Anda di halaman 1dari 56

UTTP Volume Dinamis

(Pompa Ukur BBM)


Diklat Penera Terampil
Periode I Tahun 2014

Vera Firmansyah, M.Si


(Widyaiswara Muda)

Indikator Keberhasilan
Melakukan Pengujian Pompa Ukur
BBM

PETA
KONSEP

Pompa
Ukur
BBM
UTTP
Volume
Dinamis

Meter Air
Rumah
Tangga

Vera Firmansyah, M.Si

Hasil
Pengujian

Pokok Bahasan
ST Pompa Ukur BBM
Elemen Pompa Ukur BBM
Pengujian Pompa Ukur
BBM
Vera Firmansyah, M.Si

Next

ST POMPA UKUR BBM

Syarat Teknis
Latar Belakang : UUML Nomor 2 tahun 1981
Maksud dan Tujuan

Maksud :
Prosedur pompa ukur BBM ini dimaksudkan sebagai
pedoman kerja bagi tenaga fungsionl penera dalam
melaksanakan tugasnya
Tujuan
Adapun tujuannya adalah untuk harmonisasi dan
kesamaan tindakan diantara tenaga fungsional penera
dalam melaksanakan tugas tera/tera ulang pompa
ukur BBM

Vera Firmansyah, M.Si

Syarat Teknis

Mengacu pada standar/refensi yang sudah diakui kebenaranya baik secara nasional atau
secara internasional
Metode peneraan yang dilakukan diakui secara hukum atau perundang-undangan yang
berlaku
Tujuannya: mempermudah pekerjaan sehingga diperoleh hasil peneraan yang benar dan
optimal.
1) Peneraan menggunakan cairan ukurnya ditempat instalasi uji atau di tempat
terpasang.
2) Pengujian kebenaran dilakukan dengan penakaran volume cairan yang keluar dari
nozzle menggunakan BUS > 20 liter.
3) Pengujian Kecepatan Alir :
a)
b)
c)

4)
5)
6)

Maksimal
Sedang (0,5 0,75 maks)
Lambat (0,15 0,25)

Pengujian penunjukan muka dan belakang. BKD selisih = 20 ml.


Setiap Kec. Alir diuji 3 X , Ketidaktetapan Maks = 0,1 %.
Pengujian Alat Pengenol, alat penjatah harga & volume, alat penjumlah dilakukan
bersama sama pengujian kebenaran.
Vera Firmansyah, M.Si

Syarat Teknis
1. Tahap Persiapan
a) Persiapan keselamatan kerja
b) Persiapan standar, peralatan dan kelengkapan uji.

2. Tahap pengujian
a) Pemeriksanaan visual.
b) Pengujian fungsi.
c) Pengujian ujuk kerja alat.

3. Tahap perhitungan
Vera Firmansyah, M.Si

Next

ELEMEN POMPA UKUR BBM

Elemen Pompa Ukur BBM


Penghitunga, Alat
Penunjukkan, dan
Alat Bantu

Nozzle

Badan Ukur
Pengatur Aliran
Pompa
Mengalirkan BBM
dari Storage Tank

Motor

Elemen Pompa Ukur BBM

Elemen Pompa Ukur BBM


1. Merk : Tatsuno
No seri
Type
Kapasitas max.
Kapasitas min.
Tekanan Kerja
Interval Suhu
Buatan

: AA1393432005-8
: GDB360420JMBDF000000-E
: 30/60 l/min
: 6.0 l/min
: 0.22 Mpa
: -20 s/d + 40o C
: Tatsuno Coorporation Jepang

2. Merk : Censtar
No seri
Type
Kapasitas max.
Kapasitas min.
Tekanan Kerja
Interval Suhu
Buatan

: 98AJ300037
: 30J22
: 50 l/min
: 5 l/min
: 54 kPa
: -10 s/d + 80o C
: Censtar China

Elemen Pompa Ukur BBM


(Badan Ukur)
Alat ukur volume cairan, (meter for volume of
liquid) adalah alat ukur untuk mengukur secara
kontinyu, menyimpan dalam memori dan
menampilkan volume cairan yang melewati
transduser-ukur pada suatu kondisi-ukur.

Transduser-ukur (measurement transduser)


atau biasa disebut pulse generator/pulser yang
berfungsi mengubah gerakan aliran atau
volume cairan yang diukur menjadi sinyal-sinyal
yang dilewatkan pada Badan Hitung.

Elemen Pompa Ukur BBM


(Pompa dan Elektrik)
Terdiri dari pompa hisap dan pompa
dorong. Pada konstruksi pompa hisap,
pompa diletakan di dalam pompa ukur
BBM/fuel
dispenser.
Sedangkan
konstruksi pompa dorong pompa
diletakan di storage tank/tangki
pendam.

Motor berfungsi untuk menggerakan


pompa dengan batuan belt (khusus suction
pump)

Elemen Pompa Ukur BBM


(Control Valve/Selenoid Valve)
Prinsip yang digunakan pada solenoid valve
ini yaitu memutus aliran fluida
ketika
mendapat perintah penutupan aliran fluida
dari badan hitung. Untuk masing masing
spesifikasi solenoid valve ini dapat dilihat
pada spesifikasi yang terdapat di badan
solenoid valve ini, misalkan tegangan,arus
dan lain-lain .

Fungsi:

Valve yang digerakan secara elektrik, sifatnya


ON/OFF
memutuskan/mengalirkan aliran cairan
yang akan/yang sudah dikeluarkan

Elemen Pompa Ukur BBM


(Badan Hitung)
Penghitung (calculator) bagian dari meter
yang menerima sinyal-sinyal keluaran dari
transduser-ukur, dan mungkin berasal dari
alat-alat ukur yang digabungkan, mengubah
serta jika sesuai menyimpan hasil-hasilnya
dalam memori sampai hasil-hasil tersebut
digunakan.
Bagian
termasuk
didalamnya
alat
penunjukan (indicating device) yang secara
kontinu
menampilkan
hasil-hasil
pengukuran.

Elemen Pompa Ukur BBM


(Alat Bantu)
Alat yang menjalankan fungsi-fungsi
khusus, secara langsung meliputi
penguraian,
pengiriman
atau
penampilan hasil-hasil pengukuran,
seperti ; alat penyetel nol, alat
penunjuk-ulang, alat cetak, alat
memori atau penyimpan data, alat
penunjuk
harga,
alat
penunjuk
pentotal, alat konversi, alat priset, alat
swalayan.

Elemen Pompa Ukur BBM


(Alat Tambahan)
Alat tambahan (additional device) adalah
bagian atau alat selain alat bantu, yang
diperlukan untuk memperoleh pengukuran
yang benar, atau untuk melengkapi operasi
pengukuran, atau yang dengan jalan
bagaimanapun
dapat
mempengaruhi
pengukuran. Alat-alat tambahan yang utama
adalah ; alat eliminasi gas, indikator gas, gelas
penglihat, saringan, pompa, alat yang
digunakan sebagai titik-perpindahan, alat
anti-putar (anti-swirl device), pencabangan
atau bypass, katup, selang.

Elemen Pompa Ukur BBM


(Alat Justir)

Terbagi menjadi dua justir mekanik dan elektronik. Kedua alat justir ini
berfungsi untuk penyetelan MPE/BKD yang nilainya disesuaikan dengan
aturan, antara -0,3 s/d +0,3.

Elemen Pompa Ukur BBM


(Alat Penghilang Gas)

Pengukuran BBM pada kondisisi normal tidak boleh adanya suatu gas
ataupun udara didalamnya, karena dapat merubah volume cairan yg
sebenarnya. Alat ini akan menghilangkan gas sebelum masuk ke badan Ukur.

Elemen Pompa Ukur BBM


(Junction Box dan Nozzle Holder)
AC input power and POS connection

Junction Box

Nozzle Holder

Elemen Pompa Ukur BBM


Hose/Selang

Sight Glass

Nozzel

Elemen Pompa Ukur BBM


(Elektrik)

Controller
Power Supply
Display dan Keyad
Preset
Pulse Generator
Selenoid Valve

Vera Firmansyah, M.Si

Elemen Pompa Ukur BBM


(Elektrik Main Board)

Censtar
Tatsuno
Korea EnE/LG
Fungsi:
Sebagai pusat kegiatan pemrosessan data pengukuran
Mengambil data pengukuran dari sensor
Eksekusi data pengukuran
Menampilkan data pengukuran

Elemen Pompa Ukur BBM


(Elektrik Power Supply)

Korea EnE/LG

Tatsuno

Fungsi:
Mengubah tegangan AC ke tegangan DC
Mengamankan komponen lain dari tegangan tak stabil
Rangkaian/komponen yang ada pada PCB power supply
berbentuk analog

Elemen Pompa Ukur BBM


(Elektrik Display dan Keypad)

Fungsi:
Display, menampilkan hasil pengukuran (volume) dan harga
merupakan output dari sistem
Keypad, memasukan data harga/volume ke sistem yg
selanjutnya akan dieksekusi merupakan input

Elemen Pompa Ukur BBM


(Elektrik - Preset)
LCD window
- Backlit LCDs with 25 LED chips
- Displays money and volume while refueling

Operation Status

Amount
W
L Liter
R

Running

5 function keys for pre-selecting the amount or liter


to be purchased
Program mode
Ten keys
Emergency stop key

Elemen Pompa Ukur BBM


(Elektrik Pulse Generator)
Wave form sinyal input

Fungsi:
Sensor, membaca data flow rate BBM yang akan
dikeluarankan. Putaran diubah menjadi data digital

Elemen Pompa Ukur BBM


(Elektrik Selenoid Valve)
Fungsi :
Valve yang digerakan secara elektrik,
sifatnya ON/OFF
memutuskan/mengalirkan aliran
cairan yang akan/yang sudah
dikeluarkan

Next

PRINSIP KERJA POMPA UKUR BBM

Prinsip Kerja
Instalasi Penyerahan BBM di SPBU
Tangki timbun
Perpipaan
Pompa Ukur BBM

Prinsip Kerja Pompa Ukur BBM


Suction Fuel Dispenser
Remote Fuel Dispenser

Vera Firmansyah, M.Si

Prinsip Kerja
(Tangki Timbun)
Tangki timbun yang digunakan merupakan tangki horizontal
berbentuk silinder mendatar.
Tangki timbun dipendam dibawah tanah & terpisah dari area
penjualan serta pompa ukur BBM.

Perlengkapannya :
- Handrail
- Tangga
- Manhole
- Fill pipe
- Chek valve
- Vent valve

Prinsip Kerja
(Tangki Timbun)

Instalasi penyerahan BBM di SPBU terdiri dari :


a. Tangki timbun
b. Pemipaan
c. Pompa ukur BBM (PU BBM)

Prinsip Kerja
(Perpipaan)
BBM dipindahkan dari tangki timbun ke pompa
ukur melalui perpipaan di dalam tanah
Tangki timbun digunakan utk beberapa PU
BBM perlu perpipaan yg tdk bocor &
perubahan suhu.
Perubahan suhu mengakibatkan vapor
lock, BBM bergerak dari tangki yg lebih dingin
ke pipa yg lebih hangat (penguapan)

Prinsip Kerja
(Pompa Ukur BBM)
Pengertian pompa ukur BBM adalah instalasi meter arus lengkap yang
tersusun merupakan kesatuan dalam satu kabinet dan umumnya digunakan
untuk mengukur volume BBM yang diisikan ke dalam tangki kendaraan
bermotor.
Sistem kerjanya;

Cairan BBM dari storage tank dialirkan ke fuel


dispenser oleh pompa
cairan yang mengalir diukur oleh meter arus &
tranduser- ukur (pulsar),
jumlah cairan yang keluar akan dihitung, selanjutnya
ditampilkan dalam bentuk tampilan harga dan
jumlah volume cairan.

Storage Tank

Prinsip Kerja
(Pompa Ukur BBM Sunction Fuel Dispenser)
Sistem pompa hisap atau self contained/suction pump,
pompa terletak pada dispenser dan menghisap BBM
pada tekanan atmosfer dari dalam tangki timbun

Prinsip Kerja
(Pompa Ukur BBM Sunction Fuel Dispenser)
1. Nosel diangkat mengaktifkan
motor & solenoid valve.
2. Motor menggerakan pompa
menghisap BBM
3. Flow meter menggerakan
piston & pulser
4. Pulser mengirimkan pulsa ke
computer
5. Komputer melakukan
kalkulasi,menampilkan
pengukuran & pengisian BBM.

Prinsip Kerja
(Pompa Ukur BBM Remote Fuel Dispenser)
Remote fuel dispenser ini merupakan pompa ukur BBM yang
menggunakan pompa dorong untuk mengalirkan cairan BBM dari
tangki timbun ke pompa ukur BBM. submerged pump

Prinsip Kerja
(Pompa Ukur BBM Remote Fuel Dispenser)
1. Nosel diangkat mengaktifkan
motor & solenoid valve.
2. Motor menggerakan pompa
menghisap BBM
3. Flow meter menggerakan
piston & pulser
4. Pulser mengirimkan pulsa ke
computer
5. Komputer melakukan
kalkulasi,menampilkan
pengukuran & pengisian BBM.

Next

PENGUJIAN POMPA UKUR BBM

Pengujian Pompa Ukur BBM

TUJUAN
Prosedur pompa ukur BBM ini dimaksudkan sebagai pedoman kerja bagi tenaga fungsionl penera dalam
melaksanakan tugasnya. Adapun tujuannya adalah untuk harmonisasi dan kesamaan tindakan diantara tenaga
fungsional penera dalam melaksanakan tugas tera/tera ulang pompa ukur BBM.

ACUAN
Standar acuan yang digunakan dalam instruksi kerja ini adalah :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.
2. Rekomendasi OIML R-117
3. Rekomendasi OIML R-118

PERALATAN
Peralatan yang digunakan dalam pengujian Meter Air metode Bejana Ukur ini adalah :
1. Instalasi Penelitian Pompa Ukur Bahan Bakar Minyak
2. Bejana Ukur Standar 100 L, 50 L, 20 L, dan sertifikatnya.
3. Thermometer standar dan sertifikatnya
4. Densimeter/Specific Gravimeter
5. Instruction Manual Pompa Ukur BBM yang diuji
6. Kompressor/tabung udara
7. Meter gas kapasitas kecil.

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


NOTASI
Notasi yang digunakan dalam prosedur ini adalah :
1. M adalah Penunjukan pompa ukur BBM
2. S adalah Penunjukan Bejana ukur
3. Taw adalah Penunjukan totalisator awal
4. Tak adalah Penunjukan totalisator akhir
5. T adalah Penunjukan totalisator
6. TB adalah Penunjukan totalisator seharusnya
7. H adalah Harga per liter
8. Hm adalah Hitungan harga bagian muka
9. Hb adalah Hitungan harga bagian belakang
10.PV adalah Penunjukan penjatahan Volume (dalam liter)
11.PHS adalah Penunjukan penjatahan volume (dalam liter) seharusnya
12.PH adalah Penunjukan penjatahan volume (dalam rupiah)
Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PENGUJIAN
Pemeriksaan Visual
Pemeriksaan data teknis

Tanggal pemeriksaan
Nama perusahaan dan alamat
Nama pemilik dan alamat
Merek, tipe, no seri, pembuat pompa ukur BBM
Jenis media yang diukur (dijual)
Harga satuan/liter
Kecepatan minimum dan maksimum
Tanda pemeriksa
Nomor sertifikat persetujuan (izin tipe)

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PENGUJIAN
Pemeriksaan terhadap pompa ukur BBM
Pemeriksaan eksternal

Pompa ukur BBM harus terpasang dengan kokoh pada pondasinya dan panel dalam
keadaan terjamin keamanannya
Pompa ukur BBM memiliki nomor pompa sesuai dengan konsol
Jendela penutup tidak pecah atau rusak
Gelas penglihat dalam keadaan bersih, berisi bola plastik dan terisi penuh dengan
cairan
Selang dalam kondisi baik, tidak pecah dan terkelupas.

Pemeriksaan internal

Periksa kebocoran gas/cairan pada badan ukur, pemisah udara (eleminasi), saringan
(filter), dan pemipaan
Tranduser dan komponen-komponen lainnya dipasang sesuai dengan sertifikat
persetujuannya
Tanda tera dibubuhkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PENGUJIAN
Pengujian Fungsi
Penyetelan nol (reset)
1.
2.

3.
4.

Pindahkan (angkat) nozzlepenyerahan dari posisinya (hang up)


Pastikan bahwa uji tampilan dijalankan
Menampilkan semua elemen (eight tes) 8888888
Menghilangkan semua elemen
Menampilkan nol 0
Kembalikan nozzledengan hati-hati ke posisi semula, pada saat
ini harus tidak ada penyerahan dan penunjukannya nol
Catat hasilnya

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PENGUJIAN
Pengujian Fungsi
Pemeriksaan nozzle
Jika selang dipasang alat penghenti otomatis pada nozzle, maka nozzle harus
menutup secara otomatis jika unit sensor nozzlebersentuhan dengan cairan
atau gelembung cairan. Langkah-langkah pengujian adalah:
Lakukan penyerahan pada kecepatan aliran normal
Biarkan sensor pada nozzlebersentuhan dengan cairan atau gelembung cairan
Nozzle harus menutup secara otomatis
Ulangi langkah diatas sebanyak dua kali
Catat hasilnya

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PENGUJIAN
Pengujian untuk kerja yaitu kebenaran, ketidak tetapan, penunjukan
harga, penjatah (preset), penjumlah volume (totalisator)
1. Pengujian Totalisator (penjumlah volume)

Catat penunjukan awal totalisator = Taw


Hidupkan pompa hisap/dorong bersamaan mengenolkan pompa ukur BBM
Alirkan cairan uji pada kecepatan alir lambat, sedang dan cepat.
Setelah volume yang diinginkan tercapai, aliran distop (nozzle ditutup)
Catat penunjukan totalisator akhir = Tak
Catat penunjukan totalisator (totalisator akhir - totalisator awal) Tak-Taw = T
Catat penunjukan pompa ukur BBM = TB

2. Hitung kesalahan penunjukan totalisator

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PENGUJIAN
Pengujian kesalahan penunjukan dan ketidak tetapan
a)
b)
c)
d)

e)
f)
g)
h)
i)
j)

k)
l)

Hidupkan pompa hisap/dorong bersamaan mengenolkan pompa ukur BBM


Bejana ukur standar diisi dengan cairan uji
Setelah bejana ukur standar penuh, pompa ukur BBM dimatikan.
Bejana ukur standar dikeringkan dengan waktu tetesan sesuai dengan volumenya (metode basah waktu tetesan, volume
bejana 20 liter = 10 detik, volume bejana >20 liter = 30 detik), sedangkan metode kering, dikeringkan dengan kain
sampai benar-benar kering.
Hidupkan pompa hisap/dorong bersamaan mengenolkan pompa ukur BBM
Cairan uji dituangkan /ditakar ke dalam bejana ukur standar pada kecepatan alir yang ditentukan (lambat, sedang, cepat)
Setelah bejana ukur standar tercapai, pompa ukur BBM dimatikan.
Baca dan catat penunjukan pompa ukur BBM = M
Baca dan catat penunukan bejana ukur standar = S
Bejana ukur standar dikeringkan dengan waktu tetesan sesuai dengan volumenya (metode basah waktu tetesan, volume
bejana 20 liter = 10 detik, volume bejana >20 liter = 30 detik), sedangkan metode kering, dikeringkan dengan kain
sampai benar-benar kering.
Pengujian dilakukan tiga kali pada kecepatan alir yang sama.
Lakukan langkah e sampai dengan k pada kecepatan alir yang lain (lambat, sedang, cepat)

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PENGUJIAN
Pengujian penunjukan penghitung harga
Dilakukan bersamaan pada pengujian kesalahan penunjukan dan ketidaktetapan pompa ukur
BBM. Pada waktu membaca penunjukan volume, maka baca dan catat penunjukan penghitung
harga dengan kecepatan alir tersebut.

Pengujian penjatah (Preset)


Alat penjatah volume dan diset pada volume yang diinginkan

Penjatah dijatah (diset) sesuai besarnya volume yang dinginkan


Hidupkan pompa hisap/dorong bersamaan mengenolkan pompa ukur BBM
Alirkan cairan uji pada kecepatan alir sesuai dengan yang dinginkan (lambat, sedang atau cepat )
Setelah volume yang dinginkan tercapai, aliran akan berhenti secara otomatis.
Nozzle ditutup
Baca dan catat penunjukan pompa ukur BBM = PV
Catat penunjukan volume yang diinginkan = Ps
Hitung kesalahan penjatah
Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PENGUJIAN
Pengujian penjatah (Preset)

Alat penjatah volume diset pada harga yang dinginkan


Penjatah dijatah (diset) sesuai besarnya volume yang dinginkan
Hidupkan pompa hisap/dorong bersamaan mengenolkan pompa ukur BBM
Alirkan cairan uji pada kecepatan alir sesuai dengan yang dinginkan (lambat,
sedang atau cepat)
Setelah volume yang dinginkan tercapai, aliran akan berhenti secara otmatis.
Nozzle ditutup
Baca dan catat penunjukan harga pompa ukur BBM = PH
Catat besarnya harga yang diinginkan = PHS
Hitung kesalahan penjatah

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PERHITUNGAN KESALAHAN
Pengujian Totalisator
=

T adalah Penununjukan totalisator akhir totalisator awal

100%

TB adalah Penunjukan totalisator sesuai dengan jumlah volume yang


diserahkan (ditunjuk oleh pompa ukur BBM)

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PERHITUNGAN KESALAHAN
Pengujian kesalahan penunjukan dan ketidaktetapan

1.

2. Ketidaktetapan

100%

Ketidaktetapan adalah selisih penunjukan terbesar dari dua kesalahan


penunjukan dari hasil pengujian yang berurutan pada kondisi yang sama.
Kesalahan pengujian ke-1 dikurangi kesalahan penunjukkan pengujian ke-2
Kesalahan pengujian ke-2 dikurangi kesalahan penunjukkan pengujian ke-3
Nilainya diambil yang terbesar

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PERHITUNGAN KESALAHAN
Pengujian alat penjatah
1. Ketidaktetapan adalah selisih penunjukan terbesar dari dua kesalahan
penunjukan dari hasil pengujian yang berurutan pada kondisi yang sama

2. Alat penjatah volume dan diset pada harga yang dikehendaki

=
Vera Firmansyah, M.Si

100%
100%

Pengujian Pompa Ukur BBM


PERHITUNGAN KESALAHAN
Pengujian alat penghitung harga
Jumlah harga bahan bakar minyak yang harus dibayar adalah penunjukan volume pompa ukur
BBM dikalikan harga per liter bahan bakar minyak. Harga per liter bahan bakar minyak = H =
(Rp./liter)
1. Penunjukan penghitung harga bagian muka seharusnya = Hm adalah penunjukan pompa ukur BBM
bagian muka x H
=

2. Penunjukan penghitung harga bagian belakang seharusnya = Hb adalah penunjukan pompa ukur BBM
bagian muka x H
=

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


BATAS KESALAHAN YANG DIIJINKAN (BKD)
Kesalahan penunjukan pompa ukur BBM : 0,5 %
Ketidak tetapan : 0,1 %
Selisih penunjukan muka dan belakang : 0,2 %
Kesalahan penunjukan alat hitung harga : 1% x penyerahan minimum (2
liter)x harga Rp. /liter.
Contoh :
Misal harga perliter = Rp 1.150,Maka kesalahan penunjukan alat hitung harga yang diizinkan (BKD) : 1% x
2 x Rp. 1.150 = Rp. 23,-

Vera Firmansyah, M.Si

Pengujian Pompa Ukur BBM


PEMBUBUHAN TANDA TERA
Cap tanda tera pada lemping
Tanda Daerah ukuran sumbu panjang 4 mm, Tanda Pegawai Yang Berhak (H) ukuran 4 mm dan Tanda Sah Logam (SL) ukuran 4
mm ..... tahun pada lemping logam yang berbentuk persegi panjang dan diikat dengan kawat, Tanda Jaminan Plombir (JP) ukuran 8
mm
Badan hitung
Tanda Sah Plombir (SP) ukuran 6 mm ..... tahun yang bersangkutan sedemikian rupa sehingga mudah terlihat dengan jelas dari luar
Alat justir
Tanda Sah Plombir (SP) ukuran 6 mm..... tahun yang bersangkutan bersebelahan dengan Tanda Pegawai Yang Berhak Plombir (HP)
yang melakukan pengujian
Badan ukur
Tanda Jaminan Plombir (JP) ukuran 8 mm pada semua tutup piston atau torak
Pembangkit pulsa (tranduser)
Tanda Jaminan Plombir (JP) ukuran 8 mm
Penghubung antara badan ukur dengan badan hitung
Tanda Jaminan Plombir (JP) ukuran 8 mm
Totalisator
Tanda Jaminan Plombir (JP) ukuran 8 mm
Setiap bagian dari pompa ukur BBM yang memungkinkan dapat dilakukan perubahan yang mengakibatkan ketidakbenaran
penunjukannya harus disegel dengan Tanda Jaminan Plombir (JP) ukuran 8 mm atau Tanda Jaminan (J) sesuai ukurannya
Password dan parameter lainnya/MCU pada badan hitung pompa ukur BBM harus diamankan sedemikian rupa ,sehingga tidak dapat
dilakukan peubahan

Vera Firmansyah, M.Si

Anda mungkin juga menyukai