Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum KI3121

ANALISIS SPEKTROMETRI
Percobaan 04
PENENTUAN KEKERUHAN AIR SECARA TURBIDIMETRI

Nama

: Aviv Sigit Cahyono

Nim

: 10513035

Kelompo

: III

Tanggal Percobaan

: 12 November 2015

Tanggal Pengumpulan

: 19 November 2015

Asisten

: Fulki

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK


PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015

I.

II.

Tujuan
Menentukan kekeruhan air secara turbidimetri menggunakan metode kurva kalibrasi,
metode penambahan standar, dan metode standar ganda

Teori Dasar
Turbidimetri adalah pengukuran konsentrasi partikulat dalam suatu suspensi. Metoda
ini didasarkan pada hamburan elastis cahaya oleh partikel. Turbidimetri mengukur
penurunan intensitas cahaya diteruskan karena adanya hamburan. Jika suatu zat berada
dalam larutan, maka untuk dapat ditentukan dengan cara turbidimetri, zat tersebut harus
disuspensikan terlebih dahulu, dengan cara mereaksikannya dengan suatu zat pengendap.
Nefelometri merupakan metoda yang mirip dengan turbidimetri. Keduanya samasama nenentukan tingkat kekeruhan dari suatu suspensi. Namun, ada perbedaan dari
kedua metoda ini, diantaranya detektor pada turbidimetri dibuat sejajar dengan sumber
radiasi, sehingga detektor mengukur pengurangan intensitas sinar yang diteruskan akibat
terjadinya hamburan oleh partikel. Sedangkan pada nefelometri, detektor berada 90 dari
sumber radiasi. Pada nefelometri yang dibaca oleh detektor adalah intensitas sinar yang
dihamburkan oleh partikel. Selain itu pada turbidimetri yang diukur adalah nilai
absorbansi dari partikel dan pada nefelometri yang diukur adalah fluoresensi. Sehingga
pada turbidimetri dapat digunakan alat spektrofotometri UV/Vis dan pada nefelometri
lebih cocok dengan alat spektrofluorometri.
Prinsip yang digunakan oleh metoda turbidimetri sama dengan prinsip serapan atom.
Dengan adanya hamburan cahaya, maka terdapat faktor yang mempengaruhi intensitas
cahaya seperti bentuk partikel penghambur, ukuran partikel, panjang gelombang cahaya
serta konsentrasi partikel penghambur. Namun dengan asumsi partikel homogen, maka
dalam turbidimetri akan mengikuti persamaan berikut.
I
log =k . b .C
I0
Dengan I adalah intensitas cahaya yang diteruskan, I0 adalah intensitas cahaya datang,
k adalah konstanta turbiditas, b adalah panjang jalan sinar, dan C adalah konsentrasi
partikel penghambur. Pengukuran dalam turbidimetri akan menyerupai pengukuran
absorbansi dengan hukum Lambert-Beer, dengan turbidans (S) menggantikan absorbans
(A).
III.Data Pengamatan
maks = 500 nm
C std = 400 NTU
Konsentrasi Turbidans sampel 2 berdasarkan literatur = 76 NTU
a. Metode 1 (Metode Kurva Kalibrasi)
Konsentrasi Larutan
Standar (NTU)
40

%T

Turbidans (S)

59,8

0,223299

60
80
100
120
Sampel

44
32,8
20,4
14,4
39,2

0,356547
0,484126
0,69037
0,841638
0,406714

b. Metode 2 (Metode Standar Tunggal)


Volume standar (mL)
1
2
3
4

%T
23
12,8
5,8
1,4

Turbidans (S)
0,638272
0,89279
1,236572
1,853872

S'
0,702099
1,071348
1,607544
2,595421

c. Metode 3 (Metode Standar Ganda)


Volume standar (mL)
0
2,5
4
5
7,5
IV.

%T
68,6
39,8
26,2
19,2
6,4

Turbidans (S)
0,163676
0,400117
0,581699
0,716699
1,19382

Pengolahan Data
a.

Metode 1 (Metode Kurva Kalibrasi)


0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
Turbidans (S) 0.4
0.3
0.2
0.1
0
20

f(x) = 0.01x - 0.11


R = 0.99

40

60

80

100

120

konsentrasi standar (NTU)

Gambar 1. Kurva Kalibrasi Metode 1

140

Berdasarkan kurva kalibrasi diatas, diperoleh persamaan garis sebagai berikut :


y = 0,0079x 0,109
dimana: y = Turbidans (S)
x = Konsentrasi standar (NTU)
Dari persamaan garis tersebut, konsentrasi sampel dapat ditentukan, yakni:
y = 0,0079x 0,109
0,406714 = 0,0079x 0,109
x =

0,406714+0,109
0,0079

= 65,2802 NTU.

Jadi, konsentrasi sampel adalah 65,2802 NTU.


% Galat

|Konsentrasi sampel literaturkonsentrasi sampel percobaan|


Konsentrasi sampel literatur

100%
=

|76 NTU 65,2802 NTU |

x 100%

76 NTU

= 14,105 %.
b. Metode 2 (Metode Standar Tunggal)
Dengan mengalurkan turbidans terkoreksi terhadap volume penambahan, akan
didapatkan kurva sebagai berikut:
3
2.5
2

f(x) = 0.62x - 0.06


R = 0.95

Turbidans Terkoreksi (S') 1.5


1
0.5
0
0

Volume stamdar (ml)

Gambar 2. Kurva Kalibrasi Metode 2


Berdasarkan kurva kalibrasi diatas, diperoleh persamaan garis sebagai berikut :
y = 0,6216x - 0,0599
dimana: y = ax + b
a = 0,6216 dan b = - 0,0599
Dari data ini konsentrasi sampel dapat dihitung menggunakan persamaan :
b =

a x C sampel x V awal
C standar
b x C standar
a x V awal

C sampel =

0,0599 x 400
0,6216 x 10

= -3,854 NTU.
Jadi, konsentrasi sampel adalah -3,854 NTU.
% Galat

|Konsentrasi sampel literaturkonsentrasi sampel percobaan|


Konsentrasi sampel literatur

100%
=

|76 NTU (3,854) NTU|


76 NTU

= 105,071 %.
c. Metode 3 (Metode Standar Ganda)

x 100%

1.4
1.2
1 f(x) = 0.14x + 0.1
R = 0.97
0.8
Turbidans (S)

0.6
0.4
0.2
0
0

volume standar (ml)

Gambar 3. Kurva Kalibrasi Metode 3


Berdasarkan kurva kalibrasi diatas, diperoleh persamaan garis sebagai berikut :
y = 0,1358x + 0,0951
dimana: y = ax + b
a = 0,1358 dan b = 0,0951
Dari data ini konsentrasi sampel dapat dihitung menggunakan persamaan :
b =

a x C sampel x V awal
C standar

C sampel =

b x C standar
a x V awal

0,0951 x 400
0,1358 x 10

= 28,011 NTU.
Jadi, konsentrasi sampel adalah 28,011 NTU.
% Galat

|Konsentrasi sampel literaturkonsentrasi sampel percobaan|


Konsentrasi sampel literatur

100%
=

|76 NTU 28,011 NTU|


76 NTU

= 63,143 %.

x 100%