Anda di halaman 1dari 8

MOTOR FASA BELAH (MOTOR SPLIT PHASE)

2 D3 ELIN B
Disusun oleh : 1. Fajar Falentin

(1303131037)

2. Toni Widianto

(1303131039)

3. Yogha Satria L

(1303131046)

4. Alvan Noris

(13031310..)

TEKNIK ELEKTRO INDUSTRI


DEPARTEMEN ELEKTRONIKA
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
2015

I. Motor Split Phasa (Split Phase Winding)


Motor jenis ini merupakan motor satu fasa yang menggunakan kumparan bantu
untuk menghasilkan gaya putar. Jenis motor ini disebut juga motor fase belah, mempunyai
kumparan utama dan kumparan bantu. Kumparan bantu digunakan untuk menghasilkan
medan yang berbeda fasa dengan medan yang dihasilkan pada kumparan utama.
Kumparan bantu ini dapat berupa belitan induktor dengan resistor dan induktor dengan
kapasitor.

Gambar Motor Split Phase

II.

Prinsip Kerja
Motor jenis ini bekerja berdasarkan perbedaan fasa antara kumparan bantu
berupa induktor dengan resistor dengan kumparan utama. Jika kumparan bantu ini
ditempatkan secara paralel dengan belitan utama maka nilai R/XL1 dari belitan bantu dapat
diatur sedemikian rupa sehingga dihasilkan perbedaan fasa dibawah 90 0. Dengan
menaikkan nilai R maka dihasilkan perbandingan R/X L1 yang lebih tinggi sehingga
perbedaan fasa lebih mendekati 900 dan torka starting yang dihasilkan lebih besar. Motor
jenis ini memiliki torka starting yang rendah. Karakteristik dan rangkaian ekuivalen motor
jenis ini diperlihatkan pada gambar 3.1. Pada kumparan bantu juga dipasang saklar
sentrifugal untuk memutuskan arus listrik pada kumparan bantu bila putaran motor
mencapai 75% dari putaran nominal.

Motor ini terdiri dari kumparan utama dan kumparan bantu yang berbeda sekitar
90 0 listrik dengan tahanan dan reaktansi yang berlainan sehingga arus yang mengalir tidak
sefasa. Perbedaan arus kumparan utama dan kumparan bantu akan menyebabkan
terjadinya perbedaan fluks medan utama dan fluks medan bantu pada stator, akibatnya
akan menghasilkan medan putar yang menimbulkan kopel mula pada motor. Dengan
adanya kopel mula ini, maka motor akan berputar. Saklar (S) dilepaskan dengan gaya
sentrifugal pada 75 % putaran normal. Kopel start dari motor split fasa 150% dari kopel
beban penuh (Ist = 1,5 If).

Gambar Rangkaian dan diagram vector motor split fasa

Iu berbeda fasa dengan IB, caranya adalah dengan memperbesar tahanan pada R LB
(RLB>>RLU)

Gambar Karakteristik Motor Split Fasa

III.

Karakteristik Torsi

Ket;
TBP = Torsi beban penuh

Gambar Rangkaian dan diagram vector motor split fasa

Gambar Karakteristik motor split fasa

Penurunan torsi terjadi karena yang bekerja hannya kumparan utama, akibatnya
saklar sentrifugal melepas pada saat kecepatan mencapai 75% sehingga kecepatan
mengalami sinkronisasi dimana T = 0, karena ns = nr, yang seolah olah mesin menjasi mati.

IV.

Konstruksi motor
Susunan bagian-bagian pokok motor fasa belah terdiri dari :
- Stator
- Rotor
- Tutup sebagai penyangga
- Saklar Sentrifugal

1. Stator
Stator adalah bagian motor yang diam, dibagian dalamnya terdapat alur-alur
untuk menempatkan gulungan-gulungan utama dan gulungan bantu. Diameter
kawat gulungan utama pada umumnya lebih besar dari diameter kawat gulungan
bantu.
Kumparan stator terdiri dari kumparan tembaga atau kawat tembaga atau
kawat tembaga yang dimasukkan dalam alur-alur stator yang dikenal dengan
kumparan utama (main winding) dan kumparan kawat tembaga lain yang disebut
dengan kumparan Bantu (auxiliary winding) yang ditempatkan juga pada alur-alur
stator yang masih kosong.
Kumparan utama selalu dirancang mempunyai nilai resistansi rendah dan
nilai reaktansi tinggi dibanding dengan kumparan Bantu yang selalu mempunyai
nilai reaktansi rendah dan resistansi tinggi. Kedua kumparan ini dihubungkan
kesumber jala-jala. Dengan kondisis nilai resistansi dan reaktansi kumparan
masing-masing tidak sama nilainya, maka sudut fase arus yang mengalir melalui
kumparan utama.

Akibat adanya beda fasa antara arus kumparan utama dan arus kumparan
Bantu maka pada stator akan terjadi medan magnet ini akan diinduksikan pada
kumparan rotor dan akhirnya akan berputar.

Gambar konstruksi stator

2. Rotor
Rotor yang digunakan adalah tipe gulungan sangkar tupai yang pada salah
satu ujungnya dilengkapi dengan kipas fungsinya sebagai pendingin pada waktu
motor bekerja. Rotor juga dilengkapi dengan alat mekanis yang dapat mendorong
saklar sentrifugal.

Konstruksi rotor sangkar berbentuk silinder yang sangat sederhana


dibandingkan dengan rotor lilit. Inti rotor dilengkapi dengan beberapa alur (slot)
dan dalam alur tersebut ditempatkan batang tembaga atau aluminium dengan
penampang yang besar dan tidak berisolasi. Ujung batang tersebut dihubung
singkatkan oleh cincin dengan bahan yang sama sehingga merupakan suatu
kurungan. Bentuk susunan batang penghantar dalam alur rotor tersebut dibedakan
atas dua macam, yakni alur lurus (direct bars) dan alur miring (skewed bars).
Namun yang banyak digunakan adalah susunan alur miring, karena mempunyai
pengaruh dan kebaikan sebagai berikut.
a. Tidak bising disaat motor beroperasi
b. Dapat memberikan kopel yang merata pada berbagai posisi rotor
c. Dapat memeperbesar perbansingan transformasi efektif antara rotor dan
stator motor
d. Batang lebih panjang, sehingga gaya gerak listrik (ggl) rotor bertambah
besar
e. Impedansi motor besar pada slip tertentu
f. Slip kecil pada kopel tertentu

Gambar konstruksi rotor

Adapun arah putaran rotor ditentukan oleh arah arus yang melalui
kumparan utama dan kumparan Bantu. Akibat dari arus jala-jala yang terpecah
atau atau terbelah menjadi dua bagian dimana yang satu menuju kumparan utama
sedangkan yang lain menuju kumparan Bantu, maka motor ini disebut motor fasa
belah. Untuk mendapatkan beda fasa yang terbaik antara flux yang dibangkitkan
oleh kumparan utama dan kumparan Bantu sehingga motor berputar optimal,
maka pada motor fasa belah mempunyai empat kutub, penempatan awal ujung

kumparan utama dan ujung kumparan Bantu adalah sebesar 90 o listrik. Sedangkan
untuk motor 8 kutub sebesar 40o listrik dan untuk 12 kutub sebesar 30o listrik.

3. Tutup sebagai penyangga rotor.


Pada kedua tutup terdapat bantalan (bearing) penyangga poros rotor . Salah
satu tutup pada bagian dalam dilengkapi dengan saklar sentrifugal, pada tempat
inilah sambungan-sambungan dari gulungan motor dikeluarkan untuk selanjutnya
dihubungkan pada terminal motor.

4. Saklar sentrifugal
Saklar sentrifugal model biasa terdiri dari dua bagian pokok yaitu bagian
tetap dan bagian berputar. Apabila motor dalam keadaan diam maka kontak yang
ada pada bagian tetap, dalam keadaan tertutup karena adanya tekanan dari bagian
berputar. Pada kecepatan kira-kira 75% dari kecepatan penuh bagian yang
berputar akan melepaskan tekanannya pada kontak tetap dan menyebabkan kontak
terbuka.
Saklar sentrifugal jenis lain adalah jenis electromagnetik. Dalam keadaan
normal, saklar dalam kondisi normal open (NO). pada waktu starting, arus yang
melewati

kumparan

utama

sangat

tinggi.

Dengan

pemasangan

saklar

elektromagnetik secara seri terhadap kumparan utama maka pada saat starting arus
kumparan utama yang tinggi menyebabkan saklar elektromagnetik bersifat
magnet. Hal ini menyebakan kontaktor pada saklar tersebut tertarik sehingga ada
arus listrik dari sumber jala-jala yang melalui kumparan Bantu. Setelah motor
berputar 75% dari kecepatan penuh arus yang mengalir kumparan utama akan
menurun dan hal ini yang menyebabkan sifat magnet yang ada pada saklar
menjadi hilang sehingga kontaktor akan terbuka lagi.

Gambar Bagian-bagian motor fasa belah

V.

Ganggungan kerusakan motor fasa belah


Motor cepat panas, ini disebabkan karena beban motor terlalu berat atau saklar
sentrifugal tidak bekerja.
Motor tidak mampu berputar, hal ini disebabkan oleh hubungan kumparan bantu
terlepas atau kapasitornya bocor.
Gulungan statornya terbakar, hal ini mungkin disebabkan tegangan kurang.

Anda mungkin juga menyukai