Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Saat ini kemudahan dalam berkomunikasi dan mencari informasi melalui
jaringan internet menjadi alasan utama berkembang pesatnya pengguna jasa
layanan internet. Salah satu jasa dalam teknologi internet yang sering digunakan
adalah World Wide Web (WWW). WWW adalah ruang untuk berbagi informasi
yang digunakan oleh pengguna jasa layanan internet. Data-data yang terdapat
didalam web dikelola di sebuah web server.
Web Server merupakan salah satu jenis server berupa software yang
digunakan untuk menerima request berupa halaman web melalui protokol HTTP
dan HTTPS dari klien yang kemudian hasil dari request tadi akan direspon ke
dalam bentuk halaman-halaman web berbentuk dokumen HTML.
Situs web yang memliki tingkat kunjungan yang tinggi membuat kerja dari
web server semakin berat dalam menerima request tersebut, sehingga membuat
web server yang bersangkutan down, crash atau tidak bisa diakses akibat dari
banyaknya permintaan request dari client. (Rijayana, 2005)
Pembagian beban kepada sekelompok server (server utama dan server
cadangan) digunakan untuk meningkatkan kinerja layanan web server dan beban
yang ditanggung masing-masing server menjadi lebih ringan. Pembagian beban
kepada sekelompok server tersebut dinamakan dengan Load Balancing Server.
(Lukitasari, 2010).
Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan simulasi perbandingan 2
algoritma yaitu Round Robin dan Least Connection. Simulasi pada penelitan
tersebut mengggunakan LVS via NAT. Hasil dari simulasi tersebut menyimpulkan
bahwa load balancing menggunakan algoritma Round Robin lebih handal dalam
mengoptimalkan throughput, CPU Utilization, dan response time dari web server
jika dibandingkan dengan menggunakan algoritma Least Connection. (Purwadi &
Raharjo, 2012).

Implementasi web server pada penelitian ini menggunakan algoritma


Round Robin pada real server. Parameter yang dianalisa adalah throughput,
response time, dan CPU Utilization.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang, dapat dirumuskan perumusan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana membuat modul praktikum implementasi kemampuan web server
dengan algoritma round robin menggunakan banana pi?
2. Bagaimana melakukan pembagian beban yang diterima pada web server?
3. Bagaimana proses penjadwalan dari algoritma round robin pada web server?
4. Bagaimana melakukan sinkronisasi data antara server utama dan server
cadangan?
5. Bagaimana tingkat CPU load dan respone time server utama dan server
cadangan saat menerapkan algoritma round robin ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Membuat modul praktikum implementasi kemampuan web server dengan
algoritma round robin menggunakan banana pi.
2. Mendeskripsikan bagaimana melakukan pembagian beban yang diterima pada
web server.
3. Mendeskripsikan bagaimana proses penjadwalan dari algoritma round robin
pada web server
4. Mendeskripsikan bagaimana melakukan sinkronisasi data antara server utama
dan server cadangan?
5. Mengetahui tingkat CPU load dan respone time server utama dan server
cadangan saat menerapkan algoritma round robin ?
1.4 Batasan Masalah
Batasan pada penelitian ini adalah:
1. Jaringan yang digunakan adalah jaringan lokal.
2. Jumlah server yang digunakan 2 server

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari membuat sistem failover server pada high availability server
menggunakan virtual machine untuk memperoleh tingkat availability adalah
sebagai berikut:
1. Memberikan tingkat ketersediaan konektivitas yang tinggi pada client saat
mengakses sebuah situs web.