Anda di halaman 1dari 68

OPTIMALISASI PENDAYAGUNAAN POTENSI ALAM DAN

SOSIAL KEMASYARAKATAN DESA TLOGOPAKIS


PETUNGKRIYONO

Diajukan kepada Calon Donatur


Untuk dilaksanakan sebagai KKN PPM

Diusulkan Oleh :
Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A.

FAKULTAS ILMU BUDAYA


UNIVERSITAS GADJAH MADA

LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul KKN PPM

: Optimalisasi Pendayagunaan Potensi Alam dan


Sosial Kemasyarakatan Desa Tlogopakis
Petungkriyono

2. Lokasi (Kec/kab/prop)

: Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah

3. Penanggung Jawab
Nama

: Dr. Pujo Semedi H. Yuwono, M.A.

Jabatan/pangkat/gol

: Dosen/LektorKepala/IIID

Alamat

: Perum IDI No. 36, Jl Kaliurang Km 14,


Umbulmartani, Ngemplak, Sleman

Telepon

: (0274) 895604

e-mail

: widuri@indosat.net.id

4. Fak/Jur Pengusul

: Fakultas Ilmu Budaya / Antropologi Budaya

5. Lembaga/institusi mitra
Nama Lembaga

:1. Pemkab Pekalongan


2. Komuniti Forestri (KF)

Penanggung Jawab : Thomas Hari Adi


Alamat

: Kulu Baru RT 01 RW 01 Kulu, Karanganyar,


Pekalongan, Jawa Tengah

Telp. / Hp

: (0285) 381894 / 08157714449

Bidang Kerja/Usaha : LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)


6. DPL yang diusulkan

: Dr. Pudjo Semedi H. Yuwono, M.A.


Fakultas Ilmu Budaya

7. Jumlah Mahasiswa

: 35 orang

8. Biaya yang Diusulkan


Jumlah Total Biaya
9. Periode Pelaksanaan

: Rp 88.403.800,: 1 Juli 1 September 2008

Mengetahui/Menyetujui

Yogyakarta, 11 Maret 2008

Dekan Fakultas

Penanggung Jawab

(Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., M.A.)


NIP 130779436

(Dr. Pujo Semedi H. Yuwono, M.A. )


NIP 132014861

INFORMASI DASAR ORGANISASI


Nama Lembaga Pengusul : LP3M FIB-UGM
Alamat

: Jl. Nusantara No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Status Organisasi

: Unit FIB-UGM

Lembaga Mitra

: a. Komuniti Forestri
b. Pemkab Pekalongan

Profil Komuniti Forestri


a. Legalitas Lembaga
Nama Lembaga

: LSM Komuniti Forestri (KF)

Legalitas

: Badan Hukum Akte Notaris No. 2 Tanggal 15 Feb 2005


Notaris Drs. Sutjahjo Srudji, SH

Tahun Berdiri

: 13 Mei 2002

Alamat

: Dusun Kulu Baru RT 01 RW 01 Kulu, Karanganyar,


Pekalongan. Jawa Tengah

Telp. & fax

: (0285) 381894 & Fax : (0285) 434772

e-mail

: kfkalongan@yahoo.com

Ketua/Direktur

: Thomas Hari Adi,

Hp

: 08157714449,

Fax

: (0285) 434772

Sekretaris

: Wahudi

Bendahara

: Kurniani W

Hp

: 0815 75737394

b. Rencana Induk Pengembangan


1. Visi dan Misi
1.1. Visi
Menjadi Lembaga pemberdayaan dan pencerdasan masyarakat dalam
tatakelola sumberdaya alam yang berkelanjutan bagi kepentingan
kesejahteraan masyarakat.

1.2. Misi
i. Melakukan usaha-usaha fasilitasi pengembangan kecakapan hidup
yang berbasis potensi lokal, melalui kegiatan pendampingan, pelatihan,
pendidikan dan pembelajaran bersama bagi mewujudkan tatakelola
sumberdaya alam yang baik.
ii. Mengupayakan kegiatan pemberdayaan masyarakat kawasan sekitar
hutan khususnya kaum miskin, kelompok perempuan dan pemuda
putus sekolah guna meningkatkan kualitas SDM mereka agar mampu
mengakses potensi sumberdaya alam di wilayahnya.
iii. Mengembangkan model-model pendekatan pembelajaran life-skill bagi
kepentingan peningkatan kapasitas SDM masyarakat sekitar hutan baik
dalam manajemen pengelolaan hutan dan sumberdaya alam, inovasi
metode dan teknik pembelajaran, maupun kualitas hasil pembelajaran.
2. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus
2.1. Tujuan Umum
Tujuan umum pengembangan program LSM KF adalah untuk memastikan
berjalannya proses-proses pembelajaran dalam masyarakat sekitar
kawasan hutan yang dibangun secara mandiri, bagi kepentingan
peningkatan

kapasitas

masyarakat

lokal

dalam

perbaikan

dan

pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya hutan, untuk menjamin


kesejahteraan hidup masa kini dan masa mendatang.
2.2. Tujuan Khusus
- Mengembangkan ketrampilan kecakapan hidup dalam pengelolaan
sumberdaya lokal, melalui fasilitasi penyelenggaraan pelatihan dan
pendidikan kepada masyarakat pedesaan dan sekitar hutan.
- Melakukan usaha-usaha penyebaran informasi dan promosi guna
meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat, pemerintah,
pengusaha, serta pihak-pihak terkait lainnya tentang pentingnya
investasi pendidikan bagi peningkatan kesejahteraan dan perbaikan
kehidupan di masa depan.

- Mengembangkan uji coba-uji coba teknik dan inovasi pembelajaran


lifeskill, melalui penyelanggaraan riset dan praktek-praktek terapan bagi
pengembangan

tool,

metodologi

dan

pendekatan

pembelajaran,

khususnya bagi peningkatan kapasitas SDM masyarakat sekitar hutan.


- Membangun hubungan kemitraan dan kerjasama dengan masyarakat,
pemerintah dan dunia usaha dan pihak-pihak terkait lainnya dalam
rangka mengembangkan jaringan dan meningkatkan dukungan bagi
pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
3. Program Kerja Jangka Panjang
Sebagai upaya mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan, maka dalam 5
tahun ke depan LSM Komuniti Forestri akan melakukan berbagai program yang
telah dirumuskan sebagai Program Kerja Jangka Panjang

2006 2011

sebagai berikut :
3.1. Pengembangan Model-model Pembelajaran Life Skill Berbasis
Potensi Lokal
- Melakukan riset dan praktek lapangan bersama masyarakat desa bagi
keperluan pengembangan metode, tool dan manual dan teknik-teknik
fasilitasi bagi proses-proses pembelajaran masyarakat, khususnya
peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya
lokal.
- Menambah secara bertahap desa-desa model yang menjadi situs
pembelajaran pengelolaan sumberdaya lokal berdasarkan keragaman
potensi lokal yang dimilikinya. Sampai dengan tahun 2010 diharapkan di
Kabupaten Pekalongan telah ada 5 situs desa model pembelajaran
yaitu Desa Agroforestri di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar, Desa
Ekowisata di Desa Curug Muncar, Kecamatan Petungkriyono, Desa
Wanafarma, di Desa Tambakroto, Kecamatan Kajen, Desa Wanamina
di Desa Bedagung, Kecamatan Paninggaran.
- Mengembangkan pelayanan informasi IPTEK secara bertahap, melalui
penyediaan kelengkapan sarana perpustakaan, jaringan internet dan
pelayanan Web-site, sehingga diharapkan pada tahun 2010, LSM
Komuniti Forestri telah menjadi salah satu pusat informasi bagi
pengembangan inovasi pengelolaan sumberdaya alam di kawasan
Pantura.

3.2. Meningkatkan

Kapasitas

dan

Kapabilitas

Tutor,

Trainer

dan

Fasilitator dalam Bidang Pendidikan Life Skill.


-

Menyelenggarakan pelatihan TOT bagi Tutor, trainer dan fasilitator


LSM Komuniti Forestri

dengan menghadirkan Nara Sumber dan

Fasilitator dari Perguruan Tinggi.


-

Mengirimkan Tutor/Trainer dan fasilitator LSM Komuniti Forestri dalam


pelatihan-pelatihan pengembangan kapasitas baik yang dilakukan
oleh pemerintah, perguruan tinggi maupun lembaga lainnya secara
bertahap.

Melakukan riset dan praktek uji coba bagi inovasi pengembangan


metode dan pendekatan pembelajaran maupun inovasi jenis-jenis
ketrampilan life-skill dalam bidang pengelolaan sumberdaya alam dan
sumberdaya hutan.

3.3. Membangun Kemitraan Usaha dan Jaringan Kerjasama


-

Mengembangkan dan memperkuat kemitraan dan jaringan kerjasama


dengan pemerintah daerah, Lembaga Pendidikan, Perguruan Tinggi,
pengusaha

di

sektor

agroindustri,

kehutanan,

pertanian

dan

peternakan dalam rangka penguatan kelembagaan dan kepentingan


penyaluran tenaga kerja warga belajar.
-

Mengembangkan usaha ekonomi bersama baik dengan masyarakat,


pengusaha maupun pihak-pihak lain dalam bidang pengelolaan hasil
hutan dan produk lokal usaha pertanian, peternakan, perikanan dan
jasa lingkungan seperti penyelenggaraan ekowisata.

4. Pendanaan
Pendanaan untuk mendukung kegiatan dan pengembangan program LSM
Komuniti Forestri, harapannya dapat dipenuhi dari sumber-sumber :
1. Penyisihan sebagian hasil usaha penyelenggaraan kemitraan usaha
fasilitasi, pelatihan.
2. Penyisihan dari hasil keuntungan usaha kelompok yang dikembangkan
bersama masyarakat.
3. Bantuan atau subsidi dari pemerintah untuk penyelenggaraan program dan
penyediaan sarana pendidikan.

4. Donatur tidak mengikat baik dari perorangan, lembaga maupun pihak


swasta

guna

mendukung

pengembangan

program-program

yang

dikembangkan oleh LSM Komuniti Forestri.


c. Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
Tenaga pendidikan yang ada dalam lembaga kami terdiri dari 7 orang yang terdiri
dari 2 orang DIII bidang kehutanan, 2 orang Sarjana Kehutanan, 1 orang Sarjana
Ilmu Sosial (Antropologi) dan 2 orang Sarjana Pendidikan, yang memiliki
kompetensi dan pengalaman rata-rata 5 tahun dalam bidang pemberdayaan
masyarakat dan pendidikan life-skill, khususnya untuk peningkatan produk lokal di
kawasan pedesaan.
d. Pengalaman
1. Pendidikan kecakapan hidup pengelolaan dan pengolahan tanaman obat
2. Pendidikan kecakapan hidup budidaya Tanaman Nilam
3. Pelatihan manajemen kelompok tani
4. Pelatihan manajemen usaha produksi rumah tangga
5. Pelatihan manajemen credit union untuk masyrakat desa hutan
6. Pendidikan keterampilan pengolahan limbah kayu dan hasil hutan
7. Pendidikan Keterampilan Pembuatan Pupuk Organik
8. Pelatihan Pembuatan Mini Hidro bagi penyediaan sumber listrik masyarakat
terisolir
9. Pendampingan masyarakat desa hutan dalam program GERHAN/GNRHL
10. Pendampingan masyarakat desa hutan dalam program PHBM bersama
Perhutani
11. Pengembangan

Usaha

Ekowisata

Berbasis

Masyarakat

di

Kawasan

Petungkriyono, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan


Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur
12. Mengembangkan

Usaha

Perdagangan

Hasil

Hutan

Rakyat

dengan

bekerjasama PT DIPANTARA, Yogyakarta


13. Mengembangkan usaha penggemukan Ternak Sapi dengan bekerjasama Bank
Syariah Mandiri Pekalongan

14. Pengembangan Holtikultura Melon Merah Kerja sama dengan HPSP INA,
Kerajaan Belanda 2008
e. Kegiatan yang Sedang Dilakukan :
1. Peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan Hutan Rakyat, melalui
kegiatan pendampingan, pelatihan dan pendidikan pengembangan usaha
ekonomi lokal di 56 kelompok tani hutan rakyat di Kabupaten Pekalongan
bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten
Pekalongan periode Juni Oktober 2006.
2. Pendidikan Pengelolaan wisata perdesaan pada kelompok Ekowisata di
Kecamatan Petungkriyono, periode Juni Desember 2006, Kerjasama Kantor
Pariwisata Kabupaten Pekalongan.
3. Penulisan Modul Sekolah Lapang Komuniti Forestri dan Modul Monev
Partisipatif (Juni Agustus 2006) atas dukungan LATIN dan IDRC-Canada.

DESKRIPSI KEGIATAN
A. JUDUL
Optimalisasi Pendayagunaan Potensi Alam dan Sosial Kemasyarakatan Desa
Tlogopakis Petungkriyono

B. LOKASI
Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Propinsi Jawa
Tengah

C. BIDANG KEGIATAN KKN PPM


1. Prasarana Fisik (PF)
2. Peningkatan Produksi (PP)
3. Sosial Budaya (SB)
Kegiatan ini sesuai dengan tema : Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Alam dan Sosial
dalam Rangka Program Desa Mandiri Energi

D. LATAR BELAKANG
Masyarakat pedesaan dan pertanian di Pulau Jawa seringkali mengalamii
berbagai masalah yang begitu pelik. Kehidupan dengan sistem pertanian mereka yang
subsisten harus berhadapan dengan pertanian padat modal yang dijalankan oleh para
usahawan dengan modal yang besar atau bahkan kapitalis asing. Berbagai masalah
yang mereka alami tersebut diperparah dengan minimnya penguasaan teknologi dan
masih rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Permasalahan ini nampak sekali terutama di wilayah desa Tlogopakis,
Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini
terletak di wilayah pegunungan Kendheng bagian utara yang merupakan bagian dari
wilayah Dieng. Rata-rata ketinggian daerah ini adalah 1000 m di atas permukaan laut.
Petungkriyono sendiri merupakan daerah paling terisolir kedua di Wilayah Jawa
Tengah setelah Karimunjawa. Ketika kota-kota dan pedesaan di wilayah lain sudah
mengambil ancang-ancang untuk menatap persaingan global, daerah ini seolah-olah
tetap tenang tanpa tahu masalah yang ada di sekitar mereka.
Akses jalan menuju Petungkriyono masih sulit karena harus melintasi hutan
belantara. Untuk menuju kota kecamatan terdekat diperlukan waktu tempuh sekitar
dua jam. Disinilah masalah yang muncul ketika terjadi hambatan terhadap arus
distribusi barang dan kualitas sumber daya manusia yang masih rendah. Akses yang

begitu sulit tersebut telah memaksa mereka untuk memanfaatkan potensi lingkungan
yang ada namun cenderung pada konsep eksploitatif. Meskipun mata pencaharian
utama mereka dalam bidang pertanian, mereka juga sangat tergantung pada hutan.
Hutan menjadi komplemen utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Eksploitasi
terhadap lingkungan menjadi jalan utama dalam membantu memenuhi kebutuhan
sehari-hari tersebut.
Apabila hal ini dibiarkan terus menerus, maka yang terjadi adalah krisis
lingkungan yang hebat karena keterbatasan kemampuan masyarakat dalam
pengelolaan sehingga mereka hanya mengeksploitasi tanpa mampu menjaga
kelestariannya. Eksploitasi terhadap lingkungan memiliki dampak yang begitu besar
terhadap kehidupan selanjutnya. Dampak langsung dari eksploitasi lingkungan adalah
tanah longsor, banjir, serta secara tidak langsung berdampak pada produktivitas
pertanian karena hutan yang gundul sehingga mengakibatkan kurangnya sumber daya
air untuk pertanian.
Deskripsi di atas merupakan gambaran umum keadaan lingkungan dan sosial
yang terjadi di kecamatan Petungkriyono. Desa Tlogopakis salah satu desa di
kecamatan Petungkriyonojuga mengalami keadaan yang serupa. Secara geografis,
desa Tlogopakis berada pada ketinggian sekitar 800m dpl. Diantara beberapa desa
yang ada di wilayah Petungkriyono, desa Tlogopakis merupakan daerah dengan
wilayah yang paling luas serta paling rendah. Posisi desa Tlogopakis berada di daerah
ngarai yang berimplikasi pada banyaknya tanah yang cukup datar yang dapat ditanami
padi secara intensif. Pertanian menjadi bagian utama dalam usaha memenuhi
kebutuhan hidup sehari hari. Hampir 97% masyarakatnya merupakan petani subisten
yang terutama menanam padi dan jagung. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
masyarakat di desa Tlogopakis juga sangat tergantung pada hutan seperti kayu untuk
membangun rumah dan kayu bakar. Tidak seperti di desa lain di wilayah
Petungkriyono yang sebagian besar terdiri dari lereng-lereng yang hanya bisa ditanami
jagung. Beberapa bagian desa tersebut sebenarnya juga memiliki wilayah perbukitan
yang ditanami pinus.
Dilihat dari data monografi, desa Tlogopakis memiliki jumlah penduduk yang
paling tinggi. Hal ini disebabkan kemampuan mereka dalam memaksimalkan lahan
pertanian yang ada untuk memenuhi kebutuhan pangan. Desa Tlogopakis terdiri dari
beberapa dusun yaitu Rowo, Kambangan, Sipetung, Karanggondang, Totogan,
Sawangan, dan Tlogopakis sendiri. Tujuh puluh persen wilayah ini merupakan hutan.
Ketergantungan masyarakat sekitar terhadap hutan sangat tinggi terutama untuk

kebutuhan sehari-hari seperti kayu bakar dan bahan bangunan. Hutan di wilayah ini
sebagian dikelola oleh negara dan sebagian dikelola oleh masyarakat sekitar. Hutan
yang dikelola oleh negara relatif terlindungi oleh aturan dan sanksi yang tegas
untukmencegah pengambilan kayu dari wilayah tersebut. Namun, di area hutan yang
dikelola oleh masyarakat, orang lebih leluasa menebang dan mengambil kayu.
Padahal hutan rakyat berada di lingkungan pemukiman masyarakat, akibatnya wilayah
pemukiman menjadi rawan bencana longsor.
Tingkat penggunaan kayu yang tinggi ini berkaitan langsung dengan sumber
utama energi rumah tangga. Dalam satu hari, setiap keluarga rata-rata menghabiskan
1 pikul kayu bakar, seberat 40 kg. Bila dihitung dalam sehari, maka Tlogopakis yang
memiliki lebih kurang 400 KK akan menghabiskan 16 ton kayu bakar. Konsumsi kayu
tersebut belum termasuk kayu yang dibutuhkan untuk pembangunan rumah dan alatalat yang lain.
Masyarakat desa Tlogopakis selain bekerja sebagai petani juga berprofesi
sebagai peternak sapi. Setiap KK rata-rata memelihara 3 ekor sapi. Kerja peternakan
ini memiliki potensi energi yang ternyata belum dimanfaatkan. Kotoran ternak hingga
sekarang baru sebatas untuk pupuk. Padahal apabila hal ini dapat dilakukan maka
setidaknya mampu mengurangi tingkat eksploitasi masyarakat Tlogopakis terhadap
lingkungan hutan disekitarnya.
Salah satu dusun di wilayah Tlogopakis bahkan mengalami keterasingan di
wilayah yang sudah terisolir. Untuk mencapai daerah tersebut diperlukan waktu sekitar
1.5 jam jika melalui jalan setapak dan 2 jam melalui jalan biasa. Hal ini karena jalan di
wilayah pegunungan cenderung memutar. Masalah ini masih ditambah dengan tidak
adanya jembatan yang merupakan sarana utama untuk menghubungkan dan
mendistribusikan barang. Daerah yang memiliki potensi pertanian aren ini seolah-olah
mengalami keterputusan akses terhadap dunia luar. Maka dari itu, pembuatan
jembatan juga sangat diperlukan dalam rangka memperlancar arus distribusi barang
hasil produksi masyarakat sekitar ke luar daerahnya.
Dari segi kebersihan lingkungan, masyarakat desa Tlogopakis masih kurang
begitu memperhatikan. Hal ini terlihat dari pola sanitasi yang masih memprihatinkan.
Tidak adanya tempat pembuangan sampah akhir, sistem saluran air yang semrawut,
lingkungan sekitar yang kurang terawat, bahkan warga belum memiliki kakus di rumah
masing-masing. Sehingga untuk kegiatan buang air besar masih dilakukan di sungai
atau di pinggir kolam ikan dengan kondisi tempat buang air besar yang masih sangat
sederhana.

10

Tentu saja hal ini berimbas pada kesehatan masyarakat. Misalnya terjadi
wabah penyakit gatal-gatal yang menyerang anak-anak. Imbas yang lain adalah
kualitas udara yang kurang baik. Kondisi ini diperparah dengan perilaku masyarakat
desa Tlogopakis yang masih kurang memperhatikan kesehatan badan. Misalnya saja
kebiasaan mereka yang hanya mandi sekali sehari, bahkan memotong kuku sekali
sebulan.
Sementara itu, kondisi pendidikan masyarakat desa Tlogopakis juga memiliki
permasalahan. Hal tersebut terkait dengan sarana prasarana yang masih minim.
Misalnya saja akses menuju sekolah yang cukup jauh, tenaga pengajar yang minim,
dan fasilitas penunjang yang masih kurang. Disisi lain, kurangnya kesadaran akan
pendidikan juga menjadi hal yang memperparah kondisi pendidikan disana.
Melihat permasalahan yang cukup kompleks tersebut, maka langkah-langkah
alternatif yang terintegrasi untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut kami rasa
harus

dipersiapkan.

Penyelesaian-penyelesaian

tersebut

menurut

kami

harus

didasarkan pada konsep-konsep berikut ini:


a. Mengurangi tekanan masyarakat terhadap lingkungan hutan.
b. Memperbesar potensi ekosistem dan ekonomi hutan.
c. Memperlancar arus kegiatan ekonomi masyarakat.
d. Mengembangkan pesan-pesan sosial akan arti penting hutan, dalam kaitannya
dengan relasi manusia dengan lingkungannya.
e. Mengembangkan pesan-pesan sosial akan arti penting kebersihan lingkungan,
kesehatan, dan pendidikan.
f.

Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan kebersihan


Masyarakat Desa Tlogopakis merupakan masyarakat yang secara langsung

berdampingan dengan ekosistem hutan. Posisi geografis yang menempatkan mereka


berada di tengah-tengah hutan telah membentuk konstruksi berfikir mereka menjadi
lebih adapatif terhadap pengelolaan sumber daya alam. Hal ini nampak dalam setiap
sisi kehidupan mereka dimana ada keterkaitan dengan keadaan tersebut mulai dari
politik, ekonomi dan sosial budaya.

E. TUJUAN
a. Melatih mahasiswa peka terhadap persoalan masyarakat dan belajar
bersamamasyarakat untuk membangun alternatif solusi bagi persoalantersebut.
b. Meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tlogopakis, Petungkriyono akan
arti penting hutan, dalam kaitannya dengan kelestarian lingkungan.

11

c. Meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tlogopakis, Petungkriyono akan


arti penting kebersihan lingkungan, kesehatan diri, dan kesehatan masyarakat.
d. Meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tlogopakis, Petungkriyono akan
arti penting pendidikan.
Dengan adanya perubahan-perubahan seperti yang hendak dicapai pada
uraian diatas, manfaat yang dapat diperoleh masyarakat Desa Tlogopakis,
Petungkriyono adalah:
Mengoptimalkan pendayagunaan potensi alam dan sosial kemasyarakatan
desa Tlogopakis demi terwujudnya masyarakat yang makmur dan dapat hidup
berdampingan secara harmonis dengan alam.

F. HASIL YANG DIHARAPKAN


a. Meningkatnya pemanfaatan sumber energi alternatif
b. Meningkatnya produktifitas lingkungan hutan dan menjaga kelestariannya
c. Makin lancarnya arus ekonomi masyarakat

G. LINGKUP KKN PPM


1. Kelompok sasaran
Masyarakat desa Tlogopakis terutama di dusun Sawangan, Tlogopakis, Karang
Gondang, dan Kambangan.
2. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi partisipatif KKN PPM
Pemilihan lokasi KKN tematik di Petungkriyono merupakan salah satu tindak
lanjut dari kegiatan penelitian lapangan serta pemberdayaan yang sudah dilaksanakan
sejak tahun 1983. penelitian dan pemberdayaan masyarakat yang telah berlangsung
selama ini membentuk hubungan serta komunikasi yang baik antara masyarakat
dengan mahasiswa dan menjadi modal penting bagi produktifitas pada kedua belah
pihak.
Seluruh kegiatan pemberdayaan masyarakat satu per satu: jaringan air bersih
di desa Yosorejo pada tahun 1985, mikro hidro pembangkit listrik di desa Kayupuring
pada tahun 1986, kepemimpinan masyarakat pada tahun 2001, kolam air deras pada
tahun 2006 dan mikro hidro di desa Rowo pada tahun 2007.
Tetapi ternyata masih banyak potensi lain yang belum dimaksimalkan dan
memerlukan bantuan pemikiran serta tenaga dari berbagai disiplin ilmu dalam ruang
lingkup Civitas akademik Universitas Gadjah Mada. Maka dari itu, kami mencoba untuk

12

mengusulkan program KKN Tematik dengan tema optimalisasi pendayagunaan


potensi lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari tema tersebut
akan dibuat beberapa subtema yang secara taktis langsung dapat diterapkan di
masyarakat. Keanggotaan tim itu sendiri terdiri dari mashasiswa Jurusan Antropologi
Budaya, Komunikasi, Kehutanan, Peternakan, Petanian, serta Teknik Arsitektur.
Komposisi anggota dari tim ini akan disesuaikan dengan kebutuhan serta program
yang telah direncanakan. Keseimbangan komposisi anggota tim juga menjadi prioritas
utama. Mengenai jadwal kegiatan serta berbagai program yang akan dilaksanakan,
secara lebih detail dan sistematis dapat dilihat dalam lampiran.
3. Kondisi Wilayah KKN (Berdasarkan Survey)
Desa Tlogopakis, Petungkriyono terletak di Pekalongan bagian selatan yang
masih merupakan deretan Dataran Tinggi Dieng. Untuk mencapai daerah ini cukup
sulit karena mesti melalui jalan-jalan yang terjal, rusak, dan rawan longsor.
Ditambah lagi dengan tidak adanya kendaraan umum yang lewat, perjalanan untuk
masuk ke Desa ini semakin sulit. Penduduk di sana rata-rata bermatapencaharian
sebagai petani subsiten, yaitu tanaman ditanam untuk dimakan sendiri, bukan untuk
dijual. Petani di sini hanya menanam 2 komoditas yaitu padi dan jagung. Di daerah ini,
penduduknya kurang menjaga kebersihan fisiknya karena daerahnya yang dingin.
Bahkan tempat MCK (Mandi Cuci Kakus) hampir tidak ada sama sekali, segala
kegiatan tersebut dilakukan di sungai yang masih jernih airnya. Di desa ini juga hanya
terdapat 4 SD dan 1 SMP, jadi tingkat pendidikan rata-rata penduduknya masih
rendah. PLN pun belum masuk ke Desa ini. Setiap rumah memiliki PLTA
(Pembangkit Listri Tenaga Air) sendiri yaitu berupa mikrohidro atau turbin. Foto-foto
survey bisa dilihat pada Lampiran 8.

H. METODE KKN PPM


1. PERSIAPAN
Persiapan meliputi:
a. Survei dan ke instansi-instansi terkait dan kelima dusun yang dijadikan sasaran
KKN di desa Tlogopakis.
b. Membangun hubungan kerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
c. Membangun kerjasama dengan berbagai dinas terkait, misalnya Dinas
Kehutanan Kabupaten Pekalongan, Dinas Pendidikan dan Pengajaran

13

Kabupaten Pekalongan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, dan Dinas


Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
d. Membangun kerjasama dengan sponsor untuk menyokong pendanaan
operasional kegiatan.
e. Membangun hubungan kerjasama dengan LSM bidang terkait, misalnya LSM
Komuniti Forestri, serta pihak-pihak yang dapat membantu penyediaan saranaprasarana yang diperlukan.
f.

Mempersiapkan tim KKN Desa Tlogopakis

g. Membagi tugas ke masing-masing anggota tim KKN


h. Menentukan jadwal kegiatan, dan alokasi anggaran.
i.

Menjalin kedekatan, hubungan baik, dan kerjasama dengan masyarakat desa


Tlogopakis.

2. PELAKSANAAN
Kegiatan

pemberdayaan

akan

dilaksanakan

menggunakan

metode

partisipatoris. Jadi, pelaksanaan program dilakukan dengan melibatkan masyarakat


setempat dan mahasiswa sebagai fasilitator. Untuk itu, diperlukan pendampingan
dalam setiap kegiatan agar dapat diketahui dinamika dari kegiata tersebut sehingga
dapat mewujudkan tujuan pemberdayaan. Adapun kegiatan yang kami rancang adalah
sebagai berikut:
No.

Nama Bidang
Program
(PF, PP, SB, KM)
1
Biogas
2
Rehabilitasi hutan Rehabilitasi
dan
persemaian
hutan
tanaman
Persemaian
tanaman
3
Pembuatan
Jembatan
4
Pemberdayaan
Penyebaran
potensi pertanian
Bibit tanaman
obat
Penyuluhan
manfaat
tanaman obat
Total Volume kegiatan

Volume
(JKEM)
8x184=1472
4x184=736

Keterangan

4x184=736
8x184=1472
3x184=552
3x184=552

n x JKEM

n = jumlah
mahasiswa

14

KEGIATAN UTAMA
Kegiatan utama dalam KKN ini ada 4, yaitu: rehabilitasi lahan dan
pemberdayaan potensi hutan yang akan dilakukan di dusun Karanggondang,
pembuatan unit pengolah biogas di dusun Tlogopakis, pembuatan jembatan di dusun
Sawangan, dan pendampingan kelompok kesenian di dusun Tlogopakis. Adapun
rincian kegiatan tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
a. Rehabilitasi lahan dan pemberdayaan potensi hutan
Pelaksanaan program ini akan dipusatkan di dusun Karanggondang, mengingat
potensi hutan yang demikian besar di desa tersebut. Program utama ini akan
dilaksanakan dengan pengembangan tanaman hutan produktif, menanam 5000 bibit
kemiri, pala, dan pucung. Tanaman ini diharapkan mampu untuk meningkatkan
ekonomi masyarakat karena menghasilkan buah yang dapat dipanen setiap tahunnya
untuk menambah penghasilan. Selain itu, dengan tanaman tersebut diharapkan setiap
warga memiliki tanggung jawab untuk merawat. Hal ini memungkinkan warga sekitar
untuk merawatnya karena tanaman ini produktif dan dapat dijadikan sebagai sumber
penghasilan tambahan yang dapat diandalkan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran warga desa
Tlogopakis pada umumnya --dusun Karanggondang pada khususnya-pentingnya kelestarian lingkungan.

Selain itu,

hal

ini

juga

akan

ditujukan untuk

meningkatlkan kesadaran warga akan potensi yang terkandung didalamnya, sehingga


diharapkan akan lahir masyarakat yang mampu mengoptimalkan potensi hutan serta
sadar lingkungan.
b. Pembuatan unit pengolah biogas
Program ini akan dilaksanakan di dusun Tlogopakis, mengingat jumlah ternak
sapi di dusun ini cukup banyak. Untuk itu, pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan
dasar biogas cocok diterapkan di daerah ini. Secara Teknis, untuk rumah tangga
berkapasitas digaster 6 m3 membutuhkan limbah kotoran dari 3 ekor sapi. Kegiatan ini
akan dilakukan untuk menghasilkan jenis bahan bakar alternatif. Diharapkan dengan
program ini penggunaan kayu bakar oleh warga dengan menebang pohon di hutan
akan berkurang.

15

c. Pembangunan Jembatan di Dusun Sawangan


Kegiatan yang bergerak dibidang prasarana fisik ini dilakukan di dusun
Sawangan. Kegiatan mencoba untuk memperlancar arus ekonomi warga desa
Tlogopakis dengan cara perbaikan akses sarana transportasi yang cukup penting,
yakni jembatan. Secara teknis, jembatan yang akan dibuat setiap panjang 5 meter dan
lebar 2,5 m yang dapat menahan beban hingga kapasitas 3 ton.
d. Pemberdayaan Potensi Pertanian
Kegiatan yang dilakukan dalam program ini berupa penyebaran bibit di
lingkungan sekolah dan rumah, penyuluhan tanaman obat serta pembagian booklet.
Kegiatan ini akan dipusatkan di dusun Kambangan. Proses yang dilakukan meliputi
pengadaan bibit, pengelompokan, sampai pembagiannya akan dijelaskan lebih detail
dalam bagan teknis program kerja.
Program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan sekolah dan
rumah warga dengan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sendiri maupun
diperdagangkan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi penduduk
sekitar atau dapat juga menjadi sarana P3K yang efisien dan efektif bagi penduduk.
Selain itu juga untuk mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan pada penduduk.
KEGIATAN PENDUKUNG:
Berikut adalah beberapa kegiatan pendukung yang kami miliki. Kegiatankegiatan yang meskipun sebagai penunjang namun memiliki arti penting demi
mencapai tujuan dari tema yang kami usung.
a. Pendampingan kelompok belajar
Kegiatan ini dilakukan oleh tim dengan melakukan pendampingan belajar
kepada anak-anak warga desa Tlogopakis. Kegiatan bersifat kegiatan belajar
tambahan yang dilakukan pada malam hari pada jam-jam wajib belajar.
Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung kegiatan belajar yang didapat oleh
anak-anak yang bersekolah di pagi harinya. Yang meskipun demikian, karena beragam
keterbatasan yang ada maka kondisi yang ada adalah kurang maksimalnya transfusi
ilmu pengetahuan dari lembaga pendidikan ke anak-anak. Diharapkan dengan
kegiatan, untuk selanjutnya setelah operasionalisasi KKN tercipta kultur Jam Belajar
Masyarakat di masyarakat.

16

b. Pemutaran film
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan hiburan sekaligus edukasi
bagi warga. Tidak terbatas pada anak-anak dan remaja tetapi juga bagi orang-orang
dewasa. Pemutaran yang dilakukan dilaksanakan secara bervariasi. Yakni dengan
memutarkan film-film hiburan seperti Denias, Petualangan Sherina, Burning Season.
Diharapkan dengan pemutaran film ini dapat memberikan hiburan sekaligus sebagai
sarana edukasi pada masyarakat. Pemutaran film ini dilakukan pada malam hari setiap
malam minggu di salah satu rumah warga.
c. Program kesehatan dan kebersihan sehari-hari
Kegiatan dilakukan sebagai usaha pelayanan pada warga. Selain itu, kegiatan ini juga
melibatkan warga sebagai pelaku pewujud kebersihan dan kesehatan. Kegiatan yang
akan dilakukan adalah mandi bersama untuk anak-anak, kerja bakti membersihkan
lingkungan sekitar, pembuatan tempat sampah akhir, Posyandu, demo masak tanpa
menggunakan vetsin, dan penanaman tanaman apotek hidup Tidak kalah pentingnya,
diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan semakin membuka cakrawala warga
akan pentingnya membiasakan diri hidup sehat.
d. Kegiatan TPA
Untuk mengembangkan pola hidup bersih dan sehat, cara lain yang hendak
kami terapkan adalah dengan melakukan kegiatan kerohanian pada anak-anak melalui
cerita-cerita tauladan, menyanyikan lagu-lagu Islami, belajar membaca iqra dan AlQuran. Diharapkan cara ini menjadi alternatif lain sebagai bentuk penyadaran, dari
dalam. Tentu saja pelaksanaan kegiatan ini juga atas pertimbangan untuk
memaksimalkan potensi sosial yang telah mereka miliki, misalnya aktivitas kerohanian
sekaligus kesenian rohani yang cukup kental. Kegiatan ini dilakukan pada sore hari
setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.
d. Lomba 17an Agustus
Kegiatan ini adalah kegiatan insidentil yang kami laksanakan karena bertepatan
pada momen HUT RI. Kegiatan ini dilaksanakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang
terdiri dari beberapa item kegiatan atau perlombaan, diantaranya lomba CCA, lomba
sepakbola antar dusun, lomba estafet karet, lomba menggambar dan mewarnai, lomba
mengarang bebas dan lomba-lomba lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk

menyemarakkan peringatan HUT RI di desa Tlogopakis, selain itu juga untuk

17

mempererat hubungan kekerabatan antar warga, sekaligus mempererat kedekatan


antara kami, tim KKN sebagai pendatang dengan warga setempat sebagai tuan rumah.
f. Pendampingan kelompok kesenian
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menggali atau mengoptimalkan potensi sosial
warga desa Tlogopakis, khususnya dusun Tlogopakis. Melalui kegiatan ini kami
mencoba menitikberatkan dan membuka cakrawala warga akan arti penting lingkungan
bagi kehidupan mereka. Konkretnya introduksi ide-ide pemeliharaan lingkungan
melalui seni membaca kidung, kuda kepang, ketoprak dan wayang kulit. Dalam
konteks ini, seni merupakan media penyalur nilai-nilai dalam masyarakat.

3. RENCANA KEBERLANJUTAN PROGRAM


Program KKN yang mengangkat masalah optimalisasi pendayagunaan potensi
alam dan sosial kemasyarakatan ini diharapkan dapat membentuk masyarakat dengan
sumber daya tinggi serta peduli lingkungan. Untuk itu, hal ini merupakan pekerjaan
yang panjang sehingga diperlukan program yang berkelanjutan. Adanya permasalahan
ini, maka perlu dibentuk masyarakat yang sadar akan sumber daya yang ada.
Hubungan kerjasama yang baik antara pihak mahasiswa (universitas), masyarakat
setempat, LSM, pemerintah daerah, dan sponsor swasta maupun individu merupakan
modal yang penting dalam konteks ini. Membangun kerjasama yang kuat merupakan
cara mewujudkan program ini sehingga tak akan menutup kemungkinan untuk
melanjutkannya ataupun mengangkat masalah-masalah lain pada masyarakat
Petungkriyono serta mencari solusi yang tepat.

18

4. MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM


Kegiatan

Rehabilitasi lahan
dan pemberdayaan
potensi hutan
Pembuatan biogas

Pembangunan
jembatan
Pemberdayaan
potensi pertanian

Kegiatan
pendukung

I.

Waktu Monitoring &


Evaluasi

Indikator
Keberhasilan Yang
Akan Diukur

Status Akhir Hasil


Pemantauan dan
Keterangan

2 minggu sekali tiap Benih tumbuh


hari sabtu
dengan subur
2 minggu sekali tiap Api menyala, pupuk
hari kamis
sisa biogas dapat
dimanfaatkan
2 minggu sekali tiap Jembatan berhasil
hari rabu
dibangun dengan
baik
2 minggu sekali tiap Kemampuan
hari minggu
masyarakat dalam
memanfaatkan
tanaman obat
bertambah
2 minggu sekali tiap Partisipasi
hari selasa
masyarakat yang
tinggi terhadap
kegiatan
pendukung yang
dilaksanakan

TEMPAT DAN WAKTU

1. Tempat Pelaksanaan KKN


No

Dusun

Desa

Kecamatan

Kabupaten

Sawangan

Tlogopakis

Petungkriyono

Pekalongan

Karang Gondang

Tlogopakis

Petungkriyono

Pekalongan

Tlogopakis

Tlogopakis

Petungkriyono

Pekalongan

Kambangan

Tlogopakis

Petungkriyono

Pekalongan

19

2. Waktu Pelaksanaan KKN PPM :


KKN ini dilaksanakan pada periode 1 Juli 1 September 2008, dengan jadwal kegiatan
sebagai berikut:
No
Uraian Kegiatan
1. Persiapan
a. Survey dan Perijinan
b. Rapat Tim
2.

Pelaksanaan
a.
Pembangunan Jembatan
b.
Pembuatan Biogas
c.
Rehabilitasi hutan:
- Penyuluhan
- Penanaman bibit tanaman
- Persemaian
d.
Pendampingan Kelompok
Kesenian
Ketoprak
Tarian untuk anak-anak
Wayang kulit
Kidungan
e.
Pendampingan Kelompok
Belajar
f.
Pengadaan Perpustakaan
g.
Pengadaan Mading
h.
Pemutaran Film
i.
Program kesehatan dan
kebersihan sehari-hari:
Mandi bersama untuk anak-anak
Pembuatan tempat sampah akhir
Penyuluhan kebersihan
Kerja bakti membersihkan desa
Tamanisasi halaman rumah
Perbaikan fasilitas MCK umum
Posyandu
Demo memasak tanpa vetsin
Penanaman tanaman apotek
hidup
j.
Kegiatan TPA
k.
Lomba 17an Agustus

Waktu
3x pada bulan April-Juni (1 bulan 1x)
1 Minggu 1x (April-Juni) setiap hari
Jumat
Bulan Juli-Agustus
Bulan Juli-Agustus
Bulan Juli-Agustus
Bulan Juli-Agustus
Bulan Juli
Bulan Juli-Agustus

1 minggu 6x
Minggu ke 3 bulan Juli
Minggu ke 4 bulan Juli
1 minggu 1x setiap malam minggu
Minggu ke 3 bulan Agustus
Minggu ke 1 bulan Agustus
Minggu ke 4 bulan Juli
Minggu ke 1 bulan Agustus
Minggu ke 1 bulan Agustus
Minggu ke 2 bulan Agustus
2 minggu sekali
2 minggu sekali
Minggu ke 4 bulan Juli
1 minggu 3x
Minggu ke 2 dan 3 bulan Agustus

20

3.

PEMBIAYAAN
Rencana Anggaran

No
1

Uraian Kegiatan
Persiapan
a. Pembekalan
b. Diskusi dan
Persiapan
c. Survey dan Perijinan
d. Proposal
e. Surat
Pelaksanaan
a. Kesekretariatan
Kertas HVS
Tinta print
b. Akomodasis dan konsumsi
c. Transportasi
Bus Jogja-Karanganyar (PP)
Doplak Karanganyar-Tlogopakis
(PP)
d. P3K
e. Kegiatan
Kegiatan utama
 Rehabilitasi hutan (lampiran 3)
 Pembuatan biogas (lampiran 4)
 Pembangunan
jembatan
(lampiran 5)
 Pemberdayaan potensi pertanian
(lampiran 6)
Kegiatan pendukung
 Pendampingan kelompok belajar
 Pengadaan perpustakaan
 Pengadaan mading
 Pemutaran film
 Program kesehatan
 Kegiatan TPA
 Lomba Agustus-an
 Pendampingan kesenian
Monitoring dan Evaluasi
a. Kunjungan dan
Monitoring
b. Pelaksanaan dan
Evaluasi
Honorarium
a. Honorarium DPL
Jumlah

Volume
Kegiatan

Satuan

Jumlah
(Rupiah)

200.000
250.000

5
30

300.000
15.000

1.500.000
450.000
50.000

6
5 rim
4
63hari x 35

50.000
300.000
30.000
150.000
25.000
100.000
15.000 33.075.000

1 4.000.000
10
4

400.000
25.000

4.000.000
4.000.000
100.000
5.149.000
3.089.800
23.797.000
7.113.000

4
1
1
4
4
4
4
1

50.000
300.000
150.000
50.000
100.000
50.000
500.000
1500.000

200.000
300.000
150.000
200.000
400.000
200.000
2.000.000
150.000

250.000

500.000

250.000

500.000

500.000
88.403.800

21

J. TIM PENGUSUL
Tim Intra-Program KKN

NO NAMA
1
2

Agung Wicaksono
Yosaphat Ardilla Renato

3
4

Ester Dwi Wulan N


Febriana Ika Saputri A

5
6

Siti Zurinani
Rangga Herdi Seno P

7
8

Ahmad Mustakim
Maredias Muh. Yufron

9
10

Mufti Tri Marta


Paulina Rifiska

11
12
13
14
15
16

Firdha M
Tri Sulistyani
Jonathan Sintong P.S.
Ayu Diyah Setiyani
M. Isa Nasution
Dading Handrieka P.

17

Wisnu Syarifudin

18
19

Danang Gian C
Dian Purwanti

20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

Sanjaya Wibisono
Aditya Kurniawan
M. Izam Zamroni
Brilian Yoga
Arnold Parsaulian
Pandu K. Utomo
Oni Rifai
R. Wira Prasetya
Chaerullah
Zulfarida Puspa W
Anna Megawati

BIDANG PENUGASAN
Kormanit
PJ Pemutaran Film Dusun
Karanggondang
PJ Kesehatan Dusun Sawangan
PJ Program Kesenian Dusun
Tlogopakis
PJ TPA Dusun Sawangan
PJ Pemutaran Film Dusun
Tlogopakis
PJ TPA Dusun Tlogopakis
PJ Program Pelatihan Bahasa
Inggris Dasar Dusun Tlogopakis
Kormasit Dusun Tlogopakis
PJ Pendampingan Belajar Dusun
Tlogopakis
PJ Kesehatan Dusun Tlogopakis
PJ Biogas
PJ TPA Dusun Karanggondang
PJ Bidang Kehutanan
PJ Kesehatan Dusun
Karanggondang
PJ Program Rehabilitasi dan
Persemaian
Kormasit Dusun Karanggondang
PJ Pendampingan Belajar Dusun
Kambangan
Kormasit Dusun Kambangan
PJ Bidang Pertanian
PJ TPA Dusun Kambangan
PJ 17an Dusun Kambangan
PJ Bidang Pembuatan Jembatan

Kormasit Dusun Sawangan

PJ 17an Dusun Karanggondang

22

Tim Ekstra-Program KKN


No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nama
Rangga Herdi Seno P
Sanjaya Wibisono, Aditya Kurniawan
Mufti Tri Marta, Wisnu Syarifudin C
Yosaphat Ardila Renato, Jonathan Sintong
Agung Wicaksono, Arnold Parsulian
Siti Zurinani, Paulina Rifiska
Ester Dwi Wulan
Febriana Ika Saputri A

Bidang Penugasan
Humas
Danus
Transport
Publikasi dan dokumentasi
Operasional
Konsumsi
Kesekretariatan
Bendahara

23

LAMPIRAN 1.
PETA LOKASI

Ket: Peta Kabupaten Pekalongan

24

LAMPIRAN 2.
BIODATA PENANGGUNG JAWAB / DPL
CURRICULUM VITAE
1. Nama

: Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, MA.

2. NIP

: 132014861

3. Tempat, Tgl. Lahir : Temanggung, 17 Juni 1963


4. Program Studi

: Antropologi Budaya

Fakultas

: Ilmu Budaya

Perguruan Tinggi

: Universitas Gadjah Mada5. Alamat Kantor :

Jurusan Antropologi Budaya FIB-UGM, Jl.


Nusantara No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Alamat Rumah

: Perum IDI No. 36, Jl Kaliurang Km 14,


Umbulmartani, Ngemplak, Sleman Yogyakarta

Email

: widuri@indosat.net.id

No. Telp.

: (0274) 895 604

Jabatan/ Pangkat

: IIID/ Lektor Kepala

6. Pendidikan:

No

Universitas/Institut

Gelar

dan Lokasi
1.

2.

3.

Dept. of Anthropology, Gadjah

BA in

Mada University

Anthropology

Dept. of Anthropology, Gadjah

Doctorandus in

Mada University

Anthropology.

Graduate School of Art and

M.A. in

Science, Ateneo de Manila

Anthropology.

Tahun

Bidang

Selesai

Studi

1985

Anthropology

1989

Anthropology

1991

Anthropology

2001

Anthropology

University
4.

Amsterdam School for Social

Ph.D. in

Sciences Research, University

Anthropology.

of Amsterdam

25

7. Pengalaman Penelitian:

No

Judul

1.

Masyarakat Nelayan Wonokerto Kulon.

2.

Masyarakat Perkebunan dan Petani teh di PTP

Tahun

Kedudukan

XVIII Kebun Kaligua.


3.

Masyarakat Petani Yosorejo.

4.

Petani Desa Kayupuring.

5.

Keserasian Sosial di Indonesia.

6.

In the backyard of world capitalism

7.

Multi-stake Holders Forest Resources

2002

Management
8.

Indonesian Plantation during the Japanese

2003

Occupation Period
9.

Tea for Europe

10.

Bintuni Bay Project

2006

11.

Scouting to the Future

2007

2003-2006

8. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat :

No
1.

Judul
Pengembangan Air Bersih Desa Yosorejo,

Tahun

Kedudukan

1985

Petungkriyono
2.

Pengembangan Listrik Tenaga Air Mikrohidro,

1986

Desa Kayupuring, Petungkriyono


3.

Pengembangan Kolam Ikan Air Deras, Dsn.

2006

Pembimbing

2007

Pembimbing

Rawa, Desa Tlogopakis, Petungkriyono


4.

Pengembangan Listrik Tenaga Air Mikrohidro,


Dsn. Rawa, Desa Tlogopakis, Petungkriyono

26

9.Pengalaman profesional serta kedudukan saat ini:

No

Institusi

Jabatan

Periode
Kerja

1.

Dept. of Anthropology, Gadjah

Tim leader

1983-1985

Assistant

1986-1987

Mada University
2.

Kelompok Penelitian Agroekosistem (KEPAS)


Institute of Agriculture Research and

researcher

Development, Ministry of Agriculture and the


Ford Foundation, Jakarta reference Dr. Mark
Poffenberger of the Ford Foundation
3.

Dept. Anthropoloy, Faculty of Cultural

Lecturer

1991-present

Researcher

1991-1993

Assistant

1992-1993

Sciences, Gadjah Mada University


4.

Konsorsium Penelitian Hutan dan Alam


Indonesia (KONPHALINDO) reference Mrs.
Hira Jhamtani of KONPHALINDO, Jakarta

5.

Center of Population Studies, Gadjah Mada


University reference Prof. Dr. Sjafri Sairin of

researcher

the Center of Population Studies, UGM


6.

Graduate Program of Anthropology, Gadjah


Mada University

7.

Amsterdam School for Social Science,

9.

2002

Chairman
Visiting

June

Researcher

August 2002

Student Affair, Faculty of Cultural Sciences,

Assistant

2002-

Gadjah Mada University

Vice Dean

Graduate Program of Anthropology, Gadjah

Chairman

2003

Visiting

June

Tokyo (June August)

Researcher

August 2003

Dept. of Anthropology, Radboud

Postdoctoral

2003-2005

University of Amsterdam
8.

Vice

Mada University
10.

11.

Institute of Oriental Culture, University of

University and IIAS, the

Fellow

Netherlands

27

12.

IIAS, the Netherlands

Research

December

Fellow

2005 February
2006

13.

Dept. of Anthropology,

Researcher

2006

Research

January

Fellow

August 2006

Co-

2007

Cendrawasih University
14.

15.

KITLV, the Netherlands

ChATSEA. Canada

investigator
16.

Graduate Programme of

Chairman

2003present

Anthropology, Gadjah Mada


University

10. Publikasi Ilmiah:

No

Judul Publikasi

1.

Masyarakat Nelayan Wonokerto


Kulon.

2.

3.

Masyarakat Perkebunan dan


Petani teh di PTP XVIII Kebun
Kaligua.
Nelayan Wonokerto Kulon.

4.

Masyarakat Petani Yosorejo.

5.

Petani Desa Kayupuring.

6.

Pengelolaan dan Pola Perubahan


Kawasan Pantai Utara Jawa.

7.

Diversifikasi Alat Tangkap Pada


Nelayan Wonokerto Kulon.

Nama Jurnal

Tahun terbit

Research report. Dept.


of Anthropology, Gadjah
Mada University
Research report. Dept.
of Anthropology, Gadjah
Mada University
B.A. thesis. Dept. of
Anthropology, Gadjah
Mada University
Research report. Dept.
of Anthropology, Gadjah
Mada University
Research report. Dept.
of Anthropology, Gadjah
Mada University
Jakarta: KEPAS,
Institute of Agricultural
Research and
Development
Doctorandus thesis.
Dept. of Anthropology,
Gadjah Mada University

1984

1984

1985

1985

1985

1987

1988

28

8.

9.

Indebtedness and the Boat credit


program. A case study of a smallscale fishermen in the northern
coast of Java.
A Finite Sea.

10.

Keserasian Sosial di Indonesia.

11.

Pembangunan Sumberdaya Alam

12.

Kemacetan Kredit Usaha Tani.

13.

Plintheng Pak Bupati.

14.

Quo Vadis KKN UGM.

15.
16.

Perubahan di Rumah Panjang.


Sebuah Ritus Bernama KKN.

17.

Budaya Jalan Raya Kita.

18.

Materialisme Dalam Antropologi

19.

Oh Salak Pondoh.

20.

Kambing Hitam.

21.

Konsisten Dong.

22.

Demam Drop Out.

23.

Paranormal.

24.

Ihwal Moral Seksual.

25.

Prostitusi.

26.

Cermin.

27.

Oknum.

28.

Sebatang Pohon Skripsi.

M.A. thesis. Graduate


School of Art and
Science. Ateneo de
Manila University
In PANTAS. Vol. V. No.
1. Ateneo de Manila
University
Research report.
Population Studies
Center, Gadjah Mada
University
article in Sistem
Informasi Terbuka
Penunjang
Pembangunan
Berwawasan
Lingkungan. Jakarta:
Konphalindo
Article in Bernas Daily.
November 2
Article in Bernas Daily.
November 17
Article in Bulaksumur
Weekly
Jakarta: Konphalindo
Article in Bernas Daily.
May 17
Article in Bernas Daily.
May 31
In Bulletin Antropologi
Vol. 18
Article in Bernas Daily.
September 13
Article in Bernas Daily.
February 15
Article in Bernas Daily.
February 28
Article in Bernas Daily.
March 20
Article in Bernas Daily.
March 29
Article in Bernas Daily.
April 24
Article in Bernas Daily.
May 3
Article in Bernas Daily.
May 19
Article in Bernas Daily.
June 10
Article in Bernas Daily.
December

1991

1991

1992

1992

1992
1992
1993
1994
1994
1994
1994
1995
1995
1995
1995
1995
1995
1995
1995
1995
1995

29

29.

Demokrasi Dalam Perspektif


Budaya Dayak.

30.

Kisah si Aswin dan Pak Jagawana.

31.

Banjir.

32.

Suap.

33.

Rumah Panjang tak Lagi Terlihat.

In Mohammad Najib et.


Al. (eds.) Demokrasi
Dalam Perspektif
Budaya Nusantara.
Jogjakarta: LKPSM
Article in Bernas Daily.
February 9
Article in Bernas Daily.
February
Article in Bernas Daily.
March 12
Jakarta: Konphalindo.

1996

1996
1996
1996
1996

Perubahan Agro-ekosistem di
Kalimantan Barat.
34.
35.
36.

37.

Ketika Nelayan Harus Sandar


Dayung.
Subsidi Pupuk.
A Fragile Frontier: fishing in
Pekalongan during the ninetenth
century.
Close to the Stone, Far from the
Throne. The story of a Javanese
fishing community.
The Blue Revolution. Another
Environmental Disaster in
Indonesia.

38.

Pelestarian Keanekaragaman
Hayati di Dafonsoro Utara.

39.

Antropologi Ekonomi.

40.

Political Life among Indonesian


Fishermen.
Otonomi Daerah di Sektor
Penangkapan Ikan.
Mac Donaldisasi atau Mac
Meongisasi.
Depletion of the Java Seas fish
stock, 1860s-1990s.

41.
42.
43.

44.

Multi-stakeholders Resources
Management.

Jakarta: Konphalindo

1997

Article in Bernas Daily.


January 11
In Lembaran Sejarah
Vol. 4 no. 2

1999

PhD dissertation
University of Amsterdam

2001

Jakarta: Konphalindo.

2001

With Dyah Widuri in


P.M. Laksono et.al.
(eds.) Potret Perjalanan
Pengorganisasian
Masyarakat. Jakarta:
Yayasan Kehati
With Sjafri Sairin and
Bambang Hudayana.
Jogjakarta
In Masyarakat
Indonesia. Vol 28. No. 2
Dalam Populasi. Vol. 13.
No. 2
Article in Kedaulatan
Rakyat Daily, Feb. 6
Paper Presented in
EDEN Conference II.
Leiden: KITLV
Working paper. Jakarta:
DFID Multi-stakeholder
Forestry Programme

2002

2000

2002

2002
2002
2002
2002

2002

30

45.

Negara Dalam Desa, Patronase


Kepemimpinan Lokal.

Translation of Hans
Antlovs Exemplary
Centre, Administrative
Periphery. Rural
Leadership and the New
Order in Java.
Yogyakarta: Lappera
In Tangan-Tangan
Negara di Desa. Studi
kasus di Desa Yosorejo,
Kecamatan
Petungrkiyono,
Kabupaten Pekalongan.
Yogyakarta: Dept. of
Anthropology, Gadja
Makalah Disampaikan
Pada : Pelatihan
Metodologi Penelitian
Tingkat Lanjut Untuk
Dosen (Advanced
Research Methodology:
A Short Course).
Diselenggarakan
Research report, Faculty
of Cultural Studies,
Gadjah Mada University
Interim report, DFID,
Jakarta.

2002

46.

Petungkriyono: Mitos Wilayah


Terisolir.

47.

Analisis Data Dalam Penelitian


Kualitatif: Beberapa Catatan
Penting.

48.

In the backyard of world capitalism.

49.

Multi-stake Holders in Indonesian


Forest Resource Management.

50.

Close to the Stone, Far from the

Jogjakarta: Benang
Merah.

2004

London: Routledge. (in


press)

2006

From Hunting Gathering to

Research report. Dept.of

2006

Industrial Labour. Social

Anthropology,Cenderaw
asih University.

Throne. The story of a Javanese

2002

2002

2003

2003

fishing community, 1820s 1990s.


51.

Drinking with the Devil. Plantation


Community and World Capitalism
In Java, 1870s 2000s.

52.

transformation among Bintuni Bay


tribes in the early 21st century.

31

LAMPIRAN 3.
RANCANGAN DAN

ANGGARAN DANA PEMBUATAN PERSEMAIAN

SEDERHANA
I. PENDAHULUAN
Laju kerusakan hutan yang semakin meningkat dari tahun ketahun
menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem sehingga menyebabkan berbagai
macam bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga gejala pemanasan
global (global warming). Kondisi seperti ini membuka keinginan kita bersama untuk
mengurangi laju degradasi hutan dengan melakukan rehabilitasi lahan dan hutan.
Untuk melakukan rehabilitasi tersebut diperlukan kesadaran semua komponen
masyarakat dan tentunya penyediaan bibit tanaman untuk ditanam. Salah satu
cara penyediaan bibit yaitu dengan cara membuat persemaian.
Persemaian (Nurvery) merupakan tempat atau areal untuk kegiatan
memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/ semai yang siap
tanam dilapangan. Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal dilapangan
dari kegiatan penanaman hutan. Pembangunan persemaian diarahkan untuk
menyediakan bibit yang berkualitas baik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
untuk rehabilitasi lahan maupun ditanam dipekarangan. Dengan melibatkan peran
serta masyarakat dalam pembuatan persemaian diharapkan menimbulkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan. Di sisi lain, pembuatan persemaian
tanaman hutan ini diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan, produktifitas, dan
pendapatan masyarakat sekitar.

II. PERENCANAAN PEMBUATAN PERSEMAIAN


1. Menentukan jenis persemaian yang akan dibuat
Ada 2 jenis persemaian yaitu :
Persemaian sementara
Persemaian permanen/tetap
Untuk program KKN Tematik ini yang akan dibuat adalah persemaian sementara
dikarenakan hanya untuk satu periode pembuatan bibit saja. Akan tetapi apabila
persemaian ini dapat meningkatkan produktifitas dan pendapatan masyarakat,
persemaian ini bisa dirubah menjadi persemaian permanen dengan menambah
elemen-elemen yang diperlukan..

32

2. Pemilihan lokasi persemaian


Lokasi persemaian dipilih dengan mempertimbangkan 2 aspek penting, yaitu aspek
teknis dan aspek fisik.
Aspek Teknis, meliputi :
 Letak lokasi persemaian
 Assesibilitas jalan angkutan
 Luas persemaian yang akan dibuat
Aspek Fisik, meliputi :
 Ketersediaan sumber air
 Kondisi tanah/media yang akan digunakan
 Kelerengan
 Aspek Ketenagakerjaan
3. Ketersediaan sarana dan prasarana pembuatan persemaian
Kebutuhan Bahan, meliputi :
 Penyediaan benih bermutu
 Penyediaan medium tumbuh (pasir, tanah, pupuk kandang)
 Kantong plastik/ Container (polybag, pollytube, pottrays)
Peralatan dan tenaga kerja
Peralatan yang digunakan
Kantor, barak kerja, rumah jaga, sarana pengairan, jalan angkutan,
pagar, pengadaan naungan, sarana-sarana lain.
Tenaga kerja
Tenaga kerja yang dipakai adalah swadaya dari semua masyarakat
setempat dan beberapa tenaga profesional untuk pekerjaan tertentu
yang hanya bisa dilakukan oleh tenaga profesional.

III. PELAKSANAAN PEMBUATAN PERSEMAIAN


1. Persiapan
Setelah lokasi persemaian ditentukan, dilakukan beberapa persiapan persemaian
antara lain :
a. Pengadaan bahan
Pasir yang telah disterilkan untuk medium penaburan benih
Benih yang berkualitas baik
Bedengan/bak tabur, diberi naungan (atap) dari paranet

33

Bedeng sapih, diberi atap dari paranet untuk menghindari terik matahari dan
hujan yang dapat menimbulkan kerusakan semai
Kantong plastik/ Container (polybag, polytube, pottrays)
Tanah yang baik untuk media sapih
Pemberian pupuk (TSP dan NPK)
Seng dan kertas untuk pembuatan label.
Fungisida dan Pestisida
Paranet untuk semai yang baru disapih
Bahan untuk pemagaran persemaian, yaitu bambu, kayu, paku, kawat
berduri, dan tanaman pagar.
b. Peralatan/ bangunan yang dipersiapkan
Sarana pengairan : Saluran air/ parit, bak penampung air, gembor
Sprayer, alat penyemprot fungisida
Alat-alat kerja : cangkul, sabit, gergaji,dll.
Alat pengukuran : meteran/ rollmeter, kompas
Kantor dan barak kerja sederhana.
2. Pelaksanaan
a. Persiapan Lapangan
Pengukuran batas persemaian yang jelas
Pembersihan lapangan dari semak dan rumput liar
Pengerjaan tanah yang baik sehingga permukaan tanah rata/datar
Pengaturan tempat, terutama bedeng tabur dan bedeng sapih
Pemagaran persemaian
Pembuatan bedeng tabur dan bedeng sapih
Pembuatan jalan angkutan dan pengawasan
Pembuatan/ pemasangan alat pengairan.
Pengisian kantong plastik/ polybag dengan media tumbuh yang telah
dicampur dengan pupuk organik ebagai medium sapihan.
b. Penaburan Benih
Penaburan benih yaitu menanam benih yang akan dipersiapkan/ telah melalui
perlakuan-perlakuan khusus dibedeng tabur. Benih yang akan disemaikan pada
KKN ini yaitu spesies yang termasuk jenis cepat tumbuh (fast growing spesies)
dan yang cocok tumbuh pada daerah Tlogopakis, Petungkriono ,antara lain :

34

Sengon (Paraserianthes falcataria)


Akasia (Acacia mangium)
Ekaliptus (Eucalyptus spp.)
Mahoni (Swietenia macrophylla)
Target awal bibit yang akan diproduksi sebanyak 4000 bibit. Terdiri dari 1000
bibit sengon, 1000 bibit akasia, 1000 bibit ekaliptus, dan 1000 bibit mahoni.
c. Penyapihan
Penyapihan adalah memindahkan bibit/ anak semai dari bedengan/ bak tabur
kemedium bedengan sapih/ polybag. Penyapihan dilakukan apabila semai
sudah berumur kurang lebih 4-6 bulan dan secara fisiologis maupun morfologis
sudah memenuhi syarat untuk ditanam dilapangan.
d. Pemeliharaan persemaian
Pemeliharaan persemaian dilakukan sejak benih ditabur sampai dengan semai
siap ditanam dilapangan. Meliputi kegiatan :
Penyiraman
Penyiangan
Pengendalian hama dan penyakit

IV. ANGGARAN DANA


Estimasi biaya minimal untuk pembuatan persemaian
1. Pembuatan gubug kerja dan kantor sederhana
- Bambu

Rp 150.000,-

- Genting

Rp 200.000,-

- Paku

Rp

25.000,-

- Tali

Rp

25.000,-

2. Pasir 2 truk kecil @ Rp 100.000,-

disediakan

3. Pupuk organik/ kandang 2 truk kecil @Rp 100.000,-

Rp 200.000,-

4. Tanah 2 truk kecil @ Rp 75.000,-

disediakan

5. Benih berkualitas
- Sengon 0,5 kg ( 25.000 biji)

Rp

50.000,-

- Ekaliptus 1 ons ( 30.000 biji)

Rp

50.000,-

- Akasia 0,5 kg ( 50.000 biji)

Rp

50.000,-

- Mahoni 5 kg ( 10.000 biji)

Rp 100.000,-

6. Bak tabur 16 buah @ Rp 20.000,-

Rp 320.000,-

7. Polybag 4.500 buah @ Rp 250,-

Rp1.125.000,-

35

8. Pupuk TSP 40 kg @ Rp 2.500,-

Rp 100.000,-

9.Pupuk NPK 40 kg @ Rp 3.000,-

Rp 120.000,-

10.Fungisida dan Pestisida

Rp 200.000,-

11.Pengadaan sarana pengairan

Rp 100.000,-

12.Alat-alat kerja (cangkul, sabit, dll)

disediakan

13.Pembuatan pagar

Rp 100.000,-

14.Pembuatan Label

Rp

50.000,-

- 40 m2 untuk bedeng sapih

Rp

400.000,-

- 20 m2 untuk bedeng tabur

Rp

200.000,-

15.Paranet 60 m @ Rp 10.000,-

16.Sewa lahan untuk persemaian selama 6 bulan

disediakan

17.Biaya tak terduga

Rp

Total biaya

Rp 3.600.000,-

45.000,-

RENCANA PROGRAM REHABILITASI


1. Pendidikan lingkungan kepada masyarakat
Kegiatan ini akan diisi penyuluhan dengan materi yang akan diberikan antara
lain mengenai fungsi hutan, dampak kerusakan hutan, rehabilitasi lahan hutan, sistem
agroforestry, dan teknik penanaman.
2. Pelaksanaan rehabilitasi hutan dengan penanaman di sekitar sempadan sungai
bersama masyarakat
Kegiatan rehabilitasi akan dilakukan pada areal sempadan sungai. Kegiatan
rehabilitasi ini akan menggunakan mungur (Samanea saman) sebagai tanaman pokok.
Setelah tanaman mungur akan ditanami tanaman kemiri ()
Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi :

Pembersihan lahan

Pembuatan lubang tanam

Pembuatan acir

Pemasangan acir

Pemupukan

Penanaman, dan

Pemeliharaan

36

Kebutuhan tanaman :
Jarak antar Tanaman

: 12 m

Jumlah tanaman

: 100 bibit

Jumlah sulaman

: 20 bibit

Total jumlah bibit yang dibutuhkan

: 100 + 20

= 120 bibit

Tanaman Pengisi (Kemiri)


Jarak antar tanam

: 12 m

Jumlah bibit yang dibutuhkan

: 100 bibit

Jumlah sulaman

: 20 bibit

Total jumlah bibit yang dibutuhkan

: 100 + 20 = 120 bibit

Contoh layout pola penanaman

o
Sungai

Keterangan :
x

: Tanaman mungur

: Tanaman Kemiri

37

RANCANGAN ANGGARAN REHABILITASI LAHAN


1. Biaya pengadaan bibit :

120 Bibit mungur x @ Rp 5000,-

= Rp 600.000,-

120 Bibit kemiri

= disediakan

2. Biaya pembuatan acir :


= Rp

24.000,-

= Rp

400.000,-

4. Transportasi bibit

= Rp

300.000,-

5. Cangkul

= disediakan

6. Sabit

= disediakan

7. Biaya tak terduga

= Rp

240 acir x @ Rp 100,-/acir

3. Pupuk Organik

480 kg pupuk organic ~ 2 Colt x @ Rp. 200.000

Total

225.000,-

= Rp 1.549.000,-

TOTAL ANGGARAN PROGRAM KEHUTANAN


Rp 3.600.000,- + Rp 1.549.000,- = Rp. 5.149.000,-

38

LAMPIRAN 4.
RANCANGAN DAN ANGGARAN DANA PEMBUATAN BIOGAS
Alternatif pembuatan digester:

Digester dari polyethylene

Digester permanent menggunakan semen

Estimasi rata-rata jumlah ternak tiap rumah tangga

2 ekor sapi

1 ekor sapi rata-rata menghasilkan 10 kg feses

Tiap 1 ekor sapi densitas 1,5 m

Prinsip pembuatan biogas:

DIGESTER
Volume
Pasangan Bata
Bata (1:2)
Sisi panjang: 2m x 1m x 0,11m = 0,22m3 x 2 sisi = 0,44m3
Sisi lebar: (1 + 0,14 + 0,14)m x 1m x 0,11m = 0,14m3 x 2 sisi = 0,28m3

39

Alas: (2 + 0,14 + 0,14)m x (1 + 0,14 + 0,14)m x 0,05m = 0,15m3


Bak mixer
Bata (1:2)
Sisi panjang: (0,5 + 0,14 + 0,14)m x 0,2m x 0,11m = 0,017m3 x 2 sisi = 0,034m3
Sisi lebar

: 0,5m x 0,2m x 0,11m = 0,011m3 x 2 sisi = 0,022m3

Alas

: (0,5 + 0,14 + 0,14)m x (0,5 + 0,14 + 0,14)m x 0,05m = 0,03m3

Bak penampung
Bata (1:2)
Sisi panjang: (1 + 0,14 + 0,14)m x 0,5m x 0,11m = 0,07m3 x 2 sisi = 0,14m3
Sisi lebar

: 1m x 0,5m x 0,11m = 0,055m3 x 2 sisi = 0,11m3

Alas

: (1 + 0,14 + 0,14)m x (1 + 0,14 + 0,14)m x 0,05m = 0,82m3

PLESTERAN
Digester
Bagian dalam (1:2)
Sisi panjang: 2m x 1m = 2m3 x 2 (bolak-balik) x 2 sisi = 8m2
Sisi lebar

: (1 + 0,14 + 0,14)m x 1m = 1,28m3 x 2 (bolak-balik) x 2 sisi


= 5,12m2

Alas: (2 + 0,14 + 0,14) x (1 + 0,14 + 0,14) = 2,92m2 x 2 (bolak-balik) =


5,84m2
Bagian luar (1:3)
Sisi panjang = 2m x 1m = 2m2 x 2 sisi = 4m2
Sisi lebar = (1 + 0,01 + 0,01)m x 1m = 1,002m x 2 sisi = 2,004 m2
Alas = (2 + 0,01 + 0,01)m x (1 + 0,01 + 0,01) = 2,006m2
Bak mixer
Bagian dalam (1:2)
Sisi lebar: 0,5 x 0,2m = 0,1 x 2 (bolak-balik) x 2 sisi = 0,4m2
Sisi panjang: (0,5 + 0,14 + 0,14) x 0,2 = 0,156 x 2 (bolak-balik) x 2 sisi =
0,62m2
Alas: (0,5 + 0,14 + 0,14)m x (0,5 + 0,14 + 0,14)m = 0,61m2 x 2 (bolakbalik) = 1,22m2

40

Bagian luar (1:3)


Sisi panjang: (0,5 + 0,01 + 0,01)m x 0,2 x 2 sisi = 0,208m2
Sisi lebar: 0,5 x 0,2 x 2 sisi = 0,2m2
Alas: (0,5 + 0,01 + 0,01)m x (0,5 + 0,01 + 0,01)m = 0,27m2
Bak penampung
Bagian dalam (1:2)
Sisi panjang: (1 + 0,14 + 0,14) x 0,5m x 2 (bolak-balik) x 2 sisi = 2,56m2
Sisi lebar: 1 x 0,5 x 2 (bolak-balik) x 2 sisi = 2m2
Alas: (1 + 0,14 + 0,14) x (1 + 0,14 + 0,14) x 2 (bolak-balik) = 3,82m2
Bagian luar (1:3)
Sisi panjang: (1 + 0,01 + 0,01) x 0,5 x 2 sisi = 1,02m2
Sisi lebar: 1 x 0,5 x 2 sisi = 1m2
Alas: (1 + 0,01 + 0,01)m x (1 + 0,01 + 0,01)m = 1,04m2

PERHITUNGAN JUMLAH SEMEN, BATA, DAN PASIR YANG DIGUNAKAN


Menurut analisa B.O.W (untuk pekerjaan bangunan rumah) yaitu:

Tiap 1m 3 pasangan batu bata campuran 1:2 membutuhkan:


450 buah bata
5,3 sak semen
0,34 m3 pasir

Tiap 1m2 plesteran campuran 1 bagian semen : 2 bagian pasir dengan tebal
1cm membutuhkan:
0,184 sak semen
0,0114m3 pasir

1m2 1:3
0,14 sak semen
0,013m3 pasir

41

PERHITUNGAN
1. Digester
Volume
Pasangan bata
Bata 1:2
Sisi panjang: 0,44m3 x 450 bata = 198 buah bata
0,44m3 x 5,3 sak semen = 2,3 sak semen
0,44m3 x 0,34m3 = 0,15m3 pasir
Sisi lebar: 0,28m3 x 450 bata = 126 buah batu bata
0,28m3 x 5,3 sak semen = 1,48 sak semen
0,28m3 x 0,34m3 pasir = 0,1m3 pasir
Alas: 0,15m3 x 450 bata = 68 buah bata
0,15m3 x 5,3 sak semen = 0,8 sak semen
0,15m3 x 0,34m3 pasir = 0,05m3 pasir
Bak mixer
Bata 1:2
Sisi panjang: 0,034m3 x 450 bata = 16 buah bata
0,034m3 x 5,3 sak semen = 0,18 sak semen
0,034m3 x 0,34m3 pasir = 0,01m3 pasir
Sisi lebar: 0,022m3 x 450 bata = 10 buah bata
0,022m3 x 5,3 sak semen = 0,12 sak semen
0,022m3 x 0,34m3 pasir = 0,007m3 pasir
Alas: 0,03m3 x 450 bata = 14 buah bata
0,03m3 x 5,3 sak semen = 0,16 sak semen
0,03m3 x 0,34m3 = 0,01m3 pasir
Bak penampung
Bata 1:2
Sisi panjang: 0,14m3 x 450 bata = 63 buah bata
0,14m3 x 5,3 sak semen = 0,74 sak semen
0,14m3 x 0,34m3 = 0,05m3 pasir
Sisi lebar: 0,11m3 x 450 bata = 50 buah bata
0,11m3 x 5,3 sak semen = 0,58 sak semen
0,11m3 x 0,34m3 pasir = 0,04m3 pasir

42

Alas: 0,82m3 x 450 bata = 37 buah bata


0,82m3 x 5,3 sak semen = 4,35 sak semen
0,82m3 x 0,34m3 pasir = 0,28m3 pasir
2. Plesteran
Digester
Bagian dalam (1:2)
Sisi panjang: 8m2 x 0,184 sak semen = 1,47 sak semen
8m2 x 0,0114 pasir = 0,09m3 pasir
Sisi lebar: 5,12m2 x 0,184 sak semen = 0,94 sak semen
5,12m2 x 0,0114 psir = 0,06m3 pasir
Alas: 5,84m2 x 0,184 sak semen = 1,07 sak semen
5,84m2 x 0,0114 pasir = 0,07m3 pasir
Bagian luar (1:3)
Sisi panjang: 4m2 x 0,14 sak semen = 0,56 sak semen
4m2 x 0,013 pasir = 0,05m3 pasir
Sisi lebar: 2,004m2 x 0,14 sak semen = 0,28 sak semen
2,004m2 x 0,013 pasir = 0,03m3 pasir
Alas: 2,006m2 x 0,14 sak semen = 0,28 sak semen
2,006m2 x 0,013 pasir = 0,03m3 pasir
Bak Mixer
Bagian dalam (1:2)
Sisi lebar: 0,4m2 x 0,184 sak semen = 0,07 sak semen
0,4m2 x 0,0114 pasir = 0,005m3 pasir
Sisi panjang: 0,62m2 x 0,184 sak semen = 0,114 sak semen
0,62m2 x 0,0114 pasir = 0,007m3 pasir
Alas: 1,22m2 x 0,184 sak semen = 0,22 sak semen
1,22m2 x 0,0114 pasir = 0,014m3 pasir
Bagian luar (1:3)
Sisi panjang: 0,208m2 x 0,14 sak semen = 0,03 sak semen
0,208m2 x 0,013 pasir = 0,003m3 pasir
Sisi lebar: 0,2m2 x 0,14 sak semen = 0,028 sak semen

43

0,2m2 x 0,013 pasir = 0,003m3 pasir


Alas: 0,27m2 x 0,14 sak semen = 0,04 sak semen
0,27m2 x 0,013 pasir = 0,004m3 pasir
Bak penampung
Bagian dalam (1:2)
Sisi panjang: 2,56m2 x 0,184 sak semen = 0,47 sak semen
2,56m2 x 0,0114 pasir = 0,03m3 pasir
Sisi lebar: 2m2 x 0,184 sak semen = 0,37 sak semen
2m2 x 0,0114 pasir = 0,02m3 pasir
Alas: 3,28m2 x 0,184 sak semen = 0,6 sak semen
3,28m2 x 0,0114 pasir = 0,04m3 pasir
Bagian luar (1:3)
Sisi panjang: 1,02m2 x 0,14 sak semen = 0,14 sak semen
1,02m2 x 0,013 pasir = 0,01m3 pasir
Sisi lebar: 1m2 x 0,14 sak semen = 0,14 sak semen
1m2 x 0,013 pasir = 0,01m3 pasir
Alas: 1,04m2 x 0,14 sak semen = 0,15 sak semen
1,04m2 x 0,013 pasir = 0,01m3 pasir
Menurut perhitungan diatas maka dibutuhkan:

Batu bata sebanyak: 582 buah bata

Semen sebanyak: 17,682 sak semen = 18 sak semen

Pasir sebanyak: 1,183m3 pasir = 2m3 pasir

3. Keperluan Bahan Bangun Pembuatan I Unit Digester


Bahan Konstruksi

Batu bata merah kualitas I

(582 x Rp. 400)

Rp.

232.800,00

Semen

(20 x Rp. 35.000)

Rp.

630.000,00

Pasir

(2m x Rp. 110.000)

Rp.

220.000,00

Pipa pralon diameter 4

(5m x Rp. 55.000)

Rp.

275.000,00

Pipa air minim besi d

(1m x Rp. 80.000)

Rp.

80.000,00

Seng BWG

(3 lembar x Rp. 20.000)

Rp.

60.000,00

Plat Beton

(2m x Rp. ...)

Rp. ...
Rp. 1.497.800,00

44

Bahan Instalasi Saluran Gas

Pipa pralon d

Tee songket, nepel dll

Lem plastic pralon

Rp.

30.000,00

Rp.

100.000,00

(3 x Rp. 6000)

Rp.

18.000,00

Kompor gas Bio

(1 X Rp. )

Rp. ...

Slang plastik d 1 cm

(2 x Rp. 15.000)

Rp.

30.000,00

Slang plastik d 2,5

(2 x Rp 17.000)

Rp.

34.000,00

(1 x Rp. 105.000)

Rp.

105.000,00

Rp.

317.000,00

Rp.

960.000,00

Tabung penampung 0,5m

(2 x Rp. 15.000)

Biaya Tenaga Kerja

Tukang 3 orang selama 8 hari (3 x 8 x Rp. 40.000)

Alat-alat

Cetok

(3 x Rp. 10.000)

Rp.

30.000,00

Cangkul

(3 x Rp 50.000)

Rp.

150.000,00

Sekop

(3 x Rp. 20.000)

Rp.

60.000,00

Ember

(6 x Rp. 10.000)

Rp.

60.000,00

Ayakan Pasir

(1 x Rp. 15.000)

Rp.

15.000,00

Rp.

315.000,00

JUMLAH BIAYA YANG DIBUTUHKAN


Rp. 1.497.800,00 + Rp. 317.000,00 + Rp. 960.000,00 + Rp. 315.000,00
= Rp. 3.089.800,00

45

46

LAMPIRAN 5.
RANCANGAN DAN ANGGARAN DANA PEMBUATAN JEMBATAN
REKAPITULASI ANGGARAN DANA
PROYEK
LOKASI
TAHUN

: PEMBANGUNAN JEMBATAN
: SAWANGAN, TLOGOPAKIS, PETUNGKRIYONO
: 2008

No

URAIAN PEKERJAAN

I
II
III
IV
V
VI

PEKERJAAN PERSIAPAN
PEKERJAAN TANAH
PEKERJAAN BAJA PROFIL
PEKERJAAN BETON BERTULANG
PEKERJAAN PEMBESIAN
PEKERJAAN PASANGAN BATU KALI
Jumlah
Jasa Kontraktor 10%
PPN 10 %
Jumlah
Dibulatkan

HARGA (Rp)
Rp 3,050,000.00
Rp
946,217.50
4,053,000.00
Rp 7,039,539.85
Rp 1,647,534.32
Rp 2,930,469.53
Rp 19,666,761.20
Rp 1,966,676.12
Rp 2,163,343.73
Rp 23,796,781.05
Rp 23,797,000.00

47

48

49

50

51

52

53

54

55

LAMPIRAN 6.
RANCANGAN DAN ANGGARAN DANA PROGRAM PEMBERDAYAAN
POTENSI PERTANIAN
PROGRAM PEMBERDAYAAN PERTANIAN:
1. Intensifikasi Lahan sekolah dengan budidaya Tanaman Obat
Program ini akan dilaksanakan pada minggu pertama KKN
Kegiatan yang dilakukan dalam program ini berupa penyebaran bibit kepada
setiap sekolah di 4 unit KKN yang berjumlah kira-kira 4 SD. Proses yang
dilakukan cukup panjang mulai dari pengadaan bibit, pengelompokan, sampai
pembagiannya akan dijelaskan lebih detail dalam bagan teknis program kerja.
Tujuan dari program ini adalah untuk memanfaatkan lahan pekarangan sekolah
dengan

tanaman

diperdagangkan,

obat

yang

sehingga

dapat

dapat

dimanfaatkan

meningkatkan

sendiri

maupun

kesejahteraan

ekonomi

penduduk sekitar atau dapat juga menjadi sarana P3K yang efisien dan efektif
bagi penduduk. Selain itu juga untuk mengenalkan pentingnya menjaga
kesehatan pada penduduk.
a. Bagan Teknis Program
i.

Pengumpulan bibit
Dilakukan mulai awal Juni (*antisipasi keterbatasan persediaan
bibit/ kemungkinan-kemungkinan lain)

ii.

Pengelompokan bibit
Dilakukan pada akhir Juni (di Fakultas Pertanian UGM) / awal
Juli dilokasi KKN (hari pertama di lokasi KKN)

iii.

Transportasi bibit ke masing-masing dusun


Secepat mungkin dilakukan pada minggu pertama KKN

iv.

Konfirmasi tempat dan acara dengan masing-masing kepala


dusun
bulan Juni (sebelum bibit sampai di lokasi KKN)

v.

Pembagian bibit
Dilaksanakan pada minggu pertama sekaligus penanaman
untukmengantisipasi benih layu dan mati.

56

b. Alat dan Bahan


i.

80 bibit dengan 10 jenis tanaman

ii.

Truk (Transportasi)

iii.

Label

iv.

Plester

c. Perkiraan Dana
Nama Tanaman

Harga

Jahe Empri

Rp

4,000.00

Jahe merah

Rp

4,000.00

Sirih

Rp

4,000.00

Kemangi

Rp

4,000.00

Meniran

Rp

4,000.00

Lavender 1

Rp

6,000.00

Laos

Rp

4,000.00

Kunyit

Rp

4,000.00

Kumis kucing

Rp

4,000.00

Kencur

Rp

4,000.00

Keterangan:
Harga total tanaman obat : Rp. 42.000,Biaya untuk bibit setiap unit :
10 x Rp. 42.000,- = Rp 420.000.00,Biaya bibit untuk 4 unit KKN

Rp

1.680.000,-

Biaya kirim dan packing (Plaster+label) =

Rp

500.000.,-

______________________________________________________
Total biaya bibit untuk 4 unit =

Rp

2.180.000,-

2. Penyuluhan Budidaya, Manfaat dan cara penggunaan tanaman obat


Penyuluhan dilakukan 4 kali (untuk masing-masing sekolah yang ditempati)
disetiap unit.
Penyuluhan ini merupakan program lanjutan setelah penyebaran bibit tanaman

57

obat. Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar penduduk mengetahui manfaat
serta cara penggunaan tanaman obat yang mereka tanam, untuk selanjutnya
dapat digunakan untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh mereka ataupun
untuk melakukan pengobatan-pengobatan secara mandiri, untuk jenis-jenis
penyakit tertentu yang sering diderita penduduk,sehingga dapat mengurangi
biaya kesehatan.
Dalam program ini juga dibagikan Booklet yang berisi cara budidaya, manfaat
serta cara penggunaan tanaman obat. Sehingga informasi tentang semua
tanaman obat yang ditanam dapat diketahui oleh penduduk dengan jelas dan
menyeluruh.
a) Bagan Teknis Program
i.

Pembuatan susunan acara


Acara penyuluhan ini kira-kira akan dilaksanakan pada minggu
3-4 KKN

ii.

Konfirmasi acara dengan kepala dusun dan warga

iii.

Pembagian booklet
Dilakukan pada saat penyuluhan dilakukan

b) Alat dan Bahan


iv.

Bibit dari 8 jenis

v.

Booklet

c) Perkiraan Dana
Biaya penyuluhan setiap unit:
Bibit A, B, C, D ( Sudah tercantum dalam biaya pengadaan bibit )
Manfaat (Presentasi langsung, tidak membutuhkan biaya)
Cara penggunaan tanaman obat ( Demo proses pengolahan, tiap
kel.tanaman diwakili oleh dua jenis tanaman obat yang sudah siap
olah)
Jahe Empri

Rp

4,000.00

Sirih

Rp

4,000.00

Lavender 1

Rp

6,000.00

Kumis kucing

Rp

4,000.00

Kunyit

Rp

4,000.00

Biaya @ unit = Rp. 22.000.00


___________________________________________________
Total biaya penyuluhan ke-4 unit = Rp. 88.000.00

58

===========================================================

Cetak Booklet

25 lbr x 250 x Rp.200

Rp.1,250,000

Transportasi

Rp. 500,000

Subtotal

Rp.1.750,000
Total biaya penyuluhan =

Rp.1.838.000

3. Penyuluhan Kebersihan
Tujuan dari program ini adalah untuk membudayakan hidup bersih kepada
masyarakat (penduduk setempat), yang akan dimulai dari penyuluhan ke SD
yang ada di tempat tersebut. Selain itu juga disertai dengan pembagian SiwakI
agar mereka dapat membiasakan menggosok gigi, tanpa harus menambah
pengeluaran untuk membeli pasta gigi, maupun sikat gigi.
a). Bagan Teknis Program
i.

Pembuatan susunan acara


Acara penyuluhan ini kira-kira akan dilaksanakan pada minggu
3-4 KKN

ii.

Konfirmasi acara dengan kepala dusun, kepala sekolah dan


warga

iii.

Pembagian siwak
Dilakukan pada saat penyuluhan dilakukan

b). Alat dan Bahan


siwak
c). Perkiraan Dana
Siwak @ Rp.5000,- x 250 = Rp. 1.250.000,4. Pemberantasan Hama Babi Hutan
Latar belakang dari program ini adalah informasi mengedsnai hama babi
dilokasi KKN tersebut, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu
petani dalam menanggulangi hama babi diwilayah mereka. Secara lebih jelas
kegiatan yang akan dilakukan pada program ini akan dijelaskan dibawah ini.
a. Bagan Teknis Program
i. Survey tempat dan waktu
ii. Ikut Penjagaan babi hutan dengan warga
iii. Sosialisasi pembuatan jebakan
iv. Penentuan tempat jebakan
v. Pembuatan jebakan

59

b. Alat dan Bahan


i. Kayu reng
ii. Triplek
iii. Gergaji triplek
iv. Paku
v. Karton
vi. Pilox
c. Perkiraan Dana
Papan triplek (2 x 1,5 meter)

2 x Rp.40,000

Gergaji triplek

Rp.80,000
Rp.50,000

Kayu reng (4 meter)

4 x Rp.15,000

Rp.60,000

Paku (0,5 ons)

5 x Rp.2,000

Rp.10,000

Pilox

5 x Rp.18,000

Rp.90,000

Karton

Rp.10,000

Besi Baja

5 x Rp.100,000

Rp.500,000

Transportasi

Rp.700,000

Subtotal

Rp.1.500,000

5. Pengkajian Sosial Ekonomi Pertanian


Program ini dibuat untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang timbul
pada petani setempat. Kegiatan ini dilakukan dengan menyebar kuisoioner dan
melakukan wawancara dengan petani, untuk selanjutnya dilakukan analisa
masalah dan menyimpulkan solusinya.
a. Bagan Teknis Program
i. Pengumpulan alat dan bahan
Dilakukan pada bulan juni/ awal juli, berupa pembuatan kisioner
dan lain-lain
ii. Buat perjanjian wawancara
Pada minggu 1-2 KKN
iii. Wawancara
Dilakukan selama 1 bulan pertama KKN
b. Alat dan Bahan
i. Kertas 1 rim
ii. Tinta printer
c. Perkiraan Dana

60

Kertas 1 rim

1 x Rp.20,000

Rp.20,000

Tinta printer

2 x Rp.25,000

Rp.50,000

Fotokopi Kuisioner

25 hal x Rp.100

Rp.25,000

Transportasi

Rp.250,000

Subtotal

Rp.345,000

Total Biaya:
Program I

= Rp.2.180.000,-

Program II

= Rp.1.838.000,-

Program III

= Rp.1.250.000,-

Program IV

= Rp.1.500.000,-

Program V

= Rp. 345.000,-

Rp. 7.113.000,-

61

LAMPIRAN 7.
DAFTAR PESERTA TIM KKN SEMESTER PENDEK DI DESA TLOGOPAKIS
KECAMATAN PETUNGKRIYONO KABUPATEN PEKALONGAN

NO

NAMA LENGKAP

JURUSAN

FAKULTAS

NIM

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

Agung Wicaksono
Yosaphat Ardilla R
Ester Dwi Wulan N
Febriana Ika Saputri A
Siti Zurinani
Zulfarida Puspawidyani
Rangga Herdi Seno P
Ahmad Mustakim
Maredias Muh. Yufron
Anna Megawati
Mufti Tri Marta
Paulina Rifiska
Firdha M
Tri Sulistyani
Jonathan Sintong P.S.
Ayu Diyah Setiyani
M. Isa Nasution
Danang Gian C
Dading Handrieka P.
Wisnu Syarifudin
Dian Purwanti
Sanjaya Wibisono
Aditya Kurniawan
M. Izam Zamroni
Brilian Yoga Purbaya
Arnold Parsaulian
Pandu K. Utomo
Oni Rifai
R. Wira Prasetya
Chairullah

Antropologi Budaya
Antropologi Budaya
Antropologi Budaya
Antropologi Budaya
Antropologi Budaya
Antropologi Budaya
Ilmu Komunikasi
Ilmu Komunikasi
Ilmu Hubungan Internasional
Ilmu Hubungan Internasional
Teknologi Hasil Ternak
Teknologi Hasil Ternak
Teknologi Hasil Ternak
Nutrisi Makanan Ternak
Teknologi Hasil Ternak
Konservasi Sumber Daya Hutan
Konservasi Sumber Daya Hutan
Budidaya Hutan
Budidaya Hutan
Budidaya Hutan
Sosial Ekonomi Pertanian (Prodi Agribis)
Sosial Ekonomi Pertanian (Prodi Agribis)
HPT
Sosial Ekonomi Pertanian (Prodi PKP)
Sosial Ekonomi Pertanian (Prodi Agribis)
Teknik Arsitektur
Teknik Arsitektur
Teknik Arsitektur
Teknik Arsitektur
Teknik Arsitektur

ILMU BUDAYA
ILMU BUDAYA
ILMU BUDAYA
ILMU BUDAYA
ILMU BUDAYA
ILMU BUDAYA
ISIPOL
ISIPOL
ISIPOL
ISIPOL
PETERNAKAN
PETERNAKAN
PETERNAKAN
PETERNAKAN
PETERNAKAN
KEHUTANAN
KEHUTANAN
KEHUTANAN
KEHUTANAN
KEHUTANAN
PERTANIAN
PERTANIAN
PERTANIAN
PERTANIAN
PERTANIAN
TEKNIK
TEKNIK
TEKNIK
TEKNIK
TEKNIK

05/185458/SA/13290
05/189755/SA13517
05/186174/SA/13407
05/185708/SA/13362
05/185381/SA/13267
05/185662/SA/13352
05/186811/SP/21140
05/185024/SP/20887
05/186813/SP/21141
05/183515/SP/20861
05/186777/PT/4992
05/190075/PT/5028
05/190045/PT/5024
05/188060/PT/5016
05/18620/PT/4922
04/179017/KT/05576
04/182657/KT/05634
04/178824/KT/5536
04/178825/KT/5537
04/178848/KT/5545
05/183779/PN/10323
05/186953/PN/10526
05/186343/PN/10450
05/190187/PN/10583
05/190037/PN/10568
04/177302/TK/29949
04/176898/TK/29661
04/176862/TK/29636
04/177431/TK/30041
04/176903/TK/29666

62

LAMPIRAN 8. FOTO-FOTO KEADAAN TEMPAT (HASIL SURVEY)

Jalan Masuk Menuju Desa yang Penuh dengan Jalan Rusak

Jalan Masuk ke Desa yang Masih Dikelilingi Hutan Hujan Tropis

63

Pemandangan di Balai Desa

Jalan Menuju Dusun Karanggondang, Masih Berbatu

64

Jalan Menuju Dusun Karanggondang yang Banyak yang Terjal

Kondisi WC Terbagus Sedesa

65

Kondisi Lingkungan Sekitar Dusun

Jalan Menuju Dusun Sawangan dimana Longsorannya Masih Belum Ditangani Warga

66

Tempat Membuat Jembatan, Mengganti Jembatan yang Sudah Goyang

Sungai, Tempat Warga Biasa Melakukan MCK

67