Anda di halaman 1dari 4

TUGAS II TATA GUNA LAHAN: REVIEW JURNAL

POTENSI DAYA DUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN


MINAPOLITAN DI KABUPATEN GIANYAR, BALI
I Ketut Arnawa, dan Gede Mekse Korri Arisena

I.

Pendahuluan
Minapolitan merupakan konsep manajemen ekonomi kawasan berbasis kelautan
dan perikanan. Program ini merupakan upaya untuk merevitalisasi sentra produksi
perikanan dan kelautan dengan fokus pada peningkatan produksi dan pendapatan
rakyat. Kawasan minapolitan adalah suatu bagian wilayah yang mempunyai fungsi
utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas
perikanan, pelayanan jasa, dan atau kegiatan pendukung lainnya.

II.

Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriftif, lokasi penelitian ditentukan secara
purposive sampling, di dua kecamatan sentra produksi perikanan terbesar
Kabupaten Gianyar, yaitu Kecamatan Blahbatuh dan Tampaksiring. Data primer
dikumpulkan dengan teknik survei, yaitu wawancara/interview langsung dengan
petani ikan/nelayan, pemangku kepentingan, dilakukan secara terstruktur dengan
berpedoman pada daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah dipersiapkan
sebelumnya. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari data yang telah tersedia
pada instansi terkait, baik berupa dokumen, laporan, laporan hasil-hasil penelitian.
Piranti lunak komputer Minitab 11.12 (Minitab Inc, 1996), SPSS 11.5.0 (Minitab Inc,
2002), GIS (Geographic Information System)

III.

Data
A. Sumberdaya Alam
Luas sawah sebesar 14.7990 ha yang ada di Kabupaten Gianyar merupakan
potensi cukup besar untuk mendukung pembudidayaan ikan di lahan sawah.

LAKSMITA DWI HERSAPUTRI (3613100069)

Gambar 1.
Peta Penggunaan Lahan Kabupaten Gianyar

B. Kondisi Iklim
Kondisi iklim di Kabupaten Gianyar seperti daerah lainnya di Bali memiliki
dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Hasil penelitian terhadap
kondisi iklim, Kabupaten Gianyar memberikan kontribusi positif teradap
pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Gianyar.
Berdasarkan klasifikasi Iklim Schmidth dan Fergusn, wilayah Kabupaten
Gianyar sangat cocok untuk kawasan budidaya, selanjutnya ditunjang lagi
dengan banyaknya sebaran mata air, yang kalau dikelola dengan baik,
LAKSMITA DWI HERSAPUTRI (3613100069)

Kabupaten Gianyar tidak akan pernah kekurangan sumber air untuk aktifitas
budidaya tanaman dan budidaya ikan.

C. Sistem Prasarana Pengairan


Pengelolaan air baku untuk irigasi saat ini dilaksanakan oleh lembaga
tradisional yang bernama subak dengan bantuan pelaksanaan fisik terhadap
pemeliharaan prasarana jaringan irigasi oleh Dinas Pekerjaan Umum sesuai
dengan kewenangan yang diberikan.

D. Penduduk dan Mata Pencaharian


Sebagian besar anggota rumah tangga di Kabupaten Gianyar bekerja di
sektor primer yang meliputi pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan yang
mencapai 30,87 persen. Perdagangan besar, eceran, rumah makan menduduki
posisi kedua yang mencapai besaran sekitar 26,24 persen, sedangkan sektor
jasa menempati posisi ketiga, yaitu sekitar 14,75 persen.

E. Keragaan Sektor Pertanian dalam Arti Luas


Kabupaten Gianyar yang merupakan daerah tujuan wisata, ternyata masih
menempatkan sektor pertanian sebagai sektor penting. Alih fungsi lahan
pertanian (lahan sawah) menjadi lahan non pertanian sebagai konsekuensi
derap laju pembangunan juga terjadi di Kabupaten Gianyar. Masuknya lahan
sebagai komoditas dalam mekanisme pasar secara tidak langsung mengubah
fungsi ahan dari asset sosial menjadi asset perorangan yang dapat
diperjualbelikan. Dengan demikian, kecenderungan konversi lahan pertanian
menjadi lahan non pertanian harus dipandang sebagai masalah serius, sehingga
menuntut pemecahan mendesak.
Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian merupakan
pertanda perubahan nilai pemanfaatan lahan dan berkurangnya areal
persawahan, yang berarti pula terdegradasinya tatanan sosial paling berharga,
yakni norma kehidupan pedesaan.

LAKSMITA DWI HERSAPUTRI (3613100069)

IV.

Tujuan Penelitian
Untuk mengidentifikasi pengembangan kapasitas Minapolitan di Gianyar Bali.

V.

Kesimpulan
Berdasarkan analisis data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa potensi daya
dukung pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Gianyar adalah cukup
baik.

VI.

Pengertian Daya Dukung Lahan

Menurut Manik (2003:12), daya dukung lahan yaitu suatu ukuran jumlah
individu dari suatu spesies yang dapat didukung oleh lingkungan tertentu.
Daya dukung suatu wilayah sangat ditentukan oleh potensi sumberdaya,
teknologi untuk mengelola sumberdaya, serta jenis pekerjaan dan pendapatan
penduduk.

Menurut McCall dalam Riyadi dan Bratakusumah (2004:178), daya dukung


lahan merupakan penggunaan tanah dan data popilasi yang sistematis,
karena besarnya jumlah penduduk dalam suatu wilayah tersebut
mempengaruhi suatu standar hidup yang layak.

VII.

Kegunaan Analisis Daya Dukung Lahan untuk PWK


Analisis daya dukung (carrying capacity analysis) merupakan suatu alat
perencanaan pembangunan yang memberikan gambaran hubungan antara
penduduk, penggunaan lahan, dan lingkungan. Analisis daya dukung dapat
memberikan informasi yang diperlukan dalam menilai tingkat kemampuan lahan
dalam mendukung segala aktifitas manusia yang ada di wilayah bersangkutan.
Daya dukung lahan, yaitu daya tampung maksimum lahan untuk diberdayakan
oleh manusia, digunakan oleh para perencana untuk merencanakan suatu wilayah
atau kota. Aspek-aspek yang dianalisis pada daya dukung lahan, diperlukan dalam
perencanaan tersebut, salah satu contohnya adalah aspek lahan dan aspek
kependudukan, maka pada analisis daya dukung lahan, diperhatikan antara jumlah
lahan yang dimiliki dan jumlah penduduk yang ada.
LAKSMITA DWI HERSAPUTRI (3613100069)