Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
1. Amonium hidroksida (NH4OH)
Fungsi : sebagai pembentuk suasana basa.
A. Sifat Fisika :
1. Densitas

: 0,898 gr/cm3

2. Berat molekul : 35,05 gr/mol


3. pH

: 11,6

4. Titik leleh

: -69,2 C

5. Tekanan uap

: 287,9 kPa

B. Sifat Kimia :
1. Larut dalam air dingin.
2. Sangat reaktif dengan logam dan asam.
3. Sangat korosif dengan seng dan tembaga.
4. Tidak korosif dengan gelas dan stainless steel.
5. Sedikit reaktif terhadap oksidator.
(Sciencelab, 2015a)
2. Aquadest (H2O)
Fungsi : sebagai zat pelarut sampel.
A. Sifat Fisika :
1. Massa molar

: 18,02 gr/mol

2. Densitas

: 1 gr/cm (cair pada 20 C)

3. Titik Lebur

: 0 C

4. Titik Didih

: 100 C

5. Tekanan uap

: 2,3 kPa

(Sciencelab, 2015e)
B. Sifat Kimia :
1. Memiliki energi interfasial yang tinggi ketika berada pada permukaan
non-polar

2. Memiliki osmolaritas yang tinggi bila berada dekat dengan larutan


polielektron.
3. Memenuhi gaya Van der Walls.
4. Dapat membentuk ikatan hidrogen.
5. Dapat meningkatkan potensial kimia dengan larutan polielektron pada
temperatur konstan.
(Vogler, 1998)
3. Asam klorida (HCl)
Fungsi : sebagai katalis dalam reaksi.
A. Sifat Fisika :
1. Titik didih

: 108,58 C

2. Titik lebur

: -62,25 C

3. Tekanan uap

: 16 kPa

4. Densitas uap

: 1,267

5. pH

: Bersifat asam

B. Sifat Kimia :
1. Larut dalam air dingin.
2. Larut dalam air panas.
3. Larut dalam dietil eter.
4. Sangat reaktif dengan logam.
5. Sangat korosif dengan adanya aluminium, tembaga dan stainless steel.
(Sciencelab, 2015c)
4. Dimetilglioksima (C4H8N2O2)
Fungsi : sebagai reagensia spesifik.
A. Sifat Fisika :
1. Bentuk

: Padatan kristal

2. Berat molekul : 116,12 gr/mol


3. Titik lebur

: 239 C

4. Tidak berbau.
5. Warna
B. Sifat Kimia :

: Putih

1. Larut dalam metanol.


2. Larut dalam dietil eter.
3. Larut dalam aseton.
4. Tidak larut dalam air dingin.
5. Reaktif dengan oksidator dan reduktor.
(Sciencelab, 2015b)
5. Nikel klorida (NiCl2.6H2O)
Fungsi : sebagai bahan yang akan dianalisis.
A. Sifat Fisika :
1. Titik didih

: 1783 C

2. Bentuk

: Padat

3. Berat molekul : 237,71 gr/mol


4. Massa jenis

: 3,55 gr/cm3

5. Warna

: Hijau

B. Sifat Kimia :
1. Larut dalam air dingin.
2. Larut dalam alkohol.
3. Tidak korosif pada kaca.
4. Tidak cocok dengan peroksida dan kalium.
5. Tidak mudah terbakar.
(Sciencelab, 2015d)
3.2 Peralatan Percobaan
Adapun peralatan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
1. Batang pengaduk
Fungsi: sebagai alat untuk mengaduk dua atau lebih zat sehingga menjadi
homogen.

Gambar 3.1 Batang Pengaduk

2. Beaker glass
Fungsi: sebagai wadah tempat pencampuran larutan.

Gambar 3.2 Beaker Glass


3. Cawan porselen
Fungsi: sebagai wadah untuk meletakkan endapan yang akan diuapkan.

Gambar 3.3 Cawan Porselen


4. Corong
Fungsi: sebagai alat bantu untuk menuang ke gelas ukur.

Gambar 3.4 Corong


5. Erlenmeyer
Fungsi: sebagai wadah tempat larutan yang akan diendapkan.

Gambar 3.5 Erlenmeyer

6. Gelas ukur
Fungsi: untuk mengukur volume bahan yang akan digunakan.

Gambar 3.6 Gelas Ukur


7. Kaki tiga, kasa dan bunsen
Fungsi: untuk memanaskan sampel.

Gambar 3.7 Kaki Tiga, Kasa dan Bunsen

8. Kertas saring
Fungsi: sebagai media untuk memisahkan endapan dari filtratnya.

Gambar 3.8 Kertas Saring

9. Neraca digital
Fungsi: sebagai alat untuk menimbang sampel maupun endapan.

Gambar 3.9 Neraca Digital

10. Penjepit tabung


Fungsi: sebagai alat untuk menjepit atau memindahkan tabung reaksi atau
beaker glass ketika dalam proses pemanasan atau pengeringan.

Gambar 3.10 Penjepit Tabung


11. Pipet tetes
Fungsi: untuk mengambil zat dalam jumlah kecil.

Gambar 3.11 Pipet Tetes

12. Termometer
Fungsi: untuk mengukur suhu larutan.

Gambar 3.12 Termometer

3.3 Rangkaian Peralatan


Adapun rangkaian peralatan percobaan adalah sebagai berikut :

Gambar 3.13

Rangkaian

Peralatan

Pembentukan

Endapan
Keterangan
1. Batang Pengaduk
2. Beaker glass
3. Erlenmeyer
4. Kasa
5. Tungku kaki tiga

gambar :
6. Bunsen
7. Termometer

1
2

Gambar 3.14 Rangkaian Peralatan Pengeringan Endapan


Keterangan gambar :
1. Penjepit
2. Cawan Porselen
3. Bunsen
3.4 Prosedur Percobaan
Adapun prosedur percobaan yang dilakukan adalah :
1. Sampel atau NiCl2.6H2O ditimbang sebanyak 0,75 gram dengan menggunakan
neraca digital dan dimasukkan ke dalam beaker glass.
2. Sampel yang di dalam beaker glass ditambahkan aquadest sehingga keseluruhan
sampel tenggelam.
3. Ditambahkan 5 ml HCl 0,7 N dan larutan diencerkan hingga volumenya menjadi
200 ml.
4. Larutan dipanaskan di atas spritus hingga bersuhu 75C dan ditambahkan
dimetilglioksima (C4H8O2N2) 1% sebanyak 120 ml kemudian segera
ditambahkan larutan amonium hidroksida (NH4OH) 6 N sebanyak 2 tetes dan
langsung pada larutan dan bukan melalui dinding beaker glass, lalu diaduk
dengan menggunakan batang pengaduk.
5. Didiamkan di atas spritus selama 30 menit atau hingga terbentuk endapan yang
sempurna.
6. Larutan diangkat dari spritus dan didinginkan pada suhu kamar, dan larutan
disaring dengan menggunakan kertas saring.
7. Endapan yang tersaring dicuci dengan aquadest hingga bebas klorida dan
disaring kembali, lalu dipindahkan ke dalam cawan.
8. Endapan didalam cawan dikeringkan di atas spiritus hingga endapan membentuk
serbuk.
9. Kemudian endapan didinginkan lalu ditimbang (bersamaan dengan cawan).
Pengeringan dilakukan dengan interval 8 menit hingga diperoleh berat konstan.
10. Dihitung persentase nikel.
3.5 Flowchart Percobaan
Adapun flowchart dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
Mulai

Ditimbang sampel NiCl2. 6H2O sebanyak 0,75 gram


gram
Ditambahkan aquadest hingga sampel tenggelam
Ditambahkan 5 ml HCl 0,7 N

Diencerkan dengan aquadest hingga


volume 200 ml
Dipanaskan dengan penangas hingga suhu 75 C
Ditambahkan dimetilglioksima 1% sebanyak 120 ml

Ditambahkan larutan amonium hidroksida 6 N sebanyak satu


tetes

A
Didiamkan di atas spiritus selama 30 menit

Apakah sudah terbentuk endapan sempurna?

Ya
Didinginkan endapan yang terbentuk

Tidak

Dicuci endapan dengan air hingga bebas dari klorida

Endapan yang terbentuk dipindahkan ke


cawan yang kosong

Dipanaskan hingga kering dan ditimbang dengan


selang waktu 8 menit sampai berat konstan

Apakah beratnya konstan?

Tidak

Ya
Dihitung persentase nikel

Selesai
Gambar 3.15 Flowchart Percobaan Penetapan Nikel sebagai Dimetilglioksima
dengan Gravimetri