Anda di halaman 1dari 29

FISIOLOGI HEWAN AIR

KURA KURA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok dari Mata Kuliah Fisiologi
Hewan Air
Perikanan B / Kelompok 5
Ajrin Karim

230110140130 Heli Sangri P

230110150082
Angga Nugraha 230110150123 Ikhlas Nazarullah
230110150104
Della Fauzia K

230110150094 Naila Amalia

230110150092
Dini Rismariyanti

230110150088 Rintan O.J

230110150153
Fadhila Larasanti

230110150105 Sapin

230110150095
Gilang Kusuma M

230110120110 Syifa Aulia

230110150151
Haikal Munfaridzi

230110150101 Tanti Rinjani

230110150143

UNIVERSITAS PADJADJARAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR
2016

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbilalamin. Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT.,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ilmiah Fisiologi Hewan Air.
Sehubungan dengan tugas kelompok mata kuliah Fisiologi Hewan Air, kami
sebagai mahasiswa perikanan dituntut untuk menyusun sebuah makalah yang
berjudul Fisiologi Hewan Air Kura - Kura.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Hal ini
dikarenakan masih terbatasnya pengetahuan kami mengenai Fisiologi Hewan Air.
Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari
pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata kami berharap
semoga makalah Fisiologi Hewan Air ini dapat memperkaya wawasan tentang
Fisiologi Hewan Air terhadap pembaca.

Jatinangor, 8 Oktober 2016

Tim Penyusun

DAFTAR ISI
BAB

Halaman

KATA PENGANTAR............................................................
DAFTAR ISI........................................................................
I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................
1.2 Tujuan...........................................................................
1.2 Manfaat.........................................................................

II

PEMBAHASAN
2.1 Kura Kura ...................................................................
2.2 Sistem Pernafasan Kura - Kura......................................
2.3 Peredaran Darah Kura - Kura.........................................
2.4 Sistem Pencernaan Kura - Kura.....................................
2.5 Sistem Osmoregulasi Kura - Kura..................................
2.6 Sistem Otot Kura - Kura.................................................
2.7 Sistem Saraf Kura - Kura................................................
2.8 Sistem Sensoris Kura - Kura.........................................
2.9 Sistem Endokrin Kura - Kura........................................
2.10 Sistem Reproduksi Kura - Kura..................................

III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................
3.2 Saran.............................................................................

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kura-kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk

golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo) Testudinata (atau Chelonians) ini
khas dan mudah dikenali dengan adanya rumah atau batok (bony shell) yang keras
dan kaku.
Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi
punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut
plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya
berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis
bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung.
Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu
belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian
luar tempurung tulangnya.

1.2

Tujuan
a. Untuk mengetahui sistem sistem yang ada pada kura kura
b. Untuk mengetahui peredaran darah pada kura kura
c. Untuk mengetahui organ sensoris pada kura kura

1.3

Manfaat
Manfaat dari pembahasan mengenai Fisiologi Hewan Air Kura

- Kura adalah sebagai berikut:


a. Dapat mengetahui sistem sistem yang ada pada kura - kura

b. Dapat mengetahui peredaran darah pada kura - kura


c. Dapat mengetahui organ sensoris pada kura - kura
BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Kura Kura
Kura-kura ditemukan di seluruh dunia dengan kura-kura yang paling terkenal

dari semua, Penyu raksasa Lonesome George yang tinggal di Kepulauan Galapagos
Ekuador dekat. Kura-kura, seperti sepupu air mereka, kura-kura, memiliki cangkang
keras yang melindungi tubuh mereka.
Temperung atas disebut karapas (bagian punggung cangkang atau kerangka
luar) dan bagian bawah disebut plastron (bagian hamper datar dari struktur
tempurung). Karapas dan plastron yang terhubung dengan apa yang disebut
jembatan.
Karapas dapat membantu menunjukan usia kura kura dengan jumlah
lingkaran konsentris, mirip dengan penampang pohon. Banyak kura kura dapat
menarik kembali kepala mereka, empat anggota badan mereka dan ekor ke
tempurung untuk perlindungan. Kura kura memilki paruh tapi tidak ada gigi dan
tidak ada telinga eksternal, hanya dua lubang kecil di sisi kepala. Kura kura dapat
bervariasi dalam ukuran dari beberapa sentimeter hingga dua meter. Kura kura
cenderung diurnal (aktif di siang hari) hewan dengan kecenderungan untuk
menjadikusam (hewan yang terutama aktif selama senja), tergantung pada suhu
lingkungan.
2.2 Sistem Pernafasan Kura Kura
Paru-paru terletak pada punggung dalam kura - kura di sepanjang karapasnya
dan letaknya juga tepat di atas isi perut atau organ dalam lainnya. Tidak seperti
2

veterbrata lainnya, bentuk kura - kura yang unik ini mencegah mereka bernafas
dengan menggunakan gerakan rongga dada. Dan sebagai gantinya, kura-kura darat
bernafas memakai kombinasi cara dimana hewan lainnya berfungsi hanya sebagian
kecil dalam proses sistem pernafasan. Prinsip dalam gerakan ini adalah lengan dan
otot dalam. Inilah salah satu alasan kenapa kenapa kura-kura walaupun tempurungnya
retak parah masih dapat bernafas tanpa ada halangan yang terlihat. Salah satu organ
penting pernafasan lainnya adalah gerakan tulang hyoid pada dasar lidah. Gerakan ini
menyebabkan naik turunnya pada kulit leher dan tenggorokan, membuat perubahan
tekanan waktu di darat. Ini tidak seefektif pada sebagian kura-kura air, karena tekanan
luar dari air mengurangi fungsi ini. Tetapi mereka tetap menggunakan gerakan hyoid
untuk mengeluarkan atau memasukan air dari hidung untuk membantu mencium
lokasi makanan dan pada saat kawin dalam air. Beberapa jenis seperti kura-kura
bertempurung lunak dapat mengambil oksigen dari air yang dihirup kemulut dan
tenggorokan.
Pada kura-kura air, ada hubungan antara jumlah udara dalam kantung panjang
dan cairan disimpan dalam kandung kemih dan kantung kloaka. Kura-kura
mengaturnya untuk mengatur keapungan keposisi yang diinginkan. Jika jenis aquatic
terkena radang paru-paru, kemampuan mereka untuk berenang atau menyelam
dengan aman langsung terpengaruh. Mereka terlihat sering istirahat pada satu sisi
atau menggunakan waktu yang tidak yang biasanya diatas air secara terus menerus.
Radang paru-paru adalah masalah utama bagi semua kura-kura darat dan
kura-kura air dan dapat terjadi. Relatif dengan ukuran badannya paru-paru reptilian
lebih besar dari pada dalam total volumennya dari pada paru-paru mamalia tetapi
lebih kecil luas permukaan yang berfungsi. Mereka juga tidak memiliki cilia yang
efektif sehingga mereka tidak dapat batuk. Efek ini membuatnya sangat sulit untuk
mengeluarkan ingus (muscus) atau benda asing lainnya. Dan akibatnya, meskipun
radang paru-paru yang ringan pun dapat menjadi parah dengan cepat sekali. Oleh
sebab itu jangan pernah menyepelekan gejala-gejala pernafasan pada kura-kura

seperti megap-megap, pernafasan mulut terbuka dan tidak dapat berenang secara
normal pada jenis aquatik atau ingus keluar dari hidung atau mulut.

2.3 Peredaran Darah Kura Kura


Sistem peredaran darah ini sangat penting untuk mengangkut darah yang kaya
akan oksigen menuju setiap bagian penjuru dalam sel hewan, lalu mengangkut
kembali darah yang kaya akan karbondioksida kembali ke jantung. Yang nantinya
akan diubah kembali dari darah karbondioksida menjadi darah yang kayak akan
oksigen.
Sistem peredaran darah pada jenis reptil ini yaitu sistem peredaran darah
tertutup dan berdarah ganda. Biasanya hewan yang masuk kategori reptilia ini
mempunyai 2 serambi (atrium) dan 2 bilik (ventricel). 2 serambi yaitu serambi kiri
dan serambi kanan. Sedangkan 2 bilik yaitu bilik kanan dan bilik kiri. Antara bilik
kiri dan bilik kanan memiliki sekat yang tidak sempurna, sehingga situasi ini
menyebabkan darah yang ada dibilik kiri dan bilik kanan dapat bercampur satu sama
lain.
Agar tidak terjadi saling bercampur, ketika bilik sedang berkontraksi maka
lubang kecil yang ada pada sekat yang menjadi pembatas antara bilik kiri dan bilik
kanan akan tertutup. Selain itu juga hewan reptilia memiliki 2 aorta, adalah aorta kiri
dan aorta yang ada di kanan.
Reptil adalah salah satu jenis klasifikasi dari hewan vertebrata atau hewan
yang memiliki tulang punggung. Hewan yang termasuk dalam jenis golongan
vertebrata yaitu ular (sanca, king cobra, piton, dll), buaya, kadal, penyu, terapin,
komodo, bunglon, kura-kura dan sebagainya. Hewan jenis reptil memiliki ciri khusus
yang berbeda dengan hewan vertebrata lainnya. Adapun yang menjadi ciri khusus
tersebut yaitu semua jenis yang masuk kategori reptil memiliki kulit sisik yang tebal

sepanjang tubuhnya, dan memiliki berdarah dingin. Menurut klasifikasinya, reptil


digolongan ke dalam kelompok reptilia. Menurut asal bahasanya, reptilia sendiri
diambil dari istilah reptum yang memiliki terjemahan merayap/melata.
Sistem peredaran darah pada jenis hewan melata (reptil) masih lebih baik daripada
sistem peredaran pada jenis hewan amfibi. Reptil lebih baik daripada amfibi
disebabkan sudah ada sekat atau terpisahnya antara darah yang tidak memiliki
oksigen dengan darah yang mengandung oksigen pada jantung. Letak jantung reptil
dapat ditemukan pada rongga dada, didepan vetral.
Pada umumnya secara garis besar, hewan berjenis reptil memiliki jantung
yang terbagi menjadi 4 ruang yakni dua bilik (2 ventrikel) dan dua serambi (2
atrium). Bilik kiri (ventrikel kiri) dan bilik kanan (ventrikel kanan) terdapat sekat
yang tidak sempurna. Akibat sekat yang tidak sempurna ini, maka darah yang ada di
bilik kiri dan bilik kanan dapat bercampur satu sama lain. Kondisi inilah yang
menyebabkan hewan reptil umumnya berdarah dingin. Pengecualian pada jantung
jenis alligator, antar sekat ventrikel memiliki lorong kecil yang dinamakan foramen
panizzae.
Fungsi Foramen Panizzae
a. Memastikan penyebaran oksigen yang memadai untuk sistem pencernaan.
b. Menjaga sirkulasi dan keharmonisan tekanan darah yang ada pada jantung
pada saat berenang
Sistem peredaran darah pada hewan reptil terbagi menjadi pembuluh nadi paru-paru
dan serambi (aorta). Kadal memiliki 2 serambi (aorta), yaitu aorta yang terdapat pada
bagian kanan dan aorta yang terdapat pada bagian kiri. Darah yang ada pada aorta
kanan yang berasal dari bilik kiri mengandung banyak oksigen yang nantinya akan
diedarkan ke seluruh sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh. Aorta ini akan membuat
aliran dari arteri utama menuju ke bagian seluruh tubuh.
Darah yang telah menyebar keseluruh tubuh jenis hewan reptil ini akan masuk
kembali ke serambi kanan sebelum masuk ke jantung kembali. Pembuluh nadi yang
ada di paru-paru dimana sebelumnya membawa darah dari bilik kanan yang
5

membawa CO2 dari seluruh tubuh. Pada saat masuk ke paru-paru, darah yang
mengandung kadar CO2 itu akan dibuang dan seketika juga CO2 akan berganti
dengan O2 yang berguna bagi tubuh reptil. Lalu darah yang mengandung oksigen
tersebut, akan masuk ke jantung menuju serambi kiri. Sistem peredaran darah inilah
yang menyebabkan sistem peredaran darah reptil dijuluki dengan sistem peredaran
darah ganda. Disebut demikian karena peredaran darah pada hewan reptil akan masuk
ke jantung lebih dari 1 kali yaitu ada 2 kali. Selain itu reptil juga dikenal memiliki
peredaran darah yang tertutup. Peredaran darah reptil secara garis besar terbagi
menjadi peredaran darah besar (panjang) dan peredaran darah kecil (pendek).
Peredaran Darah Reptil
1) Peredaran darah kecil atau pendek
Jenis peredaran ini yaitu peredaran yang mengangkut darah mulai dari
jantung, masuk kedalam paru-paru, lalu masuk lagi ke jantung. CO2 yang berasal dari
bilik sebelah kanan akan menuju masuk ke paru-paru melalui pembuluh darah arteri
pulmonalis. Didalam paru-paru, alveolus akan bekerja dengan cepat mengganti atau
menukar karbondioksida (CO2) menjadi okesigen (O2). Setelah itu darah akan
menuju ke serambi yang ada pada kiri jantung melalui pembuluh darah vena
pulmonalis.
2) Peredaran darah besar atau panjang
Peredaran darah ini dimulai dari saat darah yang kaya O2 yang berasal dari
bilik kiri jantung dialirkan keseluruh tubuh melalui pembuluh darah.Oksigen ini akan
diserap oleh sel-sel tubuh reptil dan O2 akan segera berubah menjadi karbondioksida.
Darah yang sudah berubah menjadi CO2 ini akan diangkut kembali ke jantung
(serambi kanan) melalui pembuluh darah vena.
Secara garis besar sistem peredaran darah golongan reptil dibagi menjadi tiga
pola. Kura-kura merupakan contoh hewan reptil yang masuk dalam pola peeredaran
darah squamata.
6

Tiga Pola Peredaran Darah Reptil


1) Model Crocodillan
Contoh hewan yang masuk dalam jenis ini yaitu buaya, komodo, alligator,
biawak, dan sejenisnya. Jantung model reptil ini memiliki empat ruang yaitu 2
serambi (atrium) dan 2 bilik (ventrikel). Antara serambi kanan dan serambi kiri
terdapat lorong kecil yang disebut Foramen Panizza. Lorong ini menyambungkan dua
jenis pembuluh darah arteri (yaitu arteri kiri dan arteri kanan). Dimana darah yang
memiliki sedikit oksigen yang masuk dari serambi (atrium kanan) lalu diangkut ke
bilik kanan. Kemudian darah akan menuju paru-paru dan dari paru-paru akan
mengalir ke serambi kiri (atrium kiri). Darah yang sudah mengandung banyak O2 ini
akan dibawa oleh bilik kiri (ventrikel kiri) untuk disebar ke seluruh tubuh. Walaupun
terdapat foramen (lorong kecil), tekanan darah yang tinggi akan menyebabkan
foramen tetap tertutup, agar menjaga darah tidak tercampur satu sama lain.
2) Model Squamata
Contoh dari jenis reptil ini yaitu penyu, kura-kura atau hewan yang memiliki
cangkang keras dipunggungnya. Perbedaan utama model ini dibandingkan model
yang lain yaitu memiliki ciri khas yang hanya memiliki tiga ruang jantung yaitu 1
bilik (ventrikel) dan 2 serambi (atrium). Prosesnya yaitu ruang serambi kanan (atrium
kanan) yang membawa banyak karbondioksida (CO2) masuk menuju cavum
venosum ventrikel. Serambi kiri ini terdapat banyak O2 dari paru-paru menuju cavum
arteriosum. Tekanan dalam bilik pada model ini akan menyebabkan tercampurnya
darah yang kaya oksigen dengan darah yang sedikit oksigen pada bilik (ventrikel).
3) Model Varanid
Contoh reptil ini yaitu kelompok kadal (bunglon, kadal) atau jenis reptil yang
memiliki kemampuan metabolisme yang tinggi dibandingkan jenis reptil yang lain.
Model ini mirip dengan model squamata yang terdapat 3 ruang jantung, namun
terdapat perbedaan sedikit. Perbedaannya yaitu cavum venosumnya sedikit kecil jika
dibandingkan pada model squamata. Peredaran darah ini meminimkan terjadinya
7

darah yang bercampur antara darah yang sedikit oksigen dengan darah yang banyak
oksigen.

Gambar 1 sistem peredaran darah

Gambar 2 sirkulasi peredaran darah pada reptilia

2.4 Sistem Pencernaan Kura Kura


Sistem pencernaan pada Kura - kura terdiri atas saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. Kura kura terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus
dan kloaka. Dan kelenjar pencernaannya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas dan hati.
1. Kerongkongan (esophagus) merupakan saluran di belakang rongga mulut
yang menyalurkan makanan dari rongga mulut ke lambung. Di dalam
esophagus tidak terjadi proses pencernaan
2. Lambung (ventrikulus) merupakan tempat penampungan makanan dan
pencernaan makanan berupa saluran pencernaan yang membesar dibelakang
esophagus. Disini makanan baru mengalami proses pencernaan. Pada bagian
fundus pylorus makanan dicerna secara mekanik dan kimia.
3. Intestinum terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.
Dalam usus halus terjadi proses penyerapan dan sisanya menuju ke rectum,
kemudian diteruskan ke kloaka untuk dibuang. Ukuran usus disesuaikan
dengan bentuk tubuhnya.
4. Kelenjar pencernaan, terdiri atas hati dan pancreas. Empedu yang dihasilkan
oleh hati ditampung di dalam kantong yang disebut vesica fellea. Hati tediri
dari dua lobus yaitu sinister dan dexter yang berwarna coklat kemerahan.
Kantong empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. Pancreas pada reptile
terletak diantara lambung dan duodenum. Pancreas berbentuk pipih dan
berwarna kekuning-kuningan

10

2.5 Sistem Osmoregulasi Kura Kura


Osmoregulasi adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan
pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup.
Kebanyakan invertebrata yang berhabitat di laut tidak secara aktif mengatur sistem
osmosis mereka, dan dikenal sebagai osmoconformer.
Osmoconformer memiliki osmolaritas internal yang sama dengan lingkungannya
sehingga tidak ada tendensi untuk memperoleh atau kehilangan air. Karena
kebanyakan osmoconformer hidup di lingkungan yang memiliki komposisi kimia
yang sangat stabil (i.e. di laut) maka osmoconformer memiliki osmolaritas yang
cendrung konstan.
Sedangkan osmoregulator adalah organisme yang menjaga osmolaritasnya tanpa
tergantung lingkungan sekitar. Oleh karena kemampuan meregulasi ini maka
osmoregulator dapat hidup di lingkungan air tawar, daratan, serta lautan. Di
lingkungan dengan konsentrasi cairan yang rendah, osmoregulator akan melepaskan
cairan berlebihan dan sebaliknya.

2.6 Sistem Otot Kura Kura


Kura-kura termasuk hewan vertebrata (bertulang belakang) berkaki empat,
sehingga memiliki sistem otot seperti hewan vertebrata berkaki empat pada
umumnya. Memiliki otot lurik yang melekat pada kerangka dan berfungsi untuk
mengatur pergerakan tubuh secara sadar (voluntary), memiliki otot polos yang
terdapat pada pembuluh darah, jantung, sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan
pengatur kinerja organ dalam lainnya yang bekerja dibawah pengaruh saraf tidak
sadar (involuntary).

10

11

Kura-kura merupakan hewan dari kelas Reptilia. Otot aksial dari hewan
reptile menunjukkan adanya spesialisasi untuk setiap fungsi gerak tubuh karena
gerakannya lebih rumit dari kelas yang lebih rendah yaitu kelas Amphibia. Hewan
amfibi seperti katak jika berada di darat hanya bisa melakukan gerakan secara
melompat dan tidak bisa bergerak mundur, dimana rangka dan otot kakinya hanya
bisa mengatur gerakan seperti mendorong. Hewan reptile sudah bisa melakukan
gerakan berjalan maju dan mundur, serta gerakan kompleks lainnya. Otot-otot kulit,
kepala, leher, dan kaki tumbuh dengan baik. Segmentasi otot jelas pada kolum
navertebralis dan rusuk (Sonic, 2008). Jaringan otot tungkai pada reptile
menunjukkan variasi bergantung pada tipe gerakkanya. Gerakan otot kurang
berkembang di bagian badan dikarenakan adanya tempurung karapaks dan plastron,
hanya pada bagian leher dan keempat kakinya otot tersebut berkembang dengan baik
karena gerakannya tidak dibatasi tempurung.

Gambar 3 Sistem Otot Kura-kura

11

12

2.7 Sistem Saraf Kura Kura


Fungsi sistem saraf sebagai berikut
a. Mengetahui
biasanya

kejadian

dilakukan

dan

perubahan

melalui

alat

indra

di

sekitar,
(

fungsi

komunikasi)
b. Mengendalikan

tanggapan

atau

reaksi

terhadap

keadaan sekitar ( fungsi control )


c. Mengendalikan kerja organ organ tubuh agar berjalan
serasi ( fungsi koordinasi ). Alat alat yang bertugas
menerima rangsangan adalah indra.
Susunan saraf

Saraf pusat
Saraf pusat adalah bagian dari sistem saraf yang bertugas

menerima, mengolah dan menjawab pesan pesan rangsang yang


disampaikan oleh susunan saraf tepi. Otak dan sumsum tulang
belakang di bungkus oleh maninges. Maninges terdiri dari 3 lapis
yaitu piameter, araknoid, dan durameter. Piameter berfungsi
member makanan dan oksigen pada jaringan saraf. Pimeter
berhubungan dengan otak dan sumsum tulang belakang. Rongga
diantara piameter dengan araknoid berisi cairan serebrospinal.
Cairan serebrospinal berfungsi sebagai berikut:
1) Menyerap goncangan akibat benturan dari luar terhadap
kepala dan tulang belakang.
2) Menerima sisa sisa metabolisme dari otak dan sumsum
tulang belakang.
3) Menghantarkan zat makanan ke jaringan sistem saraf pusat.
12

13

Saraf tepi
Merupakan susunan saraf yang tersebar di luar susunan saraf

pusat. Menghubungkan sistem saraf pusat dengan berbagai bagian


tubuh, meliputi:
a. 12 pasang urat saraf otak (kranial)
-

Merupakan pasangan pasangan urat saraf yang keluar


dari otak, berhubungan erat dengan otot panca indra, yaitu
mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.

Sifatny ada yang sensoris saja misalnya saraf pembau,


saraf pendengaran, dan saraf penglihatan.

Bersifat

majemuk

misalnya

saraf

muka

dan

saraf

perantau / kembara.
b. 31 pasang urat saraf sumsum tulang belakang (spinal)
-

Keluar secara berpasangan dari sumsum tulang belakang


menuju bagian depan tubuh.

Semua bersifat majemuk ( sensoris dan motoris ).

Saraf tak sadar


-

Merupakan saraf yang menghungkan pusat saraf dengan


otot jantung, pembuluh darah, usus, kelenjar dan organ
dalam lainnya.

Terdiri dari saraf simpatik dan parismatik yang pada


umumnya bekerja secara berlawanan / antagonis.
a. Saraf simpatik
1. Mempercepat denyut jantung
2. Mempelebar pembuluh darah
3. Melebarkan pupil
13

14

4. Menghambat sekresi dan peristaltic lambung


5. Mengerutkan kura - kura
b. Saraf parasimpatik
1. Memperlambat denyut jantung
2. Mempersempit pembeluh darah
3. Mengecilkan pupil
4. Merangsang sekresi dan peristaltic lambung
5. Mengembangkan kura kura
Sel saraf (neuron)
Terdiri dari:
a. Badan sel saraf yang memiliki inti dan sitoplasma
b. Serabut sel saraf yang keluar dari badan sel saraf yaitu:
1. Dendrit, berfungsi membawa rangsangan ke badan
neuron
2. Akson,

berfungsi

membawa

impuls

saraf

(rangsang) dari badan sel saraf ke dendrite sel


saraf lain. Lapisan pembungkus akson berfungsi
sebagai isolator yang terdiri atas selubung myelin
(selubung lemak) dan di sebelah luarnya lapisan
sel neurilema atau selubung Schwann. Lekukan
diantar dua segmen disebut ranviler.
Macam macam neuron
Berdasarkan fungsinya, neuron dibagi 3 yaitu:
-

Neuron sensoris: membawa rangsangan dari reseptor ke


pusat saraf

Neuron motoris: membawa perintah / tanggapan dari pusat


saraf ke efektor

14

15

Neuron penghubung / konektor / asosiasi: meneruskan


rangsangan dari neuron sensoris ke motoris, terdapat di
dalam otak dan sumsum spinal.

Cara kerja sistem saraf


Pada sistem saraf ada bagian bagian yang disebut:
a. Reseptor, alat untuk menerima rangsang biasanya berupa
alat indra
b. Efektor, alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan
kelenjar
c. Sel saraf sensoris, serabut saraf yang membawa rangsang
ke otak
d. Sel saraf motorik, serabut saraf yang membawa rangsang
dari otak
e. Sel saraf konektor, sel saraf motorik atau sel saraf satu
dengan sel saraf lain
Skema terjadinya gerak tak sadar
Rangsang ( cahaya ) reseptor ( kulit ) neuron sensorik
sumsum tulang belakang neuron simpatik efektor
tanggapan (pupil terkena cahaya mengecil)
Skema terjadinya gerak sadar
Rangsang reseptor (mata) neuron sensorik otak neuron
motorik efektor (tangan) tanggapan
Skema terjadinya gerak refleks
Rangsang ( kulit di cubit ) reseptor (kulit) neuron sensorik
sumsum

tulang

belakang

neuron

(menjahui / menghindar) tanggapan

15

motorik

efektor

16

2.8 Sistem Sensoris Kura Kura


Indra Penciuman :
Penyu memiliki indra penciuman yang tajam. Penyu menciumi air dengan cara
membuka mulut sedikit, menghirup air ke hidung, dan mengeluarkannya melalui
mulut.organ olfaktorius terdapat pada hidung

Indra Penglihatan :
Baik kura-kura maupun memiliki penglihatan yang baik dan dapat membedakan
warna. Mereka biasanya tertarik dengan makanan berwarna hijau, merah, dan
kuning.mata, memiliki kelenjar lakrimal yang berfungsi untuk melindungi kornea
atau lensa dari kekeringan ketika berada di darat. Pada mata juga terdapat membran
niktitan yang berfungsi untuk melindungi mata pada saat berenang di air, membran
ini terletak di sudut anterior mata.

Indra Pendengaran :
Kura-kura dapat mendengarkan suara namun kurang begitu baik, Telinga,
memiliki lubang pendengar luar dengan membran timpani pada bagian dalamnya,
dilanjutkan dengan telinga tengah dan telinga dalam. Bagian telinga dalam dengan
rongga mulut terdapat saluran penghubung yang disebut saluran eustacheus.

Indra Peraba :
Kura-kura maupun penyu memiliki saraf yang tersebar di permukaan tempurung
mereka. Berarti, mereka dapat merasakan apapun yang menyentuh mereka.

16

17

2.9 Sistem Endokrin Kura Kura


Kelenjar endokrin secara embrional berasal :
1. Mesoderm

( kortek adrenal dan gonad) menghasilkan hormon-hormon

steroid,
2. Ektoderm dan endoderm mensekresi hormon-hormon gugus protein dan
derivat protein (asam amino).

Fungsi hormon:
a. metabolisme
b. reproduksi
c. pertumbuhan
d. sekresi
e. mengatur aktivitas

Kelenjar endokrin / endocrine gland / duct less gland :


1. Kelenjar yang menghasilkan hormone langsung yang dialirkan kedalam darah.
2. Kelenjar endokrin terdapat diseluruh tubuh dan merupakan suatu sistim sistim
endokrin.

Hormon :

17

18

1. substansi kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin .


2. mempunyai efek spesifik terhadap jaringan. (jaringan ini biasanyaa tidak jauh
dari sumbernya)
3. efek dari hormone dapat mengeksitasi atau menghambat.

Susunan kimia hormon


1. Merupakan protein / polypeptida yang besar. Misal :

pangcreatik hormone,

thyroid hormone.
2. Derivat protein / asam amino. Misal : neurohypophyse hormone, adrenal
medula hormone, thyroid hormone.
3. Steroid, Misal : adrenocortico hormone, ovarian hormone, testicular hormone.

Ciri-ciri hormon :
1. Hormon diproduksi dan di sekresike dalam darah oleh sel kelenjar endokrin
dalam jumlah sedikit.
2. Hormon diangkut oleh darah menuju sel target/ Jaringan target.
3. Hormon mengadakan interaksi dengan receptor khusus yang terdapat di sel
target.
4. Hormon mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus.
5. Hormon berpengaruh tidak hanya terdapat pada satu sel target, tetapi dapat
juga mempengaruh beberapa sel target yang berlainan.

18

19

Interaksi hormone dengan membran plasma


Hormon mengadakan interaksi dengan receptor di membran plasma.
1. Interaksi hormone dengan receptor perubahan atp cyclic amp.
2. Cyclic amp

berdifusi kedalam dan bergabung dengan Intracelluler sebagai

second messenger.
3. Second messenger mengubah fungsi sel sesuai dengan pesan khusus yang di
misikan oleh hormon

2.10 Sistem Reproduksi Kura Kura


Reproduksi seksual pada Reptil diawali dengan perkawinan yang diikuti
dengan terjadinya fertilisasi. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang
akan berkembang menjadi embrio.
Fertilisasi pada reptil dapat terjadi secara eksternal atau secara internal
a) Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar
tubuh hewan betina, yakni berlangsung dalam suatu media cair,
misalnya air. Contohnya pada Amfibi (katak).
b) Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang
terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena
adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke
dalam alat kelamin betina. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang
hidup di darat (terestrial), misalnya hewan dari kelompok reptil, aves
dan mamalia.

19

20

Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan


yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil
bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan
kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya.
Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil
betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang
oviduk menuju kloaka.
Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di
sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari
epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis.
Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat
dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan
reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam
saluran kelamin betina.
Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada
saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang
tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan
basah. Pada kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan
ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang
berlimpah.
Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta
berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun
mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.
Kura-kura berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Setelah menghasilkan
beberapa butir telur, kura-kura betina akan meletakkan telur-telur tersebut di lubang
pasir di tepi sungai atau laut, untuk kemudian ditimbun dan dibiarkan menetas dengan

20

21

bantuan panas matahari. Dalam waktu sekitar dua bulan, telur yang tersimpan dalam
pasir itu akan menetas.
Yang unik, jenis kelamin anak kura-kura yang akan lahir salah satunya
ditentukan oleh suhu pasir tempat telur-telur itu tersimpan. Pada kebanyakan jenis
kura-kura, suhu di atas rata-rata umumnya akan menghasilkan hewan betina.
Sebaliknya, suhu di bawah rata-rata cenderung menghasilkan banyak hewan jantan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kura-kura ditemukan di seluruh dunia dengan kura-kura yang paling terkenal dari
semua, Penyu raksasa Lonesome George yang tinggal di Kepulauan Galapagos
Ekuador dekat.
Sistem Pernafasan Kura Kura
Paru-paru terletak pada punggung dalam kura - kura di sepanjang karapasnya
dan letaknya juga tepat di atas isi perut atau organ dalam lainnya. Tidak seperti
veterbrata lainnya, bentuk kura - kura yang unik ini mencegah mereka bernafas
dengan menggunakan gerakan rongga dada. Dan sebagai gantinya, kura-kura darat
bernafas memakai kombinasi cara dimana hewan lainnya berfungsi hanya sebagian
kecil dalam proses sistem pernafasan. Prinsip dalam gerakan ini adalah lengan dan
otot dalam. Inilah salah satu alasan kenapa kenapa kura-kura walaupun tempurungnya

21

21

retak parah masih dapat bernafas tanpa ada halangan yang terlihat. Salah satu organ
penting pernafasan lainnya adalah gerakan tulang hyoid pada dasar lidah.
Peredaran Darah Kura Kura
Sistem peredaran darah pada jenis reptil ini yaitu sistem peredaran darah
tertutup dan berdarah ganda. Biasanya hewan yang masuk kategori reptilia ini
mempunyai 2 serambi (atrium) dan 2 bilik (ventricel). 2 serambi yaitu serambi kiri
dan serambi kanan. Sedangkan 2 bilik yaitu bilik kanan dan bilik kiri. Antara bilik
kiri dan bilik kanan memiliki sekat yang tidak sempurna, sehingga situasi ini
menyebabkan darah yang ada dibilik kiri dan bilik kanan dapat bercampur satu sama
lain.
Sistem Pencernaan Kura Kura
Sistem pencernaan pada Kura - kura terdiri atas saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. Kura kura terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus
dan kloaka. Dan kelenjar pencernaannya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas dan hati.
5. Kerongkongan (esophagus) merupakan saluran di belakang rongga mulut
yang menyalurkan makanan dari rongga mulut ke lambung. Di dalam
esophagus tidak terjadi proses pencernaan
6. Lambung (ventrikulus) merupakan tempat penampungan makanan dan
pencernaan makanan berupa saluran pencernaan yang membesar dibelakang
esophagus. Disini makanan baru mengalami proses pencernaan. Pada bagian
fundus pylorus makanan dicerna secara mekanik dan kimia.
7. Intestinum terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.
Dalam usus halus terjadi proses penyerapan dan sisanya menuju ke rectum,
kemudian diteruskan ke kloaka untuk dibuang. Ukuran usus disesuaikan
dengan bentuk tubuhnya.
8. Kelenjar pencernaan, terdiri atas hati dan pancreas. Empedu yang dihasilkan
oleh hati ditampung di dalam kantong yang disebut vesica fellea. Hati tediri
dari dua lobus yaitu sinister dan dexter yang berwarna coklat kemerahan.

21

22

Kantong empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. Pancreas pada reptile
terletak diantara lambung dan duodenum. Pancreas berbentuk pipih dan
berwarna kekuning-kuningan
Sistem Otot Kura Kura
Kura-kura termasuk hewan vertebrata (bertulang belakang) berkaki
empat, sehingga memiliki sistem otot seperti hewan vertebrata berkaki empat
pada umumnya. Memiliki otot lurik yang melekat pada kerangka dan
berfungsi untuk mengatur pergerakan tubuh secara sadar (voluntary),
memiliki otot polos yang terdapat pada pembuluh darah, jantung, sistem
pencernaan, sistem pernapasan, dan pengatur kinerja organ dalam lainnya
yang bekerja dibawah pengaruh saraf tidak sadar (involuntary).
Kura-kura merupakan hewan dari kelas Reptilia. Otot aksial dari hewan
reptile menunjukkan adanya spesialisasi untuk setiap fungsi gerak tubuh
karena gerakannya lebih rumit dari kelas yang lebih rendah yaitu kelas
Amphibia.

3.2 Saran
Demikian makalah yang dapat kami susun dan kami
sangat menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan maka
kritik

dan

saran

yang

membangun

demi

perbaikan

dan

pengembangan sangat kami harapkan. Dan semoga ini dapat


menambah pengetahuan kita dan bermanfaat. Aamiin

22

23

DAFTAR PUSTAKA
Sukiya. 2005. Biologi Vertebrata. UM Press: Malang
Wikimedia. 2015. SistemOtot. https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_otot
(Diakses pada tanggal 8 Oktober 2016)
http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-kura-kura/
http://kliksma.com/2014/08/pengertian-dan-karakteristik-kura-kura.html
Brotowijoyo.DjarubitoMukayat. 1994. ZoologiDasar. Bandung: Erlangga
Kurniati, M.Pd. Tutidkk. 2009. Zoologi Vertebrata. Bandung. UIN SGDBandung

23

Munawarah,
laily.
2016
Alat
indra
reptil
(http://documents.tips/documents/reptilliappt.html ) diakses pada tanggal 9 oktober
2016

Arkanda, arkanda. 2016. Sisem Peredaran Darah Reptil. Diambil dari

dosenbiologi.com/hewan/sistem-peredaran-darah-reptil (diakses pada tanggal 12


Oktober 2016)

Anda mungkin juga menyukai