Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saat ini dunia keperawatan semakin berkembang. Perawat dianggap sebagai salah satu
profesi kesehatan yang harus dilibatkan dalam pencapaian tujuan pembangunan kesehatan baik
di dunia maupun di Indonesia.
Perawat komunitas bekerja di berbagai bidang, memberikan perawatan kesehatan primer
sepanjang umur. Mereka menyediakan keperawatan yang komprehensif di berbagai kebutuhan
kesehatan untuk klien di mana saja di masyarakat dari pusat-pusat kesehatan masyarakat, klinik
kesehatan primer, unit kesehatan masyarakat, sekolah dan universitas, dewan lokal dan rumah
klien. Perawat komunitas memberikan perawatan kesehatan untuk mereka yang memerlukan
intervensi kesehatan dan juga mempertimbangkan kondisi sosial yang mempengaruhi status
kesehatan. Setiap orang atau wali dapat mengakses perawat komunitas. Banyak Rumah sakit dan
dokter merujuk ke komunitas perawat dan klien menanyakan langsung bantuan.
Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan
menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang. Saat ini
perawat memiliki peran yang lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan
pencegahan penyakit, juga memandang klien secara komprehensif. Perawat menjalankan fungsi
dalam kaitannya dengan berbagai peran pemberi perawatan, pembuat keputusan klinik dan etika,
pelindung dan advokat bagi klien, manajer kasus, rehabilitator, komunikator dan pendidik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan suatu permasalahan, adalah sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Apa pengertian dari keperawatan kesehatan komunitas ?


Bagaimana strategi pelaksanaan keperawatan kesehatan komunitas ?
Apa sajakah peran perawat komunitas ?
Apa sajakah fungsi perawat komunitas ?
Bagaimana standar dan etik keperawatan kesehatan komunitas ?
Apa sajakah unsur dan elemen dari keperawatan kesehatan komunitas ?
1

C. Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini, adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui pengertian dari keperawatan kesehatan komunitas.


Untuk mengetahui strategi pelaksanaan keperawatan kesehatan komunitas.
Untuk mengetahui peran dan fungsi perawat komunitas.
Untuk mengetahui standard an etik keperawatan kesehatan komunitas.
Untuk mengetahui unsur dan elemen keperawatan kesehatan komunitas.

D. Metode Penulisan
Dalam penulisan paper ini ditempuh metode-metode tertentu untuk mengumpulkan
beberapa data dan mengolah data tersebut. Untuk pengumpulan Data dilakukan dengan metode
dokumentasi yaitu mengumpulkan berbagai sumber yang memuat materi yang terkait dengan
konsep kepeawatan kesehatan komunitas. Sumber tersebut seperti internet dan berbagai buku
referensi. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan metode deskriptif
kualitatif, yaitu suatu metode dengan jalan menyusun data atau fakta-fakta yang telah diperoleh
secara sistematis dan menuangkannya dalam suatu simpulan yang disusun atas kalimat-kalimat

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Keperawatan Kesehatan Komunitas (CHN)


Keperawatan kesehatan komunitas terdiri dari tiga kata yaitu keperawatan, kesehatan dan
komunitas, dimana setiap kata memiliki arti yang cukup luas. Azrul Azwar (2000)
mendefinisikan ketiga kata tersebut sebagai berikut :
1. Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari penyimpangan atau tidak terpenuhinya
kebutuhan dasar manusia yang dapat mempengaruhi perubahan, penyimpangan atau
tidak berfungsinya secara optimal setiap unit yang terdapat dalam sistem hayati tubuh
manusia, baik secara individu, keluarga, ataupun masyarakat dan ekosistem.
2. Kesehatan adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan manusia mulai dari
tingkat individu sampai tingkat ekosistem serta perbaikan fungsi setiap unit dalam
sistem hayati tubuh manusia mulai dari tingkat sub sampai dengan tingkat sistem
tubuh.
3. Komunitas adalah sekelompok manusia yang saling berhubungan lebih sering
dibandingkan dengan manusia lain yang berada diluarnya serta saling ketergantungan
untuk memenuhi keperluan barang dan jasa yang penting untuk menunjang kehidupan
sehari-hari.
Menurut WHO (1959), keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang
merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan
sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guns
meningkatkan kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi,
pence-gahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada individu, keluarga, yang
mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.
Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan
kepada masyarakat dengan pendekatan pads kelompok resiko tinggi, dalam upaya pencapaian
derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan dengan
menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai
mitra dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan keperawatan (Spradley, 1985;
Logan and Dawkin, 1987).
Keperawatan kesehatan komunitas menurut ANA (1973) adalah suatu sintesa dari praktik
kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan
masyarakat. Praktik keperawatan kesehatan komunitas ini bersifat menyeluruh dengan tidak
3

membatasi pelayanan yang diberikan kepada kelompok umur tertentu, berkelanjutan dan
melibatkan masyarakat.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perawatan kesehatan
komunitas adalah suatu bidang dalam ilmu keperawatan yang merupakan keterpaduan antara
keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat, serta
mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan dengan tanpa
mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif, secara menyeluruh dan terpadu ditujukan
kesatuan yang utuh melalui proses keperawatan untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan
manusia secara optimal.

B. Strategi Pelaksanaan Keperawatan Kesehatan Komunitas (CHN)


Strategi pelaksanaan keperawatan komunitas yang dapat digunakan dalam perawatan
kesehatan masyarakat adalah :
1. Pendidikan kesehatan (Health Promotion)
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara
menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu
dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya
dengan kesehatan (Elisabeth, 2007).
Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang
berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana individu,
keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, pendidikan
kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan di dalam bidang kesehatan
(Mubarak, 2005).
2. Proses kelompok (Group Process)
Bidang tugas perawat komunitas tidak bisa terlepas dari kelompok masyarakat
sebagai klien termasuk sub-sub sistem yang terdapat di dalamnya, yaitu: individu,
keluarga, dan kelompok khusus, perawat spesialis komunitas dalam melakukan upaya
peningkatan, perlindungan dan pemulihan status kesehatan masyarakat dapat
menggunakan alternatif model pengorganisasian masyarakat, yaitu: perencanaan sosial,
aksi sosial atau pengembangan masyarakat. Berkaitan dengan pengembangan kesehatan
masyarakat

yang

relevan,

maka

penulis

mencoba

menggunakan

pendekatan
4

pengorganisasian masyarakat dengan model pengembangan masyarakat (community


development) (Elisabeth, 2007).
3. Kerjasama atau kemitraan (Partnership)
Kemitraan adalah hubungan atau kerja sama antara dua pihak atau lebih,
berdasarkan kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan atau memberikan
manfaat. Partisipasi klien/masyarakat dikonseptualisasikan sebagai peningkatan inisiatif
diri terhadap segala kegiatan yang memiliki kontribusi pada peningkatan kesehatan dan
kesejahteraan (Elisabeth, 2007).
Kemitraan antara perawat komunitas dan pihak-pihak terkait dengan masyarakat
digambarkan dalam bentuk garis hubung antara komponen-komponen yang ada. Hal ini
memberikan pengertian perlunya upaya kolaborasi dalam mengkombinasikan keahlian
masing-masing yang dibutuhkan untuk mengembangkan strategi peningkatan kesehatan
masyarakat (Elisabeth, 2007).
4. Pemberdayaan (Empowerment)
Konsep pemberdayaan dapat dimaknai secara sederhana sebagai proses
pemberian kekuatan atau dorongan sehingga membentuk interaksi transformatif kepada
masyarakat, antara lain: adanya dukungan, pemberdayaan, kekuatan ide baru, dan
kekuatan mandiri untuk membentuk pengetahuan baru (Elisabeth, 2007).
Perawat komunitas perlu memberikan dorongan atau pemberdayaan kepada
masyarakat agar muncul partisipasi aktif masyarakat. Membangun kesehatan masyarakat
tidak terlepas dari upaya-upaya untuk meningkatkan kapasitas, kepemimpinan dan
partisipasi masyarakat (Elisabeth, 2007).

C. Peran Perawat Komunitas


Banyak peranan yang dapat dilakukan oleh perawat kesehatan masyarakat diantaranya
adalah :
1. Sebagai penyedia pelayanan (Care provider)
Memberikan asuhan keperawatan melalui mengkaji masalah skeperawatan yang
ada, merencanakan tindakan keperawatan, melaksanakan tindakan keperawatan dan
mengevaluasi pelayanan yang telah diberikan kepada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.
5

2. Sebagai Pendidik dan konsultan (Nurse Educator and Counselor)


Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat baik di rumah, puskesmas, dan di masyarakat secara terorganisir dalam
rangka menanamkan perilaku sehat, sehingga terjadi perubahan perilaku seperti yang
diharapkan dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tatanan
psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan
untuk meningkatkan perkembangan seseorang. Di dalamnya diberikan dukungan
emosional dan intelektual.
Proses pengajaran mempunyai 4 komponen yaitu : pengkajian, perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi. Hal ini sejalan dengan proses keperawatan dalam fase
pengkajian seorang perawat mengkaji kebutuhan pembelajaran bagi pasien dan kesiapan
untuk belajar. Selama perencanaan perawat membuat tujuan khusus dan strategi
pengajaran. Selama pelaksanaan perawat menerapkan strategi pengajaran dan selama
evaluasi perawat menilai hasil yang telah didapat (Mubarak, 2005).

3. Sebagai Panutan (Role Model)


Perawat kesehatan masyarakat harus dapat memberikan contoh yang baik dalam
bidang kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat tentang
bagaimana tata cara hidup sehat yang dapat ditiru dan dicontoh oleh masyarakat.
4. Sebagai pembela (Client Advocate)
Pembelaan dapat diberikan kepada individu, kelompok atau tingkat komunitas.
Pada tingkat keluarga, perawat dapat menjalankan fungsinya melalui pelayanan sosial
yang ada dalam masyarakat. Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien.
Pembelaan termasuk di dalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan
kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien (Mubarak, 2005).
Tugas perawat sebagai pembela klien adalah bertanggung jawab membantu klien
dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan
dalam memberikan informasi hal lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan
(Informed Concent) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya. Tugas yang
lain adalah mempertahankan dan melindungi hak-hak klien, harus dilakukan karena klien

yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan
(Mubarak, 2005).
5. Sebagai Manajer kasus (Case Manager)
Perawat kesehatan masyarakat diharapkan dapat mengelola berbagai kegiatan
pelayanan kesehatan puskesmas dan masyarakat sesuai dengan beban tugas dan tanggung
jawab yang dibebankan kepadanya.
6. Sebagai kolaborator
Peran perawat sebagai kolaborator dapat dilaksanakan dengan cara bekerjasama
dengan tim kesehatan lain, baik dengan dokter, ahli gizi, ahli radiologi, dan lain-lain
dalam kaitanya membantu mempercepat proses penyembuhan klien Tindakan kolaborasi
atau kerjasama merupakan proses pengambilan keputusan dengan orang lain pada tahap
proses keperawatan. Tindakan ini berperan sangat penting untuk merencanakan tindakan
yang akan dilaksanakan (Mubarak, 2005).
7. Sebagai perencana tindakan lanjut (Discharge Planner)
Perencanaan pulang dapat diberikan kepada klien yang telah menjalani perawatan
di suatu instansi kesehatan atau rumah sakit. Perencanaan ini dapat diberikan kepada
klien yang sudah mengalami perbaikan kondisi kesehatan.
8. Sebagai pengidentifikasi masalah kesehatan (Case Finder)
Melaksanakan monitoring terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menyangkut masalah-masalah
kesehatan dan keperawatan yang timbul serta berdampak terhadap status kesehatan
melalui kunjungan rumah, pertemuan-pertemuan, observasi dan pengumpulan data.
9. Koordinator Pelayanan Kesehatan (Coordinator of Services)
Peran perawat sebagai koordinator antara lain mengarahkan, merencanakan dan
mengorganisasikan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada klien. Pelayanan dari
semua anggota tim kesehatan, karena klien menerima pelayanan dari banyak profesional
(Mubarak, 2005).
10. Pembawa perubahan atau pembaharu dan pemimpin (Change Agent and Leader)
Pembawa perubahan adalah seseorang atau kelompok yang berinisiatif merubah
atau yang membantu orang lain membuat perubahan pada dirinya atau pada sistem.
Marriner torney mendeskripsikan pembawa peubahan adalah yang mengidentifikasikan
masalah, mengkaji motivasi dan kemampuan klien untuk berubah, menunjukkan
7

alternative, menggali kemungkinan hasil dari alternatif, mengkaji sumber daya,


menunjukkan peran membantu, membina dan mempertahankan hubungan membantu,
membantu selama fase dari proses perubahan dan membimibing klien melalui fase-fase
ini (Mubarak, 2005).

D. Fungsi Perawat Komunitas


Merupakan suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya, dapat
berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain :
1. Fungsi Independen
Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam
melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam
melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti
pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemenuhan
kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenhuan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan
aktivitas, dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan kenyamanan, pemenuhan
kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.
2. Fungsi Dependen
Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi
dari perawat lain. Sehingga sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini
biasanya dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat
primer ke perawat pelaksana.
3. Fungsi Interdependen
Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling ketergantungan di antara
tim satu dengan lainya fungsi ini dapat terjadi apa bila bentuk pelayanan membutuhkan
kerjasama tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan
keperawatan pada penderaita yang mempunyai penyskit kompleks keadaan ini tidak
8

dapat diatasi dengan tim perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun lainya, seperti
dokter dalam memberikan tanda pengobatan bekerjasama dengan perawat dalam
pemantauan reaksi obat yang telah di berikan.

E. Standar dan Etik Keperawatan


a) Standar Praktik Keperawatan Komunitas
Sejak tahun 1986, standar praktik keperawatan komunitas ditulis dalam suatu kerangka
kerja proses keperawatan. Keperawatam kesehatan komunitas diinterpretasikan secara luas untuk
mencakup sub-bidang keahlian tentang kesehatan masyarakat, kesehatan rumah, kesehatan kerja,
sekolah keperawatan, dan praktisi perawata dalm bidang asuhan primer. Proses keperawatan
digunakan untuk mengkaji, merencanakan, mendiagnosis, mengintervensi, dan mengevaluasi
individu, keluarga dan komunitas. Kolaborasi dengan keluarga sangat ditekankan. Oleh karena
itu, praktik keperawatan kesehatan komunitas mengarahkan pelayanannya kepada individu,
keluarga dan kelompok meski tanggug jawab dominannya tetap pada populasi secara
keseluruhan (friedman dan Marilyn, 1998). Standar praktik keperawatan merupakan komitment
profesi keperawatan dalam melindungi masyarakat terhadap prakatik yang dilakukan oleh
anggota profesi (DPP PPNI, 1999). Steven (1983) menjelaskan tentang dua pengertian standar
praktik keperawatan komunitas seperti yang tertera di bawah ini :

Kriteri keberhasilan
Sebagai dasar untuk mengukur peristiwa.

Sedangkan menurut ANA (1974) Standart Praktek Keperawatan Komunitas adalah :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengumpulan data status kesehatan klien sistemik dan terus menerus


Menegakkan diagnosa dari data
Perencanaan : Menentukan tujuan
Perencanaan diprioritaskan pemberian keperawatan.
Pemberian tindakan keperawatan ( Promosi, menjaga dan perbaikan )
Tindakan keperawatan dalam membantu klien meningkatkan kesehatan.
Kemajuan klien terhadap pencapaian tujuan
Tindakan keperawatan pengkajian secara kontinu
Standart praktik keperawatan adalah norma atau penegasan tentang mutu pekerjaan

seseorang perawat yang dianggap baik, tepat dan benar yang dirumuskan dan digunakan sebagai
pedoman pemberian pelayanan keperawatan serta merupakan tolak ukur penilaian penampilan
kerja perawat.
Tujuan standart : mnt Ann Gillies (1989) :
1. Meningkatkan kualitas asuhan keperawatan
2. Menurunkan biaya perawatan yang harus dikeluarkan alasannya :
Apabila perawat yang telah ditetapkan pada standar setidak-tidaknya
kegiatan yang tidak perlu tidak akan terjadi
10

Permasalahan klien lebih cepat teratasi


Hari rawat inap lebih efektif (pendek)
3. Melindungi perawat dari kelalaian dalam melakukan tugas dan melindungi klien
dari tindakan yang tidak sesuai.
Dasar Hukum Praktik Keperawatan
Di Indonesia dasar hukum yang digunakan dalam praktik keperawatan adalah :
1. Undang-Undang No 23 th 1992 : tentang kesehatan :
a. Pasal 53 ayat 1 Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum
dalam melaksanakan tugas sesuai dengsn profesinya
b. Pasal 53 ayat 2 & 4 Tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya
berkewajiban untuk mematuhi standart profesi dan menghargai hak pasien
2. PP No 32 th 1996
a. Pasal 21
Ayat 1. setiap tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban
untuk mematuhi standart profesi tenaga kesehatan.
Ayat 2 Standart profesi kesehatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
ditetapkan oleh menteri.
b. Pasal 22
Bagi tenaga kesh jenis tertentu dalam melakukqan tugas profesinya berkewajiban
untuk :
1) Menghormati hak pasien
2) Menjaga kerahasiaan identitas dan kesehatan pribadi pasien
3) Memberikan informasi yang berkaitan dengan kondisi dan tindakan yang
akan dilakukan
4) Membina persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan
5) Membuat dan memelihara rekam medis.
c. Pasal 24
Perlindungan hukum diberikan kepada tenaga kesehatan

yang

melakukan tugasnya sesuai dengan standar profesi kesehatan.


3. SK Menkes No 647 Tahun 2000 : Tentang registrasi dan praktek keperawatan
Pasal 17 : Perawat dalam melakukan praktek keperawatan harus sesuai dengan
kewenagan yang diberikan, berdasarkan pendidikan dan pengelaman serta dalam
memberikan pelayanan berkewajiban mematuhi standar profesi.
Sumber Standar
1. Organisasi profesi PPNI
a. 1993 : Rancangan standart profesi keperawatan
b. 1999 : Standart Praktek Keperawatan Profesional
c. 2001 : Standart asuhan / standart kenierja professional
11

2. Undang-Undang / Kepres / PP
a. UU No 23 th. 1992 tentang Kesehatan
b. Kepres No 56 th. 1995 ttg Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan
c. PP No 32 th. 1996 Ttg Tenaga Kesehatan
d. UU No 8 th 1999 ttg Perlindungan Konsumen
3. Departemen Kesehatan RI ( SK. Menkes, SK Dirjen Yanmed )
4. Rumah sakit
Rumah Sakit menyusun standar asuhan keperawatan sebagai pedoman pemberian asuhan
keperawatan untuk 10 kasus terbanyak pada masing-masing jenis pelayanan.
b) Etik Keperawatan Komunitas
1. Tanggung jawab perawat terhadap klien
Dalam melaksanakanpengabdiannya senantiasa berpedoman pada tanggung jawab
yang bersumber dari adanya kebutuhan terhadap keperawatan individu, keluarga,
dan masyarakat.
Dalam melaksanakan pengabdian di bidang keperawatan, memelihara suasana
lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan
hidup beragama dari individu, keluarga dan masyarakat.
Dalam melaksanakan kewajibannya terhadap individu, keluarga dan masyarakat,
senantiasa dilandasi rasa tulus iklas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur
keperawatan.
Menjalin hubungan kerjasama dengan individu, keluarga dan masyarakat
khususnya dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan dan
kesejahtraan pada umumnya.
2. Tanggung jawab perawat terhadap tugas;
Memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran,
profesional dalam menerapkan pengetahuan dan ketrampilan keperawatan.
Wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas.
Tidak akan menggunakan pengetahuan dan ketrampilan keperawatan yang
bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.
Dalam melaksanakan tugas tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan,
kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, agama, dan kedudukan
sosial.
Mengutamakan perlindungan dan keamanan pasien dalam melaksanakan tugas
keperawatannya.
3. Tanggung jawab perawat terhadap sejawat;
Memelihara hubungan baik antar sesama perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

12

Menyebarluaskan pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman kepada sesama


perawat, serta menerima dari profesi lain.
4. Tanggung jawab perawat terhadap profesi;
Berupaya meningkatkan kemampuan profesional baik secara sendiri-sendiri atau
bersama-sama.
Menjungjung tinggi nama baik profesi.
Berperan menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan keperawatan.
Bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi.

5. Tanggung jawab perawat terhadap Negara;


Melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang telah digariskan
pemerintah.
Berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah.
Kode Etik Keperawatan menurut ANA;
1. Memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi martabat manusia.
2. Melindungi hak klien akan privasi.
3. Melindungi klien dan publik bila kesehatan dan keselamatannya terancam.
4. Memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan tindakan keperawatan
5. Memelihara kompetensi keperawatan.
6. Melaksanakan pertimbangan yang beralasan dan menggunakan kompetensi melimpahkan
kegiatan keperawatan kepada orang lain.
7. Turut serta beraktivitas dalam membantu pengembangan pengetahuan profesi.
8. Turut serta dalam upaya-upaya profesi.
9. Turut serta dalam upaya profesi melindungi publik terhadap informasi dan gambaran
yang salah.
10. Bekerjasama dengan anggota profesi kesehatan atau warga masyarakat dalam upaya
meningkatkan kebutuhan kesehatan publik.
Kode etik keperawatan menurut ICN;
1. Tanggung jawab utama perawat:
a. Meningkatkan kesehatan.
b. Mencegah timbulnya penyakit.
c. Memelihara kesehatan.
13

d. Mengurangi penderitaan.
2. Perawat individu, dan anggota kelompok masyarakat:
Tanggung jawab utama perawat, melaksanakan

askep

sesuai

kebutuhan

masyarakat,perawat perlu meningkatkan keadaan lingkungan kesehatan dengan


menghargai nilai-nilai di masyarakat, menghargai adat kebiasaan, serta kepercayaan yang
menjadi pasien.
3. Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan :
Memegang peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan standar praktik
keperawatan.
4. Perawat dan lingkungan masyarakat
Dapat memprakarsai pembaharuan,tanggap,mempunyai inisiatif dan dapat berperan serta
aktif dalam menemukan masalah kesehatan.
5. Perawat dan sejawat;
Dapat menopang hubungan kerjasama dengan teman sekerja, baik tenaga keperawatan
maupun tenaga profesi lain diluar tenaga kesehatan.
6. Perawat dan profesi keperawatan;
Memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan standar praktik dan
pendidikan keperawatan.
Fungsi Kode Etik;
a. Menurut ( Kozier & Erb, 1990)
1. Etika berhubungan dengan standar profesi untuk melindung perawat dan klien.
2. Kode etik sebagai alat menyusun standar praktik profesional, memperbaiki dan
memelihara standar tersebut.
3. Merupakan pedoman dalam melaksanakan tindakan dan harus diterima sebagai nilai
pribadi bagi anggota profesi.
4. Memberi kerangka pikir pada anggota profesi untuk membuat keputusan.
b. Menurut Hypocrates;
1. Menghindari ketegangan antara manusia.( karena ada aturan ).
2. Memperbaiki status kepribadian ( ada prinsip moral ).
3. Menopang pertumbuhan dan perkembangan pribadi ( setiap tindakan mengacu pada
aturan yang ada ).

14

Prinsip Dasar dalam Keperawatan Kesehatan Komunitas;


1. Keluarga unit utama dalam pelayanan kesmas.
2. Sasaran; Individu, keluarga,kelompok khusus dan masyarakat.
3. Dalam bekerja selalu mengikutsertakan partisipasi masyarakat.
4. Pelayanan mengutamakan promotif dan preventif, tidak melupakan kuratif dan
rehabilitatif.
5. Dasar utama pelayanan dengan pendekatan pemecahan masalah dituangkan dalam proses
keperawatan.
6. Pasiennya seluruh masyakat baik yang sehat maupun sakit.
7. Tujuan perawatan meningkatkan fungsi kehidupan sehingga dapat meningkatkan derajat
kesmas yang optimal.
8. Penekanan pada upaya pembinaan perilaku sehat masyarakat.
9. Selalu melakukan kegiatan promotif, preventif, follow up pasien.
10. Home visit diperlukan mengatasi masalah kesmas.
11. Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan utama.
12. Pelaksanaan kesmas mengacu pada sistem pelayanan kesehatan yang ada.
13. Pelaksanaan Askep Kesmas; di Puskesmas, Panti, Sekolah, Keluarga sebagai unit
pelayanan.
Prinsip etika dalam keperawatan kesehatan komunitas;
1. Prinsip Kebaikan
Mempertimbangkan bahaya dengan keuntungan.
2. Prinsip Autonomi
Menghormati orang, karena setiap orang punya hak.
3. Kejujuran atau veracity.

F. Unsur dan Elemen Keperawatan Kesehatan Komunitas (CHN)


a) Unsur-Unsur Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Perawatan kesehatan menurut Ruth B. Freeman (1961) adalah sebagai suatu lapangan
khusus di bidang kesehatan, keterampilan hubungan antar manusia dan keterampilan
berorganisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota profesi
kesehatan lain dan kepada tenaga sosial demi untuk memelihara kesehatan masyarakat. Oleh
karenanya perawatan kesehatan masyarakat ditujukan kepada individu-individu, keluarga,
15

kelompok-kelompok

yang

mempengaruhi

kesehatan

terhadap

keseluruhan

penduduk,

peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, koordinasi dan


pelayanan keperawatan berkelanjutan dipergunakan dalam pendekatan yang menyeluruh
terhadap keluarga, kelompok dan masyarakat.
Keperawatan komunitas perlu dikembangkan di tatanan pelayanan kesehatan dasar yang
melibatkan komunitas secara aktif, sesuai keyakinan keperawatan komunitas. Sedangkan asumsi
dasar keperawatan komunitas menurut American Nurses Assicoation (ANA, 1980) didasarkan
pada asumsi:
1. Sistem pelayanan kesehatan bersifat kompleks
2. Pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier merupakan komponen pelayanan
kesehatan
3. Keperawatan merupakan sub sistem pelayanan kesehatan, dimana hasil pendidikan dan
penelitian melandasi praktek.
4. Fokus utama adalah keperawatan primer sehingga keperawatan komunitas perlu
dikembangkan di tatanan kesehatan utama.
Adapun unsur-unsur perawatan kesehatan mengacu kepada asumsi-asumsi dasar
mengenai perawatan kesehatan masyarakat, yaitu:
1. Bagian integral dari pelayanan kesehatan khususnya keperawatan
2. Merupakan bidang khusus keperawatan
3. Gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu sosial (interaksi
sosial dan peran serta masyarakat)
4. Sasaran pelayanan adalah individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat baik yang
sehat maupun yang sakit.
5. Ruang lingkup kegiatan adalah upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan
resosialitatif dengan penekanan pada upaya preventif dan promotif.
6. Melibatkan partisipasi masyarakat
7. Bekerja secara team (bekerjasama)
8. Menggunakan pendekatan pemecahan masalah dan perilaku
9. Menggunakan proses keperawatan sebagai pendekatan ilmiah
10. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan
masyarakat secara keseluruhan.

16

Keyakinan keperawatan komunitas yang mendasari praktik keperawatan komunitas


adalah:
1. Pelayanan kesehatan sebaiknya tersedia, dapat dijangkau dan dapat diterima semua orang
2. Penyusunan kebijakan seharusnya melibatkan penerima pelayanan dalam hal ini
komunitas
3. Perawat sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan perlu terjalin
kerjasama yang baik
4. Lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas baik bersifat mendukung maupun
mengahambat
5. Pencegahan penyakit dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan
6. Kesehatan merupakan tanggung jawab setiap orang
Berdasarkan pada asumsi dasar dan keyakinan yang mendasar tersebut, maka dapat
dikembangkan falsafah keprawatan komunitas sebagai landasan praktik keperawatan komunitas.
Dalam falsafah keperawatan komunitas, keperawatan komunitas merupakan pelayanan yang
memberikan perhatian terhadap pengaruh lingkungan (bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual)
terhadap kesehatan komunitas, dan memberikan prioritas pada strategi pencegahan penyakit dan
peningkatan kesehatan. Falsafah yang melandasi keperawatan komunitas mengacu kepada
paradigma keperawatan yang terdiri dari 4 hal penting, yaitu: manusia, kesehatan, lingkungan
dan keperawatan sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur dan
manusiawi yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
2. Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya berdasrkan kemanusiaan untuk
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehat
khususnya dan masyarakat yang sehat pada umumnya.
3. Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus terjangkau dan dapat diterima oleh
semua orang dan merupakan bagian integral dari upaya kesehatan
4. Upaya preventif dan promotif merupakan upaya pokok tanpa mengabaikan upaya kuratif
dan rehabilitatif
5. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung secara
berkesinambungan
17

6. Perawatan kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien sebagai konsumer pelayanan
keperawatan dan kesehatan, menjamin suatu hubungan yang saling mendukung dan
mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan pelayanan kesehatan ke arah
peningkatan status kesehatan masyarakat
7. Pengembangan tenaga keperawatan kesehatan masyarakat direncanakan secara
berkesinambungan dan terus menerus
8. Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggung jawab atas kesehatannya, ia harus ikut
dalam upaya mendorong, mendidik dan berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan
mereka sendiri.
b) Elemen Keperawatan Kesehatan Komunitas
Adapun elemen dari keperawatan kesehatan komunitas adalah sebagai berikut :
1. Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan panyakit serta
2.
3.
4.
5.
6.
7.

pengendaliannya.
Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan gizi
Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Dasar
Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB
Imunisasi terhadap penyakit penyakit Infeksi Utama
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Endemik Setempat
Pengobatan Penyakit Umum dan Ruda PaksaPenyediaan Obat obat Esensial

18

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dapat disimpulkan bahwa perawatan kesehatan komunitas adalah suatu bidang dalam
ilmu keperawatan yang merupakan keterpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat
dengan dukungan peran serta masyarakat, serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif
secara berkesinambungan dengan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif, secara
menyeluruh dan terpadu ditujukan kesatuan yang utuh melalui proses keperawatan untuk ikut
meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal. Perawat menjalankan fungsi dalam
kaitannya dengan berbagai peran pemberi perawatan, pembuat keputusan klinik dan etika,
pelindung dan advokat bagi klien, manajer kasus, rehabilitator, komunikator dan pendidik.
B. Saran
Sebagai

seorang

perawat

diharapkan

lebih

memperdalam

pengetahuan

serta

keterampilannya agar menjadi seorang perawat yang profesional. Dan sebagai seorang
mahasiswa diharapkan agar lebih memperdalam ilmu agar menjadi seorang perawat yang
profesional.
Dan sebagai seorang tenaga kesehetan agar dapat bekerja sama dengan baik sehingga
tercipta pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berkesinambungan demi terciptanya
pelayanan kesehatan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Elzabeth T. 2007. Buku Ajar Keperawatan: Teori dan Praktik. Alih Bahasa, Agus
Sutarna, Suharyati Samba, Novayantie. Jakarta: EGC
19

Efendi, Ferry dan Makhfudli.2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktek
Dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika .
Friedman, marilyn. 1998. Keperawatan keluarga teori dan praktik edisi 3. Jakarta : EGC
Iqbal Mubarak,Wahit(2005), Pengantar Keperawatan Komunitas,Penerbit Sagung Seto.
Mubarak Wahid Iqbal dan Chayatin Nurul, Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi,
Salemba Medika, Jakarta, 2009.
Mubarak, Wahit Iqbal dan Chayatin, Nurul.2009. Ilmu Keperawatan Komunitas I: Pengantar
dan Teori. Jakarta: Salemba Medika.
Sukidjo Notoatmodjo, 2001, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta

20