Anda di halaman 1dari 5

ANISSA RAKHMA PUTRI ( 123184004)

INTAN SEPTIKA S ( 123184017 )


NOVILIA HERMAWATI (123184039 )
S1 PENDIDIKAN FISIKA A 2012
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Koefisien Gesek
ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan mengenai kosfisien gesek yang bertujuan untuk menentukan koefisien gesek
statis antara dua permukaan dan menentukan kosfisien gesek kinetis antara dua permukaan. Metode yang
digunakan adalah dengan merangkai alat, memberikan beban m2 sehinggabalok tepat akan bergerak cara
memeriksanya dengan mengetok papan pelan pelan mengulangi percobaan sebanyak 6 kali dengan massa
yang berbeda. Percobaan kedua merangkai alat, m1di buat samadan m2 dibuat berbeda,tetapi jaraknya dibuat
beberbada, sehingga dapat diketahui waktu tempuhnya. Setelah diketahui m1 , m2 ,s ,dan t dapat diketahui nilai
koefisien gesek kinetis( k ). Dari hasil percobaan tersebut diperoleh rata rata s = (0.400.0084 ) dan
koefisien gesek kinetis sebesar 0,41 , 0,49 dan 0,53.Dari percobaan yang kami lakukan didapat hasil bahwa
k>s. dan tidak sesuai dengn teori bahwa s>k.

BAB I

gesekan statis dan koefisien gesekan


kinetis

PENDAHULUAN

B. Rumusan Masalah

A. Latar Belakang
Gaya gesek adalah gaya yang bekerja
pada
suatu
benda
yang
dapat
menghentikan suatu benda yang sedang
bergerak. Gaya gesek muncul akibat dari
dua permukaan zat padat yang bersentuhan
secara fisik. Arah gaya gesek berlawanan
arah dengan arah gerak benda tersebut.
Gaya gesekan dapat dibagi menjadi 2 yaitu
gaya gesekan statis (fs) dan gaya gesekan
kinetis(fk), gaya gesekan statis adalah gaya
yang bekerja pada saat benda akan tepat
bergerak , sedangkan gaya gesekan kinetis
adalah gaya yang bekerja sehingga benda
bergerak.
Besar kecilnya koefisien gesekan
diperoleh berdasarkan kekasaran bidang
sentuh, koefisien gesekan terdiri dari dua

jenis yaitu koefisien gesekan statis ( s )


dan koefisien gesekan kinetis (

).

Maka dari itu dalam percobaan kali ini


kami akan menentukan nilai koefisien

Berdasarkan latar belakang diatas


dapat diambil rumusan masalah sebagai
berikut :
1. Bagaimanakah cara menentukan
nilai koefisien gesekan statis
2. Bagaimanakah cara menentukan
koefisien gesekan bidang kinetis
antara dua permukaan ?
C. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan percobaan ini adalah :
1. Menentukan koefisien gesekan
statis antara dua permukaan
2. Menentukan koefisien gesekan
kinetis antara dua permukaan
BAB II
DASAR TEORI
Gaya gesek timbul karena
kontak permukaan yang kasar,
permukaan benda yang cenderung
bergerak atau sedang bergerak
permukaan lantai yang ditindihnya.

ada
yaitu
akan
dan

s = gaya gesekan statis


Gaya gesek sifatnya selalu melawan
gaya yang cenderung meggerakkan benda,
karena itu arah gaya gesek selalu
berlawanan dengan arah kecenderungan
gerak benda. Gaya gesek dapat terjadi
pada gaya sesek antar zat padat dengan zat
padat ( kayu dengan kayu) dan gaya gesek
antara zat cair dengan zat padat ( kelereng
dengan oli ). Koefisien gesek merupakan
suatu nilai yang dihasilka gaya gesek
terhadap gaya normal pada kedua
permukaan yang saling bergesekan.
Jika suatu balok dilepas di udara
akan jatuh karena pada balok bekerja gaya
gravitasi bumi. Tetapi jika balok
diletakkan diatas meja balok tidak jatuh
dari meja karena terdapat gaya tekan
permukaan meja yang bekerja pada balok
ketika balok dan meja bersentuhan. Gaya
kontak yang berarah tegak lurus bidang
permukaan disebut dengan gaya normal.
Jika suatu balok dengan berat w diletakkan
pada bidang datar dan balok tidak bekerja
gaya luar maka besar gaya luar maka besar
gaya normal sama dengan besar arah gaya
normal adalah vertikal keatas. Jika bisang
sentuh miring makan gaya normal juga
miring keatas tegak lurus bidang sentuh.
Jika
ditinjau
suatu
balok
diletakkan diatas bidang datar yang
kemudian pada balok itu dikerjakan gaya
mendatar sebesar F dan gaya gaya yang
bekerja pada balok itu seimbang ( balok
tidak bergerak ) maka gaya gaya yang
bekerja pada balok itu dapat digambarkan
N

gaya gesek statis, ketika benda


cenderung akan bergerak tetapi balum
bergerak sehingga gaya geseknya disebut
gesek statis. Tepat pada saat benda akan
bergerak gaya gesekan statis maksimum
dan berlaku hubungan
s maksimum = s N
dengan s = koefisien gesek statis
Ketika benda bergerak atau sudah
dalam keadaan bergerak, maka gaya
geseknya ini disebut dengan gaya gesek
kinetis. Gaya gesek kinetis terjadi ketika
dua benda bergerak relatif satu sama
lainnya dan saling bergesekkan. Koefisien
gesek kinetis umumnya dinotasikan
dengan k dan pada umumnya selalu lebih
kecil dari gaya gesek statis untuk material
yang sama.
Jika gaya yang bekerja pada balok
diperbesar sehingga balok bergerak maka
berlaku hubungan
k = k N
dengan : k = koefisien gesekan kinetis
N = gaya normal
k = gaya gesekan kinetis
jika ditinjau balok saat bergerak akibat
bekerjanya gaya F
N

F
fs

fs

W
W

dengan : w = gaya berat


N = gaya normal
F = gaya yang bekerja pada balok

dengan : w = gaya berat


N = gaya normal
F = gaya yang bekerja pada balok
k = gaya gesekan kinetis

Koefisien gesek kinetis


BAB III

Variabel manipulasi : jarak


Variabel kontrol
:massa balok,
beban, permukaan papan balok
Variabel respon
:waktu

METODE PERCOBAAN
A. Rancangan percobaan

D. Langkah percobaan

balok kayu

N
Balok kayu

katrol

m1

W
m2

W= m2.g

Gaya gesek statis

Balok kayu

m1

katrol

W= m1 .g
m

W=m2.g

Langkah
pertama
yang
dilakukan adalah menimbang massa balok
m1. Kemudian mengatur alat yang akan
digunakan sebagai percobaan, meletakkan
balok dengan massa yang telah ditimbang
diatas papan. Kemudian diberikan beban
dengan massa m, sehingga balok tepat
akan bergerak. Apabila balok masih dalam
keadaan diam, belum tepat akan bergerak,
tambahi beban semaksimal mungkin,
sampai balok akan tepat akan bergerak
( diperiksa dengan mengetuk papan
dengan pelan pelan ). Itu tadi merupakan
langkah percobaan untuk gesekan statis.
Untuk gesekan kinetis, balok diletakkan
diatas papan dengan massa m, kemudian
diberi beban dan balok akan bergerak.
Catat waktu yang ditempuh balok dari
mulai start sampai finish. Ulangi langkah
percobaan tersebut dengan massa balok
yang sama, massa beban yang berbeda dan
jarak yang berbeda pula. Ambillah 3 data
untuk masing masing balok dengan
massa beban yang berbeda dan jarak yang
berbeda.
BAB IV

Gaya gesek kinetis


B.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Alat dan Bahan


Papan
1 buah
Balok kayu
Katrol
1 buah
Beban
1 set
Stowatch
1 buah
Meteran
1 buah
Neraca
1 buah
Benang nilon

C. Variabel

DATA DAN ANALISIS


A. DATA
Koefisien Gesek Statis
No
.
1
2
3
4
5
6

(m1
0,1) gr
193,0
263,0
293,0
303,0
313,0
328,5

(m2
0,1) gr
85,0
100,0
120,0
120,0
125,0
135,0

s
0,44
0,38
0,40
0,41
0,39
0,41


N
o
1

menggunakan
kesetimbangan
massa,
massa 1 pada percobaan 1 dan 2 terpaut
jauh.

Koefisien Gesek Kinetis

(m1
0,1)
gr

(m2
0,1)
gr

171,
3

100,
0

171,
3

150,
0

171,
3

180,
0

(s
0,1)
cm

(t
0,1)
s

40,0
60,0
80,0
40,0
No.
60,0
80,0
1.
40,0
60,0
2.
80,0

0,8
0,38
1,0
0,40
1,4
0,46
0,6
0,46

0,8
0,52
s
0,9
0,50
0,41
0,5
0,40
0,7
0,55
0,49
0,9
0,64

Sedangkan untuk menentukan


koefisien gesekan kinetis (k)
menggunakan persamaan sebagai berikut :
m2
m2
k= ( m1 ) { 1 + ( m1 ) }
2S
2

3.
0,53
B. Analisis
Berdasarkan
data hasil percobaan yang kami peroleh,
maka untuk menentukan koefisien gesek
statis (s) menggunakan persamaan
sebagai berikut :
m2
s = m1

No.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

0,44
0,38
0,40
0,41
0,39
0,41

rata-rata =

Dari data di atas , maka diperoleh


nilai koefisien gesekan kinetis yang tidak
sama (konstan), secara teori koefisien
gesekan pada satu sistem bernilai
konstan.Ketidaksesuaian hasil disebabkan
karena tidak menggunakan massa 1 yang
sama dengan massa pada percobaan
koefisien gesek statis.

BAB V

s
n

2,43
6 = 0,40

Dari data di atas maka diperoleh


nilai koefisien gesek statis (s) sebesar
(0,40 0,0084).Koefisien gesek statis
dalam satu sistem yang kami peroleh tidak
sama satu sama lain karena tidak

DISKUSI
Dari percobaan yang telah kami
lakukan yang berjudul koefisien gesekan
kami memperoleh nilai koefisien gesekan
kinetis sebesar (0,40 0,008) dengan
nilai taraf ketelitian sebesar 98 % dan nilai
ketidakpastian sebesar 2 % sedangkan
untuk nilai koefisien geseka kinetis sebesar
0,41 , 0,49 dan 0,53. Berdasarkan teori

nilai koefisien gesek statis lebih besar dari


nilai koefisien gesekan kinetis, tetapi pada
percobaan yang telah kami lakukan
diperoleh nilai koefisien gesekan kinetis
lebih besar dari koefisien gesekan statis .
ketidak sesuaian hasil ini dikarenakan
pertama pada koefisien gesek statis tidak
memperhatikan kesetimbangan massa dan
pada koefisien gesek kinetis tidak
menggunakan massa yang sama dengan
koefisien gesek statis.kurang tepatnya
dalam menentukan keadaan benda atau
posisi benda saat dimana benda itu
memiliki gaya gesekan statis maksimum ,
kedua 3 data koefisien gesek kinetis
mempunyai hasil dengan rentang nilai
yang jauh dibandingkan koefisien gesek
kinetis
yang
lain
dikarenakan
kurangtelitinya dalam penghitungan waktu
yaitu penghitungan waktu yang kurang
bersamaan dengan saat dimulainya balok
bergerak sampai berhentinya balok . dan
yang ketiga dikarenakan kurang tepatnya
kami dalam menentukan keadaan suatu
benda dimana benda itu memiliki koefisien
gesekan kinetis dan koefisien gesekan
statis
BAB VI
KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah


kami lakukan, diperoleh nilai koefisien
gesek kinetis lebih besar dari koefisien
gesek statis (k>s).Hasil yang kami
peroleh tidak sesuai dengan teori. Secara
teori, nilai koefisien gesek statis lebih
besar dari koefisien gesek kinetis karena
dibutuhkan gaya yang lebih besar untuk
membuat benda bergerak sedangkan pada
saat benda bergerak diperlukan gaya yang
lebih kecil dan biasanya gaya gesekan
pada permukaan berkurang.Setiap benda
memiliki satu nilai s dan satu nilai ktanp
dipengaruhi oleh massa benda.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.artidefinisi.com/2012/07/penge
rtian-koefisien-gesekan.html
http://www.scribd.com/doc/37913975/Gay
a-gesek
Tim Fisika Dasar. 2010, Panduan
Praktikum Fisika Dasar 1. Surabaya :
Unipress UNESA