Anda di halaman 1dari 38

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA


INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KERJA PRAKTIK

Nama

: Rudy Halomoan Sinaga

NIM

: 13113010

Judul Laporan

: Peningkatan Performansi Tying Machine PT Toba


Pulp Lestari Tbk.
: 20 Juni - 20 Juli 2016

Waktu

Telah diperiksa dan disetujui oleh:

COE Department Head

Hydraulic Engeneer

I Putu Gede A. Wijaya

Gede Ardhanajaya

PT. TOBA PULP LESTARI, TBK.


PORSEA

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat melaksanakan kerja praktik di PT Toba
Pulp Lestari Tbk dan mampu menyelesaikan laporan kerja praktik dengan judul
Peningkatan Performansi Tying Machine di PT Toba Pulp Lestari Tbk dengan
baik.
Penulis dan penyusunan laporan kerja praktik ini tidak lepas dari partisipasi
dan bimbingan dari semua pihak. Untuk itu penulis tidak lupa mengucapkan
terimakasih kepada:
1. Orangtua serta keluarga yang telah memberikan dukungan dan semangat
yang tak ternilai.
2. Bapak Hotlan Sitorus selaku staff Center of Excelence PT Toba Pulp
Lestari, Tbk yang sudah membantu segala proses hingga penulis dapat
melaksakan kerja praktik.
3. Bapak Richard Manik sebagai pembimbing lapangan penulis yang
memberikan waktu, ilmu, dan nasihat yang bermanfaat kepada penulis.
4. Bapak Gede Ardhanajaya sebagai pembimbing utama penulis yang
memberikan waktu, dan ilmu yang bermanfaat kepada penulis.
5. Bapak Junaidi, Bapak Chandra dan seluruh pegawai dan operator di daerah
Workshop PT Toba Pulp Lestari Tbk yang telah memberikan waktu dan
pelajaran kepada penulis.
6. Seluruh mahasiswa Teknik Mesin ITB 2013 yang telah menjadikan penulis
pribadi seperti saat ini baik dalam hal akademik maupun non-akademik.
7. Seluruh teman-teman Himpunan Mahasiswa Mesin ITB, Rakata ITB, dan
Skor Hoki ITB yang membantu penulis membentuk karakter sebagai
teknik mesin yang baik.
8. Teman-teman seperjuangan kerja praktik di TPL yang senantiasa
membantu penulis selama menjalankan kerja praktik.
9. Semua keluarga dan sahabat yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan
dalam penulisan laporan kerja praktik ini. Untuk itu penulis penulis memohon
2

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

maaf atas segala kekurangan yang ada dan berharap kritik dan saran dari pembaca
yang dapat membangun serta membantu penulis menjadi pribadi yang bermanfaat.
Akhir kata penulis berharap agar laporan ini dapat bermanfaat untuk seluruh
pihak. Terimakasih.

Porsea, 20 Juli 2016

Rudy Halomoan Sinaga

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN............................................................................

KATA PENGANTAR.....................................................................................

DAFTAR ISI..................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................
DAFTAR TABEL...........................................................................................
ABSTRAK.....................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................
1.1. LATAR BELAKANG.............................................................................
1.2. TUJUAN.................................................................................................
1.3. RUANG LINGKUP................................................................................
1.4. METODOLOGI......................................................................................
BAB II PROFIL PERUSAHAAN...............................................................
2.1. SEJARAH PERUSAHAAN....................................................................
2.2. WILAYAH KERJA PERUSAHAAN......................................................
2.3. TPL..........................................................................................................
2.4. STRUKTUR PERUSAHAAN................................................................
2.5. LETAK GEOGRAFIS PERUSAHAAN.................................................
BAB III TEORI DASAR..............................................................................
3.1. PERUSAHAAN SECARA UMUM........................................................
3.2. TAHAPAN PROSES SECARA UMUM.................................................
3.3. HIDRAULIK...........................................................................................
3.4. HUKUM DASAR...................................................................................
3.5. JENIS KOMPONEN PADA SISTEM HIDROLIK ...............................
3.6. LAMBANG KOMPONEN PADA SISTEM HIDROLIK......................
3.7. ALAT-ALAT HIDRAULIK DI TPL.......................................................
BAB IV ANALISIS.......................................................................................
4.1. GAMBARAN UMUM TPL....................................................................
4

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

4.2. GAMBAR TYING MACHINE..............................................................


4.3. CARA PENINGKATAN PERFORMANSI............................................
4.4. ANALISIS ..............................................................................................
BAB V PENUTUP........................................................................................
5.1. KESIMPULAN.......................................................................................
5.2. SARAN...................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................
LAMPIRAN...................................................................................................

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

DAFTAR TABEL

Tabel 1

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

ABSTRAK

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Kerja praktik di Program Studi Teknik Mesin ITB merupakan kegiatan


wajib yang dilaksanakan setiap mahasiswa sebelum sidang sarjana. Kerja praktik
diperlukan untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja. Kerja
praktik akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati,
membandingkan, menganalisis, dan menerapkan ilmu yang diperoleh di
perkuliahan dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Melalui kerja praktik
mahasiswa juga dapat memahami bagaimana ilmu yang didapat di perkuliahan
diaplikasikan di industri dan mampu menganalisa keadaan untuk mencari
alternatif solusi. Dengan melakukan kerja praktik mahasiswa dapat melihat dan
mempelajari hal-hal yang tidak didapat di bangku kuliah, seperti etika,
kemampuan berkomunikasi, dan kerjasama tim.
PT Toba Pulp Lestari Tbk adalah perusahaan penghasil pulp yang berada
di daerah Toba Samosir. Pulp yang diproduksi menggunakan kayu Eucalyptus
sebagai bahan bakunya. Proses produksi di PT Toba Pulp Lestari Tbk, dilakukan
secara berkesinambungan dari proses yang satu dilanjutkan ke proses selanjutnya.
Sebagian besar dari proses pembuatan pulp ini menggukan prinsip hidrolik.
Dewasa ini sistem hidrolik banyak digunakan dalam berbagai macam
industri makanan, industri minuman, industri permesinan, industri otomatif, serta
industri pembuatan robot. Sehingga pengetahuan tentang komponen dari sistem
hidrolik sangat penting dalam semua cabang industrial. Begitu juga dengan
mesin-mesin yang digunakan pada proses pembuatan pulp di PT Toba Pulp
Lestari Tbk sebagian besar menggunakan sistem hidrolik untuk bekerja. Contoh
mesin yang menggunakan sistem hidrolik, yaitu:
Unitizer

Ball Stacker
1

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Tying Machine

Enfolder

Ball Press

Cutter Layboy

Press Section

Chipper ada 4 unit

Ball Press

Top Cover Digester

Chip Stocker

Slasher

Invite Chain

Sliding Gate

Outfeed Chain

Chipper Brake ada 2 unit

Dengan demikian, sesuai dengan kondisi seperti ini yang harus kita
ketahui bukan hanya mengenai pemakaian sistem hidrolik itu sendiri, melainkan
bagaimana cara membuat gambar skematik dari sistem hidrolik, agar dapat
mempermudah proses troubleshooting jika terjadi suatu permasalahan terhadap
suatu sistem hidrolik.
Dalam proses produksinya, Tying Machine menggunakan kawat untuk
mengikat bale kraft yang sudah dibungkus agar tidak terpisah dengan yang lain,
dan dapat dipindahkan ketika suatu bale kraft dinyatakan rejected. Dalam kerja
praktik ini penulis akan mencari diameter kawat yang optimum agar menghemat
ongkos produksi dan masih sesuai untuk digunakan sesuai fungsinya.
1.2. TUJUAN
1.2.1 Tujuan Kerja Praktik
a. Memperoleh gambaran nyata tentang penerapan ilmu yang didapat di
perkuliahan di lapangan kerja sebenarnya.
b. Memberikan wawasan dan pengalaman di lapangan kerja yang berhubungan
langsung dengan bidang teknik mesin.
c. Melatih mahasiswa berpikir secara sistematis dalam menghadapi suatu masalah
yang ada di lapangan.
d. Mengenal lebih jauh organisasi dan sistem kerja di PT Toba Pulp Lestari Tbk.

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

1.2.1 Tujuan Penulisan Laporan


a. Pembuatan diagram skematik Tying Machine dengan software i-Design
b. Menentukan diameter yang sesuai pada Tying Machine untuk menghemat
ongkos produksi.
1.3. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pembahasan pada laporan kerja praktik ini adalah:
1. Pengenalan profil dan gambaran umum PT Toba Pulp Lestari Tbk.
2. Studi pustaka mengenai hydraulic sistem
3. Pembuatan diagram skematik Tying Machine dengan menggunakan i-Design
4. Analisis peningkatan performa dari Tying Machine
1.4. METODOLOGI
Dalam penyusunan laporan ini dibutuhkan proses kerja praktik yang baik
serta data-data akurat yang akan digunakan dalam laporan kerja praktik ini. Untuk
memperoleh data-data yang akan digunakan dalam laporan ini maka dilakukan
metode-metode sebagai berikut:
a. Orientasi Lapangan
Pengenalan profil dan sistem kerja di PT Toba Pulp Lestari Tbk khususnya di
bagian Workshop Hidrolik.
b. Metode Survei
Melakukan pengamatan dan analisis masalah yang dihadapi secara langsung di
lapangan yang kemudian diolah dalam bentuk tulisan di laporan.

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

c. Metode Wawancara
Melakukan wawancara langsung kepada orang-orang di lapangan dan yang
berhubungan langsung dengan proses kerja praktik untuk mendapatkan
keterangan dan penjelasan yang lebih rinci.
d. Metode Literatur
Literatur yaitu mencari dan mengumpulkan data dengan mengutip buku-buku
pengetahuan yang berhubungan dengan topik yang dibahas.

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1. Visi dan Misi Perusahaan

Visi :
Menjadi salah satu pabrik Pulp Eucalyptus yang dikelola dengan terbaik, menjadi
supplier yang disukai oleh pelanggan kami dan pemilik perusahaan yang disukai
para karyawan.

Misi :
1. Menghasilkan pertumbuhan yang berkesinambungan.
2. Produser dengan biaya yang efektif.
3. Memaksimalkan keuntungan untuk pemangku kepentingan dan memberikan
kontribusi kepada pengembangan sosial ekonomi masyarakat sekitar dan regional.
4. Menciptakan nilai melalui teknologi modern, pengetahuan industri dan sumber
daya manusia.

2.2. Sejarah Perusahaan

PT Toba Pulp Lestari Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka UndangUndang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968. Undang-Undang No.
5

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 329 tanggal 26 April 1983 dari Misahardi
Wilamarta, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat
persetujuan

dari

Menteri

Kehakiman

Republik

Indonesia

dalam

surat

keputusannya No. C2-5130.HT01-01 TH.83 tanggal 26 Juli 1983, serta


diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 4 Desember
1984, Tambahan No 1176.
Status Perusahaan selanjutnya berubah menjadi Penanaman Modal Asing
dan telah mendapat persetujuan dengan Surat Pemberitahuan Tentang Keputusan
Presiden RI No. 07/V/1990 tanggal 11 Mei 1990 dari Ketua Badan Koordinasi
Penanaman Modal.
Sehubungan dengan perubahan status tersebut diatas, Anggaran Dasar Perusahaan
telah diubah dengan akta No. 113 tanggal 12 Mei 1990 dari Rachmat Santoso,
SH., notaris di Jakarta. Disamping itu, nilai nominal saham Perusahaan juga
diubah dari Rp 500 ribu per lembar menjadi Rp 1 ribu per lembar. Perubahan
tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam surat keputusannya No. C2-2652.HT. 01.04.TH.90 tanggal 20 Mei 1990.
Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan mengenai perubahan nama
perusahaan dari PT Inti Indorayon Utama Tbk menjadi PT Toba Pulp Lestari Tbk
dan penurunan modal dasar dari Rp 2.000.000.000 menjadi Rp 1.688.307.072
dicatat dalam akta No. 61 tanggal 20 Pebruari 2001 dari Linda Herawati, SH.,
notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. C-06519.HT.01.04.TH.2001
tanggal 23 Agustus 2001. Dan perubahan anggaran dasar perusahaan berdasarkan
akta No. 61 tanggal 18 Juli 2003 dari Linda Herawati, SH, notaris di Jakarta,
mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
Perubahan tersebut kemudian telah diterima dan dicatat oleh Kementerian
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Laporan
Penerimaan

Akta

Perubahan

Anggaran

Dasar

Perusahaan

No.

C-

21113.HT.01.04.TH.2003 tanggal 5 September 2003.


Berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa pada
tanggal 27 Juni 2008 dengan akta nomor 45 tanggal 14 Juli 2008 pada notaris
6

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Linda Herawati SH., seluruh anggaran dasar telah mengalami perubahan guna
menyesuaikan dengan undang-undang nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas Peraturan Nomor IX.J.1 Lampiran Keputusan Bapepam LK dan
Lembaga Keuangan Nomor Kep-178/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008. Perubahan
tersebut kemudian telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU50872.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 21 Oktober 2009.
Perusahaan berdomisili di Medan, Sumatera Utara, dengan pabrik
berlokasi di Desa Sosor Ladang, Pangombusan, Kecamatan Parmaksian,
Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Kantor terdaftar Perusahaan beralamat
di Uniplaza, East Tower, Lantai 7, Jl. Letjen. Haryono MT No. A-1, Medan.
Kegiatan Utama Perusahaan adalah mendirikan dan menjalankan industri
bubur kertas (pulp) dan serat rayon (viscose rayon), mendirikan, menjalankan, dan
mengadakan pembangunan hutan tanaman industri dan industri lainnya untuk
mendukung bahan baku dari industri tersebut, serta mendirikan dan memproduksi
semua macam barang yang terbuat dari bahan-bahan tersebut, serta memasarkan
hasil-hasil industri tersebut. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada
tanggal 1 April 1989. Saat ini Perusahaan hanya memproduksi bubur kertas (pulp)
dan hasil produksi Perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negeri.

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2.3. Riwayat Ringkasan Profil Perusahaan

PT Toba Pulp Lestari Tbk adalah industri di bidang produksi pulp untuk
bahan baku kertas dan bahan baku serat rayon. Pabrik ini merupakan salah satu
industri strategis penghasil devisa diantara 5.935 unit pabrik sejenis yang terdapat
di dunia dengan kapasitas produksi terpasang 210.459.000 Ton pulp per tahun.
Dari jumlah tersebut diatas 5.258 unit terdapat di Asia.
Lokasi pabrik terletak di Desa Sosorladang, Kecamatan Parmaksian,
Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara ini berstatus Penanaman Modal Asing
(PMA) yang dioperasikan berdasarkan surat keputusan bersama Menteri Negara
Riset dan Teknologi/ Ketua BPPT dan Menteri Negara Kependudukan dan
Lingkungan Hidup No.SK/681/M/BPPT/XI/1986 tertanggal 13 November 1986
berdasarkan surat keputusan Menteri Investasi/Ketua Badan Koordinasi
Penanaman Modal No.07/V/1990, status perusahaan ini telah berubah dari
penanaman modal dalam negeri (PMDN) menjadi Penanaman Modal Asing
(PMA). Saham perusahaan ini telah dijual di Bursa Saham Jakarta dan Surabaya
sejak 1992 dan di New York Stock Exchange (NYSE). Kegiatan produksi pulp
secara komersial dimulai 1989, dimana produksi sekitar 70% diekspor ke manca
negara, sisanya untuk kebutuhan pasar domestic. Kapasitas produksi terpasang
pabrik adalah 240.000 ton pulp/tahun atau 180.000 ton pulp / tahun.
Dalam upaya mendukung kegiatan produksi, PT Toba Pulp Lestari Tbk
mendapat Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman
(IUPHHKHT) yang didasari SK Menteri Kehutanan SK-58/Menhut-11/2011
tertanggal 28 Februari 2011 tentang pemberian Hak Pengusahaan Hutan Tanaman
Industri kepada Perusahaan dengan luas 188.055 ha.
Konsensi hutan kayu terbesar pada beberapa sector hutan yaitu Aek Nauli,
Habinsaran, Sarulla, Aek Raja, Tele, dan Padang Sidempuan yang termasuk dalam
delapan Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

PT Toba Pulp Lestari Tbk adalah industri penghasil pulp atau lazim
disebut bubur kertas. Produksinya dipasarkan di pasar dalam negeri dan luar
negeri (ekspor). Kapasitas izinnya 165 ribu ton/tahun dengan toleransi 30%.
Produksi tahunan terakhir (2012) mencapai 178.676 ton.

2.4. Struktur Organisasi Dan Manajemen PT Toba Pulp Lestari Tbk

PT Toba Pulp Lestari Tbk menganut bentuk organisasi garis dan staff (staff
and line organization). Kekuasaan dan wewenang tertinggi terletak pada dewan
komisaris yang terdiri dari seorang presiden dan 4 orang komisaris. Dewan
komisari adalah pemegang saham atau wakil-wakilnya yang mempunyai
wewenang yang mengangkat dan memberhentikan direktur dalam mengawasi
seluruh kegiatan dan pelaksanaan tugas, meminta laporan pertanggungjawaban
secara periodik serta memberi saran dan nasihat kepada direktur ( Propectus of PT
Toba Pulp Lestari Tbk ).
Dalam menjalankan tugas sehari-hari, direksi yang merupakan badan
eksekutif terdiri dari seorang presiden dan 3 orang direktur. Perusahaan ini secara
umum terdiri dari 6 bagian operasional/supporting.
Keenam bagian operasional ini adalah

Bagian Pemasaran (Marketing Departement)


Departemen Pemasaran bertanggungjawab terhadap pemasaran dan
pendistribusian Pulp di dalam dan diluar negeri.
Bagian Pabrik (Mill Departement)
Departemen Pabrik bertugas untuk mengatur semua kegiatan yang
berhubungan dengan operasi pabrik baik proses maupun teknik.
Departemen ini bertanggungjawab atas kelancaran produksi, mutu,
dan jumlah produk yang dihasilkan.

Bagian Kehutanan (Forestry Departement)


9

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Departemen Kehutanan bertanggungjawab terhadap kebutuhan


bahan baku untuk pulp, yaitu bahan kayu-layu yang memiliki nilai
selulosa yang tinggi seperti Akasia dan Eukaliptus. Departemen ini
terdiri dari 8 divisi yaitu penggangkutan, pemilihan, dan
pemotongan

kayu,

pembuatan

jalan,

bengkel,

penanaman,

pembibitan, dan pelatihan.


Bagian Material dan Perbengkelan ( Material and Product
Departement)
Departemen Material dan

Perbengkelan bertanggungjawab

terhadap bahan-bahan pembantu, dan alat-alat proses produksi.


Bagian Personalia dan Administrasi (Administration and Personel

Departement)
Bagian Keuangan (Financial Controller Departement).

Gambar 1 BOC/BOD PT Toba Pulp Lestari Tbk

10

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2.5. Lokasi PT Toba Pulp Lestari Tbk

PT. Toba Pulp Lestari Tbk merupakan salah satu perusahaan pulp di
Indonesia yang cukup dikenal di Indonesia sendiri hingga mancanegara. Dimana
hal ini dikarenakan sebagian besar (sekitar 70%) pulp yang diproduksi PT Toba
Pulp Lestari Tbk diekspor ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Jepang,
Cina, Thailand, dan negara lainnya sesuai dengan sistem pesanan tiap-tiap negara,
dan tentunya sisanya sebesar 30% digunakan di Indonesia untuk bahan baku
pembuatan kertas/buku anak-anak Indonesia.
PT Toba Pulp Lestari Tbk merupakan pabrik pembuatan kertas yang
berbentuk kraft yang berlokasi di Desa Sosorladang, Kecamatan Parmaksian,
Kabupaten Toba Samosir dan memiliki kantor perwakilan di Medan yang terletak
di Gedung Uniland Plaza Medan dan di Jakarta di Gedung BNI Lt.10, Jalan
Jendral Sudirman, Jakarta Selatan.
Area perusahaan dari PT Toba Pulp Lestari Tbk terdiri dari 2 bagian, yaitu
Forest Section dan Mill Section. Forest Section meliputi 4 kabupaten yaitu
Kabupaten Simalungun, Toba Samosir, Dairi, dan Tapanuli Utara. Sedangkan
untuk Mill Section terletak di Desa Sosorladang yang berjarak kurang lebih 220
km dari Kota Medan. Pabrik ini dibangun diatas tanah seluas kurang lebih 200 ha,
termasuk perumahan karyawan dan nursery seluas 10 ha. Disekitar kawasan
pabrik terdapat aliran Sungai Asahan yang airnya dimanfaatkan perusahaan untuk
keperluan pabrik dan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar.
Kemampuan PT Toba Pulp Lestari Tbk mencapai taraf kesuksesan hingga
Go International dikarenakan posisi perusahaan yang strategis di Pulau Sumatera,
Indonesia. Dasar-dasar pemilihan lokasi pabrik adalah sebagai berikut:
1. Porsea merupakan wilayah kawasan yang strategis dalam pengolahan
pulp.

11

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2. Pulau sumatera masih memiliki lahan yang luas untuk menghasilkan


bahan baku pulp (kayu berselulosa yang tinggi) untuk dijadikan lahan
forestry pribadi bagi PT Toba Pulp Lestari Tbk .
3. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kantor pusat (Head Office) sehingga
memudahkan koordinasi pemasaran yang baik, secara internal maupun
eksternal, karena posisi yang dekat dengan laut yang memudahkan
transportasi produk serta dapat memanfaatkan air laut dalam sistem
utilitas.

Gambar 2 Peta Lokasi PT Toba Pulp Lestari Tbk

12

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

BAB III
TEORI DASAR

3.1. TAHAPAN PROSES PEMBUATAN PULP SECARA UMUM

Gambar 3 Tahapan Proses Pembuatan Pulp


3.2. HIDROLIK
Sistem hidrolik merupakan suatu bentuk perubahan atau pemindahan daya
dengan menggunakan media penghantar berupa fluida cair untuk memperoleh
daya yang lebih besar dari daya awal yang dikeluarkan. Dimana fluida penghantar
ini dinaikkan tekanannya oleh pompa pembangkit tekanan yang kemudian
diteruskan ke silinder kerja melalui pipa-pipa saluran dan katup-katup. Gerakan

13

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

translasi batang piston dari silinder kerja yang diakibatkan oleh tekanan fluida
pada ruang silinder dimanfaatkan untuk gerak maju dan mundur.

Hukum Dasar Pada Hidrolik

Hukum Pascal

Prinsip dasar system hidrolik berasal dari hokum pascal, dimana tekanan dalam
fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1. Tekanan bekerja tegak lurus terhadap permukaan bidang.
2. Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah.
3. Tekanan yang diberikan kesebagian fluida dalam tempat tertutup,
merambat secara seragam ke bagian lain fluida.
Hukum pascal jika dalam matematis dibuat dalam rumus:
Force
Pressure=
Area

Tekanan dalam sistem hidrolik berasal dari resistensi terhadap aliran.

3.3. JENIS KOMPONEN PADA SISTEM HIDROLIK


Sistem hidrolik ini didukung oleh 3 unit komponen utama, yaitu:
1. Unit Tenaga, berfungsi sebagai sumber tenaga dengan liquid/minyak hidrolik.
Pada sistem ini, unit tenaga terdiri atas:
Penggerak mula yang berupa motor listrik atau motor bakar
Pompa hidrolik, putaran dari poros penggerak mula memutar pompa hidrolik
sehingga pompa hidrolik bekerja
Tangki hidrolik, berfungsi sebagai wadah atau penampang cairan hidrolik
Kelengkapan (accessories), seperti : pressure gauge, gelas penduga,
coupling.
2. Unit Penggerak (Actuator), berfungsi untuk mengubah tenaga fluida menjadi
tenaga mekanik
14

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Hidrolik actuator dapat dibedakan menjadi dua macam yakni:


Penggerak lurus (linier Actuator) : silinder hidrolik
Penggerak putar : motor hidrolik, rotary actuator
3. Unit Pengatur, berfungsi sebagai pengatur gerak sistem hidrolik.
Unit ini biasanya diwujudkan dalam bentuk katup atau valve yang macammacamnya akan dibahas berikut ini.
3.1 Katup Pengarah (Directional Control Valve = DCV )
Katup (Valve) adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk
melepas, menghentikan atau mengarahkan fluida yang melalui katup tersebut.
Contoh jenis katup pengarah : Katup 4/3 Penggerak lever, Katup pengarah dengan
piring putar, katup dengan pegas bias.
3.2 Macam-macam Katup Pengarah Khusus
1) Check Valve adalah katup satu arah, berfungsi sebagai pengarah aliran dan juga
sebagai pressure control (pengontrol tekanan)
2) Pilot Operated Check Valve, Katup ini dirancang untuk aliran cairan hidrolik
yang dapat mengalir bebas pada satu arah dan menutup pada arah lawannya,
kecuali ada tekanan cairan yang dapat membukanya.
3) Katup Pengatur Tekanan, Tekanan cairan hidrolik diatur untuk berbagai tujuan
misalnya untuk membatasi tekanan operasional dalam sistem hidrolik, untuk
mengatur tekanan agar penggerak hidrolik dapat bekerja secara berurutan, untuk
mengurangi tekanan yang mengalir dalam saluran tertentu menjadi kecil.

15

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Macam-macam Katup pengatur tekanan adalah:


a. Relief Valve, digunakan untuk mengatur tekanan yang bekerja pada sistem dan
juga mencegah terjadinya beban lebih atau tekanan yang melebihi kemampuan
rangkaian hidrolik.
b. Sequence Valve, berfungsi untuk mengatur tekanan untuk mengurutkan
pekerjaan yaitu menggerakkan silinder hidrolik yang satu kemudian baru yang
lain.
c. Pressure reducing valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan fluida yang
mengalir pada saluran kerja karena penggerak yang akan menerimanya didesain
dengan tekanan yang lebih rendah.
4) Flow Control Valve, katup ini digunakan untuk mengatur volume aliran yang
berarti mengatur kecepatan gerak actuator (piston).
Fungsi katup ini adalah sebagai berikut:
Untuk membatasi kecepatan maksimum gerakan piston atau motor hidrolik
Untuk membatasi daya yang bekerja pada sistem
Untuk menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang-cabang rangkaian.
Macam-macam dari Flow Control Valve :
Fixed flow control yaitu: apabila pengaturan aliran tidak dapat berubah-ubah
yaitu melalui fixed orifice.
Variable flow control yaitu apabila pengaturan aliran dapat berubah-ubah sesuai
dengan keperluan
Flow control yang dilengkapi dengan check valve
Flow control yang dilengkapi dengan relief valve guna menyeimbangkan tekanan

16

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

3.3.1. POMPA
Pompa adalah suatu alat untuk menggerakan/memindahkan fluida dari suatu
tempat ke tempat yang lain. Pompa hidrolik berfungsi untuk mensupply fluida
hidrolik pada tekanan tertentu kepada sistem hidrolik. Pompa ini digerakkan oleh
motor listrik atau sebuah mesin yang dihubungkan dengan sebuah sistem kopling.
Sistem kopling yang digunakan dapat berupa belt, roda gigi, atau juga sistem
flexible elastomeric.

Axial piston pump.


Satu jenis pompa hidrolik yang menarik adalah axial piston pump. Pompa ini
dapat berjenisswashplate atau juga checkball. Jenis pompa ini didesain untuk
dapat belerja pada displacementyang bervariasi, sehingga dapat
menghasilkan aliran dan tekanan fluida hidrolik yang bervariasi sesuai
dengan kebutuhan. Jenis yang paling banyak digunakan adalah swashplate
pump. Pompa ini dapat kita ubah sudut swashplate-nya untuk menghasilkan
langkah piston yang bervariasi tiap putaran. Jika sudut semakina besar, akan
menghasilkan debit aliran yang besar dengan besar tekanan yang lebih kecil,
dan begitu pula sebaliknya.

Gambar 4 Swashplate Hydraulic Pump


17

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Radial Piston Pump: digunakan untuk menghasilkan tekanan fluida


hidrolik yang tinggi dengan debit aliran yang rendah.

Gambar 5 Prinsip Radial Piston Pump


Pompa piston memang memiliki harga yang lebih mahal jika dibandingkan
dengan pompa gear atauvane. Akan tetapi pada pengoperasian tekanan tinggi
memiliki ketahanan yang jauh lebih lama jika dibandingkan jenis pompa yang
lain.

18

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

3.3.2. DIRECTIONAL CONTROL VALVE


Directional Control Valve (DCV) digunakan untuk mengarahkan oli menuju
sirkuit yang berbeda pada sistem hidrolik.

Gambar 6 Jenis-jenis DCV


3.3.3. CHECK VALVE
Check valve adalah alat yang digunakan untuk membuat aliran fluida
hanya mengalir ke satu arah saja atau agar tidak terjadi reversed flow/back flow.
Untuk mengalirkan fluida hanya ke satu arah dan mencegah aliran ke arah
sebaliknya. Karena fungsinya yang dapat mencegah aliran balik (backflow )
Check Valve sering digunakan sebagai pengaman dari sebuah equipment dalam
sistem perpipaan.
3.3.4. REDUCING VALVE
Salah satu jenis valve lain adalah pressure reducing valve (PRV). Valve
ini berfungsi untuk menurunkan tekanan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Perbedaan tekanan yang terjadi diakibatkan oleh jarak, ketinggian, topografi dan

19

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

sebagainya. Cara kerja PRV hanya berdasar aliran air untuk mengatur sistem buka
tutup membran yang terbuat dari bahan khusus sejenis karet.
Fungsi utama dari jenis ini adalah untuk menjaga agar tekanan dalam
sistem perpipaan selalu konstan, cara kerjanya yakni dengan menurunkan tekanan
dari sumber yang memiliki tekanan lebih tinggi.

3.3.5. RELIEF VALVE


Relief valve yang juga biasa disebut By passValve adalah salah satu
jenis valve yang berfungsi untuk mengontrol atau membatasi tekanan dengan cara
mengarahkan /mengalihkan aliran kedalam jalur tambahan yang jauh dari jalur
aliran utama.
Batas tekanan yang bekerja pada Valve ini dapat diatur sesuai keinginan di
sesuaikan dengan kebutuhan tekanan kerja pada jalur /instalasi output selanjutnya.
Cara kerja dari Relief Valve adalah : jika tekanan yang memasuki input
Valve melebihi batas tekanan yang telah disesuaikan dalam Valve tersebut
maka valve akan membuka paksa jalur alternative / pilihan / jalur buang untuk
mengalihkan tekanan tersebut.
3.3.6. CYLINDER
Cylinder hydraulic adalah bagian yang cukup penting dari sistem hydraulic.
Pada dasarnya terdapat bagian penting yaitu cylinder hydraulic . pada dasarnya
terdapat bagian penting yaitu:

cylinder tube
piston &rod piston
head cylinder
bracket
seal package

3.3.7. MOTOR HYDRAULIC


20

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Motor hidrolik adalah sebuah aktuator mekanik yang mengkonversi aliran dan
tekanan hidrolik menjadi torsi atau tenaga putaran. Alat ini menjadi satu bagian
dari sebuah sistem hidrolik selain silinder hidrolik. Motor hidrolik berkebalikan
fungsi dengan pompa hidrolik. Jika pompa hidrolik berfungsi untuk menghasilkan
tekanan dan aliran tertentu pada suatu sistem hidrolik, maka motor hidrolik
bertugas mengkonversi kembali tekanan hidrolik menjadi tenaga putar. Motor
hidrolik dapat berkerja pada dua arah putaran motor sesuai dengan kebutuhan
penggunaan.

Axial Plunger Hydraulic Motor

Motor hidrolik jenis ini menggunakan beberapa buah piston yang terpasang secara
aksial mengelilingi poros motor. Pada ujung yang satu terdapat plat yang miring
sehingga membuat piston memiliki ruang yang bervariasi pada saat berputar.
Fluida hidrolik masuk melalui sisi inlet yang berada pada piston dengan volume
ruangan kecil, dan tekanan pada fluida serta plat miring pada motor menghasilkan
energi putar pada poros.

Gambar 7 Axial Plunger Hydraulic Motor

21

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Radial Piston Hydraulic Motor

Gambar 8 Radial Piston Hydraulic Motor


Motor hidrolik tipe ini menghasilkan torsi besar. Tersusun atas beberapa piston
yang terpasang secara radial (tegak lurus terhadap sumbu putar) dan didesain
memiliki ruang piston yang bervariasi saat berputar. Motor hidrolik jenis ini selain
menghasilkan torsi yang besar, juga menghasilkan power besar, dan torsi yang
relatif konstan.

3.3.8. SAFETY VALVE


Apa itu PSV? PSV (Pressure Safety Valve) adalah sebuah valve yang akan bekerja
ketika terjadi overpressure. Safety valve merupakan valve yang sangat berbeda
dari valve lainnya. safety valve di gunakan untuk mempertahankan tekanan yang
akan di distribusikan kejarinan pipa/selang agar tidak melebihi kemampuan
tekanan yang di harapkan oleh enginerring pump.
Cara kerja safety valve unik karena didisain khusus untuk melepaskan tekanan
berlebih yang ada di equipment dan sistem perpipaan pada jaringan hydrant. Hal
ini untuk mencegah kerusakan pada equipment, dan lebih penting lagi untuk
menghindari kecelakaan pada para pekerja. Karena tekanan atau temperatur yang
diterima oleh safety valve ketika melebihi batas yang telah yang telah ditetapkan,
maka valve ini akan melepaskan kenaikan tekanan sebelum menjadi tekanan lebih
ekstrim.
22

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

3.6. SIMBOL KOMPONEN PADA SISTEM HIDROLIK

1. Pompa Hidrolik

Gambar 9 Simbol Pompa Hidrolik dengan Penggerak Motor


2. Valve Kontrol

Pressure Relief Valves


Valve ini berfungsi untuk membuang fluida hidrolik ke tangki
penyimpan fluida, apabila tekanan fluida lebih tinggi daripada nilai
yang ditentukan.

Gambar 10 Simbol dan Skema Pressure Relief Valves

Check Valve: berfungsi untuk mengatur arah aliran fluida hidrolik


agar searah dan tidak ada aliran yang terbalik
23

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Gambar 11 Simbol dan Skema Check Valve

Gambar 12 Simbol Pressure Reducing Valve

24

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Gambar 13 Simbol Komponen Skematik Hidrolik (i)

25

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Gambar 14 Simbol Komponen Skematik Hidrolik (ii)

Gambar 15 Simbol Garis

26

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Gambar 16 Simbol Pompa

Gambar 17 SImbol Silinder

27

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

DAFTAR PUSTAKA

Doddnnavar, Ravi. Practical Hydraulic Systems.Elsevier Science & Technology


Books. March 2005.
A.Parr, Andrew. Hydraulic and Pneumatics. Elsevier Science & Technology
Books. March 1999.
Visi/Misi PT Toba Pulp Lestari Tbk . Diakses Juli 2016.
http://www.tobapulp.com/ina/profil/visi-misi
Sejarah Perusahaan PT Toba Pulp Lestari Tbk . Diakses Juli 2016.
http://www.tobapulp.com/ina/profil/sejarah
Produk PT Toba Pulp Lestari Tbk . Diakses Juli 2016.
http://www.tobapulp.com/ina/profil/produk
Sistem Hidrolik. Diakses Juli 2016.
http://medukasi.kemdikbud.go.id/online/2008/sistemhidrolik/materi01c.html
Komponen Sistem Hidrolik. Diakses Juli 2016.
https://www.scribd.com/doc/59676462/Bab-6-Komponen-Sistem-Hidrolik
Motor Hidrolik. Diakses Juli 2016.
http://artikel-teknologi.com/prinsip-kerja-motor-hidrolik-macam-macam/
Safety Valve. Diakses Juli 2016.
http://www.bromindo.com/cara-kerja-safety-valve/
Data Sifat Material. Diakses Juli 2016.
http://www.shanxibroadwire.com/index.php?
p=yproducts_show&lanmu=15&id=122
28

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Komponen Sistem Hidrolik. Diakses Juli 2016.


http://artikel-teknologi.com/komponen-sistem-hidrolik/
Vickers.Industrial Hydraulics Manual.VICKERS.
Krishnan, Gopala.Hydraulic Directional Control Valves. PT. Inti Indorayon
Utama. Mei 2015.
Hydraulic Schematic Symbols
http://www.me.ua.edu/me360/fall05/Misc/Hydraulic%20Schematic
%20Symbols.pdf

29

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

LAMPIRAN

Lampiran A Screenshot Pemodelan Tying Machine dengan LVVL

30