Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN

KEPROFESIAN (AKPK) BAGI CALON KEPALA


SEKOLAH
TAHUN 2012

NAMA

: ...............................................................................

INSTANSI : ...............................................................................
NUPTK

: ...............................................................................

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH (LPPKS)

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

KATA PENGANTAR

Kepala sekolah berperan sentral dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas
guru, prestasi siswa, peran masyarakat dapat menjadi petunjuk keberhasilan kepala sekolah dalam
menjalankan tugas dan fungsinya. Keberhasilan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas
sekolahnya tidak terlepas dari kompetensi yang dimilikinya.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.28 Tahun 2010 tentang Penugasan
Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah memberikan acuan bagi penyiapan calon kepala
sekolah/madrasah. Permendiknas tersebut memuat sistem penyiapan kepala sekolah, Penilaian
Kinerja, dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) kepala sekolah. Dengan
Permendiknas No.28 Tahun 2010 tersebut diharapkan seluruh kepala sekolah di Indonesia dapat
memiliki kompetensi yang paripurna. Untuk itu diperlukan upaya terus menerus untuk
mengembangkan kompetensi para calon kepala sekolah dan kepala sekolah, agar dapat memenuhi
kompetensi yang diharapkan.
Peta kompetensi calon kepala sekolah sangat penting sebagai acuan untuk penyusunan dan
pengembangan program peningkatan kompetensi calon kepala sekolah. Melihat pentingnya
pemetaan kompetensi calon kepala sekolah, maka diperlukan instrumen yang dapat
mengungkapkan secara utuh peta kompetensi calon kepala sekolah. Untuk itu LPPKS
mengembangkan Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) bagi Calon Kepala
Sekolah. AKPK calon kepala sekolah adalah sebuah instrumen yang digunakan untuk melakukan
pemetaan penguasaan awal kompetensi calon kepala sekolah di seluruh Indonesia.
Terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan AKPK bagi calon kepala sekolah
ini. Harapan kami instrumen ini bermanfaat bagi pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan
di Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridloi dan memberikan kemudahan.

Surakarta, Juli 2011


Kepala LPPKS

Prof. Dr. Siswandari, M.Stats


NIP. 19590201 198503 2 002

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................... i


DAFTAR ISI ...............................................................................................................................ii
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN (AKPK) BAGI CALON
KEPALA SEKOLAH ................................................................................................................. iii
Dimensi Kompetensi ............................................................................................................ iii
Tujuan .................................................................................................................................. iii
Bagaimana Mengisi AKPK ................................................................................................... iii
INSTRUMEN AKPK ................................................................................................................... 1
DIMENSI KEPRIBADIAN ....................................................................................................... 1
DIMENSI MANAJERIAL ........................................................................................................ 2
DIMENSI KEWIRAUSAHAAN ................................................................................................ 4
DIMENSI SUPERVISI ............................................................................................................ 5
DIMENSI SOSIAL .................................................................................................................. 6

ii

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN (AKPK) BAGI CALON KEPALA


SEKOLAH

Dimensi Kompetensi
AKPK bagi Calon Kepala Sekolah didasarkan pada lima dimensi kompetensi profesional calon
kepala sekolah/madrasah, yaitu:
Dimensi Kepribadian
Dimensi Manajerial
Dimensi Kewirausahaan
Dimensi Supervisi
Dimensi Sosial

Tujuan
Para calon kepala sekolah/madrasah didorong untuk menggunakan patokan kompetensi yang ada
di dalam AKPK ini untuk:
Mengidentifikasi bagian-bagian dari kompetensi kepala sekolah yang sudah dimiliki oleh calon
kepala sekolah. Bagian-bagian ini merupakan KEKUATAN.
Mengidentifikasikan bagian-bagian dari kompetensi kepala sekolah yang belum dimiliki oleh
calon kepala sekolah. Bagian-bagian ini merupakan BAGIAN-BAGIAN YANG MEMERLUKAN
PENGUATAN.

Bagaimana Mengisi AKPK


AKPK ini dirancang untuk membantu calon kepala sekolah/madrasah untuk mengidentifikasi sejauh
mana ia telah mencapai kompetensi tersebut sesuai dengan peran kepemimpinannya sebagai calon
kepala sekolah.
AKPK dibagi ke dalam tiga kolom. Kolom CONTOH KEMUNGKINAN PENERAPAN PATOKAN
berisi penerapan yang diharapkan dipenuhi oleh seorang calon kepala sekolah/madrasah yang
berkompetensi. Seorang calon kepala sekolah/madrasah mungkin sudah mendapatkan
pengalaman-pengalaman yang digambarkan pada contoh tersebut, yang berkaitan dengan kegiatan
kepemimpinan dan manajemen baik sebagai seorang guru, pemimpin dan juga calon kepala
sekolah/madrasah di sekolah/madrasah dimana ia bertugas. Kolom TINGKAT PENILAIAN
KOMPETENSI merupakan refleksi atas pengetahuan dan praktik-praktik yang telah dikuasai dan
dilakukannya. Calon kepala sekolah perlu menilai diri sendiri terhadap penguasaan dan praktikpraktik yang telah dikuasai dan dilakukannya dengan memberi respon berdasarkan 4 pilihan
jawaban A B C atau D yang tersedia. Calon kepala sekolah harus memberi nilai yang paling sesuai
(JUJUR) dengan gambaran tingkat kompetensi yang telah dimiliki. Kolom BUKTI PRAKTIK YANG
DILAKUKAN CALON KEPALA SEKOLAH diisi oleh calon kepala sekolah dengan satu atau lebih
contoh praktik yang dilakukannya untuk mendukung nilai yang telah diberikan pada kolom Tingkat
Penilaian Kompetensi.

iii

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

Penjelasan yang lebih rinci untuk setiap kolom sebagai sebagai berikut:
1. Kolom CONTOH KEMUNGKINAN PENERAPAN PATOKAN. Contoh kemungkinan penerapan
patokan adalah contoh bagaimana kompetensi/sub kompetensi diterapkan atau dilakukan oleh
calon kepala sekolah di sekolahnya.
2. Kolom TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI. Tingkat penilaian kompetensi adalah tingkatan
kualitas penguasaan kompetensi dari seorang calon kepala sekolah yang menunjukkan
seberapa jauh bagian-bagian dalam sebuah kompetensi calon kepala sekolah itu telah
dikuasainya. Tingkatan penilaian kompetensi dari yang terendah sampai dengan tertinggi
dijelaskan sebagai berikut:
a. Simbol A:
Artinya yang bersangkutan tidak pernah melakukan seperti yang dipersyaratkan dalam
patokan atau yang bersangkutan hampir tidak memahami aspek yang ada pada patokan.
b. Simbol B:
Artinya yang bersangkutan sekali-dua kali telah pernah melakukan seperti yang
dipersyaratkan dalam patokan namun lebih banyak tidak melakukan seperti yang
dipersyaratkan dalam patokan atau yang bersangkutan memahami beberapa aspek yang
ada pada patokan.
c. Simbol C:
Artinya yang bersangkutan telah melakukan seperti yang dipersyaratkan dalam patokan
namun sekali-dua kali tidak melakukan seperti yang dipersyaratkan dalam patokan atau
yang bersangkutan memahami banyak aspek yang ada pada patokan.
d. Simbol D:
Artinya yang bersangkutan sering telah melakukan seperti yang dipersyaratkan dalam
patokan dan hampir tidak pernah tidak melakukan seperti yang dipersyaratkan dalam
patokan atau yang bersangkutan memahami secara komprehensif aspek yang ada pada
patokan.
3. Kolom BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN CALON KEPALA SEKOLAH. Bukti praktik yang
dilakukan calon kepala sekolah adalah sebuah pernyataan atau ungkapan atau frase dalam
satu atau lebih kalimat yang menjelaskan kondisi nyata dari penerapan sebuah kompetensi
/sub kompetensi yang dilakukan oleh calon kepala sekolah, sebagai refleksi diri atas apa yang
senyatanya terjadi pada diri calon kepala sekolah pada saat ini ketika menerapkan sebuah
kompetensi dasar/sub kompetensi. Mengandung beberapa aspek yaitu 1) kata operasional
(misal, menerima saran/masukan); 2) pengisi AKPK disilahkan untuk menentukan sendiri
konteksnya (penerapan bagian-bagian kompetensi yang akan dituliskan sebagai bukti praktikpraktik kegiatan di sekolah).

iv

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

Contoh mengisi instrumen:

NO
1

CONTOH KEMUNGKINAN
PENERAPAN PATOKAN

TINGKAT PENILAIAN
KOMPETENSI

Saya bersikap terbuka


terhadap saran-saran dari guru
dan karyawan di sekolah
dimana saya bertugas.

A. Tidak pernah
B. Hampir tidak pernah

Saya berperan aktif


menunjukkan kemampuan saya
dalam menjaring dukungan yang
nyata dari masyarakat atas
prakarsa dan program yang
dilakukan di sekolah dimana
saya bertugas.

A. Tidak pernah
B. Hampir tidak pernah

C. Kadang-kadang
D. Sering

C. Kadang-kadang
D. Sering

BUKTI PRAKTIK YANG


DILAKUKAN CALON
KEPALA SEKOLAH
Saran-saran dari para guru
tidak mesti menjadi dasar bagi
saya dalam membuat keputusan.

Masyarakat di sekitar sekolah


saya tidak memberi dukungan
secara nyata atas program atau
prakarsa yang saya lakukan.

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

INSTRUMEN AKPK

DIMENSI KEPRIBADIAN

NO
1

CONTOH KEMUNGKINAN
PENERAPAN PATOKAN
Perkataan baik saya selaras
dengan tindakan yang saya
lakukan.

A. Tidak pernah
B. Hampir tidak pernah
C. Terkadang

D. Sering
2

Cara saya dalam berbicara,


bersikap, dan berperilaku
diteladani oleh warga
sekolah dan masyarakat.
Saya melaksanakan tugastugas saya dengan
perencanaan yang matang
dan evaluasi berkelanjutan.
Saya mampu mengendalikan
diri dalam menghadapi
masalah-masalah terkait
pekerjaan saya dengan baik.
Saya aktif meningkatkan
pengetahuan dan
keterampilan dalam
melaksanakan tugas-tugas
kepala sekolah, melalui
berbagai kegiatan
pengembangan diri.
Saya berbagi pengetahuan
dan pengalaman kepada
teman-teman sejawat
berkaitan dengan tugas saya
sehari-hari.
Saya memiliki pengalaman
dalam mengarahkan dan
mengerakkan rekan sejawat
untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran di sekolah

BUKTI PRAKTIK YANG


DILAKUKAN CALON
KEPALA SEKOLAH

TINGKAT PENILAIAN
KOMPETENSI

A. Tidak pernah
B. Hampir tidak pernah
C. Terkadang

xD.

Sering

A. Tidak pernah
B. Hampir tidak pernah
C. Terkadang

xD.

Sering

A. Tidak pernah
B. Hampir tidak pernah

xC.

Terkadang

D. Sering

Saya berusaha selalu selaras


dalam perkataan dan tindakan
contohnya:setiap mengajak
teman sejawat tertib administrasi
perangkat PBM selalu sudah
membuat perangkat PBM
Dalam bersikap dan berbicara
selalu berusaha komonikatif dan
berbuat sopan pada sesama , conth:
Berbicara sopan pada semua warga
sekolah, Hadir di sekolah lebih awal
dengan, beribadah berjamaah.
Setiap melaksanakan tugas selalu
berusaha diawali perencanaan dan
diakhiri dengan evaluasi tindak lanjut
dengan berlandaskan visi misi
sekolah serta program sekolah
Berkomunikasi secara santun dalam
berbagai situasi diantaranya:
menghargai perbedaan pendapat,
menghargai ide-ide warsa sekolah,
menetralisir suasana tegang

A. Tidak pernah

sering mengikuti pengembangan diri

B. Hampir tidak pernah

melalui kegiatan Workshop, Diklat,

C. Terkadang

Bintek, Diklat on line


dalam hal peningkatkan kompetensi

D. Sering

guru

A. Tidak pernah

berkoordinasi dengan teman sejawat

B. Hampir tidak pernah

(guru) dalam hal perencanaan PBM,

xC.

pelaksanaan, evaluasi, analisis, dan

Terkadang

D. Sering

tindak lanjut, melalui kegiatan MGMPS

A. Tidak ada

Sebagai koordinatoor MGMPS setiap

B. Sedikit

bulan selalui berkoordinasi mengenai

xC.

perkebbangan dan tindak lanjut unt

Cukup banyak

D. Sangat banyak

kemajuan program sekolah dalam


membekali siswa dlm pembelajaran.

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

DIMENSI MANAJERIAL

NO
1

CONTOH KEMUNGKINAN
PENERAPAN PATOKAN
Saya memahami
penyusunan Rencana Kerja
Jangka Menengah (RKJM)
dan Rencana Kegiatan
Anggaran Sekolah (RKAS)

TINGKAT PENILAIAN
KOMPETENSI

BUKTI PRAKTIK YANG


DILAKUKAN CALON
KEPALA SEKOLAH

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup Paham
Sangat paham

selaku anggota tim pengembang


sekolah dalam penyusunan RKJM
dan RKAS dengan awalan EDS,
pemetakan kebutuan, program,
menyususn rencana Kerja dan Kegitan

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

dalam menyelesaikan masalah


terlebih dahuli diidentifikasi masalah
tersebut sesuai indikator kompetensi
guru lalu dicarai jalan keluar melalui
diskusi, reverensi yang sesuai, atau
melalaui nara sumber

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

Dalam mengidentifikasikan
penyelesaian masalah visi dan misi
sekolah digunakan sebagai kompas
dari seluruh kegiatan sekolah yang
didalamnya terkait dengan kompetensi
dan kualifikasi
Mengoptimalkan sistem informasi
kinerja sekolah hasil evaluasi,
(melalui pembinaan dan supervisi)
Mengedepankan indikator dan target
berbagai kegiatan atas kesepakatan
bersama,

Saya memahami cara


mengidentifikasi masalah
yang terkait dengan standar
pelayanan minimal atau
standar nasional pendidikan
mengenai sarana dan
prasarana sekolah/
madrasah.

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

Saya memahami
penyusunan rencana
pemanfaatan sarana
prasarana sesuai standar
pelayanan minimal.

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

Saya memahami cara


mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah yang
terkait dengan kompetensi,
dan tupoksi guru.
Saya memahami cara
mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah yang
terkait dengan kompetensi,
kualifikasi dan tupoksi
tenaga kependidikan di
sekolah (tenaga
administrasi, perpustakaan,
laboratorium, dan guru
konselor).

Saya memahami cara


mengidentifikasi
permasalahan yang terkait
dengan perencanaan dan
penerimaan peserta didik
baru.

Mengidentifikasikan mulai dari


.
komponen,
aspek ,indikator

sarana prasarana sekolah.

dari setiap aspek sarpras di uraikan


dalan indikator sebagai capaian
rencana pemanfaatan prasarana
sekolah .
dalam PPD sebagai acuan aturan
PPD terbaru, membuat time schadul
bersama KS, pembentukan panitia,
Koordinasi, menyiapkan perangkat
kebutuan PPD, melaksanakan,
menganalisa (Sebagai Admin PPD),
membuat pelaporan, evaluasi tindajk
lanjut.

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

NO
7

10

CONTOH KEMUNGKINAN
PENERAPAN PATOKAN
Saya memahami cara
mengidentifikasi permasalahan
yang terkait dengan pembinaan
dan pengembangan kapasitas
peserta didik.

Saya memiliki pengalaman


dalam menyelesaikan
masalah yang terkait dengan
pengelolaan peserta didik
dengan baik.
Saya terlibat aktif dalam
penyusunan dan analisa
dokumen I KTSP.

Saya mampu menganalisis


silabus dan RPP dengan
baik.

TINGKAT PENILAIAN
KOMPETENSI
A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

A.
B.
C.
D.

Tidak ada
Sedikit
Cukup banyak
Sangat banyak

A.
B.
C.
D.

Tidak aktif
Kurang aktif
Cukup aktif
Sangat aktif

A. Tidak mampu
B. Kurang mampu
C. Cukup mampu

D. Sangat mampu

11

12

13

14

BUKTI PRAKTIK YANG


DILAKUKAN CALON
KEPALA SEKOLAH
Setelah pengumuman PPD , bersama
panitia PPD memetakkan siswa
berdasarkan data diri siswa,
Melaksanakan MOS dan ikut aktif
dalam sosialisasai program sekolah
pada warga baru.
aktif dalam pembagian kelas
di sekolah kami kelas dibuat heterogen
dalam kompetensi akademiknya.
siswa yang beragama nonislam dijadikan
satu kelas agar pada saat pelajaran
agama dapat lebih efektif
sebagai tim pengembang sekolah
dalam penyususnan dokumen
I Kurikulm memahami
mekanisme penyususnan
dan komponen Kurikulum.
Bersama MGMPS menganalisa silabus
dan RPP berdasarkan indikator
lalu hasil analisis disimpulkan prosentase
kevalidtan kandungan silabus dan rpp
tersebut sebagai tindak lanjut pembuatan
perangkat berikutnya.

Saya memahami cara


mengidentifikasi sumbersumber, alokasi, dan
mekanisme pertanggungjawaban keuangan sekolah/
madrasah.

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

Saya memahami cara


mengidentifikasi
permasalahan yang terkait
dengan ketatausahaan
sekolah/madrasah.

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

Saya menggunakan media


teknologi, informasi dan
komunikasi (TIK) untuk
meningkatkan kualitas
pembelajaran peserta didik
di kelas.

A.
B.
C.
D.

Tidak pernah
Kadang-kadang
Sering
Selalu

Dalam pembelajaran menggunakan


media berbasis IT dan penilaian serta
perangkat pembelajaran berbasis IT, j
ugapenyampaian pembelajaran
disempurnakanmemalui media Blog
pembelajaran serta mengenalkan
penilaian secara on line

Saya memahami monitoring,


evaluasi dan pelaporan
program sekolah/madrasah
sesuai dengan standar.

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

indikator monitoring evaluasi digunakan


sebagai salah satu perangkat kendali
pelaksanaan kegiatan diosekolah
yang sesuai standar dan program sekolah

melalui analisis kebutukan sekolah


dan penduan penggunaan BOS serta
Dana Pendampinagn dapat memahami
cara mengidentifikasika sumber, alokasi
dan mekanisme pertanggung jawab
keuangan sekolah.
bersama KS
1. memetakkan kompetensi dan
tingkat kebutuhan ketatausahaan,
serta tingkat kwalitas kerja TU.
2. Sebagai tim pengembang ikut
membuat program TU, pantauan kerja
serta , evaluasi dengan pembinaan dan
supervisi .

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

DIMENSI KEWIRAUSAHAAN

NO
1

CONTOH KEMUNGKINAN
PENERAPAN PATOKAN
Saya memahami programprogram inovatif yang bisa
meningkatkan keefektifan
sekolah dengan baik.

TINGKAT PENILAIAN
KOMPETENSI

BUKTI PRAKTIK YANG


DILAKUKAN CALON
KEPALA SEKOLAH

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

Data tentang :
1. tingkat produktifitas sekolah
2. pelaksanaan peningkatan mutu
3. penjamin mutu
4. kebutuhan perbaikan pelayanan

Saya memiliki pengalaman


dalam meningkatkan
keingintahuan warga sekolah
dalam pengetahuan dan
ketrampilan melalui kerja keras
dan semangat pantang
menyerah.

A.
B.
C.
D.

Tidak ada
Sedikit
Cukup banyak
Sangat banyak

mendesiminasikan dan mengkoordinasi


pembuatam media pembelajaran
dalam menunjang keberhasilan guru
dalam mengajar, seperti
power point, ispring, video srcribe
juga penguasaan program word
dan ekzel

Saya mampu membuat


alternatif pemecahan
masalah yang relevan dan
tepat, sehingga
menghasilkan kinerja yang
efektif dan efisien.

A. Tidak mampu
B. Kurang mampu
C. Cukup mampu
X
D. Sangat mampu

Saya memiliki rasa optimis,


pantang menyerah, dan
berpikir alternatif terbaik
untuk mencapai
keberhasilan di sekolah.

A.
B.
C.
D.

Tidak pernah
Kadang-kadang
Sering
Selalu

A.
B.
C.
D.

Tidak ada
Sedikit
Cukup banyak
Sangat banyak

Saya memiliki pengalaman


dalam menyusun rencana
pengelolaan kegiatan
produksi dan jasa di sekolah
dengan baik.

dalam pengolahan penilaian guru


membuatkan aplikasi penilaian dan
pembuatan raport serta leger
Pengisianekin online bersama sama
setelah selesai mengajar
membuatkan aplikasi PKG dan SKP
untuk guru dan TU
Dalam pengisisan dan pelaksanaan
melibatka MGMPS
Berbekal visi misi dan program sekolah
selalu berusaha membantu mewujudkan
keberhasilan program sekolah dengan
cara selalu memahami regulasi baru
dan belajar untuk meningkatkan kwalitas
mutu sekolah melalui mgmp, diuklat,
membaca dan konsultasi dgn nara sumber
pengalama pembuatan web site sekolah y
ang didalamnya terdapat perangkat
pembelajaran dan penilaian on line (Model)
berpartisipasi dalam jasa perbankan yaitu
menghimbau pasa peserta didik untuk
menabung titabungan siswa pada salah satu
bank di kota semarang

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

DIMENSI SUPERVISI

NO
1

CONTOH KEMUNGKINAN
PENERAPAN PATOKAN
Saya memahami
perencanaan program
supervisi akademik yang
disesuaikan dengan
kebutuhan guru yang akan
disupervisi.
Saya memahami teknikteknik dalam melakukan
supervisi akademik.

TINGKAT PENILAIAN
KOMPETENSI
A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

BUKTI PRAKTIK YANG


DILAKUKAN CALON
KEPALA SEKOLAH
Bersama Kepala sekolah
membuat surat tugas supervi,
menyiapkan format supervisi,
membuat jadwal supervisi
1. mensosialisasikan/mengingatkan
pada guru ttg kompetensi guru
2. supervisi administrasi
3. Observasi/pengamatan
4. Supervisi mengajar
5. wawancara/ diskusi

Saya memiliki pengalaman


dalam melakukan supervisi
akademik terhadap guru
dengan teknik yang tepat.

A. Tidak ada
B. Sedikit
C. Cukup banyak
D. Sangat banyak

sosialisasai, memeriksa kelengkapan


administrasi, wawancara dengan guru
dan siswa yg diajar, melihat guru
mengajar.
membuat cacatan sebelum, selama dan
sesudah supervisi

Saya memiliki pengalaman


dalam mengkaji masalah
yang terkait dengan
supervisi akademik.

A. Tidak ada
B. Sedikit
C. Cukup banyak
D. Sangat banyak

Mengulang pelaksanaan PKG


untuk kompetensi tertentu yang
tidak disepakati oleh guru
melalui moderator yang di
tunjuk oleh Kepala sekolah.

Saya memahami cara


memberikan umpan balik
hasil supervisi kepada para
guru secara konstruktif.

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

Saya memahami
penyusunan program tindak
lanjut supervisi di sekolah
dengan baik.

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

Berdiskusi dengan
guru , dan wawancara dengan
siswa yang diajar.

monitoring dan evaluasi yang


dilaksanakan secara bertahap
dan berkesinambungan

Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Calon Kepala Sekolah/Madrasah


LPPKS Indonesia

DIMENSI SOSIAL

NO

CONTOH KEMUNGKINAN
PENERAPAN PATOKAN
Saya memahami
penyusunan program kerja
sama dengan pihak lain, baik
perseorangan maupun
institusi dengan baik, untuk
mendukung pelaksanaan
kegiatan pendidikan di
sekolah.
Saya memiliki pengalaman
dalam melakukan kerja sama
dengan perseorangan dan
institusi lain, baik institusi
pemerintah atau swasta,
untuk mendukung
penyelenggaraan pendidikan
di sekolah dimana saya
bertugas.

TINGKAT PENILAIAN
KOMPETENSI
A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

Landasan kegiatan berupa MOU


Membuat perencanaan program
Membuat Program berlatar belakang
visi-misi sekolah, program sekolah,
dan peraturan di sekolah

A.
B.
C.
D.

Tidak ada
Sedikit
Cukup banyak
Sangat banyak

bekerjasama dengan beberapa


bimbel untuk menunjang peningkatan
kemampuan akademik siswa
dengan menjamin mutu pendidikan
cont, LPMP, UNNES,UPGRIS
mengadakan seminar/workshop
dalam peningkatan
mutu kompetensi guru

Saya memahami cara


melakukan evaluasi dan
perbaikan terhadap program
dan kegiatan kerjasama
dengan perseorangan dan
institusi pemerintah atau
swasta.

Saya terlibat aktif menjadi


pengurus organisasi sosial
kemasyarakatan di
lingkungan tempat tinggal
saya.

A.
B.
C.
D.

Tidak pernah
Hampir tidak pernah
Kadang-kadang
Sering

A.
B.
C.
D.

Tidak ada
Sedikit
Cukup banyak
Sangat banyak

Saya memiliki pengalaman


dalam menggalang bantuan
dari semua warga sekolah
tempat saya bertugas untuk
meringankan penderitaan
warga masyarakat yang
sedang tertimpa bencana/
musibah atau mengalami
kesulitan ekonomi.

BUKTI PRAKTIK YANG


DILAKUKAN CALON KEPALA
SEKOLAH

A.
B.
C.
D.

Tidak paham
Kurang paham
Cukup paham
Sangat paham

dari keterlaksanaan kegiatan


dievaluasi keterlaksanaan
kegiatan, lalui merencanakan
tindak lanjud dari kegiatan tsb
sebagai perbaikan kegiatan
berikutnya dengan berkoordinasi

1.menjadi mengusur PKK


2. Panitia pemilu
3. Panitia kegiatan di masjid

Menggalang dana untuk membantu


bencana sunami Yogya tahun 2006,
erupsi merapi tahun 2008
Membantu warga sekolah yang kena
bencana banjir
Menghimbau para guru infak untuk
menyantuni anak miskin, yatim piatu
yatim,piatu, dan duafa