Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN KEUANGAN WIRAUSAHA

Manajemen Keuangan ialah cara mengelola sumber-sumber dana dan


mengalokasikan dana tersebut secara efektif dan efisien dalam suatu kegiatan usaha
atau bisnis.

Tujuan manajemen keuangan yaitu memaksimalkan keuntungan melalui


perencanaan dan pengelolaan keuangan secara sistemik.

Keuntungan merupakan nilai lebih yang diperoleh melalui operasi usaha, baik
dalam bentuk material (uang, asset, dll) maupun non material (knowledge, skill,
experience, dll).

Manajemen Keuangan Usaha Wirausaha adalah manajemen keuangan yang


dijalankan oleh para pelaku usaha mikro dan kecil untuk mengelola keuangan.

Manajemen keuangan wirausaha harus lebih simple, sederhana dan aplikatif, namun
tetap dalam ketentuan yang standart dan lazim.

Manajemen keuangan wirausaha perlu mempertimbangkan karakternya yang


memiliki kecepatan perputaran dan jenis usaha yang relatif sederhana (baik dalam
skala usaha maupun SDMnya).

I .IDENTIFIKASI BIAYA-BIAYA
1. Biaya merupakan pengeluaran guna memperoleh manfaat.
2. Setiap biaya adalah pengeluaran
3. Ada juga pengeluaran yang tidak mendatangkan manfaat
A). BIAYA BERDASARKAN JENIS PENGGUNAAN
1. Biaya Investasi
2. Biaya Modal Kerja
B). BIAYA BERDASARKAN KETERKAITAN DENGAN PRODUK YANG
DIHASILKAN
1. Biaya tetap
2. Biaya variabel
II. PROYEKSI PENDAPATAN
Sebagai hasil dari perhitungan proyeksi dan harga jual diperoleh proyeksi penerimaan
pendapatan/penjualan selama jangka waktu usaha.
Proyeksi Produksi dan Pendapatan Kotor Telur Asin

No

Produk

Volume

Harga Jual

Penjualan 1 Penjualan 1
Bulan
Tahun
1
Telur Asin
150.000
800
120.000.000 1.440.000.000
TOTAL
120.000.000 1.440.000.000
Biasanya produksi belum mencapai optimum pada tahun-tahun pertama. Khususnya untuk
proyek atau usaha yang baru.
Tahun
Kapasitas Produksi
Volume Penjualan
Nilai Penjualan (Rp)
(%)
(Ton)
Tahun 0
0
Tahun 1
60
369
18.432.000
Tahun 2
80
1.106
55.296.000
Tahun 3
100
1.835
96.768.000
Tahun 4
100
1.949
147.456.000
Tahun 5
100
1.935
96.768.000
III. SUMBER DANA
1. Dana modal sendiri
Berasal dari pemrakarsa/pemilik proyek, investor lain maupun penyertaan dari modal
ventura.
2. Pinjaman dari Pihak Ketiga
Berasal dari bank, lembaga keuangan non bank atau suplier. Pinjaman yang diberikan
akan menimbulkan beban bunga. Pinjaman dari bank umumnya tidak lebih dari 65%
dari kebutuhan riil.
Catatan :
Cara perhitungan besarnya pinjaman yang pantas dijelaskan kemudian setelah pembahasan
keadaan keuangan (neraca dan R/L) usaha.
Sumber Dana :

MODAL SENDIRI :
Pemilik tunggal usaha terbebas daro berbagai pembiayaan.

MODAL KERJASAMA :
- melibatkan pihak lain (pribadi/badan usaha) menjadi pemegang saham
- membagi resiko bisni dengan pihak lain
- disiplin penggunaan dana dan operasi usaha
- berbagai keutntungan
- Berbagai pembagian tugas wewenang

MODAL PINJAMAN :
- lembaga perbankan
- Modal Ventura
- Koperasi
- Multifinance

IV. KEADAAN KEUANGAN USAHA


Tiga Laporan Keuangan Utama :
1. NERACA
Neraca adalah suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban
dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Komponen
neraca :
- Aktiva (kekayaan.harta)
- Kewajiban (utang)
- Modal (Ekuitas)
Kekayaan = Kewajiban + Modal
Net asset = Dana Pemilik
Total Asset = Passiva + Dana Pemilik
2. LAPORAN LABA RUGI
- Laporan rugi laba menggambarkan kinerja perusahaan dalam upaya mencapai
tujuannya selama periode tertentu.
- Kinerja tersebut diukur dengan membandingkan antara pendapatan perusahaan
dengan biaya yang dikeluarkan
- Komponen laba/rugi :
a). Pendapatan
b). Biaya
3. LAPORAN ARUS KAS
Daftar yang menggambarkan arus penerimaan kas dan pengeluaran kas suatu
perusahaan selama periode tertentu yang digunakan sebagai alat perencanaan,
pengelolaan dan pengendalian likuiditas perusahaan.
Komponen utama dalam arus kas :
a). Arus Kas Operasi : segala transaksi dan kejadian yang masuk dalam penentuan
laba bersih
b). Arus kas Investasi : transaksi yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan
aktiva yang tidak untuk dijual kembali
c). Arus Kas Pendanaan : transaksi yang berkaitan dengan kas didapatkan atau
dikembalikan kepada pemilik modal atau kreditor
Beberapa kesukaran umum manajemen kas :
1. Pengawasan inter yang buruk
2. Perencanaan kas yang kurang, apabila tidak mampu memperrkirakan kebutuhan kas,
maka akan berisiko kas minus saat operasi
3. Penyimpanan/pengalokasian dana yang tidak tepat, misal karena memiliki kas banyak
4. Kewalahan memberikan putang dan tidak mampu mengendalikan tagihan
5. Kelemahan mengendalikan biaya-biaya
V. EVALUASI KEMAMPUAN FINANSIAL

1. Kemampuan memnuhi kewajiban finansial kepada pihak ketiga


2. Kemampuan menghasilkan laba
3. Evaluasi perputaran usaha
4. Break even point
5. Kriteria kelayakan investasi

Sebagai seorang pemilik bisnis, salah satu tugas penting yang butuh pertimbangan matang
dan kehati-hatian adalah membuat keputusan bisnis dalam bidang keuangan, karena
keputusan tersebut akan berpengaruh kepada jalannya perusahaan, baik secara langsung atau
tidak langsung. Seorang pemilik bisnis harus dapat membuat sistem kerja yang sehat agar
dapat membuat keputusan yang baik dalam bidang keuangan dan perhitungan yang tepat.
Berikut adalah 5 managemen keuangan sehat agar sukses dalam bisnis dan wirausaha.
Pertama, sangat penting untuk menjaga penerimaan dan pengeluaran bisnis secara rapi dan
terorganisir. Hal ini mungkin akan membuat waktu anda lebih lama dibalik meja untuk
memasukkan semua catatan dan informasi kedalam sistem akuntansi anda, namun bila
catatan keuangan anda teratur dan dokumentasi keuangan lengkap, anda akan mendapatkan
gambaran yang tepat tentang perkembangan bisnis anda. Sediakan waktu atau jam khusus
setiap hari untuk mencatat dan jangan menunda atau delegasikan aktifitas ini kepada seorang
ahli keuangan yang kredibel dan anda percayai.
Kedua, setelah Anda memiliki pola atau sistem akuntansi keuangan yang lancar, pertahankan
dengan disiplin agar tetap berjalan tanpa kompromi. Dalam perjalanan bisnis kewirausahaan,
sangat mudah sebuah sistem yang awalnya telah ditata dengan baik menjadi tidak berjalan
sebagaimana mestinya karena kurangnya kontrol dan melemahnya disiplin. Dengan selalu
memiliki sistem keuangan yang terjaga baik, anda akan lebih mudah menemukan arsip
keuangan, sekaligus akan menghemat anggaran biaya dalam bidang akuntansi kedepannya.
Ketiga, pastikan bisnis yang anda jalankan saat ini sudah menghasilkan keuntungan sebelum
anda memutuskan untuk ber-ekspansi. Sebuah keputusan dini untuk memperluas bisnis bisa
beresiko menghapus pendapatan yang telah anda raih sebelumnya dan berganti dengan
kerugian. Karena ekspansi juga berarti bertambahnya anggaran biaya. Break Even Point
adalah kuncinya.
Bila anda dapat mencapai BEP tepat waktu sesuai target yang telah diperkirakan pada awal
memulai usaha, artinya artinya anda telah berjalan di jalur yang benar. Saat itulah anda dapat

mulai merencanakan target untuk ekspansi atau menambah jumlah pasokan produk yang akan
dilempar ke pasar. Hal ini penting untuk mengukur besarnya market produk anda, berapa
jumlah permintaan pasar akan produk anda dan berapa harga jual yang akan anda tetapkan
karena bertambahnya produk yang akan beredar.
Keempat, penting untuk menentukan harga yang tepat. Berapa harga yang cocok produk
anda? Apakah target market anda bersedia membeli produk atau jasa yang anda tawarkan
dengan harga yang telah ditentukan? Berapa harga yang ditawarkan oleh pesaing untuk
produk sejenis? Apa kelebihan yang menjadi keunggulan produk anda? Bila produk anda
memiliki beberapa keunggulan dibanding produk pesaing dan ternyata disukai pasar, anda
harus berani menetapkan selisih harga lebih tinggi dari pesaing, namun bila tingkat
persaingan produk anda ketat, anda bisa mempertimbangkan untuk mengurangi harga jual.
Kelima, perlakukan anggaran dengan bijaksana. Mengatur anggaran perusahaan ibarat
mengatur anggaran dalam rumah tangga, agar dapur tetap ngebul, kita harus memiliki
pendapatan yang lebih besar daripada pengeluaran. Bagaimana cara meningkatkan
pendapatan, namun disaat yang sama anda juga harus menjaga pos-pos pengeluaran
berdasarkan skala prioritas. Utamakan pengeluaran-pengeluaran yang kelak memiliki potensi
berbalik menghasilkan peningkatan pendapatan bagi perusahaan.
Itulah 5 Manajemen Keuangan Sehat Agar Sukses Dalam Bisnis Dan Wirausaha. Makin baik
sistem keuangan yang anda miliki, maka akan memudahkan anda untuk mengambil
keputusan-keputusan bisnis yang membuat usaha anda akan maju dan sukses.
Sumber : http://wartawirausaha.com/2014/11/5-manajemen-keuangan-sehat-agar-suksesdalam-bisnis-dan-wirausaha/#ixzz4Mwc1XkkD
Follow us: @idewirausaha on Twitter

Berikut adalah bahasan teori mengenai permasalahan dana tersebut :


1.

Mengetahui kebutuhan modal


Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha terdapat tiga jenis modal yang
diperlukan, yaitu modal investasi awal, modal kerja, dan modal operasional.

a.

Modal investasi awal


Modal investasi awal adalah modal yang diperlukan diawal usaha, biasnya
dipakai untuk jangka panjang.

b.

Modal kerja

Modal kerja adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau
membuat barang dan jasa yang kita hasilkan.
c.

Modal operasional

Modal operasional adalah modal yang harus kita kenal sebagai biaya tetap.

2.

Mengetahui sumber permodalan


Untuk suatu usaha, pada dasarnya sumber permodalan dapat diperoleh
melalui :

a.
b.

Modal sendiri
Pinjaman bank
Pada dasarnya ada tiga jenis pinjaman kredit perbankan, yaitu :
1. Kredit usaha
2. Kredit konsumsi
3. Kredit serba guna
Berikut adalah beberapa persyaratan yang diminta oleh bank dalam
mengajukan kredit :

1.

Debitur perorangan
Berasal dari berbagai macam latar belakang pekerjaan, yaitu pengusaha,
karyawan, dan professional.

2.

Jaminan
Saat mengajukan kredit ke bank, biasanya kita diminta untuk menjaminkan salah
satu asset yang kita miliki kepada bank, sehingga apabila kita tidak mampu
mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita asset yang kita jaminkan
tersebut sebagai ganti uang yang kita pinjam.

3.

Debitur badan usaha/perusahaan

c.

Bank syariah
Prinsip bank syariah adalah bagi hasil dan tidak menetapkan bunga
sebagaimana bank konvensional.
d. Pengadaian
Melalui pengadaian kita dapat meminjam sejumlah uang dengan menggadaikan
asset berharga sebagai jaminan.
3. proses pengelolan keuangan
Setelah merencanakan usaha dan memperoleh modal untuk usaha, maka
selanjutnya adalah mengelola keuangan selam proses usaha berjalan. Berikut
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata kelola keuangan :

1.
2.
3.

Kita harus memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha perusahaan.
Kita harus memastikan system pencatatan yang rapid an teratur sesuai dengan
kaidah akuntansi, walaupun akuntasi sederhana.
Melakukan manajemen kas

4.

Melakukan evaluasi setiap bulan terkait dengan keuangan.

4.pelaporan keuangan
Sebagai badan usaha, kita harus membuat laporan keuangan untuk memastikan
bahwa tidak ada uang yang hilang. Untuk membuat laporan keuangan, terdapat
dua hal yang perlu dibuat yaitu neraca dan laba rugi.