Anda di halaman 1dari 7

[01:14, 11/9/2014] Mas Uwi': menurut clark pencegahan ada 5, menrut who ada 4.

[01:22, 11/9/2014] Mas Uwi': secara umum ada


1. promosi kesehatan. isinya phbs, pendidikan kesehatan.
2. general and spesific protection. proteksinya sudah menjurus ke arah pencegahan penyakit
spesifik yg dpt dialami oleh orang2 risti. misal orang flu burung d isolasi, orang pemakai narkoba
d imunisasi hep b, pencegahan kecelakaan d tempat kerja.
3. early diagnose and prompt treatment. uji tapis pada klompok beresiko kena penyakit dan
melakukan terapi sedini mungkin. manfaatkan pemeriksaan lab, radiologi, dll.
4. disability limitation. pasen2 di terapi sampai sembuh, fasilitas kesehatan d tingkatkan agar
pelayanan pasen bs sampe sembuh total.
5. rehabalitation. menyiapkan pasen agar bs kembali kmlingkungannya, menyadarkan masyarakat
untuk dpt menerima pasen.
[01:25, 11/9/2014] Mas Uwi': ada 2 skala pengukuran:
1. kategorikal. yg kategorik ada ordinal jika berstrata, nominal jk sederajat.
2. numerik. rasio jika punya titik nol mutlak misal tb, bb. interval jika tidak punya nilai 0 mutlak,
misal suhu. 0 derajat celcius tdk sm dengan 0 derajat fahrenhait
[01:28, 11/9/2014] Mas Uwi': pertanyaan pengambilan hipotesis ada 2: yaitu mencari hubungan
komparatif dan mencari hubungan korelatif.
untum komparatif ada 2 macam data. yaitu tidak bepasangan dan berpasangan.
beasangan misalnya kelompok a akan dihitung ekskresi obat dalam urin pd menit 1 dan menit 5.
subjek perlakuannya sama tdk berubah yaitu kelompok a.
[01:29, 11/9/2014] Mas Uwi': syarat uji numerik adalah distribusi harus normal. jika tidak normal
pakai katagorikal..
[01:32, 11/9/2014] Mas Uwi': misal penelitian hubungan bb bayi baru lahir dengan ibu waktu
hamil. bb bayi lahir d bagi jd bblr, bblc dan bbll, dengan bb ibu hamil dengan skala numerik.
ada 3 kelompok yaitu bblr, bblc, bbll. klompojnya tidak berpasangan.
bb ibu hamil, skala numerik ratio.
maka uji yg d pakai adalah one way anova jk distribusi normal. jk tidak normal pakai kruskal
wallis.
[01:35, 11/9/2014] Mas Uwi': contoh ingin meneliti hubungan stadium penyakit ginjal kronis
dengan kejadian depresi.
stadium penyakit pgk yaitu stadium 1,2,3,4,5 adalah skala kategorik ordinal.
kejadian depresi, ya dan tidak adalah skala kategorik nominal.
ada 5 kelompok tidak berpasangan.
maka memakai kruskal wallis
[01:39, 11/9/2014] Mas Uwi': ada 3 kelompok yg tidak berpasangan..
variabel dependennya adalah kejadian diare. kejadian diare adalah data numerik.. misal ada 5
kasus, 8 kasus.
maka yg d pilih adalah one way annova
[01:54, 11/9/2014] Mas Uwi': pola aktif-pasif.
sangat berperan pada pasien delirium, imobilisasi. dimana pasien hanya harus patuh pada dokter,
tanpa banyak bertanya..

pola guidance. misal pada rehab mediknpasien paska operasi.


pasien d ajari bagaimana agar ia bs pulih. pasien tidak perlu tahu banyak atas kondisinya saat ini
atau atas penyakitnya.
pola mutual participation. penting pd penyakit kronis misal dm. dibutuhkan pengetahuan pasien
agar pasien dapat menjalankan terapi dengan bai. pasien perlu paham atas penyakitnya saat ini.
[02:19, 11/9/2014] Mas Uwi': okee sekarang masuk ke metoda pengambilan sampling.
smapling diambil karna jumlah populasi terlalu banyak sdgkan peneliti punyanbanyak
keterbatasan. harapannya sample akan mewakili populasi.
ada 2 macam metode pemilihan sampling:
1. probability (setiap orang dlm populasi memiliki peluang untuk dipilih->lewat jalan undian a.k.a
random)
2. non probability (tanpa random)
[02:28, 11/9/2014] Mas Uwi': macam provability:
1. simple random sampling: tidak membagi populasi menjadi sub sub. memberi nomor semua
orang dlm pupolasi kemudian memilihnya secara acak.
2. systematic random sampling: tidak membagi populasi menjadi sub sub. memberi nomor semua
orang dlm pupolasi kemudian memilihnya dengan rumus interval tertentu.
3. stratified random sampling: digunakan pada populasi yg memiliki subpopulasi. kemudian
memilih wakil masing2 subpopulasi secara acak. misal miskin, kaya, menengah. umur 20-30, 4050, 60-70.
4. cluster random sampling: sampel ygbd ambil adalah sampel kelompok bukan individu.
misalnya dalam 1 kabupaten ada 300 desa, ingin d ambil beberapa desa untuk
mewakilinkabupaten. dipilihlan 5 desa, kemudian masing2 populasi di 5 desa td d ambil 50 untuk
dijadikan sampel.
[02:37, 11/9/2014] Mas Uwi': macam non probability:
1. purposive sampling/judgement. sampel yg d ambil telah jelas informasinya dr luar. peneliti
memilihnya karna d rasa cocok dengan kebutuhan penelitian. misal, peneliti melakukan penelitian
pd sma 6,7, dan 8 mengenai perilaku tawuran karena sama 6,7,8 sering rerlibat tawuran.
2. accidental sampling. sample d dapatkan secara kebetulan, misal seorang dokter ingin meneliti
hububgan asi dengan ispa, dokter tidak aktif mencari kasus tp cenderung pasif dan menunggu
adanya ibu yg memeriksakan anaknya yg ispa. ingin tau pendapat masyarakat ttg presiden baru,
seorang wartawan bertanya pada setiap pejalan kaki yg ia temui.

3. quota sampling. peneliti menentukan jumlah sampel yg akan dia cari, sampel dipilih
berdasarkan kriteria yg d tetapkan peneliti. misal mahasiswa mau mencari hub depresi dng
dukungan sosial pd pasien pgk. ia mematok 15 sampel laki2, dan 15 sampel perempuan..

13:07, 11/9/2014] Mas Uwi': 5 stars;


1. care provider. holistik, paripurna
2. decission maker. mampu memilih teknologi yg cost effective untuk kepentingan pasen.
3. communicator. dapat memberikan penyuluhan atau pengetahuan bg masyarakat.
4. community leader. memimpin masyarakat untuk hidup sehat.
5. manager. mampu berhubungan baik dng masyarakat dan organisasi.
[18:07, 11/9/2014] Mas Uwi': upaya kesehatan pengembangan bersifat inovatif, dilakukan jika
upaya kesehatan wajib sudah terpenuhi..
program upaya pengembangan d pilih oleh dinkes..