Anda di halaman 1dari 3

MODUL PERKULIAHAN

Akuntansi Sektor
Publik
Kelas Karyawan
SISTEM AKUNTANSI
PEMERINTAH PUSAT
Fakultas

Program Studi

Ekonomi Dan Bisnis

S1 Akuntansi

Tatap Muka

10

Kode MK

Disusun Oleh

MK

Nurul Hidayah

Abstract

Kompetensi

SAPP merupakan system akuntansi yang di


terapkan baik di instansi instansi,
kelembagaan maupun di pemerintah pusat.

Mahasiswa mampu memahami dan


menggambarkan system akuntansi instansi
dan sisitem akuntansi pemerintah.

13

Akuntansi Sektor Publik


Nurul Hidayah,SE,Ak,MSi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 55


ayat (2 )menyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna

SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT


I.2. Tujuan
Tujuan dari Pedoman Pelaksanaan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat adalah untuk
memberi petunjuk umum dalam menyelenggarakan:
I. Akuntansi Pusat pada KPPN, Kanwil Ditjen PBN, dan Kantor Pusat Ditjen PBN;
2. Akuntansi Instansi pada tingkat Satuan Kerja, Wilayah, Eselon-I, Kantor Pusat
Kementerian Negara/Lembaga, dan Satuan Kerja Dekonsentrasi/Tugas
Pembantuan, serta Koordinator Wilayah Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan.
I.3. Ruang Lingkup
Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku untuk seluruh unit organisasi Pemerintah Pusat
dan unit akuntansi pada Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi
dan/atau Tugas Pembantuan serta pelaksanaan Anggaran Pembiayaan dan
Perhitungan.
Tidak termasuk dalam ruang lingkup Peraturan Menteri Keuangan ini adalah :
a. Pemerintah Daerah (sumber dananya berasal dari APBD)
b. Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah yang terdiri dari :
1. Perusahaan Perseroan, dan
2. Perusahaan Umum.
c. Bank Pemerintah dan Lembaga Keuangan Milik Pemerintah

Sistem Akuntansi Pemerintahan Pusat (SAPP) bertujuan untuk :


a. Menjaga aset Pemerintah Pusat dan instansi-instansinya melalui pencatatan,
pemprosesan dan pelaporan transaksi keuangan yang konsisten sesuai dengan
standar dan praktek akuntansi yan diterima secara umum;
b. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang anggaran dan
kegiatan keuangan Pemerintah Pusat, baik secara nasional maupun instansi yang
berguna sebagai dasar penilaian kinerja, untuk menentukan ketaatan terhadap
13

Akuntansi Sektor Publik


Nurul Hidayah,SE,Ak,MSi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Laporan keuangan pemerintah pusat terdiri dari:


a. Laporan Realisasi Anggaran
Konsolidasi Laporan Realisasi Anggaran dari seluruh Kementerian
Negara/Lembaga yang telah direkonsiliasi.
b. Neraca Pemerintah
Neraca Pemerintah Pusat merupakan konsolidasi Neraca SAI dan Neraca
SAKUN.
c. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat merupakan konsolidasi Laporan Arus Kas.
dari seluruh Kanwil Ditjen PBN.
d. Catatan atas Laporan Keuangan
Merupakan penjelasan atau perincian atau analisis atas nilai suatu pos yang
tersaji di dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca Pemerintah dan Laporan
Arus Kas.
Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) terdiri dari:

1. Sistem Akuntansi Pusat (SiAP);


Sistem Akuntansi Pusat (SiAP) dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal
Perbendaharaan ( Ditjen PBN) dan terdiri dari:
a. SAKUN yang menghasilkan Laporan Arus Kas dan Neraca KUN;
b. SAU yang menghasilkan Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.
Pengolahan data dalam rangka penyusunan laporan keuangan SAU dan
SAKUN, dilaksanakan oleh unit-unit Ditjen PBN yang terdiri dari:
a. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN);
b. Kantor Wilayah Ditjen PBN (Kanwil Ditjen PBN);
c. Kantor Pusat Ditjen PBN.

2. Sistem Akuntansi Instansi (SAI).


Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dilaksanakan oleh kementerian negara/lembaga.
Kementerian negara/lembaga melakukan pemrosesan data untuk menghasilkan Laporan

13

Akuntansi Sektor Publik


Nurul Hidayah,SE,Ak,MSi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id