Anda di halaman 1dari 2

ALAT DAPUR TALENAN, ALAS UNTUK MERAJANG BAHAN

MASAKAN
Fungsi utama talenan adalah sebagai alas untuk mengiris bumbu dan bahan masakan.
Dengan demikian alas tersebut harus kuat dan awet. Namun begitu sebisa mungkin alas tersebut
tidak mudah merusakkan pisau atau dalam bahasa Jawa, dikatakan tidak mudah ngethulke
pisau.

Talenan dan pisau besar koleksi Museum Tembi Rumah Budaya Yogyakarta
Orang Jawa lebih sering menyebutnya dengan istilah talenan atau tlenan. Istilah ini sudah
terekam dalam kamus Jawa Baoesastra Djawa karangan WJS Poerwadarminta (1939). Pada
halaman 586 kolom 2 disebutkan, talenan yaiku kayu (dhingklik) landhesan iris-iris. Artinya,
kurang lebih talenan adalah sebuah papan kayu (atau semacam alas duduk bernama dingklik)
yang berfungsi sebagai alas untuk mengiris bumbu dapur, bahan masakan, dan sejenisnya. Tentu
jauh sebelum itu, istilah talenan sudah terbiasa didengar dan dikenal oleh masyarakat Jawa.
Memang tidak setiap wanita Jawa yang memasak di dapur mengandalkan talenan untuk
alas mengiris bahan dan bumbu dapur. Jika di dapur tidak ditemukan talenan, biasanya para ibu
rumah tangga menggunakan alas seadanya sebagai pengganti talenan, seperti parut, meja, dan
sebagainya. Namun begitu pada umumnya talenan selalu hadir dalam setiap dapur rumah tangga
tradisional di Jawa, karena memang fungsinya lebih ke alat yang dipakai sebagai alas untuk
mengiris bahan masakan.
Pada mulanya memang talenan terbuat dari papan kayu yang sederhana. Bentuknya
beraneka ragam. Ada yang bentuknya hanya persegi empat, persegi empat dengan satu ujung
yang ada pegangannya, potongan kayu gelondongan hingga papan yang diberi kaki layaknya
seperti dhingklik (tempat duduk kecil). Ukurannya juga bermacam-macam, mulai dari yang kecil
berukuran 15 cm x 25 cm hingga berukuran 30 cm x 45 cm. Sementara talenan berbentuk
lingkaran terbuat dari potongan gelondongan kayu utuh bisa berdiameter 35 cm.

Tentu besar kecilnya ukuran talenan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk rumah tangga
dibutuhkan talenan kecil. Untuk produksi makanan, semisal bakso dibutuhkan talenan besar dan
tebal, yang biasanya terbuat dari potongan gelondongan kayu utuh.
Harga talenan juga sangat bervariasi sesuai dengan ukuran dan bahannya. Untuk bahan
sederhana dan ukuran kecil, cukup dengan harga Rp 5.000. Untuk ukuran besar dan bahan yang
lebih baik, bisa mencapai Rp 50.000. Barang-barang itu sampai sekarang masih bisa ditemukan
di pasar atau warung tradisional hingga swalayan dan supermarket besar. Tentu saja sekarang ini
jenis talenan lebih banyak pilihan, tidak hanya terbuat dari kayu tetapi juga terbuat dari bahan
lain, semisal plastik dan sejenisnya.
Fungsi utama talenan adalah sebagai alas untuk mengiris bumbu dan bahan masakan.
Dengan demikian alas tersebut harus kuat dan awet. Namun begitu sebisa mungkin alas tersebut
tidak mudah merusakkan pisau atau dalam bahasa Jawa, dikatakan tidak mudah ngethulke
pisau.
Memang alat dapur satu ini sampai sekarang masih tetap digunakan oleh para ibu rumah
tangga sebagai salah satu alat dapur yang wajib ada. Tanpa hadirnya alat ini, para ibu rumah
tangga akan merasa kesulitan mengiris bumbu dan bahan masakan. Apalagi dapur-dapur
sekarang hampir semuanya sudah dikeramik. Namun kalau di desa, kadang-kadang di setiap
dapur ada talenan, tetapi kadang-kadang digantikan alat dapur lainnya seperti parut dan meja
dapur.