Anda di halaman 1dari 7

13 Oktober

2016

Name : M. Andi Ali


Ridho
NIM :
160341801398

Metode Penelitian Kualitatif (Jurnal 8)


Oleh: Dr. Endang Suarsini, MS

Tema Perkuliahan:

Mempelajari dan memahami metode dan hakikat Historical Research.

Konsep Penting yang telah Dipahami:


Sejarawan Inggris E.H. Carr (dalam Gall, Gall & Borg, 2007),

telah menjawab pertanyaan What is history?. Sejarah adalah suatu


proses interaksi yang terus-menerus antara sejarawan dan fakta yang
ada, yang merupakan dialog tidak berujung antara masa lalu dan masa
sekarang. Artinya sejarah adalah pengetahuan yang tepat terhadap
apa yang telah terjadi. Menurut Nevins (1933), sejarah adalah
deskrispsi yang terpadu dari kedaan-keadaan atau fakta-fakta masa
lampau yang ditulis berdasarkan penelitian serta studi yang kritis
untuk mencari kebenaran. Penelitian dengan menggunakan metode
sejarah penyelidikan yang kritis terhadap keadaan-keadaan,
perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang
secara cukup teliti dan hati-hati bukti validitas dari sumber sejarah
serta interpretasi dari sumber- sumber keterangan tersebut.
Berdasarkan pandangan yang disampaikan oleh para ahli diatas,
dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian sejarah mengandung
beberapa unsur pokok, yaitu: 1) Adanya proses pengkajian peristiwa
atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu); 2) Usaha
dilakukan secara sistematis dan objektif; 3) Merupakan serentetan
gambaran masa lalu yang integrative anatar manusia, peristiwa, ruang
dan waktu; 4) Dilakukan secara interktif dengan gagasan, gerakan dan
intuiasi yang hidup pada zamannya (tidak dapat dilakukan secara
parsial). Unsur-unsur tersebut harus ada di penelitian sejarah.
Peneliti juga harus menentukan tujuan kepenulisan penelitian
historis, beberapa alasan (tujuan). Berikut merupakan tujuan
dilakukannya penelitian historis menurut Fraenkel dan Wallen (2009):

1) Masyarakat atau beberapa pihak tertentu dapat memanfaatkan


sejarah untuk mengambil hikmah dari segi kegagalan dan
kesuksesan suatu peristiwa.
2) Masyarakat dapat belajar mengenai cara melakukan suatu hal, yang
memiliki kemungkinan untuk diaplikasikan kembali di masa kini.
3) Kemungkinan dapat menghasilkan prediksi. Sejarah memang tidak
akan terulang kembali, tapi pola-pola sejarah akan terus berulang
sepanjang masa. Masyarakat dapat memprediksi suatu kejadian
setelah mempelajari pola sejarah di masa lampau.
4) Untuk menguji hipotesis. Banyak peneliti yang kurang
berpengalaman berpendapat bahwa penelitian historis merupakan
penelitian deskriptif. Penelitian historis dapat mengarah ke suatu
hipotesis yang dikonfirmasi atau ditolak. Berikut contohnya:
a) Pada awal tahun 1900, sebagian besar guru perempuan datang
dari keluarga kelas menengah, sedangkan guru laki-laki tidak.
b) Perubahan kurikulum yang tidak mengikutsertakan peran guru
dalam perencanaan dan beberapa tahap pengembangannya
biasanya selalu mengalami kegagalan dalam pelaksanaannya.
c) Buku teks pada abad ke-19 menunjukkan peningkatan kontribusi
perempuan dalam pengembangan budaya di Amerika Serikat
dari tahun 1900 sampai 1900
5) Untuk memahami praktik pendidikan saat ini dan kebijakan yang
berlaku secara lebih lengkap
Fokus penelitian historis terfokus pada masa lalu, akan tetapi
pertanyaan yang dapat diajukan beragam, berikut adalah contohnya.

Bagaimana siswa dididik di Selatan selama perang saudara (Civil

War)?
Berapa banyak tagihan yang berhubungan dengan pendidikan
disahkan selama presiden Lyndon B. Johnson, dan apa maksud

utama dari tagihan-tagihan?


Seperti apa instruksi di kelas empat yang khas 100 tahun yang lalu?
Bagaimana perubahan kondisi kerja guru sejak tahun 1900?
Apa masalah disiplin utama di sekolah-sekolah pada tahun 1940

dibandingkan dengan hari ini?


Apa masalah pendidikan yang dianggap paling penting oleh

masyarakat selama 20 tahun terakhir?


Bagaimana pengaruh dari ide-ide John Dewey terhadap praktik

pendidikan saat sekarang?


Bagaimana kontribusi kelompok feminis untuk pendidikan?

Bagaimana siswa minoritas (atau fisik terganggu) diperlakukan di

sekolah-sekolah umum selama abad kedua puluh?


Bagaimana perbedaan kebijakan dan praktek administrator sekolah
di tahun-tahun awal abad kedua puluh dibandingkan dengan masa

sekarang?
Apa peran pemerintah federal yang telah disumbangkan dalam
pendidikan?
Jenis penelitian historis dapat dibagi menjadi empat jenis, antara

lain: penelitian sejarah komparatif, penelitian yuridis atau legal,


penelitian biografis, dan penelitian bibliografis.
1) Jika penelitian dengan metode sejarah dikerjakan untuk
membandingkan faktor-faktor dari fenomena-fenomena sejenis
pada suatu periode masa lampau, maka penelitian tersebut
dinamakan penelitian sejarah komparatif. Misalnya, ingin
diperbandingkan sistem pengajaran di Cina dan Jawa, dan pada
masa kerajaan Majapahit. Dalam hal ini, si peneliti ingin
memperlihatkan unsur-unsur perbedaan dan persamaan dari
fenomena-fenomena sejenis. Atau misalnya seorang peneliti ingin
membandingkan usaha tani serta faktor sosial yang mempengaruhi
usaha tani dari beberapa negara dan membandingkannya dengan
usaha tani Indonesia dalam tahap-tahap trend waktu zaman
pertengahan.
2) Jika dalam metode sejarah diinginkan untuk menyelidiki hal-hal
yang menyangkut dengan hukum, baik hukum formal ataupun
hukum nonformal dalam masa yang lalu, maka penelitian sejarah
tersebut digolongkan dalam penelitian yuridis. Misalnya peneliti
ingin mengetahui dan menganalisa tentang keputusan-keputusan
pengadilan akibat-akibat hukum adat serta pengaruhnyha terhadap
suatu masyarakat pada masa lampau, serta ingin membuat
generalisasi tentang pengaruh-pengaruh hukum tersebut atas
masyarakat, maka penelitian sejarah tersebut termasuk dalam
penelitian yuridis.
3) Metode sejarah yang digunakan untuk meneliti kehidupan
seseorang dan hubungannya dengan masyarakat dinamakan
penelitian biografis. Dalam penelitian ini, diteliti sifat-sifat, watak,
pengaruh, baik pengaruh lingkungan maupun pengaruh pemikiran

dan ide dari subjek penelitian dalam masa hidupnya, serta


pembentukan watak figur yang diterima selama hayatnya. Sumbersumber data sejarah untuk penelitian biografis antara lain: suratsurat pribadi, buku harian, hasil karya seseorang, karangankarangan seseorang tentang figur yang diselidiki ataupun catatancatatan teman dari orang yang diteliti tersebut.
4) Penelitian dengan metode sejarah untuk mencari, menganalisa,
membuat interpretasi serta generalisasi dari fakta-fakta yang
merupakan pendapat para ahli dalam suatu masalah atau suatu
organisasi dikelompokkan dalam Penelitian Bibliografis. Penelitian
ini mencakup hasil pemikiran dan ide yang telah ditulis oleh
pemikir-pemikir dan ahli-ahli. Kerja penelitian ini termasuk
menghimpun karya-karya tertentu dari seorang penulis atau
seorang filosof dan menerbitkan kembali dokumen-dokumen unik
yang dianggap hilang dan tersembunyi seraya memberikan
interpretasi serta generalisasi yang tepat terhadap karya-karya
tersebut.

Konsep yang Belum Dipahami:


Saya masih belum memahami penelitian historis secara

mendalam. Saya merasa perlu untuk mempelajari penelitian historis,


karena saya rasa penelitian ini akan bisa menghasilkan produk berupa
buku. Buku-buku tersebut pasti bertemakan sejarah, dan saya ingin
mengetahui sejarah yang benar.
Pertanyaan yang Muncul:
1. Bagaimana peranan penelitian historis bagi umat manusia?
2. Bagaimana upaya peneliti dalam melakukan penelitian historis? Apa
saja yang diperlukan untuk membuat penelitian historis yang valid?
Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan:
1. Jawaban:

Untuk membuat masyarakat atau beberapa pihak tertentu


mengetahui tentang suatu kejadian di masa lalu jadi mereka
dapat mengambil hikmah baik itu dari segi kegagalan dan
kesuksesan suatu pertistiwa yang terjadi pada masa itu. Ini
adalah

peranan

utama

dari

penelitian

historis.

Dengan

mempelajari sejarah klita bisa mengambil keuntungan dengan


tidak mengulang kesalahan di masa lampau.
2. Jawaban:
Dalam sebuah penelitian historis berkualitas tinggi, harus ada
beberapa kombinasi dari faktor-faktor ini:
a. Mendefinisikan masalah
b. Menentukan sumber yang relevan
c. Menentukan sifat data, data harus berupa data primer dan
sekunder. Kedua jenis data ini juga harus memiliki tingkat validitas
dan reliabilitas yang tinggi.
d. Meringkas informasi yang diperoleh
e. Mengevaluasi sumber historis

Refleksi dan Rencana


Minggu ini menjadi minggu yang menarik dan berkesan untuk

saya. Hari senin, setelah perkuliahan Metode Penelitian Kuantitatif, Ibu


Rina Trituarini ternyata menunggu saya di depan kelas. Saya sempat
khawatir, karena melihat raut wajah Beliau yang seperti sedang
gelisah. Setelah saya bertanya tentang hal yang bisa saya bantu,
ternyata raut wajah gelisah tersebut hilang, lenyap, digantikan dengan
ekspresi bahagia. Alhamdulillah. Allah memberikan kesempatan
kepada saya untuk membantu sesama.
Usut pumya usut, ternyata rencana untuk jadi fotografer
dadakan di seminar nasional Biologi ke-3 sudah direncanakan oleh Bu
Rina jauh-jauh hari sebelumnya. Kemarin tanggal 15 Oktober 2016
acara seminar nasional Biologi ke-3 alhamdulillah terealisasi dengan
sangat baik. Registrasi peserta dimulai pukul 07.00 WIB tepat, waktu
itu saya bertemu dengan beberapa teman yang jadi pemakalah.
Pandangan saya edarkan ke sekeliling, siapa tau ketemu jodoh teman
lama yang jadi pemakalah juga. Ternyata benar, saya bertemu dengan
teman seangkatan yang sekarang sudah lanjut S2, dan sedang
menempuh thesis. Hasil penelitian pendahuluan mereka sampaikan di
seminar Nasional. Alhamdulillah.
Saya juga sempat bertemu dengan junior sesama pejuang PKM
dulu. Bagus, namanya. Kemarin dia menjajakan bakso khas buatan
mahasiswa Biologi, tapi sayang saya belum berkesempatan untuk

mencobanya. Semoga lainkali saya bisa mendapatkan kesempatan itu,


syukur-syukur kalau gratis. Hehehehe.
Saya sempat jeprat-jepret iseng ke beberapa Bapak/Ibu dosen,
niatnya saya ingin mengirimkan sebagai surprise. Beberapa foto
rencananya akan saya unggah ke media sosial, tapi saya perlu
mempertimbangkan ulang karena belum mendapat ijin dari Beliau.
Beberapa foto yang saya rasa netral insyaAllah akan saya upload.
Jangan lupa untuk like dan follow saya di @m.a.a.ridho, sekian,
terimakasih.
Pada bagian ini saya ingin menentukan berbagai kemungkinan
untuk mengumpulkan pundi rupiah. Ikut lomba adalah salah satu
alternatif untuk mendapatkan Rupiah. Hehehehe, walaupun tentu saja
motivasi tersebut bukan menjadi motivasi utama. Menjadi diri sendiri
dan menemukan identitas diri adalah tujuan utama saya. Lomba
apapun itu, harus dapat merubah diri
saya menjadi pribadi yang lebih baik.
jadi di samping ini adalah lomba foto
konstruksi yang diadakan oleh pihak
direktorat jenderal bidang konstruksi.
Sangat menarik menurut saya,
terutama kegiatan foto yang
melibatkan bangunan dan manusia di
dalamnya. Deadlinenya masih lama, 17
November 2016. Saya mentargetkan untuk mengikuti lomba ini,
apapun hasilnya saya akan terima.
Saya rasa, memang fotografi adalah passion saya. Sempat saya
mengelak, eh tidak tahunya memang kembali lagi ke jalur ini. Untuk
memantabkan passion saya ini, saya berencana belajar lagi teknik
pengambilan gambar, eksekusi, dan komposisi. Ketiga bagian itu
adalah kelemahan saya.
Sebagai penutup, saya akan mengunggah salah satu foto hasil
jepretan kamera saya. Sudah lama memang , sekitar semester 3 atau
5 S1 dulu. Saya lupa. Foto ini saya ambil ketika salah seorang teman
saya secara impulsive ingin di foto. Karena kebetulan momennya

sangat bagus, saya ambil momen itu, saya abadikan dalam frame
kamera. Hasilnya sangat menarik, bagi saya ini adalah momen yang
sangat berkesan.