Anda di halaman 1dari 9

1

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Komunikasi adalah proses Penyampaian informasi dan pengertian seseorang ke
orang lain ( Human Relation at Work, Keith Davis). Komunikasi sangatlah diperlukan
untuk hubungan interaksi sosial karena interaksi sosial tidak akan terjadi tanpa adanya
komunikasi yang baik antar individu. Apabila komunikasi tidak terjadi kemungkinan
akan terbentuknya suatu kegiatan sehari-hari sangatlah kecil.
Seorang perawat memerlukan komunikasi untuk berhubungan dengan pasien
karena komunikasi dalam keperawatan merupakan faktor yang penting, dimana dalam
berkomunikasi perawat dapat menyampaikan pesan kepada pasien dan menerima pesan
dari pasien. Dalam berkomunikasi dengan pasien diperlukan suatu teknik, salah satunya
teknik komunikasi pada remaja. Seperti yang kita ketahui bahwa masa remaja
cenderung berpikir kritis, menginginkan alasan dari setiap pernyataan, emosional, dan
menganggap dirinya benar. Oleh karena itu perawat memerlukan teknik-teknik tertentu
dalam berkomunikasi pada pasien remaja. Pada kesempatan ini penulis ingin membahas
bagaimana berkomunikasi dengan remaja khususnya dalam lingkup hubungan perawat
dengan pasien.

B.

Tujuan Penulisan
1.

Tujuan Umum
Tujuan umum pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa/i mampu menerapkan
teknik komunikasi pada pasien remaja.

2.

Tujuan Khusus
Tujuan khusus pembuatan makalah ini adalah:
a.

Agar mahasiswa/i dapat memahami perkembangan remaja

b.

Agar mahasiswa/i dapat menerapkan teknik komunikasi pada remaja

2
C.

Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis mengambil sumber dari buku-buku
perpustakaan dengan melakukan study kepustakaan.

D.

Sistematika Penulisan

BAB I :

Pendahuluan terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan

BAB II :

Pembahasan terdiri dari perkembangan remaja dan komunikasi pada


remaja

BAB III :

Penutup terdiri dari kesimpulan dan saran

3
BAB II
PEMBAHASAN
A.

Perkembangan Remaja
Masa remaja ditandai oleh adanya kematangan fungsi seksual dan tecapainya
bentuk tubuh dewasa yang terjadi karena kematangan fungsi endokrin. Remaja
merupakan tahap perkembangan dari anak-anak sampai tumbuh dewasa. Remaja
mengalami 3 fase perkembangan yaitu masa pubertas, masa remaja awal dan masa
remaja akhir.
1.

Masa Pubertas
Masa pubertas pada anak perempuan berkisar antara umur 10-13 tahun,
berlangsung selama 6 bulan sampai 1 tahun. Pada anak laki-laki masa pubertas
terjadi antara umur 10,5 tahun sampai 15 tahun dan berlangsung selama 6 bulan
sampai 2 tahun.
Ciri-ciri pada masa pubertas:
a. Perubahan berat badan dan tinggi badan
b. Perubahan sikap dari sifat yang menonjol terhadap lawan jenis
c. Masih berpikir emosional dalam mengambil keputusan
d. Hubungan dengan orang tua mulai renggang
e. Lebih mementingkan persahabatan

2.

Masa Remaja Awal


Masa remaja awal terjadi antara usia 15-18 tahun. Pada masa ini terlihat
pertambahan pertumbuhan yang mencolok
Ciri ciri remaja awal:
a. Perkembangan karakteristik seks sakurder
b. Bersikap tertutup atau tidak mau berbagi masalah
c. Menghindari pertanyaan yang bersifat pribadi
d. Menggunakan bahasa yang khusus ( bahasa gaul )

4
e. Lebih suka diluar rumah daripada dirumah
f. Memperlihatkan

kemarahan dan

permusuhan

terhadap

orang

tua

dan

masyarakat
3.

Masa Remaja Akhir


Masa remaja akhir dialami seseorang pada usia antara 18 tahun sampai 22
tahun.
Ciri ciri remaja akhir :
a. Menerapkan prinsip prinsip logika pada situasi yang dihadapinya.
b. Dapat mengendalikan emosinya.
c. Dapat bertukar pikiran dengan orang tua.
d. Mulai berpikir dengan hati hati.
e. Ukuran tubuh hingga menyerupai ukuran dewasa muda.
Piaget menanamkan tahap perkembangan kognitif sebagai periode formal
operation. Masa remaja telah mendapat penalaran baru yang lebih tinggi
tingkatannya disbanding masa kanak-kanak. Remaja mempunyai hubungan yang
kuat untuk masuk dalam kelompok, bersahabat, diterima dan mendapat dukungan
teman sebaya. Anak remaja menuntut ruang pribadi, kendali, privasi dan
kerahasiaan.
Perkembangan

kognitif

sebagian

besar

biasanya

diuraikan

dalam

hubungannya dengan usia kronologis. Teori Piaget mendominasi pemikiran tentang


perkembangan kognitif. Dalam teorinya Piaget lebih menekankan kecenderungan
pada pendekatan yang dilakukannya. Kecenderungan tersebut mencakup berbagai
pokok sebagai berikut:
a. Kapasitas melakukan proses informasi
b. Pengetahuan bermain spesifik
c. Kegiatan formal dan konkrit
d. Berpikir kuantitatif
e. Sentuhan rasa berkompetisi

5
B.

Komunikasi Pada Remaja


Remaja cenderung menggunakan bahasa gaul yang mereka buat hanya untuk
kalangan mereka, meskipun perilaku mereka belum menunjukkan tingkat komunikasi
yang telah maju. Berdasarkan teori Kurt Lewin menggambarkan tingkah laku yang
menurut pendapatnya akan selalu terdapat pada remaja, yaitu:
1. Pemalu dan perasa tetapi sekaligus juga cepat marah dan agresif
2. Ketidak jelasan batas-batas ini menyebabkan remaja terus menerus merasakan
pertentangan antar sikap, nilai, ideologi dan gaya hidup
3. Konflik sikap, nilai dan ideologi tersebut muncul dalam bentuk ketegangan emosi
yang meningkat
4. Kecenderungan pada remaja untuk mengambil posisi yang sangat ekstrim
Perawat harus menghindari kecenderungan untuk berespon dengan pasien.
Dalam berkomunikasi dengan pasien remaja membutuhkan pendekatan yang berbeda
dengan pendekatan pada pasien anak-anak maupun lansia. Untuk itu seorang perawat
harus menggunakan teknik dalam berkomunikasi pada pasien remaja dalam melakukan
pendekatan
1.

2.

Teknik komunikasi pada masa pubertas


a.

Diselingi rasa humor

b.

Kontak mata yang baik

c.

Ekspresikan wajah jangan terlalu serius

d.

Nada suara tidak keras, menghakimi dan mengancam

e.

Kesiapan mendengarkan perasaan dan keluhan-keluhan

Teknik komunikasi pada masa remaja awal


a.

Menekankan pemahaman bukan mengkritik

b.

Menggunakan bahasa yang dimengerti, bersifat umum dan dipakai seharihari

c.
3.

Perawat harus dapat mengendalikan emosi

Teknik komunikasi pada masa remaja akhir


a.

Posisi sejajar dengan pasien

6
b.

Pertanyaan searah dan tertuju pada satu pokok masalah.

c.

Gunakan sentuhan yang tidak berlebihan

d.

Membantu menyelesaikan masalah

e.

Tunjukkan sikap terbuka


Agar tidak terjadi kesulitan dalam berkomunikasi antara perawat dengan pasien,

ada 4 keharusan bagi perawat dalam serangkaian komunikasi dengan pasien maupun
dalam penyuluhan kesehatan dimasyarakat yang perlu diketahui, yaitu:
1.

Pengetahuan
Perawat yang memiliki pengetahuan yang luas akan lebih mudah berkomunikasi
daripada perawat yang mempunyai wawasan pengetahuan yang sempit. Pasien
remaja akan mudah percaya pada perawat yang memiliki wawasan yang luas dan
dapat menjawab pertanyaan yang diajukan, sehingga pasien remaja dapat
bekerjasama dengan perawat dalam setiap tindakan medis.

2.

Ketulusan
Dengan sikap yang tulus seorang perawat dapat membantu meringankan beban
pasien. Pasien remaja dapat mengungkapkan isi hatinya pada perawat yang
menurutnya tulus untuk membantunya.

3.

Semangat
Seorang perawat haruslah bijaksana terutama dalam mengubah perasaan pasien
dengan memberikan semangat dan dorongan. Jika pasien remaja pesimis akan
penyakit yang dideritanya, perawat akan memberikan semangat dan dorongan.

4.

Praktek
Untuk dapat berbicara dengan pasien remaja tidaklah cukup sekedar teori saja
namun lebih ditekankan pada praktis terapan atau praktek.

Sikap yang dapat mendukung berhasilnya komunikasi yaitu:


a. Sikap terbuka
b. Muka manis
c. Saling percaya
d. Rendah hati
e. Dapat menjadi pendengar yang baik

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Masa remaja ditandai oleh adanya kematangan fungsi seksual dan tercapainya
bentuk tubuh dewasa yang terjadi karena kematangan fungsi endokrin. Remaja
mengalami 3 fase terhadap perkembangan yaitu masa pubertas, masa remaja awal dan
masa remaja akhir.
Komunikasi merupakan faktor utama terjadinya interaksi antara pasien dengan
perawat. Seorang perawat harus dapat memiliki pengetahuan, ketulusan, semangat dan
kemampuan praktek agar tidak terjadi hambatan dalam melakukan komunikasi dengan
pasien. Untuk itu diperlukan teknik komunikasi pada pasien remaja sesuai dengan
perkembangan remaja.
Teknik komunikasi pada masa pubertas yaitu harus diselingi rasa humor,
ekspresi wajah jangan terlalu serius, nada suara tidak keras, menghakimi dan
mengancam, kontak mata yang baik dan kesiapan mendengarkan perasaan dan keluhankeluhan. Teknik komunikasi pada masa remaja awal yaitu menekankan pemahaman
bukan mengkritik, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, bersifat umum dan
dipakai sehari-hari dan perawat harus dapat mengendalikan emosi. Teknik komunikasi
pada masa remaja akhir yaitu posisi sejajar dengan klien, pertanyaan searah dan tidak
menjurus ke berbagai bidang, gunakan sentuhan yang tidak berlebihan, membantu
menyelesaikan permasalahan dan tunjukkan sikap terbuka.

B.

Saran
1. Perawat diharapkan menerapkan teknik komunikasi pada pasien remaja khususnya
di lingkungan rumah sakit
2. Perawat diharapkan dapat menyampaikan pesan dengan jelas kepada pasien remaja
3. Perawat diharapkan menerapkan sikap terapeutik yang dapat mendukung
berhasilnya komunikasi