Anda di halaman 1dari 5

Analisis Jurnal Internasional

Protein Breakdown And Release Of -Casomorphins During In Vitro


Gastro-Intestinal Digestion Of Sterilised Model Systems Of Liquid
Infant Formula
Pengumpulan : 17 Oktober 2016
Dosen

: Erlix Rakhmad Purnama, M.Si.

Kelompok 4:
1.

Zahro Suwitaningsih

(14030204080)

2.

Nurul Afida Hanis

(14030204081)

3.

Eringga Baharudin

(14030204099)

Pendidikan Biologi B 2014

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
2016

A. Judul
Protein Breakdown And Release Of -Casomorphins During In Vitro Gastro
Intestinal Digestion Of Sterilised Model Systems Of Liquid Infant Formula.
B. Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modifikasi protein dari susu
formula bayi yang terjadi selama sterilisasi yang dapat mempengaruhi daya
cerna protein dan pelepasan peptide bioaktif.
C. Alur praktikum
- Persiapan bahan
1000 mL susu krimsegar yang
dipasteurisasi dan diasamkan
dengan 1 M HCL

Supernatant
yang
asam
dengan 0,1 M
NaOH
Di UF pada
200 mL sel UF

Sampel
yang
disentrifius selama 10
menit
pada
suhu
20C
200 mL diambil
sebagai
sampel
dan disuspensi

3xpengulangan

Dihomogenk
an
Didapatkan
protein whey
( WPC)
Difiltrasi
dengan
air
suling
untuk
menghilangkan laktosa

sampel akhir
Disuspensi 200
mL
dan
pH
disesuaikan 7,0
dengan
1
M
Sodium casenata
( NaCas)

D. Bahan dan Metode


- Bahan
Pada penelitian ini bahan-bahan yang digunakan adalah susu krim
segar, HCL, NaOH, air suling selain itu juga didapatkan dari Fonterraa
( Auckland, New Zealand) selain itu juga didapatkan dari Sigma-Aldrich
-

(St.Louis, MO, USA).


Metode
1. Sistem model Ifs
Enam model Ifs terdiri dari jumlah yang berbeda dan jenis protein
dan karbohidrat yang sudah dirancang. Dalam sterilisasi, sistem
model IF ini dilakukan pada suhu 110C selama 38 menit dalam
autoklaf Vapor matic 770 (Sacco, Cadorago, Italy).
2. Penentuan indeks target panas-kerusakan dari sistem model IF
Furosine ditentukan berdasarkan standart ISO 18329-2004. Untuk
penentuan metode PYR menggunakan cara dari Resmini dan
Pellegrino (1994). Isi LAL dievaluasi dengan metode yang digunakan
oleh Pellegrino, Resmini, De Noni, dan Masotti (1996).
3. In vitro Statis Pencernaan Gastrointestinal (GID) dari Sistem
Model IF
Pencernaan sistem model IF dilakukan menggunakan GID secara
in vitro yang dijabarkan oleh Minekus et al. (2014) dengan beberapa
modifikasi yang lebih mengarah ke parameter fisiologi saluran
pencernaan bayi. Secara rinci, sistem model IF (5 mL) telah dicampur
dengan 5 mL dari simulasi suplemen cairan lambung dilengkapi
dengan pepsin babi (protein 22,75 U mg -1). Pencernaan lambung
bekerja pada suhu 370C selama 2 jam dengan pH 3.0 (disesuaikan
dengan 1 M HCl). Setelah itu, 10 mL dari simulasi cairan usus dan
garam empedu (2 mM, Sigma-Aldrich) yang ditambahkan ke
digestate lambung Fase intestinal pada GID bekerja pada suhu 370C
selama 2 jam dengan pH 7.0. Fase tersebut dihentikan oleh
penambahan inhibitor protease AESFB (Roche, Mannheim, Germany)
konsentrasi akhir sebanyak 1 mM. Sisa materi dari lambung dan usus
segera dibekukan pada suhu -400C dan dikering-beku. Semua enzim

didapatkan dari Sigma-Aldrich. Setiap sampel diberikan sebanyak


tiga kali ulangan pada hari yang sama.
4. Evaluasi pemecahan protein selama GID secara in vitro dari
sistem model IF
SDC-PAGE

dilakukan

dengan

menggunakan

12%

gel-gel

polyacrylamide. Sistem model non-digested IF diencerkan sebanyak


10 kali dengan MilliQ-treated water, dan digestates telah diberi
konsentrasi sebanyak 8 kali setelah liopilisasi dan re-suspension
dengan MilliQ-treated water. Sebelum analisis sempel, telah
diencerkan 1: 1 (v/v) dengan Tricine Sample Buffer (Bio-Rad
Labotarories, Hercules, CA, USA) yang mengandung 2% mercaptoethanol dan dipanaskan pada suhu 950C selama 5 menit. Gelgel diberikan dalam TRIS/Tricine/SDS Running Buffer (Bio-Rad)
5. Kuantifikasi dari -CMs pada pencernaan system model IF oleh
UPLC/HR-MS
Hasil tersebut dilaporkan untuk menentukan -CM3, -CM4, CM5, -CM6, -CM7. UPLC/HR-MS dibandingkan dengan modul
pemisahan UPLC (Waters, Milford, MA, USA) ditambahkan ke Q
Exactive hybrid quadrupole-Orbitrap MS melalui penyelidikan HESIII untuk menginisiasi electrospray (Thermo Scientific, San Jose, CA,
USA). peptide-peptida dalam digestate dari system model telah
dipisahkan dengan kolom Aeris WIDEPRE XB-C18 (150 x 2.1 mm,
3.6 m) (Phenomenex, Torrance, CA, USA) yang dijaga pada suhu
400C, menggunakan 0.1% trifluoroacetic acid (TFA) in MilliQ-treated
water (solvent A) dan 0.1% TFA pada acetonitrile (solvent B). Selama
proses pemisahan UPLC, gradient linear digunakan (10% sampai 26%
dari solvent B selama 14 menit) pada rata-rata aliran 0.2 mL min -1.
Pergerakan LC dianalisis oleh MS menggunakan target yang dipilih
melaui pengawasan ion (t-SIM) dan bergantung pada data tandem
analisis MS (dd-MS2). Software Xcalibur (version 3.0, Thermo
Scientific) digunakan selama memproses data MS. Daerah puncak
dihitung dari ekstraksi kromatogram t-SIM dari peptide-peptida target

dengan 3 ppm toleransi massa. Kuantifikasi ditunjukkan dengan


sebuah standart eksternal 6-titik kalibrasi menggunakan sintesis
peptide -CMs dari sapi.

E. Hasil Analisis Jurnal