Anda di halaman 1dari 7

Nama : Yogha Satria Laksana

Kelas : 3 D3 Elektro Industri B


NRP : 1303131046
Review Bab 6
Kebisingan
Kebisingan merupakan sumber bahaya dari faktor fisika di tempat kerja, yang sumber
bahaya tersebut perlu dikendalikan agar tercipta lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman dan
produktif bagi tenaga kerja. Pengertian kebisingan adalah bunyi atau suara yang timbul yang
tidak dikehendaki yang sifatnya mengganngu dan menurunkan daya dengar seseorang.
Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai
20.000 Hz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.
Suara yang sangat keras menyebabkan kerusakan pada sel rambut, karena sel rambut yang rusak
tidak dapat tumbuh lagi maka bisa terjadi kerusakan sel rambut progresif dan berkurangnya
pendengaran.
1. Jenis Kebisingan
1. Bising kontinu (terus menerus) seperti suara mesin, kipas angin, dll.
2. Bising intermitten (terputus putus) yang terjadi tidak terus menerus seperti suara lalu
lintas, suara pesawat terbang.
3. Bising Impulsif yang memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dB dalam waktu
yang cepat sehingga mengejutkan pendengarnya seperti suara senapan, mercon, dll.
4. Bising impulsif berulang yang terjadi secara berulang-ulang pada periode yang sama
seperti suara mesin tempa.
2. Sumber Kebisingan
Gambar di bawah adalah ilustrasi sumber kebisingan

3. Pengaruh Kebisingan Terhadap Tenaga Kerja Adalah Sebagai Berikut :


Gangguan fisiologis
Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, nadi dan dapat menyebabkan
pucat dan gangguan sensoris
Gangguan psikologis
Gannguan psikologis berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, emosi dll.
Gangguan komunikasi
Gangguan komunikasi dapat menyebabkan terganggunya pekerjaan, bahkan bisa
berakibat kepada kecelakaan karena tidak dapat mendengar isyarat ataupun tanda
bahaya.
Gangguan pada pendengaran (Ketulian)
Merupakan gangguan yang paling serius karena pengaruhnya dapat menyebabkan
berkurangnya fungsi pendengaran. Gannguan pendengaran ini bersifat progresif
tapi apabila tidak dilakendalikan dapat menyebabkan ketulian permanen.
4. Pemantauan Kebisingan :
Alat ukur untuk pengukuran kebisingan di tempat kerja adalah Sound Level Meter (SLM)
dan untuk personal monitoring digunakan
Noise
Dosimeter.

Sound Level Meter

Noise Dosimeter.

5. Alat Pelindung Diri / Alat Pelindung pendengaran

Ear plug & Ear muff

Nama : Yogha Satria Laksana


Kelas : 3 D3 Elektro Industri B
NRP : 1303131046
Bab 7
Pengawasan dan Penanggulangan Kebakaran
Kebakaran adalah api yang tidak dikehendaki dan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.
Ketentuan pokok yang berkaitan dengan dengan K3 penanggulangan kebakaran adalah Undangundang No.1 Tahun 1970. Beberapa hal yang mendasar adalah sebagai berikut;
1. Tujuan K3 pada umumnya termasuk masalah penanggulangan kebakaran
2. Syarat-syarat K3 penanggulangan kebakaran sesuai ketentuan pasal 3 ayat (1) huruf b,d,q
dalam undang-undang No.1 tahun 1970, mencegah
3. Pasal 9 ayat (3), mengatur kewajiban pengurus menyelenggarakan latihan
penanggulangan kebakaran.
Mencegah kebakaran adalah segala upaya untuk menghindarkan terjadinya kebakaran. Resiko
kebakaran adalah perkiraan tingkat keparahan apabila terjadi kebakaran, terdapat 3 faktor;
1. Tingkat kemudahan terbakarnya (Flammability)
2. Jumlah dan kondisi bahan yang mudah terbakar tersebut
3. ingkat paparan dan besaran nilai objek yang terancam
Penyebaran panas dapat melalui radiasi, konveksi dan konduksi. Biasanya suatu kebakaran akan
meninggalkan sisa asap yang mengandung karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) dan
menjadi pembunuh utama.

Ruang Lingkup Pengawasan K3 Penanggulangan Kebakaran


a) Identifikasi potensi bahaya (Fire hazard identification)
Identifikasi terhadap sumber-sumber potensi bahaya kebakaran.
b) Analisa Resiko (Fire risk assessment)
Pembobotan terhadap tingkat resiko dari potensi bahaya yang telah diidentifikasi
c) Sarana proteksi kebakaran aktif
Yaitu alat atau instalasi yang disiapkan untuk mendeteksi dan memadamkan
kebakaran, missal; detector, springkler, hydrant dll
d) Sarana proteksi kebakaran pasif
Yaitu berupa alat, sarana atau metode pengendalian penyebaran kebakaran, missal
dengan pemilihan bahan-bahan bangunan yang tahan api.

Sistem Proteksi Kebakaran


a) Konsep system proteksi kebakaran
Sarana proteksi aktif
Sarana proteksi pasif
Fire safety manajemen
b) Sistem deteksi dan alarm kebakaran dapat berupa detector dan alarm
c) Alat pemadam api ringan (APAR)
Direncanakan untuk memadamkan api pada awal terjadinya kebakaran. Syarat
jenis media pemadam, penempatan dan kelas kebakaran maupun berat minimum
harus mengikuti peraturan yang telah ditentukan.
d) Hidrant
Adalah instalasi pemadam kebakaran yang dipasang permanent berupa jaringan
pipa berisi air bertekanan terus menerus dan siap digunakan. Komponen
utamanya adalah;
Persediaan air yang cukup
Sistem pompa yang handal
Sambungan untuk mensuplai air dari mobil kebakaran
Jaringan pipa yang cukup
Slang dan noozle yang cukup
Perencanaan instalasi hydrant harus memenuhi ketentuan-ketentuan standar yang
berlaku.
e) Springkler
Adalah instalasi pemadam kebakaran yang dipasang secara permanent untuk
melindungi bangunan dari bahaya kebakaran yang bekerja secara otomatis
memancarkan air melalui kepala sprinkler yang akan pecah gelas kacanya pada
suhu tertentu. Komponen utama sprinkler adalah;
Persediaan air
Pompa
Siamese connection
Jaringan pipa
Kepala sprinkler

f) Sarana Evakuasi
Evakuasi adalah usaha menyelamatkan diri sendiri dari tempat berbahaya menuju
tempat aman. Sarana evakuasi adalah sarana dalam bentuk konstruksi untuk
digunakan untuk evakuasi
g) Kompartemensi, melakukan pengendalian kebakaran melalui tata ruang suatu
bangunan
h) Sistem pengendalian asap dan panas
Asap dan panas pada saat kebakaran adalah merupakan produk yang sangat
membahayakan bagi manusia, oleh karena itu perlu diperhitungkan pengendalian
asap dan panas dengan pembuatan jalur atau cerobong tegak.
i) Pressurized fan
Digunakan untuk meemcah konsentrasi gas dan uap yang terbakar berada
dibawah flammable range, sehingga terhindar dari resiko penyalaan
j) Tempat penimbunan bahan cair atau gas mudah terbakar.
Tempat penimbunan harus diletakkan diluar bangunan dengan jarak tertentu dari
bangunan lainnya. Persediaan bahan bakar cadangan dalam ruangan harus dibatasi
maksimal 20 liter dengan tempat yang tidak mudah terbakar.

Tugas
1. Backdraft
Backdraft adalah situasi yang
dapat terjadi
ketika produk kebakaran-gas yang kekurangan
oksigen
sehingga
pembakaran
melambat (karena kurangnya oksigen) tetapi
bahan bakar gas mudah terbakar (terutama CO)
dan asap (terutama hidro-karbon bebas radikal
dan partikel) tetap berada pada suhu di atas
titik-api gas bahan bakar. Jika oksigen
kembali diperkenalkan ke dalam api,
misalnya dengan membuka pintu (atau
jendela) ke ruangan tertutup, pembakaran akan restart, sering mengakibatkan efek
'ledakan' sebagai gas yang dipanaskan oleh pembakaran dan berkembang pesat karena
suhu yang meningkat pesat (lihat juga flashover ).
Tanda-tanda Karakteristik situasi backdraft termasuk asap kuning atau coklat,
asap lubang kecil yang keluar dalam tiupan (semacam efek pernapasan) dan sering
ditemukan di sekitar tepi pintu dan jendela, dan jendela yang muncul berwarna cokelat
atau hitam bila dilihat dari bagian luar . Warna-warna gelap disebabkan oleh pembakaran
tidak sempurna (lebih partikel dalam gelap gas mereka). Jika ruangan berisi banyak
jelaga (partikel), ini menunjukkan bahwa ruangan tidak memiliki cukup oksigen untuk
memungkinkan pembakaran dari partikel-partikel jelaga. Petugas pemadam kebakaran
sering terlihat untuk melihat apakah ada jelaga di bagian dalam jendela dan di celah-celah
di sekitar ruangan. Jendela mungkin telah retak karena panas. Jendela struktur juga

mungkin memiliki getaran sedikit karena perbedaan tekanan yang bervariasi. Lingkungan
sekitar (misalnya lorong di luar ruangan backdraft diduga) akan sangat panas.
Jika petugas pemadam kebakaran menemukan sebuah ruangan menarik udara ke
dalam dirinya, misalnya melalui celah, mereka umumnya evakuasi segera, karena ini
merupakan indikasi kuat bahwa backdraft adalah dekat. Karena perbedaan tekanan, ini
gumpalan asap kadang-kadang "tersedot" kembali ke dalam ruang tertutup dari mana
mereka berasal, yang mana "backdraft" istilah berasal. Backdrafts situasi sangat
berbahaya, sering petugas pemadam kebakaran mengejutkan, terlepas dari tingkat
pengalaman.
2. Flashover
Seorang petugas pemadaman harus mengerti tentang gejala flashover, karena hal
ini akan menjadi momok yang menakutkan sekaligus mematikan bila tidak
memahaminya. Kejadian flashover kemungkinan besar akan terjadi pada kebakaran
didalam bangunan. Mengenal flashover sebenarnya mengenal perilaku api pada ruang.
Secara etemologi bahasa flashover dapat diartikan sebagai sebuah proses pengapian yang
berjalan secara selaras dan membakar bahan-bahan yang ada disekitarnya sehingga secara
keseluruhan bagian dari ruang menjadi sangat panas, kemudian mengahasilkan asap yang
bersifat panas pada suatu ruang dan ketika titik panas mendekati 500 derajat celcius akan
menyebabkan terjadinya kobaran api yang membesar. Dan pada tingkat yang
membahayakan ini aliran panas pada bidang lantai mencapai level 20 kW/m2. Contoh
dari kejadian flashover dapat digambarkan sebagai berikut, sebuah ruangan yang
memiliki barang mebel tersulut oleh api. Barang mebel yang terbuat dari kayu tersebut
dengan mudah menghasilkan asap panas yang menyebar kebagian atap (langit-langit).
Asap panas yang dihasilkan akan semakin membesar karena terhalang oleh tembok.
Kondisi panas ini secara cepat menghabiskan barang-barang yang ada didalam ruang
tersebut. Ketika temperatur panas mencapai titik tertingginya akan menyebabkan api
yang memiliki daya bakar yang tinggi dengan tempo yang sangat cepat.
Gejala Flashover dibagi menjadi 4 tipe, antara lain :
a) a Lean Flashover (Rollover), dimana api berada dibawah plafon dan memenuhi
bagian ruang namun rasio udara panas masih dibawah jangkauan terbakar.
b) a Rich Flashover (backdraft), terjadi ketika asap panas membakar bagian atas
permukaan pada jangkauan bakar yang sesuai. Kejadian ini berlangsung saat api
menyebar memenuhi ruangan-ruangan, membakar benda-benda yang ada,
menghabiskan sumber oxigen dan meninggalkan gas yang sangat panas yang
dapat menyebabkan sebuah luapan asap disertai dengan kobaran api. Tanda umum
terjadinya backdraft adalah asap yang berwarna kekuningan atau kecoklatan
c) a Delayed Flashover (Smoke Explosion), terjadi ketika asap yang lebih dingin
keluar dari ruang asap yang lebih panas namun tetap memiliki kemampuan untuk
menimbulkan api. Hasil dari kejadian ini sangat sulit untuk diprediksi, Jika
material luar dan api bercampur serta menghasilkan komposisi yang ideal akan
menyebabkan sebuah ledakan asap yang membahayakan disertai dengan
munculnya api.

d) Hot Rich Flashover (Auto ignition), terjadi saat panas asap melebihi jangkauan
bakar sehingga temperatur panas yang dihasilkan menjadi sangat tinggi, kondisi
ini menyebabkan sebaran asap panas cepat memenuhi ruang dan secara sesaat
akan menghasilkan kobaran api yang sangat besar
3. Arc Flash
Flash Arc adalah fenomena dimana Flash Over arus listrik meninggalkan
jalurnya dan perjalanan melalui udara ( Konsleting ) dari satu konduktor ke yang lain atau
ke tanah (ground). Hasilnya ketika manusia sering di dekat Flash Arc bisa terjadi cedera
serius dan bahkan kematian bisa terjadi.
Arc Flash dapat disebabkan oleh banyak hal termasuk :
debu
alat terjatuh
kondensasi
kegagalan material
korosi
instalasi rusak
Sedangkan akibat dari terjadinya Flash Arc adalah :

Luka bakar
terjadi loncatan bunga api dan bisa menyebar dengan cepat
terjadi ledakan karena tekanan ( diatas 2.000 lbs. Sq.Ft)
Panas ( ke atas dari 35.000 dearajat F )