Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN OBAT DAN AROMATIK

FIELDTRIP MATERIA MEDICA BATU

Disusun Oleh:
Nama

: Ridwan Fauzi

NIM

: 135040100111056

Kelas

: SDL 1 Kamis 8.45

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

1. PENDAHULUAN
1.1 Sejarah Materica Medica Batu
UPT Materia Medica didirikan sejak tahun 1960 oleh almarhum Bapak
R.M.Santoso yang juga merupakan salah satu pendiri Hortus Medikus Tawang
Mangu yang sekarang berubah menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan
Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Berdirinya UPT Materia Medica diawali
dari hasil pengamatan beliau bahwa tidak semua tanaman obat yang ada di
Indonesia dapat dikoleksi pada satu daerah saja. Hal ini disebabkan karena
adaptasi tanaman terhadap lingkungannya terutama terhadap iklim sangatlah
berbeda, mengingat bahwa Indonesia secara garis besar terdiri dari tipe iklim
basah, daerah sedang dan daerah kering, maka kebun Tawang Mangu yang berdiri
sejak tahun 1948 merupakan daerah iklim sedang sampai basah. Sedangkan untuk
tanaman daerah sedang sampai kering perlu adanya kebun koleksi lain yang bisa
mewakili tipe iklim tersebut. Dari hasil pengamatan Beliau karesidenan Malang
adalah daerah yang cocok untuk didirikan kebun koleksi tanaman obat dari tipe
iklim sedang sampai kering. Sebagai realisasi dari gagasan beliau itu untuk
mendirikan kebun koleksi tanaman obat didaerah sedang dan kering di wilayah
Batu dan Nongko Jajar, karena waktu itu Nongkojajar adalah daerah yang sulit
transportasinya, maka ditetapkan Batu sebagi kebun koleksi sampai sekarang dan
dikenal sebagi Balai Materia Medica Pengelolaan kebun percobaan ini dilakukan
oleh yayasan Farmasi yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur.
Sebelum kebun percobaan ini jadi, tahun1963 Bapak RM Santoso meninggal
dunia. Untuk kelangsungan Balai Materia Medica oleh Bapak Dr.Modarso selaku
Inspektur Kesehatan Jawa Timur ditunjuk Bapak R.Soehendro (Kepala Dinas
Perkebunana Rakyat Kab. Malang) sebagi pejabat sementara Pimpinan Kebun
Balai Materia Medica sampai mendapatkan pimpinan yang baru. Tahun 1964
BMM mendapat pimpinan baru yaitu Ir.NV.Darmago, beliau diangkat oleh Dinas
Kesehatan Jawa Timur sebagi tenaga tetap di Kebun Materia Medica hingga th
1970. Th 1970 atas permohonan sendiri Ir.NV Darmago meletakan jabatannya,

kemudian selaku pipmpinan kebun Materia Medica dipegang oleh Ir.Wahyu


Soeprapto. Pertengahan tahun 1970 terjadi perubahan status dari milik swasta
menjadi milik pemerintah yaitu Dinas Kesehatan daerah Tingkat I Jawa Timur
Direktorat Farmasi Jawa Timur.
Tahun 2000 hingga April 2005 selaku Pelaksana Teknis Balai Materia Medica
Batu dipegang oleh Dra.Hj.Siti Hidjrati Arlina. Selanjutnya April 2005 secara
definititif BMM dipimpin oleh Bapak B.Soegito,SKM.Kes hingga 31 April 2008.
Mulai 1 Mei 2008 hingga 31 Desember untuk sementara kepala BMM dipegang
oleh Bu Etty Retno, Apt. (Sebagai PLt). Sejak 1 Januari 2009 hingga sekarang
yang mejadi kepala UPT Materia Medica adalah Drs. Husin RM., Apt, Mkes.
Setelah tahun 1978 dengan berfungsinya Direktorat Daerah Farmasi Jawa Timur
menjadi sub Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang sekarang
menjadi Badan POM, maka pengelolaan Materia Medica Batu diserahkan kepada
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur hingga sekarang.
1.2 Visi
Visi:
Menjadikan UPT Materia Medica terdepan dalam bidang pengembangan
Tanaman Obat Asli Indonesia (TOI), khususnya di Jawa Timur dan umumnya di
Indonesia Timur.
1.3 Misi
Misi:
a. Meningkatkan promosi pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan baku obat
alam Indonesia.
b. Mengembangkan monografi dan standart mutu, baik simplisia maupun ekstrak.
c. Membantu penyusunan farmakope herbal Indonesia.
d. Mengembangkan penelitian dasar tanaman obat alam Indonesia.
e. Memperkokoh jaringan kerjasama antar lembaga penelitian dan industri terkait.

2. TUJUAN
2.1 Tujuan Pendirian Materia Medica
Pembangunan Sentra Tanaman Obat UPT MATERIA MEDICA dirancang untuk
dapat berfungsi sebagai :
1. Museum dan etalase tanaman obat Indonesia, seperti tanaman obat yang
hampir punah atau langka, tanaman obat yang telah dilakukan penelitian
secara ilmiah terbukti khasiatnya
2. Sarana untuk melakukan applied research seperti penelitian budidaya
tanaman obat baik secara in-situ atau ex-situ sehingga dapat menghasilkan
tanaman

obat

dengan

mutu,

khasiat

dan

keamanan

yang

dapat

dipertanggungjawabkan secara ilmiah, penelitian budidaya tanaman obat yang


terbukti kemanfaatannya dan tanaman obat tersebut mempunyai nilai ekonomi
yang tinggi,
3. Tempat dan alat untuk melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan di
bidang obat bahan alam seperti pelatihan budi daya tanaman obat bagi calon
pelatih di Daerah, produsen/petani tanaman obat dan pihak lain yang
berminat, pelatihan teknologi ekstraksi, meracik, dan sebagainya,
4. Sarana dan alat dalam rangka untuk memperkenalkan, memotivasi dan
menumbuhkan minat di kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum,
sehingga pada tahap selanjutnya yang bersangkutan dapat ikut secara proaktif
melakukan budidaya dan pemanfaatan tanaman obat Indonesia,
5. Penyediaan informasi mengenai tanaman obat
6. Sarana promosi dan wisata TOGA Indonesia
2.2 Fungsi dan kegiatan yang dilakukan di Materia Medica
Pembangunan Sentra Tanaman Obat UPT MATERIA MEDICA dirancang
untuk dapat berfungsi sebagai :
1. Museum dan etalase tanaman obat Indonesia, seperti tanaman obat yang
hampir punah atau langka, tanaman obat yang telah dilakukan penelitian
secara ilmiah terbukti khasiatnya

2. Sarana untuk melakukan applied research seperti penelitian budidaya


tanaman obat baik secara in-situ atau ex-situ sehingga dapat menghasilkan
tanaman

obat

dengan

mutu,

khasiat

dan

keamanan

yang

dapat

dipertanggungjawabkan secara ilmiah, penelitian budidaya tanaman obat yang


terbukti kemanfaatannya dan tanaman obat tersebut mempunyai nilai ekonomi
yang tinggi,
3. Tempat dan alat untuk melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan di
bidang obat bahan alam seperti pelatihan budi daya tanaman obat bagi calon
pelatih di Daerah, produsen/petani tanaman obat dan pihak lain yang
berminat, pelatihan teknologi ekstraksi, meracik, dan sebagainya,
4. Sarana dan alat dalam rangka untuk memperkenalkan, memotivasi dan
menumbuhkan minat di kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum,
sehingga pada tahap selanjutnya yang bersangkutan dapat ikut secara proaktif
melakukan budidaya dan pemanfaatan tanaman obat Indonesia,
5. Penyediaan informasi mengenai tanaman obat
6. Sarana promosi dan wisata TOGA Indonesia
Adapun kegiatan yang dilakukan oleh Materia Medica Batu yaitu:

1. Pelayanan informasi Tanaman Obat Alam Indonesia (obat tradisional).


2. Penelitian tanaman obat dan tanaman yang mengandung bahan baku obat,
yang berkaitan dengan budidaya dan identifikasi kandungan bahan aktif.
Untuk tujuan ini, materia medica mempunyai 2 laboratorium utama, yaitu
Lab. Fitokimia dan Lab. Kultur Jaringan Tanaman.
3. Pembinaan kepada kelompok tani dan PKK berkaitan dengan pemanfataan
dan budidaya tanaman obat. Materia medica aktif mengadakan penyuluhan ke
beberapa daerah, misal penyuluhan di Kota Mojokerto dan di Kabupaten
Malang Selatan.
4. Pelayanan contoh ekstrak dan simplisia tanaman obat tradisional yang
terstandarisasi. Materia medica menyediakan berbagai macam simplisia
5.
6.
7.
8.

(kering dan serbuk), serta ekstrak.


Pelayanan konsultasi kesehatan terhadap pemanfaatan tanaman obat
Pelaksanaan budidaya tanaman obat
Balai Materia Medica menjadi percontohan IKOT Jawa Timur
Wisata ilmiah tanaman obat. Kami juga menerima kunjungan dari beberapa
sekolah, perguruan tinggi, kelompok PKK, dll.

9. Pelatihan
2.3 Tujuan Fieldtrip
Adapun tujuan dilakukannya fieldtrip TPTOA ke UPT Materia Medica Batu
antara lain,
1. Untuk mengetahui dan mengenal tanaman obat asli Indonesia
2. Untuk mengetahui keragaman tanaman obat asli Indonesia
3. Untuk mengetahui manfaat dan khasiat tanaman obat asli Indonesia
4. Untuk mengetahui pengolahan simplisia
3. PEMBAHASAN
3.1 Pembuatan instan Jahe/Kunyit
a. Alat
1. Panci
2. Blender
3. Pisau
4. Saringan
5. Kompor

: Untuk wadah ketika memasak dan mengaduk sari kunyit.


: Untuk menghaluskan kunyit.
: Untuk memotong kunyit.
: Untuk menyaring hasil adukan sari kunyit.
: Untuk memanaskan panci dan membantu proses memasak
sari kunyit

b. Bahan
1. kg kunyit
2. Daun pandan wangi
3. 1 kg gula pasir
4. 800cc air

: Bahan utama dalam membuat instan kunyit.


: Untuk memberi aroma pada instan kunyit.
: Untuk memberikan rasa manis dan membantu
menghomogenkan sari kunyit agar mengkristal.
: Untuk membantu proses pemanasan.

c. Cara membuat
1. Cuci bahan yang akan diolah (kunyit).
2. Cincang kunyit dan haluskan.
3. Peras sari kunyit dan campur sedikit air.
4. Campur gula dengan sari kunyit yang telah di peras.
5. aduk kunyit yang sudah dicampur agar homogen selama kurang lebih 45
6.
7.
8.
9.

menit (dalam proses ini perlu diperhatikan suhu kompor).


Saring campuran dan memasukkan kunyit ke dalam panci lain.
Aduk-aduk terus campuran hingga berbusa dan mengkristal.
Pindahkan instan kunyit ke wadah kering.
Masukkan instan kunyit yang sudah jadi dan siap dikonsumsi ke dalam
kemasan.

3.2 Tanaman Obat Di Materia Medica


1

Nama daerah: Daun duduk


Nama latin: Desmodium triquetrum L.
Bagian yang digunakan: Seluruh bagian
tanaman kecuali akar
Khasiat: Obat eluruh seni
Prospek: Prospek daun duduk masih dalam
sekala industri kecil obat tradisional.

Nama daerah: Bangun bangun


Nama latin: Coleus amboinicus Lour
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat demam, pembengkakan
Prospek: Untuk prospek tanaman obat
bangun bangun masih dalam skala obat
herbal yang memiliki khasiat sebagai
demam dan pembengkakan. Belum ada
prospek untuk pengembangan dalam skala

industri.
Nama daerah: Tempuyung
Nama latin: Sonchus arvensis L.
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat asam urat, peluruh seni.
Prospek: Memunyai prospek yang baik
untuk kedepanya, baik untuk obat
tradisional biasa ataupun industri.
Dibuktikan dengan adanya produk di
pasaran yang menggunakan daun
tempuyung, yaitu Calcusol, Pentugin,
Gempur Batu, Batugin Elixir, Teh
Cibinong.

Nama daerah: Dandang gendis


Nama latin: Clinacanthus nutans Lindau
Bagian yang digunakan: Daun.
Khasiat: Obat kencing manis, anti diabetes.
Prospek: Dandang gendis merupakan
tanaman herbal, mespikun tidak begitu
popiler dibandingkan tanaman herba
lainnya. Namun, beberapa penelitian justru
mengungkap peluang tanaman ini sebagai
herba yang berpotensial menormalkan

kadar gula dalam darah.


Nama daerah: Cakar ayam
Nama latin: Selaginella doederleinii Hieron
Bagian yang digunakan: Herba (seluruh
bagian tanaman)
Khasiat: obat batuk, obat kanker.
Prospek: Prospek kedepannya bagus,
berpotensi untuk obat herbal dan juga
industri jamu. Serta sudah terdapat
perusahan jamu Dayang Sumbi yang
megolah cakar ayam sebagai obat herbal
tradisional yang diasarkan di berbagai

daerah di Indonesia
Nama daerah: Srigading
Nama latin: Nyctanthes arbor-tristis
Bagian yang digunakan: seluruh bagian
tanaman
Khasiat: Obat encok, rematik.
Prospek: Untuk prosek srigading masih
dalam skala tanaman yang dapat dijadikan
obat tradisional herbal. Untuk sakala
industri masih belum digunakan.

Nama daerah: Jambu biji merah


Nama latin: Psidium guajava
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat diare, meningkatkan
trombosit
Prospek: Prospek tanaman jambu biji
merah sebagai obat tradisional herbal
sangat berpotensi, baik dalam dunia
industri pula. Dan sudah banyak dibuat
olahan obat dalam bentuk aapun dari
tumbuhan jambu biji.

Nama daerah: Rosmeri


Nama latin: Rosemarynus officinalis L.
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat nyamuk, batuk
Prospek: pengembangan produk derivat minyak
atsiri untuk meningkatkan nilai tambah
(diversifikasi vertikal), pengembangan
pemasaran IKM minyak atsiri, pengembangan
dan penguatan klaster Industri Kecil Menengah
(IKM) minyak atsiri Indonesia, dan
meningkatkan investasi industri hilir.

Nama daerah: Patikim


Nama latin: Hydrocotyle rotundifolia
Bagian yang digunakan: Seluruh
bagiantanaman.
Khasiat : Obat penyakit kuning, lambung,
liver.
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai
alternatif pengobatan di kalangan medis.

10 Nama daerah: Kitolot


Nama latin: Laurentia longiflora
Bagian yang digunakan: Bunga
Khasiat: Obat mata
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai

alternatif pengobatan di kalangan medis.

11 Nama daerah: Tabat barito


Nama latin: Ficus deltoidea
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat awet muda, vitalitas
Prospek: Jika dikembangkan lebih jauh,
tanaman tabat barito berpotensi sebagai
industri jamu.

12 Nama daerah: Kumis kucing


Nama latin: Orthosiphon aristatus
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Pelancar kencing, obat kencing
batu
Prospek: Memiliki prosek ke depan yang
cukup baik sebagai obat tradisional.
Dengan sudah adanya perusahaan yang
mengelola tanaman kumis kucing sebagai
obat herbal. Namun harus lebih
memperbaiki strateginya lagi agar dapat
bersaing.
13 Nama daerah: Keji beling
Nama latin: Strobilanthes crispus
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat batu ginjal, radang ginjal,

kencing batu
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai
alternatif pengobatan di kalangan medis.

14 Nama daerah: Rumput mutiara


Nama latin: Hedyostis Corymvosa
Bagian yang digunakan: Seluruh bagian
tanaman
Khasiat: Obat radang paru-paru.
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai
alternatif pengobatan di kalangan medis.

15 Nama daerah: Kayu rapet


Nama latin: Parameria laevigata
Bagian yang digunakan: Kulit dan batang
Khasiat: Obat keputihan
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai
alternatif pengobatan di kalangan medis.

16 Nama daerah: Rumput papua


Nama latin: Biopytum petersianum
Bagian yang digunakan: seluruh bagian
tanaman
Khasiat: Obat awet muda, penyubur rahim
Prospek: Prospek rumut papua sudah
menjadi skala dalam industri obat
tradisional. Apalagi bila budidayanya

dikembangkan di wilayah tertentu yang


sesuai.

17 Nama daerah: Sambiloto


Nama latin: Eugenla polycephala
Bagian yang digunakan: seluruh bagian
tanaman
Khasiat: Mengobati kanker, pusing, alergi,
cuci darah, anti gatal.
Prospek: Di Indonesia sudah mulai tumbuh
industri pangan fungsional yang berbasis
herbal. Untuk pengembangan suplemen
pangan berbasis tanaman asli Indonesia,
diperlukan kegiatan penelitian dan
pengembangan mendalam dalam bidang
ini.
18 Nama daerah: Bunga sepatu
Nama latin: Hibiscus rosa-sinensis L.
Bagian yang digunakan: Daun, akar, dan
bunga.
Khasiat: Obat batuk, sariawan, demam
Prospek: Untuk prospek tanaman obat
bangun bangun masih dalam skala obat
herbal yang memiliki khasiat. Belum ada
prospek untuk pengembangan dalam skala
industri.
19 Nama daerah: Zodia
Nama latin: Evodia sauveolens
Bagian yang digunakan: Daun

Khasiat: Penngusir nyamuk


Prospek: pengembangan produk derivat
minyak atsiri untuk meningkatkan nilai
tambah (diversifikasi vertikal),
pengembangan pemasaran IKM minyak
atsiri, pengembangan dan penguatan klaster
Industri Kecil Menengah (IKM) minyak
atsiri Indonesia, dan meningkatkan
investasi industri hilir.
20 Nama daerah: Sambung nyowo
Nama latin: Gynura procumbens
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat kanker, diabetes
Prospek: Melihat kebutuhan masyarakat
yang terus meningkat akan penggunaan
sambung nyawa, membuat para pengusaha
industri farmasi memanfaatkan peluan ini
dengan menjual tanaman sambung nyawa
dalam bentuk olahan. Saat ini ekstrak daun
sambung nyawa sudah banyak di jual di
pasaran, baik dalam bentuk kapsul atau pun
dalam bentuk serbuk.

4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Disekitar kita banyak terdapat tanaman obat yang sering kita
jumpai namun kita tidak mengetahui akan manfaatnya bahkan
menganggapnya

hanya

sebagai

tanaman

liar

saja.

Tanaman

tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal alami yang


berkhasiat bagi kesehatan. Disamping untuk tanaman obat, ada
beberapa tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias
karena keindahan warna dan daunnya, misalnya saja andong merah
dan kumisn kucing. Pada saat ini tanaman obat populer karena tidak
mempunyai efek samping seperti obat kimia, masyarakat saat ini
sadar akan pentingnya kesehatan tanpa menggunakan obat sintetis
atau kimia yang jika dipakai dalam jangka waktu yang panjang
dapat mengganggu kesehatan ginjal dan pada saat ini sudah
banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk kesehatan
karena tidak mempunyai efek samping, dan beralihnya konsumen
ke obat herbal alami karena naiknya obat bahan kimia.
4.2 Saran
Perlu diadakan perkenalan terhadap tanaman obat baru, sehingga
masyarakat luas dapat mengetahui manfaatnya dan tidak
menganggap sebagai tanaman liar yang tidak ada gunanya.

DAFTAR PUSTAKA
Abidzar,

2014.

Deskripsi

dan

klasifikasi

tanaman

daun

ungu.

http://

islamrahmatbagialamsemesta. blogspot.com/ 2011/11/daun-unguhandeuleum.


html. Diakses 24 april 2016
Agus,

Kardinan.

2003.

Zodia

(Evodia

suaveolens)

Tanaman

pengusir

Nyamuk.http://www.litbang.deptan.go.id/artikel.pdf/artikel77.pdf#search='tan
aman %20anti%20nyamuk'. Diakses pada 24 april 2016
Agus, Kardinan. 2004. Penggunaan Pestisida Nabati Sebagai Kearifan Lokal Dalam
Pengendalian Hama Tanaman Menuju Sistem Pertanian Organik. Deptan :
Pengembangan Inovasi Pertanian 4(4), 2011: 262-278
Ahmad, Islamudin. 2014. Potensi Tanaman Obat Kalimantan Timur Khususnya di
Kawasan

Perbatasan.

Diakses

pada

tanggal

27

April

2016

dari

https://islamudinahmad84.wordpress.com/2014/02/05/potensi-tanaman-obat
-kali mantan-timur-khususnya-di-kawasan-perbatasan/
Anonymous2,

2014.

Deskripsi

dan

klasifikasi

tanaman

ki

congcorang.

http://hidupsehat. com/manfaat-daun-duduk#.U1z8_3bIksQ. Diakses pada 27


April 2014
Arda, Dinata. 2005. Tanaman sebagai pengusir nyamuk. http://www.pikiranrakyat.
com/cetak/2005/0205/17/cakrawala/penelitian01.htm. Diakses pada 24 april
2016
Backer, C.A. Bakhuizen van den Brink. 1963. Flora of Java (Spermatophytes Only).
Vol. I,
Dalimartha, S. 1999. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid I. Trubus Agriwidya.
Jakarta.
Dalimartha, S. 2006. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta : Puspa Swara.
Depkes RI. 2001. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat dan Makanan.
Cetakan Pertama. Depkes RI. Ditjen POM. Direktorat Pengawasan Obat
Tradisional. 5- 12.

Hutapea, J.R.. 1999. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Jilid V. Departemen


Kesehatan RI dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.
Lin., Skaltsounis.. Seguin.. Tillequin.. & Koch. 1994. Phenolic Constituents of
Selaginella doederleinii. Planta Medica. 60(2). 168-170. Plantamor1, 2014.
Deskripsi tanaman rumput putih. http://www. plantamor.com/ index.php?
plant=316 http:// www.kikil.org/forum/ Thread-lily-paris-menjuntaiindah-dipot-gantung. Diakses pada 27 April 2014
Rukmana, R. 2004. Temu-Temuan. halaman 14. Kanisius: Yogyakarta
Suryowinoto, S. M., 1997. Flora Eksotika, Tanaman Peneduh. Kanisius : Yogyakarta
Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara
2: Buahbuahan yang dapat dimakan. PROSEA Gramedia. Jakarta. ISBN
979-511-672-2.
Wolter-Noordhoff. NVP.. Groningen.2. Cronquist, A.. 1981. An Integrated System of
Classification of Flowering Plants. Columbia University Press. New York