Anda di halaman 1dari 2

Sistem ekskresi pada mamalia

Sistem ekskresi pada mamalia melibatkan organ paru-paru, kulit, ginjal, dan hati. Namun
yang terpenting dari keempat organ tersebut adalah ginjal.
a. Ginjal
Ginjal terletak di sebelah kanan dan kiri ruas - ruas tulang punggung. Berbentuk seperti
kacang ercis dan berjumlah sepasang. Ginjal Berfungsi mengeluarkan zat sisa berupa urine. Pada
sumsum ginjal terdapat suatu jaringan berbentuk kerucut yang disebut Piramid. Piramid
mengandung banyak pembiluh dan berguna untuk mengumpulkan hasil ekskresi. Cairan yang
terkumpul pada piramid akan disalurkan melalui saluran pengumpul menuju Pelvis Renalis
(Rongga Ginjal).

b. Hati
Hati terletak pada rongga perut bagian kanan. Pada bagian kanan hati terdapat selaput tipis
yang disebut kapsula hepatis. Di dalam jaringan hati terdapat pembuluh darah dan pembuluh
empedu yang disatukan oleh kapsul hati (Kapsul Glisson). Sel sel hati bergabung membentuk
lobula dan antarlobula dipisahkan oleh ruang lakuna.
Sebagai alat ekskresi, hati berfungsi menghasilkan cairan empedu secara terus menerus.
Selain menghasilkan empedu, hati juga berfungsi menyimpan gula dalam bentuk glikogen,
menetralkan racun, membentuk dan merombak protein, serta membentuk eritrosit pada janin.
c. Kulit
Kulit memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai pelindung terhadap kerusakan fisik
akibat sentuhan mekanis, panas, penyinaran, kuman kuman, dan zat kimia; mengatur suhu
badan; mencegah dehidrasi; mengeluarkan zat sisa berupa keringat; dan menerima rangsangan
dari luar. Banyak tidaknya keringat yang dikeluarkan seseorang dipengaruhi oleh beberapa
faktor, yaitu suhu lingkungan, emosi, aktivitas tubuh, dan psikologi.

d. Paru-paru
Paru paru merupakan alat tubuh yang bertugas mengeluarkan zat sisa berupa karbon
dioksida (CO2) dan uap air dalam kaitannya sebagai alat ekskresi. Gas karbon dioksida
merupakan sisa proses metabolisme dalam jaringan yang diangkut oleh darah ke paru paru dan
berdifusi dalam alveolus.
Oksigen yang masuk ke paru paru berikatan dengan hemoglobin membentuk
oksihemoglobin dalam eritrosit yang mengalir menuju jaringan tubuh. Setelah sampai di sel- sel
tubuh, O2 dilepas dari ikatan oksihemoglobin dan keluar menuju jaringan lalu masuk ke sel sel
tubuh. Pada saat yang sama, CO2 dari sel sel tubuh masuk ke dalam darah. Sebagian kecilnya
bergabung dengan hemoglobin membentuk karboksihemoglobin. Kebanyakan CO2 membentuk
HCO3- dengan plasma darah. Saat darah masuk ke dalam kapiler paru paru, HCO 3- berubah di
dalam eritrosit menjadi H2O dan CO2. CO2 meninggalkan sel eritrosit dan kapiler.

Anda mungkin juga menyukai