Anda di halaman 1dari 2

II.

Batas Wilayah KPHP Manggarai Barat

Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi


(KPHP) Model Manggarai Barat

Sebelah Utara

: Desa Nggilat-Kecamatan Macang Pacar

Sebelah Selatan : Desa Nanga Bere-Kecamatan Lembor Selatan

Profil KPHP Model Manggarai Barat

Sebelah Barat

: Desa Golo Mori-Kecamatan Komodo

Sebelah Timur

: Desa Tentang-Kecamatan Ndoso

III. Dasar Penetapan Dan Luas Wilayah KPHP Manggarai Barat


KPHP Model Manggarai Barat ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 973/Menhut-II/2013
tentang Penetapan KPHP Model Manggarai Barat (Unit I) yang terletak di Kabuapten Manggarai Barat,
Provinsi NTT seluas 60.297 Ha dengan rincian :
1. Hutan Lindung (HL) seluas 27.113 Ha
2. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 14.571 Ha
3. Hutan Produksi (HP) 18.613 Ha

IV. Kondisi Biofisik


A. Ketinggian Tempat

Alamat Kantor :
Jln. Sernaru, Kel. Wae Kelambu, Kec. Komodo,
Labuan Bajo, Flores, NTT

Variasi ketinggian tempat/elevasi di


permukaan bumi akan mengakibatkan variasi suhu udara yang pada
akhirnya akan mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan.
Berdasarkan ketinggian tempat di
KPHP Manggarai Barat, sebagian besar wilayah hutan (93%) termasuk
dalam zona hutan dataran rendah
dengan ketinggian 0 - 1000 mdpl.
Distribusi spasial wilayah KPH Manggarai Barat berdasarkan ketinggian
tempat
disajikan
pada
gambar
disamping.

B. Iklim

I. Kondisi Wilayah KPHP Manggarai Barat


Secara geografis, KPHP Manggarai Barat terletak diantara 80170,36-804747,58LS dan
11904849,65-12002227,42 BT. Secara administratif, lokasi KPHP Manggarai Barat tersebar pada
10 kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Distribusi luas KPHP
Manggarai Barat berdasarkan kecamatan disajikan pada Tabel dibawah ini :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kecamatan
Kec. Boleng
Kec. Komodo
Kec. Kuwus
Kec. Lembor
Kec. Lembor Selatan
Kec. Macang Pacar
Kec. Mbeliling
Kec. Ndoso
Kec. Sano Nggoang
Kec. Welak
Total

Luas (ha)
12.353
10.096
1.228
770
5.332
15.857
7.126
363
6.767
405
60.297

Persentase
20%
17%
2%
1%
9%
26%
12%
1%
11%
1%

Berdasarkan tipe iklim Schmidt


Ferguson, tipe iklim di wilayah
KPHP Manggarai Barat bervariasi
dari tipe B (Basah) sampai tipe E
(agak kering). Stasiun Labuan Bajo
yang mewakili wilayah Kecamatan
Komodo dan sekitarnya mempunyai tipe iklim E (agak kering);
Stasiun Werang yang mewakili
Kecamatan Sano Nggoang dan
sekitarnya termasuk tipe iklim D
(sedang); Stasiun Ranggu yang
merepresentasikan wilayah Kecamatan Kuwus dan sekitarnya
mempunyai tipe iklim C (agak
basah); dan Stasiun Compang
yang mewakili wilayah Kecamatan
Macang Pacar dan sekitarnya
mempunyai tipe iklim B (basah).

Nama Stasiun
CH

Ketinggian
(mdpl)

Stasiun Labuan
Bajo

+ 10

Stasiun Werang

+ 500

Stasiun Ranggu

+ 450

Stasiun Compang

+ 600

Wilayah
yang
terwakili
Kec. Komodo dst.
Kec. Sano
Nggoang
dst.
Kec.
Kuwus
dst.
Kec.
Macang
Pacar dst.

Juml
ah
BK/
tahun

Jumlah
BB/
tahun

Nilai Q/
Tipe Iklim SF*

1,40 (Tipe E agak kering)

0,71 (Tipe D sedang)

0,33 (Tipe C
agak basah)

10

0,20 (Tipe B basah)

C. Kelerengan
Wilayah KPH didominasi oleh kelas kelerengan sangat curam (kelerengan lebih dari 40%) dengan proporsi 80% terhadap luas total KPH yang tersebar baik di HL, HP maupun HPT.
Fungsi Kawasan Hutan

Kelerengan (%)

HL

0 - 8 % (datar)

HP

Total Luas
Kelerengan
(ha)

HPT

186

16 - 25 % (agak curam)

0%

951

215

282

1.448

2%

8.035

211

2.352

10.598

18%

17.940

18.187

11.938

48.064

80%

26 - 40 % (curam)
> 40 % (sangat curam)

186

Persen
(%)

VIII. Potensi Jasa Lingkungan


Jasa lingkungan yang dihasilkan oleh hutan antara lain adalah sebagai penyerap karbon, penyedia oksigen
dan sebagai daerah tangkapan air. Terkait dengan jasa lingkungan air, hasil kajian Yayasan Burung Indonesia-Flores, melaporkan bahwa nilai ekonomi hidrologi/sumberdaya air di kawasan Bentang Alam Mbeliling
(BAM), salah satu water catchment area di wilayah KPHP Manggarai Barat, diestimasi sebesar Rp 14,3 Miliar
Rupiah setiap tahun atau sekitar 40% dari total nilai ekonomi dari sumberdaya alam di (SDA) di BAM, yaitu
sebesar Rp. 34 Miliar/tahun (Yayasan Burung, 2014).

IX. Potensi Wisata Alam dan Wisata Budaya

D. Jenis Tanah
Jenis Tanah
Alluvial

Fungsi Kawasan Hutan


HL

HP

HPT

186

Andosol
Kambisol

Total Luas Kelerengan (ha)

2,780

Persen
(%)

186

0%

2,780

5%

17,828

9,221

6,663

33,712

56%

Podsolik

1,752

2,028

5,699

9,480

16%

Renzina

7,346

4,584

2,210

14,140

23%

Danau Sano Nggoang

E. Daerah Aliran Sungai


Berdasarkan peta wilayah DAS, terdapat sekitar 28 DAS di wilayah KPHP Manggarai Barat. Lima DAS yang
memiliki proporsi luasan terbesar berturut-turut adalah DAS Jamal (18%), DAS Nae (16%), DAS Terang
(11%), DAS Bereh (9%) dan DAS Ganggang (8%).
V. Potensi Hasil Hutan Kayu (HHK)

Air Terjun Cunca Rami

Goa Rangko

Potensi rata-rata kayu di KPHP Manggarai Barat adalah sebesar 92 m /ha. Potensi rata-rata pada kawasan
HL adalah sebesar 54,68 m3/ha, kawasan HP sebesar 44,6 m3/ha dan kawasan HPT sebesar. 176,73 m3/
ha. Beberapa jenis-jenis yang dominan adalah Rukus, Ruteng, Beringin, Sema, Mukutaa, Mukutee, Namut,
Pante, Lokom, Dingar.
Hasil Sensus Pertanian tahun 2013 menyebutkan bahwa jati dan mahoni merupakan jenis kayu yang paling
banyak dijumpai di Kabupaten Manggarai Barat.

VI. Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)

Variabel

Madu

Bambu

VII. Potensi Flora dan Fauna

Spesies Elaeocarpus

Wae sano

Mbuit

1,09%

Kepadatan penduduk

236,22

54,7

62

1,4

1,4

1,4

1,4

9,86

3,53

2,83

58,84%

50,93%

70,57%

48%

tidak ada

ada/bts kws

tidak ada

adat berperan

adat berperan

adat berperan

tidak ada
adat berperan

90%

90%

100%

80%

Proporsi petani

29%

58%

44,70%

61%

Pendapatan <Rp 500 rb

60%

80%

80%

100%

Penduduk lulus sekolah


Konflik

Kondisi hutan baik


Spesies Diospyros

Warloka
2,16%

Persepsi hutan-batas kawasan

Spesies Mucuna

Wae kelambu
4,86%

Peran adat

Spesies dari marga purba Saurauia

Desa

Pertumbuhan penduduk

Tekanan penduduk
Rotan

Goa Batu Cermin

Tarian Caci

Hasil Inventarisasi social ekonomi oleh BPKH Kupang pada empat desa yang terpilih sebagai sampel adalah,
Desa Mbuit, Desa Warloka mewakili desa di sekitar kawasan HPT, Desa Wae Kelambu di sekitar HP dan Desa
Waesano yang merepresentasikan desa di sekitar HL adalah sebagai berikut :

Luas lahan untuk hidup layak

Kemiri

Komodo di Desa Golo Mori

X. Kondisi Sosial Ekonomi

Aren

Air Terjun Cunca Wulang

20%

XI. Ijin Usaha Pemanfaatan Hutan


Serindit Flores (Loriculus flosculus)

Kehicap Flores (Monarcha sacerdotum)

Gagak Flores (Corvus florensis)

Sampai saat ini wilayah KPHP Model Manggarai Barat belum ada ijin usaha pemanfaatan hutan. Seluruhnya
masih merupakan wilayah tertentu.