Anda di halaman 1dari 9

BAB 3

DERMAGA

3.1

PENGERTIAN DERMAGA

Dermaga
digunakan
melakukan

adalah

untuk

suatu

merapat

bongkar

muat

dan

bangunan

pelabuhan

menambatkan

barang

dan

kapal

yang
yang

menaik-turunkan

penumpang. Di dermaga juga dilakukan kegiatan untuk mengisi


bahan bakar untuk kapal, air minum, air bersih,saluran untuk air
kotor/limbah yang akan diproses lebih lanjut di pelabuhan
(Wikipedia). Dimensi dermaga didasarkan pada jenis dan ukuran
kapal yang merapat dan bertambat pada dermaga tersebut.
Menurut Triatmodjo (1996) dermaga dapat dibedakan
menjadi dua tipe yaitu wharf atau quay dan jetty atau pier atau
jembatan. Wharf adalah dermaga yang paralel dengan pantai
dan biasanya berimpit dengan garis pantai. Jetty adalah
dermaga yang menjorok ke laut. Sebelum merancang dan
membangun dermaga, perlu diketahui untuk keperluan apa
dermaga tersebut didirikan.

3.2
JENIS DERMAGA
Pemilihan tipe atau jenis dermaga sangat dipengaruhi oleh
kebutuhan yang akan dilayani, ukuran kapal, arah gelombang
dan angin, kondisi topogra dan tanah dasar laut, dan tinjauan
ekonomi untuk mendapatkan bangunan yang paling ekonomis.
Pemilihan tipe dermaga disesuaikan dengan faktor-faktor yang
mempengaruhi tipe struktur dermaga adalah sebagai berikut
(Triatmodjo, 1996 :157-159 dalam HSB, 2009):
a. Tinjauan topogra daerah pantai
Pada perairan yang dangkal hingga dalam yang berada
cukup jauh dari darat, penggunaan jetty akan lebih
ekonomis karena tidak diperlukan pengurukan yang besar.
Sedangkan di lokasi dimana kemiringan dasar cukup
curam, pembuatan pier dengan melakukan pemancangan
tiang perairan yang dalam menjadi tidak praktis dan
sangat mahal. Dalam hal ini pembuatan wharf lebih tepat.
b. Jenis kapal yang dilayani
Dermaga yang melayani kapal minyak (tanker) dan kapal
barang curah mempunyai konstruksi yang ringan dibanding
dengan

dermaga

potongan

(general

chargo),

karena

dermaga tersebut tidak memerlukan perlatan bongkar


muat barang yang besar (kran), jalan kereta api, gudang-

gudang, dsb. Untuk melayani kapal tersebut, penggunaan


pier akan lebih ekonomis. Dermaga yang melayani barang
potongan dan peti kemas menerima beban yang besar di
atasnya,
peralatan

seperti

kran

barang

yang

transportasi

(kereta

api

dibongkar

dan

truk).

muat
Untuk

keperluan tersebut dermaga tipe wharf akan lebih cocok.


c. Daya dukung tanah
Kondisi tanah sangat menentukan dalam pemilihan tipe
dermaga.

Pada

umumnya

tanah

didekat

daratan

mempunyai daya yang lebih besar daripada tanah di dasar


laut. Dasar laut umumnya terdiri dari endapan yang belum
padat. Ditinjau dari daya dukung tanah, pembuatan wharf
atau dinding penahan tanah lebih menguntungkan. Tetapi
apabila tanah dasar berupa karang pembuatan wharf akan
mahal karena untuk memperoleh kedalaman yang cukup di
depan

wharf

diperlukan

pengerukan.

Dalam

hal

ini

pembuatan pier akan lebih murah karena tidak diperlukan


pengerukan dasar karang.
Menurut Wikipedia (2012), ada beberapa jenis dermaga
yang dibedakan menurut lokasinya, yaitu:
a.
Whraf / Quay, Dermaga yang paralel dengan garis pantai
b.
c.

dan biasanya berhimpit dengan garis pantai.


Jetty/ Pier, Dermaga yang menjorok ke laut.
Dolphin, Struktur Dermaga yang digunakan

untuk

bersandar dilaut lepas.

Ditinjau dari bentuknya, dermaga dibedakan menjadi tiga,


yaitu sebagai berikut:

1 Dermaga Memanjang
Pada bentuk dermaga ini, posisi muka dermaga adalah
sejajar dengan garis pantai, dimana kapal-kapal yang
bertambat akan berderet memanjang, tambatan dengan
bentuk memanjang ini dibangun bila garis kedalaman
kolam pelabuhan hampir merata sejajar dengan garis
pantai.
Bentuk dermaga memanjang ini bisa digunakan pada
pelabuhan peti kemas, dimana dibutuhkan suatu lapangan
terbuka guna kelancaran dalam melayani penanganan peti
kemas.

Gambar 3.1 Dermaga Memanjang


2 Dermaga Menjari
Bentuk dermaga menyerupai jari ini biasanya dibangun bila
garis

kedalaman

terbesar

menjorokdan

tidak

teratur,

dermaga ini dibuat khusus untuk melayani kapal dengan


muatan umum.

Gambar 3.2 Dermaga Menjari


3 Dermaga Pier
Dermaga berbentuk pier ini dibangun bila garis kedalaman
jauh dari pantai dan tidak diinginkan adanya pengerukan
kolam pelabuhan yang besar, yang berkaitan dengan
stabilitas lingkungannya.
Antara dermaga dan pantai dihubungkan dengan jembatan
penghubung (Trestle) yang berfungsi sebagai menerus
dalam

lalu

lintas

barang.

Jembatan

ditempatkan disisi, ditengah, ataupun

penghubung

kombinasi dari

keduanya.

Gambar 3.3 Dermaga Pier


3.3

IDENTIFIKASI DERMAGA PADA PELABUHAN

KUALA TANJUNG

Pelabuhan Kuala Tanjung terletak di Pantai Timur Provinsi


Sumatera Utara dan secara administratif berada di Kabupaten
Batubara dengan letak geogras pada posisi 03 22 30 LU dan
99 26 00 BT. Beroperasi sejak tahun 1981 dan dibangun
sebagai pelabuhan penunjang untuk kegiatan Pabrik PT. INALUM.
Dimensi suatu pelabuhan ditentukan berdasarkan panjang
dan lebar dermaga, kedalaman kolam pelabuhan dan luas daerah
pendukung

operasinya

(Hinterland).

Semua

ukuran

ini

menentukan kemampuan pelabuhan dalam penangan kapal dan


barang. Ukuran dan bentuk konstruksi menentukan pula besar
investasi yang diperlukan, sehingga penentuan yang tepat akan
membantu operasioanl pelabuhan yang esien.
Berikut ini merupakan identikasi pelabuhan dalam bentuk,
ukuran dan lokasi dermaga.

Gambar 3.4 Lokasi Pelabuhan Kuala Tanjung


3.3.1

Bentuk Dermaga

Dilihat dari Gambar Layout pelabuhan pada Gambar 3.5


dibawah, dermaga kuala tanjung mengadopsi prinsip konstruksi
dermaga pier yang terdapat jembatan penghubung (Trestle)
antara

dermaga

dengan

lokasi

utama

pelabuhan,

dapat

disimpulkan bahwa bentuk dermaga pada pelabuhan kuala


tanjung ini adalah Dermaga Pier.
Apabila ditinjau dari segi lokasi atau letak dimana dermaga
berada, dermaga kuala tanjung termasuk kedalam jenis dermaga
Jetty/ Pie, dimana konstruksi dermaga yang menjorok ke arah
laut dengan jembatan penghubung sebagai sarana menuju ke
ujung dermaga.

Gambar 3.5 Layout Pelabuhan Kuala Tanjung

3.3.2

Ukuran Dermaga
Ukuran suatu dermaga ditentukan dari jenis kapal yang

akan berlabuh. Nantinya, dimensi dari kapal terbesar akan

diambil sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan atau


merencanakan suatu ukuran atau dimensi yang diperlukan dalam
suatu dermaga.
Menurut data yang diperoleh dari PERMENHUB No.20/2012
Tentang Rencana Induk Pelabuhan Kuala Tanjung mengenai data
ukuran dermaga pada Pelabuh Kuala tanjung sebagai berikut:
Tabel 3.1 Ukuran Dermaga
Uraian
Ukuran
Satuan
Keterangan
1 Dermaga
80 x 23
m
Kedalaman -6 s.d -7 mLWS
1. Dermaga C
Sumber: PERMENHUB No.20/2012

3.3.3

Pelabuhan-Pelabuhan di Sekitar Pelabuhan

Kuala Tanjung
Pelabuhan-pelabuhan umum di sekitarnya yang saling
mempengaruhi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung sehubungan
dengan cakupan hinterland-nya adalah Pelabuhan Belawan dan
Pelabuhan Tanjung Balai Asahan (Teluk Nibung dan Bagan
Asahan), karena lokasinya sama-sama di Pantai Timur Pulau
Sumatera. Untuk menuju ke pelabuhan tersebut dapat melalui
akses road yang cukup memadai dan tidak terlalu jauh.
Sementara itu pelabuhan lain di Pantai Barat Pulau Sumatera
seperti

Sibolga

dan

Gunung

Sitoli

praktis

tidak

saling

mempengaruhi karena secara geogras dipisahkan oleh jarak,


dan secara alam dipisahkan oleh bukit Barisan/laut.
Gambaran umum Pelabuhan Belawan dan Tanjung Balai
Asahan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.2 Pelabuhan Umum di Sekitar Pelabuhan Kuala Tanjung
Pelabuhan

Jarak dr kuala

Gambaran trafik

Komoditi dominan

1. Pelabuhan Belawan
2. Pelabuhan Tanjung
Balai Asahan

tanjung
140 km

tahun 2010
10.216.336 ton

Minyak sawit, bungkil, pupuk

100 km

794.949 ton

General cargo

Sumber: PERMENHUB No.20/2012

Selain

pelabuhan

umum

juga

ada

Terminal

Khusus

(TERSUS) di sekitar Pelabuhan Kuala Tanjung sebagaimana


diperlihatkan pada Tabel 2.6. Sebagai gambaran, trak yang
melalui dermaga PT. INALUM tercatat sejumlah 87 call kapal
dengan total GT 672.796 ton dan total bongkar muat barang
sebesar 840.645 ton.
Sementara itu, tercatat pada tahun 2010 melalui dermaga
PT. Multimas Nabati Asahan (MNA) yang mulai beroperasi sejak
tahun 1999 sebanyak 175 call kapal dengan total GT sebesar
2.319.476

ton

dan

total

barang

yang

ditangani

sebesar

1.580.153 ton. Barang yang terbanyak berupa barang ekspor


sebesar 1.477.315 ton.
Tabel 3.3 Terminal Khusus di Sekitar Pelabuhan Kuala Tanjung
No.

Nama Operator

Bidang usaha

PT. INALUM

Aluminium

PT. Multimas
Nabati Asahan
(MNA)

Minyak
Sawit

Posisi
Lahan daratan di timur
Pelabuhan Kuala Tanjung
794.949 ton

Keterangan
Dermaga 350 m dengan
kedalaman -1,5 mLWS dan
trestle sepanjang 2,5 km
Dermaga dengan trestle
sepanjang 2.5 km

Sumber: PERMENHUB No.20/2012