Anda di halaman 1dari 2

GLAUKOMA

No Dokumen
:
SOP

UPTD
PUSKESMAS
SUKAMARA
1. Pengertian

No Revisi

:-

Tanggal terbit
Halaman

:
:

TTD

DARMADI
NIP. 19721202 199303 1
011
penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia setelah katarak.
Kebutaan karena glaukoma tidak bisa disembuhkan, tetapi pada
kebanyakan kasus glaukoma dapat dikendalikan. Umumnya
penderita glaukoma telah berusia lanjut, terutama bagi yang memiliki
risiko. Hampir separuh penderita glaukoma tidak menyadari bahwa
mereka menderita penyakit tersebut.
2. Hasil
1. Keluhan
Anamnesis
Pasien datang dengan keluhan yang bervariasi dan berbeda
(Subjective)
tergantung jenis glaukoma. Gejala pada glaukoma kronik (sudut
terbuka primer) adalah kehilangan lapang pandang perifer secara
bertahap pada kedua mata. Pasien sering datang pada kondisi
yang telah lanjut. Gejala pada glaukoma akut (sudut tertutup)
adalah rasa sakit atau nyeri pada mata, mual dan muntah (pada
nyeri mata yang parah), penurunan visus mendadak, mata merah
dan berair.
2. Faktor Risiko
a. Glaukoma akut : bilik mata depan dangkal
b. Glaukoma kronik :
1) Primer : usia di atas 40 tahun dengan riwayat keluarga
glaukoma.
2) Sekunder :
Penyakit sistemik seperti Diabetes Melitus.
Pemakaian tetes mata steroid secara rutin.
Riwayat trauma pada mata
3. Hasil
1. Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh trias
Pemeriksaglaukoma, terdiri dari:
an Fisik dan
a. Peningkatan tekanan intraokular.
Pemeriksab. Perubahan patologis pada diskus optikus.
an
c. Defek lapang pandang yang khas.
Penunjang 2. Pemeriksaan Fisik Oftalmologis
Sederhana
Pada glaukoma akut:
(Objective)
a. Visus menurun.
b. Tekanan Intra Okular meningkat.
c. Konjungtiva bulbi: hiperemia kongesti, kemosis dengan injeksi
silier, injeksi konjungtiva.
d. Edema kornea.
e. Bilik mata depan dangkal.
f. Pupil mid-dilatasi, refleks pupil negatif.
Pada glaukoma kronik
a. Biasanya terjadi visus dapat normal.
b. Lapang pandang menyempit dapat diperiksa dengan tes
konfrontasi

c. Tekanan Intra Okular meningkat (>21 mmHg).


d. Pada funduskopi, C/D rasio meningkat (N=0.3).
3. Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan pada pelayanan primer.
4.
Penegakan 1. Diagnosis Klinis
Diagnosis
Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis dan
(Assesspemeriksaan fisik oftalmologis.
ment)
2. Glaukoma kronik
Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan tanda dan gejala trias
glaukoma.
3. Langka a. Pasien tidak boleh minum sekaligus banyak, karena dapat
hmenaikkan tekanan
langkah b. Glaukoma akut:
Pertolongan pertama adalah menurunkan tekanan intraocular
secepatnya dengan memberikan serentak obat-obatan yang terdiri
dari:
1. Asetasolamid Hcl 500 mg, dilanjutkan 4 x 250 mg/hari.
2. KCl 0.5 gr 3 x/hari.
3. Timolol 0.5%, 2 x 1 tetes/hari.
4. Tetes mata kombinasi kortikosteroid + antibiotik 4-6 x 1 tetes
sehari
5. Terapi simptomatik.
c. Rujuk segera ke dokter spesialis mata/pelayanan kesehatan tingkat
sekunder/tersier setelah diberikan pertolongan pertama tersebut.
4. Hal
Setiap petugas yang melaksanakan kegiatan hendaknya selalu
hal yang memperhatikan langkah langkah yang telah dibuat.
perlu di
perhatik
an
5. Unit
Semua unit.
terkait
6. Dokum
en
terkait
7. Rekama
Tanggal
Isi
n
No
Yang diubah
mulai di
Perubahan
Historis
berlakukan