangat diharapakan demi penyempurnaan makalah
selanjutnya. Terima kasih.

Makassar, 18 Oktober 2015

Kelompok

DAFTAR ISI

Judul
Halaman
Kata Pengantar .................................................................................................................
i
Daftar Isi ..........................................................................................................................
ii

BAB I

PENDAHULUAN
A Latar Belakang ...........................................................................................
..................................................................................................................
B Rumusan Masalah ......................................................................................
..................................................................................................................
C Manfaat Penulisan......................................................................................
..................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A Karbon dan Senyawa Karbon ....................................................................
..................................................................................................................
B Silikon ........................................................................................................
..................................................................................................................
....................................................................................................................
C Nitrogen dan Senyawa Nitrogen.................................................................
..................................................................................................................
D Fosforus dan Senyawa Fosforus ................................................................
..................................................................................................................
E Oksigen ......................................................................................................
..................................................................................................................

Daftar Pustaka

.............................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berbagai jenis bahan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun
dalam industri. Penggunaan suatu bahan bergantung pada sifat-sifat dari bahan
tersebut. Kita menggunakan tembaga sebagai kabel listrik karena mempunyai
daya hantar yang baik, dan tersedia dalam jumlah yang memadai. Kita
menggunakan aluminium untuk membuat badan peasawat terbang karena ringan
dan tahan karat. Dalam makalah ini, akan dibahas pembuatan beberapa unsur
nonlogam dan senyawanya serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja yang termasuk dalam unsur nonlogam?
2. Bagaimana proses pembuatan beberapa jenis unsur nonlogam?
3. Apa saja manfaat dari beberapa jenis unsur nonlogam dalam
kehidupan sehari-hari?

C. Manfaat Penulisan
Untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan pembelajaran mengenai
pembuatan beberapa unsur nonlogam dan senyawanya serta penggunaannya
dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
1

PEMBAHASAN

A. Karbon dan Senyawa Karbon


Karbon (C) merupakan unsur yang sangat lazim. Dalam kehidupan seharihari, kita mengenal beberapa bentuk karbon yaitu arang, grafit, dan intan.
Bentuk-bentuk yang berbeda dari unsur yang sama kita kenal dengan istilah
alotropi. Perbedaan sifat tersebut terjadi karena perbedaan strukturnya.
a. Intan
Intan merupakan zar padat yang bening berkilauan dan merupakan zat paling
keras. Setiap atom karbon dalam intan berada di pusat suatu tetrahedron dan
terikat secara kovalen kepada 4 atom karbon lainnya yang berada di sudut
tetrahedron tersebut.
Penggunaan intan sesuai dengan sifatnya yang keras dan mengkilap. Sebagian
besar intan digunakan untuk perhiasan. Intan alam yang tidak cukup baik untuk
perhiasan dan intan buatan digunakan untuk membuat alat pemotong, gerinda dan
mata bor.
b. Grafit
Dalam satu lapisan grafit, setiap atom karbon terikat secara kovalen kepada 3
atom karbon lainnya, dalam suatu susunan berbentuk heksagonal.
Beberapa penggunaan grafit sebagai berikut.
1. Sebagai anode dalam batu baterai dan sebagai elektroda inert pada proses
elektrolisis.
2. Grafit dicampur dengan tanah liat untuk membuat pensil dan bahan
kosmetik.
3. Bahan pelumas.
4. Sebagai komponen dalam pembuatan komposit.
c. Karbon Monoksida (CO)
Karbon monoksida lebih dikenal karena sifatnya yang beracun daripada
kegunaannya. Gas CO tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa.Gas CO di

udara berasal dari pembakaran tak sempurna dalam mesin kendaraan bermotor
dan industri.
Berikut beberapa penggunaan CO.
1. Sebagai reduktor pada pengolahan berbagai jenis logam.
2. Sebagai bahan baku untuk membuat methanol.
3. Merupakan komponen dari berbagai jenis bahan bakar gas.
d. Karbon Dioksida (CO2)
Gas CO2 tidak beracun akan tetapi, jika kadarnya terlalu besar dapat merusak
sistem pernapasan. Walaupun gas CO 2 tidak berwarna, tidak berbau dan tidak
berasa, gas ini mudah dikenali karena mengeruhkan air kapur. Gas CO 2 terbentuk
pada pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon.
Beberapa penggunaan karbon dioksida sebagai berikut.
1. Karbon dioksida padat yang disebut es kering (dry ice) digunakan sebagai
pendingin.
2. Untuk memadankan kebakaran.
3. Untuk membuat minuman ringan.

B. Silikon
Silikon merupakan unsur kedua terbanyak dalam kulit bumi. Unsur ini
terdapat dalam bentuk senyawa, terutama sebagai silica dan silikat.
a. Pembuatan Silikon
Silikon dibuat dengan cara memanaskan pasir dan kokas (C) pada suhu sekitar
3000oC dalam tanur listrik atau tungku pembakaran. Kokas (C) berfungsi sebagai
reduktor.
SiO2 (l) + C (s) Si (l) + 2CO (g)

b. Penggunaan Silikon
Penggunaan penting dari silicon adalan untuk membuat transistor, chips
computer, dan sel surya.

c. Penggunaan Senyawa Silikon


1. Silika dan silikat digunakan untuk membuat gelas, keramik, porselin dan
semen.
2. Larutan natrium silikat (Na2SiO3) digunakan untuk mengawetkan telur dan
sebagai perekat, juga sebagai bahan pengisi dalam detergen.
3. Karborundum (SiC) digunakan untuk ampelas dan pelindung untuk
pesawat ulang-alik.
4. Silika gel digunakan sebagai pengering dalam berbagai macam produk.

C. Nitrogen dan Senyawa Nitrogen


a. Nitrogen
Gas nitrogen tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
Pembuatan Nitrogen
Dalam industri gas nitrogen diperoleh dari udara bersama gas oksigen,
melalui penyulingan bertingkat udara yang dicairkan. Berdasarkan perbedaan titik
didih N2 (-197oC) dan O2 (-183oC) akan terbentuk fraksi nitrogen bagian atas dan
fraksi oksigen bagian bawah. Di laboratorium gas-gas N 2 dapat diperoleh dengan
cara peruraian NH4NO2 dengan cara pemanasan:
NH4NO2 (aq) 2H2O (l) + N2 (g)
Penggunaan Nitrogen
1. Gas N2 untuk mengisi ban mobil karena pemuaian termalnya yang
konstan.
2. Nitrogen cair digunakan untuk pembekuan makanan secara cepat, N 2
mempunyai titik didih rendah.
3. Sebagai bahan pembuatan ammonia (NH 3), NH3 merupakan bahan
pembuatan pupuk asam nitrat, dan bahan peledak.
4. Nitrogen digunakan untuk membuat atmosfer inert dalam berbagai proses
yang terganggu oleh oksigen, misalnya dalam industri elektronika.
5. Sebagai atmosfer inert dalam makanan kemasan untuk memperpanjang
masa penggunaannya.
b. Amonia

Gas amonia berbau khas dan sangat menyengat.


Pembuatan Amonia
Amonia dibuat dari gas nitrogen dan hydrogen menurut proses Haber-Bosch.
N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g)
Reaksi dilangsungkan pada suhu sekitar 550 C dan tekanan tinggi (sekitar 300
atm) dengan katalisis yaitu campuran besi dengan Al2O3, MgO, CaO, K2O.
Penggunaan Amonia
1. Membuat pupuk, misalnya urea.
2. Untuk membuat senyawa nitrogen yang lain, seperti asam nitrat (HNO 3),
ammonium klorida (NH4Cl), dan ammonium nitrat.
3. Digunakan sebagai pendingin.
4. N2H2 (hidrozin) digunakan sebagai bahan bakar roket.
c. Asam Nitrat
Asam nitrat tergolong asam keras. Asam ini dapat melarutkan hampir semua
logam, kecuali emas dan platina.

Beberapa penggunaan asam nitrat antara lain:


1. Sebagian besar asam nitrat digunakan untuk membuat ammonium nitrat,
NH4NO3, dan digunakan sebagai pupuk.
2. Asam nitrat juga banyak digunakan dalam laboratorium dan berbagai
industri kimia seperti industri bahan peledak, plastik, dan obat.

D. Fosforus dan Senyawa Fosforus


a. Fosforus

Fosforus mempunyai dua bentuk alotropi, yaitu fosforus putih dan fosforus
merah. Fosforus putih lebih reaktif daripada fosforus merah dan bersifat racun.
Pembuatan Fosforus
Sumber fosforus terpenting yaitu batuan fosfat, suatu bahan kompleks yang
mengandung flourapatit (Ca3(PO4)2.CaF2). Senyawa Ca3(PO4)2 dipisahkan dari
batuan fosfat kemudian dipanaskan dengan pasir (SiO2) dan kokas (C). uap
fosforus yang terbentuk ditampung dalam air.
2Ca3(PO4)2 (s) + SiO2 (s) + 10C (s) 6CaSiO3 (s) + 10CO (g) + P4 (g)
Penggunaan Fosforus
1. Sebagian besar produksi fosforus digunakan untuk membuat asam fosfat.
2. Penggunaan akhir yang utama dari senyawa fosforus adalah pupuk dan
detergen.
3. Fosforus merah dan senyawa fosforus tertentu digunakan pada pembuatan
korek api.
4. Berbagai senyawa organofosfat digunakan sebagai pestisida.

b. Asam Fosfat
Asam fosfat murni berupa cairan kental tak berwarna dan mudah larut dalam
air. Asam fosfat digunakan untuk membuat pupuk superfosfat juga untuk
membuat detergen, bahan pembersih lantai, insektisida, dan makanan hewan.

c. Pupuk Superfosfat
Batuan fosfat direaksikan dengan asam sulfat atau asam fosfat, dimana batuan
fosfat diubah menjadi kalsium dihidrogenfosfat atau kalsium fosfat primer
{Ca(H2PO4)2} (pupuk superfosfat) yang larut dalam air.

d. Natrium Tri Poli Fosfat (STPP), Na5P3O10


Senyawa ini digunakan sebagai bahan penunjang dalam detergen, yaitu untuk
mengikat ion-ion kalsium/magnesium dari air sadah sehingga tidak mengganggu
(tidak mengendapkan) detergen. Salah satu akibat dari penggunaan senyawa fosfat
ini adalah pencemaran air karena akan menyuburkan pertumbuhan ganggang dan
eceng gondok.

E. Oksigen
Oksigen adalah unsure yang diperlukan tubuh kita untuk respirasi. Oksigen
juga diperlukan untuk proses pembakaran, misalnya pembakaran bahan bakar
dalam mesin kendaraan, pembakaran gas elpiji pada kompor, atau pembakaran
sampah.
a. Pembuatan Oksigen di Laboratorium
1. Penguraian kalium klorat (KClO3)
Jika KClO3 dipanaskan dengan PbO2 sebagai katalisis, akan terurai
membentuk KCl dan oksigen.
2 KClO3 (s) 2KCl (s) + 3O2 (g)
2. Penguraian hydrogen peroksida (H2O2)
Penguraian H2O2 menghasilkan air dan oksigen. Reaksi ini dapat
dikatalisis oleh ion Fe3+ atau Co2+.
2 H2O2 (aq) 2H2O (l) + O2 (g)
3. Elektrolisis air
Elektrolisis air, dengan bantuan elektrolit, menghasilkan hydrogen di
katode dan oksigen di anode.
2H2O (l) 2H2 (g) + O2 (g)
b.
1.
2.
3.

Penggunaan Oksigen
Digunakan untuk pernapasan semua makhluk hidup.
Dalam keadaan cair untuk bahan-bahan roket.
Untuk bantuan pernapasan, misalnya pasien di rumah sakit, pendaki

gunung, dan penyelam.


4. Digunakan dalam industri logam, pembuatan baja, dan industri kimia.
5. Untuk penanganan limbah.

DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Penerbit
Erlangga.