Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb,


Alhamdulillahirobilalamin Segala puji saya panjatkan kepada Allah S.W.T
yang telah memberikan kelancaran kepada saya sehingga saya bisa
menyelesaikan laporan praktikum Peledakan tentang Pendahuluan Peledakan
dengan baik dan tepat pada waktunya.
Terimakasih atas dukungan dari teman-teman dan terutama untuk
instruktur

praktikum

Peledakan

Universitas

Islam

Bandung

yang

telah

memberikan pengarahan dan pengetahuan kepada saya dalam penyusunan


laporan ini.
Akhir kata saya ucapkan terimaksih dan semoga laporan ini bermanfaat.
Wassalamualaikum wr. wb.

Bandung, 15 Oktober 2016


Penyusun,

Aldi Gustian Muhari

DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I

PENDAHULUAN....................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................1
1.2 Maksud dan Tujuan..........................................................................1
1.2.1 Maksud.................................................................................1
1.2.2 Tujuan...................................................................................1

BAB II LANDASAN TEORI................................................................................2


2.1 Pengertian Peledakan......................................................................2
2.2 Persiapan Peledakan.......................................................................2
2.2.1 Pembersihan Lokasi Area Peledakan...................................2
2.2.2 Penentuan Titik Bor..............................................................3
2.2.3 Proses Drilling.......................................................................3
2.2.4 Pengisian Bahan Peledak.....................................................3
2.2.5 Persiapan Peledakan............................................................3
2.2.6 Pengamanan Area................................................................4
2.2.7 Peledakan.............................................................................4
2.3 Metode Peledakan...........................................................................5
2.4 Peralatan dan Perlengkapan Peledakan..........................................6
BAB III TUGAS DAN PEMBAHASAN................................................................7
BAB IV ANALISA................................................................................................8
BAB V KESIMPULAN........................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Seiring perkembangan teknologi, kegiatan peledakan juga semakin maju

dan berkembang. Kegiatan peledakan merupakan kegiatan yang memakan biaya


serta resiko yang sangat besar. Banyak terobosan-terobosan baru yang
diciptakan oleh para ahlinya agar membuat kegiatan peledakan lebih aman,
trekendali, dan sesuai dengan perencanaannya.
Suatu kegiatan peledakan harus disesuaikan dengan tujuan utamanya.
Faktor-faktor eksternal seperti kondisi geologi dan sifat fisik material harus
menjadi salah satu pengaruh yang harus dipertimbangkan. Selain itu faktor yang
dapat dikendalikan seperti geometri dan pemilihan metode peledakan harus
saling menyesuaikan.
Sehingga dapat disesuaikan dengan pemilihan alat dan perlengkapan
yang akan digunakan, metode serta alat dan perlengkapan peledakan harus
dipelajari dan dipahami agar praktikan bisa menentukan atau merencanakan
suatu kegiatan peledakan yang akan dilakukan serta menentukan alat dan
perlengkapan yang akan digunakan.

1.2

Maksud dan Tujuan

1.2.1

Maksud
Maksud dari dilakukannya praktikum kali ini yaitu agar praktikan dapat

mengetahui dan memahami tentang kegiatan pendahuluan dalam peledakan.


1.2.2

Tujuan
Mengetahui dan memahami mengenai peledakan
Mengetahui dan memahami tahapan kegiatan peledakan
Mengetahui dan memahami peralatan serta perlengkapan
digunakan dalam peledakan.

yang

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1

Pengertian Peledakan

Peledakan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan di

dalam kegiatan pertambangan dengan tujuan untuk memecahkan suatu


material dengan menggunakan suatu bahan peledak dan metode
peledakan tertentu, sesuai dengan kebutuhan. Peledakan biasanya
dilakukan apabila material yang akan digali memiliki kekuatan yang
sangat besar sehingga tidak dapat digali oleh alat mekanis.

2.2

Persiapan Peledakan

Peledakan merupakan suatu kegiatan dengan resiko yang

cukup tinggi sehingga diperlukan persiapan yang baik, berikut adalah


tahapan persiapan kegiatan peledakan, yaitu:
2.2.1

Pembersihan Lokasi Area Peledakan (Land Clearing)

Pembersihan ini dilakukan pada lokasi peledakan dari benda-

benda yang berpotensi mengurangi efektifitas kegiatan suatu peledakan, seperti


bangunan ataupun tumbuh-tumbuhan. Kegiatan pembersihan ini dapat dilakukan
dengan menggunakan alat-alat mekanis seperti bulldozer dan excavator.

Sumber: forconconstructionpros.com

Foto 2.1
Land Clearing dengan Alat Mekanik

2.2.2

Penentuan Titik Bor

Pada tahapan penentuan suatu titik bor tergantung pada kondisi

batuan yang akan dilakukan pemberaian, dengan memperhatikan ketentuan


yang ada dan tergantung pada hasil ledakan yang diinginkan. Adapun contoh
pola peledakan yang dapat digunakan berdasarkan pada variasi jarak burden
dan spasi, yaitu diantaranya pola bujur sangkar, pola persegi panjang, dan pola
zig zag. Selain itu terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam
penentuan titik bor, yaitu area free face, burden, spacing, dan fly rock yang akan
dihasilkan. Apabila titik bor sudah ditentukan, maka tahapan selanjutnya adalah
drilling.
2.2.3

Proses Drilling

Pola titik bor yang telah ditentukan akan menjadi acuan ketika

dimulainya suatu proses pengeboran. Dimana proses ini sangat menentukan


pada hasil akhir dari peledakan yang akan dilaksanakan.

Sumber: forconconstructionpros.com

2.2.4

Foto 2.2
Drilling Equipment

Pengisian Bahan Peledak

Tahapan selanjutnya yaitu pengisian bahan peledak. Setiap

komponen yang diperlukan pada saat kegiatan peledakan dimasukan kedalam


lubang ledak, seperti isian utama, detonator dan sumbu ledak. Pengisian bahan
peledak dapat dilakukan secara manual ataupun dilakukan dengan bantuan alat
berupa mobile mixing unit.
2.2.5

Persiapan Peledakan

Setelah pengisian lubang bor dengan bahan peledak, harus

dilakukan pengecekan kembali terhadap peralatan dan perlengkapan peledakan


seperti pengecekan kembali pemasangan kabel antar lubang yang terhubung ke

blasting machine. Pengecekan ini wajib dilakukan untuk meminimalisir kesalahan


yang terjadi saat peledakan dan agar hasil peledakan sesuai dengan keinginan.

Sumber: ausimmbulletin.com

2.2.6

Foto 2.3
Pengecekan Kesiapan Lubang Bor

Pengamanan Area

Pengamanan area sangat penting dalam tahapan sebelum

dimulainya suatu kegiatan peledakan, dimana perlunya ada jarak atau radius
yang aman sesuai dengan yang telah ditentukan. Setiap alat mekanis yang
beroperasi dan pekerja harus berada di di area atau berada pada radius yang
aman dari efek ledakan.
2.2.7

Peledakan

Tahapan akhir yaitu proses peledakan. Pada umumnya kegiatan

peledakan ini diikuti dengan keluarnya asap dari lubang ledak. Bila asap
berwarna putih maka kegiatan peledakan berhasil, bila asap berwarna-warni
maka peledakan overburden bertujuan untuk membentuk bench.

Sumber: ausimmbulletin.com

Foto 2.4
Open Pit Blasting

2.3

Metode Peledakan

Metode peledakan diklasifikasikan secara umum menjadi 4 jenis


yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Metode Sumbu Api (Cap and Fuse Method)

Merupakan suatu metode yang menggunakan sumbu api sebagai

pengantar api dengan kecepatan yang konstan atau tetap untuk


menyalakan detonator diujung sumbu sehingga dapat menghantarkan
efek panas terhadap bahan peledak.
2. Metode Sumbu Ledak (Detonating Fuse)

Sumbu ledak merupakan suatu sumbu dengan inti intialing

explosive yang dibungkus dengan lapisan tekstil, kawat dan plastik.


Sumbu ledak ini dapat dioprasikan dengan mudah dan aman pada saat
penggunaannya, selai itu juga mempunyai ketahan terhadap air yang baik
sekali dan mempunyai kecepatan detonasi tinggi yang dapat mencapai
hingga 21.000 feet per detik. Peledakan dengan menggunakan sumbu
ledak tidak memerlukan detonator didalam lubang tembak untuk
melakukan peledakan.
3. Metode Listrik

Metode listrik ini merupakan metode yang menggunakan tenaga

listrik sebagai penghantar panas terhadap bahan peledak yang akan


digunakan. Arus yang digunakan adalah arus DC atau searah maupun
arus AC atau AC/DC arus bolak-balik.
4. Metode Peledakan Nonel (non listrik)

Metode nonel merupakan merupakan metode peledakan dengan

menggunakan tube plastik yang berdiameter luar 3 mm. Didalamnya


berisi suatu bahan reaktif yang dapat menjalankan atau merambatkan
gelombang kejut dengan kecepatan kira-kira 2000 meter per detik. Pada
prinsipnya metode nonel ini dapat meledakan bahan peledak tanpa harus
menggunakan listrik secara beruntun.

2.4

Peralatan dan Perlengkapan Peledakan

Setiap metode dalam peledakan memiliki peralatan dan

perlengkapan yang berbeda-beda. Adapun peralatan dan perlengkapan


peledakan yang diperlukan sesuai dengan metode yang digunakan dapat
dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2. 1
Peralatan dan Perlengkapan Peledakan Sesuai Dengan Metode Peledakan

METODE

PELEDAKAN

1. Plain detonator

SUMBU

2. Sumbu api

API (CAP

3. Igneter cord

& FUSE)

1. Cap crimper

Detonatring Relay/

3. Tamper

Tergantung

Dellay connector

SUMBU

PERALATAN

2. Penyulut : korek api.

4. Igneter cord conector


1.
Sumbu ledak
2.

LEDAK

PERLENGKAPAN

detonator yang

3. Initator (detonator

dipakai

listrik/biasa)

1. Blasting machine

2. Blasting machine

tester :

-Rheostat

-Blasting VOM meter

LISTRIK

1. Detonator listrik

2. Connecting wire

1.

(Nonel, Hercudet)

Detonator non listrik

NON
LISTRIK

2. Connector

3. Sumbu ledak (untuk


nonel)

Sumber : SamuelKuliah.blogspot.com

2.

3. Circuit tester :

- Galvanometer

- Voltmeter

4. Tamper

5. Leading wire

1. Exploder
Gas supply unit

(untuk hercudet)
3.

Circuit tester

BAB III
TUGAS DAN PEMBAHASAN

3.1

Tugas

Buat resume mengenai keputusan menteri pertambangan

dan energy nomor 555 tahun 1995 dan peraturan kepala kepolisian
negara republic Indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang pengawasan,
pengendalian, dan pengamanan bahan peledak komersil, kemudian beri
tanggapan mengenai hubungan kedua peraturan tersebut dengan
kegiatan teknis peledakan!

3.2

Pembahasan

Jawaban Terlampir

BAB IV
ANALISA

Dalam kegiatan peledakan tentunya tidak lepas dari bahan


peledak. Dalam penggunaan bahan peledak, rangkaian primer yang telah
dirangkai, dimasukan kedalam luabng ledak. Posisi primer berbeda-beda
ada yang diletakan diatas, di tenggah, dan dibawah sesuai dengan
kebutuhan dan hasil akhir dari peledakan yang diinginkan. Penentuan
letak primer ini jangan diletakan terlalu dalam, jika diletakan terlalu dalam,
maka material yang akan diledakan dapat berupa fragmentasi berukuran
besar. Selain itu hasil akir dari kegiatan peledakan ditentukan dari
geometri peledakan, bahan peledak yang digunakan, dan pada saat
pengisian bahan peledak pada lubang bor. Hasil dari pengeboran berupa
cutting dapat digunakan sebagai pemampat lubang ledak. Jika steaming
dilakukan dengan menambahkan material hasil pemboran secara merata
dan termampatkan, maka akan berpengaruh terhadap ledakan yang
dihasilkan.

Bahan peledak yang digunakan pada kegiatan peledakan salah


satunya adalah ANFO. Sifat dari ANFO ini sensitive terhadap air, maka
dari itu untuk mengatasi maslah kesensitifan ini, ANFO yang akan
digunkan di tempat yang basah ANFO harus dilengkapi dengan casing
anggar tidak terjadi kontak langsung dengan air. SSelain itu masalah dari
sifat ANFO yang mudah larut dalam air ini juga dapat diatasi dengan
penambahan emulsi pada saat pengisian bahan peledak berlangsung.
Penambahan tersebut bertujuan agar ANFO menjadi lebih tahan terhadap
air atau kedap air.

Dalam kegiatan peledakan dilapangan, setiap lubang ledak

yang akan diledakan tidak meledak dalam waktu yang bersamaan,


melainkan meledak secara berurutan. Dilihat dari tujuan dilakukanya
peledakan, selain memberaikan batuan kegiatan peledakan ini juga
bertujuan untuk menghasilkan fragmentasi yang sesuai dengan crusher.
Selain itu peledakan yang tidak serentak antar titik bor juga bertujuan

untuk mengatur arah timbunan hasil peledakan yang akan dihasilkan.


Dengan mengetahui kemana arah timbunan hasil peledakan yang akan
dilakukan, maka dapat meningkatkan efisiensi dalam proses hauling.
Sehingga kegiatan berlangsung secara efisien dan ekonomis.

BAB V

KESIMPULAN

Kegiatan peledakan harus dioptimalisasi sebaik mungkin. Sebab


jika kegiatan peledakan yang tidak berjalan lancar akan menimbulkan
kerugian dan bahaya yang sangat besar. Oleh karena itu perlu adanya
perencanaan peledakan. Dimulai dengan perhitungan geometri pemboran
serta geometri peledakan. Geometri pembuatan lubang bor dan geometri
peledakan tidak akan terlepas dari faktor alam yang tidak dapat dkontrol.
Terutama untuk kondisi geologi dan sifat alami atau sifat fisik material
tersebut.

Peledakan merupakan suatu kegiatan dengan resiko yang

cukup tinggi sehingga diperlukan persiapan yang baik, berikut adalah


tahapan persiapan kegiatan peledakan, yaitu: Pembersihan Lokasi Area
Peledakan (Land Clearing), Penentuan Titik Bor, Proses Drilling,
Pengisian Bahan Peledak, Persiapan Peledakan, Pengamanan Area,
Peledakan

Pada tahapan peledakan memerlukan peralatan dan

perlengkapan masing-masing yang berbeda sesuai dengan metode apa


yang digunakan. Peralatan peledakan merupakan alat dan bahan yang
dapat digunakan lebih dari satu kali pemakaian dalam kegiatan
peledakan. Sedangkan perlengkapan peledakan merupakan alat dan
bahan yang hanya dapat digunakan satu kali pemakaian dalam kegiatan
peledakan atau yang sifatnya sebagai penunjang atau pembantu
peralatan agar bekerja secara optimal, contohnya bahan peledak, mata
bor, compressor, dan detonator dsb.

10

DAFTAR PUSTAKA

1.
Andy, Yoga 2011, Pengetahuan Bahan Peledak
www.wordpress.com, Diakses pada tanggal 14 Oktober 2016
pada pukul 20.00 WIB (Online)

2. Budi Yusfi, 2011, Bahan Peledak, http://yusfibudi.blogspot


.co.id/2011/04/bahan-peledak.html.Diakses Pada, 14 Oktober
2016. Pukul 20.35 WIB (Online)

3
Zella, Sofia, 2010, Teknik Peledakan,
www.rachmatrisejet.blogspot.co.id, Diakses pada tanggal 14
Oktober 2016 pada pukul 21.00 WIB (Online)