Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nurlailiana Zahroh

NIM

: 135050501111071

Kelas

: B1

Memenuhi Tugas Mata Kuliah Rehabilitasi Ekosistem Pesisir


Dosen pembimbing

: Andik Isdianto, S.T., M.T

1. PENDAHULUAN

Kehidupan perkotaan identik dengan pembangunan diberbagai bidang.


Berbagaiupaya dilakukan untuk memajukan pembangunan demi dan untuk
kesejahteraan bersama dalam suatu wadah perkotaan. Kesejahteraan dan
kemakmuran menjadi poin yang penting dalam kehidupan perkotaan. Suatu kota dapat
dikatakan berhasil apabila kesejahteraan kehidupan masyarakatnya terpenuhi.
Sehingga pembangunan tidak terlepas dari pemanfaatan sumber daya alam, yang
didalamnya terjadi proses perubahan untuk meningkatkan taraf hidup manusia.
Perubahan yang dilakukan tentunya akan mempengaruhi lingkungan hidup yang
berdampak negatif maupun berdampak positif.
Reklamasi adalah salah satu upaya yang dilakukan dalam pembangunan.
Reklamasidapat diartikan sebagai upaya pengadaan lahan dengan cara mengeringkan
rawa, daerah pasang surut dan sebagainya (Peterson, 2005). Reklamasi menjadi
alasan utama dalam pemekaran kota sehingga alternatif reklamasi pantai dilakukan
karena berbagai alasan berkaitan dari pertambahan penduduk alami maupun migrasi
dan kesejahteraan penduduk yang miskin mendorong mereka yang semula tinggal di
tengah kota memilih ke daerah pinggiran atau tempat baru untuk dapat memulai usaha
demi meningkatkankesejahteraannya serta penyebaran keramaian kota, semula
semua kegiatan terpusat di kotasehingga dibutuhkan ruang baru untuk menampung
semua kegiatan yang mana tidak bisadifasilitasi dalam kota (Departemen Kelautan dan
Perikanan, 2001).
Reklamasi merupakan subsistem dari sistem pantai. Reklamasi pantai
merupakanupaya teknologi yang dilakukan manusia untuk merubah suatu lingkungan
alam menjadilingkungan buatan, suatu tipolohi ekkosistem estuaria, mangrove dan
terumbu karang menjadi suatu bentang alam daratan (Maskur, 2008). Ruang lingkup
undang-undang No. 27 /Tahun 2007 Pasal 34 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan
pulau-pulau kecil,reklamasi wilayah peisir dan pulau-pulau kecil dilakukan dalam
rangka meningkatkan manfaat atau nilai tambah wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
ditinjau dari aspek teknis, lingkungan dan sosial ekonomi. Ada tiga hal wajib dijaga dan
diperhatikan dalam reklamasi pantai, antara lain:
a. keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat
b. keseimbangan antara kepentingan pemanfaatan
lingkungan pesisir

dan

pelestarian

c. persyaratan teknis pengambilan pengerukan dan penimbunan material


Kegiatan reklamasi pantai tidaklah dianjurkan namun dapat dilakukan dengan
memperhatikan isi ketentuan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
40/PRT/M/2007 tentang Pedoman Perencanaan /ata Ruang Kawasan Reklamasi
Pantai yaitu :
a. merupakan kebutuhan pengembangan kawasan budidaya yang telah ada disisi
daratan
b. merupakan bagian wilayah dari kawasan perkotaan yang cukup padat dan
membutuhkan pengembangan wilayah daratan untuk mengakomodasikan
kebutuhan yang ada
c. berada di luar kawasan hutan bakau yang merupakan bagian dari kawasan
lindung atau taman nasional, cagar alam dan suaka margasatwa
d. bukan merupakan kawasan yang berbatasan atau dijadikan acuan batas
wilayah dengan daerah/negara lain
Ada tiga tujuan dari program reklamasi adalah:
a. Untuk mendapatkan kembali tanah yang hilang akibat terjangan gelombang
laut.
b. Untuk memperoleh tanah baru di kawasan depan garis pantai untuk
mendirikan bangunan yang akan difungsikan sebagai benteng perlindungan
garis pantai
c. Untuk alasan ekonomis, pembangunan atau untuk mendirikan konstruksi
bangunandalam skala lebih besar.
Kawasan perkotaan yang berada di tepi pantai cenderung mengalami
perubahanyang cukup pesat yang berimbas pada daerah sekitarnya termasuk
kawasan reklamasi pantai yang dilakukan menimbulkan berbagai masalah yang
membawa dampak negatif dandampak positif di lingkungan perkotaan.
Dampak reklamasi pantai adalah hal yang patut dikaji dan diperhatikan
dalamlingkungan perkotaan yang berkelanjutan sehingga kedepannya manusia tidak
mengulangi kesalahan yang sama. Lingkungan perkotaan yang berkelanjutan
mempengaruhi pola perilaku manusia yang ada didalamnya. 6ubungan timbal balik
manusia dengan lingkungan perkotaan merupakan proses dua arah yang konstruktif,
didukung baik oleh ciri citra (image) lingkungan maupun ciri sifat kegiatan dan kejiwaan
manusia.
Kota-kota besar di Indonesia merupakan kota-kota yang berada di tepi pantai
dengan jumlah penduduk yang besar dan kegiatan perekonomian yang pesat, tetapi
seringkali lahan yang tersedia tidak mendukung laju pertumbuhan dan perkembangan
wilayah yang berlangsung di suatu kota.
Kota Manado adalah salah satu kota yang melakukan reklamasi pantai.
adanya pembangunan reklamasi di Kota Manado, yang dikembangkan menjadi
kawasan industrialisasi dengan pola super blok dan mengarah pada terbentuknya
Central Business District (CBD), mengakibatkan adanya wajah kota pada daerah
pesisir pantai yang secara tidak langsung mempengaruhi lingkungan perkotaan yang
ada. Pertumbuhan dan perkembangan Kota Manado menjadi lebih condong ke arah
pantai atau laut sehingga Kawasan Boulevard dan sekitarnya lebih terbuka menjadi
salah satu bagian kota yang berorientasi ke laut. Adapun beberapa kawasan reklamasi

pantai di kota Manado yaitu kawasan Bahu Mall, Lion Plaza hotel, Manado Town
Square, Megamass, M-Walking dan Marina Plaza.
Pada dasarnya unsur pembentuk lingkungan perkotaan di berbagai tempat,
relatif sama tetapi susunannya berlainan, sehingga bentuk, struktur dan pola
lingkungan yang dipahami dan dicerna manusia pada tiap lingkungan kota senantiasa
berbeda-beda.
Oleh karena itu analisa dampak reklamasi pantai terhadap lingkungan perlu
dilakukan guna dijadikan bahan pertimbangan terhadap tindakan reklamasi yang akan
dilakukan. kedepan sehingga segala kemungkinan-kemungkinan yang baik dan buruk
sudah dapat dipikirkan dan menjadi acuan guna keberlangsungan hidup manusia dan
lingkungan alam yang terjaga.

http://www.academia.edu/8050781/Makalah_Reklamasi_Pantai