Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM MANAJEMEN DAN TEKNIK


PERSEMAIAN

Disusun Oleh :
Nama
NIM
Jurusan
Acara VII

: Muhammad Faisal Nasution


: 13/16124/SHTI
: Kehutanan
: Pertumbuhan Semai dari Benih Sengon
dan Stek Kayu Putih
Dosen Pembimbing : Ir. Surojo Taat Andayani, MP

FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2015
ACARA VII
PERTUMBUHAN SEMAI DARI BENIH SENGON
DAN STEK KAYU PUTIH
A. TUJUAN
1 Mengetahui cara perkembangbiakan tanaman secara vegetatif (stek) dan generatif
(biji)

2 Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari perkembangbiakan tanaman secara


vegetatif (stek) dan generatif (biji)
3 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangbiakan tanaman secara
vegetatif (stek) dan generatif (biji)
B. TEMPAT DAN TANGGAL
1 Tempat : Institut Pertanian STIPER Yogyakarta
2 Tanggal

: 26 Maret 2015

C. ALAT DAN BAHAN


1 Alat

:
a. Pisau
b. Cangkul

2 Bahan

:
a. Benih Sengon (Paraserianthes Falcataria)
b. Bagian pangkal, tengah, dan ujung dari pucuk tanaman Kayu putih
(Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron)
c. Campuran media dari pasir, tanah dan arang sekam padi
d. Pot tray
e. Naungan

D. CARA KERJA
1

Perkembangbiakan tanaman secara vegetatif (stek) pada tanaman kayu

putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron).


Persiapan media tempat tumbuh yang terdiri dari pencampuran pasir,

tanah, dan arang sekam yang dimasukkan ke dalam pot tray.


Penyetekan tanaman kayu putih pada bagian pangkal, tengah, dan ujung
dari pucuk tanaman kayu
leucadendron).

putih (Melaleuca leucadendra syn. M.

Pembuangan

beberapa

helai

daun

kayu

putih

(Melaleuca

leucadendra syn. M. leucadendron) yang berfungsi untuk mengurangi


5

transpirasi.
Penanaman bahan stek bagian pangkal, tengah, dan ujung dari pucuk
tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) pada

6
7

pot tray yang telah tersedia.


Perkembangbiakan tanaman secara generatif (biji) pada tanaman sengon.
Persiapan benih sengon (Paraserianthes falcataria) yang sudah direndam

dengan asam sulfat.


Persiapan media tempat tumbuh yang terdiri dari pencampuran pasir,

tanah, dan arang sekam yang dimasukkan ke dalam pot tray.


Penanaman benih sengon (Paraserianthes falcataria) pada pot tray yang

10

sudah disediakan.
Memasukkan benih sengon (Paraserianthes falcataria) dan stek kayu
putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) ke dalam naungan

11

yang sudah disediakan.


Pemeliharaan benih sengon (Paraserianthes falcataria) dan stek kayu

12

putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) selama tiga minggu.


Pembuatan laporan hasil pengamatan.

E. DASAR TEORI
Perkembangbiakan pada tumbuhan ada dua cara, yaitu dengan cara
vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan
melalui bagian tumbuhan itu sendiri, sedangkan perkembangbiakan generatif
adalah

perkembangbiakan

melalui

penyerbukan.

Jauh

setelah

ilmu

pengetahuan berkembang ternyata tiap bagian tumbuhan bisa dijadikan


individu baru yang mirip dengan induknya yaitu dengan sistem kultur jaringan,
namun untuk melakukan sebuah persemaian dengan kultur jaringan
memerlukan modal yang cukup besar dan juga diperlukan sebuah keahlian
khusus.
1 Perkembangbiakan Vegetatif

Perkembangbiakan vegetatif terbagi dua, yaitu perkembangbiakan


vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan.
a. Perkembangbiakan vegetatif alami
Perkembangbiakan vegetatif alami dimulai dari tumbuhnya tunas
pada bagian tumbuhan. Tunas selanjutnya akan menjadi tanaman baru.
Pada umumnya, tunas tumbuh pada ruas batang, ketiak daun, ujung
akar, dan tepi daun. Tunas yang tumbuh pada ujung akar atau tepi daun
disebut tunas adventif.
b.

Perkembangbiakan vegetatif buatan


Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, cepat berbuah, dan
menyerupai induknya, pembiakan ini sengaja dibantu manusia.
Pembiakan secara vegetatif buatan di antaranya adalah stek pucuk.
Stek pucuk adalah usaha perbanyakan tumbuhan secara vegetatif
dengan cara menyemaikan pucuk pohon sehingga menjadi bibit yang
siap tanam. Stek pucuk bisa menjadi alternatif dalam memenuhi
kebutuhan bibit, karena bahan stek yang mudah didapat, namun begitu
bukan berarti stek pucuk tidak ada kekurangannya. Salah satu
kekurangan dari stek pucuk ini adalah diperlukannya pengetahuan dan
keterampilan tentang penyetekan. Sebab dalam hal perlakuan tiap jenis
pohon tidak sama akan teknik penyetekannya.

2 Perkembangbiakan Tumbuhan dengan Cara Generatif


Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah perkembangbiakan
melalui biji. Biji adalah bagian dari buah. Perkembangbiakan ini dapat
dilakukan oleh manusia, serangga, dan angin. Hasil pembiakan ini bisa
sama dengan induknya, bisa juga berbeda. Oleh karena itu, hasil
perkembangbiakan ini diperoleh tanaman baru dengan bermacam-macam
jenisnya.

F. HASIL PENGAMATAN
Pada praktikum Acara VII Pertumbuhan Semai dari Benih Sengon dan Stek
Kayu Putih praktikan memperoleh hasil pengamatan yaitu sebagai berikut :
1

Hasil stek pada bagian pangkal, tengah dan ujung dari pucuk tanaman
kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron)

Hasil dari kecambah

Benih sengon (Paraserianthes falcataria)

G. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini yang berjudul Pertumbuhan Semai dari Benih
Sengon dan Stek Kayu Putih yang dengan dua cara yaitu vegetatif (stek) dari
tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) dan
dengan cara generatif (biji) tanaman sengon (Paraserianthes falcataria).
Perkembangbiakan tanaman dengan cara generatif (biji) pada tanaman
sengon (Paraserianthes falcataria) dapat dikatakan berhasil karena sebagian
besar benih dapat tumbuh dengan baik. Keberhasilan tersebut dapat terjadi
karena faktor pemeliharaan tertama pada perlakuan awal yang diberikan pada
benih sengon (Paraserianthes falcataria) yaitu dengan merendamnya dengan
asam sulfat yang dapat mengatasi dormansi pada benih tanaman tersebut.
Pada pelaksanaan pemeliharaan praktikan merasa masih kurangnya
penyiraman pada tanaman tersebut. Dalam suatu persemaian air memiliki
peran yang sangat penting untuk membantu fotosintesis, menjaga tekanan
turgor pada daun, pergerakan air pada daun, dan lain sebagainya.
Perkembangbiakan dengan cara vegetatif (stek) pada bagian pangkal, tengah
dan ujung dari pucuk tanaman kayu putih dapat dikatakan belum berhasil yang
disebabkan karena beberapa faktor, antara lain karena perlakuan awal yang
kurang baik seperti tidak direndam dengan hormon perangsang tumbuhnya
akar. Tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron)
yang di stek pada tiga bagian tersebut yaitu pada bagian pangkal, tengah dan
ujung dari pucuk tanaman tersebut memiliki kemampuan untuk hidup yang
berbeda.
Berdasarkan hasil pengamatan dapat diperoleh bahwa bagian ujung dari
pucuk tanaman tersebut memiliki kemampuan untuk hidup yang rendah atau
paling cepat mati sedangkan bagian pangkal yang distek memiliki kemampuan
untuk hidup yang paling tinggi. Oleh kerena itu, dapat diketahui bahwa bagian
dari tanaman yang paling baik untuk di stek adalah pada bagian pangkal.

H. KESIMPULAN

Pada praktikum kali ini praktikan dapat memperoleh kesimpulan yaitu


sebagai berikut :
1 Perkembangbiakan pada tumbuhan ada dua cara, yaitu dengan cara
vegetatif dan generatif.
2 Perkembangbiakan
generatif

adalah

perkembangbiakan

melalui

penyerbukan seperti perkembangbiakan melalui biji.


3 Dari tiga bagian tanaman kayu putih yang di stek tersebut yang paling baik
adalah bagian pangkal.
4 Perkembangbiakan tanaman dengan cara vegetatif (stek) pada bagian
pangkal, tengah dan ujung melalui bagian tumbuhan itu sendiri seperti stek.
5 Bagian ujung dari pucuk tanaman tersebut memiliki kemampuan untuk
hidup yang rendah atau paling cepat mati, sedangkan bagian pangkal yang
di stek memiliki kemampuan untuk hidup yang paling tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Setiani, Sonia. 2015. Perkembang Biakan Tumbuhan Secara Vegetatif Dan


Generatif. http://Soniasetiani. Blogspot.Com/2014/01/Perkembang-BiakanTumbuhan-Secara.html. Diakses pada tanggal 15 April 2015 pukul 18.30
WIB.
Perdana, Andrean. 2015. Cara Tumbuhan Berkembang Biak (Vegetatif Dan
Generatif). http://Materibelajarinside.Blogspot.Com/2014/05/Caratumbuhan
- Berkembang-Biak.html. Diakses pada tanggal 15 April 2015 pukul 18.32
WIB.
Anonim. 2015. Stek Pucuk. http://PersemaianHutankalimantan.Blogspot.Com
/P/Stek-Pucuk.html. Diakses pada tanggal 15 April 2015 pukul 18.42 WIB.

Yogyakarta, 16 April 2015


Dosen Pembimbing

Praktikan

(Ir. Surojo Taat Andayani, MP)

( M. Faisal Nasution )