Anda di halaman 1dari 10

KARAKTERISASI DERAJAT PELAPUKAN ANDESIT DAN

IMPLIKASINYA TERHADAP KEKUATAN BATUAN BERDASARKAN


PENGUJIAN SCHMIDT HAMMER DI DAERAH SOREANG,
KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menempuh kelulusan Strata Satu (S-1)
di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
Institut Teknologi Bandung

Oleh :
Yudistira M.B
120 01 048

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS ILMU KEBUMIAN DAN TEKNOLOGI MINERAL
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2007

LEMBAR PENGESAHAN

KARAKTERISASI DERAJAT PELAPUKAN ANDESIT DAN


IMPLIKASINYA TERHADAP KEKUATAN BATUAN BERDASARKAN
PENGUJIAN SCHMIDT HAMMER DI DAERAH SOREANG,
KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menempuh kelulusan strata satu (S-1) di
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut
Teknologi Bandung

Penulis

Yudistira M.B
120 01 048

Pembimbing

Dr. Eng. Imam A. Sadisun, MT


NIP . 131414800

SARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik derajat pelapukan dan


hubungannya dengan pola perubahan kekuatan batuan. Obyek penelitian adalah
sebuah morfologi bukit yang oleh masyarakat sekitar disebut Gunung Pancir dengan
posisi geografis berada pada 6o5655 6o5711 BT dan 107o3131 107o3147
LS. Karakterisasi pelapukan andesit Gunung Pancir berdasarkan pengamatan visual di
lapangan dapat digolongkan dalam lima derajat pelapukan batuan berdasarkan
karakter fisiknya. Derajat pelapukan ini berkembang secara gradual dari Derajat
Pelapukan I (batuan segar) hingga Derajat Pelapukan V (lapuk sempurna) dan tiap
derajat dikarakterisasikan dengan beberapa ciri seperti adanya perubahan warna,
mineral ubahan, intensitas rekahan, dan perubahan tekstur serta tingkat kekerasan
secara kualitatif.
Pengujian Schmidt hammer pada setiap derajat pelapukan dari Derajat
Pelapukan I hingga IV mengindikasikan bahwa kekerasan batuan menunjukkan
kecenderungan penurunan secara linier. Nilai Schmidt hammer berturut-turut dari
Derajat Pelapukan I hingga Derajat Pelapukan IV adalah sebesar 35,47; 25,21; 19,11
dan 15,47. Pada Derajat Pelapukan V nilai Schmidt hammer tidak terukur karena
seluruh material batuan telah terubah menjadi tanah yang lunak.
Pengamatan di bawah mikroskop polarisasi memperlihatkan bahwa semakin
tinggi derajat pelapukan, ubahan mineral semakin kuat dan rekahan mikro semakin
berkembang.
Berdasarkan pengujian sifat indeks terhadap contoh batuan dan tanah,
perkembangan pelapukan menyebabkan nilai porositas naik pada derajat pelapukan
yang semakin tinggi namun berat isi kering (dry unit weight) mengalami penurunan.
Nilai berat isi kering lebih lanjut digunakan untuk mengkalibrasi perkiraan nilai kuat
tekan uniaksial (uniaxial compressive strength) berdasarkan uji Schmidt hammer.
Berbeda dengan pengamatan kondisi fisik batuan yang berubah secara gradual, nilai
kuat tekan yang merepresentasikan kekuatan batuan telah mengalami penurunan
drastis pada Derajat Pelapukan II hingga sebesar 41%. Kecenderungan yang menurun
tajam ini terus berlanjut hingga Derajat Pelapukan III, dan di atas derajat pelapukan
ini penurunan nilai kuat tekan tidak terlalu besar.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul Karakterisasi
Derajat Pelapukan Andesit dan Implikasinya Terhadap Kekuatan Batuan
Berdasarkan Pengujian Schmidt Hammer di Daerah Soreang, Kabupaten
Bandung, Jawa Barat . Tugas akhir ini merupakan salah satu syarat untuk
mencapai gelar Strata-1 di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan
Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung.
Dalam proses penyusunan tugas akhir ini, penulis banyak sekali mendapat
dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung dari keluarga, teman-teman,
dan terutama dosen pembimbing yang luar biasa. Hambatan pastinya banyak sekali
terjadi selama proses penyusunan, namun penulis merasakan semangat dan doa dari
mereka yang tiada henti membuat penulis akhirnya mampu mengatasi segala
hambatan tersebut. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terimakasih sebesarbesarnya kepada :

Ibu dan Bapak tercinta atas segala kasih sayang dan perhatiannya dan untuk
selalu ada dalam memberi dorongan agar penulis selalu melakukan yang
terbaik, juga kepada kedua saudaraku, Bagus dan Ayu.

Dosen pembimbing, Dr. Eng. Imam A. Sadisun, M.T, atas bimbingan, saran,
nasehat, dan fasilitas yang diberikan selama penulis menyusun tugas akhir.

Seluruh staf dosen Program Studi Teknik Geologi, untuk semua ilmu yang
telah diberikan selama penulis menjalankan studi di ITB.

Teman-teman penghuni Laboratorium Geologi Teknik, Mbah Rendy, Mas


Asep, Mas Ferry, Dyna, Dian, Difa, Sancoz, Boggi, Aris, Rolando, Ronald,
atas bantuan semangat dan pemikirannya.

Teman-teman GEA 01, khususnya Reza Ndut, Rommel, Adi, Dicky, Roy,
Cessy, dan Arti atas waktu-waktu kebersamaan yang selalu berkesan.

My best friend, Rori A.W.G, Jalan kita masih panjang!

ii

Teman-teman di HOPE caf, Pak Hendri, Pak Marcell, Bu Ine, Lina, Bul-bul,
Ari, dan Robi atas pengalaman menjalin team work.

Yossy, terimakasih untuk persahabatan dan pinjaman flashdisk yang sampai


sekarang belum dikembalikan.

My lovely Adhe yang sekarang selalu menjadi semangat penulis untuk


melakukan yang terbaik.

Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu, tanpa mengurangi
rasa terimakasih.
Semoga Allah SWT membalas budi baik semua pihak yang telah membantu

penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Akhir kata, semoga hasil penelitian yang
disusun dalam Tugas Akhir ini dapat menjadi tambahan ilmu dan bermanfaat bagi
pembaca pada umumnya, dan secara khusus bagi penulis.

Bandung, September 2006

Yudistira M.B
NIM 12001048

iii

DAFTAR ISI

SARI........................................................................................................................ i
KATA PENGANTAR............................................................................................. ii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR GAMBAR vi
DAFTAR TABEL vii
DAFTAR LAMPIRAN viii

BAB I.

PENDAHULUAN.. 1

1.1

Latar Belakang. 1

1.2

Maksud dan Tujuan..2

1.3

Lokasi Daerah Penelitian. 2

1.4

Ruang Lingkup Penelitian3

1.5

Tahapan dan Metode Penelitian... 3

1.5.1

Tahap Studi Pendahuluan. 4

1.5.2

Tahap Pekerjaan Lapangan... 5

1.5.3

Tahap Pekerjaan Laboratorium. 5

1.5.4

Tahap Pengolahan dan Analisis Data... 6

1.5.5

Tahap Penulisan Skripsi 6

1.6

Sistematika Pembahasan 6

BAB II.

TINJAUAN PUSTAKA 8

2.1

Fisiografi Jawa Barat .. 8

2.2

Stratigrafi Regional.. 11

2.3

Struktur Geologi Regional... 13

2.4

Landasan Teori Pelapukan Batuan...15

2.4.1

Karakteristik Andesit 15

2.4.2

Proses Pelapukan.. 16

2.4.2.1 Pelapukan Fisika 16


2.4.2.2 Pelapukan Kimia 18
2.4.3

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Pelapukan......................... 19

iv

2.4.4

Efek Pelapukan. 20

2.4.5

Klasifikasi Pelapukan20

2.5

Kekuatan Batuan. 22

BAB III. KARAKTERISTIK PELAPUKAN ANDESIT.................................. 24


3.1

Geologi Lokasi Penelitian.. 24

3.2

Karakterisasi Derajat Pelapukan. 26

3.2.1 Penyelidikan Lapangan dan Pengujian In situ......................................... 27


3.2.1.1 Penyelidikan Lapangan...................................................................... 27
3.2.1.2 Pengujian In Situ................................................................................ 27
3.2.2 Pengamatan Petrografi dan Pengujian Sifat Indeks Batuan.....................28
3.2.2.1 Pengamatan Petrografi....................................................................... 28
3.2.2.2 Pengujian Sifat Indeks Batuan........................................................... 29
3.3

Klasifikasi dan Perkembangan Derajat Pelapukan..................................... 31

3.3.1 Karakteristik Lapangan 31


3.3.2 Karakteristik Sifat Keteknikan. 35
3.3.3 Karakteristik Laboratorium.. 37
3.4

Diskusi... 39

BAB IV. DERAJAT PELAPUKAN ANDESIT DAN PERUBAHAN


KEKUATAN BATUANNYA.................................................................................. 43
4.1

Analisis Hasil Uji Schmidt Hammer......... 43

4.2

Korelasi Kekuatan Andesit dan Derajat Pelapukannya................................. 44

4.3

Karakteristik Perubahan Kekuatan Batuan Andesit....................................... 46

4.4

Diskusi... 48

BAB V.

KESIMPULAN. . 50

DAFTAR PUSTAKA... 52
LAMPIRAN..54

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Peta indeks lokasi penelitian.............................................................. 3
Gambar 1.2 Diagram alir penelitian.. 4
Gambar 2.1 Peta fisiografi Jawa Barat.. 8
Gambar 2.1 Peta fisiografi daerah Bandung Selatan. 10
Gambar 2.2 Stratigrafi regional. 12
Gambar 2.3 Pola struktur Jawa.. 13
Gambar 2.4 Pola struktur daerah Bandung dan sekitarnya 14
Gambar 2.5 Proses pelapukan fisika...................................................................... 18
Gambar 3.1 Foto lokasi penelitian. 24
Gambar 3.2 Foto singkapan andesit... 25
Gambar 3.3 Schmidt hammer tipe N.. 28
Gambar 3.4 Mineral hasil ubahan akibat proses pelapukan.. 29
Gambar 3.5 Karakterisasi lapangan derajat pelapukan andesit............................. 31
Gambar 3.6 Foto Derajat Pelapukan II................................................................. 32
Gambar 3.7 Foto Derajat Pelapukan III................................................................ 33
Gambar 3.8 Foto Derajat Pelapukan IV.33
Gambar 3.9 Jalur pengujian (scanline) Schmidt hammer.. 35
Gambar 3.10 Grafik nilai Schmidt hammer terhadap jarak scanline....................... 36
Gambar 3.11 Foto sayatan tipis andesit Derajat Pelapukan I.. 37
Gambar 3.12 Foto sayatan tipis andesit Derajat Pelapukan II................................. 38
Gambar 3.13 Foto sayatan tipis andesit Derajat Pelapukan III............................... 38
Gambar 3.14 Grafik berat isi kering dan porositas andesit dengan
derajat pelapukan............................................................................... 42
Gambar 4.1 Grafik nilai pantulan Schmidt hammer pada tiap scanline................ 44
Gambar 4.2A Grafik nilai rata-rata Schmidt hammer.............................................. 44
Gambar 4.2B Grafik nilai Schmidt hammer terhadap derajat pelapukan. 44
Gambar 4.3 Grafik nilai kuat tekan uniaksial terhadap derajat pelapukan............ 46

vi

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Sistem klasifikasi derajat pelapukan batuan............................................ 22
Tabel 2.2 Nilai rata-rata Schmidt hammer, berat isi, dan kuat tekan
menurut jenis batuannya.......................................................................... 23
Tabel 3.1 Ringkasan deskripsi perkembangan derajat pelapukan andesit............... 34
Tabel 3.2 Nilai rata-rata Schmidt hammer berdasarkan derajat pelapukannya........ 36
Tabel 3.3 Komposisi mineralogi andesit berdasarkan pengamatan
mikroskop polarisasi................................................................................ 39
Tabel 3.4 Rangkuman sifat indeks andesit berdasarkan derajat pelapukannya....... 39

vii

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A-1

Data hasil pengujian Schmidt hammer pada scanline 1

Lampiran A-2

Data hasil pengujian Schmidt hammer pada scanline 2

Lampiran A-3

Data hasil pengujian Schmidt hammer pada scanline 3

Lampiran A-4

Data hasil pengujian Schmidt hammer pada scanline 4 dan Derajat


Pelapukan I

Lampiran B

Grafik sebaran nilai Schmidt hammer pada tiap scanline

Lampiran C-1

Deskripsi petrografi sayatan tipis andesit Derajat Pelapukan I

Lampiran C-2

Deskripsi petrografi sayatan tipis andesit Derajat Pelapukan II

Lampiran C-3

Deskripsi petrografi sayatan tipis andesit Derajat Pelapukan III

Lampiran C-4

Deskripsi petrografi sayatan tipis andesit Derajat Pelapukan IV

Lampiran C-5

Deskripsi petrografi sayatan tipis andesit Derajat Pelapukan V

Lampiran D

Hasil uji sifat indeks

Lampiran E

Konversi nilai Schmidt hammer ke dalam kuat tekan uniaksial

viii