Anda di halaman 1dari 7

SOAL LATIHAN BAB IV MOMENTUM LINIER DAN TUMBUKAN (FISIKA DASAR)

1. Misalkan anda melempar sebuah bola dengan massa 0,40 kg


menumbuk dinding batu. Bola menumbuk dinding saat
bergerak horizontal ke kiri pada 30 m/s dan memantul
horizontal ke kanan pada 20 m/s.
a. Carilah impuls dari gaya total pada bola selama tumbukan
dengan dinding.
b. Jika bola bersentuhan dengan dinding selama 0,010s,
carilah gaya horizontal rata-rata yang diberikan oleh
dinding pada bola selama tumbukan.
2.

Gambar 4.8 Bola bergerak ke kiri,


menumbuk dinding, dan bergerak
ke kanan

Sebuah bola sepak mempunyai massa 0,40 kg. Awalnya, bola itu bergerak ke kiri pada 20
m/s, tetapi kemudian ditendang dengan kecepatan sebesar 30
m/s pada arah 45o ke kanan atas (lihat gambar). Carilah
impuls dari gaya total dan gaya total rata-rata, asumsikan
waktu tumbukan t = 0,010 s.
Gambar 4.9 Bola sepak (1) sebelum dan
(2) setelah ditendang

3. Seorang penembak memegangi secara tidak erat sebuah senapan dengan massa m S = 3,00 kg
ditangannya, agar sentakan baliknya tidak menyakitkan ketika ditembakkan. Ia menembakkan
sebuah peluru dengan massa mP = 5,00 gr secara horizontal dengan kecepatan relatif terhadap
tanah vP = 300 m/s. Berapakah kecepatan pegas vS dari senapan? Berapakah momentum dan
energi kinetik akhir dari peluru dan senapan?
4. Gambar (4.10a) memperlihatkan dua bongkahan es meluncur tanpa gesekan pada kolam
membeku. Gumpalan A, dengan massa mA = 5,0 kg, bergerak
a dengan kecepatan awal vA1 = 2,0 m/s sejajar dengan sumbu x.
Bongkahan itu bertumbukan dengan bongkahan B, dengan
massa mB = 3,0 kg yang awalnya dalam keadaan diam.
b Sesudah tumbukan, didapat kecepatan bongkahan A menjadi
vA2 = 1,0 m/s dengan arah yang membuat sudut = 30o dari
semula awalnya. Berapakah kecepatan akhir bongkahan B?

Gambar 4.10 Tumbukan dua


bongkahan es

5.

6.

7.

Dua glider bergerak berhadapan satu sama lain pada jalur


udara linear licin sempurna (Gb 4.11a). Sesudah
tumbukan, glider B bergerak dengan kecepatan akhir +
2,0 m/s (Gb 4.11ab). Berapah kecepatan akhir glider A?
bagaimana perbandingan perubahan momentum dan
kecepatan dari kedua glider?

Gambar 4.11 Tumbukan dua glider


pada jalur udara linear licin

Bila dianggap bahwa pada tumbukan dua glider di atas, tidak terpental melainkan bersatu
sesudah tumbukan. Massa dan kecepatan awal keduanya diperlihatkan dalam Gambar
(4.11a). Carilah kecepatan akhir v2, dan bandingkan energi kinetik awal dan energi kinetik
akhirnya.
Jika keadaan Gambar (4.11a) diubah dengan menambahkan bemper pegas ideal pada glider
sehingga tumbukannya elastik, maka berapakah kecepatan A dan B setelah tumbukan? Dan
berapa energi kinetik total setelah tumbukan?

y
oksigen

hidroge
n
d
pm
0
d

105
0

hidroge
n
Gambar 4.12 Tumbukan elastic yang bukan
frontal

Gambar 4.13 Pusat massa molekul air

8.

Gambar (4.12) memperlihatkan tumbukan elastik dari dua buah bola di atas meja gesekan
(licin sempurna). Bola A mempunyai massan mA = 0,500 kg dan bola B mempunyai massa
mB = 0,300 kg. Bola A mempunyai kecepatan awal 4,00 m/s pada arah x positif dan
kecepatan akhir 2,00 m/s pada arah yang tidak diketahui. Bola B awalnya dalam keadaan
diam. Carilah laju akhir bola B vB2 dan sudut dan dalam gambar.
9. Gambar (4.13) memperlihatkan sebuah model sederhana dari struktur molekul air. Jarak
antara atom adalah d = 9,75 x 10-11 m. Setiap atom hidrogen mempunyai massa 1,0 u, dan
atom oksigen mempunyai 16,0 u. Kita nyatakan setiap atom sebagai titik karena hampir dari
seluruh massa dari setiap atom terkonsentrasi di intinya, yang besarnya hanya sekitar 10 -5
kali dari seluruh jari-jari atom. Dengan menggunakan sistem koordinat yang diperlihatkan,
temukan posisi dari pusat massanya.
10. James dan Ramon berdiri terpisah sejauh 20,0 m di atas permukaan licindari kolam yang
beku. Ramon mempunyai massa 60,0 kg dan James 90,0 kg. Ditengah-tengah kedua orang
itu sebuah cangkir berisi minuman kesukaan mereka diletakkan di atas es. Mereka menarik
ujung dari sebuah tali ringan yang terbentang antara mereka. Ketika James bergerak 6,0 m
menuju cangkir, berapa jauh dan ke arah manakan Ramon bergerak ?

SOLUSI BAB IV MOMENTUM LINIER DAN TUMBUKAN (FD)


Soal nomor 1 :
a). Anggaplah sumbu x dalam arah horizontal dan arah positif ke kanan. Maka
komponen x dari momentum bola adalah
p1 mv1 (0,40kg )( 30m / s ) 12kg .m / s.
Komponen x akhir dari momentum adalah
p2 mv2 (0,40kg )(20m / s ) 8,0kg.m / s.
Perubahan komponen x dari momentum adalah
p1 p2 mv2 mv1 8,0kg .m / s (12kg.m / s ) = 20 kg . m/s
Jx

t2

t1

Fx dt ( Frt ) x (t2 t1 ) p2 x p1 x mv2 x mv1 x

t2

J y Fy dt ( Frt ) x (t2 t1 ) p2 y p1 y mv2 y mv1 y ..................(1)


t1

Berdasarkan persamaan di atas, ini sebesar komponen-x impuls dari gaya total bola,
sehingga Jx = 20 kg . m/s = 20 N . s.
b. Jika tumbukan adalah t = 0,010 s, dari persamaan (1),
J x ( Frt ) x t ,

( Frt )

J x 20 N .s

2000 N
t 0,010 s

Soal nomor 2 :
Kecepatan awal dan akhir tidak berada pada garis yang sama, dan kita harus benar-benar
cermat dalam memperlakukan momentum dan impuls sebagai besaran verkot, menggunakan
komponen x dan y. Dengan mengambil sumbu-x horizontal ke kanan dan sumbu-y vertikal
ke atas, kita dapatkan komponen kecepatan sebagai berikut:
v1x 2 m / s,

v1 y o

v2 x v2 y (0,707)(30 m / s ) 21,2 m / s
( karena cos 45o sin 45o 0,707).

Komponen x dari impuls sama dengan komponen x dari perubahan momentum, dan hal yang
sama juga berlaku untuk komponen y:
J x p2 x p1 x m(v2 x v1 x )

(0,40 kg ) 21,2 m / s ( 20 m / s ) 16,5 kg.m / s

J y p2 y p1 y m(v2 y v1 y )
(0,40 kg )(21,2 m / s 0 m / s ) 8,5 kg .m / s.

Karena dari gaya rata-rata pada bola adalah


J
J
( Frt ) x 1650 N ,
( Frt ) y 850 N
t
t
Besar dan arah dari gaya rata-rata adalah
Frt

(1650 N ) 2 (850 N ) 2 1,9 x 103 N ,

arctan

850 N
27 o ,
1650 N

Soal nomor 3 :
Kita ambil sebuah model ideal dimana gaya horizontal yang diberikan penembak pada
senapan diabaikan. Selanjutnya tidak ada gaya total horizontal pada sistem (peluru dan
senapan) selama penembakan dari senapan, sehingga momentum total horizontal dari sistem
sebelum dan sesudah senapan ditembakkan sama (artinya momentum kekal).
Ambil sumbu x positif sebagai arah tembakan senapan. Awalnya, baik senapan maupun
peluru dalam keadaan diam, sehingga komponen x awal dari momentum total adalah nol.
Sesudah peluru ditembakkan, komponen x momentumnya adalah m pvp, dan komponen
senapan msvs. Kekekalan komponen x dari momentum total menghasilkan
Px 0 m p v p ms vs

vs

mp

0,00500 kg
(300 m / s ) 0,500 m / s
3,00 kg

v p
ms

Tanda negatif berarti sentakan memiliki arah berlawanan dengan peluru. Jika popor
senapan menghantam bahu anda sekencang ini, anda akan merasakannya.Itulah yang
dinamakan tendangan dari sebuah senapan. Sebaiknya anda menahan senapan rapat sekali
di bahu anda ketika menembak; sehingga ms berubah menjadi penjumlahan massa anda
dengan massa senapan, dan laju sentakan menjadi lebih kecil.
Momentum dan energi kinetik dari peluru adalah
Pp m p v p (0,00500 kg )(3,00 m / s ) 1,50 kg . m / s
Kp

1
1
2
m p v p (0,00500 kg )(300 m / s ) 2 225 J
2
2

Untuk senapan, momentum dan energi kinetiknya adalah

Ps ms vs (3,00 kg )(0,500 m / s ) 1,50 kg . m / s


Ks

1
1
2
ms vs (300 kg )(0,500 m / s ) 2 0,375 J ;
2
2

Soal nomor 4 :
y
vA1

0
(a)
y

(b)
Tidak ada gaya luar horizontal (x atau y), maka momentum horizontal total dari sistem
sama baik sebelum maupun sesudah tumbukan. Kecepatan-kecepatan tidak semuanya
terletak sepanjang sebuah garis, sehingga kita harus memperlakukan momentum sebagai
besaran vektor, menggunakan komponen-komponen dari setiap momentum dalam arah x dan
y. Kekekalan momentum membutuhkan penjumlahan dari komponen x sebelum tumbukan
harus sama dengan jumlahnya sesudah tumbukan, dan demikian juga dengan komponenkomponen y-nya. Untuk komponen x (sebelum dan sesudah) kita dapatkan:
m A v A1 x m B v B1x m A v A 2 x m B v B 2 x ' v B 2 x
vB2x

m A v A1x m B v B1x m A v A 2 x
mB

(5,0 kg )( 2,0 m / s ) (3,0 kg )(0) (5,0 kg )(1,0 m / s )(cos 30 o )


1,89 m / s
3,0 kg

Kekekalan komponen y dari momentum total memberikan


m A v A1 y m B v B1 y m A v A 2 y m B v B 2 y ' v B 2 y
vB2 y

m A v A1 y m B v B1 y m A v A 2 y
mB

(5,0 kg )(0) (3,0 kg )(0) (5,0 kg )(1,0 m / s )(sin 30 )


0,83 m / s
3,0 kg
o

Sesudah tumbukan, bongkahan B bergerak dalam arah x positif dan y negatif (Gambar-b).
Besarnya vB2 adalah
vB 2

(1,89 m / s ) 2 (0,83 m / s ) 2 2,1 m / s

Dan sudut arahnya dari sumbu x positif adalah


arctan

0,83 m / s
24o.
1,89 m / s

Soal nomor 5 :

kecepatan akhir glider A :


mAv A1 mB vB1 v A 2 m A vB 2 mB v A 2
vA2

m Av A1 mB vB1 vB 2 mB
mA

(0,50 kg )(2,0 m / s ) (0,30 kg )(2,0 m / s ) (0,30 kg )(2,0 m / s )


2,0 m / s
(0,5 kg )

perbandingan perubahan momentum dan kecepatan dari kedua glider :


p A p A 2 p A1 mA v A 2 v A1 (0,50kg )(2,0m / s 2,0m / s) 0
pB pB 2 pB1 mB vB 2 vB1 (0,30kg )(2,0m / s 2,0m / s ) 0
v A v A 2 v A1 (2,0m / s 2,0m / s ) 0
vB vB 2 vB1 (2,0m / s 2,0m / s ) 0

Ternyata perubahan momentum dan perubahan kecepatan kedua glider adalah nol karena
arah gerak dari kedua benda saling berlawanan baik sebelum maupun setelah tumbukan, dan
karena diperoleh besar kelajuan yang sama.
Soal nomor 6 :
Anggaplah sumbu x adalah arah pergerakan, seperti sebelumnya. Dari kekekalan
komponen x momentum,
m A v A1 m B v B1 (m A m B )v 2, v 2
v2

m A v A1 m B v B1
m A mB

(0,50 kg )(2,0 m / s ) (0,30 kg )( 2,0 m / s )


0,50 m / s
(0,5 kg 0,30 kg )

Karena v2 positif, glider bergerak bersama ke kanan (arah sumbu x positif) sesudah
tumbukan. Sebelum bertumbukan energi kinetik dari glider A dan b adalah
1
1
2
m Av A1 (0,50 kg )(2,0 m / s ) 2 1,0 J
2
2
1
1
2
K B mB vB1 (0,30 kg )(2,0 m / s ) 2 0,60 J ;
2
2
KA

(Catat bahwa energi kinetik glider b positif, walaupun komponen x kecepayan vB1 dan
momentum mvB1 negatif). Energi kinetik total sebelum tumbukan adalah 1,6 J. Energi kinetik
sesudah tumbukan adalah
1
1
2
(m A m B )v 2 (0,50 kg 0,3 kg )(0,50 m / s ) 2 0,10 J
2
2
1
Energi kinetik akhir hanya sebesar 16
energi kinetik awalnya;
mekanik ke berbagai bentuk energi lain.

15
16

diubah dari energi

Soal nomor 7 :
Dari kekekalan momentum,
mA1 vA1 + mB vB1 = mA vA2 + mB vB2
(0,50 kg)(2,0 m/s) + (0,30 kg)(-2,0 m/s) = (0,50 kg)(vA2) + (0,30 kg)(vB2)
0,50 vA2 + 0,30 vB2 = 0,40 m/s
5

(pada persamaan terakhir kita telah membaginya dengan kg). Dari persamaan (8-27),
kecepatan relative untuk tumbukan elastic ,
vB2 + vA2 = -(vB1 - vA1) = - (-2,0 m/s 2,0 m/s) = 4,0 m/s.
Sebelum tumbukan kecepatan B relative terhadap A adalah ke kiri pada 4,0 m/s; sesudah
tumbukan, kecepatan B relative terhadap A adalah ke kanan pada 4,0 m/s. Menyelesaikan
kedua persamaan secara runtun, kita dapatkan :
vA2 = -1,0 m/s
vB2 = 3,0 m/s
kedua benda terbalik arah geraknya; A bergerak ke kiri pada 1,0 m/s dan B bergerak ke kanan
pada 3,0 m/s. Hal ini berbeda dengan hasil dari contoh 8-5 karena tumbukannya tak elastic.
Energi kinetim total setelah tumbukan elastic adalah :
(0,50 kg)(-1,0 m/s)2 + (0,30 kg)(3,0 m/s)2 = 1,6 J
Soal nomor 8 :
Karena tumbukannya elastik, energi kinetik awal dan akhir adalah sama:
mA vA12 = mA vA22 + mB vB22
2
2
m v m A v A2
(0,500 kg )(4,00 m / s ) 2 (0,500 kg )( 2,00 m / s ) 2
vB22 = A A1
=
0,300 kg
mB
vB2 = 4,47 m/s
Kekekalan komponen x dari momentum total memberikan:
mA vA1x = mA vA2x + mB vB2x
(0,500 kg)(4,00 m/s) = (0,500 kg)(2,00 m/s)(cos) + (0,300 kg)(4,47 m/s)(cos)
dan kekekalan momentum y memberikan :
0 = mA vA2y + mB vB2y
0 = (0,500 kg)(2,00 m/s)(sin) + (0,300 kg)(4,47 m/s)(sin)
Ada dua persamaan simultan untuk dan . Penyelesaian paling sederhana untuk
mengeliminasi adalah sebagai berikut: kita selesaikan persamaan pertama untuk cos dan
yang kedua untuk sin ; lalu kita kuadratkan setiap persamaan dan jumlahkan. Karena sin 2
+ cos2 =1, akan tereliminasi dan meninggalkan persamaan yang dapat kita selesaikan
untuk cos dan juga untuk . Kita dapat mensubtitusikan harga yang di dapat ke salah satu
dari kedua persamaan itu dan mendapatkan harga . Pengarang meninggalkan rincian
pekerjaan untuk anda kerjakan sebagi soal: hasilnya adalah :
= 36,90
dan
= 26,60
Soal nomor 9 :
y
hidrogen
oksigen

d
cm
d

1050

hidrogen

Koordinat x dari setiap atom hidrogen adalah d cos (105 0/2); koordinat y dari atom-atom
hidrogen yang diatas dan dibawah adalah + d sin (1050/2) dan d sin (1050/2). Dari
Koordinat atom oksigen adalah x = 0 dan y = 0. dari persamaan (8-28) koordinat x adalah
koordinat x dari pusat massa adalah :
x pm

(1,0 u )( d cos 52,5 0 ) (1,0 u )(d cos 52,5 0 ) (16,0 u )(0)


0.068 d ,
1,0 u 1,0 u 16,0 u

dan koordinat y-nya adalah :


x pm

(1,0 sma )(d cos 52,5 0 ) (1,0 sma )(d cos 52,5 0 ) (16,0 sma )(0)
0,
1,0 sma 1,0 sma 16,0 sma

Harga d sebenarnya untuk molekul air adlah 9,57 x 10-11 m, sehingga kita dapatkan :
6

xpm = (0,068) (9,57 x 10-11 m) = 6,5 x 10-12 m


Pusat massa lebih dekat dengan atom oksigen dibandingkan dengan salah satu dari kedua
atom hidrogen, karena atom hidrogen lebih masif. Perhatikan bahwa pusat massa terletak
pada sumbu-x yang merupakan sumbu simetri dari molekul ini. Jika molekul diputar 180 0
mengelilingi sumbu, pusat massa tetap terlihat sama seperti sebelumnya. Posisi dari pusat
massa tidak dapat dipengaruhi oleh rotasi ini, jadilah pasti terletak pada sumbu simetri.
Soal nomor 10 :
Permukaan yang beku adalah horisontal dan bebas gesekan, sehingga gaya luar total dari
sistem Ramon, James dan Tali adalah nol. Jadi momentum totalnya kekal. Awalnya tidak ada
gesekan, sehingga momentum totalnya nol; maka kecepatan pusat massa adalah nol, dan
pusat massa tetap dalam keadaan diam. Marilah kita ambil pusat massa sistem berada pada
cangkir dan dan anggap sumbu-x positif dari cangkir mendekati Ramon. Karena tali sangat
ringan, kita dapat mengabaikan massanya dalam perhitungan posisi dari pusat massa.
Koordinat x awal dar James dan Ramon masing-masing adalah -10,0 m dan +10,0 m,
sehingga koordinat x dari pusat massa adalah :
x pm

(90,0 kg )(10,0 m) (60,0 kg )(10,0 m)


2 m,
90,0 kg 60,0 kg

Ketika James bergerak 6,0 m menuju cangkir, koordinat x barunya adalah -4,0 m, kita dapat
katakan koordinat x baru Ramon x2. Pusat massa tidak bergerak, jadi
x pm

(90,0 kg )(10,0 m) (60,0 kg ) x 2


2,0 m x 2
90,0 kg 60,0 kg

1,0 m

James telah bergerak 6,0 m dan ia masih berjarak 4,0 m dari cangkir, tetapi Ramon sudah
bergerak 9,0 m dan tinggal 1,0 m jauhnya dari cangkir. Perbandingan dari berapa jauh setiap
orang bergerak (6,0)/(9,0) = 2/3, sama dengan perbandingan massa mereka.