Anda di halaman 1dari 12

Peranan Mahasiswa Mempertahankan Negara

Bab I
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari sebagai Mahasiswa menjadi hal yang biasa-biasa saja
bagi sebagian orang. Yang hanya datang ke kampus, duduk dikelas, diam dan pulang tanpa
mengetahui tujuan sebenarnya. Mahasiswa kerap menjadi gelar atau status dalam dunia
pendidikan. Jarang kita lihat Mahasiswa menjadi pelopor untuk menciptakan suatu hal baru
baik untuk sekitar dan untuk Negara ini.
Pernahkah Anda sebagai Mahasiswa memberi inovasi baru untuk Bangsa dan Negara
yang kita cintai ini? Pernahkah Anda sebagai Mahasiswa berperan aktif guna
mengembangkan suatu hal yang patut dibanggakan bagi sekitar, terutama bagi Bangsa dan
Negara ini? Atau pernahkah Anda sebagai Mahasiswa turut membangun citra baik Bangsa
dan Negara ini?
Terkadang Penulis juga malu tidak memberi peran apa-apa untuk Bangsa dan Negara
ini. Malu untuk menyandang status KeMahasiswaan. Malu karena tidak dapat
membanggakan Bangsa dan Negara ini. Penulis merasa begitu lemah dalam memberi
kontribusi untuk Bangsa dan Negara ini dalam hal memperkuat dan membangun mutu
Bangsa dan Negara sebagai Mahasiswa Indonesia.
Adapun demikian, sudah menjadi tanggung jawab Mahasiswa untuk mereform sistem
lama menjadi hal yg lebih bermutu dan menciptakan suatu hal yg baru. Tapi, terkadang malah
hal ini menjadi suatu yang kerap disepelekan oleh Mahasiswa. Bahkan penulis juga
menganggap demikian. Tapi dengan adanya keinginan untuk merubah cara pandang Saya
akan pentingnya Peran sebagai Mahasiswa guna membangun Bangsa, menjadi pembahasan
Utama dalam Makalah Saya yang sederhana ini.
Sehubungan dengan Uraian di atas, maka kita sebagai Mahasiswa harus pandai
mereform keadaan Bangsa dan Negara menjadi lebih baik lagi dengan menentukan sikap dan
perbuatan yang arif dan bijaksana dan tepat mengambil keputusan dalam kehidupan seharihari.
2. Pembatasan Masalah
Dalam Makalah ini, perlu dibatasi masalah yang dibahas karena mengingat luasnya
masalah yang berhubungan dengan Mahasiswa sebagai Aktor penting dalam membangun dan
menaikkan citra Bangsa dan Negara. Adapaun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini
merupakan garis-garis kecil yang mencakup peran Mahasiswa memberi kontribusi untuk
Indonesia secara umum.
3. Identifikasi Masalah

Adapun pengidentifikasian masalah dalam makalah ini adalah:


1. Peran Mahasiswa dalam memperkuat posisi Negara
2. Tanggung jawab Mahasiswa
3. Sumbangan-sumbangan Mahasiswa
4. Tujuan Masalah
Sesuai dengan pengidentifikasian masalah di atas, maka pembahasan
masalah dalam makalah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui perngertian hubungan Mahasiswa dengan Negara dan hal yang
menjadikan Mahasiswa Aktor penting dalam memperkuat posisi Bangsa dan
Negara.
2. Mengetahui kewajiban Mahasiswa menjadi pencipta gagasan-gagasan dan karya
yang mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia sebagai Tanggung Jawab.
3. Mengetahui hasil-hasil cipta karya Mahasiswa yang menjadi patut dibanggakan
bagi Bangsa dan Negara.

Bab II
Pembahasan
2.1. Peranan Mahasiswa mempertahankan Posisi Bangsa dan Negara
Dunia memasuki abad ke-21 atau Milenium III ditandai dengan perubahan
fundamental pada berbagai sisi kehidupan manusia, terlebih kemajuan di bidang transportasi,
telekomunikasi, ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat hubungan antar-manusia
menjadi lebih dekat.
Mahasiswa berperan aktif dalam memperkuat posisi Negara baik dalam Hukum,
Ketahanan Negara, Budaya, dan sebagainya. Ketahanan Nasional adalah tergantung dari
bagaimana keadaan sebuah sistem militer Negara tersebut. Hal itu juga berlaku di Indonesia
ini. Pada pasal 31 UUD 45 berbunyi bahwa pembelaan Negara adalah hak dan kewajiban
setiap warga Negara. Tetapi jika kita lihat selama ini, sudah jelas militer dan kepolisian yang
menjadi poros utamanya. Saat Negara berada dalam gangguan atau ancaman dari pihak lain,
kekuatan militer adalah jalan untuk melindungi diri suatu Negara. Ambil saja contoh, ketika
kasus penggrebegan M. Noordin Top, para warga justru tidak disarankan untuk mendekat,
apalagi membantu, karena hal tersebut justru akan menjadikan gangguan bagi pihak militer
dan kepolisian dalam menjalankan aksinya.
Dalam UUD bahwa setiap warga Negara mempunyai hak dan kewajiban untuk
melindungi NKRI. Tetapi, untuk kelas Mahasiswa, bukan lalu menjadi seorang tentara untuk
melindungi Negara ini. Tidak dapat disangkal, bahwa Ketahanan militer akan semakin baik

seiring dengan semakin canggih-nya sistem dan persenjataannya. Disinilah peran Mahasiswa
dibutuhkan, terutama Mahasiswa teknik. Seorang ahli teknik yang handal dalam
pengembangan dan perawatan sistem pertahanan Negara akan sangat dibutuhkan demi
Ketahanan militer yang baik.Dengan didasarkan pada moral yang baik dan tujuan yang benarbenar untuk melindungi NKRI, maka Ketahanan militer yang kuat akan terecapai. Sehingga
Indonesia dapat terbebas dari ancaman dan gangguan dari pihak-pihak yang inign
mengganggu ketentraman Republik Indonesia.
Mahasiswa dituntut untuk selalu siaga dan terus mengembangkan diri guna menjawab
tantangan Bangsa dan era globalisasi, demi terciptanya kehidupan yang lebih baik untuk
Indonesia di masa yang akan datang. Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu
Bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan
kekuatan Nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun
yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan
hidup Bangsa dan Negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan Nasional:
1. Ancaman di dalam negeri, misalnya pemeberontakan dan subversi yang berasal
atau terbentuk dari masyarakat Indonesia.
2. Ancaman dari luar negeri, seperti infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan
kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan laut oleh musuh
dari luar negeri.
Melihat berbagai tantangan tersebut, seluruh elemen Bangsa seperti pemerintah,
masyarakat, generasi tua, wanita, pemuda dan sebagainya, memiliki peranan vital di masingmasing bidangnya. Namun, pemuda yang memiliki batasan produktif dalam berkarya,
memiliki posisi yang penting. Dalam konstruksi pemuda, posisi generasi muda lebih sebagai
subjek dibanding sebagai obyek dan pada tingkat tertentu berperan secara lebih aktif,
produktif dalam membangun jati diri secara bertanggung jawab dan efektif. Kemampuan
menyelesaikan problem obyektif yang ada diharapkan mampu mengantarkan pemuda untuk
tampil menghadapi tantangan yang lebih luas lagi.
Potensi yang dimiliki oleh generasi muda diharapkan mampu meningkatkan peran dan
memberikan kontribusi dalam mengatasi persoalan Bangsa. Berbagai gejala sosial dengan
mudah dapat dilihat, mulai dari rapuhnya sendi-sendi kehidupan masyarakat, rendahnya
sensitivitas sosial, memudarnya etika, lemahnya penghargaan nilai-nilai kemanusiaan,
kedudukan dan jabatan bukan lagi sebagai amanah penederitaan rakyat, tak ada lagi jaminan
rasa aman, mahalnya menegakan keadilan dan masih banyak lagi problem sosial yang kita
harus selesaikan.
Hal ini harus menjadi catatan agar pemuda lebih memiliki daya sensitivitas, karena
Bangsa ini sesungguhnya sedang menghadapi problem multidimensi yang serius, dan harus
dituntaskan secara simultan tidak fragmentasi. Oleh karena itu, rekonstruksi nilai-nilai dasar
Bangsa ke depan perlu bberapa langkah strategis dalam mengatasi persoalan Bangsa ;
1. Meningkatkan kemandirian dan martabat Bangsa. Terpompanya harga diri Bangsa.
Seluruh aktivitas pembangunan sejauh mungkin dijalankan berdasar kemampuan
sendiri, misalnya dengan menegakkan semangat berdikari.

2. Harmonisasi kehidupan dan meningkatkan ekspektasi masyarakat sehingga


berkembang mutual social trust yang berawal dari komitmen seluruh komponen
Bangsa.
3. Penyelenggara Negara dan segenap elemen Bangsa harus terjalin dalam satu
kesatuan jiwa Kata kucinya adalah segera terwujudnya sistem kepemimpinan
Nasional yang kuat dan berwibawa di mata rakyat yang memiliki integritas tinggi
(terpercaya, jujur dan adil), adanya kejelasan visi pemimpin yang jelas dan
implementatif, pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan mengarahkan
semangat rakyat secara kolektif, komunikatif terhadap rakyat, mampu
membangkitkan semangat solidaritas. Dan untuk pemuda, mereka harus mempu
memperjuangkan sistem nilai-nilai yang merepresentasikan aspirasi, sensitivitas
dan integritas para generasi muda terhadap gejala ketidakadilan yang terjadi di
masyarakat.
Peranan Mahasiswa Dalam Penegakan Hukum, terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu
peran Mahasiswa dalam lingkungan kampus dan lingkungan masyarakat. Di dalam
lingkungan kampus, Mahasiswa dapat melakukan, seperti jujur dalam setiap proses
perkuliahan, melakukan kajian kritis terhadap setiap laporan pertanggungjawaban kegiatan,
kontrol terhadap pelaksanaan proyek kegiatan kampus, dan lain sebagainya. Sejak Indonesia
mengandalkan peranan hukum dalam menunjang pembangunan, maka kaitan antara hukum
dan politik juga menjadi relevan. Dalam GBHN terbaru bahkan kedudukan pembangunan
hukum telah dinaikkan dari subsektor menjadi sector yang dengan demikian menjadi berdiri
sendiri. Mengaitkan secara otomatis antara hukum dan pembangunan berarti meningkatkan
pula intensitas pertukaran antara hukum dan politik. Posisi hukum sebagai sarana untuk
melakukan rekayasa sosial menjadi makin besar. Dalam keadaan demikian, maka hubungan
ketegangan antara kemandirian asas, doktrin, dan institusi hukum berhadapan dengan politik
menjadi lebih intensif.
Hukum dan rekayasa sosial sebenarnya merupakan Politik Sosial yakni hal yang harus
dirubah oleh Mahasiswa. Politik sosial adalah keadaan yang ingin dicapai dalam kehidupan
bersama sebagai suatu masyarakat, Bangsa, dan Negara.
Bagi Bangsa dan Negara Indonesia, keadaan yang ingin dicapai dalam kehidupan bersama
sebagai suatu masyarakat, Bangsa, dan Negara ini tertuang di dalam alinea keempat
pembukaan UUD 1945; yaitu suatu keadaan terlindunginya segenap Bangsa dan seluruh
tumpah darah Indonesia, keadaan termajukannya kesejahteraan umum, keadaan
tercedaskannya kehidupan Bangsa, serta terwujudnya perdamaian abadi. Singkatnya adalah
keadaan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Politik dan hukum harus
bekerja sama dan saling menguatkan. Hukum tanpa kekuasaan angan-angan, kekuasaan tanpa
hukum kelaliman.
Sedangkan mengenai hubungan antara hukum dan politik dapat dilihat dari 3 asumsi di
bawah ini:
a. Hukum determinasi atas politik, hukum sebagai das sollen.
b. Politik determinasi atas hukum, hukum sebagai das sein.
c. Politik dan hukum dalam hubungan seimbang.
Peranan Mahasiswa dalam hal peningkatan Budaya Bangsa dan Negara.
Apabila hukum dilihat sebagai suatu proses, maka ia tak mungkin berjalan bagaikan
menarik garis dari satu titik ke titik yang lain. Kebudayaan, aspirasi, cita-cita, dan nilai-nilai
tetap merupakan variable bebas yang turut menentukan penampilan akhir dari hukum. Itu
berarti hukum itu tidak berdiri sendiri, dan tidak sepenuhnya absolut. Pemahaman yang tidak

lengkap itu pulalah yang membuat orang pernah berpolemik mempersoalkan rekomendasi
kongres kebudayaan tahun 1991 tentang perlunya pendekatan budaya dalam penyelenggaraan
hukum. Rumusan rekomendasi yang demikian dipersoalkan, karena dinilai bakal merusak
usaha penegakkan hukum, terutama dalam usaha menumbuhkan kepastian hukum. Dalam hal
ini harus dipahami sungguh-sungguh bahwa budaya itu adalah perilaku substantif dan ia
muncul dalam sekalian sektor kehidupan, termasuk kehidupan Mahasiswa. Hukum dan
kebudayaan itu sama-sama melakukan kontrol terhadap Mahasiswa dalam kehidupan
bermasyarakat kendatipun kekuatannya berbeda. Hukum modern itu memiliki kualitas yang
kuat untuk disebut sebagai teknologi dan mesin, sementara kebudayaan adalah jauh lebih
lanjut karena ia bekerja dengan persuasi atau melalui sosialisasi. Oleh karena itu, Mahasiswa
harus bisa memahami kalau terjadi benturan antara keduanya, maka budayalah yang akan
banyak mengalami kekalahan. Tapi itu tidak berarti bahwa dalam jangka panjang kebudayaan
sebagai perilaku substantif tidak akan melakukan pembalasan.
Dalam kerangka pemahaman yang demikian itu dapatlah kita mengatakan bahwa undangundang itu bukan hanya barisan pasal-pasal, melainkan mempunyai spirit atau semangat juga.
Namun dimensi semangat tersebut hampir selalu terbenam dalam setiap diskusi dan debat
mengenai hukum langsung oleh Mahasiswa.
Mahasiswa memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian seni dan budaya
daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa Mahasiswa merupakan anak bangsa yang menjadi
penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.
Sebagai intelektual muda yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, pada mereka
harus bersemayam suatu kesadaran kultural sehingga keberlanjutan negara bangsa Indonesia
dapat dipertahankan. Pembentukan kesadaran kultural Mahasiswa antara lain dapat dilakukan
dengan pengoptimalan peran mereka dalam pelestarian seni dan budaya daerah.
Optimalisasi peran Mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah dapat dilakukan
melalui dua jalur, yaitu intrakurikuler dan ekstrakulikuler. Jalur Intrakurikuler dilakukan
dengan menjadikan seni dan budaya daerah sebagai substansi mata kuliah; sedangkan jalur
ekstrakurikuler dapat dilakukan melalui pemanfaatan unit kegiatan Mahasiswa (UKM)
kesenian dan keikutsertaan Mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang
diselenggarakan oleh berbagai pihak untuk pelestarian seni dan budaya daerah.
Mahasiswa dapat melakukan membantu masyarakat untuk mewujudkan ketentuan
aturan yang diperlukan masyarakat, membimbing dan membantu masyarakat mengkritisi
aturan yang ada dan lain sebagainya. Politik, Ketahanan Nasional, Hukum, dan Budaya
merupakan hal yang patut di pertimbangkan dalam meningkatkan posisi Negara dan hal ini
dilakukan oleh Mahasiswa. Jika sudah begini seharusnya, tunggu apalagi? Mari Mahasiswa
tingkatkan dan buatlah perubahan dalam meningkatkan posisi Negara baik dalam Negeri dan
di seluruh Dunia. Semua ada di tangan-mu. Hidup Mahasiswa ..
2.2 Tanggung Jawab Mahasiswa
Dalam hal Ketahanan Nasional, Mahasiswa tidak dituntut harus wajib militer guna
mempertahankan Negara ini. Apakah jika Negara ini diserang Mahasiswa harusikut
berperang langsung?. Jawabannya tidak harus. Disinilah peran Mahasiswa dibutuhkan,
terutama Mahasiswa teknik. Seorang ahli teknik yang handal dalam pengembangan dan
perawatan sistem pertahanan Negara akan sangat dibutuhkan demi Ketahanan militer yang
baik. Sampai sekarang ini Indonesia dikenal di seluruh Dunia sebagai Negara Konsumen,
bahkan seluruh perlengkapan Perang juga dibeli dari Negara Luar. Ini sungguh teramat

memalukan, karena Saya, Kamu, dan Kalian sebagai Mahasiswa belum memberi bakti bagi
Negara ini dalam hal tersebut. Akankah kita memberikan Fasilitas buatan sendiri untuk
memperkuat Ketahanan Negara? Kapan? Buktikan dirimu, buktikan budimu, mari bangun
Indonesia menjadi lebih baik lagi.
Hendaklah diingat, bahwa informasi seringkali pula dibuat buat karena untuk
kepentingan suatu kelompok ataupun penguasa.
Keprihatinan dalam usaha penegakan hukum di Indonesia selama ini semakin bertambah,
karena rakyat hampir tak mempercayai lagi dengan badan penegakan hukum kita, mengapa?
Karena kita tidak tahu kunci menyelamatkan mempunyai keseriusan dan keberanian dalam
menegakan hukum.
Dalam praktek penegakan hukum sering terjadi hal-hal yang mengejutkan. Seperti, sering
pula ada yang berperkara sesungguhnya sederhana, dalam arti tidak sulit pembuktiannya,
tetapi pengadilan dinyatakan bebas.
Sesungguhnya penegakan hukum akan berhasil bilamana adanya campur tangan
Mahasiswa dalam membatu proses penegakan hukum. Hal itu membutuhkan keberanian serta
koekuensi terhadap penegakan hukum itu sendiri. Ada beberapa hal positif yang dapat ditarik
dari penegakan hukum yang dapat dilakukan Mahasiswa secara tegas, antara lain :
a. Memulihkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah
b. Dapat melakukan penyelamatan aset negara
c. Mahasiswa mempublikasikan Negara agar para penanam modal tidak ragu-ragu
menanamkan modalnya di Indonesia.
Disini penulis ingin menambahkan bahwa penegakan hukum akan lebih terlaksana,
bilamana adanya partisipasi juga oleh seluruh lapisan warga negara. Beberapa diantara salah
satu cara penegakan hukum adalah di dalam kekuasaan kehakiman itu harus merupakan
kekuasaan yang merdeka, yang artinya pengaruh kekuasaan pemerintah dan berhubung itu
juga harus diadakan jaminan dalam UU tentang kedudukan hakim; dengan jalan pendidikan,
dengan ini maka setiap warga negara tanpa terkecuali perlu untuk mendapatkan
pengetahuan/informasi yang berkaitan dengan hukum. Kedua hal ini sama pula dengan
pokok-pokok pemikiran yang terdapat di UUD 1945. Marilah kita selalu berhati-hati dalam
mewujudkan rasa keadilan. Karena, tenteram tidaknya suatu masyarakat atau tercapai
tidaknya kestabilan di dalam masyarakat sebagai syarat yang diperlukan untuk pembangunan
ekonomi guna kesejahteraan rakyat, adalah terletak apakah keadilan sudah terwujud di dalam
masyarakat itu.
Untuk mengoptimalkan peran Mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah
diperlukan adanya pemahaman Mahasiswa terhadap seni dan budaya daerah. Tanpa adanya
pemahaman yang baik terhadap hal itu, mustahil Mahasiswa dapat menjalankan peran itu
dengan baik.
Peningkatan pemahaman Mahasiswa terhadap seni dan budaya daerah dapat dilakukan
melalui jalur intrakurikuler; artinya seni dan budaya daerah dijadikan sebagai salah satu
substansi atau materi pembelajaran dalam satu mata kuliah atau dijadikan sebagai mata
kuliah. Dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan budaya Indonesia, pemahaman
Mahasiswa terhadap seni dan budaya daearah akan meningkat yang juga telah melakukan
pelestarian. Jalur intrakurikuler lainnya yang dapat digunakan untuk meningkatkan
pemahaman bahkan mengoptimalkan peran Mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya
daerah adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa-Mahasiswa yang telah mendapatkan

pemahaman yang mencukupi terhadap seni dan budaya daerah dapat berkiprah langsung
dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya daerah. Kuliah Kerja Profesi (KKP)
yang merupakan bentuk lain dari KKN di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro
telah digunakan untuk berperan serta dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya
daerah. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, khususnya yang berasal dari program studi
Sejarah, dalam tiga tahun terakhir sebagian telah membantu merevitalisasi seni budaya yang
tumbuh dan berkembang di Semarang, misalnya batik Semarang, arsitektur Semarang, dan
membantu mempromosikan perkumpulan Wayang Orang Ngesthi Pandhawa.
Peningkatan pemahaman Mahasiswa terhadap seni dan budaya daerah dapat
dilakukan melalui jalur ekstrakurikuler; Pembentukan dan pemanfaatan Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM) Kesenian Budaya Indonesia merupakan langkah lain yang dapat
ditempuh untuk mengoptimalkan peran Mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya
daerah. Sehubungan dengan hal itu, pimpinan perguruan tinggi perlu mendorong
pembentukan UKM Kesenian Daerah. Lembaga keMahasiswaan itu merupakan wahana yang
sangat strategis untuk upaya-upaya tersebut, karena mereka adalah Mahasiswa yang benarbenar berminat dan berbakat dalam bidang seni tradisi. Latihan-latihan secara rutin sebagai
salah satu bentuk kegiatan UKM kesenian daerah (Jawa misalnya) yang pada gilirannya akan
berujung pada pementasan atau pergelaran merupakan bentuk nyata dari pelestarian seni dan
budaya daerah. Forum-forum festival seni Mahasiswa semacam Pekan Seni Mahasiswa
Tingkat Nasional merupakan wahana yang lain untuk pengoptimalan peran Mahasiswa dalam
pelestarian seni dan budaya daerah.
2.3 Sumbangan-sumbangan Mahasiswa bagi Bangsa dan Negara
Hal-hal yang menjadikan Mahasiswa partisipan Aktif untuk Bangsa dan Negara antara lain:

~ Pemberantasan Korupsi
Untuk memerangi Korupsi bukanlah hal yang mudah seperti yang hanya kita lihat di televisi,
dengan gampangnya satu per satu pejabat yang korupsi tertangkap. Dari pengalaman Negaranegara lain yang dinilai sukses memerangi korupsi, segenap elemen Bangsa dan Masyarakat
harus dilibatkan dalam upaya memerangi korupsi melalui cara-cara yang simultan. Tapi ada
pihak-pihak dari Mahasiswa yang turut campur tangan untuk mengembalikan kesejahteraan
seluruh warga Negara. Seperti kita lihat di zaman era SOEHARTO, Alm. Soeharto
melakukan korupsi yang bahkan menjadi bahan guncingan hingga 7 Keturunan tak akan
habis, yang menjadi pertanyaannya apakah itu benar?. Aktivis Mahasiswa hampir diseluruh
pelosok Negeri memaksa Alm. Soeharto untuk Mundur dari kursi Kepresidenan. Disini sudah
jelas bahwa Mahasiswa mempunyai Kewajiban dan Tanggung Jawab dalam hal
menyeimbangkan kestabilan Negara. Mahasiswa merupakan bagian dari Masyarakat yang
merupakan faktor pendorong dan pemberi semangat sekaligus memberikan contoh dalam
menerapkan perilaku terpuji. Untuk dapat berperan secara optimal dalam pemberantasan
korupsi adalah pembenahan diri dan kampusnya. Dengan kata lain, Mahasiswa harus
mendemonstrasikan bahwa diri dan kampusnya harus bersih dan jauh dari perbuatan korupsi.
Sebagai pengontrol sosial, Mahasiswa dapat melakukan peran Preventif terhadap korupsi
dengan membantu masyarakat dalam mewujudkan ketentuan dan peraturan yang adil dan
berpihak pada rakyat banyak, sekaligus mengkritisi peraturan yang tidak adil dan tidak
berpihak pada masyarakat. Kontrol terhadap kebijakan pemerintah tersebut perlu dilakukan
karena banyak sekali peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang hanya berpihak pada

golongan tertentu saja dan tidak, kontrol tersebut bisa berupa tekanan berupa demonstrasi
ataupun dialog dengan pemerintah maupun pihak legislatif. Mahasiswa juga dapat berperan
edukatif dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat baik pada saat
melakukan kuliah kerja lapangan atau kesempatan yang lain mengenai masalah korupsi dan
mendorong masyarakat berani melaporkan adanya korupsi yang ditemuinya pada pihak yang
berwenang.

~ Pengembangan dan Pelestarian Budaya


Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang merupakan bentuk lain dari KKN di Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro telah digunakan untuk berperan serta dalam pelestarian dan
pengembangan seni dan budaya daerah. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, khususnya yang
berasal dari program studi Sejarah, dalam tiga tahun terakhir sebagian telah membantu
merevitalisasi seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Semarang, misalnya batik
Semarang, arsitektur Semarang, dan membantu mempromosikan perkumpulan Wayang
Orang Ngesthi Pandhawa. Pemerintah berkewajiban untuk mendorong peran serta lembaga
kebudayaan melalui pemberian ruang ekspresi yang cukup dalam bentuk penyediaan gedunggedung kesenian yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh para seniman untuk berekspresi.
Memang, pemerintah telah menyediakan ruang ekspresi itu, namun sering kali para seniman
tidak mampu menjangkau sewa gedung yang mahal menurut ukuran seniman (tradisi).
Penyediaan fasilitas gratis bagi seniman yang akan menyelenggarakan pergelaran merupakan
kebijakan yang ditunggu-tunggu oleh kalangan seniman tradisi. Selain itu, pemerintah juga
perlu memberikan insentif kepada Mahasiswa yang memiliki komitmen, konsisten, dan
secara kontinyu melakukan kegiatan-kegiatan pelestarian seni dan budaya daerah.
Jumlah Mahasiswa yang berminat terhadap seni daerah sangat terbatas. Mahasiswa
lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan minat dan bakat yang lain daripada mengikuti
kegiatan yang berkaitan dengan seni tradisi. Mahasiswa lebih memilih bidang seni nontradisi
atau bidang penalaran. Di perguruan tinggi nonkesenian, perhatian terhadap bidang seni
tradisi relatif rendah. Keterbatasan dana menjadi kendala berikutnya yang akan muncul
apabila akan melestarikan seni dan budaya daerah. Optimalisasi peran Mahasiswa dalam
pelestarian seni dan budaya daerah memerlukan adanya kegiatan pelatihan. Kegiatan
pelatihan seni yang berujung pada pergelaran membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Perguruan Tinggi nonseni sering kali tidak memiliki dana yang cukup atau bahkan tidak
mengalokasikan dana untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Keterbatasan dan ketiadaan dana
untuk kegiatan pelatihan dan pergelaran seni daerah di perguruan tinggi merupakan cermin
kurangnya perhatian atau mungkin tidak adanya perhatian perguruan tinggi dalam pelestarian
seni dan budaya daerah. Semoga tidak.

~ Perubahan Sistem Pemerintahan yang diprakarsai Mahasiswa


Dalam Sejarah Orde Baru lahir sebagai sumbangan protes Mahasiswa pada tahun
1966 namun berakhir tumbang oleh Mahasiswa pada tahun 1998. Kekuatan gerakan
Mahasiswa Soeharto sebagai presiden yang fobiyah terhadap gerakan (aksi) Mahasiswa.
Ketakutan soeharto menghadapi gerakan Mahasiswa ketika gerakan memprotes
pembangunan Taman Mini Indonesia Indah, sehingga Soeharto memerintahkan kepada
Pangkopkamtib jenderal Soemitro untuk mengambil langkah keras untuk menghentikan
gerakan deminstrasi Mahasiswa. Namun Istri soeharto tidak tinggal diam melihat suaminya
yang dirundung demonstrasi sehingga Ibu Tien Soeharto sebagai penggagas proyek TMII
mengadakan pertemuan dengan beberapa pengusaha, pemuda, dan Mahasiswa di gedung

Kartika Chandra, dijalan Gatot Subroto. Mahasiswa yang hadir pada pertemuan tersebut yaitu
Surdjadi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Akbar Tanjung dari
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ibu Tien yang memanfaatkan pertemuan tersebut dan
mengeluarkan statemen bahwa pembangunan Taman Miniature Indonesia adalah tidak ada
yang ditutup-tutupi.
Gerakan protes Mahasiswa tahun 1977-1978 bisa disebut sebagai gerakan protes Mahasiswa
Indonesia yang paling lengkap mengkritik atas berbagai penyimpangan selama
pemerintahan Orde Baru. Gerakan Mahasiswa yang dipelopori oleh organisasi intra kampus
yang illegal, Dewan Mahasiswa yang mampu merumuskan berbagai penyimpangan
pemerintahan Orde Baru dengan sistematis dan lengkap.
Lagi-lagi sejarah memiliki hukum besi sendiri ketika kritik Mahasiswa dibungkam,
Oposisi dilarang, memenjarakan lawan-lawan politik menjadi kebiasaan.
Kelemahan gerakan Mahasiswa : kekuasaan begitu lama dapat menyingkirkan kekuatan anak
muda (lebih 20 tahun) antara periode 1977-1978 kepride tumbangnya Soeharto. Hal ini dapat
terjadi karna kelemahan kelemahan yang ada dalam garakan Mahasiswa itu sendiri. Gerakan
1970-an suatu periode dimana Mahasiswa begitu dekat dengan mitos gerakan moral sehingga
tidak lagi memikirkan imbas politik dari tekanan yang mereka lakukan. Hal ini
mengidentikasikan pola garakan moral kepada kecedrungan garakan politik disinilah aparat
keamanan lihai memanfaatkan internal Mahasiswa.
Sumbangan gerakan Mahasiswa 1977-1978 itu perlunya lembaga legislative yang
kuat untuk mengontrok eksekutif ; pemisahan ketua MPR dan DPR karena keduanya lembaga
yang berbeda (MPR lembaga tertinggi Negara sedangkan DPR lembaga tinggi setara dengan
presiden) perlu pelaksanaan pemiliham umum yang benar-benar mencerminkan asas
langsung, umum, bebas dan rahasia Sumbangan pemikiran Mahasiswa masih sangat relevan
dengan kondisi reformasi saat ini.

Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Pemuda/Mahasiswa memiliki potensi yang besar dalam menyelesaikan persoalan
bangsa, terutama persoalan yang menyangkut Ketahanan Nasional, meski tidak dimungkiri
bahwa persoalan dalam diri pemuda juga banyak. Yang terpenting adalah kesadaran pemuda
untuk mampu merubah dirinya dari obyek pembangunan menjadi subyek pembangunan dan
mampu tampil untuk mendukung Ketahanan Nasional bangsa ini. Persoalan bangsa memang
tidak dapat segera diselesaikan, tetapi setidaknya, dengan membangun kesadaran bagi
pemuda, maka problem Ketahanan Nasional memiliki harapan untuk makin diperkokoh.
Dengan adanya pastisipasi Mahasiswa dalam penegakkan Hukum Negara ini, maka
Hukum berjalan bagaikan menarik garis dari satu titik ke titik yang lain. Itu berarti hukum itu
tidak berdiri sendiri, dan tidak sepenuhnya absolut.kita tidak dapat memperoleh gambaran
yang lengkap mengenai keadaan hukum yang sebenarnya hanya dengan membaca peraturan
perundang-undangan saja. Undang-undang itu memang penting dalam suatu negara hukum,

tapi ia bukan segalanya. Demikian pula proses untuk memberi keadilan kepada masyarakat
tidak begitu saja berakhir melalui kelahiran pasal-pasal undang-undang.
Dengan adanya pemahaman terhadap seni dan budaya daerah, kita akan dapat mengetahui
dan menghormati adanya keanekaragaman budaya dalam masyarakat Indonesia, tidak
terjebak pada etnosentrisme, sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis
yang kita cita-citakan dapat terwujud. Di akhir tulisan ini, saya ingin mengajak semua pihak
untuk melestarikan seni dan budaya daerah. Mari kita berjuang untuk melestarikan seni dan
budaya daerah. Semoga berhasil.
3.2 Saran
Saya sebagai Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk membuat makalah ini tetapi
Penulis menyadari dengan kekurangan dan kelemahan Penulis, maka makalah ini juga masih
terdapat kekurangan dan kesalah baik didalam pembahasan materi masalah maupun dalam
penuliasan. Maka dari itu penulis mengharapkan saran dan pasrtisipasinya dari Pembina dan
sahabat-sahabat semua demi kesempurnaan makalah ini. Dan Terima Kasih Saya haturkan
kepada Pihak-pihak yang terkait
Akankah cita-cita kita ketika mahasiswa ini terwujud dalam interaksi sosial? Adalah
ditentukan pada tiap individu mahasiswa yang membingkai dalam satu kelompok dengan
gerakan sehat pada patron idalisme mahasiswa sebagai lokomotif gerakan pembaharuan
bangsa Negara dan masyarakat.
Kapan lagi kalau bukan sekarang.
Siapa lagi kalau bukan kita.

Daftar Pustaka

Kartodirdjo, Sartono. 1994a. Kebudayaan Pembangunan dalam Perspektif Sejarah.


Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kartodirdjo, Sartono. 1994b. Pembangunan Bangsa tentang Nasionalisme, Kesadaran dan
Kebudayaan Nasional. Yogyakarta: Aditya Media.
Erlangga Masdiana dkk, Peran Generasi Muda Dalam Ketahanan Nasional, Kementerian
negara Pemuda dan olahraga, April 2008
Diskusi Mahasiswa Jawa Tengah, Peranan Mahasiswa Dalam Pemberantasan Korupsi Di
Jawa Tengah, 12 September 2006 di Auditorium Imam Bardjo UNDIP
http://id.wikipedia.org/wiki/Socrates
Diposkan oleh hans_pedro_khler di 10:27 AM
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

Reaksi:
No comments:
Post a Comment
Link ke posting ini
Create a Link
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Archive

2012 (1)

2011 (13)
o September (12)

Makalah Narasi Wawancara

Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjutan

Penerapan Metode Field Trip

Peran Geopolitik dan Geostrategi dalam pengembanga...

Peranan Konstitusi mensejahterakan Rakyat

Pancasila sebagai sumber Nilai

Jrgen Trittin - Bundesminister

Zwei grne Augen - Franz Schlacher (puisi jerman)

Peranan Mahasiswa Mempertahankan Negara

Aliran Filsafat yang digunakan di Indonesia

Lieben Zum Ersten Mal (tugas)

Penyebab Perang dingin

o January (1)

2009 (1)

About Me/Ueber mich


Followers
hans_pedro_khler
Kejujuran dipegang teguh, kebenaran dijalankan, keramahtamahan
menjadi prioritas utama, agama pondasi kekuatan untuk mengejar
Impian yang di Idamkan
View my complete profile