Anda di halaman 1dari 12

TUGAS KELOMPOK

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


SIKLUS PENGOLAHAN DATA
Dosen Pengampu:
Kurniawan, S.E. CMA., Ak. CA. CIBA

Disusun oleh:
KELOMPOK 4
Desy Wulandari

(214132021)

Makrifatul Amanah

(214132033)

Uswatun Hasanah

(214132048)

TINGKAT II AKUNTANSI 1

STIE WIDYA GAMA LUMAJANG


2016

PEMBAHASAN
A. Pengolahan Data
Data adalah setiap kumpulan fakta. Contoh: laporan penjualan, gambaran tentang
persediaan, nilai test, nama dan alat pelanggan, laporan cuaca, foto-foto, gambar-gambar,
peta. Data dapat bersifat numeris (data angka): laporan penjualan, laporan persediaan, nilai
test, atau dapat juga bersifat non numeris: nama, alamat pelanggan, gambar, dll.
Pengolahan data adalah manipulasi data agar menjadi bentuk yang lebih berguna.
Pengolahan data ini tidak hanya berupa perhitungan numeris tetapi juga operasi-operasi
seperti klasifikasi data dan perpindahan data dari satu tempat ke tempat lain. Secara umum
kita asumsikan bahwa operasi-operasi tersebut dilaksanakan oleh beberapa tipe mesin atau
komputer, meskipun beberapa diantaranya dapat juga dilakukan secara manual.
B. Sistem Pengolahan Data
Pengolahan data terdiri dari tiga langkah utama yakni input, proses (pengolahan) dan output.

Input: Didalam langkah ini data awal atau data input, disiapkan dalam beberapa bentuk
yang sesuai untuk keperluan pengolahan. Bentuk tersebut akan bergantung pada
pengolahan mesin.
Proses: Pada langkah ini data input diubah, dan biasanya dikombinasikan dengan
informasi yang lain untuk menghasilkan datadalam bentuk yang lebih dapat digunakan.
Langkah pengolahan ini biasanya meliputi sederet operasi pengoahan dasar terentu.
Output: Pada langkah ini hasil-hasil dari pengolahan sebelumnya dikumpulkan. Bentuk
data output tergantung pada penggunaan data tersebut untuk pengolahan selanjutnya.
Contoh : Pada suatu semester seorang dosen memeberikan tiga buah nilai (Tugas, UTS,
UAS). Pada akhir semester nilai-nilai tersebut harus diproses dan laporan akhir untuk
mata kuliah yang diampu oleh dosen tersebut disampaikan ke BAAK.
Yang menjadi data input dalam hal ini adalah nim, nama mahasiswa dan ketiga nilainya.
Input ini biasanya dicatat dalam buku dosen tersebut dengan urut NIM. Dosen tersebut

kemudian mengolah data input dengan menentukan nilai akhir dengan perhitungan 20% x
nilai tugas + 30% x nilai UTS + 50% x nilai UAS. Nilai akhir hasil pengolahan ini
selanjutnya merupakan nilai mahasiswa terhadap mata kuliah yang diikutinya
disampaikan ke BAAK dalam bentuk daftar yang terdiri dari NIM, nama mahasiswa dan
nilai akhir yang disusun urut NIM.
Siklus pengolahan data lanjut:

Originasi : Langkah ini merupakan proses pengumpulan data original (data asli/mentah).
Catatan original dari data ini disebut sumber dokumen . Sebagai contoh, sumber dokumen
dari contoh kasus perhitungan nilai diatas adalah berkas test para mahasiswa yang telah
diberi nilai. Perlu diperhatikan bahwa jika ada pernyataan mengenai nilai akhir
mahasiswa, kita dapat melihat kembali dokumen sumber (berkas test para mahasiswa)
dan memeriksa barangkali ada kesalahan yang telah dibuat selama langkah ini dilakukan.
Distribusi : Langkah ini merupakan pendistribusian data output. Catatan dari data output
ini sering disebut sebagai dokumen laporan. Sebagai contoh, dokumen daftar nilai akhir
dari dosen yang diserahkan ke BAAK. Tanda panah yang berasal dari kotak distribusi
kembali ke kotak originasi menunjukkan bahwa dokumen laporan mungkin dapat
menjadi dokumen sumber untuk pengolahan data berikutnya.
Penyimpanan (Storage) : Langkah ini merupakan langkah yang amat penting di dalam
setiap prosedur pengolahan data. Hasil Pengolahan data seringkali ditempatkan di dalam
penyimpanan untuk digunakan sebagai data input untuk diolah pada waktu yang
berikutnya. Dua anak panah diantaa kotak proses dan kotak storage menunjukkan
interaksi dari kedua langkah ini. Sekumpulan data yang membentuk satu kesatuan di

dalam penyimpanan disebut file. Biasanya sebuah file terdiri dari kumpulan record,
dimana masing-masing record berisi item data yang sama. Selanjutnya kumpulan file-file
yang saling berhubungan disebut data base.
Contoh : Sebagaimana besar perusahaan menyimpan file induk penggajian yang berisi
catatan-catatan gaji para pegawainya. Item data pada setiap record mungkin meliputi nama
pegawai, nomor KTP, tingkat upah , upah dan potongan. File tersebut digunakan bersama
dengan kartu presensi pegawai untuk memproses gaji mingguan.
Dokumen sumber adalah kartu presensi. Data input terdiri dari jumlah jam kerja
sebagaimana ditunjukkan dalam kartu presensi, bersama dengan file induk penggajian.
Output yang ditentukan selama siklus pengolahan, adalah keterangan mengenai gaji,
tunjangan, potongan gaji bersih bersama dengan hasil pengubahan file gaji. Dokumen
laporan adalah slip gaji karyawan yang biasanya diberikan kepada masing-masing karyawan
yang berisi besarnya upah dan potongan.
Sistem pengolahan data dengan mempergunakan komputer pada dasarnya bisa dibagi
dalam enam tipe, yaitu tumpuk (batch oriented), sistem realtime, sistem data base, sistem
distribusi, sistem komunikasi dan sistem time sharing. Dalam bab ini akan diuraikan lima
sistem, yaitu:
Sistem tumpuk (batch oriented), sesuai dengan namanya ungkapan tumpuk berarti
merupakan himpunan dokumen transaksi. Jadi pada dasarnya sistem tumpuk ini hanya
memproses suatu data hanya setelah data itu terkumpul atau tertumpuk lebih dulu. Jarak
waktu yang diperlukan untuk menumpuk itu bisa satu hari, satu minggu ataupun satu
triwulan. Suatu tumpukan diproses oleh CPU sekaligus untuk menghasilkan dokumen
yang diinginkan atau untuk memperbaharui file-file bisnis. Setelah suatu tumpukan data
selesai diproses CPU bisa memproses tumpukan berikutnya.
Sistem real time, yaitu periode yang diperlukan suatu sistem yang harus menghasilkan
suatu informasi untuk menjawab suatu pertanyaan atau menyajikan suatu informasi
kepada seorang pengambil keputusan. Makna yang tepat untuk real time juga dipersulit
karena keadaan-keadaan tertentu, dengan demikian real time untuk seorang pengambil

keputusan akan berbeda dengan real time pengambilan keputusan lainnya, meskipun
keputusannya bertipe sama.
Sistem inquiry, merupakan sistem yang lebih umum dibandingkan dengan sistem
dispatching, sistem ini pada dasarnya dilengkapi dengan kemampuan untuk menjawab
seperangkat pertanyaan dalam jumlah yang terbatas. Contoh sistem ini adalah sistem
point of sales (POS) dan sistem transfer dana elektronik.
Sistem dispatching, pada dasarnya sistem ini hanya mampu menjawab pertanyaanpertanyaan yang diajukan dari terminal, akan tetapi juga mampu mengupdate file-file
komputer bersangkutan yang kemudian menggerakkan petugas untuk melaksanakan suatu
tindakan.
Sistem data base, merupakan suatu kumpulan data yang tidak berganda dan saling berkait
yang siap digunakan sebagai input bagi program-program aplikasi pemakai.
Siklus pengolahan data melibatkan 4 kegiatan yaitu:
Pemasukan data (data input): Data transaksi direkam dan dikonversi menjadi bentuk
yang dapat diproses oleh komputer (machine processable form). Untuk memudahkan
pemrosesan selanjutnya input data perlu disiapkan sebagai berikut:
Klasifikasi dengan memberikan kode (nomor rekening, kode departemen, dll).
Verifikasi untuk menjamin akurasi data. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah
terjadinya kesalahan pemasukan data lebih efisien dan lebih murah dibandingkan
dengan mendeteksi dan membetulkan kesalahan yang terjadi.
Pengiriman data (transmittal) dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Salah satu cara
untuk merekam data adalah dengan menggunakan dokumen sumber. Contohnya:
surat pesanan penjualan, faktur penjualan, dll.
Penyimpanan data (data storage): Data yang dimiliki oleh sebuah perusahaan harus
diorganisasi agar data tersebut dapat diakses secara mudah dan efisien. Ada 4 konsep
dasar penyimpanan data yaitu:
Entity adalah sesuatu yang dipakai untuk menyimpan informasi.
Atributes adalah elemen data yang merupakan bagian dari entity.
Characalahters adalah huruf atau angka.
Data value adalah kombinasi karakter yang memiliki makna.
Pengolahan data (data processing): Aktivitas data yang paling sering dilakukan adalah
pemeliharaan data yaitu pemrosesan transaksi periodik untuk memperbarui data yang
tersimpan. Jenis-jenis pemeliharaan data yang biasanya dilakukan adalah:
Penambahan (additions), yaitu memasukkan data baru kedalam file.
Penghapusan (deletions), yaitu menghapus data dari dalam file.

Pembaruan (updates), yaitu pembaruan data umumnya dilakukan dengan


menambah atau mengurangi angka dari sebuah data transaksi.
Pengubahan (changes), yaitu memodifikasi field yang memerlukan pembaruan
secara berkala, seperti alamat, riwayat kredit, dll.
Akses data
Data yang tersimpan dapat diakses yaitu diperbarui, disimpan dan dipanggil dengan
menggunakan alat identifikasi (identifer) berupa elemen data (field) yang disebut kunci
(key). Ada dua jenis kunci, yaitu kunci utama (primary key) yaitu kunci yang bersifat
unik dan kunci pendukung (secondary key) yaitu kunci berupa elemen lain yang
meskipun tidak unik digunakan untuk mengidentifikasi record. Sebagai contoh key:
Jenis record
Gaji

Primary key
Nomor karyawan

Secondary key
Nomor pegawai, tanggal
gaji, departemen

Produk dalam proses

Nomor pesanan

Lokasi, tanggal mulai

C. Operasi pengolahan data


Prosedur pengolahan data biasanya terdiri dari sejumlah operasi pengolahan dasar yang
dilaksanakan dalam beberapa urutan.
Pencatatan (recording) adalah memindahkan data pada beberapa formulir ataud dokumen.
Hal ini terjadi tidak hanya selama tahap originasi (pada dokumen sumber) dan tahap
distribusi (pada dokumen laporan) akan tetapi terjadi pada seluruh siklus pengolahan.
Duplikasi (duplicating) adalah penggandaan data di atas formulir-formulir atau dokumen.
Duplikasi mungkin saja dikerjakan sewaktu data tersebut dicatat secara manual, atau
mungkin saja duplikasi dikerjakan setelahnya dengan menggunakan suatu mesin.
Pemeriksaan (verifying), karena pencatatan biasanya merupakan operasi manual, adalah
penting bahwa data yang telah dicatat tersebut diperiksa secara teliti, mungkin ada
kesalahan-kesalahan yang terjadi.
Sorting, mengatur data dalam urutan tertentu. Operasi ini sering terjadi di dalam
kehidupan sehari-hari. Nama-nama dibuku telepon disorting menurut abjad, data pegawai
disorting menurut nomor induk pegawai. Sorting data dapat dilakukan sebelum atau
sesudah klasifikasi.
Merging adalah mencampur dua atau lebih kumpulan data, semua kumpulan tersebut
telah disort dengan kunci yang sama, dan meletakkan kumpulan data tersebut bersamasama menjadi kumpulan data tunggal ynag telah disort.

Kalkulasi yaitu melakukan perhitungan numeris pada data yang bertipe numeris.
Memeriksa tabel, mencari dan mendapatkan kembali data (table look-up, searching,
retrieing) yaitu untuk mendapatkan kembali data tertentu didalam kumpulan data yang
telah tersort.
Metode Pemprosesan Data
Pemrosesan secara kelompok (batch processing), pemrosesan dilakukan pada satuan
waktu tertentu (misalnya setiap jam atau setiap hari) atau ketika jumlah transaksi
mencapai angka tertentu (misalnya 50 atau 100 transaksi). Transaksi yang sudah
terkumpul dalam sebuah batch dapat diproses secara urut atau dengan teknik

pemrosesan langsung.
Pemrosesan seketika (on line processing), dengan ini komputer menagkap data secara

elektronik dan menyimpannya sehingga data tersebut diproses lebih lanjut.


D. Pengorganisasian file
Cara mengorganisasi file mencakup cara penyimpanan data dalam media penyimpanan
fisik dan cara mengakses file. Secara umum ada dua metoda untuk mengorganisasi sebuah
file yaitu:
1. Metoda akses secara urut (squential access method)
Metoda ini mengorganisasi dan memproses file induk dan file transaksi dengan urutan
sama. Metoda akses semacam ini cepat dan efisien jika volume transaksi besar dan
sebagian besar record yang diproses secara periodik dalam sebuah file tidak banyak
memerlukan updating, selain itu untuk pemrosesan secara kelompok (batch processing),
cara ini sangat efisien.
2. Metoda akses secara acak (direct access method)
Dengan menggunakan metoda ini transaksi diproses seketika transaksi itu terjadi. Tidak
seperti metoda pertama, dengan metoda ini file transaksi dan file induk dapat diproses
secara acak (tidak perlu urut)ketika sebuah transaksi terjadi, komputer menggunakan
primary key pada file transaksi (misalnya nomor rekening) untuk mencari record ynag
diinginkan pada file induk. Setelah ditemukan record tersebut

dipanggil (retrived),

diperbarui (updated) dan ditulis ulang ke file induk. Metoda ini digunakan ketika
kondisinya tidak memungkinkan untuk mengantisipasi urutan pemrosesan record. Ada
beberapa metoda yang dapat digunakan yaitu:
a. Indexed file organization, index file berisi primary key dan alamat fisik untuk setiap
data. Dalam situasi yang hampir sama, sebuah file indeks dapat digunakan untuk
sebuah record dalam sebuah file data.

b. Indexed squential access method (ISAM), data disimpan secara urut berdasarkan
primary key pada alat penyimpan direct access. ISAM juga membuat file index untuk
file induk, ini berarti file dapat diakses secara urut dan secara langsung.
c. Multlattribute search file organization, cara ini memungkinkakn dilakukannya akses
data melalui secondary keys. Dua metoda yang dapat diguanakan adalah linked keys
dan inverted list.
E. Pengolahan Data Komputer dalam Perusahaan dan Akuntansi.
Aplikasi komputer biasanya dibagi dalam 2 bagian pokok yang menonjol yaitu: (1)
Pengolahan data perusahaan. (2) Aplikasi ilmiah (scientific). Penggunaan suatu sistem
komputer untuk pengelolahan data khususnya menyangkut input, output dan perhitungan
(komputasi) volume tinggi yang bersifat rutin dan sederhana. Pengolahan data perusahaan di
khisiskan pada aplikasi akuntansi seperti permutakiran master file perkiraan piutang untuk
penjualan, transaksi penerimaan khas atau pengolahan kartu waktu pegawai untuk
memutakhirkan master file pembayaran gaji / upah dan mencetak cheque pembayarannya.
Data lainnya seperti persediaan dan piutang dilakukan updating sehingga dapat diketahui
status persediaan dan piutang setiap saat. Dalam pengolahan data secara Batch data terlebih
dahulu dikumpulkan sampai pada saat tertentu data tersebut diolah untuk menghasilkan
informasi.
Aktivitas dalam Sistem Pengolahan Transaksi
Pengolahan transaksi terdiri dari rangkaian proses yang dimulai dari pengumpulan,
pengiriman dan pemasukan data untuk disimpan atau diproses sehingga menghasilkan
output berupa informasi yang berguna bagi pemakai.

Pengumpulan, pengiriman dan pemasukan data


Semua data bernilai ekonomi yang berasal dari aktivitas operasi organisasi dan
berpengaruh terhadap posisi keuangan organisasi perusahaan (transaksi) harus
dikumpulkan, termasuk di dalamnya data yang berasal dari aktivitas yang berkaitan
dengan bahan baku, proses produksi, penjualan, distribusi barang dan jasa. Data
transaksi yang diperoleh karena transaksi yang terjadi dikumpulkan atau ditampung
ke dalam suatu formulir, data tersebut selanjutnya dikirim ke bagian pemasukan data
untuk dimasukan melalui terminal komputer ke pusat komputer (server) yang
selanjutnya disimpan atau diolah lebih lanjut. Data transaksi dapat dimasukan ke
dalam komputer dengan menggunakan berbagai macam media input seperti keyboard,
mouse, optical character recognition, magnetic ink reader dan lain-lain. Semua data

yang masuk memerlukan editing, verifikasi dan validasi untuk menjamin bahwa data

yang dimasukan lengkar, akurat dan sah.


Pengolahan dan Manipulasi Data
Pengolahan data menjadi format yang berarti dan berguna melibatkan beberapa
aktivitas termasuk pengkodean dan pengklasifikasian, penyusunan, perhitungan dan
peringkasan. Sistem klasifikasi harus dibuat untuk menyimpan data agar dapat

digunakan secara efektif bagi manajemen.


Menyimpan Data
Ada beberapa cara penyimpanan data yang dapat digunakan seperti penyimpanan data
secara berurutan (squensial), acak (random), dengan rumus (hasing) dan urutan yang
diindek (indexed squensial). Untuk itu berbagai elemen data yang harus disimpan
perlu diketahui. Beberapa elemen data yang harus memiliki identitas seperti nomor,
nama orangyang melakukan transaksi, apa yang ditransaksikan, tanggal transaksi,

bagian yang melakukan transaksi dan otorisa


Melaporkan
Produk dari Sistem Pengolahan Transaksi dapat berupa informasi keuangan /
akuntansi keuangan bagi manajemen tingkat bawah, dokumen intern organisasi atau
bisa juga dalam bentuk laporan keuangan untuk pihak eksternal. Semua dokumen

atau laporan tersebut dapat dicetak kapan saja kedalam kertas atau layar monitor.
Siklus Pengolahan Transaksi
Siklus pengolahan transaksi merupakan prosedur atau urut-urutan subsistem pengolahan
transaksi untuk menunjang siklus transaksi dalam aktivitas bisnis perusahan atau siklus
aktivitas bisnis perusahaan.
Investasi Modal / Capital Invesment
Siklus aktivitas bisnis dimulai pada saat modal diinvestasikan kedalam perusahaan.
Bila pemberi modal merupakan pemilik perusahaan maka investasi yang ditanam
tersebut merupakan kekayaan yang menjadi hak pemilik. Bila modal berasal dari
kreditur maka investasi yang ditanamkan merupakan hutang jangka pendek atau
jangka panjang. Pada kebanyakan perusahaan sebagian besar modal digunakan untuk

membeli aktiva produktif yang memberikan masa manfaat jangka panjang.


Pengadaan / Input Acquition
Komponen kedua dalam siklus aktivitas bisnis adalah pengadaan bahan baku dan
perlengkapan pendukung. Pengadaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan modal

usaha.
Konversi

Tahap selanjutnya dalam aktivitas bisnis adalah konversi (produksi) dari bahan baku
menjadi barang atau jasa. Perusahaan menjual barang dan jasa ini untuk
meningkatkan modal. Perusahaan industri membeli persediaan bahan baku kemudian
menggunakan bahan baku tersebut untuk membuat sesuatu yang berbeda dari aslinya

dengan menggunakan tenaga kerja dan biaya tidak langsung.


Penjualan
Komponen akhir dalam siklus bsnis adalah penjualan barang dan jasa yang
merupakan otput dari proses konversi. Siklus aktivitas bisnis atau siklus transaksi
ditunjang oleh siklus-siklus pengolahan transaksi seperti siklus pengolahan transaksi
penerimaan untuk menunjang aktivitas atau transaski penjualan, siklus pengolahan
transaksi pengeluaran untuk menunjang aktivitas atau transaksi pengadaan dan lainlain. Transaksi untuk setiap siklus pengolahan transaksi memiliki beberapa
pemasukan (input), pengolahan (processing), penyimpanan (storage), dan informasi
(output) yang mungkin sama akan tetapi tingkat kepentingan untuk setiap siklus
bervariasi tergantung kepada jenis organisasi. Beberapa organisasi memeliki terminal
penjualan (point-of-sale) yang sangat canggih sedangkan yang lainnya menekankan
kepada proses produksi atau sistem perpindahan data secara elektronik (Electronic
Data Interchane / EDI).

Pemprosesan Data
Setelah data aktivitas bisnis dimasukkan kedalam sistem, data harus diproses untuk
menjaga database saat ini. Ada empat jenis aktivitas pengolahan data, antara lain sebagai
berikut:
1. Membuat catatan data baru, seperti menambahkan karyawan baru direkrut ke
database penggajian.
2. Membaca, mengambil dan melihat data yang ada.
3. Memperbarui data yang tersimpan sebelumnya.
4. Menghapus data, seperti membersihkan file master vendor perusahaan yang tidak
berkaitan bisnis.
Memperbarui dilakukan secara berkala misalnya setiap hari, disebut sebagai batch
processing. Meskipun batch processing lebih murah dan lebih efisien data yang terbaru
dan akurat hanya setelah pengolahan. Untuk itu batch processing hanya digunakan untuk
aplikasi seperti gaji yang tidak perlu sering memperbarui dan yang secara alamiah terjadi
atau diproses pada periode waktu yang tetap.

Sebagian besar perusahaan memperbarui setiap transaksi yang disebut sebagai online,
pemrosesan real time karena memastikan bahwa informasi yang tersimpan selalu saat ini,
sehingga meningkatkan kegunaan pengambilan keputusan. Hal ini juga lebih akurat
karena kesalahan input data dapat diperbaiki secara real time atau menolak. Hal ini juga
memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan.
F. Hasil Informasi (Information Output)
Langkah terakhir dari siklus pengolahan data adalah menghasilkan informasi. informasi
biasanya disajikan dalam bentuk dokumen yang berisi transaksi atau data pihak lain,
maksudnya data yang berisi berbagai hal yang berkaitan dengan pihak luar perusahaan yang
bukan merupakan dokumen sumber melainkan dokumen operasional.
Informasi juga disajikan dalam bentuk laporan yang berisi informasi yang berguna bagi
pihak internal dan eksternal perusahaan. Biasanya laporan ini digunakan oleh karyawan
untuk mengawasi kegiatan operasional dan manajer untuk membuat keputusan perusahaan.
Aktivitas dalam siklus pengolahan data adalah menghasilkan informasi bagi para
pemakai baik bagi pemakai intern (manajemen) maupun pemakai ekstern. Informasi
disajikan dalam tiga alternative yaitu:
1. Dokumen yang berisi transaksi atau data lain, misalnya cek dan faktur penjualan yang
dikirim ke perusahaan lain. Dokumen yang dihasilkan pada setiap akhir transaksi disebut
dokumen operasional, untuk membedakannya dengan dokumen sumber yang digunankan
pada awal proses.
2. Laporan yang dibuat untuk keperluan intern dan ekstern. Laporan ini biasanya digunakan
oleh karyawan perusahaan untuk mengawasi kegiatan operasional dan digunakan oleh
manajer untuk membuat keputusan serta merancang strategi untuk perusahaan.
3. Query merupakan informasi yang diberikan oleh sistem karena sistem merespon
permintaan data secara spesifik, bentuk, isi maupun waktu dihasilkannya informasi
tersebut. Dengan jenis laporan ini maka berbagai macam persoalan dan pertanyaan yang
memerlukan tindakan cepat dan jawaban yang konstan dapat segera diperoleh solusinya.
Query berfungsi untuk membuat relasi atau penggabungan dari beberapa tabel, dari query
tersebut akan menghasilkan report yang berfungsi untuk menampilkan laporan dari bentuk
output yang sesuai dengan data yang diproses.
Tujuan dihasilkannya informasi pada dasarnya ada dua yaitu:
1. Tujuan keluar (eksternal)
2. Tujuan kedalam (internal)

DAFTAR PUSTAKA
E. Cushing, Barry. Ruchyat Kosasih.1988. Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi
Perusahaan. Jakarta: Erlangga.
Widjajanto, Nugroho. 1989. Sistim Informasi Akuntansi. Jakarta: Universitas Indonesia.
http://belajar-komputer-mu.com/siklus-pengolahan-data/
http://mufiks.blogspot.co.id/2010/12/siklus-pengolahan-data.html