Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH BAHAN LISTRIK

TRANSISTOR NPN

OLEH

I WAYAN AGUS PREMEI ARTHA

NIM

1404405098

JURUSAN

TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA

2014KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam
administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya
miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Denpasar,

2014

Penyusun

DAFTAR ISI

ii

HALAMAN JUDUL.. i
KATA PENGANTAR........ ii
BAB I PENDAHULUAN.. 1
1.1 LATAR BELAKANG. 1
1.2 RUMUSAN MASALAH. 1
1.3 BATASAN MASALAH.. 1

1.4

TUJUAN

.. 2

BAB II PEMBAHASAN 2
2.1 PENGERTIAN TRANSISTOR... 2
2.2 CARA KERJA TRANSISTOR 2
2.3 JENIS-JENIS TRANSISTOR.. 4
2.4 PENJELASAN NPN 5
2.5 PRINSIP KERJA NPN.... 5
2.6 KONFIGURASI TRANSISTOR NPN 6
2.7 PENERAPAN TRANSISTOR. 7
BAB III PENUTUP 9
3.1 KESIMPULAN 9
DAFTAR PUSTAKA. 10

iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Dalam perancangan sebuah sistem elektronika, ada beberapa alat yang harus

diperlukan agar alat tersebut bisa berjalan sesuai yangn diinginkan. Salah satu bentuk alat
tersebut adalah transistor. Alat ini merupakan alat semikonduktor yang dipakai sebagai peguat
atau pemilih, dan mempunyai tiga terminal. Transistor Sebagai Penguat adalah salah satu
fungsi transistor selain transistor sebagai saklar. Pada saat ini penggunaan transistor sebagai
penguat sudah banyak di gunakan dalam sebuah perangkat elektronik. Contohnya adalah
Tone Control, Amplifier (Penguat Akhir), Pre-Amp dan rangkaian elektronika lainnya.
Penggunaan transistor ini memang sudah menjadi keharusan dalam komponen elektronika.
Dalam pembahasan makalah ini akan dijelaskan tentang transistor NPN dan
bagaimana transistor NPN tersebut bekerja. Namun ada beberapa penjelasan tambahan agar
penjelasan tentang transistor tersebut lebih terarah.
1.2

RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan transistor?
2. Apa yang dimaksud dengan transistor NPN?
3. Bagaimana transistor NPN tersebut bekerja?

1.3

BATASAN MASALAH
Agar penyampaian makalah ini dapat terarah, maka diperlukan beberapa batasan
masalah. Batasan masalah yang akan disampaikan pada makalah ini antara lain
1. Pengertian Transistor.
2. Cara Kerja Transistor.
3. Macam-macam atau jenis-jenis dari Transistor.
4. Penerapan Transistor

1.4

TUJUAN
Disusunnya makalah ini bertujuan agar pembaca bisa lebih mengetahui apa
yang dimaksud dengan transistor NPN tersebut dan bagaimana cara bekerja transistor
tersebut. Selain itu juga terdapat penjelasan transistor yang mungkin bermanfaat bagi
para pembaca.

BAB II PEMBAHASAN

2.1

PENGERTIAN TRANSISTOR
Transitor dwi kutub (bipolar junction transistor) adalah salah satu komponen

semikonduktor yang sering digunakan sebagai rangkaian penguat (amplifer). Transistor


merupakan kependekan dari current transferring resistor. Komponen ini pertama kali
ditemukan oleh William Shockley, John Bardeen dan Walter Brattain ketika sedang bekerja
dalam Laboratorium Telepon Bell pada tahun 1947.
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan
Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk
mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran
tegangan dan arus output Kolektor.
Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern.
Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog
melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio.
Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi.
Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic
gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.
2.2

CARA KERJA TRANSISTOR


Transistor merupakan gabungan dari dua kata yaitu transfer dan resistor yang dapat

diartikan secara bebas sebagai pengalir arus atau pengatur aliran arus. Triode merupakan
istilah yang memiliki arti tiga elektroda, dan didalam resistor sendiri memang memiliki tiga
elektroda tersebut, yaitu basis atau dasar, emitor atau pemancar dan kolektor atau pengumpul.
Transistor dapat mengalirkan arus listrik atau juga menguatkan tegangan dikarenakan
memiliki ketiga elektroda tersebut. Fungsi lain dari transistor adalah sebagai saklar pemutus
dan penyambung aliran listrik ketika pada dasar atau basis diberikan arus yang sangat besar.
untuk cara kerja dari transistor sendiri tergantung dari transistor jenis apa yang digunakan.
Gambar Cara Kerja Transistor

Gambar 2.2.1 cara kerja transistor


Sumber : http://komponenelektronika.biz/cara-kerja-transistor.html
Pada dasarnya transistor ada dua jenis atau tipe dari transistor. Ada transistor BJT atau
bipolar junction transistor atau juga lebih dikenal dengan istilah transistor bipolar dan
transistor FET atau field effect transistor atau juga lebih dikenal dengan istilah transistor
effect. Berikut cara kerja transistor BJT. Sesuai dengan namanya transistor bipolar ( BJT )
menggunakan dua polaritas yang membawa muatan untuk membawa arus listrik pada kanal
produksinya. Di dalam transistor bipolar ( BJT ) juga terdapat suatu lapisan pembatas yang
dinamakan depletion zone, yang pada akhirnya setiap arus listrik yang akan masuk akan
melewati pembatas tersebut dan terbagi karena adanya depletion zone ini.
Transistor effect ( FET ) Sedikit berbeda dengan cara kerja pada transistor bipolar. Dimana
pada transistor effect ( FET ) ini hanya menggunakan satu jenis polaritar atau pembawa
muatan arus listrik. Hal ini jelas berbeda dengan transistor bipolar yang memiliki dua
polaritas pembawa muatan. Untuk transistor effect ( FET ), arus yang masuk tidak akan
terbagi menjadi dua aliran seperti pada transistor bipolar. Karena posisi letak depletion zone
dari resistor effect terdapat di kedua sisi bukan berada di tengah-tengah. Sebenarnya untuk
tipe atau jenis transistor dari BJT dan FET sendiri sama saja fungsinya, yang membedakan
adalah dari cara kerja transistornya saja.
2.3

JENIS-JENIS TRANSISTOR
Transistor yang pertama adalah transistor bipolar atau dwi kutub. Transistor bipolar

termasuk salah satu dari jenis-jenis transistor yang paling banyak digunakan dalam suatu
rangkaian elektronika. Sedangkan pengertian dari transistor bipolar itu sendiri adalah
transistor yang memiliki dua buah persambungan kutub. Sedangkan jenis transistor bipolar

dibagi lagi menjadi tiga bagian lapisan material semikonduktor yang kemudian membedakan
transistor bipolar kedalam dua jenis yaitu transistor P-N-P (Positif-Negatif-Positif) dan
transistor N-P-N (Negatif-Positif-Negatif). Masing-masing kaki dari jenis transistor ini
mempunyai nama seperti B yang berarti Basis, K yang berarti Kolektor serta E yang berarti
Emiter. Sedangkan untuk fungsi transistor bipolar adalah sebagai regulator arus listrik.
3

Gambar 2.3.1 Jenis-Jenis Transistor


Sumber : http://komponenelektronika.biz/jenis-jenis-transistor.html
Transistor kedua yang paling banyak digunakan dari berbagai jenis-jenis transistor
yang ada adalah transistor efek medan (FET). Transistor jenis ini sama seperti transistor
bipolar yang memiliki tiga kaki. Tiga kaki terminal yang dimiliki oleh transistor efek medan
adalah Drain (D), Source (S), dan Gate (G). Transistor efek medan ini atau dikenal pula
dengan istilah transistor unipolar memiliki hanya satu buah kutub saja. Sedangkan cara kerja
dari transistor efek medan ini adalah mengatur dan mengendalikan aliran elektron dari Source
ke Drain melalui tegangan yang diberikan pada Gate. Hal inilah yang membedakan antara
fungsi transistor efek medan dengan fungsi transistor bipolar pada penjelasan diatas.

2.4

PENJELASAN NPN
NPN adalah satu dari dua tipe BJT, dimana huruf N dan P menunjukkan pembawa

muatan mayoritas pada daerah yang berbeda dalam transistor. Hampir semua BJT yang
digunakan saat ini adalah NPN karena pergerakan elektron dalam semikonduktor jauh lebih

tinggi daripada pergerakan lubang, memungkinkan operasi arus besar dan kecepatan tinggi.
Transistor NPN terdiri dari selapis semikonduktor tipe-p di antara dua lapisan tipe-n. Arus
kecil yang memasuki basis pada tunggal emitor dikuatkan di keluaran kolektor. Dengan kata
lain, transistor NPN hidup ketika tegangan basis lebih tinggi daripada emitor. Tanda panah
dalam simbol diletakkan pada kaki emitor dan menunjuk keluar (arah aliran arus
konvensional ketika peranti dipanjar maju).
NPN

Gambar 2.4.1 NPN


Sumber : http://himatel.eepis-its.edu/?p=1029

Gambar 2.4.2 simbol NPN BJT


Sumber : http://himatel.eepis-its.edu/?p=1029

2.5

PRINSIP KERJA NPN


Prinsip kerja dari transistor NPN adalah: arus akan mengalir dari kolektor ke emitor

jika basisnya dihubungkan ke ground (negatif). Arus yang mengalir dari basis harus lebih

kecil daripada arus yang mengalir dari kolektor ke emitor, oleh sebab itu maka ada baiknya
jika pada pin basis dipasang sebuah resistor.
2.6

Konfigurasi Transistor NPN

Transistor dapat beroperasi melalui tiga macam konfigurasi yaitu:


a. Common Base (CB)
Pada konfigurasi ini, kaki basis terhubung dengan ground dan berada diantara emitter dan
kolektor. Percabangan emitter-base membentuk bagian input. Percabangan base-kolektor
membentuk bagian output.
Konfigurasi ini sering digunakan sebagai penyangga arus (current buffer) atau penguat
tegangan (voltage amplifier), khususnya pada rangkaian penguat berfrekuensi tinggi.
Gambar 4. Common Base (a) PNP (b) NPN

b. Common Collector (CC)


Pada konfigurasi ini, kaki kolektor terhubung dengan ground dan berada diantara
basis dan emitter. Percabangan base-collector membentuk bagian input. Percabangan
collector-emitter membentuk bagian output.
Konfigurasi ini sering digunakan sebagai penguat tegangan (voltage amplifier).
Gambar 5. Common Collector (a) NPN (b) PNP

c. Common Emitter (CE)


Pada konfigurasi ini, kaki emitter terhubung dengan ground dan berada diantara basis
dan kolektor.
Gambar 6. Common Emitter (a) PNP (b) NPN

2.7

PENERAPAN TRANSISTOR

2.7.1

Transistor Sebagai Penguat


Transistor Sebagai Penguat adalah salah satu fungsi transistor selain transistor sebagai

saklar. Pada saat ini penggunaan transistor sebagai penguat sudah banyak di gunakan dalam
sebuah perangkat elektronik. Contohnya adalah Tone Control, Amplifier (Penguat Akhir),

Pre-Amp dan rangkaian elektronika lainnya. Penggunaan transistor ini memang sudah
menjadi keharusan dalam komponen elektronika.
Transistor merupakan suatu komponen monokristal semi konduktor di mana dalam
komponen terdapat dua pertemuan antara P-N. Sehingga kita dapat membuat dua rangkaian
yaitu P-N-P dan N-P-N. Transistor merupakan suatu komponen yang dapat memperbesar
level sinyal keluaran sampai beberapa kali sinyal masukan. Sinyal masukan disini dapat

berupa sinyal AC ataupun DC.


Prinsip yang di gunakan dalam transistor sebagai penguat adalah arus kecil pada basis
digunakan untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan ke Kolektor melewati
transistor tersebut. Dari sini dapat kita lihat bahwa fungsi dari transistor hanya sebagai
penguat ketik arus basis akan berubah. Perubahan arus kecil pada basis mengontrol inilah
yang dinamakan dengan perubahan besar pada arus yang mengalir dari kolektor ke
emitter. Kelebihan dari transistor penguat tidak hanya dapat menguatkan sinyal, tapi
transistor ini juga bisa di gunakan sebagai penguat arus, penguat tegangan dan penguat daya.
Berikut ini gambar yang biasa di gunakan dalam rangkaian transistor khusunya sebagai
penguat yang biasa di gunakan dalam rangkaian amplifier sedehana.
Fungsi transistor sebagai saklar dengan memanfaatkan daerah penjenuhan (saturasi) dan
daerah penyumbatan (cutt-off). Pada saat saturasi nilai resistansi penyambungan kolektor
emitter secara ideal sama dengan nol atau koklektor terhubung langsung. Dan pada saat cutoff nilai resistansi penyambungan kolektor emitter secara ideal sama dengan tak terhingga
atau terminal kolektor dan emitter terbuka.
Suatu transistor sebagai penguat dapat bekerja secara optimal maka titik penguat
dengan transistor harus di tentukan dan juga harus sama dengan yang di tentukan oleh garis
beban AC/DC. Contohnya adalah memiliki titik kerja di daerah cut-off, titik kerja berada di
tengah-tengah garis beban dan penguat kelas AB merupakan gabungan antara kelas A dan B
yang bekerja secara bergantian dengan tipe transistor PNP dan NPN
2.7.2

Transistor Sebagai Saklar


Transistor Sebagai Saklar maksudnya adalah penggunaan transistor pada salah satu

kondisi yaitu saturasi dan cut off. Pengertiannya adalah jika ada sebuah transistor berada
dalam keadaan saturasi maka transistor tersebut akan seperti saklar tertutup antara colector
dan emiter, sedangkan apabila transistor dalam keadaan cut off transistor tersebut akan
berlaku seperti saklar terbuka.

Pengertian dari Cut off adalah kondisi transistor di mana arus basis sama dengan nol,
arus output pada colector sama dengan nol, sedangkan tegangan pada colector maksimal atau
sama dengan tegangan supply. Saturasi adalah kondisi di mana transistor dalam keadaan arus
basis adalah maksimal, arus colector adalah maksimal dan tegangan yang di hasilkan
colector-emitor adalah minimal.
Apabila terdapat rangkaian transistor sebagai saklar banyak menggunakan jenis
transistor NPN, maka ketika basis di beri tegangan tertentu. Transistor akan berada dalam
kondisi ON, sedangkan besar tegangan pada basis tergantung dari spesifikasi transistor itu
sendiri. Dengan cara mengatur bias sebuah transistor menjadi jenuh, maka seolah akan di
dapat hubungan singkat antara kaki colector dan emitor.
Terminal basis akan dengan cepat mengontrol arus yang mengalir dari colector menuju
emitor. Arus yang di hasilkan dari tegangan input akan menyebabkan transistor saturasi
menjadi saklar tertutup, akibat dari kejadian ini arus akan mengalir dari colector ke emitor.
Pada saat kondisi tegangan colector emitor mendekati 0 volt.
Sebaliknya jika tegangan transistor sebagai saklar tidak di berikan arus tegangan, maka
transistor akan berada dalam kondisi Cut off dan terminal colector emitor terputus seolah
sakalar menjadi terbuka. Akibat dari pemutusan ini arus tidak akan mengalir dari colector
menuju emitor. Dalam kondisi ini tegangan yang di hasilkan akan maksimal.
Kalau misalkan transistor di pakai hanya pada dua titik, yaitu titik putus dan titik
saturasi, maka transistor akan di pakai sebagai saklar. Daya yang di serap oleh dua titik ini
sangat kecil, tetapi dalam keadaan aktif daya yang di serap transistor akan lebih besar. Sebab
pemakaian yang mana menggunakan arus lebih besar harus di upayakan agar daerah yang di
lewati aktif, sehingga transistor tidak menjadi terlalu panas.

BAB III PENUTUP


3.1

KESIMPULAN
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit

pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai
fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus
inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat

akurat dari sirkuit sumber listriknya.NPN adalah satu dari dua tipe BJT, dimana huruf N dan
P menunjukkan pembawa muatan mayoritas pada daerah yang berbeda dalam transistor.
DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.

http://himatel.eepis-its.edu/?p=1029
http://komponenelektronika.biz/jenis-jenis-transistor.html
http://komponenelektronika.biz/cara-kerja-transistor.html
Jurnal APLIKASI PERHITUNGAN PEMBIASAN DC PADA TRANSISTOR DWI
KUTUB NPN DENGAN VISUAL BASIC 6.0

10