Anda di halaman 1dari 3

TUGAS RESUME AUDIT FORENSIK

CHAPTER 14
Zulfatun Ruscitasari
(15/391704/PEK/21150)
AUDIT INVESTIGATIF DENGAN TEKNIK PERPAJAKAN
A. Net Worth Method
Net Worth Method diterapkan oleh Kantor Pajak Amerika Serikat (IRS). Sejak kongres
mengundangkan RICO Act pada tahun 1970, penggunaannya diperluas untuk menemukan
indikasi ilegal income dari organized crime (kejahatan yang diorganisasi seperti mafia, triad,
dan lain-lain). Net Worth Method untuk audit investigatif pajak ingin membuktikan adanya
Penghasilan Kena Pajak (PKP) yang belum dilaporkan oleh wajib pajak. Untuk organized
crime yang ingin dibuktikan adalah terdapatnya penghasilan yang tidak sah, melawan
hukum, atau ilegal income.
B. Net Worth Method untuk Perpajakan
Di Amerika Serikat di mana Net Worth Method diterima sebagai cara pembuktian tidak
langsung, dasar penggunaannya adalah kewajiban wajib pajak untuk melaporkan semua
penghasilannya (sebagaimana didefinisikan oleh undang-undangnya) dalam tax returns
mereka. Ketentuan serupa juga berlaku di Indonesia di mana wajib pajak diwajibkan
penghasilannya secara lengkap dan benar dalam SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan, dalam
hal ini SPT PPh).
Pemeriksa pajak menetapkan net worth atau kekayaan bersih pada awal tahun. Ini
diperoleh dari pengurangan seluruh aset seseorang dengan seluruh kewajibannya. Jadi di
awal tahun tertentu, misalnya Tahun-1, net worth = assets - lialibilities. Hal yang sama
dilakukan untuk menentukan net worth Tahun-2. Selanjutnya, net worth Tahun-1
dibandingkan dengan net worth tahun-2. Perbandingan ini akan menghasilkan net worth
(kenaikan kekayaan bersih) yang seharusnya sama dengan PKP untuk tahun-2. Karena itu
kenaikan net worth ini dibandingkan dengan penghasilan yang dilaporkan dalam SPT PPh
tahun-2.
C. Net Worth Method Untuk Organized Crime
Dengan rumus yang hampir sama, kita dapat menentukan illegal income. Seperti
disebutkan tadi, di Amerika Serikat metode ini digunakan dalam memerangi organized crime.
Di Indonesia pendekatan ini dapat digunakan untuk memerangi korupsi. Ketentuan
perundang-undangannya sudah ada, yakni laporan mengenai kekayaan pejabat. Legal income
adalah semua penghasilan yang dilaporkan yang bersangkutan.
Beberapa catatan penting yang harus diperhatikan investigator dalam melakukan
perhitungan Net Worth Method adalah:
1. Rekaman. Makin banyak transaksi terekam, makin ampuh pula net worth method.
Seperti, penggunaan kartu kredit.
1

2. Penyimpanan uang tunai. Ada beberapa pelaku kejahatan yang menggunakan jasa
perbankan atau pasar modal dalam menyimpan bahkan menggandakan uang hasil
kejahatan mereka. Ada pula yang menyimpan uang dalam rumah dinas atau rumah
tempat tinggal mereka dalam jumlah yang besar, disebut juga cash hoarding.
3. Tambahan penghasilan. Jika tambahan dari pembelian tanah atau warisan, masih bisa
ditelusuri. Yang menjadi perhatian bahkan KPK menetapkan aturan dalam hal ini adalah
gratifikasi.
4. Pembalikan beban pembuktian. Membalikkan apa yang sudah dilaporkan ke pemerintah
dari yang bersangkutan.
5. Catatan pembukuan. Catatan yang seringkali tidak lengkap menjadi tantangan bagi
penyidik.
6. Penyidik kurang sabar. Dalam menghadapi wajib pajak yang tanggunh, penyidik
mungkin akan menyerah ketika wajib pajak bersedia dengan cepat membayar temuan
penyidik.
7. Pembuktian tidak langsung. Tuduhan dan dakwaan harus jelas dan ditetapkan secara
formal dalam surat tugas.
8. Kejahatan lain. Sering penyidik dalam melakukan perhitungan, menemukan tindak
kejahatan lainnya.
D. Expenditure Method
Seperti Net Worth Method, Expenditure Method juga dimaksudkan untuk
menentukan unreported taxable income. Expenditure Method lebih cocok untuk para
wajib pajak yang tidak mengumpulkan harta benda, tetapi mempunyai pengeluaranpengeluaran besar (mewah).
Expenditure Method harusnya digunakan untuk kasus-kasus perpajakan apabila
kondisi-kondisi berikut sangat kuat atau dominan:
1. Wajib pajak tidak menyelenggarakan pembukuan atau catatan.
2. Pembukuan dan catatan wajib pajak tidak tersedia, misalnya karena terbakar.
3. Wajib pajak menyelenggarakan pembukuan tetapi tidak memadai.
4. Wajib pajak menyembunyikan pembukuan.
5. Wajib pajak tidak mempunyai assets yang terlihat atau dapat diidentifikasi.
Expenditure Method harusnya digunakan untuk kasus-kasus organized crime
apabila kondisi-kondisi berikut sangat kuat atau dominan:
1. Tersangka kelihatannya tidak membeli asset seperti rumah, tanah, saham, perhiasan,
mobil atau kapal mewah, dan seterusnya.
2. Tersangka mempunyai gaya hidup mewah dan agaknya diluar kemampuannya.
3. Tersangka diduga mengepalai jaringan kejahatan, atau semua saksi yang memberatkan
dia adalah para penjahat yang sudah dijatuhi hukuman.
E. Penerapan di Indonesia
Kedua metode yang telah disebutkan di atas dalam upaya melakukan audit
investigtif dengan teknik perpajakan pada dasarnya telah diadopsi di Indonesia. Contoh
penerapannya adalah dengan adanya informasi mengenai kekayaan pejabat negara
sebelum menjabat dan pada akhir jabatannya. Dengan adanya informasi tersebut, maka
2

akan memudahkan dalam melihat perkembangan tidak wajar dari kekayaan para pejabat
negara.