Anda di halaman 1dari 2

Persamaan gas ideal' adalah persamaan keadaan suatu gas ideal.

Persamaan ini
merupakan pendekatan yang baik untuk karakteristik beberapa gas pada kondisi
tertentu. Persamaan ini pertama kali dicetuskan oleh mile Clapeyron tahun 1834
sebagai kombinasi dari Hukum Boyle dan Hukum Charles.[1]

Kondensasi lebih dikenal sebagai pengembunan atau mengembun. Kondensasi


adalah peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi cair. Kondensasi dapat
dibagi menjadi dua jenis, yakni kondensasi eksterior dan kondensasi interior.
Kondensasi eksterior terjadi ketika udara lembab menyentuh permukaan dingin
seperti kaca. Kondensasi akan terjadi jika suhu permukaan tersebut berada di
bawah titik embun udara (dew point). Titik embun udara adalah suhu/temperatur di
mana uap air dalam udara mengembun menjadi air pada kecepatan yang sama
dengan kecepatan air itu menguap, pada tekanan udara konstan. Kondensasi
seperti ini biasa terlihat ketika malam hari yang dingin diikuti dengan siang hari
yang hangat.
Di sisi lain, kondensasi interior dapat terjadi ketika kelembaban udara terlalu
berlebihan dalam suatu ruang tertutup. Kelembaban udara yang berlebihan ini
biasa menyebabkan pengembunan pada kaca jendela. Banyaknya pengembunan
berbanding lurus dengan banyaknya udara hangat dalam ruang. Semakin banyak
udara hangat maka semakin banyak pula uap air yang dimiliki, sehingga semakin
banyak pula pengembunan yang terjadi pada permukaan.

Bulk modulus
Equation for isothermal process is PV = C.
Differentiating this equation we get, PdV + VdP = 0
Or, PdV = -VdP
from this, VdPdV=P
The term on the left hand side is called the bulk modulus and it is equal to the pressure of the gas
at that state.
There fore in the case of the gas given, Bulk modulus at a volume of 75 ml is 1.33 atm =

1.331.013105Nm2=1.35105Nm2