Anda di halaman 1dari 6

HEMORHOID

REFLEKSI KASUS
BAGIAN ILMU BEDAH
RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Oleh :
Erni Daryanti
01 205 4980

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG


DEPARTEMEN ILMU BEDAH RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2010
STATUS PENDERITA

I. IDENTITAS PENDERITA
Nama
: Tn. R.
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Umur
: 29 Tahun
Alamat
: Genuk Sari, Semarang
Agama
: Kristen
Warga Negara : Indonesia
Pekerjaan
: Pekerja swasta
Pendidikan
:Status Perkawinan
: Kawin
No CM
: 111 20 47
II. ANAMNESA
1. Keluhan Utama
Benjolan pada dubur yang keluar darah.
2. Riwayat Penyakit Sekarang
4 bulan pasien mengeluh saat berak terasa sakit, keluar darah netes
segar saat mengejan kuat dan berhenti saat mengejan berhenti, tidak
merasakan ada benjolan pada duburnya.
2 bulan merasakan ada benjolan tapi dapat masuk dengan
sendirinya.
2 minggu benjolan terasa semakin besar, tidak dapat masuk dengan
sendiri, tapi harus ditekan dengan tangan.
Pasien jarang makan sayur dan buah-buahan, saat berak sering keras
dan harus mengejan kuat. Sejak sakit ini pasien belum pernah
memeriksakan sakitnya ke dokter, pasien hanya mengobati sakitnya
dengan obat yang dijual bebas untuk ambeyen.

3. Riwayat Penyakit Dahulu


1. Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya
2. Riwayat diabetes mellitus disangkal.
3. Riwayat darah tinggi disangkal.
4. Riwayat alergi makanan maupun obat disangkal.
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga tidak ada yang sakit seperti ini.
5. Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien bekerja sebagai pekerja swasta, menanggung biaya hidup
seorang istri. Biaya kesehatan ditanggung sendiri.
III.PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
: Compos mentis, aktif, tampak tidak nyaman
Vital sign
: T 120/80 mmHg
N 88 kali/menit
Rr
20 kali/menit
T 36,30C
Kepala
: Mesosepale
Mata
: Conjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-)
Hidung
: Sekret (-/-)
Telinga
: Discharge (-/-)
Mulut
: Bibir kering (-)
Leher
: Simetris
Thorax
:
Paru-paru :
Inspeksi

: Statis hemithorak dextra dan sinistra simetris


Dinamis hemithorax dextra dan sinistra
simetris

Palpasi

: Stemfremitus hemithorax dextra dan sinistra


sama

Perkusi

: Sonor diseluruh lapangan paru

Auskultasi : Suara dasar vesikuler, suara tambahan (-)

Jantung :
Inspeksi

: Ictus cordis tidak tampak

Palpasi

: Ictus cordis tidak teraba

Perkusi

: Batas atas jantung ICS II linea sternalis


sinistra
Batas pinggang jantung ICS III linea para
sternalis sinistra
Batas kanan bawah jantung ICS V linea
sternalis dextra
Batas kiri jantung ICS V 2 cm medial linea
midclavicularis sinistra

Auskultasi : Bunyi jantung I dan II reguler


Frekuensi

88 kali/menit

Irama

reguler

Suara tambahan

(-)

Abdomen
Inspeksi

: Datar

Palpasi

: Supel, nyeri tekan (-)

Perkusi

: Timpani

Auskultasi

: Peristaltik (+) normal

Anorectal (Rectal Toucher)

Tidak ada benjolan pada anus, tapi saat disuruh mengejan muncul

benjolan.
Benjolan nyeri saat ditekan.
Tonus otot spinter ani kuat
Mukosa ada benjolan pada jam 7 dan 11, kenyal, licin, nyeri
Prostat tidak teraba
Sarung tangan tidak ada darah

Ekstremitas

:
Superior

Inferior
4

Pucat

-/-

-/-

IV. DIAGNOSIS BANDING


1. Benjolan pada anus yang keluar darah
DD : Hemorhoid interna grade III
CA anorectal
Kondiloma

V. DIAGNOSIS SEMENTARA
1. Hemorhoid interna grade III
VI. USUSLAN PEMERIKSAAN
1. Darah rutin
2. Feses Rutin
3. Anoskopi
4. Sigmoidoskopi
VII.

KOMPLIKASI
1. Perdarahan anemia
2. Prolap hemorrhoid interna irreponible inkarserasi infeksi
sepsis

VIII.
TERAPI
Hemorrhoidektomi
IX. PROGNOSIS
Quo ad Sanam
Quo ad Vitam
Quo ad Fungsinam

: Dubia ad Bonam
: Dubia ad Bonam
: Dubia ad Bonam

X. EDUKASI
1. Makan makanan yang berserat.
2. Jangan suka menahan berak
3. HIndari mengejan yang kuat dan lama saat berak
4. Hindari duduk yang lama saat bekerja, mencoba berdiri dan bergerak
secara periodic.