Anda di halaman 1dari 6

Thneedville adalah sebuah kota bertembok dimana

semuanya terbuat dari plastik, logam, dan sintesis, termasuk


pohon-pohon yang diganti dengan pohon imitasi. Udara di kota
Thneedville telah tercemar dengan berbagai polusi udara dan
sama sekali tidak memiliki pohon yang dapat menghasilkan
oksigen serta menyerap berbagai gas buangan, sehingga
masyarakat Thneedville terpaksa membeli udara yang dijual
oleh Aloysius OHare.
Ted, seorang remaja yang diam-diam menaruh hati pada
remaja yang beberapa tahun lebih tua darinya, Audrey,
kemudian memutuskan untuk mewujudkan keinginan terbesar
Audrey, yaitu dapat melihat dan memiliki pohon asli.
Nenek Norma memberitahu Ted mengenai Once-Ler Sang
Legenda, yang akan memberitahu tentang ada apa yang terjadi
dengan pohon apabila ia membawa 50 sen, sebuah paku, dan
tempurung kakek buyut siput.
Ia nekat keluar dari kota agar dapat mewujudkan
keinginan Audrey. Ia mendapati suasana di luar kota sangat
gersang dan gelap. Ia kemudian menemui Once-Ler, yang
ternyata memiliki andil besar dalam kerusakan lingkungan.
Once-Ler tidak ingin menceritakan kronologi kerusakan
lingkungan pada awalnya, namun ia setuju memberitahu Ted
jika ia akan mendengarkan cerita dalam beberapa kunjungan,
Ted menyetujui.
Selama beberapa kunjungan dengan membawa makanan
kesukaan Once-Ler yaitu Marshmallow, Once-Ler menceritakan
kisah sewaktu ia meninggalkan keluarga yang selalu
meremehkannya untuk mencari bahan yang akan ia gunakan
untuk membuat Thneed. Ia melakukan perjalanan yang sangat
lama, hingga akhirnya menemukan Hutan Pohon Truffula.

Awalnya, para hewan Bar-ba-loots merasa enggan atas


kehadirannya, namun setelah Once-Ler memberi mereka
Marshmallow, akhirnya mereka menyambutnya dengan ramah.
Once-Ler kemudian menebang satu pohon Truffula untuk
membuat mahakaryanya. Langit mendadak muncul cahaya
tepat diatas pohon yang ia telah tebang, disanalah muncul
pertama kali Lorax sang Penjaga Hutan. Lorax beberapa kali
mendesak Once-Ler meninggalkan hutan, namun ia menolak.
Akhirnya ia berjanji untuk tidak menebang pohon lagi. Mereka
memulai persahabatan sejak saat itu.
Atas
keberhasilan
penjualan
Thneed,
Once-Ler
menghubungi keluarganya untuk membuktikan bahwa ia dapat
sukses pada akhirnya. Keluarganya mendesak agar ia kembali
menebang pohon demi kelancaran bisnis, ia kemudian
mengingkari janjinya kepada Lorax. Ia kembali menebang
pohon-pohon dalam skala besar untuk meningkatkan
produksinya. Puluhan demi puluhan pohon Truffula ia tebang,
limbah-limbah pabrik mencemari sungai-sungai dan asap-asap
pabrik mencemari udara. Lorax yang tidak berdaya karena
ketamakan Once-Ler dan keluarganya menunjukkan hal yang
dapat menghentikannya, penebangan pohon terakhir.
Dengan tidak adanya peluang lebih lanjut dari bisnisnya,
ia pun ditinggalkan oleh keluarganya yang tamak akan harta.
Dengan kerusakan lingkungan akibat pabriknya, Lorax
memerintahkan hewan-hewan untuk mencari tempat tinggal
lebih baik. Sebelum ia kembali ke langit, Lorax mengukir pesan
di batu, Kecuali. Menyesal dan bangkrut, Once-Ler akhirnya
larut dalam penyesalan atas setiap tindakan yang ia lakukan
sambil merenungkan arti di balik pesan terakhir Lorax. Hingga
akhirnya ia memahaminya.
Ia lalu memberikan Ted benih pohon Truffula terakhir,
dengan harapan bahwa ia bisa menanam dan membuat orang
peduli akan pohon yang asli sekali lagi. Keinginan Ted untuk
mengesankan Audrey, berubah menjadi misi pribadi untuk
mengingatkan masyarakat kota Thneedville akan pentingnya
lingkungan alam. OHare yang merasa benih tersebut akan
melemahkan bisnisnya berusaha mencegah Ted untuk

menanam benih pohon terakhir. Dengan bantuan dari Nenek


Norma, Nyonya Wiggins, dan Audrey, akhirnya mereka sampai
di tengah kota dimana mereka akan menanam benih tersebut.
Warga kota awalnya menentang mereka atas aksinya, namun
setelah Ted memperlihatkan keadaan di luar kota yang
gersang, warga prihatin atas kerusakan lingkungan yang
terjadi,
sehingga membelok
menyerang OHare atas
keserakahannya. Benih akhirnya ditanam.
Waktu silih berganti dan tanah mulai pulih, pohon-pohon
baru tumbuh, hewan-hewan mulai bermigrasi kembali. OnceLer sangat terkejut haru ketika melihat Lorax, sahabat lamanya.

INTRINSIC
Theme

The environment

Plot

Back and Forth


(combination)

Background
Place
Time
Situation

:
:
:

Thnedville
Daylight
Excited, tensed

Viewpoint

The third person

He is extremely
protective of the Truffula trees,
thoughtful, kind, decisive.
He is greedy, crazed salesman,
but actually he is carefree, kind,
optimistic, confident, and hardworker
guy.
He is idealistic
charming boy, curious, dreamy,
secretive, caring, oomph, lover,
carefree and brave.
She is lovely, kind,
caring, humble, and fascination with
trees, she is protective and helpful
girl.
He is obviously greedy
dirtbag, money-crazy, vicious and
crafty businessman.
She is very wise person
and knows how to get out of a tough
situation, reasonably grandmother.
She is very helpful,
loving and caring mother for Ted. She
used to support Ted.
She is obviously
snobby, money-crazy, somewhat
manipulative, selfish, self-righteous,
and cruel mom for Once-Ler.
She is money-crazy, snobby,
regardless, and cruel person.
He seems to be sorta under

Character and
Characterization

The Lorax

Once-Ler

Ted

Audrey

Aloysius OHare :

Granny Norma

Mrs. Wiggins

Mom Isabella

Aunt Grizelda

Uncle Ubb

Bret and Chet

Bar-ba-loots

Messages

the control of the women in the family,


he is also greedy, and money-hungry.
They are dumb, mischievous
and violent kids.
They are actually harmless and
lovely creatures.

Keep the environment,


even the small things.
Minimize the possibility of
global warming by not
chopping down the trees
carelessly.

RETELL A
MOVIE

Name
: Nurul Fadhila
Larasati
Class
: XI IPA
Subject : English
SMA IT WAHDAH ISLAMIYAH

2014-2015