Anda di halaman 1dari 10

LAMPIRAN A

PERHITUNGAN NERACA MASSA


Basis perhitungan

: 1 jam operasi

Satuan operasi

: kg/jam

Bahan baku

: molase

Produk akhir

: bioetanol

Kemurnian bioetanol

: 99 %

Densitas bioetanol

: 0,789 gram/ml = 789 kg/m3

Jumlah hari operasi

: 330 hari

Jumlah jam operasi

: 24 jam

Kapasitas produksi

: 177.000 ton/tahun
: 177.000

ton
tahun

1000 kg
1 tahun

1 tahun
330 hari

1 hari
24 jam
: 22.348,5 kg/jam
Komposisi kimia bahan baku molase :

Sukrosa
Glukosa
Air
Kotoran

: 34,19%
: 21,70%
: 26,49%
: 17,62%

LA.1 Neraca Massa Pada Mixer (M-101)


Air Proses
2
Molase
Kotoran

M-101

Molase
Air Proses
Kotoran

Bahan baku molase

: 22348,5 kg (per jam operasi)

Kotoran

: FK1 = FK3 = 17,62% x 22348,5 kg = 3937,80 kg

Molase

: FM1 = FM3 = 22348,5 3937,80kg = 18410,68 kg

Air Proses

: Fair2 = Fair3
: (18410,68 kg - (26,49% x 18410,68 kg)/0,12)
(3937,80 kg + 18410,68 kg) + (26,49% x 22348,5 kg)
: Fair2 = Fair3 = 96352,40 kg
Tabel LA.1 Neraca Massa Pada Mixer (M-101)
Masuk

Komponen

1
18410,68

Molase
Air Proses
Kotoran
Sub Total
Total

2
96352,40

3937,80
22348,48
96352,40
118700,88

Keluar
3
18410,68
96352,40
3937,80
118700,88
118700,88

LA.2 Neraca Massa Pada Screener (SC-101)

Molase
Air Proses

SC-101

Kotoran

Molase
Air Proses

5
Kotoran
Pada proses ini terjadi proses pemisahan antara kotoran dengan campuran molase
Molase

: FM3 = FM4 = 18410,68 kg

Kotoran

: FK3 = FK5 = 3937,80 kg

Air Proses

: Fair3 = Fair4 = 96452,40 kg

Tabel LA.2 Neraca Massa Pada Screener (SC-101)


Masuk
3
18410,68
96352,40
3937,80
118700,88
118700,88

Komponen
Molase
Air Proses
Kotoran
Sub Total
Total

Keluar
4
18410,68
96352,40

114763,08
118700,88

3937,80
3937,80

LA.3 Neraca Massa Pada Reaktor Hidrolisa (R-101)


Asam Sulfat
6
Molase

Air Proses

R-101

Air Proses
Asam Sulfat
Glukosa

Pada reaktor, molase yang mengandung sukrosa akan terhidrolisa sempurna menjadi
glukosa. Reaksi hidrolisa yang terjadi pada reaktor sebagai berikut :
(C6H10O5)n + n H2O

H2SO4

n C6H12O6

Asam sulfat yang digunakan pada proses hidrolisa ini sebesar 0,4% total substrat
(Tarigan, 2009)
Air Proses

: Fair7 = Fair4 + (26,49% x : 22348,5 kg) = 102272,51 kg

Glukosa

: FG7 = (34,19% + 21,70%) x 22348,5 kg = 12490,57 kg

Total substrat = Glukosa + Air


= 102272,51 kg + 12490,57 kg
Asam Sulfat

: FAS6 = FAS7 = 0,4% x (102272,51 kg + 12490,57 kg) = 459,05 kg

Tabel LA.3 Neraca Massa Pada Reaktor Hidrollisa (R-101)

Masuk

Komponen

4
18410,68
96352,40

Molase
Air Proses
Asam Sulfat
Glukosa
Sub Total
Total

Keluar
7

459,05
114763,08
115222,13

459,05

102272,51
459,05
12490,5682
115222,13
115222,13

LA.4 Neraca Massa Pada Cooler (C-101)


Air Proses
Asam Sulfat

C-101

Glukosa

Air Proses
Asam Sulfat
Glukosa

Pada cooler, hanya terjadi penurunan temperatur sehingga F7 = F8


Air Proses

: Fair7 = Fair8 = 102272,51 kg

Glukosa

: FG7 = FG8 = 12490,57 kg

Asam Sulfat

: FAS7 = FAS8 = 459,05 kg

Tabel LA.4 Neraca Massa Pada Cooler (C-101)


Masuk

Keluar

Air Proses

102272,51

102272,51

Asam Sulfat

459,05

459,05

Glukosa

12490,57

12490,57

Sub Total

115222,13

115222,13

Total

115222,13

115222,13

Komponen

LA.5 Neraca Massa Pada Fermentor (R-102)


Saccharomyce
s cereviceae

Amonium
Sulfat

Karbon
Dioksida

10
6
Air Proses
Asam Sulfat

12

R-102

Air Proses
Asam Sulfat
Glukosa
Amonium Sulfat
Saccharomyces cereviceae
Etanol

11

Glukosa

Reaksi yang terjadi :


Saccharomyces cereviceae
C6H12O6

2C2H5OH + 2CO2

Asumsi :

Saccharomyces cereviceae yang ditambahkan 0,5% total substrat (Perry, 1999)


Glukosa terkonversi menjadi 97% (Ashok Pandey, 2008).
Amonium sulfat yang ditambahkan 0,4% dari total substrat (Fauzi, 2011).

Total substrat

= Glukosa + Air
= 102272,51 kg + 12490,57 kg
= 114763,08 kg

Saccharomyces cereviceae

0,5
= 100

x 114763,08 kg

= 573,82 kg
Amonium sulfat

0,4
= 100

x 114763,08 kg

= 459,05 kg
Glukosa yang bereaksi

= 12490,57 x 0,97
= 12115,85 kg
= 67,31 kmol

Glukosa sisa

= 12490,57 x 0,03
= 374,72kg

Etanol yang terbentuk

= Glukosa yang bereaksi x n bioetanol x BM bioetanol


= 67,31 x 2 x 46
= 6192,55 kg

CO2 yang terbentuk

= Glukosa yang bereaksi x n CO2 x BM CO2


= 67,31 x 2 x 44
= 5923,31 kg

Tabel LA.5 Neraca Massa Pada Fermentor (R-102)


Komponen
Air Proses
Asam Sulfat
Glukosa
NH2SO4
Saaccharomyces C
Etanol
Karbon Dioksida
Sub Total
Total

8
102272,51
459,05
12490,57

Masuk
9

Keluar
10

459,05
573,82

115222,13

573,82
116255,00

459,05

11
102272,51
459,05
374,72
459,05
573,82
6192,55

5923,31
110331,69
5923,31
116255,00

LA.6 Neraca Massa Pada Filter Press (FP-101)


Air Proses
Asam Sulfat
11
Glukosa
Amonium Sulfat
Saccharomyces cereviceae
Etanol

14
FP-101

Air Proses
Glukosa
Etanol

13

Asam Sulfat

Amonium Sulfat
Saccharomyces cereviceae
Air Proses

Pada Alur 13 :
Air Proses

12

: Fair13 = 10% x Fair11 = 10227,25 kg

Amonium Sulfat

: FAm.S13 = FAm.S11 = 459,05 kg

Saccharomyces cereviceae

: FSC13 = FSC11 = 573,82 kg

Pada Alur 14 :
Etanol

: FE14 = FE11 = 6192,55 kg

Glukosa

: FG14 = FG11 = 374,72 kg

Air Proses

: Fair14 = Fair11 - Fair13 = 92045,26 kg

Asam Sulfat

: FAS14 = FAS11 = 459,05 kg


Tabel LA.6 Neraca Massa Pada Filter Press (FP-101)
Masuk
11
102272,51
459,05
374,72
459,05
573,82
6192,55
110331,69
110331,69

Komponen
Air Proses
Asam Sulfat
Glukosa
NH2SO4
Saaccharomyces C
Etanol
Sub Total
Total

Keluar
13
10227,25
459,05

14
92045,26
374,72

459,05
573,82
6192,55
11719,17
98612,52
110331,69

LA.7 Neraca Massa Pada Menara Distilasi (D-101)


Glukosa
14
Air Proses
Etanol
Asam Sulfat

16

Etanol
Air Proses

D-101

15

Glukosa
Air Proses
Etanol
Asam Sulfat

Asumsi :
Etanol yang terkonversi adalah sebesar 95%.
Etanol yang terkandung dalam produk atas adalah sebesar 96%.

Pada Alur 15 :
Etanol

: FE15 = 5% x FE14 = 309,63 kg

Glukosa

: FG15 = FG14 = 374,72 kg

Air Proses

: Fair15 = FE14 - FE16 = 91800,14 kg

Asam Sulfat

: FAS15 = FAS14 = 459,05 kg

Pada Alur 16 :
Etanol

: FE16 = 95% x FE14 = 5882,92 kg

Air Proses

: Fair16 = (FE15/96%) x FE15 = 245,12 kg


Tabel LA.7 Neraca Massa Pada Menara Distilasi (D-101)
Masuk
14
92045,26
459,05
374,72
6192,55
99071,58
99071,58

Komponen
Air Proses
Glukosa
Etanol
Asam Sulfat
Sub Total
Total

Keluar
15
16
91800,14
245,12
459,05
374,72
309,63
92943,53
6128,04
99071,58

LA.8 Neraca Massa Pada Mixer (M-102)


Kalsium Oksida
17
Air Proses 16
Etanol

18
M-102

Etanol
Kalsium Hidroksida

Reaksi pembentukan Kalsium hidroksida :


CaO

Mol CaO = mol H2O =

+ H2O Ca(OH)2

245,12
13,62 mol
18

Massa CaO yang ditambahkan

= mol CaO x BM CaO


= 13,62 x 56

= 762,60 kg
Kalsium Hidroksida

: FKH18 = FA16 + FCaO17 = 1007,72 kg

Tabel LA.8 Neraca Massa Pada Mixer (M-102)


Komponen
Air Proses
Etanol
Kalsium oksida
Kalsium hidroksida
Sub Total
Total

Masuk
16
245,12
5882,92

Keluar
18

17

5882,92
762,60
1007,72
6890,64
6890,64

6128,04
762,60
6890,64

LA.9 Neraca Massa Pada Menara Distilasi (D-102)

Kalsium hidroksida 18
Etanol

D-102
19

20

Etanol
Air Proses

Etanol
Kalsium Hidroksida

Asumsi :
Etanol yang terkonversi adalah sebesar 96%
Etanol yang terkandung dalam produk atas adalah sebesar 99%
Pada Alur 20 :
Etanol

: FE20 = 96% x FE18 = 5647,60 kg

Air Proses

: Fair20 = (FE20/99%) x FE20 = 57,05kg

Pada Alur 19 :
Etanol

: FE19 = FE18 - FE20 = 235,32 kg

Kalsium Hidroksida

: FKH19 = FKH18 - Fair20 = 950,68 kg

Tabel LA.9 Neraca Massa Pada Menara Destilasi (D-102)


Komponen
Air Proses
Etanol
Kalsium Hidroksida
Sub Total
Total

Masuk
18
0,00
5882,92
1007,72
6890,64
6890,64

Keluar
19

20
57,05
5647,60

235,32
950,68
1185,99

5704,65
6890,64