Anda di halaman 1dari 30

PANDUAN

PELAYANAN KEROHANIAN
DI RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI

Disusun Oleh :
Unit Pembinaan Kerohanian
Rumah Sakit Islam Jemursari

Jl. Jemursari No. 51-57, Surabaya 60237


Telp. (031) 8471877-78, Fax. (031) 8414877
Email : rsis_js@yahoo.co.id, Website : www.rsisjs.com

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI


Nomor : JS.A.SKR.187.09.15
Tentang
PANDUAN PELAYANAN KEROHANIAN
DI RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI
Bismillahirrohmaanirrohiim
Direktur Rumah Sakit Islam Jemursari
Menimbang

Mengingat

Menetapkan
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat

: a. Bahwa kebutuhan pasien di Rumah Sakit meliputi kebutuhan bio


psiko sosio spiritual yang harus terintegrasi dan saling
mendukung dalam proses pelayanan pasien di Rumah Sakit.
b. Bahwa agar pelaksanaan panduan dapat diterapkan, maka perlu
diatur dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur.
: a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009
tentang Kesehatan.
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009
Tentang Rumah Sakit.
c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 tentang Praktek
Kedokteran.
d. Peraturan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12
Tahun 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit
e. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 290
tahun 2008 tentang Persetujuan Tindakan kedokteran
f. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 269
tahun 2008 tentang Rekam Medik.
Memutuskan :
:
: PEMBERLAKUAN PANDUAN PELAYANAN KEROHANIAN DI RUMAH
SAKIT ISLAM JEMURSARI
: Surat Keputusan ini agar disosialisasikan kepada pelaksana untuk
diketahui dan dilaksanakan.
: Panduan akan dilakukan review setiap tiga tahun atau sewaktuwaktu bila ada perubahan.
: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan
diperbaiki sebagaimana mestinya bila terdapat kekeliruan dalam
penetapannya.
Ditetapkan di : Surabaya
Surabaya
: 1 September 2015
Direktur,

Prof. Dr. dr. Rochmad Romdoni, Sp.PD, Sp.JP (K)


Tembusan :
1. Yth. Yayasan RS Islam Surabaya
2. Yth. Pejabat terkait

Visi
Rumah Sakit Islam Berstandar Internasional

a.
b.
c.
d.

Misi
Memberikan pelayanan jasa rumah sakit secara prima dan Islami
menuju Standar Mutu Pelayanan Internasional dengan dilandasi prinsip
kemitraan
Melaksanakan Manajemen Rumah Sakit berdasarkan Manajemen Syariah
yang berstandar Internasional
Membangun SDM Rumah Sakit yang profesional sesuai standar
Internasional yang Islami dengan diiringi integritas yang tinggi dalam
pelayanan
Menyediakan sarana prasarana rumah sakit untuk mewujudkan
implementasi pelayanan Islami dan berstandar Internasional.

Direktur
RS Islam Jemursari

Prof. Dr. dr. Rochmad Romdoni, Sp.PD, Sp.JP (K)

Keputusan Direktur
Nomor : JS.A.SKR.187.09.15
Tentang
Panduan Pelayanan Kerohanian
di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya
Disusun oleh :
Unit Pembinaan Kerohanian

Dra. Anis Azizah


Disetujui oleh :
Wakil Direktur Medis

dr. Sri Dharmawati

Ditetapkan oleh :
Direktur Utama RS Islam Jemursari

Prof. Dr. dr. Rochmad Romdoni, Sp.PD, Sp.JP (K)

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan ridhoNya
Pelayanan Kerohanian di Rumah Sakit Islam Jemursari dapat dibuat. Panduan ini akan
dijadikan panduan dalam segenap Struktural maupun pegawai RS Islam Jemursari
dalam memberikan pelayanan yang aman dan bermutu pada pasien.
Pada Kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang
terlibat dalam penyusunan Pelayanan Kerohanian di Rumah Sakit Islam Jemursari,
sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Islam Jemursari.
Panduan ini akan terus mengalami perbaikan kedepan seiring dengan
peningkatan pengetahuan Rumah Sakit terhadap kesehatan yang ada, sehingga
kedepan masih perlu adanya perbaikan.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
Panduan ini, kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Semoga amal
kebaikan diterima oleh Allah SWT.
Surabaya, 1 September 2015
Kepala Unit Pembinaan Kerohanian

Dra. Anis Azizah

DAFTAR ISI

Halaman
Cover
Surat Keputusan
Visi dan Misi
Halaman persetujuan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I
DEVINISI
BAB II
RUANG LINGKUP
BAB III
TATA LAKSANA
1. PELAYANAN KEROHANIAN PASIEN
A. Proses Pelaksanaan Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien
B. Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien Anak Anak
C. Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien Persalinan dan
Setelah Melahirkan
D. Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien Bayi/Neonatus
E. Pelayanan Kerohanian Pasien ICU/ICCU
F. Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien Pra Operasi dan
Sesudah Operasi
G. Pelayanan Khusnul Khotimah (Tahap Terminal)
H. Pelayanan Kerohanian Pasien Non Muslim
I. Pelayanan Binroh Kepada Keluarga Pasien Yang
Menjengguk
J. Pemulasaran Jenazah
K. Pelayanan Konsultasi untuk Pasien dan Keluarganya
PELAYANAN KEROHANIAN PEGAWAI
A. Doa Pagi dan Sore
B. Pengajian Rutin
C. Khatmil Quran
D. Shalat Tasbih, Shalat Hajad dan Istighosah
E. Pelayanan Konsultasi Agama untuk Karyawan
F. Tes Keagamaan Karyawan
G. Orientasi Pelayanan Islami bagi Mahasiswa Praktek
H. Orientasi Pelayanan Islami dan Implementasi Buku
Pedoman Akhlak SDI bagi Karyawan Baru
I. Tes Implementasi Doa
J. Kursus Baca Tulis Alquran
K. Pelepasan Pemberangkatan Haji/Umroh
L. Sosialisasi Buku Fiqih Medis
M. Sosialisasi Aswaja An Nahdliyah
Dokumentasi

I
ii
iii
iv
1
3
4
4
5
6
7
8
8
9
11
11
12
13

2.

BAB IV

13
14
14
14
15
15
15
15
15
15
16
16
16
17

BAB I
DEVINISI
1.
2.

3.

4.

5.
6.

7.
8.
9.

Kebutuhan Rohani adalah suatu kebutuhan yang berkenaan dengan aktifitas


keagamaan dan spritual.
Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan
peribadatan kepada Allah SWT serta tata kaidah yang berhubungan dengan
pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Spiritual adalah hal yang dianggap kejiwaan terkait makna, harapan, kualitas,
hubungan. Asas kesehatan spiritual adalah rasa keharmonisan saling kedekatan
antar diri dengan orang lain, alam dan dengan kehidupan yang tertinggi. Religi
dan spiritual saling berhubungan. Religi biasa berhubungan dengan keadaan
melakukan, praktik yang berkaitan dengan bentuk ibadah tertentu atau suatu
ritual dalam beribadah.
Spiritualitas (spirituality) merupakan sesuatu yang dipercayai oleh seseorang
dalam hubungannya dengan kekuatan yang lebih tinggi (Allah SWT), yang
menimbulkan suatu kebutuhan serta kecintaan terhadap adanya Allah SWT dan
permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah diperbuat.
Petugas Bina Rohani adalah mereka yang mampu di dalam pemahaman,
pelaksana agama Islam bagi dirinya sendiri dan orang lain
Buku Doa dalam arti luas mencakup semua tulisan dan gambar tentang keagamaan yang
ditulis dan dilukiskan di atas bermacam - macam media seperti pada lembaran kertas dengan
segala bentuknya bisa berupa gulungan, di lubangi dan diikat dengan atau dijilid
Pelayanan Rohani adalah memberikan terhadap kebutuhan rohani/ spiritual berkenaan
dengan aktiftas keagamaan.
Pelayanan Rohani Rutin adalah memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan rohani/spiritual
berkenaan dengan aktifitas keagamaan secara teratur dan tidak berubah ubah.
Pelayanan Rohani Insidensial adalah memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan rohani/
spiritual berkenaan dengan aktifitas keagamaan yang dilakukan hanya pada kesempatan atau
waktu tertentu saja, tidak secara tetap atau tidak rutin.

BAB II
RUANG LINGKUP
Menurut ketetapan WHO yang baru ini orang bisa dikatakan sehat apabila
mencakup 4 hal yaitu sehat secara fisik, sehat secara psikologis, sehat secara sosial
dan sehat secara spiritual. Bimbingan rohani bagi pasien merupakan kegiatan yang di
dalamnya terjadi proses bimbingan dan pembinaan rohani kepada pasien di Rumah
Sakit sebagai bentuk upaya kepedulian kepada mereka yang sedang mendapat ujian
dari Allah SWT. Dalam kegiatan tersebut bagaimana seorang Petugas Bina Rohani
dapat memberikan ketenangan, kedamaian dan kesejukan hati kepada pasien dengan
senantiasa memberikan dorongan dan motivasi untuk tetap bersabar, tawakkal dan
tetap menjalankan kewajibannya sebagai Hamba Allah, dengan demikian akan
membantu kualitas kesembuhan pasien secara holistik.
Terdapat dua macam bimbingan kerohanian di RS Islam Jemursari yaitu :
1. Pelayanan Kerohanian Rutin
Apabila seseorang dalam keadaan sakit, maka hubungan dengan Allah SWT pun
semakin dekat. Seseorang dalam kondisi sakit menjadi lemah dalam segala hal, tidak
ada yang mampu membangkitkannya dari kesembuhan kecuali Sang Pencipta,
sehingga pelayanan kerohanian yang diberikan secara rutin akan memberikan
semangat untuk sembuh. Adapun pelayanan kerohanian secara rutin yaitu :
a. Kunjungan Petugas Bina Rohani secara berkala
Seseorang yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit sering kali
membuat individu merasa terisolasi dan kehilangan kebebasan pribadi.
Kebiasaan hidup sehari-hari juga berubah, antara lain tidak dapat mengikuti
kegiatan keagamaan secara rutin.
b. Bimbingan Rohani secara berkala dapat melengkapi kebutuhan spriritual
pasien. Kegiatan ini sumber upaya membantu pasien sembuh dari penyakit,
tabah menghadapi rasa sakit atau bahkan menghadapi kematian dengan
tenang. Kegiatan ini menyangkut tata cara bersuci serta keikutsertaan
pasien dan keluarganya dalam kegiatan ibadah.
Pelayanan Rohani Insidensial
Bimbingan Rohani memberikan pemenuhan pelayanan rohani kepada pasien,baik
secara rutin maupun insidensial. Kegiatan yang insidensial dilakukan menjelang
operasi/pembedahan, kelahiran anak, saat pasien kritis atau menjelang
ajal/kematian. Pelayanan rohani secara insidensial antara lain sebagai berikut :
a. Bimbingan doa sebelum operasi
Seorang Petugas Bina Rohani akan memberikan pemenuhan atas kebutuhan
spriritual bagi pasien tersebut karena dapat membantu membangkitkan
semangat pasien menghadapi prosedur pembedahan / operasi tersebut
b. Persalinan/kelahiran
Persalinan merupakan saat yang monumental bagi seorang wanita. Pada saat
melahirkan biasanya timbul reaksi alamiah yaitu perasaan cemas dan takut.
Bila tidak segera diatasi akan menimbulkan kejang pada bagian otot panggul,
sehingga bisa mempersulit persalinan. Kecemasan juga memperberat
persepsi nyeri sehingga mempengaruhi penggunaan teknik koping dan
menstimuli pelepasan aldosteron yang dapat meningkatkan reabsorbsi
natrium dan air yang berakibat memperberat penurunan aktivitas
miometrium.
Melihat pentingnya bimbingan rohani dalam menurunkan stressor ibu
2.

c.

3.

yang akan melahirkan,. Salah satu cara yang dapat dilakukan Petugas Bina
Rohani untuk mempersiapkan psikologis pasien adalah melakukan
pendekatan psikospiritual. Nilai nilai spiritual yang ditanamkan dapat
memberikan kekuatan atau energi untuk beradaptasi.
Kondisi kritis/sakratul maut
Pasien terminal biasanya mengalami rasa depresi yang berat, perasaan
marah akibat ketidakberdayaan dan keputusasaan. Semangat hidup pasien
yang didiagnosa harapan sembuhnya tipis butuh dipersiapkan untuk
menghadapi alam yang kekal. Fase sakaratul maut seringkali di sebutkan
sebagai fase yang sangat berat dan menyakitkan sehingga kita diajarkan doa
untuk diringankan dalam fase sakaratul maut.

Faktor penting yang mempengaruhi spiritualitas seseorang adalah :


a. Tahap perkembangan
b. Peranan keluarga penting dalam perkembangan spiritual individu
c. Latar belakang etnik dan budaya
d. Pengalaman hidup sebelumnya
e. Krisis dan perubahan. Krisis dan perubahan dapat menguatkan kedalam
spiritual seseorang. Krisis sering dialami ketika seseorang menghadapi
penyakit, penderitaan, proses penuaan, kehilangan dan bahkan kematian,
khususnya pada pasien dengan penyakit terminal terpisah dari ikatan
spiritual.
f.
Isu moral terkait dengan terapi
Pada kebanyakan agama, proses penyembuhan dianggap sebagai cara Allah
SWT untuk menunjukan kebesaranNya, walaupun ada juga agama yang
menolak intervensi pengobatan.
Tidak ada orang yang ingin menderita sakit dan semua orang sakit pasti
menginginkan kesembuhan. Salah satu cara meningkatkan kesembuhan
adalah dengan memberikan bimbingan kerohanian. Bimbingan kerohanian
ternyata berdampak kepada peningkatan kesembuhan dan motivasi pasien.
Bimbingan kerohanian merupakan pelengkap pengobatan dan pelayanan
medis di rumah sakit.

Kebutuhan terhadap bimbingan kerohanian di RS Islam Jemursari diatur sebagai


berikut :
1.
Setiap pemberi pelayanan pasien di rumah sakit harus memahami bahwa
kebutuhan kerohanian/spritual pasien adalah hak pasien yang tertuang dalam UU
No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
2.
Setiap pemberi pelayanan dimana terdapat pasien dengan kondisi terminal
dirumah sakit, mengetahui pentingnya spiritual bagi pasien dan keluarga .
3.
Setiap pemberi pelayanan di rumah sakit khususnya perawat, memahami tata
cara asesmen kebutuhan spiritual untuk pasien sesuai dengan agama yang dianut
oleh pasien.
4.
Setiap pemberi pelayanan di rumah sakit terutama perawat, harus mengetahui
prosedur menghubungi rohaniawan sesuai agama yang dianut pasien.

10

BAB III
TATA LAKSANA
1.

PELAYANAN KEROHANIAN PASIEN


A. Proses Pelaksanaan Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien

1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.
8.
9.

Petugas melakukan pendataan pasien


Petugas melakukan identifikasi agama dan kepercayaan pasien
Petugas meminta informasi kepada perawat ruangan tentang keadaan umum pasien
Petugas akan memilah dan mendahulukan pasien baru atau pasien yang lebih
membutuhkan
Petugas memasuki ruangan pasien dengan tenang dan sikap menarik sambil
mengucapkan salam dan memperkenalkan diri dengan menyebut nama dan dari
Bina Rohani RS Islam Jemursari
Petugas melihat kondisi umum pasien untuk diberikan bimbingan, kalau kondisi
memungkinkan dapat diberikan bimbingan langsung kepada pasien namun kalau
kondisi pasien kurang memungkinkan, bimbingan dapat diberikan kepada keluarga
pasien yang sedang menunggu
Petugas mengadakan dialog dengan pasien maupun dengan keluarga pasien,
memberi motivasi untuk menerima kondisi sakit sebagai bentuk ujian dari Allah
SWT, tetap optimis dan senantiasa berikhtiar berobat mencari kesembuhan
Petugas memberi bimbingan tentang tata cara shalat dan bersuci bagi orang yang
sakit
Kepada pasien yang mengadu dan merintih, maka dikuatkan mentalnya dengan
nasehat agar ia bersabar, menerima dengan ikhlas setiap penderitaan dengan
dituntun atau dianjurkan untuk membaca doa sebagai penguat mental :

















Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Tiada
daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang maha Tinggi dan Maha
Agung














Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku
termasuk orang-orang yang dhalim.

10. Memberikan buku saku tuntunan rohani bagi orang sakit (senyumlah walau anda
sakit) kepada pasien baru yang dikunjungi dengan petunjuk agar membaca doa
doa sesuai kebutuhan.
11. Diingatkan pula bahwa orang yang sakit sebaiknya berkeyakinan bahwa penyakit
yang diberikan Allah SWT kepadanya merupakan rahmat yang besar. Dengan
pikiran yang jernih, insya Allah kita akan dapat menemukan hikmah yang
tersembunyi di balik semua jenis penyakit. Dengan penyakit itu, kita memperoleh
keuntungan yaitu dosa-dosa kita akan diampuni Allah. Demikian juga dosa keluarga
kita yang ikut direpotkan karenanya. Karena rasa sakit, kita akan menjadi semakin
banyak mengingat Allah.Tidak ada kemuliaan melebihi kesediaan seseorang untuk
11

mengingat Allah. Kedatangan anggota keluarga untuk menjenguk juga berkah yang
besar untuk membangun keutuhan persaudaraan di antara mereka. Dengan sakit kita
harus terus menerus secara khidmat memohon kepada Allah SWT agar diberi
kesabaran menghadapi penyakit dan segera diberi kesembuhan dengan
memperbanyak membaca doa :

Allah-lah yang Maha mencukupi keperluan kami. Dialah Yang Maha


melindungi kami. Wahai Allah berikan kami kesabaran dan wafatkan kami
sebagai orang-orang muslim











Ya Allah, berikanlah kami kesembuhan. Engkau Maha Pemberi
kesembuhan. Tiada yang dapat menyembuhkan melainkan
Engkau, dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit
lagi.

12. Petugas senantiasa menanamkan rasa optimisme kepada pasien bahwa dengan izin
dan kehendak Allah SWTlah penyakit yang dia derita akan sembuh walau
bagaimanapun keadaan sakitnya, karena Allah SWT maha Kuasa dan bahwa setiap
penyakit akan ada obatnya, diingatkan hadist Nabi sbb :


( )




Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah berupa kelelahan, sakit,


kegundahan, kesedihan, gangguan maupun kegelisahan sekalipun hanya
karena duri yang mengenainya melainkan Allah akan menghapus dosadosanya karenanya. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra.)

13. Dinasehatkan kepada para pasien agar menghilangkan segala pemikiran

terhadap segala urusan yang ada di rumah, serahkan saja kepada


keluarganya yang sehat untuk mengurusinya. Dengan demikian fikiran si
pasien akan lebih tenang dan lebih membantu proses kecepatan
sembuhnya.
14. Para pasien agar dinasehati tetap menetapi nasihat dan petunjuk
dokter/perawat dalam hal pengobatan, makanan dan lain-lain.
15. Petugas mendo'akan pasien agar cepat sembuh
16. Petugas menyampaikan bahwa pasien atau keluarganya dapat menghubungi Bina
Rohani melalui perawat ruangan apabila memerlukan layanan rohani lebih lanjut
atau apabila pasien masih kesulitan dan memerlukan bimbingan tentang tata cara
sholat dan bersuci bagi orang sakit
17. Petugas mohon pamit dengan memberikan salam
12

B. Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien Anak Anak

Petugas mengadakan dialog dengan orang tua pasien, memberi motivasi


untuk menerima kondisi sakit sebagai bentuk ujian dari Allah SWT, tetap
optimis dan senantiasa berikhtiar berobat mencari kesembuhan dan tetap
mengingatkan orang tua pasien untuk tetap menjalankan Sholat Fardlu dan
juga berdo'a untuk kesembuhan putra putrinya.
C. Pelayanan Kerohanian bagi Pasien Persalinan dan Setelah Melahirkan
1. Kepada pasien yang akan menjalani persalinan petugas mendatangi pasien

dan memberikan bimbingan rohani serta menuntunnya membaca do'a saat


mengahadapi persalinan :











Wahai Allah, tiadalah suatu urusan itu mudah kecuali Engkaulah
yang menjadikannya mudah, dan apabila Engkau berkehendak,
Engkau akan menjadikan kesedihan dan kesulitan
menjadi
persoalan yang mudah.

2. Pada pasien persalinan yang akan menjalani operasi dianjurkan


untuk memperbanyak membaca doa :

Allah-lah yang akan mencukupi (segala kebutuhan kami). Dialah Yang


Maha `Melindungi. Hanya kepada Allah, kami menyerahkan diri

3. Apabila kondisi masih memungkinkan pasien diberi bimbingan tata cara

shalat dan bersuci sebelum persalinan berlangsung


4. Kepada pasien yang telah melahirkan petugas memberikan bimbingan

rohani serta menyampaikan materi tentang kewajiban bagi dirinya dan


putra putri yang telah dilahirkannya sbb :
a. Melakukan Mandi Wiladah yaitu mandi besar yang wajib dilaksanakan
bagi ibu yang baru melahirkan dengan niat :


Saya niat mandi wiladah untuk menghilangkan hadast besar fardhu
karena Allah SWT

b.

Menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua


setelah kelahiran anaknya, antara lain :
1. Adzan dan iqomah pada kedua telinga anak yang baru dilahirkan
2. Membaca doa untuk bayi yang baru lahir :






.

13

kami mohon perlindungan kepada Allah untuk si bayi dengan


menyebut kalam Allah yang sempurna, dari semua godaan setan,
binatang berbisa dan darisemua orang yang memandang rendah.
Melakukan Tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian
atas) dengan kurma yang sudah dilembutkan
4. Memberi ASI secara sempurna selama dua tahun dan sebaiknya
sebelum ibu mulai menyusui bayinya, dianjurkan untuk senantiasa
membaca doa anak sholeh :
3.


Ya Allah jadikanlah anak-anak kami tergolong ahli ilmu pandai
dan ahli kebaikan dan jangan engkau jadikan kami semua
tergolong orang-orang ahli kedurhakaan.
Mencukur rambut bayi dan mengeluarkan sedekah emas seberat
rambut tersebut kepada orang-orang miskin.
6. Memberi nama putra putrinya dengan nama yang mengandung arti
doa atau harapan terbaik
7. Melaksanakan aqiqah pada hari ke tujuh, ke empat belas atau ke
dua puluh satu setelah melahirkan
5.

Bagi pasien yang keguguran atau bayinya meninggal disampaikan untuk


tetap bersabar dan selalu berbaik sangka akan semua takdir yang Allah
SWT berikan karena tidak satupun keputusan Allah SWT pada manusia yang
tidak terkandung maksud di dalamnya. Tidak ada satupun penciptaan Allah
SWT di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya yang
diciptakanNya secara iseng tanpa tujuan. Semua ketetapan Allah SWT
untuk manusia berupa kaya dan miskin, senang dan susah, sehat dan sakit
adalah dengan maksud yang jelas.
6. Bagi pasien dengan kasus kandungan diberikan pembinaan kerohanian
seperti materi diatas dan pesan untuk senantiasa menjaga kesehatannya
5.

D. Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien Bayi/Neonatus


1. Apabila ada bayi yang baru dilahirkan, maka petugas mendampingi orang

tua bayi untuk adzan dan iqomah pada kedua telinga bayi yang baru
dilahirkan kemudian petugas dengan didampingi orang tua bayi membaca
doa bayi baru lahir :






.

Kami mohon perlindungan kepada Allah untuk si bayi dengan menyebut
Kalam Allah yang sempurna, dari semua godaan setan, binatang berbisa
dan dari semua orang yang memandang rendah.

Apabila bayi telah di adzani dan diqomahi maka petugas memberikan doa
bayi baru lahir dan doa anak shalih shalihah
3. Apabila bayi mengalami kelainan atau menderita sakit maka petugas
2.

14

membaca doa :

Maha Suci Allah apa saja yang dikehendaki Allah terjadilah











Ya Allah, berikanlah kami kesembuhan. Engkau Maha Pemberi
kesembuhan. Tiada yang dapat menyembuhkan melainkan
Engkau, dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit
lagi.
E.

Pelayanan Kerohanian Pasien ICU/ ICCU


1. Petugas melihat kondisi umum pasien untuk diberikan bimbingan, kalau kondisi
memungkinkan dapat diberikan bimbingan langsung kepada pasien namun kalau
kondisi pasien kurang memungkinkan bimbingan dapat diberikan kepada keluarga
pasien
2. Apabila ada pasien yang tidak bisa diajak untuk berkomunikasi, maka petugas
cukup untuk membacakan do'a
3. Apabila ada pasien dengan kondisi kritis dan membutuhkan perhatian, maka
petugas memanggil keluarga pasien untuk mendampingi pasien dan memberi
motivasi kepada keluarga pasien agar sabar dan tawakkal serta meminta kepada
keluarga agar membimbingnya dengan kalimat tauhid atau talqin
4. Apabila pasien dalam kondisi kritis yang lama maka diajarkan untuk berdoa dari
Nabi Muhammad SAW
Ya Allah, hidupkanlah dia jika hidup itu lebih baik baginya dan wafatkanlah dia
bila wafat itu baik baginya (HR. Jamaah dari Anas)

F.

Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien Pra Operasi dan Sesudah Operasi


Pra Operasi
1. Petugas mengadakan dialog dengan pasien dan keluarganya, memberi bimbingan
dan pemahaman tentang operasi, proses operasi secara umum, serta pada saat
pelaksanaan operasi agar jangan gelisah, takut, bingung, pesimis, panik dll, akan
tetapi harus optimis dalam ikhtiar berobat mencari kesembuhan.
2. Petugas memberi bimbingan tentang tata cara shalat bagi pasien yang akan
menjalani operasi termasuk menjama taqdim sholat apabila telah tiba waktunya
shalat dan dilakukan sebelum berangkat operasi namun jika waktu shalat belum tiba
maka shalat dapat dijama takhir
3. Petugas memberi penjelasan dan pemahaman tentang tata cara bersuci dan tata
cara shalat sebelum dan sesudah operasi
4. Mengajarkan dan mengingatkan untuk membaca doa akan operasi :

Allah-lah yang akan mencukupi (segala kebutuhan kami). Dialah Yang


15

Maha Melindungi. Hanya kepada Allah, kami menyerahkan diri


Dan membaca doa sebagai penguat mental :

















Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Tiada
daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang maha Tinggi dan Maha
Agung











Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku
termasuk orang-orang yang dhalim.

5. Kemudian pasien diberi nasehat dan penjelasan sehingga ia mengerti dan

menyadari bahwa segala sesuatu itu adalah atas kehendak Allah, manusia
hanya berikhtiar dan berdoa
6. Kepada keluarga pasien diberi pemahaman tentang ikhtiar, operasi adalah
salah satu upaya mencari kesembuhan dan keluarga diharapkan tidak
panik, namun tetap memohon dan memperbanyak membaca doa

Allah-lah yang Maha mencukupi keperluan kami. Dialah Yang Maha


melindungi kami. Wahai Allah berikan kami kesabaran dan wafatkan kami
sebagai orang-orang muslim


Ya Allah, berikanlah kami kesembuhan. Engkau Maha Pemberi
kesembuhan. Tiada yang dapat menyembuhkan melainkan
Engkau, dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit
lagi.
Sesudah Operasi
1. Memberikan ucapan selamat dan motivasi syukur kepada pasien atas
kelancaran dan kemudahan proses operasi
2. Diingatkan kembali tata cara bersuci dan sholat setelah operasi
3. Pemantapan rohani selama dirumah sesuai dengan kondisi fisik pasien
setelah operasi
G. PELAYANAN KHUSNUL KHOTIMAH (TAHAP TERMINAL)

1. Petugas Bina Rohani mendapat informasi dari petugas ruangan bahwa ada pasien
kritis yang memerlukan pelayanan khusnul khotimah
16

2. Keluarga pasien dikumpulkan dan diberi penjelasan oleh Petugas Bina Rohani,
bahwa secara medis pasien dalam keadaan sakaratul maut, diharapkan keluarga
pasien dapat tabah dan rela menerima keadaan tersebut
3. Apabila memungkinkan, menghadapkan atau memiringkan pasien yang sedang
kritis kearah kiblat sebagaimana diterangkan dalam hadis Rasul bahwa :
Sesungguhnya Fatimah putri Rasulullah SAW pada waktu (menjelang) wafatnya
menghadap kiblat lalu berbantal tangan kanannya (HR Ahmad dari Salman
Ummu Abi Raafi)
4. Keluarga pasien diajak membaca surah Yasin dan ayat ayat Alquran agar lebih
tenang dan meringankan sakaratul maut.
5. Apabila pasien yang dalam kondisi sakaratul maut telah mampu mengucapkan laa
ilaaha illallah sebagai kata katanya yang terakhir, maka kita tuntun dia terus
menerus untuk mengucapkannya. Tetapi jika pasien belum mengucapkannnya atau
sudah mengucapkan namun kata kata yang lain, maka petugas Bina Rohani dan
keluarga pasien secara bergantian dapat menuntun pasien untuk mengucapkan laa
ilaaha illallah di dekat telinganya agar dapat ditirukan pasien untuk
mengucapkannya atau paling tidak dapat ditirukan pasien dalam hatinya. Rasulullah
SAW memberi pertanda bahwa seseorang yang mati dalam keadaan memeluk islam
itu ialah bahwa kata katanya yang terakhir sebelum mati adalah kalimat tauhid,
yaitu laa ilaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) sebagaimana sabda Rasulullah
Muhammad SAW sbb :
Barangsiapa akhir bicaranya (sebelum mati) adalah laa ilaaha illallah maka ia
akan masuk surga dan bimbinglah orang yang akan mati dengan mengucapkan laa
ilaaha illallah (HR. Muslim, Abu Dawud dan At Tirmidzi dari Saiid Al Khudty)

6. Apabila pasien mengalami kondisi kritis atau sakaratul maut yang lama, maka
keluarga diajarkan doa pasrah dari Rasulullah SAW :
Ya Allah hidupkanlah dia jika hidup itu lebih baik baginya dan wafatkanlah dia
apabila wafat itu baik baginya (HR Jamaah dari Anas)
Dan doa

Wahai Allah, tolonglah dia atas kesengsaraan dan penderitaan


(menjelang) kematian.
7.

Ketika pasien telah dipastikan oleh Dokter sudah meninggal dunia, petugas
Bina Rohani menjelaskan kepada keluarga pasien bahwa pasien telah
berpulang ke Rahmatullah dan diajak bersama-sama membaca :

"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami


kepadaNya akan kembali. Wahai Allah musibah ini adalah dariMu
maka berilah pahala pada kami dalam musibah ini. Berilah ganti
pada kami yang lebih baik dari padanya. "
17

Jika pasien yang meninggal anak-anak maka membaca doa :

Wahai Allah, jadikan ia (si anak) sebagai simpanan dan kekayaan bagi
kedua orang tuanya

Apabila kondisi mata pasien yang meninggal belum terpejam, maka kita
pejamkan matanya dengan dibacakan doa dan menutupi jenazah dengan
kain hibarah (kain bermotif)
9. Setelah kondisi keluarga pasien lebih tenang Perawat akan membersihkan
segala sesuatu yang masih menempel di tubuh pasien
10. Agar rangkaian jenazah dapat terurus dengan cepat, maka petugas Bina
Rohani menawarkan atau memotivasi keluarga pasien agar jenazahnya
dapat disucikan atau dimandikan di RS Islam Jemursari.
11. Petugas Bina Rohani mengisi form pelayanan khusnul khotimah (tahap
terminal) setiap kali kedatangan, kemudian menyerahkan form tersebut ke
perawat ruangan sebagai kelengkapan berkas rekam medis
8.

H. PELAYANAN KEROHANIAN PASIEN NON MUSLIM


1. Menerima informasi identitas agama dan kepercayaan pasien dari petugas

2.

3.

4.
5.

ruangan dan/atau melihat di dokumen rekam medis pasien, sebelum


datang mengunjungi pasien
Menerima form permintaan bimbingan agama non muslim yang telah diisi
dan ditandatangani oleh pasien/keluarga pasien
Petugas menemui pasien dengan tenang dan sikap menarik yang empati dan
memperkenalkan diri dengan menyebut nama dan dari Bina Rohani RS Islam
Jemursari, kepada pasien yang tidak beragama Islam hendaklah petugas Bina Rohani
bijaksana dalam melayaninya, supaya petugas dapat menampakkan dan melahirkan
sikap-sikap dan kata-kata yang menarik, yang menunjukkan bahwa ajaran Islam adalah
amat balk, termasuk sikap terhadap pemeluk agama lain. Namun sudah barang tentu
kesemuanya itu dengan cara-cara yang tidak menyinggung perasaanya dan tidak keluar
dari ajaran agama Islam.
Petugas melihat kondisi umum pasien, memberi motivasi untuk
kesembuhannya
Petugas menjelaskan tentang layanan bina rohani bagi pasien non muslim
dan keluarganya sbb :
a. RS Islam Jemursari memberikan layanan rohani 5 agama dan
memperbolehkan mendatangkan rohaniawan yang sesuai agama/
kepercayaan pasien dan keluarga pasien
b. Rohaniawan non muslim dapat dihubungi melalui RS Islam Jemursari
atau disediakan oleh pasien dan keluarga pasien sendiri.
c. Apabila rohaniawannya sudah datang, Petugas Bina Rohani dan Petugas
Ruangan memastikan prosesi keagamaannya tidak menganggu pasien
lain dan lingkungan RS Islam Jemursari
6. Memberi teguran apabila prosesi keagamaan yang dilakukan
menganggu pasien lain atau lingkungan RS Islam Jemursari
7. Meminta bantuan bagian keamanan apabila dinilai perlu guna
ketertiban lingkungan RS Islam Jemursari dan kenyamanan pasien
8. Apabila Pasien Non Muslim tidak memerlukan pelayanan rohani secara
khusus, maka petugas Bina Rohani cukup memberi motivasi kepada
pasien dan doa kesembuhan secara umum.
18

I.

PELAYANAN BINROH KEPADA KELUARGA PASIEN YANG MENJENGGUK


1. Kepada keluarga pasien yang menjenguk, petugas Bina Rohani memberi
arahan agar kelurga yang datang dengan sikap yang khidmat mendoakan
kepada pasien semoga lekas sembuh, dengan kemampuan bahasanya masingmasing. Atau jika perlu petugas Bina Rohani yang membacakan doanya,
para keluarga yang mengamininya, umpamanya membaca do'a :











Ya Allah, berikanlah kami kesembuhan. Engkau Maha Pemberi
kesembuhan. Tiada yang dapat menyembuhkan melainkan
Engkau, dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit
lagi.
Petugas Bina Rohani meyampaikan bahwa orang yang sakit sebaiknya
berkeyakinan bahwa penyakit yang diberikan Allah SWT kepadanya
merupakan rahmat yang besar. Dengan pikiran yang jernih, insya Allah kita
akan dapat menemukan hikmah yang tersembunyi di balik semua jenis
penyakit. Dengan penyakit itu, kita memperoleh keuntungan yaitu dosadosa kita akan diampuni Allah. Demikian juga dosa keluarga kita yang ikut
direpotkan karenanya. Karena rasa sakit, kita akan menjadi semakin
banyak mengingat Allah.Tidak ada kemuliaan melebihi kesediaan
seseorang untuk mengingat Allah. Kedatangan anggota keluarga untuk
menjenguk juga berkah yang besar untuk membangun keutuhan
persaudaraan di antara mereka. Dengan sakit kita harus terus menerus
secara khidmat memohon kepada Allah SWT agar diberi kesabaran
menghadapi penyakit dan segera diberi kesembuhan Kepada keluarga yang
diberi ijin untuk menunggu pasien, Petugas Bina Rohani perlu menyarankan
agar keluarga menjaga pasien didasari atas keikhlasan dan kesabaran, karena
hal tersebut termasuk ibadah, apalagi anak terhadap orang tuanya.
3. Jika pasien sudah dalam keadaan kritis, sudah tidak ada harapan untuk
sembuh, petugas Bina Rohani menasehatkan kepada para keluarga yang
menunggui, agar jangan panik dan bingung, akan tetapi agar bertawakkal
berserah din kepada Allah sambil terus mendo'akan pasien
4. Perlu diingatkan pula kepada para keluarga yang menjenguk pasien, agar
senantiasa menjaga ketenangan suasana, jangan bersuara keras, jangan
gaduh dan jangan bergurau atau melakukan sesuatu yang akan
mengganggu suasana/ketenangan pasien.
2.

J.

PEMULASARAN JENAZAH
Perawatan Jenazah Tidak Disucikan
1. Petugas Bina Rohani memberikan motivasi kepada keluarga pasien (apabila
keluarga masih resah)
2. Perawat membersihkan dan mengkafani Jenazah
3. Petugas Bina Rohani menghubungi helper dan driver untuk konfirmasi pengantaran
jenazah
4. Helper bersama petugas Bina Rohani mengantar jenazah sampai ke ambulans
19

5. Petugas Bina Rohani memimpin doa pemulangan Jenazah :


Allahummaghfir Lahu, Warhamhu, Waaafihi Wafuanhu, Wajalil Jannata
Mawaahu
6. Jenazah diantar oleh Driver ke rumah duka, setelah 2 jam dinyatakan meninggal
oleh Dokter
7. Keranda dikembalikan oleh helper ke kamar Jenazah
Perawatan Jenazah Disucikan
1. Petugas Bina Rohani memberikan motivasi kepada keluarga pasien (apabila
keluarga masih resah)
2. Petugas Bina Rohani menghubungi petugas helper dan sopir untuk konfirmasi
pengambilan jenazah di ruang rawat inap ke kamar jenazah dan pemakaian
ambulans beserta surat pengantarnya dan berkoordinasi dengan petugas ruang rawat
inap untuk penyelesaian administrasi keuangannya
3. Petugas Bina Rohani menghubungi modin untuk melakukan perawatan jenazah
sbb :
- Modin untuk jenazah laki-laki
1. Sunyoto
Alamat : Jl. Panjang Jiwo Lebar No. 52 Surabaya
Telp/HP : 031 8438366 / 087851177737
2. Muhtar
Alamat : Jl. Jetis Kulon I/74 Surabaya
Telp/HP : 031 8287886 / 085102735650
- Modin untuk jenazah perempuan
1. Sumarlik
Alamat : Jl. Panjang Jiwo Lebar No. 52 Surabaya
Telp/HP : 031 8438366 / 087851177737
2. Hj. Taslimah
Alamat : Jl. Wonocolo Pabrik Kulit 102 Surabaya
Telp/HP : 031 8417431 / 083830153150
4. Jenazah dikirim oleh Helper ke kamar jenazah beserta surat penyerahan Jenazah
5. Apabila jenazah telah berada di kamar jenazah dan modin telah hadir, maka
perawatan jenazah dapat dilakukan
6. Petugas Bina Rohani meminta anggota keluarga pasien yang meninggal untuk
menjadi saksi atau ikut memandikan jenazah agar tidak terjadi fitnah, terlebih pada
pasien yang meninggal akibat kecelakaan atau darahnya masih mengucur
7. Petugas Bina Rohani memberi penjelasan bahwa pada kondisi pasien seperti
tersebut di atas, maka lapisan kain kafan kedua diberi plastik, agar kain kafannya
tidak terkena darah.
8. Petugas Binroh memandu proses pensucian Jenazah
9. Apabila keluarga menghendaki maka setelah proses pensucian jenazah
selesai, Jenazah dipindahkan ke keranda untuk disholati
dan dibacakan surah Yasin, Tahlil dan doa
10. Petugas Helper bersama petugas Bina Rohani mengantar jenazah sampai ke
ambulans
11. Petugas Bina Rohani memimpin doa pemulangan Jenazah :
Allahummaghfir Lahu, Warhamhu, Waaafihi Wafuanhu, Wajalil Jannata
Mawaahu
12. Jenazah diantar oleh Sopir ke rumah duka, setelah 2 jam dinyatakan meninggal oleh
Dokter
13. Keranda dikembalikan oleh helper ke kamar Jenazah
K. PELAYANAN KONSULTASI UNTUK PASIEN DAN KELUARGANYA

20

1. Petugas Bina Rohani mencatat data pasien atau keluarganya yang meminta
konsultasi beserta pelaksanaan konsultasi

2. Masalah yang dikonsultasikan bisa pribadi atau masalah keagamaan


3. Tempat konsultasi dapat dilakukan di ruang perawatan pasien atau secara khusus
di ruang kerohanian RS Islam Jemursari

4. Konsultasi dilaksanakan
5. Petugas Bina Rohani memantau hasil perkembangan bimbingan apabila pasien
masih menjalani rawat inap

2.

PELAYANAN KEROHANIAN KARYAWAN


A. DOA PAGI DAN SORE

Petugas Bina Rohani melaksanakan do'a bersama, dengan membaca teks doa yang
telah disediakan sesuai dengan harinya, melalui speaker sentral RS Islam Jemursari,
dengan jadwal sbb :
Do'a pagi dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB
Do'a sore dilaksanakan pada pukul 17. 00 WIB
B. PENGAJIAN RUTIN

1. Petugas Bina Rohani menyusun jadwal pengajian rutin yang dilaksanakan setiap
hari Rabu pertama dan ketiga setiap bulannya selama satu tahun

2. Petugas Bina Rohani berkoordinasi dengan Tamir Masjid RS Islam Jemursari dan
3.
4.
5.
6.
7.
8.

memberi surat permohonan untuk memberikan pengajian kepada Muballigh sesuai


jadwal yang telah dibuat
Petugas Bina Rohani mengingatkan Muballigh sesuai jadwal, dua hari sebelum
pengajian dilaksanakan
Petugas Bina Rohani membuat undangan pengajian dan mengedarkan undangan
tersebut kepada para karyawan
Petugas Bina Rohani mempersiapkan pelaksanaan pengajian
Karyawan mengikuti sholat Dhuhur berjama'ah
Pengajian dilaksanakan dan dilanjutkan dengan tanya jawab
Menjelang akhir tahun, Petugas Bina Rohani mengedarkan angket tentang
Muballigh yang telah menyampaikan materi di Masjid RS Islam Jemursari,
kemudian hasilnya dievaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya

C. KHATMIL QURAN
1. Petugas Bina Rohani m embuat jadwal khatmil quran (waktu pelaksanaan
pada setiap hari Jumat dan nama peserta) dalam satu bulan dan diedarkan kepada
Unit Kerja di jajaran RS Islam Jemursari pada awal bulan
2. Petugas Bina Rohani mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan di dalam
pelaksanaan khatmil quran termasuk absensi
3. Setelah sholat Jumat, khatmil quran dilaksanakan dengan ketentuan masing-masing
pegawai yang telah terjadwal membaca satu juz alquran
4. Diakhiri dengan do'a khatmil quran yang juga diperdengarkan diseluruh ruangan RS
Islam Jemursari
5. Petugas Bina Rohani membuat evaluasi kehadiran peserta setiap akhir
bulan untuk penyusunan jadwal khatmil quran selanjutnya
D. SHALAT TASBIH, SHALAT HAJAD DAN ISTIGHOSAH
21

1. Petugas Bina Rohani membuat jadwal shalat Tasbih, shalat Hajat dan Istighosah

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

(waktu pelaksanaan pada setiap hari Rabu keempat dan nama peserta) dalam satu
bulan dan diedarkan kepada Unit Kerja di jajaran RS Islam Jemursari pada awal
bulan
Petugas Bina Rohani mengingatkan para Karyawan untuk mengikuti shalat Tasbih,
shalat Hajat dan Istighosah melalui telpon, sehari sebelum pelaksanaan kegiatan
Petugas Bina Rohani mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan di dalam
pelaksanaan shalat Tasbih, shalat Hajat dan Istighosah termasuk absensi
Karyawan mengikuti sholat Dhuhur berjama'ah
Setelah sholat Dhuhur berjama'ah, dilanjutkan dengan penjelasan tata cara shalat
Tasbih dan shalat Hajat. Kemudian dilaksanakan shalat Tasbih empat rakaat dan
shalat Hajat dua rakaat
Setelah pelaksanaan shalat, dilanjutkan dengan Istighosah
Diakhiri dengan do'a
Petugas Bina Rohani membuat evaluasi kehadiran peserta setiap akhir
bulan untuk penyusunan jadwal shalat Tasbih, shalat Hajat dan Istighosah
selanjutnya

E. PELAYANAN KONSULTASI UNTUK KARYAWAN


1. Karyawan menghubungi Petugas Bina Rohani untuk berkonsultasi
2. Konsultasi dilaksanakan di Ruang Klinik Kerohanian sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan

3. Petugas Bina Rohani memantau hasil perkembangan bimbingan yang telah


diberikan

F. TES KEAGAMAAN KARYAWAN


1. Unit PSDM berkoordinasi dengan Unit Bina Rohani terkait pelaksanaan
rekruitmen/seleksi calon Karyawan

2. Peserta dipersilahkan mengambil tempat yang telah disediakan


3. Setelah tes tulis selesai, maka dilanjutkan dengan tes lisan
4. Nilai tes masing-masing peserta diagendakan dan dicatat di buku laporan, kemudian
hasilnya diserahkan kepada Unit PSDM

G. ORIENTASI PELAYANAN ISLAMI BAGI MAHASISWA PRAKTEK


1. Petugas Bina Rohani berkoordinasi dengan Unit Kemitraan dan Penelitian terkait
pelaksanaan orientasi pelayanan islami bagi Mahasiswa Praktek

2. Orientasi pelayanan islami dilaksanakan


3. Pelaksanaan orientasi dan jumlah peserta diagendakan dan dicatat di buku laporan
H. ORIENTASI PELAYANAN ISLAMI DAN IMPLEMENTASI BUKU PEDOMAN
AKHLAQ SDI BAGI KARYAWAN BARU
1. Petugas Bina Rohani berkoordinasi dengan Unit PSDM terkait pelaksanaan
orientasi pelayanan islami dan Implementasi Buku Pedoman Akhlaq SDI bagi
karyawan baru
2. Orientasi pelayanan islami dan Implementasi Buku Pedoman Akhlaq SDI
dilaksanakan
3. Pelaksanaan orientasi dan nama peserta diagendakan dan dicatat di buku laporan

I. TES IMPLEMENTASI DOA


1. Petugas Bina Rohani berkoordinasi dengan Unit PSDM terkait pelaksanaan
implementasi doa yang dilaksanakan bagi semua Karyawan yang akan
22

menghadapi proses kepegawaian


2. Tes Implementasi Doa dilaksanakan
3. Pelaksanaan Tes Implementasi Doa dan nama peserta diagendakan dan dicatat di
buku laporan

J. KURSUS BACA TULIS ALQURAN


1. Petugas Bina Rohani membuat surat edaran terkait pelaksanaan kursus membaca
dan menulis Alquan bagi semua Karyawan yang menginginkan untuk mengikuti
kursus tersebut dengan mengisi form kesediaan
2. Petugas Bina Rohani membuat jadwal pelaksanaan kursus sesuai dengan kesepakatan
3. Kursus membaca dan menulis Alquan dilaksanakan
4. Pelaksanaan kursus membaca dan menulis Alquan dan nama peserta diagendakan
dan dicatat di buku laporan
K. PELEPASAN PEMBERANGKATAN HAJI/UMROH
1. Petugas Bina Rohani berkoordinasi dengan Bagian SDM terkait Karyawan yang
akan melaksanakan Ibadah Haji/Umroh
2. Petugas Bina Rohani membuat proposal tentang penyelenggaraan pelepasan
tersebut ditujukan kepada Direktur RS Islam Jemursari untuk mendapat persetujuan
3. Setelah proposal disetujui, Petugas Bina Rohani mempersiapkan segala sesuatu
yang terkait dengan pelaksanaan pelepasan tersebut
4. Pelepasan pemberangkatan Haji/Umroh Karyawan dilaksanakan
5. Pelaksanaan Pelepasan Pemberangkatan Haji/Umroh dan nama Karyawan yang
berangkat Haji/Umroh diagendakan dan dicatat di buku laporan

L. SOSIALISASI BUKU FIQIH MEDIS


1. Petugas Bina Rohani berkoordinasi dengan Bagian SDM terkait pelaksanaan
sosialisasi fiqih medis
2. Petugas Bina Rohani membuat proposal tentang penyelenggaraan sosialisasi
tersebut ditujukan kepada Direktur RS Islam Jemursari untuk mendapat persetujuan
3. Setelah proposal disetujui, Petugas Bina Rohani mempersiapkan segala sesuatu
yang terkait dengan pelaksanaan sosialisasi tersebut
4. Sosialisasi Fiqih Medis dilaksanakan
5. Pelaksanaan Sosialisasi Fiqih Medis dan nama Karyawan yang mengikuti
diagendakan dan dicatat di buku laporan

M.
SOSIALISASI ASWAJA AN NAHDLIYAH
1. Petugas Bina Rohani berkoordinasi dengan Bagian SDM terkait pelaksanaan
sosialisasi Aswaja An Nahdliyah

2. Petugas Bina Rohani membuat proposal tentang penyelenggaraan sosialisasi


tersebut ditujukan kepada Direktur RS Islam Jemursari untuk mendapat persetujuan

3. Setelah proposal disetujui, Petugas Bina Rohani mempersiapkan segala sesuatu


yang terkait dengan pelaksanaan sosialisasi tersebut
4. Sosialisasi Aswaja An Nahdliyah dilaksanakan
5. Pelaksanaan Aswaja An Nahdliyah dan nama
diagendakan dan dicatat di buku laporan

Karyawan yang mengikuti

23

BAB IV
DOKUMENTASI
Dokumen Pelayanan Kerohanian adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Formulir Pelaksanaan Bimbingan Rohani


Formulir Permohonan Bimbingan Rohani Pasien Non Muslim
Formulir Pelayanan Khusnul Khotimah (Tahap Terminal)
Formulir Tes Keagamaan Karyawan
Formulir Tes Implementasi Doa
SPO Pelayanan Kerohanian

24

25

FORM PERMOHONAN BIMBINGAN ROHANI PASIEN NON MUSLIM


RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI
Saya yang bertandatangan dibawah ini :
Nama
Alamat
Hubungan

:................................................................................
: ...............................................................................
: Suami / Istri / Anak / Ayah / Ibu / ....................................

Menerangkan bahwa pasien dengan :


Nama Pasien
Nama Ibu Kandung
No. ID / Registrasi
Agama

: ............................................................................
: ............................................................................
: ............................................................................
: ............................................................................

Benar-benar membutuhkan bimbingan rohani yang sesuai dengan agama dan


kepercayaan kami guna menunjang kesehatan spiritual pasien.
2. Memohon diperbolehkan mendatangkan rohaniawan kami di RS Islam Jemursari.
3. Bimbingan rohani ini akan kami laksanakan tanpa melanggar syarat dan ketentuan
yang telah ditetapkan oleh RS Islam Jemursari.
1.

Syarat dan ketentuan :


a. Pasien/keluarga pasien non muslim wajib mengisi Form Permohonan Bimbingan
Rohani Pasien.
b. RS Islam Jemursari memberikan layanan rohani 5 agama dan memperbolehkan
mendatangkan rohaniawan yang sesuai agama/kepercayaan pasien dan keluarga
pasien
c. Rohaniawan non muslim dapat dihubungi melalui RS Islam Jemursari atau
disediakan oleh pasien dan keluarga pasien sendiri
d. Apabila rohaniawannya sudah datang petugas Bina Rohani dan petugas Ruangan
memastikan prosesi keagamaannya tidak mengganggu pasien lain dan lingkungan
di RS Jemursari.
e. Form permohonan bimbingan rohani Pasien Non Muslim berlaku untuk satu kali
permintaan

Surabaya, ..........................
Petugas Bina Rohani

Keluarga pasien

_____________________

___________________

26

FORM PELAYANAN KHUSNUL KHOTIMAH (TAHAP TERMINAL)


RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI
Menerangkan bahwa pasien dengan :
Nama
Nomor Register
Alamat

: ...........................................................................
: ...........................................................................
: ...........................................................................

Telah
mendapatkan
dilakukan pada :
Hari, Tanggal
Pukul
Ruang

pelayanan

khusnul

khotimah (tahap terminal)

yang

: ...........................................................................
: ...........................................................................
: ...........................................................................
Surabaya, ...........................

Petugas Bina Rohani

Keluarga pasien

_____________________

___________________

27

LAPORAN HASIL WAWANCARA


Telah dilaksanakan wawancara atas :
Nama

: ............................................................................

Umur

: ............................................................................

Alamat

: ............................................................................

Ijazah Terakhir

: ............................................................................

Pendidikan

: ............................................................................

Tanggal Wawancara

: ............................................................................

Kesimpulan

.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................

1. Diusulkan untuk melanjutkan tes berikutnya


2. Diusulkan untuk dapat diproses/ditindaklanjuti sebagai :...............................
Demikian, atas kerjasamanya disampaikan terima kasih.
Surabaya, ...................................
Bagian/Unit .................................

28

(............................................)
LAPORAN HASIL TES IMPLEMENTASI
PEDOMAN AKHLAK SUMBER DAYA INSANI / DOA
Telah dilaksanakan tes implementasi pedoman akhlak SDI / doa kepada :
Nama

: .

Unit Kerja

: .

Umur

: .

Alamat

: .

Pendidikan

: .

Tanggal Tes

: .

Kesimpulan :

1. Doa ketika bertemu dan menerima tamu

: .

2. Doa ketika melakukan tindakan dan sesudahnya

: .

3. Doa ketika menyuapkan makanan dan sesudahnya

: .

4. Doa ketika memasukkan obat

: .

5. Doa masuk dan keluar kamar mandi

: .

6. Doa untuk kemudahan persalinan

: .

7.

: .

Doa untuk bayi yang baru lahir

8. Doa mengendalikan marah

: .

9. Doa untuk keluarga yang berduka

: .

10. Doa untuk anak kecil yang wafat

: .

11. Doa agar yang dilakukan tidak membahayakan diri/pasien

: .

12. Doa ketika menerima sesuatu

: .

13. Doa menjelang operasi

: .

14. Doa memohon kesembuhan

: .

15. Doa melepas pasien pulang

: .

16. Doa Qunut

: .

1.
2.

Diusulkan untuk melanjutkan tes berikutnya


Diusulkan untuk dapat diproses/ditindaklanjuti sebagai :...............................

Surabaya.,..
Unit..
29

( .)

30

Anda mungkin juga menyukai