Anda di halaman 1dari 3

Ringkasan Materi

Chapter 4 Prescribing an Objective for Corporate Auditing


1. Pendahuluan
pembahasan pada bab sebelumnya adalah untuk mengidentifikasi peran yang
berbeda untuk seorang auditor. Beraneka ragam prespektif yang ada dan analisis yang
mengungkapkan beberapa fitur umum yang membedakan kegiatan dari seorang auditr
dengan masyarakat lainnya. Fitur umum dari soerang auditor adalah untuk
memberikan keyakinan terdapat laporan yang diungkapkan oleh perusahaan.
2. Subjek dan fenomena Empiris
Verifikasi dan audit dapat diamati dengan cara pandang yang berbeda. Yang
seperti dijelaskan pada chapter sebelumnya yaitu mengenai indentifikasi verifikasi
atau audit yang melibatkan subjek atau hal yang memiliki potensi. Kualitas dan
kondisi fenomena tertentu, dan biasanya verifikasi dengan mengacu pada bahan bukti
yang ada di dunia nyata misalnya adalah laporan yang digunakan dan telah
diverifikasi dan isinya secara spesifik akan dijadikan pertimbangan oleh pembacanya
sebagai bahan penilaian untuk kedepannya.
Dengan demikian benang merahnya adalah fenomena yang terjadi di dunia nyata
yaitu mengacu pada bukti fisik yang ada, ini merupakan bentuk fenomena realitas
yang ada untuk menghindari terjadinya keraguan dan ketidakpastian, hal ini
dimaksudkan dengan adanya audit dan verifikasi oleh audit membuat penggunanya
dapat mengurangi keraguan yang ada.
3. Subjek Perusahaan dan Fenomena Empiris
pada bagian ini membahas tentang hal yang spesifik mengenai kaitan anatara
audit perusahaan dengan realitas diverifikasi kegiatan ekonomi yang diamati dalam
konteks organsiasi perusahaan yang dibentuk untuk melakukan kegiatan transaksi.
Pada dunia bisnis banyak ketidakpastian terhadap informasi dan keuntungan atas
kegiatan ekonomi yang ada dalam suatu organisasi perusahaan. Banyak hal yang
dilakukan oleh suatu organisasi dalam perusahaan untuk membentuk suatu membuat
suatu pengendalian yang diselenggarakan dalam kegiatan ekonomi, control atau
pengendalian ini termasuk didalamnya adalah penggunaan audit sebagai mekanisme
dalam memantau subjek dari transaksi perusahaan.

4. Auditing, Realitas Ekonomi dan Persepsi Literatur


berbagai pendapat dikemukakan oleh para ahili mengenai pandangan tentang
berbagai fenomena yang terjadi serta berbagai masalah-masalah akuntansi, dimana
pada umumnya laporan keuangan memberikam penjelasan secara empiris mengenai
fenomena yang berhubungan dengan akuntansi dengan menghadirkan segala bukti
mengenai fenomena tersebut. Selain itu lapran keuangan memberikan gambaran
mengenai gambaran atas realitas ekonomi yang terjadi, disinilah peran audit untuk
memverifikasi atas segala dokumen yang berisikan informasi mengenai realiatas
ekonomi.
5. Kualitas Informasi dan Auditing
peristiwa ekonomi dan sumber daya yang ada merupakan subjek dari auditing
dalam sebuah perusahaan. Akan tetapi aspek fenomena pada dunia nyata sebenarnya
adalah tentang kualitas informasi dari yang bersangkutan, maka dari itu seorang
auditor bertanggung jawab memverifikasi atas kualitas pelaporan yang didalamnya
menggambarkan subjek ekonomi. Kualitas didefinisikan sebagai hal yang relevan
dan handal terhadap informasi yang disampaikan, artinya pengguna laporan keuangan
tidak merasa khawatir atas relevansi dan keandalan dari kualitas laporan keuangan
oranisasi perusahaan.
6. Perspektif informasi atas audit
kegiatan verifikasi dan audit merupakan fitur yang secara umum akan
menambah nila tambah atas laporan yang dihasilkan. Pelaporan tersebut dimaksudkan
untuk menajdi saran komunikasi atau sebagai penjamin kepada orang-orang serta
organisasi atas keraguan dan ketidakpastian khusunya terhadap bukti-bukti yang
bersangkutan. Dengan kata lain audit memberikan pendapat atas kualitas dalam
pelapran informasi keuangan, sehingga memberikan nilai tambah untuk pembaca ats
laporan yang telah diverifikasi. Selain itu audit sebagai mekanisme pengendalian
perusahaan untuk mengontrol secara sosial atas kegiatan dalam organisasi dan
dampaknya adalah terhadap mempengaruhi pengambilan keputusan baik secara
internal dan eksternal.

7. Kepentingan manusia, konflik dan audit


hasil dari kegiatan verifikasi dan audit ini akan memberikan dampak kepada
hubungan antar manusia. Dalam kasusnya, audit laporan keuangan memiliki
hubungan antar manajer perusahaan untuk bertanggung jawab untuk membuat sebuah
informasi tentang keuangan perusahaan. Oleh karena berbagai partisipasi dari
berbagai bagian akan terlibat, oleh karena itu akanmempengaruhi hubungan antar
organisasi

selain itu auditing merupakan sebagai proses evaluasi manusia untuk

membangun kepatuhan terhadap norma-norma tertentu untuk menghasilkan pendapat.


Konflik akan terjadi apabila laporan yang dihasilkan merugikan pihak-pihak tertentu
sehingga para pengguna laporan keuangan merasa ragu dan khawatir terhadap kualitas
informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu seorang auditor harus melakukan sesuai
dengan stadar yang telah ditentukan agar dapat membuktikan keandalan dari laporan
keuangan yang diterbitkan, selain laporan tersebut digunakan untuk pengambilan
keputusan serta menghubungkan berbagai kepentingan, laporan tersebut digunakan
untuk menghidari terjadinya konflik antara pihak agen dengan principal.
8. Pernyataan dari tujuan audit perusahaan
Tujuan utama dari audit perusahaan dapat dinyatakan sebagai suatu kebutuhan
untuk membuat tata kelola perusahaan dan akuntabilitas manajerial, serta untuk
memverifikasi dan melaporkan kualitas dari laporan keuangan yang dipublikasikan
perusahaan untuk pihak principal dan dalam organisasi. Selain itu kualitas laporan
keuangan yang dilaporkan menjelaskan karakteristik pelaporan keuangan utama yang
diberlakukan oleh pihak pembuat kebijakan akuntansi.
9. Kriteria kualitas informasi dan audit perusahaan
Hal ini menunjukan kriterai dari kualitas informasi dari audit perusahaan
adalah untuk menyesuaikan dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum serta
kebijakan akuntansi yang tepat. Peran auditor adalah melakukan sikap profesionalnya
dalam bentuk standar audit.