Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Keberhasilan suatu organisasi bisnis dalam menjalankan bisnisnya tidak
terlepas dari bagaimana mereka mengelola/mengatur segala aspek yang
terdapat dalam bisnis tersebut. Untuk menjadi perusahaan yang berkembang
dan dapat bertahan di dalam dunia bisnis dibutuhkan pengorganisasian yang
baik dalam suatu perusahaan. Oleh sebab itu maka diperlukannya struktur
organisasi yang baik pula. Struktur organisasi adalah spesifikasi pekerjaan
yang dilakukan dengan didalam organisasi beserta mengkaitkannya pekerjaan
satu dengan pekerjaan lainnya. Contohnya adalah membuat struktur
kepemimpinan pada suatu perusahaan, jadi pada suatu perusahaan di buat
beberapa tingkatan, seperti manajer pusat kemudian manajer bagian dan yang
terakhir adalah supervisor yang berhubungan langsung ke para karyawan.
Struktur organisasi bisnis, penerapan prinsip organisasi serta bagaimana
perilaku pebisnis dalam menjalankan bisnis mereka sangatlah menentukan
jalannya bisnis yang mereka tempuh.
Suatu struktur menurut bisnis modern harus menempatkan karyawan
dari berbagai tingkat kemampuan guna mencapai efisiensi yang maksimal.
Struktur organisasi merupakan suatu rangka kerjasama dari berbagai bagian
menurut pola yang menghendaki adanya ketertiban, penyusunan yang logis
dan hubungan yang serasi.
Jika perusahaan atau organisasi bisnis mampu menerapkan dan
mengkombinasikan seluruh aspek tersebut, maka bukanlah hal yang mustahil
jika usaha mereka akan berhasil. Masalah yang sering dihadapi oleh
pengusaha bisnis pada masa globalisasi ini adalah kurangnya kemampuan
mereka dalam mengorganisir perusahaan untuk go-global.

II. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah dalam makalah ini dapat di tarik sebuah
rumusan masalah yaitu :
Bagaimana pengorganisasian dalam bisnis yang dijalankan pada suatu
perusahaan ?
III.Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan dalam makalah ini
adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui bagaimana pengorganisasian bisnis dalam suatu
perusahaan.
IV. Manfaat
Dalam penyusunan makalah yang kami lakukan terdapat beberapa
manfaat, yaitu
1. Mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan tentang Lingkungan Bisnis
dan Ekonomi mengenai pengorganisasian bisnis.
2. Sebagai bahan dasar untuk penyusunan lebih lanjut mengenai Lingkungan
Bisnis dan Ekonomi, khususnya faktor-faktor apa saja yang ada pada
pengorganisasian bisnis.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengorganisasian dalam Bisnis


1. Pengertian Organisasi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang
cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.Organisasi pada
dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang
berkumpul,

bekerjasama

secara

rasional

dan

sistematis,

terencana,

terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya


(uang,material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain
sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan
organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai
berikut
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap
perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu
sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang
relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus
menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa
aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan
perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.Orangorang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang
terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.
Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di
dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota,
orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Pengertian organisasi bisnis dapat diartikan yaitu suatu organisasi yang
melakukan aktivitas ekonomi dan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan
(profit). Contoh organisasi bisnis adalah radio. Radio disebut organisasi bisnis

karena tujuan ekonominya adalah menghasilkan keuntungan melalui kegiatan


penyampaian informasi dan hiburan kepada masyarakat.
Agar bisnis dapat berjalan dengan sukses maka perlu diorganisasikan.
Dalam mengorganisasi suatu bisnis tentunya harus memperhatikan unsurunsur bisnis yang ada. Unsur bisnis yang perlu mendapat perhatian pengusaha
yaitu lingkungan bisnis. Lingkungan sangat besar pengaruhnya kepada
efisiensi dari operasional perusahaan dan kemampuannya untuk memperoleh
keuntungan, Untuk itu setiap pemilik dan pemimpin usaha harus dapat
memahami keadaan lingkungannya dan dampak lingkungan tersebut terhadap
usahanya.
Untuk mengelola organisasi bisnis diperlukan pengelolaan atau
manajemen serta orang yang bertanggung jawab yang disebut manajer.
Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan
mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber
daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan.
Kegiatan yang ada dalam organisasi atau perusahaan antara lain meliputi
kegiatan pemasaran, produksi, personalia, keuangan dan administrasi
keuangan. Orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut disebut
manajer.
Jadi manajer adalah orang yang bertanggsung jawab untuk mengarahkan
usaha yang bertujuan membantu organisasi dalam mencapai sasarannya.
Semua manajer memiliki tanggung jawab yang sama baik organisasi formal
maupun informal. Proses manajemen dilakukan secara bersama-sama oleh
manajemen bawah (supervisor) manajemen menengah (middle management)
dan manajemen puncak (top management).
Manajemen bawah bertanggung jawab untuk operasi unit tertentu, tugas
pokok

mereka

berada

pada

proses

pengawasan,

perencanaan

dan

pengorganisasian. Manajemen menengah berkaitan dengan tugas-tugas


integrasi serta melakukan proses perencanaan, pengorganisasian, dan
pengawasan. Manajemen puncak memiliki lebih banyak tanggungjawab pada
proses

perencanaan

dan

pengorganisasian

serta

melakukan

sedikit

pengawasan. Contoh dari proses manajemen ini misalnya para manajer dapat

menentukan gaya kepemimpinan atau mempengaruhi sikap karyawan tentang


pekerjaan mereka. Terdapat 4 (empat) pilar didalam pengorganisasian (Four
Building blocks of Organizing), yaitu :
1. Pembagian Kerja (Division of work)
Pembagian Kerja adalah upaya untuk menyederhanakan keseluruhan
kegiatan dan pekerjaan (yang telah disusun dalam proses perencanaan), yang
mungkin saja bersifat kompleks, menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana
setiap orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang
sederhana dan spesifik tersebut. Contoh pembagian kerja misalnya, pembagian
kerja dalam bisnis restoran. Pembagian kerja dapat berupa pembagian kerja
untuk bagian dapur, pelayanan pelanggan dimeja makan, kasir, dan lain-lain.
2. Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)
Setelah pekerjaan dispesifikkan maka kemudian pekerjaan-pekerjaan
tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu yang sejenis.
Pengelompokan Pekerjaan atau Departmentalisasi pada dasarnya adalah
proses pengelompokan dan penamaan bagian atau kelompok pekerjaan
berdasarkan kriteria tertentu. Sebagai contoh untuk bisnis restoran : pencatatan
menu, pemberitahuan menu kepada bagian dapur, hingga pengiriman makan
dari bagian dapur kepada pelanggan dimeja makan dapat dikelompokkan
menjadi satu departemen tertentu. Katakanlah bagian pelayan.
3. Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (Hierarchy)
Hierarchy Adalah tingkatan departemen-departemen dalam organisasi.
Terdapat dua konsep penting dalam Hierarchy :
1. Span of Control
Terkait dengan jumlah orang atau bagian dibawah suatu departemen
yang akan bertanggung jawab kepada departemen atau bagian tertentu.
2. Chain of Command
Juga menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari
hierarki yang paling tinggi hingga hierarki yang paling rendah.
Contoh penentuan hierarki dalam bisnis restoran
Atasan yang

Kepala
Restoran

Mengkoordinasikan

Bagian
Dapur

Bagian
Pelayanan

Bagian
Keuangan
1 orang

3 orang

Memerlukan

2 orang
Bawahan yang
Membantu

Jenis-jenis Hirarki :
Hirarki Vertical (Tall Hierarchy)
Hirarki Horisontal (Flat Hierarchy)

Hirarki
C

D
F

Vertika\l

Hirarki Horisontal

4. Penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas antar bagian atau


organisasi (Cordination)
Koordinasi adalah proses mengintegrasikan seluruh aktifitas dari
berbagai departemen atau bagian dalam organisasi agar tujuan organisasi
dapat tercapai secara efektif.
2. Fungsi Organisasi
Fungsi organisasi adalah sebagai berikut:
a. Adanya pembagian tugas dan penggolongan kegiatan perusahaan.
b. Pembagian tugas kegiatan perusahaan kepada kelompok yang telah
ditetapkan.
c. Menentukan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
6

Selain mempunyai fungsi, pengorganisasian juga mempunyai tujuan yakni:


a. Kemudahan dalam pelaksanaan tugas.
b. Kemudahan pimpinan dalam melakukan pengawasan.
c. Kemudahan dalam menentukan orang-orang yang dipercaya dalam
melaksanakan tugas.
Pentingnya mengenal Organisasi:
1. Terciptanya hubungan yang baik antaranggota organiosasi.
2. Setiap anggota mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Spesialisasi dalam melaksanakan tugas.
3. Prinsip-prinsip Organisasi
Ahli manajemen merumuskan prinsip-prinsip untuk mencapai organisasi
yang baik:
Prinsip hirarkhi adalah filsafat yang mengharuskan adanya rangkaian
pimpinan yang jelas dari posisi paling tinggi ke posisi paling rendah
dalam sebuah perusahaan.
Prinsip kesatuan komando adalah filsafat bahwa tiap orang di
perusahaan harus melaporkan hanya kepada satu pengawas. Ini
menjamin setiap perintah.
B. Struktur dan Bagan Organisasi
1. Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah gambaran struktur yang mengindikasikan
gelar dari tiap posisi kepemimpinan dan dihubungkan dengan garis yang
menunjukkan kepada siapa bertanggung jawab, dan siapa yang memimpin
perintah dalam tiap departemen.
Rantai pimpinan atau rantai kekuasaan adalah garis dimana wewenang
dari presiden untuk pekerja di posisi terbawah pada grafik organisasi.
Selanjutnya, arus tanggung jawab dari bawah ke atas adalah sama, yaitu
pekerja bertanggung jawab kepada presiden.
Tahap pertama dalam membangun sebuah Struktur Organisasi Bisnis
adalah sebagai berikut :
1. Spesialisasi
Spesialisasi adalah proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan khusus
yang harus dilakukan dan menentukan siapa yang akan melakukannya
7

menghasilkan spesialisasi pekerjaan. Spesialisasi ini bertujuan untuk dapat


memudahkan suatu pekerjaan dilaksanakan secara efisien dan juga dapat
mempermudah

manajemen

untuk

menggantikan

orang-orang

yang

meninggalkan organisasi.
2. Departementalisasi
Departementalisasi adalah Proses pengelompokkan orang-orang yang
melaksanakan pekerjaan ke dalam unit-unit yang logis, sesuai dengan
spesialisasi. Tujuan dari Departementalisasi untuk memudahkan koordinasi,
sehingga manajer puncak dapat mudah mengontrol bagaimana berbagai unit
berjalan. Departementalisasi sendiri dibagi atas beberapa macam yaitu :
a. Departementalisasi berdasarkan pelanggan
Maksudnya perusahaan akan melakukan pembagian penjualan produk
ke pelanggan,biasanya ada yang bagian produk laki-laki ataupun perempuan
atau tua dan muda. Contohnya adalah pembagian penjualan produk Rexona
ada pembagian untuk produk remaja, laki-laki , perempuan ataupun yang
ekstra berkeringat. Dengan dilakukannya pembagian ini penjualan akan lebih
tepat sasaran dan efisien.
b. Departementalisasi berdasarkan produk
Maksudnya perusahaan akan mengelompokan departemen sesuai
dengan

kelompok

produk

yang

dihasilkan

misalkannya

pembagian

departeman barang untuk mengurusi produksi produk berupa barang dan


departemen jasa untuk menangani produk yang berupa jasa.
c. Departementalisasi berdasarkan proses
Maksudnya pembagian departemen berdasrkan proses pengkerjaannya,
misalnya pada perusahaan meubel dibagi atas divisi untuk pengolahan kayu
mentah, divisi pembuatan kursi atau meubel kemudian divisi pengecatan.
d. Departementalisasi berdasarkan geografi
Maksudnya pembagian departeman berdasarkan lokasi penjualan produk
misalnya departemen yang mengawasi di jawa dan Bali, di Kalimantan
maupun di Sumatra.
e. Departementalisasi berdasarkan fungsi
Maksudnya pembagian departemann berdasarkan aktifitas perusahaan
dalam menjalankan bisnisnya, misalnya departemen produksi, departemen
penjualan, departemen pemasaran dan lain-lain.
Adapun terdapat beberapa macam bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Struktur organisasi lini
8

2. Struktur organisasi lini dan staff


3. Struktur organisasi fungsional
4. Struktur organisasi lini dan fungsional
1. Struktur organisasi Lini
Organisasi Garis / Lini adalah suatu bentuk organisasi dimana
pelimpahan wewenang langsung secara vertical dan sepenuhnya dari
kepemimpinan terhadap bawahannya.
Bentuk lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk jalur. Bentuk ini
merupakan bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada
masa perkembangan industri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh
Henry Fayol.
Ciri :
1. Hubungan antara pimpinan & bawahan masih bersifat langsung melalui
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.

1.
2.
3.
4.

satu garis wewenang


Jumlah karyawan sedikit
Pucuk pimpinan biasanya pemilik perusahaan
Organisasi kecil
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
Orang-orang yang mempunyai kekuasaan bertanggung-jawab dan terbuka.
Proses pengambilan keputusan berjalan dengan tepat.
Disiplin kerja yang mudah dikontrol
tingginya solidaritas diantara anggota
adanya kesempatan yang luas bagi para anggota untu dapat
mengembangkan bakatnya.
Kerugian dari struktur organisasi ini adalah:
Tujuan organisasi sama, atau tujuan dari pihak-pihak tertentu saja.
Pimpinan organisasi terkadang berbuat semaunya.
kelangsungan hidup organisasi sangat ditentukan oleh seseorang.
Kurang didalam pengembangan aktifitas pada setiap anggota.
2. Organisasi Lini dan Staf
Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan

organisasi

fungsional.

Pelimpahan

wewenang

dalam

organisasi

ini

berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan


dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi
tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas
para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau
saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan
pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada

struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara
langsung.
Ciri :
1. Organisasi besar dan komplek
2. Jumlah karyawan besar
3. Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
1. Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini dan kelompok
staff.
2. Adanya pengembangan spesialisasi untuk para anggota.
3. Koordinasi didalam setiap bagian dapat diterapkan dengan mudah.
Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
1. Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya.
2. Para pemimpin baik lini maupun staff sering mengabaikan nasehat dan
gagasan yang ada.
3. pemimpin dan karyawan yang kebanyakan tidak saling mengenal.
3.

Organisasi dalam bentuk fungsional


Organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor yaitu suatu bentuk

organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang


memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu.
Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai
bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi
perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi
atasan tersebut.
Ciri :
1. Pembidangan tugas dapat dibedakan dengan jelas
2. Spesialisasi karyawan dapat berkembang optimal
3. Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik,


Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik.
Solidaritas antar anggota yang tinggi.
Moral serta disiplin keija yang tinggi.
Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik.
Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi
Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas
10

8. Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis


Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
1. Insiatif perseorangan sangat dibatasi.
2. Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan
diri dalam satu bidang tertentu.
3. Menekankan pada rutinitas tugas - kurang memperhatikan aspek strategis
jangka panjang
4. Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit
5. Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi
6. Menumbuhkan ketergantungan antar fungsi dan kadang membuat
koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan
Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut:
1. Lingkungan stabil
2. Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi
3. Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional
Organisasi dalam bentuk Lini dan Fungsional
adalah organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang
yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi Komite lebih mengutamakan
pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan kolektif/
presidium/plural executive dan komite ini bersifat managerial. Komite dapat
juga bersifat formal atau informal,komite-komite itu dapat dibentuk sebagai
suatu bagian dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan
wewenang yang dibagi-bagi secara khusus.
Ciri-ciri
1 Strukutur organisasi tidak begitu kompleks. Biasanya terdiri dari ketua,
sekretaris, bendahara, ketua-ketua seksi, dan para perugas.
2 Struktur organisasi secara relatif tidak permanea. Organisasi ini hahya
dipakai sesuai kebutuhan atau kegiatan.
3 Tugas pimpinan dilasanakan secara kolektif.
4 Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab
yang sama.
5 Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk
satgas.
Keuntungan dari organisasi dalam bentuk lini & fungsional adalah:
1 Keputusan dapat diambil dengan baik dan tepat

11

2 Kecil kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari


pimpinan.
3 Usaha kerjasama bawahan mudah digalang.
Keburukan dari organisasi bentuk Lini & Fungsional adalah:
1 Proses pengambilan keputusan agak larnban karena harus dibicarakan
terlebih dahulu dengan anggota organisasi.
2 Kalau terjadi kemacetan kerja, tidak seorang pun yang mau bertanggung
jawab melebihi yang lain.
3 Para pelaksana sering bingung, karena perintah datangnya tidak dari satu
orang saja
4 Kreativitas nampaknya sukar dikembangkan, karena perintah pelaksanaan
didasarkan pada kolektivitas.
Organisasi panitia biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan
beberapa seksi.
2. Bagan Organisasi
Bagan Organisasi adalah organization chart yaitu bagan yang
memperlihatkan adanya saling keterkaitan berbagai posisi pada suatu
organisasi dalam pengertian wewenang dan tanggung jawabnya; pada
dasarnya terdapat tiga pola organisasi, yaitu organisasi lini, organisasi
fungsional, dan organisasi lini dan staff .

Bentuk-bentuk Bagan Organisasi :


1. Bentuk Piramid.
Bentuk Ini Yang Paling Banyak Diguakan, Karena Sederhana, Jelas Dan
Mudah Dimengerti. Bagan organisasi bentuk Piramid adalah suatu organisasi
dimana bentuk bagan organisasi tersebut menyerupai piramid. Dimana suatu
pimpinan tertinggi ada di paling atas piramid dan tingkatan pimpinan
menengah dan bawahan ada di bagian-bagian bawah. Bentuk piramid sering
kali dipakai di organisasi-organisasi, karna bentuk piramid ini mudah
dimengerti dan dipahami.
Type piramid memiliki ciri-ciri antara lain ialah:

12

memiliki jumlah organisasi yang tidak banyak sehingga tingkat-tingkat


hirarki kewenangan sedikit.
Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
Pada jumlah jabatan sedikit sebab tingkat tingkat relatifnya kecil

2. Bentuk Vertikal.
Bentuk Vertikal Agak Menyerupai Bentuk Piramid, Yaitu Dalam
Pelimpahan Kekuasaan Dari Atas Ke Bawah, Hanya Bagan Vertikal Berwujud
Tegak Sepenuhnya.

3. Bentuk Horizontal.
Bagan

Ini

Digambarkan

Secara

Mendatar.

Bagan organisasi

bentuk horizontal atau mendatar adalah bentuk bagan organisasi yang saluran
wewenangnya dari pucuk atau ujung pimpinan tertinggi sampai dengan
satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kearah kanan
atau sebaliknya.

13

4. Bentuk Lingkaran.
Menggambarkan hubungan Antara Satu Jabatan Dengan Jabatan . Bagan
organisasi bentuk Lingkaran adalah suatu bentuk bagan organisasi dimana
satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari luar bidang
lingkaran ke arah titik tengah pusat lingkaran dimana di titik tengah adalah
pejabat atau pimpinan tertinggi.

C. Penyusunaan Struktur Organisasi


struktur
organisasi
dapat
mekanisme-mekanisme
dikelola.

Struktur

formal

organisasi

didefinisikan

dengan

mana

menunjukan

sebagai
organisasi

kerangka

dan

susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara


14

fungsi-fungsi,

bagian-bagian

atau

posisi-posisi,

manapun

orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas wewenang


dan

tanggung

jawab

yang

berbeda-beda

dalam

suatu

organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi


kerja, standarisasi, koordinasi sentralisasi atau desentralisasi
dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan
kerja.
Adapun

faktor-faktor

utama

yang

menentukan

perancangan struktur organisasi menurut Alfred D. Chandler,


Jr (1984:169) adalah sebagai berikut:
1. Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya.chandler
telah

menjelaskan

hubungan

strategi

dan

struktur

organisasi dalam studinya pada perusahaan-perusahaan


industri di Amerika .Dia pada dasarnya menyimpulkan
bahwa

struktur

mengikuti

strategi.

Strategi

akan

menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran


komunikasi dapat disusun di antara para manager dan
bawahan.

Aliran

kerja

sangat

dipengaruhi

strategi,

sehingga bila strategi berubah maka struktur oraganisasi


juga berubah.
2. Teknologi yang digunakan. Perbedaan teknologi yang
diguanakan untuk memproduksi barang-barang atau jasa
akan membedakan bentuk struktur organisasi. Sebagai
contoh, perusahaan mobil yang mempergunakan teknologi
industri

massal

akan

memerlukan

standarisasi

dan

spesialisasi yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan


industri pakaian jadi yang mengutamakan perubahan
mode.
3. Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam
organisasi. Kemampuan dan cara berpikir para anggota,
serta

kebutuhan

mereka
15

untuk

bekerjasama

harus

diperhatikan

dalam

merancang

struktur

organisasi.

Kebutuhan manager dalam pembuatan keputusan juga


akan

mempengaruhi

saluran

komunikasi

organisasi,

wewenang dan hubungan di antara satuan- satuan kerja


pada rancangan struktur organisasi. Disamping itu, orangorang di luar organisasi, seperti pelangan, supplier, dan
sebagainya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan
struktur.
4. Ukuran organisasi. Besarnya organisasi secara keseluruhan
maupun

satuan-satuan

kerjanya

akan

sangat

mempengaruhi struktur organisasi.


Semakin besar ukuran organisasi, struktur organisasi
akan semakin kompleks dan harus dipilih bentuk struktur
yang

tepat.

Sementara

unsur-unsur

organisasi

menurut

pendapat Henry Mintzberg (1984:171) terdiri dari :


1. Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugastugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi
(pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas tersebut
menjadi satuan-satuan kerja (departementalisasi).
2. Standardisasi kegiatan, merupakan prosedur-prosedur yang
digunakan

organisasi

untuk

menjamin

terlaksannya

kegiatan seperti yang direncanakan.


3. Koordinasi kegiatan, menunjukan prosedur-prosedur yang
mengintegrasikan fungsi-fungsi satuan-satuan kerja dalam
organisasi.
4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan, yang
menunjakan
keputusan.

lokasi
Ukuran

(letak)
satuan

kekuasaan
kerja

karyawan dalam satu kelompok kerja.

16

pembuatan

menunjukan

jumlah

D. Bentuk dasar struktur Organisasi


Empat bentuk dasar struktur organisasi yang diikuti sebagian besar
perusahaan yaitu fungsional, divisional, matriks, dan internasional.
1. Organisasi Fungsional
Merupakan pendekatan struktur organisasi yang digunakan oleh
sebagian besar perusahaan berukuran kecil atau menengah dan juga mendesain
struktur berdasar fungsi-fungsi ( pemasaran, operasional, keuangan ) yang ada
dalam suatu organisasi / divisi / sub divisi.
Kelebihan dari Organisasi Fungsional

adalah

mempromosikan

keterampilan yang terspesialisasi, mengurangi duplikasi penggunaan sumber


daya yang terbatas, memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli
spesialis. Namun tipe Organisasi Fungsional ini juga memiliki sejumlah
keterbatasan, yaitu menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit,
mengurangi

komunikasi

dan

koodinasi

antar

fungsi,

menumbuhkan

ketergantungan antar fungsi dan kadang membuat koodinasi dan kesesuaian


jadwal kerja menjadi sulit dilakukan.
2. Organisasi Divisional
Merupakan desain struktur yang berdasarkan output / produk yang
dihasilkan oleh unit / bagian organisasi yang bersangkutan. Kelebihan dari
Organisasi Divisional adalah mendorong akuntabilitas yang lebih besar
terhadap hasil akhir, memungkinkan terjadinya diversifikasi keterampilan, dan
koordinasi antar fungsi di dalam tiap posisi menjadi lebih mudah. Organisasi
Divisional relative digunakan untuk situasi lingkungan tidak stabil, dan ukuran
organisasi relative besar.
3. Organisasi Matriks
Organisasi Matriks

adalah

Struktur

organisasi

yang

dibentuk

berdasarkan kelompok-kelompok dan anggota kelompok melapor kepada dua


manajer atau lebih, dan strukturnya berdasar kombinasi antara Tipe
Fungsional dan Tipe Divisional. Bentuk Organisasi Matriks yang sangat
fleksibel sehingga dapat segera beradaptasi dalam situasi yang berubah-ubah
dan merupakan alat ukur sementara yang digunakan untuk menyelesaikan
sebuah proyek khusus dan hanya mempengaruhi satu bagian perusahaaan.
17

4. Organisasi Internasional
Organisasi Internasional

merupakan

struktur

yang

benar-benar

mendunia dengan menggunakan sumber daya ( termasuk modal ),


memproduksi barang dan jasa, terlibat dalam penelitian dan pengembangan,
tanpa memikirkan batasan-batasan wilayah negara yang ada. Sebagai contoh
seseorang membuka toko pertamanya di Indonesia pada tahun 1990, dengan
semakin banyaknya toko yang dibuka di luar negeri pada pertengahan 1990an, perusahaan itu kemudian menciptakan Departemen Internasional untuk
mengatasi ekspansinnya ke luar negeri.
E. Organisasi Informal
Organisasi Informal merupakan Interaksi sosial sehari-hari antar
karyawan, yang lebih penting daripada pekerjaan dan hubungan antar
pekerjaan formal dan secara efektif mengubah struktur formal perusahaan itu.
Keuntungan dari Organisasi Informal adalah bisa memperkuat Organisasi
Formal. Kekurangan dari Organisasi Informal adalah dapat memperkuat
politik kantor yang menempatkan kepentingan individu di depan orang-orang
dari perusahaan.
Organisasi informal muncul dari respons terhadap kebutuhan sosial
sebagai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. Determinan penting
yang memunculkan organisasi informal menurut Scott (1993) adalah lokasi,
pekerjaan, kepentingan, dan isu-isu khusus (special issues). kemudian melihat
beberapa asumsi karakteristik organisasi informal yang penting dan apabila
dipahami maka ia akan bermanfaat bagi penerapan manajemen antara lain:
1. Organisasi informal merupakan agen kontrol sosial, dan pada organisasi
formal biasanya aturan-aturan mengenai kontrol sosial tersebut tidak
lengkap atau tidak diatur.
2. Bentuk-bentuk keterhubungan antar manusia pada organisasi informal
memerlukan analisis yang berbeda dari hubungan manusia yang diplot
atau dirancang pada organisasi formal. Metodenya biasa disebut sebagai
analisa sosiometrik.
3. Organisasi informal memiliki sistem status dan komunikasi yang khusus,
dan tidak selalu berasal dari sistem formal.

18

4. Keberlangsungan hidup organisasi informal membutuhkan stabilitas


hubungan diantara orang-orang yang berada didalamnya, dengan
demikian organisasi informal selalu sulit untuk berubah (resists to
change).
5. Kepemimpinan

merupakan

salah

satu

aspek

penting

bagi

organisasi informal. Diskusi terhadap aspek kepemimpinan pada


organisasi

informal

dipumpun

pada

bagaimana

berlangsungnya

kepemimpinan informal, keistimewaan apa yang melekat padanya, dan


bagaimana pemimpin informal tersebut dapat menolong para manajer
mencapai tujuan-tujuan dalam organisasi formal.
Menurut J. Winardi organisasi informal memiliki beberapa ciri-ciri yang
membedakan dari organisasi formal, yaitu :
1. Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik
secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan
waktu dimana seseorang menjadi anggota organisasi tersebut.
2. Sifat hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang
bersangkutan tidak terspesifikasi.
3. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila
hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan
terumuskan.
4. Organisasi informal, merupakan kumpulan antar perseorangan tanpa
tujuan bersama yang disadari, meskipum pada akhirnya hubunganhubungan yang tak disadari itu untuk tujuan bersama.
5. Dalam organisasi formal, tiap unsure organisasi mempunyai kedudukan
tugas dan fungsi-fungsi yang tegas. sedangkan didaam organisasi
informal, kedudukan serat fungsinya tampak kabur. (J Winardi, 2003:9).
Selain itu, menurut Hicks organisasi informal dibedakan menjadi
organisasi primer dan organisasi sekunder :
1. Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan
secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka
berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang
dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini
adalah keluarga-keluarga tertentu.

19

2. Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang


bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini
tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka
memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji
ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini
adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya
dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran
gajinya.
Adapun struktur organisasi informal, yaitu :
1. Organisasi informal adalah hubungan pribadi dalam organisasi
yang mempengaruhi putusan di dalam organisasi tersebut tetapi
ditiadakan dari skema formal dan tidak panggah dengan struktur
formal organisasi.
2. Organisasi informal tumbuh karena berbagai faktor baik ekstern
(pendidikan, umur, senioritas, jenis kelamin, latar belakang etnis
dan kepribadian), maupun intern (jabatan, upah, jadwal kerja,
mobilitas, dan simbol status)
3. Organisasi informal membentuk klik, status dan peranan, norma
dan sanksi serta metode kerja sendiri lain dengan aturan formal.
4. Organisasi informal dapat bermanfaat bagi pribadi anggota dan
organisasi, namun juga dapat membahayakan organisasi.
5. Organisasi informal berkembang dalam berbagai bentuk.
BAB III
PENUTUP
I. Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah disampaikan, maka dapat disumpulkan
bahwa organisasi memiliki pengertian sekelompok orang (2 atau lebih) yang
secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Organisasi juga sangat berhubungan dengan manajemen
dan tata kerja karena organisasi secara keseluruhan atau sebagai suatu
keselurahan memerlukan manajemen untuk mengatur sistem tatakerja.
Organisasi memiliki ciri-ciri, unsur-unsur serta teori tersendiri yang

20

menghasilkan macam-macam organisasi. Dengan berbagai tipe serta struktur


yang bermacam-macam juga.
Keberhasilan suatu organisasi bisnis dalam menjalankan bisnisnya tidak
terlepas dari bagaimana mereka menjalankan struktur organisasi dalam sebuah
perusahaan

tersebut.Jika

perusahaan

atau

organisasi

bisnis

mampu

menerapkan dan mengkombinasikan seluruh aspek tersebut, maka bukanlah


hal yang mustahil jika usaha mereka akan berhasil.
1. Rancanglah struktur organisasi sesuai dengan missi dan visi organisasi.
2. Rancanglah susunan organisasi setelah organisasi merumuskan bisnis
proses utama untuk mencapai sasaran organisasi.
3. Susunlah susunan organisasi Anda dengan mempertimbangkan bakat dan
kemampuan yang dimiliki pekerja.
4. pertimbangkanlah umur pekerja ketika Anda menempatkan pekerja pada
jabatan-jabatan yang telah Anda rancang.
5. lakukanlah self-assesment kepada pekerja-pekerja untuk mendukung
bahwa jabatan mereka saat ini masih relevan dengan bakat dan talenta
mereka.
6. berbicaralah dengan pekerja bahwa posisi yang Anda tawarkan pada
pekerja bisa tidak sesuai dengan bakat dan talentanya.

II. Saran
Dalam suatu organisasi bisnis disamping struktur organisasi dan unsurunsurnya juga diperlukan komunikasi, Komunikasi yang efektif diperlukan di
berbagai tingkat dan untuk berbagai aspek dalam organisasi seperti untuk
hubungan pimpinan dan bawahan. Komunikasi adalah juga merupakan alat

21

dasar untuk motivasi, yang dapat meningkatkan moral para karyawan dalam
suatu organisasi. Jadi komunikasi sangat penting untuk sebuah organisasi.

Lampiran 1 : Contoh kasus Organisasi Bisnis


KonflikBuruhDengan PT Megariamas
Sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Garmen Tekstil
dan Sepatu- Gabungan Serikat Buruh Independen (SBGTS-GSBI) PT
Megariamas Sentosa, Selasa (23/9) siang menyerbu Kantor Sudin Tenaga Kerja
dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Utara di Jl Plumpang Raya, Kelurahan
Semper Timur, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Mereka menuntut pemerintah
mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang mempekerjakan mereka
karena mangkir memberikan tunjangan hariraya (THR).
Ratusan buruh PT Megariamas Sentosa yang berlokasi di Jl Jembatan III
Ruko 36 Q, Pluit, Penjaringan, Jakut, datang sekitar pukuk 12.00 WIB. Sebelum
ditemui Kasudin Nakertrans Jakut, mereka menggelar orasi yang diwarnai aneka
macam poster yang mengecam usaha perusahaan menahan THR mereka. Padahal

22

THR merupakan kewajiban perusahaan sesuai dengan ketentuan yang tertuang


dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 4/1994 tentang THR.
Kami menuntut hak kami untuk mendapatkan THR sesuai dengan
peraturan yang berlaku.Dan jangan dikarenakan ada konflik internal kami tidak
mendapatkan THR, karena setahu kami perusahaan garmen tersebut tidak merugi,
bahkan sebaliknya. Jadi kami minta pihak Sudin Nakertrans Jakut bisa
memfasilitasi kami, jelas Abidin, coordinator unjuk rasa ketika berorasi di
tengah-tengah rekannya yang didominasi kaum perempuan itu, Selasa (23/9) di
depan kantor Sudin Nakertrans Jakut. Sekedar diketahui ratusan buruh perusahaan
garmen dengan memproduksi pakaian dalam merek Sorella, Pieree Cardine,
Felahcy, dan Young Heart untuk ekspor itu telah berdiri sejak 1989 ini
mempekerjakan sekitar 800 karyawan yang mayoritas perempuan.
Demonstrasi ke Kantor Nakertrans bukan yang pertama, sebelumnya
ratusan buruh ini juga mengadukan nasibnya karena perusahan bertindak
sewenang-wenang pada karyawan. Bahkan ada beberapa buruh yang
diberhentikan pihak perusahaan karena dinilai terlalu vokal. Akibatnya, kasus
konflik antar buruh dan manajemen dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan
Industrial. Karena itu, pihak manajemen mengancam tidak akan memberikan
THR kepada pekerjanya.
Mengetahui hal tersebut, ratusan buruh PT Megariamas Sentosa mengadu
ke kantor Sudin Nakertrans Jakut. Setelah dua jam menggelar orasi di depan
halaman Sudin Nakertrans Jakut, bahkan hendak memaksa masuk ke dalam
kantor. Akhirnya perwakilan buruh diterima oleh Kasudin Nakertrans, Saut
Tambunan di ruang rapat kantornya. Dalam peryataannya di depan para pendemo,
Sahut Tambunan berjanji akan menampung aspirasi para pengunjuk rasa dan
membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. "Pasti kami akan bantu, dan
kami siap untuk menjadi fasilitator untuk menyelesaikan masalah ini," tutur
Sahut.
Selain itu, Sahut juga akan memanggil pengusaha agar mau memberikan
THR karena itu sudah kewajiban. Kalau memang perusahaan tersebut mengaku
merugi, pihak manajemen wajib melaporkan kepemerintah dengan bukti konkret,

23

kata Saut Tambunan kepada berita jakarta.com usai menggelar pertemuan dengan
para perwakilan demonstrasi.
Sesuai peraturan, karyawan dengan masa kerja di atas satu tahun berhak
menerima THR. Sementara bagi karyawan dengan masa kerja di bawah satu tahun
di atas tiga bulan, THR-nya akan diberikan secara proporsional atau diberikan
sebesar 3/12 X 1bulan gaji. Karyawan yang baru bekerja di bawah tiga bulan bisa
saja dapat tergantung dari kebijakan perusahaan.
Saut menambahkan, sejauh ini sudah ada empat perusahaan yang didemo
karena mangkir membayar THR. Sesuai dengan peraturan H-7 seluruh
perusahaan sudah harus membayar THR kepada karyawannya. Karena itu, kami
upayakan memfasilitasi. Untuk kasus karyawan PT Megariamas Sentosa memang
sedang ada sedikit permasalahan sehingga manajemen sengaja menahan THR
mereka. Namun, sebenarnya itu tidak boleh dan besok kami upayakan
memfasilitasi kemanajemen perusahaan.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk kawasan Jakarta Utara tercatat ada
sekitar 3000 badan usaha atau perusahaan di sektor formal.Untuk melakukan
monitoring, pihaknya menugaskan 15 personel pengawas dan 10 personel
mediator untuk menangani berbagai kasus seperti kecelakaan kerja, pemutusan
hubungan kerja, tuntutan upah maupun upah normative dan THR. Kami masih
kekurangan personel, idealnya ada 150 personel pengawas dan 100 personel
mediator, tandas Saut Tambunan.

Analisis :
Dengan membaca artikel diatas kita mendapatkan salah satu contoh kasus
suatu konflik yang terjadi dalam suatu organisasi perusahaan, didalam kasus ini
terlihat bahwa seorang pemimpin berlaku tidak bertanggung jawab, tidak adil dan
tidak jujur terhadap bawahannya dalam memimpin dan menjalankan suatu
perusahan. Mereka beretika tidak baik dengan tidak memberikan hak para buruh,
berbohong pada buruh, tidak memberikan hak THR, bisa memecat buruh yang

24

menurut mereka terlalu vocal dengan mudah dan senantiasa mempermainkan para
bawahannya terutama buruh dengan bertindak sangat tidak bijaksana sebagai
seorang yang memiliki kekuasaan di dalam perusahaan. Kasus seperti ini jelas
sangat berpengaruh terhadap terjadinya sebuah konflik. Kasus etika dan sikap
pemimpin adalah penyebab utama terjadinya konflik dalam kasus ini. Bila kasus
seperti ini semakin banyak maka semakin banyak pula buruh yang akan menjadi
korban para pemilik perusahaan yang tidak bertanggung jawab dan bertindak
sewenang-wenang seperti contoh kasus diatas. Bila kasus ini tidak selesai dengan
cara mediator atau jika dengan cara mediator maka perlu adanya proses hokum
karena pemilik telah melanggar hak seseorang dan telah melanggar hukum yang
berlaku tentang pemberian THR kepada tenaga kerja. Mungkin ini adalah salah
satu solusi yang mungkin bisa menyelesaikan konflik dalam perusahaan seperti ini
dan sebaiknya para pengusaha memperlakukan bawahannya dengan sebaikbaiknya dengan memberikan hak sesuai dengan kewajiban mereka di perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

http://arintadwiamnesti.blogspot.com/2011/05/macam-macam-strukturorganisasi.html
http://budipratiko9.blogspot.com/2013/10/organisasi-bisnis.html
http://chochangicka.blogspot.com/2012/12/komunikasi-bisnis
pengorganisasian.html
http://choirunnisawijayanti.blogspot.com/2013/10/pengorganisasian-danstruktur-organisasi.html
https://routeterritory.wordpress.com/2009/10/19/pengorganisasian-bisnisperusahaan/

25

http://zhopio-chalicee.blogspot.com/2013/01/macam-macam-bentukstruktur-organisasi_7366.html

26